Anda di halaman 1dari 36

MAKALAH FARMAKOGNOSI

DESTILASI

Disusun Oleh :
Dalfa Indriani

P17335114047

Isnaeni Suryaningsih

P17335114068

KELAS 2-A

POLTEKKES KEMENKES BANDUNG


D-III FARMASI
2015
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah penyusunan tugas Makalah Farmakognosi Destilasi ini


telah selesai, semoga dapat digunakan untuk membantu pembelajaran
Farmakognosi bagi mahasiswa Farmasi Poltekkes Bandung. Ucapan terima
kasih disampaikan kepada semua pihak yang telah membantu dalam
penyusunan makalah ini.
Makalah ini disusun berdasarkan teori-teori tentang destilasi dan
prosesnya yang dapat dipergunakan sebagai bahan tambahan para mahasiswa
ataupun yang berminat serta sebagai acuan untuk mempelajari tentang destilasi.
Dalam makalah ini banyak diberikan teori dengan aplikasinya dalam
dunia farmasi dan terdapat pula contoh penetapan kadar minyak atsiri dengan
destilasi. Sehingga memudahkan para pembaca untuk memahaminya.
Akhirnya penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran yang
membangun untuk lebih menyempurnakan makalah ini, baik bagi mahasiswa
maupun pambaca yang lain. Semoga makalah ini bermanfaat, dapat menambah
pengetahuan para mahasiswa khususnya mahasiswa Farmasi.
Bandung, Desember 2015
Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................................... ii
DAFTAR ISI........................................................................................................ iii
DAFTAR GAMBAR........................................................................................... iv
DAFTAR TABEL............................................................................................... iv
PENDAHULUAN............................................................................................... 1
DESTILASI......................................................................................................... 2
1
2

Definisi ....................................................................................................

Pembagian Destilasi.................................................................................
3

Macam macam Destilasi........................................................................


1

2
4
5

Destilasi sederhana .............................................................................. 5


1

Pengertian................................................................................

Prinsip Kerja ...........................................................................

Aplikasi dalam dunia farmasi..................................................

Destilasi uap........................................................................................ 7
1

Pengertian................................................................................

Prinsip kerja............................................................................

Destilasi Vakum.................................................................................. 11
1

Pengertian ..............................................................................

11

Fungsi dari Destilasi Vakum..................................................

12

Produk yang dihasilkan dan Alat yang digunakan.................

12

Treatment dan Proses Destilasi Vakum.................................

14

Aplikasi Destilasi Vakum......................................................

16

Destilasi Fraksi.................................................................................... 17

Destilasi Azeotrop............................................................................... 19

CARA PENETAPAN MINYAK ATSIRI DENGAN DESTILASI..................

20

RANGKUMAN.................................................................................................. 24
LATIHAN SOAL............................................................................................... 25
A ESSAY..................................................................................................... 25
B PILIHAN GANDA................................................................................. 25
JAWABAN LATIHAN SOAL...........................................................................

28

A JAWABAN ESSAY ..............................................................................

28

B JAWABAN PILIHAN GANDA...........................................................

29

DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................... 30

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Komponen Alat Destilasi................................................................. 3
Gambar 3.1 Alat Destilasi Sederhana.................................................................. 5
Gambar 3.2 Alat Destilasi Uap Skala Industri..................................................... 8
Gambar 3.3 Alat Destilasi Uap Skala Laboratorium............................................ 9
Gambar 3.4 Skema Prinsip Kerja Destilasi Uap.................................................. 9
Gambar 3.5 Destilasi Vakum............................................................................... 11
Gambar 3.6 Alat Destilasi Vakum Skala Laboratorium....................................... 16
Gambar 3.7 Destilasi Fraksi................................................................................. 17
Gambar 3.8 Diagram fasa perubahan komposisi dari multipel destilasi fraksi... 18
Gambar 3.9 Destilasi Fraksi................................................................................. 19
Gambar 3.10 Destilasi Azeotrop........................................................................... 19

DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Senyawa aktif yang dapat didestilasi uap............................................. 10
Tabel 3.2 Senyawa aktif yang dapat didestilasi uap............................................. 11

PENDAHULUAN
Destilasi pertama kali ditemukan oleh kimiawan Yunani sekitar abad
pertama masehi yang akhirnya perkembangannya dipicu terutama oleh
tingginya permintaan akan spritus Penggunaan proses destilasi oleh para ahli
kimia untuk memurnikan suatu zat merupakan revolusi dalam ilmu kimia.
Mereka telah mampu memurnikan dan memperoleh berbagai macam zat kimia
dalam keadaan murni (Nahadi, dkk., 2011). Hypathia dari Alexandria dipercaya
telah menemukan rangkaian alat untuk distilasi dan Zosimus dari Alexandrialah yang telah berhasil menggambarkan secara akurat tentang proses distilasi
pada sekitar abad ke-4.
Bentuk modern distilasi pertama kali ditemukan oleh ahli-ahli kimia
Islam pada masa Kekhalifahan Abbasiah, terutama oleh Al Razi pada
pemisahan alkohol menjadi senyawa yang relatif murni melalui alat alembik,
bahkan desain ini menjadi semacam inspirasi yang memungkinkan rancangan
distilasi skala mikro, The Hickman Stillhead dapat terwujud. Tulisan oleh Jabir
Ibnu Hayyan (721815) yang lebih dikenal dengan Ibnu Jabir menyebutkan
tentang uap anggur yang dapat terbakar, ia juga telah menemukan banyak
peralatan dan proses kimia yang bahkan masih banyak dipakai sampai saat
kini. Kemudian teknik penyulingan diuraikan dengan jelas oleh AlKindi (801873) (Risyanti, 2009).
Meskipun perkembangan dunia teknologi telah berkembang pesat,
metode destilasi masih banyak dipakai dalam proses pemurnian dan pemisahan
suatu zat. Metode distilasi ini merupakan salah satu yang terbaik dan paling
praktis dalam proses pemisahan dan pemurnian zat. Ada beberapa metode
distilasi yag dikembangkan untuk proses pemisahan senyawa yang berbeda
dalam kesederhanaan, biaya dan aplikasi.

DESTILASI
1. Definisi
Destilasi merupakan proses pemisahan campuran cair dengan didasarkan
pada perbedaan volatilitas (kemudahan menguap) komponen campuran
tersebut, sehingga senyawa yang ringan (komponen dengan volatilitas yang
lebih tinggi) terkonsentrasi di fasa uap dan yang berat di fase cair (Meireles,
2009). Prinsip dari proses pemisahan dengan destilasi dilakukan dengan cara
mnguapkan suatu zat dari campuran berdasarkan titik didihnya (Tim Guru
Indonesia, 2015).
Dalam penyulingan, campuran zat dididihkan sehingga menguap, dan
uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan. Zat yang
memiliki titik didih lebih rendah akan menguap lebih dulu. Metode ini
termasuk sebagai unit operasi kimia jenis perpindahan massa. Penerapan proses
ini didasarkan pada teori bahwa pada suatu larutan, masing-masing komponen
akan menguap pada titik didihnya. Pada proses pemisahan secara distilasi, fasa
uap akan segera terbentuk setelah campuran dipanaskan. Uap akan disalurkan
ke pipa pengembun (kondensor) uap dan sisa cairannya tersebut dibiarkan
saling kontak sedemikian hingga pada suatu saat, semua komponen yang
terdapat dalam campuran akan terdistribusi dalam kedua fasa membentuk
keseimbangan. Setelah keseimbangan dicapai, uap segera dipisahkan dari
cairannya, kemudian dikondensasikan membentuk destilat dan residu dimana
cairan yang dihasilkan (destilat) ini akan ditampung pada wadah (Tim Guru
Indonesia, 2015). Proses pemisahan secara distilasi terdiri dari tiga langkah
dasar, yaitu:
1. Proses penguapan atau penambahan panas dalam larutan yang
dipisahkan
2. Proses pembentukan fase seimbang
3. Proses pemisahan kedua fase seimbang (Bashendra, 2013)

