Anda di halaman 1dari 19

KONSEP PENGEMBANGAN KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP SEBAGAI POLA

ILMIAH POKOK UNIVERSITAS TADULAKO


Konsep adalah pembawa arti, dimana dalam Wikipedian Bahasa Indonesia dijelaskan
bahwa, konsep merupakan abstrak, entitas mental yang universal yang menunjuk pada
kategori atau kelas dari suatu entitas, kejadian atau hubungan. Woodruff (dalam Amin, 1987)
menyebutkan salah satu pengertian konsep adalah pengertian tentang suatu objek. Jadi,
konsep dasar lingkungan hidup berarti pengertian dasar tentang lingkungan hidup.
Lingkungan merupakan suatu bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan makhluk di
muka bumi ini. Lingkungan memiliki suatu siklus yang berjalan seiring dengan perjalanan
waktu, terkadang system yang berlangsung tersebut dapat mengalami gangguan yang
menyebabkan terjadinya suatu perubahan system. Hal ini dapat terjadi baik karena ulah
manusia maupun karena proses alamiah yang merupakan gejala geologi di alam.
Bumi tempat semua makhluk hidup berpijak merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa
dengan berbagai kekayaan dan keindahannya. Pada hakekatnya penciptaan bumi bertujuan
untuk menjadikan segala isinya tunduk kepada pencipta-Nya. Tuhan telah melengkapi bumi
dengan berbagai kekayaan alam yang berlimpah, dimana kekayaan tersebut tidak akan ada
habisnya. Akan tetapai apabila kekayaan alam tersebut tidak dikelola dengan baik maka dapat
saja punah dan tidak dapat menunjang kehidupan anak cucu kita di masa yang akan datang.
Dari sekian banyak manusia yang ada di bumi, mungkin hanya sebagian saja diantaranya
yang mengerti dan mau melestarikan serta menjaga keseimbangan alam.
Teknologi yang diciptakan oleh manusia memang sengaja untuk meningkatkan
kenikmatan hidup dan kesejahteraan umat manusia dalam rangka memanjakan manusia,
tetapi dengan teknologi juga kondisi lingkungan menjadi tidak bisa dinikmati secara alamiah
karena sudah banyak mengandung Zat pencemar, seperti kendaraan yang kita tumpangi
mengeluarkan gas-gas yang mengganggu udara disekitar kita seperti CO2 (Carbon dioksida),
O2 (Carbon Monoksida) dan lain-lain dan kita bisa meningkatan produksi pertanian dengan
menggunakan pestisida, pupuk buatan yang secara langsung telah merusak structural tanah
dan lingkungan.
Landasan berpikir ini seharusnya tidak boleh terlepas jauh dari latar belakang sejarah
lahirnya UNTAD, karena lembaga pendidikan tinggi ini lahir dari niat dan cita-cita yang tulus
dari tokoh-tokoh masyarakat Palu ketika itu dimana mereka hanya mempunyai satu tekad.
Kajian Lingkungan Hidup

Lingkungan Hidup aadalah kesatuan ruang dan semua benda, kesatuan ruang dan
semua benda, daya, dan mahluk hidup termasuk daya, dan mahluk hidup termasuk manusia
dan perilakunya, yang manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan
mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan perikehidupan dan
kesejahteraan manusia dan mahluk hidup manusia dan mahluk hidup lainnya.
Menurut Otto Soemarwoto (dalam Nursid Sumaatmadja,1989:25), Lingkungan Hidup
atau lingkungan suatu organisme hidup ialah segala sesuatu disekeliling organisme itu yang
berpengaruh pada kehidupannya. Berarti segala sesuatu yang mempunyai pengaruh terhadap
kehidupan yang berada di sekitar kita bisa dikatakan lingkungan hidup, misalnya saja tanah ,
air, udara , mineral, organisme dan perilakunya.
Dalam UU Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan
ditegakkan konsep lingkungan sebagai berikut Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang
dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya,
yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan
manusia serta makhluk hidup lain.
Lingkungan Hidup menurut Undang- Undang bukan hanya mempengaruhi
kelangsungan kehidupan tetapi juga mempengaruhi kesejahteraan makhluk hidup. Tanpa
lingkungan kita tidak akan bisa untuk hidup normal karena lingkungan hidup merupakan
faktor yang sangat penting dalam kehidupan untuk pertumbuhan, karakter dan bisa pula
untuk kesehatan. Apabila lingkungan yang kita tempati keadaanya sangat kotor maka banyak
masalah yang akan timbul dari mulai terserang penyakit dan kematian,hal itu di karenakan
lingkungan di sekitar mereka yang tidak layak untuk di tinggali ataupun lingkungannya
kurang memadai.
Pengkajian terhadap permasalahan yang terjadi di dalam lingkungan perlu dilakukan.
Agar dapat mengatahui titik permasalahannya dan mencari solusi dari setiap permasalahan
tersebut. Penulisan ini bertujuan memberikan suatu gambaran tentang keadaan lingkungan di
kelurahan Talise dan kawasan sekitar Pusat Rekreasi Keluarga Pantai Talise, selain itu
merupakan salah satu syarat agar dapat lulus mata kuliah Kajian Lingkungan Hidup (KLH).

