Anda di halaman 1dari 3

P Profil...

final

Kesehatan

Finding
An Agent Thats Right For You
Berikut ini merupakan ringkasan tentang profil kesehatan
Provinsi Kalimantan Tengah, yang meliputi Mortalitas dan
Morbiditas pada tahun 2012 yang bersumber pada SDKI
2012 dan juga dari Gizi KIA Kementerian Kesehatan RI

Kependudukan
Berdasarkan
hasil
pencacahan Sensus Penduduk
2010, jumlah penduduk di
Provinsi Kalimantan Tengah
sebanyak adalah 2.212.089
jiwa,
yang
terdiri
atas1.153.743 laki-laki dan
1.058.346 perempuan.
Rata-rata laju pertumbuhan penduduk Provinsi
Kalimantan Tengah tahun
2000 sampai dengan tahun
2010 adalah sebesar 1.79
persen per tahun Dari hasil
estimasi penduduk, jumlah
penduduk
Provinsi
Kalimantan Tengah tahun 2012
berjumlah 2.283.687 jiwa,
terdiri atas 1.191.086 jiwa
merupakan penduduk laki-laki
dan 1.092.601 jiwa penduduk
perempuan Atau dengan kata
lain selama kurun satu tahun
penduduk Kalimantan Tengah
ber-tambah sebanyak 34.541
jiwa

2016

alimantan Tengah adalah salah satu


sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di
pulau Kalimantan. Ibukotanya adalah Kota
Palangka Raya. Propinsi Kalimantan Tengah
merupakan propinsi terluas kedua di Indonesia
setelah Papua. Luas wilayah Kalimantan Tengah
adalah 153.564 kilometer persegi. Letak Provinsi
Kalimantan Tengah berada pada posisi 111115
Bujur Timur dan 045 Lintang Utara 330 Lintang
Selatan

Dengan luas wilayah


Kalimantan Tengah sekitar
153.564 kilo meter persegi
yang didiami oleh 2.283.687
jiwa, maka rata-rata tingkat
kepadatan penduduk Kalimantan
Tengah
adalah
sebanyak 15 jiwa per kilo
meter persegi.
Data Sex ratio berguna
untuk pengembangan perencanaan pembangunan yang
ber-wawasan gender, terutama yang berkaitan dengan
perimbangan pembangunan
laki-laki dan perempuan secara adil. Hasil estimasi
penduduk
Tahun
2012
menunjukkan bahwa sex ratio
penduduk Kalimantan Tengah
adalah sebesar 109, yang
artinya
adalah
jumlah
penduduk laki-laki di provinsi
ini 9 persen lebih banyak
dibandingkan
jumlah
penduduk perem-puannya

Dedi Setiawan
1314100071

Jurusan Statistika
Institut Teknologi Sepuluh NopemberSurabaya

>>>

2012

Tugas Studi Kependudukan - A

Wilayah
Administrasi
Provinsi Kalimantan Tengah
sampai dengan tahun 2012
membawahi 13 kabupaten dan
satu Kota
1. Barito Selatan
2. Barito Timur
3. Barito Utara
4. Gunung Mas
5. Kapuas
6. Katingan
7. Kotawaringin Barat
8. Kotawaringin Timur
9. Lamandau
10. Murung Raya
11. Pulang Pisau
12. Sukamara
13. Seruyan
14. Kota Palangka Raya

Tengah
Kalimantan
Mortalitas adalah
Mortalitas atau kematian
merupakan salah satu (Mortality)
komponen demografi yang dapat
mempengaruhi perubahan
penduduk.
Tingkat Mortalitas meliputi:
Level 1 Crude Death Rate
/CDR, Age Specific Death Rate
/ASDR, Infant Mortality Rate
/IMR). Life expectancy at birth
/eoo). Perinatal Mortality Rate
/PMR).
Level 2 Neonatal Death Rate/
NNDR,
Post-neonatal
Death
Rate/PNNDR (Child Mortality
Rate/ CMR). Under-five Mortality
Rate/ U-5MR /ChMR). (Maternal
Mortality Rasio /MMR).