Proses destilasi ini menggunakan labu destilasi sebagai destilator,


kompor listrik sebagai pemanas dan erlenmeyer sebagai tempat hasil destilasi
atau destilat. Cairan yang diembunkan kembali disebut destilat. Penempatan
posisi yang salah dapat menyebabkan uap cairan misalnya etanol akan
menempel pada termometer dan tidak melewati kondensor untuk melalui
proses pengembunan, tetapi akan kembali pada labu destilasi yang berisi
campuran cairan. Akibatnya, jumlah destilat yang diperoleh tidak maksimal.
Tujuan destilasi adalah pemurnian zat cair pada titik didihnya, dan memisahkan
cairan tersebut dari zat padat yang terlarut atau dari zat cair lainnya yang
mempunyai perbedaan titik didih cairan murni (Ari, 2008).

Gambar 1.1 Komponen alat Destilasi


Proses pemisahan secara distilasi dapat dilakukan terhadap campuran
yang terdiri dari komponen sebagai berikut:
- Mempunyai perbedaan titik didih yang cukup
- Mempunyai sifat penguapan yang relatif tinggi
- Tidak membentuk campuran azeotrop
Campuran yang penguapannya rendah atau titik didih masing-masing
komponen murninya hampir sama, dapat dipisahkan dengan distilasi pada
tekanan dibawah tekanan atmosfer (vacum) (Santoso, 1997). Proses destilasi

ini dapat memisahkan senyawa minyak esensial dan campuran asam lemak,
tapi dalam hal ini hasil pemisahan relatif murni selain itu hasil destilasi secara
umum biasanya digunakan dalam pembuatan parfum, wewangian, produk
pembersih, dan kosmetik (Meireles,2009). Untuk mendapatkan efisiensi
maksimum dalam destilasi apapun, tingkat destilasi harus dijaga konstan dan
lambat (untuk beberapa peralatan laju sekitar 1 tetes per 20 - 30 detik
menghasilkan pemisahan terbaik). Tingkat destilasi adalah variabel tunggal
yang paling penting yang memberikan kontribusi untuk distilasi efektif

2. Pembagian Destilasi

1. Distilasi berdasarkan prosesnya terbagi menjadi dua, yaitu :


a. Distilasi kontinyu
b. Distilasi batch
2. Berdasarkan basis tekanan operasinya terbagi menjadi tiga, yaitu :
a. Distilasi atmosferis
b. Distilasi vakum
c. Distilasi tekanan
3. Berdasarkan komponen penyusunnya terbagi menjadi dua, yaitu :
a. Destilasi system biner
b. Destilasi system multi komponen
4. Berdasarkan system operasinya terbagi menjadi dua, yaitu :

a. Single-stage Distillation
b. Multi stage Distillation
Selain pembagian macam destilasi, dalam referensi lain menyebutkan
macam macam destilasi, yaitu :
1. Destilasi sederhana
2. Destilasi bertingkat ( fraksional )
3. Destilasi azeotrop
4. Destilasi vakum
5. Refluks / destruksi
6. Destilasi kering
3. Macam macam Destilasi
Pada makalah ini akan membahas 4 macam destilasi yang umum
digunakan , yaitu:
1. Destilasi sederhana
2. Destilasi uap
3. Destilasi vakum
4. Destilasi fraksi
Selain keempat macam destilasi tersebut, dalam makalah ini juga akan
membahas sedikit mengenai destilasi azeotrop.
3.1 Destilasi sederhana
3.1.1 Pengertian
Destilasi sederhana atau destilasi biasa adalah teknik pemisahan kimia
untuk memisahkan dua atau lebih komponen yang memiliki perbedaan titik

didih yang jauh. Suatu campuran dapat dipisahkan dengan destilasi biasa ini
untuk memperoleh senyawa murni. Senyawa yang terdapat dalam campuran
akan menguap saat mencapai titik didih masing-masing (Walangare, 2013).

