Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRATIKUM

PENYEARAH 3 FASA 3 PULSA

OLEH :
1. M. ZEIN DWI ANGGORO
2. PUSPITA DYAH WITARI
3. SEPTIAN TEGAR PUTRANTO

(1431120097)
(1431120076)
(1431120087)

D3 TEKNIK LISTRIK IIA

PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2015
I.

TUJUAN:

1. Mengetahui cara kerja penyearah 3 fasa thrystor


2. Memverifikasi kinerja blok pembangkit sudut penyalaan untuk mengatur tegangan
keluaran
3. Memverivikasi persamaan tegangan keluaran rata-rata dan rms dengan peninjauan
data langsung.
II.

LANDASAN TEORI:
Penyearah 3 fasa setengah gelombang terkontrol adalah conventer 3 phasa
dirakit dari tiga penyearah setengah gelombang 1 phasa, sebagai sumber daya
pengontrol DC untuk beban lebih berat. Pada pengaturan sudut konduksi, , akan
terdapat kondisi continuous-mode dan discontinuous-mode. Penyearah berfungsi
untuk mengubah tegangan AC menjadi tegangan DC. Penyearah ada dua macam,
yaitu penyearah gelombang penuh dan penyearah gelombang penuh.

III.

Gb. Rangkaian penyearah 3 phasa 3 pulsa dengan thyristor


Penyerah 3 phasa continuous-mode
ALAT DAN BAHAN :
1. 3 Thyristor
2. Dioda
3. Sumber 3 fasa
4.
5.
6.
7.
8.
9.

IV.

Pembangkit pulsa penyalaan


Voltmeter
Amperemeter
Osiliskop
Kabel penghubung
Beban berupa lampu pijar

LANGKAH PERCOBAAN
1. Siapkan peralatan percobaan
2. Buatlah rangkaian seperti gambar diatas.

3.
4.
5.
6.
V.

Hidupkan sumber listrik dan atur pada tegangan 45 V.


Atur sudut penyalaan dari 0 sampai 150
Ambil data percobaan Vrms sumber, V rata-rata Output dan Vrms Output
Masukan data pada tabel percobaan dan analisis data yang ada

DATA PERCOBAAN:

(0)

radian

V sumber
V avg (V) V rms (V)
44
44

Output
V avg (V) V rms (V)
51
52
50
51,5

/10

T
0
1

36

/5

44

44

48

54

/10

44

35,5

42,5

72

/5

44

27

36

90

44

17,5

27

44

9,5

17

0
18

108

VI.

/2
/5

PERHITUNGAN DATA

Formula perhitungan tegangan keluaran rata-rata, batas


T

V avg=

1
Y sin ( t ) d ( t )
T

V avg=

V avg=

V avg=

1
2
3

3
2

5
+
6

V max sin ( ) d ( )

+
6

5
+
6

2V l n sin ( ) d ( )

+
6

5
+
3 2V ln
6
cos
(

)
|
|

+
2
6

V avg=

3 2V ln
5

cos
+ (cos + )
2
6
6

V avg=

3 2V ln

2
2 sin ( + ) sin ( )
2
2
6

V avg=

3 2V ln

2 cos cos
2
6

V avg=

3 6 V ln
( cos )
2

( (
(

( ))

Formulaperhitungan tegangan effektif keluaran , batas

1
V rms =
( Y sin ( ) )2 d ( )

V rms =

V rms =

3
2

3
2

V rms =V ln

V rms =V ln

5
+
6

2
( V max sin ( ) ) d ( )

+
6

5
+
6

2
2
V max sin ( ) d ( )

+
6

3
2

3
2

5
+
6

+
6

1
( 1cos ( 2 ) ) d ( )
2

5
+
6

+
6

1cos ( 2 ) d ( )

V rms =V ln

+
3
1
( ) sin ( 2 ) 6
2
2
+
6

V rms =V ln

3
2

((

) ( (

( )) )