2.2 Konsep pengembangan kajian lingkungan hidup Universitas Tadulako

Lingkungan Hidup adalah kesatuan ruang dan semua benda, kesatuan ruang dan
semua benda, daya, dan mahluk hidup termasuk daya, dan mahluk hidup termasuk
manusia dan perilakunya, yang manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi
kelangsungan mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan
perikehidupan dan kesejahteraan manusia dan mahluk hidup manusia dan mahluk hidup
lainnya.
lingkungan hidup sebagai obyek kajian UNTAD:
1. Kondisi Lingkungan hidup di Sulteng yang relatif terutama lingkungan Hidup fisik.
2. Kondisi Lingkungan Hidup Sosial budaya yang relatif heterogen, baik etnis , adat
istiadat maupun agama.
3. Kondisi Lingkungan pemukiman yang terpencar-pencar (Pantai, pedalaman,
pegunungan dan nomaden.
4. Mempunyai keanekargaman hayati yang khas.
2.3 Tujuan Universitas Tadulako
1. Menyelenggarakan program sarjana dan diploma pada berbagai program studi,
sehingga menghasilkan lulusan dengan kualitas tinggi dan kompetensi keilmuan dan
keahlian yang relevan dengan dunia kerja, yang :
a. berahlak mulia;
b. beretika akademik terhormat;
c. berpengetahuan akademik (ipteks) yang sesuai dengan tuntutan zaman;
d. mampu berkomunikasi efektif, dalam bahasa Indonesia dan asing (Inggris);
e. menguasai dan mampu memanfaatkan teknologi informatika yang terus
berkembang;
f. berwawasan kemandirian (wirausaha) yang tangguh;
g. tanggap dan berkemampuan tinggi menyesuaikan diri terhadap perubahan dan
kemajuan;
h. berbekal disiplin dan etos kerja tinggi;
i. berbekal kesadaran yang tinggi tentang hak asasi, demokrasi, intelektual dan
pelestarian lingkungan.

2. Melaksanakan penelitian terapan bagi pengembangan teknologi dan kesenian yang


relevan untuk mendukung pembangunan nasional pada umumnya dan pengembangan
industri pada khususnya, serta melaksanakan penelitian dasar bagi pengembangan
ilmu pengetahuan.
3. Melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka mengamalkan
ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan jalan memprakarsai dan berperan serta

dalam kegiatan-kegiatan pembangunan di daerah tertinggal pada khususnya, serta


memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam hal pemberian konsultasi
hukum, manajemen, informasi ilmiah, paket-paket teknologi dan sebagainya.
4. Mengembangkan dan membina kehidupan masyarakat akademik yang sehat dan
dinamis, yang didukung oleh budaya ilmiah yang menjunjung tinggi kebenaran
terbuka, kritis, bertanggung jawab, kreatif, inovatif dan tanggap terhadap perubahan
di tingkat nasional maupun global.
5. Menjalin dan menempuh kerja sama kelembagaan yang simetrikal dan saling
menguntungkan dengan pemerintah, dunia kerja (industri) dan lembaga pendidikan
tinggi baik di dalam maupun di luar negeri.
6. Meningkatkan kinerja di semua aspek kegiatan yang menjadi misi Untad guna
mencapai universitas yang berdedikasi tinggi yang dikenal secara nasional.