Mortalitas

Tingkat Mortalitas Level 1


Berikut ini merupakan hasil statistika deskriptif dari
data tingkat mortalitas provinsi Kalimantan Tengah
yang dibandingkan dengan Indonesia
Age Specific Death Rate
Crude Death Rate (CDR) atau
(ASDR) Angka ini menunAngka Kematian Kasar adalah
jukkan hasil yang lebih teliti
angka yang menunjukkan
dibandingkan dengan angka berapa
besarnya
kematian
kasar
kematian
yang
Angka Kematian karena angka ini
terjadi pada suatu
menyatakan
baKasar
tahun
tertentu
nyaknya kematian
untuk setiap 1.000
Angka Kematian pada kelompok upenduduk. Pada
Menurut Umur mur tertentu per
umumnya pendu 1000
penduduk
dalam
duk tua mempunyai risiko
kelompok umur yang sama.
kematian yang lebih tinggi
Untuk data CDR dan data
dibandingkan dengan penduASDR Provinsi Kalimantan
duk yang masih muda. Jika
Tengah dan Indonesia tidak
tidak ada indikator kematian
tersedia
dalam
Survei
Demografi
Kesehatan
yang lain angka ini berguna
Indonesia (SDKI) pada tahun
untuk memberikan gambaran
2012.
mengenai keadaan kesejahteraan

Lanjutan Level 1
>>> Mortality Rate
Infan

Child Mortality Rate (CMR)

(IMR) adalah banyaknya bayi yang meninggal sebelum mencapai


usia satu tahun per
1.000 kelahiran hidup
(KH).
IMR
dapat
menggambarkan kondisi sosial ekonomi
masyarakat setempat,
karena bayi adalah
Sumber: Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2012
kelompok usia yang paling rentan terkena dampak dari perubahan lingkungan
maupun sosial ekonomi. Indikator Angka Kematian Bayi (AKB) terkait langsung
dengan target kelangsungan hidup anak dan merefleksikan kondisi sosialekonomi, lingkungan tempat tinggal dan kesehatannya. Dari grafik di atas dapat
diketahui bahwa Jumlah Kematian Bayi yang terbanyak terjadi di wilayah 5
(Kapuas), 7 (Kotawaringin Barat), 8 (Kotawaringin Timur) (untuk urutan kota
bisa melihat di halaman 1) jika dibanding dengan wilayah yang lainnya. Pada
tahun 2009 terbanyak di wilayah 5, 2010 di wilayah 5, 2011 di wilayah 8, dan
2012 di wilayah 14. Jika dilihat secara keseluruhan jumlah kematian bayi setiap
tahun mengalami penurunan namun pada tahun 211 terjadi peningkatan yaitu
sebesar 166 kasus dan pada tahun 2012 terjadi penurunan yang sangat drastis
yaitu sebesar 303 kasus, namun menurut SDKI pada tahun 2012 terjadi
peningkatan IMR yang semula 30/1000 menjadi 49/1000 kelahiran hidup. Maka
perlu adannya evaluasi ulang dari data yang diperoleh dari Profil Kesehatan
Kab/Kota Tahun 2012.
Perinatal Mortality Rate (PMR) adalah banyaknya kematian perinatal per
1000 kelahiran hidup dan kelahiran mati.

Tingkat Mortalitas
Level 2

Post-neonatal Death Rate (PNNDR) yaitu


kematian yang terjadi sebelum bayi berumur
1 bulan atau 28 hari per 1000 kelahiran pada
periode tertentu. Berikut ini Angka Kematian
Post Neonatal Kalimantan Tengah dari tahun
2001, 2007 dan 2012

Berikut merupakan intepretasi dari


data mortalitas level 2:
Neonatal Death Rate (NNDR) Angka
Kematian Neonatal (AKN) adalah
jumlah penduduk yang meninggal
satu bulan pertama setelah kelahiran
(0-28 hari) yang dinyatakan dalam
1.000 kelahiran hidup pada tahun
yang sama. Berikut ini merupakan
perbandingan dari angka kematian
neonatal Kalimantan Tengah dan
Indonesia pada tahun 2007 dan 2012
berdasarkan data SDKI 207 dan 2012