Gambar 3.1 alat destilasi sederhana


Gambar di atas merupakan alat destilasi atau yang disebut destilator.
Yang terdiri dari Thermometer, labu didih, steel head, pemanas, kondensor, dan
labu penampung destilat. Thermometer Biasanya digunakan untuk mengukur
suhu uap zat cair yang didestilasi selama proses destilasi berlangsung.
Seringnya Thermometer yang digunakan harus memenuhi syarat:
a. Berskala suhu tinggi yang diatas titik didih zat cair yang akan
didestilasi.
b. Ditempatkan pada labu destilasi atau steel head dengan ujung atas
reservoir HE sejajar dengan pipa penyalur uap ke kondensor. Labu
didih berfungsi sebagai tempat suatu campuran zat cair yang akan
didestilasi.
Steel head berfungsi sebagai penyalur uap atau gas yang akan masuk ke
alat pendingin ( kondensor ) dan biasanya labu destilasi dengan leher yang
berfungsi sebagai steel head. Kondensor memiliki 2 celah, yaitu celah masuk
dan celah keluar yang berfungsi untuk aliran uap hasil reaksi dan untuk aliran
air keran. Pendingin yang digunakan biasanya adalah air yang dialirkan dari

dasar pipa, tujuannya adalah agar bagian dari dalam pipa lebih lama mengalami
kontak dengan air sehingga pendinginan lebih sempurna dan hasil yang
diperoleh lebih sempurna. Penampung destilat bisa berupa erlenmeyer, labu,
ataupun tabung reaksi tergantung pemakaiannya. Pemanasnya juga dapat
menggunakan penangas, ataupun mantel listrik yang biasanya sudah terpasang
pada destilator (Kartika, dkk., 2009).
3.1.2 Prinsip Kerja
Prinsip dari metode ini adalah berdasarkan pemanasan zat cair dalam
labu didih untuk memulai mendidih dan menguap dengan sumber panas
(pemanas listrik, kompor gas alam, kompor minyak, piring surya atau jenis lain
dari sumber panas), kemudian uap air akan pergi ke arah unit kondensasi yang
kemudian akan didinginkan oleh air pendingin yang terpisah. Dengan
demikian, uap air akan kehilangan sebagian panas laten dan itu akan berubah
dari keadaan gas (uap) ke keadaan cair (air suling murni). Tetesan air akan
bergabung satu sama lain dan bergerak menuju labu pengumpul (Saidur, 2011).
3.1.3 Aplikasi dalam dunia Farmasi
Contoh aplikasi destilasi sederhana dalam dunia farmasi yaitu pembuatan
aquadest sebagai bahan pelarut/pembawa dalam pembuatan obat, pembuatan
alkohol, pembuatan aspirin, dan pembuatan minyak wangi dari minyak atsiri.
3.2 Destilasi uap
3.2.1 Pengertian
Destilasi uap adalah proses destilasi campuran air dengan senyawa yang
tidak larut dalam air yang sensitif terhadap suhu. Hal ini digunakan dalam
kasus-kasus di mana komponen yang akan dipisahkan memiliki volatilitas
(kemudahan menguap) yang berbeda tetapi sangat rendah dengan titik didih
tinggi sehingga penggunaan destilasi biasa akan menyebabkan degradasi
senyawa termal labil. Proses ini menggunakan uap (jenuh atau superheated)
sebagai agen pemisah dan agen energi dimana uap tersebut mengadakan kontak
lansung di dalam sistem destilasi baik pada proses batch maupun kontinyu.