DAFTAR PERATURAN PERUNDANGAN


LINGKUNGAN HIDUP
UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA
Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup

1. ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN

Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 Tentang Analisis Mengenai Dampak


Lingkungan Hidup

KepMen LH Nomor 86 Tahun 2002 Tentang Pedoman Pelaksanaan Upaya


Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup

PerMen LH Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Jenis Usaha dan atau Kegiatan yang
Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (Pengganb
KepMenLH nomor 17 Tahun 2001)

KepMen LH Nomor 30 Tahun 2001 Tentang Pedoman Pelaksanaan Audit Lingkungan


Hidup yang Diwajibkan Menteri Negara Lingkungan Hidup

KepMen LH Nomor 02 Tahun 2000 Tentang Panduan Penilaian Dokumen AMDAL


(Juga Menyatakan Tidak Beriakunya KepMen KLH Nomor 29 Tahun 1992 Tentang
Panduan Evaluasi Dokumen ANDAL)

KepMen LH Nomor 04 Tahun 2000 Tentang Panduan Penyusunan Analisis Mengenai


Dampak Lingkungan Hidup Kegiatan Pembangunan Pemukiman Terpadu

KepMen LH Nomor 05 Tahun 2000 Tentang Panduan Penyusunan Analisis Mengenai


Dampak Lingkungan Hidup Kegiatan Pembangunan di Daerah Lahan Basah

KepMen LH Nomor 08 Tahun 2000 Tentang Keterlibatan Masyarakat dan


Keterbukaan Informasi Dalam Proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup

PerMen LH Nomor 08 Tahun 2006 Tentang Pedoman Penyusunan Analisis Mengenai


Dampak Lingkungan Hidup (Pengganb KepMenLH 09 Tahun 1000)

KepMen LH Nomor 40 Tahun 2000 Tentang Tata Kerja Komisi Penilai Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (Pengganti KepMen LH Nomor 13 Tahun
1994)

KepMen LH Nomor 41 Tahun 2000 Tentang Pedoman Pembentukan Komisi Penilai


Analisis Mengenai Dampak Ungkungan Hidup Kabupaten/Kota

KepMen LH Nomor 42 Tahun 2000 Tentang Susunan Keanggotaan Komisi Penilai


dan Tim Teknis Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup Pusat

KepMen LH Nomor 30 Tahun 1999 Tentang Panduan Penyusunan Dokumen


Pengelolaan Ungkungan Hidup

KepMen LH Nomor 42 Tahun 1994 Tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Audit


Lingkungan

KepMen LH nomor 45 ~hun 2005 Pedoman Penyusunan Rencana Pengelolaan


Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) (Pengganb KepMen
LH nomor 105 tahun 1997)

KepKa Bapedal Nomor 124 Tahun 1997 Tentang Panduan Kajian Aspek Kesehatan
Masyarakat dalam Penyusunan AMDAL

KepKa Bapedal Nomor 299 Thun 1996 Tentang Pedoman Teknis Kajian Aspek Sosial
Dalam Penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan

KepKa Bapedal Nomor 56 Tahun 1994 Tentang Pedoman Mengenai Ukuran Dampak
Penang

KepKa Bapeten Nomor 3-P Tahun 1999 Tentang Pedoman Teknis Penyusunan
AMDAL untuk Rencana Pembangunan & Pengoperasian Reaktor Nuklir

KepKa Bapeten Nomor 04-P Tahun 1999 Tentang Pedoman Teknis Penyusunan
AMDAL untuk Rencana Pembangunan & Pengoperasian Instalasi

2. PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR

Undang-undang Nomor 07 Tahun 2004 Tentang Sumber Daya Air

Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas dan


Pengendalian Pencemaran Air

Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 907 Tahun 2002 Tentang Syarat-Syarat dan
Pengawasan Kualitas Air Minum (Mengganbkan PerMenkes Nomor 416 Tahun 1990
Syarat-Syarat dan Pengawasan Kualitas Air)