Sumber: BPS Indonesia

Angka Harapan Hidup (AHH) merupakan alat


untuk mengevaluasi kinerja pemerintah dalam
meningkatkan kesejahteraan penduduk pada
umumnya, dan meningkatkan derajat
kesehatan pada khususnya. AHH yaitu ratarata jumlah tahun yang akan dijalani
seseorang sejak orang tersebut lahir.
Berdasarkan gambar grafik di atas dapat
dilihat perbandingan antara AHH Indonesia
dengan
Kalimantan
Tengah
secara
keseluruhan setiap tahun AHH Indonesia
maupun Kalimantan mengalami kenaikan,
namun pada tahun 2008 AHH Kalimantan
Tengah mengalami penurunan yaitu sebesar
1,2 tahun. Pada tahun 2006-2008 AHH
Kalimantan Tengah asih berada rata-rata
Indonesia, namun pada tahun 2009-2011
sudah jauh di atas rata-rata Indonesia, hal ini
meng-indikator-kan
bahwa
Pemerintah
Provinsi Kalteng sudah berupaya dalam
peningkatan kesehatan masyarakat

Berdasarkan gambar di atas dapat


dilihat bahwa pada tahun 2007 AKN di
Kalimantan Tengah sudah bagus
karena berada di bawah Indonesia
namun pada tahun 2012 AKN
Kalimantan Tengah naik sebesar 10
kasus Kematian Neo-natal, sehingga
pada tahun ini AKN di Kalimantan lebih
banyak dari pada di Indonesia
(angka/1000 kelahiran)

Berdasarkan gambar di atas dapat dilihat


bahwa semakin bertambah tahun jumlah
Angka Kematian Bayi di Kalimantan Tengah
semakin berkurang terjadi penurunan yang
sangat drastis, namun pada tahun 2012
terjadi peningkatan yaitu sebanyak 4
kasus/1000. Sehingga dapat disimpulkan
bahwa pemerintah Kalimantan Tengah sudah
berupaya dalam peningkatan kesehatan
masyarakat.

property advice
>>>
Berdasarkan grafik di samping bawah ini
dapat dilihat bahwa PNNDR di Kalimantan
Tengah fluktuatif, pada tahun 2001 sejumlah
22 kasus, untuk tahun 2007 mengalami
penurunan sebesar 9 kasus dan untuk tahun
2012 terjadi peningkatan yang sangat drastis
yaitu sebesar 12 kasus kematian PostNeonatal (angka/1000 kelahiran)

Under-five Mortality Rate (ChMR)


adalah jumlah anak yang meninggal
sebelum mencapai usia 5 tahun yang
dinyatakan sebagai angka per 1.000
kelahiran hidup.
Maternal Mortality Rate atau AKI
Angka Kematian Ibu (AKI) juga menjadi
salah satu indikator penting dari
derajat kesehatan masyarakat. AKI
menggambarkan jumlah wanita yang
meninggal dari suatu penyebab
kematian terkait dengan gangguan
kehamilan atau penanganannya (tidak
termasuk kecelakaan atau kasus
insidentil)
selama
kehamilan,
melahirkan dan dalam masa nifas (42
hari setelah melahirkan) tanpa
memperhitung-kan lama kehamilan
per
100.000
kelahiran
hidup.
Berdasarkan data dari profil kesehatan
kab/kota Kalimantan Tengah dapat diBuat grafik seperti terlihat d
samping. Intepretasi dari
grafik di samping adalah
kab/kota yang memiliki AKI
terbesar adalah wilayah 9
(Kotawaringin Timur) dan
yang terkecil adalah wilayah
14 (Kota Palangka Raya) . Untuk wilayah Palangka Raya
memiliki AKI yang kecil
disebabkan di sana fasilitas
kesehatan sudah baik dan notabene Palangka Raya merupakan
Ibu Kota dari Propinsi Kalimantan
Tengah. Untuk wilayah yang memiliki
AKI di atas rata-rata Kalimantan
Tengah adalah wilayah 2, 6, 7,8,11,13
(untuk urutan wiliyah lihat di halaman
1). AKI dihitung per 100000 kelahiran
hidup.