1
5

+ ( + ) sin 2
+ sin 2 +
6
6
2
6
6

2
3
( )
( +2 ) sin
2(cos )
2 1

3 2
3

2
V rms =V ln

2 1

3 2

2
V rms =V ln

Formula perhitungan tegangan keluaran rata-rata, batas

1
V avg= Y sin ( t ) d ( t )
T
3
V avg=
2

V max sin ( ) d ( )

+
6

6 6

3
V avg=
2

2V ln sin ( ) d ( )

+
6

V avg=

3 2V ln

|cos ( )| +
2
6

V avg=

3 2V ln

cos ( ) (cos + )
2
6

( ))

+
6
1+cos ()
3 2V ln
V avg=

Formula perhitungan tegangan effektif keluaran, batas

1
V rms =
( Y sin ( ) )2 d ( )

3
V rms =
2

V rms =

+
6

3
2

V rms =V ln

V rms =V ln

( V max sin ( ) ) d ( )

V 2max sin2 ( ) d ( )

+
6

3
2

3
2

+
6

1
( 1cos ( 2 ) ) d ( )
2

1cos ( 2 ) d ( )

+
6

6 6

V rms =V ln

3
1
( ) sin ( 2 )
2
2
+
6

V rms =V ln

3
2

V rms =V ln

3 5
1

+ sin 2 +
2 6
2
6

((

( + ) sin2 ( )sin 2 +
6
2
6

( ))

5
1
2
2
+ sin
cos 2 +cos
sin 2
6
2
6
6
3

2
V rms =V ln

5
1 1
1
+ ( 3 cos 2 + sin 2 )
6
2 2
2
3

2
V rms=V ln
5
1
+ ( 3 cos 2 +sin 2 )
6
4
3

2
V rms =V ln

Tegangan Rata-rata
1. Sudut 0

V avg=

3 6 V ln
( cos )
2

V avg=

3 6 .44
( cos 0 )
2

V avg= 51,49

( )))

) (

2. Sudut 18

V avg=

3 6 V ln
( cos )
2

V avg=

3 6 .44
( cos 18 )
2

V avg= 48,97
3. sudut 36

+
6
1+cos ()
3 2V ln
V avg=

+ 36
6
1+cos ()
3 2.44
V avg=

2
V avg= 41,82
4. sudut 54

+
6
1+cos ()
3 2V ln
V avg=

+ 54
6
1+cos ()
3 2.44
V avg=

2
V avg= 32,83

5. sudut 72

+
6
1+cos ()
3 2V ln
V avg=

V avg=

3 2.44

(1+ cos( +72 ))