KepMen LH Nomor 122 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas KEPMEN LH no 51


Tahun 1995 ttg Baku Mute Limbah Lair Bagi Kegiatan Industri Pupuk

KepMen LH Nomor 202 Tahun 2004 Tentang Baku Mutu Air Umbah Bagi Usaha &
atau Kegiatan Pertambangan Bijih Emas & atau Tembaga

KepMen LH Nomor 28 Tahun 2003 Tentang Pedoman Teknis Pengkajian


Pemanfaatan Air Umbah Dari Industri Minyak Sawit Pada Tanah di Perkebunan
Kelapa Sawit

KepMen LH Nomor 29 Tahun 2003 Tentang Pedoman Syarat dan Tata Cara Perizinan
Pemanfaatan Air Limbah Industri Minyak Sawit Pada Tanah di Perkebunan Kelapa
Sawit

KepMen LH Nomor 37 Thun 2003 Tentang Metoda Analisis Kualitas Air Permukaan
Dan Pengambilan Contoh Air Permukaan

KepMen LH Nomor 110 Tahun 2003 Tentang Pedoman Penetapan Daya Tampung
Beban Pencemaran Air Pada Sumber Air

KepMen LH Nomor 111 Tahun 2003 Tentang Pedoman Mengenai Syarat dan Tats
Cara Perizinan Serta Pedoman kajian Pembuangan Air Umbah Ke Air Atau Sumber
Air.

KepMen LH Nomor 112 Tahun 2003 Tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan
Kegiatan Domestik

KepMen LH Nomor 113 Tahun 2003 Tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan
atau Kegiatan Pertambangan Batu Bara

KepMen LH Nomor 114 Tahun 2003 Tentang Pedoman Pengkajian Untuk


Menetapkan Kelas Air

KepMen LH Nomor 115 Tahun 2003 Tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air

KepMen LH Nomor 142 Tahun 2003 Tentang Perubahan Atas KepMen LH Nomor
111 Tahun 2003 tentang Pedoman Mengenai Syarat dan Tata Cara Perizinan Serta
Pedoman Kajian Pembuangan Air Limbah ke Air Atau Sumber Air

KepMen LH Nomor 03 Tahun 1998 Tentang Baku Mutu Limbah Bagi Kawasan
Industri

KepMen LH Nomor 09 Tahun 1997 Tentang Perubahan KepMen LH


Nomor42/MENLH/10/1996 Tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Minyak
dan Gas serta Panas Bumi

KepMen LH Nomor 42 Tahun 1996 Tentang Baku Mutu Umbah Cair Bagi Kegiatan
Minyak dan Gas serta Panas Bumi

KepMen LH Nomor 35 Tahun 1995 Tentang Program Kali Bersih (Prokasih)

KepMen LH Nomor 51 Tahun 1995 Tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan
Industri

KepMen LH Nomor 52 Tahun 1995 Tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan
Hotel

KepMen LH Nomor 58 Tahun 1995 Tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan
Rumah Sakit

PerMen LH Nomor 02 Tahun 2006 Tentang Baku Mutu Air Limbah Rumah
Pemotongan Hewan

PerMen LH Nomor 04 Tahun 2006 Tentang Baku Mutu Air Limbah Penambangan
Timah

PerMen LH Nomor 09 Tahun 2006 Tentang Baku Mutu Air Umbah Penambangan
Nikel

PerMen LH Nomor 10 Tahun 2006 Tentang Baku Mutu Air Limbah Usaha Poly Vinyl
Chloride

3. PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA DAN GANGGUAN

Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Pengendalian Pencemaran


Udara

KepMen LH Nomor 133 Tahun 2004 Tentang Baku Mutu Emisi Bagi Kegiatan
Industri Pupuk

KepMen LH Nomor 129 Tahun 2003 Tentang Baku Mutu Emisi Usaha dan Atau
Kegiatan Minyak Bumi dan Gas Bumi