Pada umumnya destilasi uap dilakukan dengan penambahan komponen


inert seperti nitrogen, karbondioksida, flue, dan sebagainya. Uap yang berada
pada temperatur antara 85 125 C banyak digunakan karena tingkat energinya
tinggi (H = 1098,6 1115,7 BTU/lb), murah dan tersedia dalam jumlah yang
relatif banyak. Destilasi uap dapat bekerja dengan beban tinggi dari bahan baku
(TM / hari), dengan karakteristik fisik yang berbeda. Hal ini memungkinkan
profitabilitas yang baik (Meireles, 2009). Ada tiga varian dari proses ini: (a)
destilasi uap langsung, (b) penyulingan air, dan (c) destilasi uap kering
(Meireles, 2009).

Gambar 3.2 alat destilasi uap skala industri


a) Destilasi uap langsung
Bahan baku ditopang pada grid berlubang atau layar dimasukkan
beberapa jarak di atas bagian bawah still, tetapi tidak bersentuhan
langsung dengan air. Boiler dapat berada di dalam atau di luar still. Uap
tekanan rendah jenuh mengalir melalui matriks bahan baku, kemudian
mengumpulkan komponen yang menguap.
b) Penyulingan air/destilasi uap basah
Dalam hal ini bahan baku kontak langsung dengan air mendidih.
Boiler berada dalam still, dan material dapat mengambang di atas air atau
benar-benar tenggelam, tergantung pada berat jenis dan kuantitas bahan
yang ditangani per charge. Dalam beberapa kasus, pencampuran

diperlukan karena aglutinasi material dan bentuk benjolan kompak besar,


menghalangi kontak yang baik dengan uap.
c) Destilasi uap kering
Bahan baku ditopang dan uap mengalir melalui itu, seperti pada
destilasi uap biasa, tapi uap yang dihasilkan di luar still. Uap yang
digunakan adalah superheated pada tekanan sedang (Meireles, 2009).

Gambar 3.3 alat destilasi uap skala laboratorium


3.2.2 Prinsip kerja

Gambar 3.4 skema prinsip kerja destilasi uap


9

Uap disuntikkan menggunakan distributor internal di bagian bawah


still, dengan tekanan yang cukup untuk mengatasi perlawanan hidrolik dari
dasar. Boiler dapat berada di dalam atau di luar still. Uap mengalir melalui
dasar, bahan baku menghangat dan melepaskan zat terlarut yang mudah
menguap.

Kemudian

diangkut

dalam

bentuk

uap.

Ketika

uap

meninggalkan still, uap terkondensasi dan didinginkan sampai suhu


sekitar. Campuran cairan yang terkondensasi akan membentuk dua fase
bercampur yang dipisahkan dalam decanter dinamis. Decanter ini dikenal
sebagai Florentine di proses destilasi minyak atsiri. Air yang terkondensasi
dapat didaur ulang menuju still atau ke boiler tergantung pada konsumsi
alat (Meireles, 2009).
3.2.3 Aplikasi dalam dunia farmasi
Destilasi uap dapat digunakan dalam menghasilkan senyawa aktif
dari tumbuhan seperti pada tabel 1.1 dan 1.2

Tabel 3.1 senyawa aktif yang dapat didestilasi uap

10

Tabel 3.2 senyawa aktif yang dapat didestilasi uap


3.3 Destilasi Vakum
3.3.1 Pengertian
Destilasi vakum secara umum yaitu memisahkan dua kompenen yang
titik didihnya sangat tinggi, motode yang digunakan adalah dengan
menurunkan tekanan permukaan lebih rendah dari 1 atm, sehingga titik
didihnya juga menjadi rendah, dalam prosesnya suhu yang digunakan untuk
mendestilasinya tidak perlu terlalu tinggi. Destilasi Vakum dapat dilihat pada
gambar 3.4.