2
6

V avg= 23,55
6. sudut 90

+
6
1+cos ()
3 2V ln
V avg=

+ 90
6
1+cos ()
3 2.44
V avg=

2
V avg= 14,86
7. sudut 108

+
6
1+cos ()
3 2V ln
V avg=


+ 108
6
1+cos ()
3 2.44
V avg=

2
V avg= 7,64
TEGANGAN EFFEKTIF
Sudut 0

2 1

3 2

2
V rms =V ln
2 1

3 2

2
V rms =44
V rms =

52,32

Sudut 18

2 1

3 2

2
V rms =V ln

2 1

3 2

2
V rms =44
V rms =
Sudut 36

50,83

5
1
+ ( 3 cos 2 +sin 2 )
6
4
3

2
V rms =V ln
5
1
0,2 + ( 3 cos 2.36+sin 2.36)
6
4
3

2
V rms =44
V rms =
Sudut 54

46,73

5
1
+ ( 3 cos 2 +sin 2 )
6
4
3

2
V rms =V ln
5
1
0,3 + ( 3 cos 2.36+sin 2.36)
6
4
3

2
V rms =44
V rms =
Sudut 72

40,57

5
1
+ ( 3 cos 2 +sin 2 )
6
4
3

2
V rms =V ln
5
1
0,4 + ( 3 cos 2.36 +sin 2.36)
6
4
3

2
V rms =44
V rms =
Sudut 90

32,73

5
1
+ ( 3 cos 2 +sin 2 )
6
4
3

2
V rms =V ln
5
1
0,5 + ( 3 cos 2.36+sin 2.36)
6
4
3

2
V r ms=44
V rms =

23,83

Sudut 108

5
1
+ ( 3 cos 2 +sin 2 )
6
4
3

2
V rms =V ln

5
1
0,6 + ( 3 cos 2.36+ sin2.36)
6
4
3

2
V rms =44
V rm s=

14,76

TABEL PERHITUNGAN
(0)

radian

V sumber
V avg (V) V rms (V)
44
44

Output
V avg (V) V rms (V)
51,49
52,32
48,97
50,83

/10

T
0
1

36

/5

44

41,82

46,73

54

/10

44

32,83

40,57

72

/5

44

23,55

32,72

90

44

14,86

23,83

44

7,64

14,76

0
18

108

/2
/5

V. ANALISIS PERCOBAAN

60
50
40
Tegangan (V) 30

data percobaan
data perhitungan

20
10
0

Grafik Tegangan Rata-Rata

60
50
40
Tegangan (V) 30
20
10
0

Grafik Tegangan Efektif

Berdasarkan hasil pengamatan selama percobaan penyearah 1 fasa


gelombang penuh thyristor, diketahui bahwa cara kerja thyristor dalam
menyearahkan tegangan ac memiliki prinsip yang serupa dengan diode,
hanya saja thyristor tidak langsung bekerja ketika tegangan di anoda lebih
tinggi dari tegangan di cathoda, tetapi thyristor membutuhkan pulsa arus
pada gate untuk dapat mengalirkan arus, sehingga tegangan keluaran
penyearah thyristor dapat diatur dengan mengendalikan pulsa yang
masuk ke gate thyristor.
adalah sudut penyalaan thyristor (firing angle) yang diatur
dengan mengendalikan besar tegangan dc yang masuk ke blok
pembangkit pulsa penyalaan. Semakin besar diberikan, tegangan
keluaran akan semakin kecil karena thyristor terlambat bekerja. Hal ini
dibuktikan oleh hasil percobaan pada tabel data percobaan, yaitu

tegangan keluaran rata-rata ketika bernilai 00 dan 18o turun dari 51 volt
ke 50 volt sedangkan berdasarkan tabel data perhitungan tegangan
keluaran turun dari 51,49 volt ke 48,97 volt. Tegangan rms berdasarkan
tabel data percobaan pada 18o sebesar 51,5 volt dan pada 27o turun
menjadi 48 volt. Penurunan nilai tegangan keluaran terus berlanjut ketika
yang diberikan semakin besar.
Berdasarkan tabel data percobaan dan perhitungan, perbandingan
tegangan keluaran rata-rata dan rms dari hasil pengukuran dan
perhitungan memiliki 0.61-13,3% perbedaan. Perbedaan yang terjadi
dapat disebabkan oleh; kesalahan alat ukur, kurang presisi maupun
akurasi maupun kesalahan pembacaan. Akan tetapi mengingat perbedaan
nilai hasil pengukuran dan perhitungan dapat diabaikan mengingat nilai
perbedaan yang kecil.

VII.

KESIMPULAN
1. Penggunaan thyristor untuk penyearah gelombang penuh 1 fasa
dapat dilakukan dengan memasukkan nilai pada gate thyristor.
2. Nilai mempengaruhi nilai tegangan keluaran, baik tegangan ratarata maupun rms. Semakin besar nilai , maka tegangan keluaran
akan semaik kecil.

VIII. SARAN
Sebelum melakukan pratikum sebaiknya mematuhi SOP, dan
mempersiapkan peralatan, diri sendiri agar pengukuran lebih akurat. Jika
didalam pratikum dilakukan secara kelompok maka harus diadakan pembagian
tugas yang disertai rasa saling percaya antar anggota.