KepMen LH Nomor 141 Tahun 2003 Tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang
Kendaraan Bermotor Tipe Baru dan Kendaraan Bermotor Yang Sedang Diproduksi
(Current Production)

KepMen LH Nomor 45 Tahun 1997 Tentang Indeks Standar Pencemar Udara

KepMen LH Nomor 15 Tahun 1996 Tentang Program Langit Biru

KepMen LH Nomor 48 Tahun 1996 Tentang Baku Tingkat Kebisingan

KepMen LH Nomor 49 Tahun 1996 Tentang Baku Tingkat Getaran

KepMen LH Nomor 50 Tahun 1996 Tentang Baku Tingkat Kebauan

KepMen LH Nomor 13 Tahun 1995 Tentang Baku Mutu Emisi Sumber Tidak
Bergerak

PerMen LH Nomor 05 Tahun 2006 Tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang
Kendaraan Bermotor Lama (Pengganti KepMenLH 35 Tahun 1993)

KepMen Kesehatan Nomor 289 Tahun 2003 Tentang Prosedur Pengendalian Dampak
Pencemaran Udara Akibat Kebakaran Hutan Terhadap Kesehatan

KepKa Bapedal Nomor 107 Tahun 1997 Tentang Pedoman Teknis Perhitungan dan
Pelaporan serta Informasi Indeks Standar Pencemar Udara

KepKa Bapedal Nomor 205 Tahun 1996 Tentang Pedoman Teknis Pengendalian
Pencemaran Udara Sumber Tidak Bergerak

4. PENGENDALIAN PENCEMARAN PERUSAKAN LAUT

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 1999 Tentang Pengendalian Pencemaran dan


atau Perusakan Laut

KepMen LH Nomor 51 Tahun 2004 Tentang Baku Mutu Air Laut

KepMen LH Nomor 179 Tahun 2004 Tentang Ralat Atas KEPMEN LH no 51 Thun
2004 ttg BM Air Laut

KepMen LH Nomor 200 Tahun 2004 Tentang Kriteria Baku Kerusakan & Pedoman
Penentuan Status Padang Lamun

KepMen LH Nomor 201 Tahun 2004 Tentang Kriteria Baku & Pedoman Penentuan
Kerusakan Mangrove

KepMen LH Nomor 04 Tahun 2001 Tentang Kriteria Baku Kerusakan Terumbu


Karang

KepMen LH Nomor 45 Tahun 1996 Tentang Program Pantai Lestari

PerMen LH Nomor 12 Tahun 2006 Tentang Perizinan Pembuangan Limbah ke Laut

KepKa Bapedal Nomor 47 Thun 2001 tentang Pedoman Pengukuran Kondisi


Terumbu Karang

5. PENGENDALIAN KERUSAKAN TANAN DAN LANAN

Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2001 Tentang Pengendalian Kerusakan Dan


Atau Pencemaran Ungkungan Hidup yang Berkaitan Dengan Kebakaran Hutan Dan
Atau Lahan

Peraturan Pemerintah Nomor 150 Tahun 2000 Tentang Pengendalian Kerusakan


Tanah Untuk Produksi Biomassa

Peraturan Pemerintah Nomor 06 Tahun 2007 Tentang Tata Hutan dan Penyusunan
Rencana Pengelolaan Hutan serta Pemanfaatan Hutan

KepMen LH Nomor 43 Tahun 1996 Tentang Kriteria Kerusakan Lingkungan Bagi


Usaha atau Kegiatan Penambangan Bahan Gaiian Golongan C Jenis Lepas di Daratan

PerMen LH Nomor 07 Tahun 2006 Tentang Pengukuran Kerusakan Tanah Untuk


Biomassa

KepMen Kehutanan & Perkebunan Nomor 146 Tahun 1999 Tentang Pedoman
Reldamasi Bekas Tambang Dalam Kawasan Industri

KepMen Pertambangan & Energi Nomor 1211 Tahun 1995 Tentang Pencemahan &
Penanggulan Perusakan & Pencemaran Lingkungan Pada Kegiatan Pertambangan
Umum

6. PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAMAYA DAN BERACUN

Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1999 Tentang Pengelolaan Limbah Bahan


