Anda di halaman 1dari 12

PROPOSAL

PERANCANGAN SISTEM ELEKTRONIKA

PERANCANGAN PEMBUKA PINTU OTOMATIS BERBASIS


MIKROKONTROLER ATMEGA 8535 dan SENSOR PIR

Disusun oleh
Nama : Alif Rahmansyah Mahassin
Nim : 5311312033
Prodi : Teknik Elektro, D3

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG


TAHUN 2014/2015

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pintu merupakan alat yang sangat penting dalam suatu rumah, kantor dan
ruangan. Sebab pintu adalah lapis pertama untuk melindungi isi ruangan, karena hal
tersebut yang harus memiliki sistem keamanan pintu. Pintu memiliki bermacam
model dalam jenis kunci seperti kita ketahui pada zaman dahulu kunci bentuknya
lobang kunci cukup besar dan juga didukung oleh kuncinya yang cukup besar hal
tersebut tidak luput juga dari tindak kriminal seperti pengandaan kunci yang marak
terjadi. Oleh karena itu para ahli perancang kunci pintu merancang kunci pintu yang
lobangnya kecil dan juga banyak sekali sela- sela lobang pintu banyak batang- batang
tembaga atau besi untuk sistem keamanan pintu agar tidak dapat digandakan seperti
model yang dahulu.
Dalam dunia modern kini teknologi digital berkembang sangat pesat, banyak
sekali otomatisasi yang telah dikembangkan, pintu yang biasanya dibuka dan ditutup
secara

manual

dapat

dimungkinkan

untuk

diotomatisasi

sehingga

dapat

mempermudah berbagai kegiatan-kegiatan manusia dan juga dilengkapi dengan


sistem keamanan yang dilindungi oleh password, jika kita ingin memasuki pintu kita
harus mengetahui passwordnya terlebih dahulu. Dengan teknologi yang semakin
berkembang penulis mencoba menerapkan teknologi tersebut dalam mengotomatisasi
sebuah pintu. Salah satunya adalah Sistem Pembuka Pintu Otomatis yang Berbasis
Atmega 8535 dan Sensor PIR. Rancangan ini merupakan gagasan yang timbul untuk
memenuhi kebutuhan sistem kendali pintu, mempergunakan password sebagai
pengaman jadi hanya orang yang mengetahui passwordnya yang dapat mengakses
pintu tersebut. Kebutuhan sistem tersebut diperlukan pada rumah atau ruangan untuk
menjaga keamanan.

B. Tujuan
Tujuan perancangan alat ini adalah
1. Untuk merancang sebuah alat Pembuka Pintu Otomatis yang berbasis
mikrokontroler 8535 dan sensor Pir untuk keamanan ruangan (rumah atau kantor).
2. Untuk merancang alat yang mempermudah akses dan tidak sembarang orang
dapat mengakses pintu tersebut. Karena pintu ini dilengkapi dengan Password
untuk pembuka pintu.
C. Rumusan Masalah
Masalah yang dapat dirumuskan adalah
1. Bagaimana cara merancang sebuah alat Pembuka Pintu Otomatis yang berbasis
mikrokontroler 8535 dan sensor Pir untuk keamanan ruangan ?
D. Batasan Masalah
Agar pembahasan lebih terarah, maka penulis memberikan batasan-batasan
pembahsan masalah
1. Pembuka Pintu otomatis ini menggunakan Keypad dan Sensor PIR sebagai Input.
2. Input akan diproses melalui mikrokontroler Atmega 8535.
3. Output dari sensor tersebut akan mengatur motor untuk membuka menutup pintu.