2 Morbiditas

Selain menghadapi transisi demografi, Indonesia juga menghadapi transisi


epidemiologi yang menyebabkan beban ganda. Di satu sisi kasus gizi kurang serta
penyakit-penyakit infeksi, baik re-emerging maupun new-emerging disease masih
tinggi, namun disisi lain penyakit degeneratif, gizi lebih dan gangguan kesehatan
akibat kecelakaan juga meningkat. Selain itu masalah perilaku yang tidak sehat,
rupanya menjadi faktor utama yang harus di rubah terlebih dahulu agar beban ganda
masalah kesehatan teratasi

Kalimantan
Tengah
Kesimpulan

Profil
Kesehatan

20
12

Berdasarkan analisis di atas maka dapat disimpulkan (perbandingan antara profil kesehatan Kalimantan Tengah dengan profil
kesehatan Indonesia) untuk lebih jelasnya maka dibuat grafik seperti di bawah ini

Angka kesakitan pada penduduk berasal dari community based data yang diperoleh
melalui pengamatan (surveilans) terutama yang diperoleh dari fasilitas pelayanan
kesehatan melalui sistem pencatatan dan pelaporan rutin dan insidentil.
Berdasarkan pengamatan penyakit ber-potensial KLB dan penyakit tidak menular
yang diamati di Puskesmas dan Rumah Sakit sentinel yang merupakan gardu pandang
suatu pola dan trend penyakit didapatkan 10 besar kunjungan kasus sebagai berikut
:

ask the experts


>>>

Gambar di atas memperlihatkan bahwa penyakit yang paling banyak diderita


oleh masyarakat yang berkunjung ke puskesmas dan jaringannya adalah
infeksi pada saluran pernafasan bagian atas. Kondisi ini erat kaitannya dengan
kesehatan lingkungan masyarakat. Selain itu Provinsi Kalimantan Tengah juga
dihadapkan juga pada masalah beban ganda di mana terjadi peningkatan
kasus penyakit degeneratif seperti hipertensi dan diabetes melitus. Di mana
kasus penyakit infeksi masih tinggi, namun disisi lain penyakit degeneratif juga
meningkat
Angka kesakitan pada tahun 2012 yang diperoleh dari laporan yang ada pada
sarana pelayanan kesehatan baik di Rumah Sakit maupun di Puskesmas
melalui pencatatan dan pelaporan maupun dari community based data yang
diperoleh melalui pengamatan (surveilance). Data di atas berdasarkan Data
profil kab/kota Propvinsi Kalimantan Tengah 2012
Sumber: publikasi Kemenkes Provinsi Kalimantan Tengah 2012

Berdasarkan grafik di atas maka dapat disimpulkan bahwa


1 Untuk MMR (Maternal Mortality Rate) atau disebut Angka Kematian Ibu untuk Kalimantan Tengah lebih kecil dibandingkan
dengan Indonesia (/100000 kelahiran hidup) yaitu sebesar 142 untuk Kalimantan Tengah dan 359 untuk Indonesia
2 Untuk IMR (Infant Mortality Rate) atau disebut Angka Kematian Bayi untuk Kalimantan Tengah lebih besar dibandingkan
dengan Indonesia (/1000) yaitu sebesar 49 untuk Kalimantan Tengah dan 32 untuk Indonesia
3 Untuk CMR (Child Mortality Rate) atau disebut Angka Kematian Anak dan PNNR (Post Neo- Natal Mortality Rate) tidak bisa
dibandingkan karena untuk data Indonesia tidak ada (#NA)
4 Untuk ChMR (Under-five Mortality Rate) atau disebut Angka Kematian Balita untuk Kalimantan Tengah lebih besar
dibandingkan dengan Indonesia (/1000) yaitu sebesar 56 untuk Kalimantan Tengah dan 40 untuk Indonesia
5 Untuk NNDR (Neo-Natal Mortality Rate) atau disebut Angka Kematian Neonatal untuk Kalimantan Tengah lebih besar
dibandingkan dengan Indonesia (/1000 kehamilan) yaitu sebesar 25 untuk Kalimantan Tengah dan 20 untuk Indonesia
6 Untuk Angka Harapan Hidup (AHH) di Kalimantan Tengah lebih besar di bandingkan Indonesia yaitu 71,9 tahun, dan 69,65
tahun untuk Indonesia
Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa Provinsi Kalimantan Tengah masih di bawah rata-rata Indonesia untuk tingkat
kesehatannya (masih besar untuk tingkat mortality-nya) walaaupun ada sebagian indikator yang sudah lebih baik dari rata-rata
Indonesia