Anda di halaman 1dari 15

Nama Kelompok

Novia Ratnasari

(11330008)

Azizah Muliyawati

(11330019)

Khaerunissa Sefti .P

(11330021)

Anissa Amelia

(11330023)

Fevi Ervyolita

(11330027)

Hartati Mahmuda
Rina Josia Kristiani A.

(11330043)
(11330045)

KOMPLEKSOME
TRI?

Definisi
kompleksometri
reaksi matematis yang tidak disertai perubahan valensi

reaksi matematis yang tidak disertai perubahan valensi


adalah reaksi pembentukan kompleks. Penetapan
kualitatif yang berdasarkan reaksi kompleks disebut
kompleksometri. Kompleksometri disebut juga dengan
kelatometri. Kompleksometri merupakan jenis titrasi
dimana
titran
dan
titrat
saling
mengkompleks,
membentuk hasil berupa kompleks.
Reaksi pembentukan kompleks antara ion logam dengan
EDTA sangat peka terhadap pH,
maka perlu diberikan penahan (buffer) dengan campuran
NH4Cl dan NH4OH. Indikator untuk menetukan titik akhir
titrasi adalah EBT (Erichrom Black T).

Reaksi pembentukan
kompleks

Titrasi kompleksometri meliputi reaksi


pembentukkan ion-ion kompleks ataupun
pembentukan molekul netral yang terdisosiasi
dalam larutan. Persyaratan mendasar terbentuknya
kompleks demikian adalah tingkat kelarutan tinggi.
Contoh dari kompleks tersebut adalah logam
dengan EDTA. Demikian juga titrasi dengan merkuro
nitrat dan perak sianida juga dikenal sebagai titrasi
kompleksometri.
Contoh reaksi titrasi kompleksometri:
Ag++ 2CN-Ag (CN)2
Hg++ 2Cl-HgCl2

Selektivitas Titrasi kompleksometri


Karenanya banyaknya logam yang dapat dititrasi
dengan EDTA, maka masalah selektivitas menjadi
masalah penting untuk dikaji. Tampaknya
pemisahan pendahulu seperti pemisahan
berdasarkan penukar anion atau ekstraksi pelarut
perlu dilakukan terhadap suatu campuran.
Selektivitas dapat diperbaiki dengan
mengendalikan pH pemakaian pengompleks
sekunder, pemilihan penitrannya dan pengendalian
laju reaksi.

Kestabilan Kompleks
Kestabilan suatu kompleks jalan akan berhubungan
dengan.
a.Kemampuan
mengkompleks
logam-logam
digambarkan dengan
baik menurut klasifikasi
Schwarzenbach, yang dalam garis besarnya didasarkan
atas pembagian logam menjadi asam lewis kelas A dan
kelas B. Logam kelas A dicirikan oleh larutan afinitas
terhadap halogen, dan membentuk kompleks yang
paling stabil dengan anggota pertamagrup table
berkala. kelas B lebih mudah berkoordinasi dengan
I-daripada denganfdalam larutan air dan membentuk
kompleks terstabil dengan atom penyumbangkedua

b.Ciri-ciri khas ligan, dapat mempengaruhi

kestabilan kompleks diman aligan itu terlibat,


adalah (i) kekuatan basa dari ligan itu, (ii)
sifat-sifat penyepitan, jika ada, (iii) efek-efek
sterik (ruang). Efek sterik yang paling umum
adalah efek oleh adanya suatu gugusan besar
yang melekat dengan atom penyumbang.

Penentuan Ca+2
Ambil 10mL larutan yang telah
ditentukan kadarnya + 10 mL aquadest +
larutan dapar ammonia (pH 10) + EBT
seujung
spatel
kemudian
Penetapan
kadar
ZnSO4 titrasi dengan
Na2EDTA ad larutan berwarna biru.
Timbang 50-70 mg ZnSO4 kemudian
larutkan dengan aquadest sebanyak 10 mL
+ larutan dapar ammonia (pH 10) + EBT
seujung spatel kemudian titrasi dengan
Na2EDTA ad larutan berwarna biru.