Gambar 3.5 Destilasi vakum

11

Destilasi vakum adalah merupakan destilasi tekanan dibawah 1 atmosfer


tekanan operasinya 0,4 atm (300 mmHg absolut), untuk memisahkan fraksi
fraksi yang tidak dapat dipisahkan dengan destilasi atmosferik seperti gas oil
berat, parafine destilate atau vakum destilate yang masih terkandung didalam
long residu dari hasil destilasi atmosferik. Residu yang terdapat dari destilasi
atmosferik ini tidak dapat dipisahkan dengan destilasi atmosferik, apabila
dipanaskan pada tekanan atmosferik akan terjadi cracking sehingga akan
merusak mutu produk dan menimbulkan tar (coke) yang kemudian dapat
diberikan kenutuhan pada tube dapur. Dengan cara penyulingan di bawah
tekanan atmosferik atau tekanan vakum fraksifraksi yang terkandung di dalam
long residu dapat di recovery.
Prinsip ini didasarkan pada hukum fisika dimana zat cair akan mendidih
dibawah titik didih normalnya apabila tekanan pada permukaan zat cair itu
diperkecil atau vakum. Untuk memperkecil tekanan permukaan zat cair
dipergunakan dengan alat jet ejector dan barometric condensor. Pada
prinsipnya proses vakum ini tidak jauh dari proses destilasi atmosferik. Proses
destilasi vakum pada sistem vakum proses berlangsung dibawah kondisi
normal 30 35 mmHg dengan tujuan menurunkan titik didihnya.
3.3.2 Fungsi dari Destilasi Vakum
Untuk menurunkan titik didih pada minyak berat atau long residu sehingga
menghasilkan produk produknya.
3.3.3 Produk yang dihasilkan dan Alat yang digunakan
a. Produk yang dihasilkan
Produk-produk yang dihasilkan pada destilasi vakum antara lain :
1. Produk Hight Vacum Gas Oil ( HVGO ), produk ini digunakan untuk
bahan baku proses cracking (hydro cracking unit / HCU). Produk POD
bila tidak diolah di wax plant digabungkan dengan produk HVGO
untuk unpan di HCU
2. Produk Light Vacum Sloop ( LVS ), adalah produk Light Vacum Gas
Oil (LVGO) , digunakan untuk komponen blending solar.
3. Produk Light Vacum Gas Oil ( LVGO )

12

4. Produk Parafine Oil Destillate ( POD ), produk ini adalah bahan baku
bagi proses pembuatan lilin atau wax, di unit proses wax plant. Produk
ini merupakan produk yang khusus, jadi tidak semua HVU mempunyai
produk ini.
5. Produk bottom kolom HVU berupa Short Residue yang digunakan
untuk fuel oil di dapur atau digunakan untuk aspal jalan. Produk-produk
tersebut keluar dari kolom kemudian diambil panasnya dipreheater atau
heat-exchager dan didinginkan dengan fin fan dan selanjutnya dikirim
ke tangki produksi atau ke proses selanjutnya.
b. Alat yang digunakan
Alat-alat yang digunakan pada pross destilasi vakum antara lain :
1.

Pompa adalah alat pemindahan fluida cair dari suatu tempat ke tempat lain
melalui suatu media pipa dengan memberikan energi dan dilakukan secara
terus menerus/kontinyu. Pompa mempunyai bermacammacam jenisnya
misalnya pompa centrifugal, pompa piston dan lain lain.

2.

Kolom destilasi merupakan alat yang paling vital karea proses destilasi
terjadi pada alat ini. Kolom destilasi biasanya berbentuk silinder yang terbuat
dari bahan baja dimana di dalamnya dilengkapai alat kontak (tray) yang
berfungsi untuk memisahkan komponen campuran larutan. Di dalam kolom
tersebut dilengkapi dengan sambungan untuk saluran umpan, hasil samping
reflux, reboiler, produk dan produk bottom dan steam stripping.

3.

Kolom stripper berfungsi untuk menajamkan pemisahan komponenkomponen dengan cara mengusir atau melucuti fraksi-fraksi yang lebih ringan
didalam produk yang dikehendaki.

4.

Heat Exchanger Berfungsi untuk berlangsungnya proses pemindahan


panas antara fluida satu ke fluida lain yang saling mempunyai kepentingan.