BAB II
TEORI/KAJIAN
A. Mikrokontroler
Mikrokontroler adalah suatu keping IC dimana terdapat mikroprosesor dan
memori program (ROM) serta memori serbaguna (RAM), bahkan ada beberapa jenis
mikrokontroler yang memiliki fasilitas ADC, PLL, EEPROM dalam satu kemasan.
Atau bisa juga diartikan sebagai suatu alat elektronika digital yang mempunyai
masukan dan keluaran serta kendali dengan program yang bisa ditulis dan dihapus
dengan cara khusus.
B. Motor DC
Motor listrik merupakan perangkat elektromagnetis yang mengubah energi
listrik menjadi energi mekanik. Energi mekanik ini digunakan untuk, misalnya
memutar impeller pompa, fan atau blower, menggerakan kompresor, mengangkat
bahan,dll. Motor listrik kadangkala disebut kuda kerja nya industri sebab
diperkirakan bahwa motor-motor menggunakan sekitar 70% beban listrik total di
industri.
Motor DC memerlukan suplai tegangan yang searah pada kumparan medan
untuk diubah menjadi energi mekanik. Kumparan medan pada motor dc disebut stator
(bagian yang tidak berputar) dan kumparan jangkar disebut rotor (bagian yang
berputar). Jika terjadi putaran pada kumparan jangkar dalam pada medan magnet,
maka akan timbul tegangan (GGL) yang berubah-ubah arah pada setiap setengah
putaran, sehingga merupakan tegangan bolak-balik. Prinsip kerja dari arus searah
adalah membalik phasa tegangan dari gelombang yang mempunyai nilai positif
dengan menggunakan komutator, dengan demikian arus yang berbalik arah dengan
kumparan jangkar yang berputar dalam medan magnet. Bentuk motor paling
sederhana memiliki kumparan satu lilitan yang bisa berputar bebas di antara kutubkutub magnet permanen.

C. Driver Motor
Driver motor merupakan bagian yang berfungsi untuk menggerakkan Motor
DC dimana perubahan arah motor DC tersebut bergantung dari nilai tegangan yang
diinputkan pada input dari driver itu sendiri. Atau bisa didefinisikan sebagai piranti

yang bertugas untuk menjalankan motor baik mengatur arah putaran motor maupun
kecepatan putar motor.
Driver motor berfungsi sebagai piranti yang bertugas untuk menjalankan
motor baik mengatur arah putaran motor maupun kecepatan putar motor. Macam
driver motor diantaranya adalah :
1. Driver Kontrol Tegangan
Dengan driver motor kontrol tegangan menggunakan level tegangan secara
langsung untuk mengatur kecepatan dari putaran motor.
2. Driver PWM
Dengan kontrol PWM kita dapat mengatur kecepatan motor dengan
memberikan pulsa dengan frekwensi yang tetap ke motor, sedangkan yang
digunakan untuk mengatur kecepatan adalah duty cycle dari pulsa yang
diberikan.
3. DriverH-Bridge
Driver type H digunakan untuk mengontrol putaran motor yang dapat
diatur arah putarannya CW (searah jarum jam) maupun CCW (berlawanan
jarum jam). Driver ini pada dasarnya menggunakan 4 buah transistor untuk
switching (saklar) dari putaran motor dan secara bergantian untuk membalik
polaritas dari motor.
D. Sensor Infra Merah
Cahaya infra merah merupakan cahaya yang tidak tampak. Jika dilihat dengan
spektroskop cahaya maka radiasi cahaya infra merah akan terlihat pada spektrum
elektromagnet dengan panjang gelombang di atas panjang gelombang cahaya merah.
Radiasi inframerah memiliki panjang gelombang antara 700 nm sampai 1 mm dan
berada pada spektrum berwarna merah. Dengan panjang gelombang ini maka cahaya
infra merah tidak akan terlihat oleh mata namun radiasi panas yang ditimbulkannya
masih dapat dirasakan/dideteksi. Walaupun mempunyai panjang gelombang yang
sangat panjang tetap tidak dapat menembus bahan-bahan yang tidak dapat
melewatkan cahaya yang nampak sehingga cahaya infra merah tetap mempunyai
karakteristik seperti halnya cahaya yang nampak oleh mata.
Sinar infra merah yang dipancarkan oleh pemancar infra merah tentunya
mempunyai aturan tertentu agar data yang dipancarkan dapat diterima dengan baik
pada penerima. Oleh karena itu baik di pengirim infra merah maupun penerima infra
merah harus mempunyai aturan yang sama dalam mentransmisikan (bagian pengirim)
dan menerima sinyal tersebut kemudian mendekodekannya kembali menjadi data
biner (bagian penerima). Komponen yang dapat menerima infra merah ini merupakan