Berbahaya dan Beracun

Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 1999 Tentang Perubahan Atas Peraturan


Pemerintah Nomor 18 Tahun 1999 Tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya
dan Beracun

KepMen LH Nomor 128 Tahun ,2003 Tentang Tata Cara Persyaratan Teknis
Pengolahan Limbah Minyak Bumi dan Tanah Terkontaminasi oleh Minyak Bumi
Secara Biologis

KepMen LH Nomor 520 Tahun 2003 Tentang Larangan Impor Umbah Bahan
Berbahaya & Beracun

KepMen LN Nomor 03 Tahun 2007 Tentang Penyimpanan Limbah Bahan Berbahaya


& Beracun di Pelabuhan

KepMen ESDM Nomor 1693 Tahun 2001 Tentang Pelaksanaan Pabrikasi Pelumas &
Pengolahan Pelumas Bekas serta Penetapan Mutu Pelumas

KepMen Perindustrian & Perdagangan Nomor 372 Tahun 2001 Tentang Ketentuan
Pemberian Izin Usaha Industri Pabrikasi Pelumas & Pengolahan Pelumas Bekas

KepKa Bapedal Nomor 02 Tahun 1998 Tentang Tata Laksana Pengawasan


Pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun di Daerah

KepKa Bapedal Nomor 03 Tahun 1998 Tentang Penetapan Kemitraan Dalam


Pengolahan Limbah B3 KepKa Bapedal Nomor 04 Tahun 1998 Tentang Penetapan
Prioritas Limbah B3

KepKa Bapedal Nomor 255 Tahun 1996 Tentang Tata Cara dan Persyaratan
Penyimpanan dan Pengumpulan Minyak Pelumas Bekas

KepKa Bapedal Nomor 01 Tahun 1995 Tentang Tata cara dan Persyaratan Teknis
Penyimpanan dan Pengumpulan Limbah B3

KepKa Bapedal Nomor 02 Tahun 1995 Tentang Dokumen Limbah B3

KepKa Bapedal Nomor 03 Tahun 1995 Tentang Persyaratan Teknis Pengelolaan


Limbah B3

KepKa Bapedal Nomor 04 Tahun 1995 Tentang Tata Cara Persyaratan Penimbunan
Hasil Pengolahan, Persyaratan Lokasi Bekas Pengolahan, dan Lokasi Bekas
Penimbunan limbah B3

KepKa Bapedal Nomor OS Tahun 1995 Tentang Simbol dan Label Limbah B3

KepKa Bapedal Nomor 68 Tahun 1994 Tentang Tata Cara Memperoleh Izin
Penyimpanan, Pengumpulan, Pengoperasian Alat Pengolahan, Pengolahan dan
Penimbunan Akhir Limbah Bahan Berbahaya dan beracun

Per MenLH Nomor 03 Tahun 2007 Tentang Penyimpanan Limbah 83 di Pelabuhan

Surat Edaran Kepala Bapedal Nomor 08/SEJ02J1997 Tentang Penyerahan Minyak


Pelumas Bekas

KepKa Bapeten Nomor 03 Tahun 1999 Tentang Ketentuan Keselamatan untuk


Pengelolaan Umbah Radioaktif

7. PENGELOLAAN BAHAN BERBANAYA DAN BERACUN

Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2001 Tentang Pengelolan Bahan Berbahaya


dan Beracun (B3)

Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1973 Tentang Pengawasan Atas Peredaran,


Penyimpanan & Penggunaan Pestisida

Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 3 Tahun 1985 Tentang Kesehatan &
Keselamatan Kerja Pemakaian Asbes

Peraturan Menteri Tenaga Kerja & Transmigrasi Nomor 1 Tahun 1982 Tentang Bejana
Tekanan

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 472 Tahun 1996 Tentang Pengamanan Bahan
Berbahaya Bagi Kesehatan

KepMen Pertanian Nomor 763 Tahun 1998 Tentang Pendaftaran & Pemberian Izin
Tetap Pesbsida

KepMen Pertanian Nomor 764 Tahun 1998 Tentang Pendaftaran & Pemberian Izin
Sementara Pestisida