5.

Condensor berfungsi untuk mengembunkan uap yaitu mengubah fase uap


menjadi fase cair, dan umumnya yang dipakai sebagai pendingin adalah air.

6.

Separator berfungsi untuk memisahkan dua zat yang saling melarutkan,


misalnya gas dan cairan, minyak dan air dan sebagainya.

7.

Furnace berfungsi sebagai tempat mentransfer panas yang diperoleh dari


hasil pemabakaran bahan bakar. Di dalam dapur terdapat pipa pemanasan

13

yang disusun sedemikian rupa sehingga proses pemindahan panas dapat


berjalan sebaik mungkin.
8.

Cooler berfungsi sebagai peralatan untuk mendinginkan produk yang


masih mempunyai suhu tinggi yang tidak diijinkan untuk disimpan dalam
tangki.

9.

Perpipaan adalah suatu sistem jaringan pipa yang menghubungkan dari


peralatan satu dengan peralatan lainnya. Pipa berfungsi sebagai alat
penyaluran/mengalirkan cairan atau gas. Pipa dibuat dari bermacam-macam
jenis bahan misalkan dari baja, karet, PVC dan lain lain bergantung
biasanya jenis baja dengan panduan carbon.

10.

Instrumentasi adalah suatu alat kontrol yang digunakan di dalam proses


pengolahan minyak agar proses dapat terkendali dan aman sehingga apa yang
diharapkan dalam proses pengolahan dapat tercapai.

11.

Jet Ejektor adalah suatu alat untuk membuat kevakuman yang tinggi
didalam HVU(High Vaccum Unit).
Ada 2 macam ejektor yang umum dioperasikan:
1. Dengan Steam (uap).
2. Dengan Air yang disebut proses cair Ejektor cair yang dipakai untuk
membuat kevakuman yang sedang atau proses pencampuran cairan,
sedangkan ejektor dengan steam yang penting untuk membuat dan
mempertahankan kevakuman suatu system dan dapat dilaksanakan
dengan single atau multiejektor.
3.3.4 Treatment dan Proses Destilasi Vakum
a.

Treatment Destilasi Vakum


Proses destillasi dengan tekanan dibawah tekanan atmosfer, bertujuan untuk

mengambil minyak midle destillate yang tidak terambil diproses CDU, dengan
cara menarik ( vacum ) produk tersebut dari long residue, sebenarnya minyak
midle destillate tersebut mungkin dapat dipisahkan dengan menaikkan suhu inlet
kolom pada proses destillasi atmosfer.
Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa minyak bumi bila dipanaskan
pada suhu 370 derajat Celcius minyak bumi akan mengalami cracking, patahan
yang terjadi dapat membentuk senyawa hydrocarbon tidak jenuh berupa olefin,

14

dimana senyawa ini dalam produk minyak bumi tidak dikehendaki karena
sifatnya yang tidak stabil. Untuk menyiasati supaya suhu tidak tinggi maka
tekanan prosesnya yang dibuat rendah sehingga tujuan menguapkan minyak
midle destillate dapat diuapkan pada temperatur kurang dari 370 derajat celcius (
345oC ).
b. Proses Destilasi Vakum
Long Residue hasil dari proses destilasi atmosfer dipanaskan pada preheater
dan dapur sampai temperatur 345OC, kamudian dimasukkan dalam kolom
destilasi vacum yang tekanannya 13 mmH 2O. Dalam kolom ini terdapat traytray seperti halnya di kolom destilasi atmosferik. Untuk memperluas kontak uap
dan cairan biasanya kolomnya dibuat lebih lebar. Untuk mendapatkan tekanan
dibawah atmosfer digunakan peralatan yang disebut ejektor dan kondensor.
Dari kolom ini akan keluar produk masing-masing :

Top kolom berupa produk Light Vacum Sloop ( LVS ), produk ini
merupakan produk yang jelek, yang biasa nya di tampung sebagai
minyak sloop.