+2 dan Penetapan
Pembahasan Penentuan Ca+2
kadar ZnSO44

Penentuan Ca+2
Larutan berubah warna menjadi biru setelah dititrasi
dengan EDTA. Pada saat penitrasian larutan sampel
megalami perubahan warna menjadi biru. Hal itu
membuktikan bahwa terdapat kesadahan didalam sampel
air yang digunakan. Dan juga membuktikan bahwa larutan
sampel mengandung ion Ca2+. Dalam proses penitrasian
didapat hasil yang kurang memuaskan.itu dikarenakan
adanya faktor kesalahan yang terjadi, dikarenakan karena
kurang terbiasanya menitrasi suatu larutan. Seharusnya
jarak yang didapat dari V1=V2=V3, tidak boleh terlalu jauh.
Tetapi karena adanya kesalahan penitrasian jarak yang
didapat menjadi V1ke V2= 1 ml, V2ke V3= 0,1 ml.

Penetapan kadar ZnSO4

larutan berubah warna menjadi biru, pada V 1=


4,5 ml, V2= 4,4 ml, V3= 5,1 ml. Pada proses
penitrasian terjadi kesalahan pada penentuan
volume, saat perubahan warna menjadi biru.
Karena kurang terbiasa menitrasi sehingga hasil
yang didapat memiliki perbedaan yang cukup
jauh. Seharusnya jarak yang didapat dari
V1=V2=V3tidak boleh terlalu jauh. Tetapi karena
adanya kesalahan penitrasian jarak yang
didapat dari V1ke V2= 0,1 dan V2ke V3= 0,7.

Ada
lima syarat suatu indikator ion logam dapat digunakan
reaksi warna harus sedemikian sehingga sebelum titik akhir,
pada pendeteksian visual dari titik-titik akhir yaitu ...

bila hampir semua ion logam telah berkompleks dengan EDTA,


larutan akan berwarna kuat.
reaksi warna itu haruslah spesifik (khusus), atau sedikitnya
selektif.
kompleks-indikator logam itu harus memiliki kestabilan yang
cukup, kalau tidak, karena disosiasi, tak akan diperoleh
perubahan warna yang tajam. Namun, kompleks-indikator
logam itu harus kurang stabil dibanding kompleks logam-EDTA
untuk menjamin agar pada titik akhir, EDTA memindahkan ionion logam dari kompleks-indikator logam ke kompleks logamEDTA harus tajam dan cepat.
kontras warna antara indikator bebas dan kompleks-indikator
logam harus sedemikian sehingga mudah diamati. Indikator
harus sangat peka terhadap ion logam (yaitu, terhadap pM)
sehingga perubahan warna terjadi sedikit mungkin dengan titik
ekuivalen.
penentuan Ca dan Mg dapat dilakukan dengan titrasi EDTA,
pH untuk titrasi adalah 10 dengan indikator eriochromeBlack T.

struktur dari EDTA (Asam etilen


diamin tetra asetat) :

EDTA merupakan ligan seksidentat yang berpotensi, yang


dapat berkoordinasi dengan ion logam dengan pertolongan
kedua nitrogen dan empat gugus karboksil.

STRUKTUR DARI EBT


(ERICHROME BLACK T)

EBT adalah sejenis indikator yang berwarna merah


muda bila berada dalam larutan yang mengandung
ion kalsium dan ion magnesium dengan pH 10,0 +
0,1

kesimpulan
- Prinsip kerja dalam penentuan kadar Ca secara kompleksometri

yaitu berdasarkan reaksi pembentukan senyawa kompleks


dengan EDTA, sebagai larutan standar dengan bantuan indikator
tertentu. Titik akhir titrasi ditujukkan dengan terjadinya
perubahan warna larutan, yaitu merah anggur menjadi biru.
- EBT (Eriochrome Black T) adalah sejenis indikator yang
berwarna merah muda bila berada dalam larutan yang
mengandung ion kalsium dan ion magnesium dengan pH 10,0 +
0,1. Tujuan diberi indikator ini adalah karena indikator tersebut
peka terhadap kadar logam dan pH larutan, sehingga titik akhir
titrasinya pun dapat diketahui. Lalu dititrasi dengan EDTA.
- Metode yang dapat dilakukan dalam titrasi kompleksometri
dengan EDTA, yaitu titrasi langsung

A
M
I
R
H
I
E
T AS
K