komponen yang peka cahaya yang dapat berupa dioda (photodioda) atau transistor
(phototransistor). Komponen ini akan merubah energi cahaya, dalam hal ini energi
cahaya infra merah, menjadi pulsa-pulsa sinyal listrik. Komponen ini harus mampu
mengumpulkan sinyal infra merah sebanyak mungkin sehingga pulsa-pulsa sinyal
listrik yang dihasilkan kualitasnya cukup baik.
Dalam pembuatan alat ini memerlukan dua pasang sensor infra merah sebagai
deteksi halangan.
E. Optocoupler
Optocoupler adalah suatu piranti yang terdiri dari 2 bagian yaitu transmitter
dan receiver, yaitu antara bagian cahaya dengan deteksi sumber cahaya terpisah.
Biasanya optocoupler digunakan sebagai saklar elektrik, yang bekerja secara
otomatis. Optocoupler atau optoisilator merupakan komponen penggandeng
(coupling) antara rangkaian input dengan rangkaian output yang menggunakan media
cahaya (opto) sebagai penghubung. Dengan kata lain, tidak ada bagian yang konduktif
antara kedua rangkaian tersebut. Optocoupler sendiri terdiri dari 2 bagian, yaitu
transmitter (pengirim) dan receiver (penerima).
Pada prinsipnya, Optocoupler dengan kombinasi LED-Phototransistor adalah
Optocoupler yang terdiri dari sebuah komponen LED (Light Emitting Diode) yang
memancarkan cahaya infra merah (IR LED) dan sebuah komponen semikonduktor
yang peka terhadap cahaya (Phototransistor) sebagai bagian yang digunakan untuk
mendeteksi cahaya infra merah yang dipancarkan oleh IR LED. Untuk lebih jelas
mengenai Prinsip kerja Optocoupler, silakan lihat rangkaian internal komponen
Optocoupler dibawah ini :

Dari gambar diatas dapat dijelaskan bahwa Arus listrik yang mengalir melalui
IR LED akan menyebabkan IR LED memancarkan sinyal cahaya Infra merahnya.
Intensitas Cahaya tergantung pada jumlah arus listrik yang mengalir pada IR LED

tersebut. Kelebihan Cahaya Infra Merah adalah pada ketahanannya yang lebih baik
jika dibandingkan dengan Cahaya yang tampak. Cahaya Infra Merah tidak dapat
dilihat dengan mata telanjang.
Cahaya Infra Merah yang dipancarkan tersebut akan dideteksi oleh
Phototransistor dan menyebabkan terjadinya hubungan atau Switch ON pada
Phototransistor. Prinsip kerja Phototransistor hampir sama dengan Transistor Bipolar
biasa, yang membedakan adalah Terminal Basis (Base) Phototransistor merupakan
penerima yang peka terhadap cahaya.

BAB III
PERANCANGAN ALAT
A. Gambaran Umum
Pembuka pintu otomatis adalah sebuah alat yang berfungsi membuka pintu
sebagai penganti pintu konvensional. Perancangan alat keamanan sistem pintu
otomatis ini merupakan alat mampu memberi alternative keamanan kepada tuan
rumah. Alat ini terdiri atas : perangkat keras dan perangkat lunak. Perangkat keras
terdiri atas mikrokontroler, Passive Infra Red , dan keypad yang berfungsi sebagai
inputan yang dihubungkan ke IC atmega 8535 yang diisi sebagai proses, serta buzzer
dan motor sebagai output. Pada rangkaian ini terdapat keypad yang akan membaca
setiap masukkan data dalam password. Password dimasukan secara benar dan sensor
pir mendeteksi keadaan orang di depan pintu maka motor dc untuk mendorong
miniature pintu. LCD berfungsi untuk menampilkan perintah- perintah untuk
membuka pintu. Buzzer berfungsi untuk memberi peringatan jika password salah.
B. Blok Diagram
Blok Diagram Rancangan Pembuka Pintu Otomatis adalah sbb