KepMen Pertanian Nomor 949 Tahun 1998 Tentang Pestisida Ter~atas

KepMen Pertanian Nomor 541 Tahun 1996 Tentang Pendaftaran & Pemberian Izin
Tetap PesUsida

KepMen Pertanian Nomor 543 Tahun 1996 Tentang Pendaftaran & Pemberian Izin
Semenbra Pestisida KepMen Pertanian Nomor 544 Tahun 1996 Tentang Pendaftaran
& Pemberian Izin Bahan Teknis Pestislda

KepMen Pertanian Nomor 546 Tahun 1996 Tentang Pemberian Izin & Perluasan
Penggunaan Pestisida

KepMen Perindustrian & Perdagangan Nomor 790 Tahun 2002 Tentang Perubahan
atas KEPMEN PERINDAG Tahun 1998 no 110 ttg Larangan Produksi dan
Memperdagangkan ODS

KepMen Perindustrian & Perdagangan Nomor 254 Tahun 2000 Tentang Tata Niaga
Impor & Peredaran Bahan Berbahaya Tertentu

KepMen Perindustrian & Perdagangan Nomor 110 Tahun 1998 Tentang larangan
Memproduksi & Mempetdagangkan Bahan Perusak hpisan Ozon serta Memproduksi
& Memperdagangkan Barang Baru yang Menggunkan BPLO (ODS)

SK Menteri Perindustrian Nomor 148 Tahun 1985 Tentang Pengamanan Bahan


Beracun & Berbahaya di Perusahaan Industri

KepMen Tenaga Kerja Nomor 186 Tahun 1999 Tentang Unit Penanggulangan
Kebakaran di Tempat Kerja KepMen Tenaga Kerja Nomor 187 Tahun 1999 Tentang
Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya di Tempat Kerja

SE Menteri Tenaga Kerja Nomor 01 Tahun 1997 Tentang Nilai Ambang Batas Faktor
Kimia di Udara lingkungan Kerja

Kep DIRJEN Pehubungan Darat Nomor 725 Tahun 2004 Tentang Penyelenggaraan
Pengangkutan B3 di Jalan

8. KONSERVASI LINGKUNGAN DAN KEANEKARAGAMAN NAYATI

Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2000 Tentang Perlindungan Varietas Tanaman

Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992 Tentang Karandna Hewan, Ikan dan


Tumbuhan

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam


Hayati dan Ekosistemnya

Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2002 Tentang Karantina Tumbuhan

Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2002 Tentang Karanana Ikan

Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan
Satwa

Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 1999 tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan
Satwa Liar

Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 1998 tentang Kawasan Suaka Alam dan
Kawasan Pelestraian Alam

Keputusan Presiden Nomor 41 Tahun 2004 tentang Perizinan atau Perjanjian di


Bidang Pertambangan yang Berada di Kawasan Hutan

Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional

Keputusan Presiden Nomor 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung

KepMen Kehutanan & Perkebunan Nomor 55 Tahun 2000 Tentang Perlindungan Ikan
Raja Laut (Latimeria Menadoensis) Sebagai Satwa yang Dilindungi

KepMen Kehutanan & Perkebunan Nomor 104 Tahun 2000 Tentang Tata Cara
Mengambil Tumbuhan Liar & Menangkap Satwa Liar

KepMen Kehutanan & Perkebunan Nomor 385 Tahun 1999 Tentang Penetapan Lola
Merah (Tnxhus Niloticus) Sebagai Satwa Buru

KepMen Kehutanan & Perkebunan Nomor 449 Tahun 1999 Tentang Pengelolaan
Burung Walet (Collocalia) Di Habitat Alami (In-Situ) dan Habitat Buatan (Ex-Situ)

Kep Bersama Menteri Pertanian, Kehutanan, Kesehatan, Pangan Nomor 998.1 Tahun
1999 Tentang Keamanan Hayati & Keamanan Pangan Produk Pertanian Hasil
Rekayasa Genetika

Kep DIRJEND Perlindungan & Konservasi Alam Nomor 66 Tahun 2000 Tentang
Kuota Pengambilan Tumbuhan & Penangkapan Satwa far Yang Tidak Dilindungi UU