Pada blok ini terdapat 3 inputan yaitu keypad, limit switch, sensor PIR.
Keypad digunakan untuk mengeksekusi password penganti kunci. Password benar
dapat memberikan informasi ke mikrokontroler untuk mendeteksi dengan sensor pir
dan membuka pintu menggunakan motor dc lalu pintu akan terbuka secara otomatis
dan akan tertutup kembali. Limit switch ini digunakan untuk membuka pintu dari
dalam ruangan. Jika switch ini ditekan maka secara otomatis pintu akan terbuka tanpa
memasukan password. Sensor PIR ini akan bekerja jika password ini benar dan sensor

berfungsi sebagai pendeteksi gerakan manusia. Jika terdeteksi ada seseorang di depan
pintu maka PIR akan mengirimkan perintah untuk membuka pintu. Dari
mikrokontroler inilah segala eksekusi di proses, mulai dari mesinkronkan antara
keypad dengan password pada memori dan sensor PIR, sehingga mengatur kinerja
motor dc dalam mengatur eksekusi terhadap tertutup atau terbukanya pintu. Dalam
alat ini Mikrokontroler berfungsi untuk mengolah data dan memproses data yang
masuk dari blok input dan diproses lalu dikirimkan perintah ke blok output. Pada blok
output ini terdiri dari 3 output yaitu Lcd, Motor dc, dan Buzzer. LCD merupakan
suatu piranti untuk menampilkan sebuah intruksi intruksi. Akan munculnya sebuah
perintah yang akan ditampilkan oleh layar lcd. Motor dc berfungsi untuk membuka
dan menutup pintu, hal tersebut akan terjadi eksekusi pintu. Dan bila password benar
maka motor dc akan bergerak untuk membuka pintu dan akan menutup kembali.
Buzzer berfungsi untuk memberi tanda peringatan bahwa password yang di input salah,
maka buzzer akan aktif. Sedangkan password yang di input benar maka buzzer tidak
aktif.
C. Perancangan Rangkaian Pembuka Pintu Otomatis

D. Flowchart Program

Mulai

Inisialiasai Timer, LCD dan Port

Tampilkan ke LCD status pintu

Buka? Pintu dan Aktifkan


Tutup
Timer
Pintu dan matikan Timer Timer
Apakah Limit Switch di tekan

Y?
Apakah Keypad di tekan
Apakah
Pintu Tampilkan
TerkunciY? di LCD bahwa pintu terkunci

Apakah Keypad di tekanY


Tampilkan
?
Tunggu pada LCD

Bunyikan Buzzer T
Apakah Password benar ?

Y
Ambil data pilihan

T
Apakah Data A

Y
Masukan Password Baru

Apakah Data C

Apakah Data B

T Sensor PIR Mendeteksi ?


Unlock Pintu
Apakah

Y
Buka Pintu dan Aktifkan Timer

Return

Tutup Pintu dan matikan Timer Timer

DAFTAR PUSTAKA
PDF PEMBUKA PINTU OTOMATIS MENGGUNAKAN AVR ATMEGA 8535 dan
SENSOR PIR oleh Ebiezer, Raden Supriyanto
http://teknikelektronika.com/pengertian-optocoupler-fungsi-prinsip-kerjaoptocoupler/
http://wongsablenglab.blogspot.com/2012/02/driver-h-bridge-motor-dc.html
http://elektro-kontrol.blogspot.com/2011/06/driver-motor-dc-menggunakan-icl293d.html