Kep DIRJEND Perlindungan & Konserva~ Alam Nomor 200 Tahun 1999 Tentang
Penetapan Jatah & Pengambilan Tumbuhan Alam & Satwa Liar yang Tidak
Dilindungi UU utk Periode Thn 2000

9. PENATAAN RUANG

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1992 tetang Benda Cagar Alam

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1992 Tentang penataan ruang

Peraturan pemerintah Nomor 16 Tahun 2004 Tentang Penatagunaan Tanah

Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2002 Tentang Tata Hutan dan Penyusunan
Rencana Pengelolaan

Hutan, Pemanfaatan Hutan dan Penggunaan Kawasan Hutan

Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2002 Tentang Hutan Kota

Peraturan Pemerintah RI Nomor 10 Tahun 2000 Tentang Tingkat Ketelitian Peta


Untuk Penataan Ruang Wilayah

Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 1997 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
NasionalPeraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1996 Tentang Pelaksanaan Hak dan
Kewajiban, serta Bentuk dan Tata Cara Peran Serta Masyarakat Dalam Penataan
Ruang

Keputusan Presiden Nomor 75 Tahun 1993 Tentang Koordinasi Pengelolaan Tata


Ruang Nasional 10. Keputusan Presiden Nomor 32 Tahun 1990 Tentang Pengelolaan
Kawasan Lindung

Keputusan Presiden Nomor S7 Tahun 1989 Tim Koordinasi Pengelolaan Tata Ruang
Nasional

10. PENEGAKAN HUKUM LINGKUNGAN

Peraturan Pemerintah RI Nomor 54 Tahun 2000 Tentang Lembaga Penyedia Jasa


Pelayanan Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup di Luar Pengadilan

KepMen LH Nomor 19 Tahun 2004 Tentang Pedoman Pengelolaan Pengaduan Kasus


Pencemaran dan atau Perusakan Lingkungan Hidup

KepMen LH Nomor 197 Tahun 2004 Tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang
Lingkungan Hidup di Daerah Kabupaten & Daerah Kota

KepMen LH Nomor 77 Tahun 2003 Tentang Pembentukan Lembaga Penyedia Jasa


Pelayanan Penyelesaian Sengketa LH di Luar Pengadilan (lPJP2SLH)

KepMen LH Nomor 78 Tahun 2003 Tentang Tata Cara Pengelolaan Permohonan


Penyelesaian Sengketa LH di Luar Pengadilan Pada Kementrian LH

KepMen LH Nomor 56 Tar~un 2002 Tentang Pedoman Umum Pengawasan Penataan


Lingkungan Hidup Bagi Pejabat Pengawas

KepMen LH Lingkungan Hidup Nomor 58 Tahun 2002 Tentang Tata Cara Pejabat
Pengawas Lingkungan Hidup di Propinsi/Kabupaten Kota

KepMen LH Nomor 7 Tahun 1999 Tentang Pejabat Pengawasan Lingkungan Hidup


dan Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Daerah

Keputusan Bersama Kementerian LH, Kejaksaan, Kepolisian Nomor KEP04/MENLH/04/2004, KEP208/A/J.A/04/2004, KEP-19/N/2004 Tentang Penegakan
Hukum Lingkungan Hidup Terpadu (SATU ATAP}, Menteri Lingkungan Hidup
Republik Indonesia, Jaksa Agung Republik Indonesia dan Kepala Kepolisian Negara
Republik Indonesia

KepKa BAPEDAL Nomor 27 Tahun 2001 Tentang Pembentukan Satuan Tugas


Penyidik Pegawai Negen Sipil (PPNS} Lingkungan Hidup Di BAPEDAL

Surat Jaksa Agung Muda Tidak Pidana Umum Nomor B-60/E/Ejp/01/2002 Tentang
Perihal Pedoman teknis Yustisial Penanganan Perkara Tindak Pidana Lingkungan Hid

Tugas

KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP

DISUSUN OLEH:
Nama

: Betrilia Novianti Bandola

Stambuk : A 251 13 086


Kelas

:C

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TADULAKO
PALU
2016