Dibawah Light Vacum Sloop ( LVS ) adalah produk Light Vacum Gas
Oil ( LVGO ), digunakan untuk komponen blending solar.

Selanjutnya produk Parafine Oil Destillate ( POD ), produk ini adalah


bahan baku bagi proses pembuatan lilin atau Wax di unit proses Wax
Plant. Produk ini merupakan produk yang khusus, jadi tidak semua
HVU mempunyai produk ini.

Produk selanjutnya adalah produk Hight Vacum Gas Oil ( HVGO ).


Produk ini digunakan untuk bahan baku proses cracking ( Hydro
Cracking Unit / HCU ). Produk POD bila tidak di olah di wax plant di
gabungkan dengan produk HVGO untuk umpan di HCU.

Produk bottom kolom HVU berupa Short Residue yang digunakan untuk
Fuel Oil di dapur atau digunakan untuk asphal jalan. Produk-produk tersebut
keluar dari kolom kemudian diambil panasnya di preheater atau heat exchanger
dan didinginkan dengan fin fan dan selanjutnya di kirim ke tanki produksi atau
ke proses selanjutnya.

15

3.3.5 Aplikasi Destilasi Vakum


a. Dalam Skala Laboratorium
Skala laboratorium penyulingan vakum adalah ketika cairan untuk disuling
memiliki titik didih atmosfer tinggi atau perubahan kimia pada suhu mendekati
titik didih atmosfer mereka. Suhu bahan sensitif (seperti beta karoten) juga
memerlukan destilasi vakum untuk menghapus pelarut dari campuran tanpa
merusak produk. Alasan lain penyulingan vakum digunakan adalah bahwa
dibandingkan dengan penyulingan uap ada tingkat yang lebih rendah residu
yang dihasilkan. Hal ini penting dalam aplikasi komersial dimana transfer suhu
diproduksi menggunakan penukar panas.

Gambar 3.6 alat destilasi vakum skala laboratorium


b. Dalam Skala Industri
Vakum skala industri penyulingan memiliki beberapa keunggulan. Tutup
mendidih campuran mungkin memerlukan banyak tahap kesetimbangan untuk

16

memisahkan komponen-komponen. Satu alat untuk mengurangi jumlah


tahapan yang diperlukan adalah dengan memanfaatkan penyulingan vakum.
Vacuum kolom destilasi biasanya digunakan dalam penyulingan minyak telah
diameter berkisar sampai sekitar 14 meter (46 kaki), tinggi badan berkisar
sampai sekitar 50 meter (164 kaki), dan harga berkisar sampai sekitar 25.400
meter kubik per hari (160.000 barel per hari).
3.4 Destilasi Fraksi
Destilasi Fraksi disebut juga Destilasi Fraksionasi atau Destilasi
Bertingkat. Destilasi ini prinsipnya sama dengan destilasi sederhana, yang
berbeda hanya destilasi bertingkat ini memiliki rangkaian alat kondensor yang
lebih baik, sehingga mampu memisahkan dua komponen yang memiliki
perbedaan titik didih yang berdekatan. Untuk memisahkan dua jenis cairan
yang sama mudah menguap dapat dilakukan dengan destilasi bertingkat.
Destilasi bertingkat adalah suatu proses destilasi berulang. Proses berulang ini
terjadi pada kolom fraksional. Kolom fraksional terdiri atas beberapa plat
dimana pada setiap plat terjadi pengembunan. Uap yang naik plat yang lebih
tinggi lebih banyak mengandung cairan yang lebih atsiri (mudah menguap)
sedangkan cairan yang yang kurang atsiri lebih banyak kondensat. Gambar
destilasi bertingkat dapat dilihat pada gambar 3.6.

17

Gambar 3.7 Destilasi fraksi


Destilasi sederhana yang dilakukan hanya sekali biasanya tidak akan
dapat memisahkan dua cairan secara sempurna. Cairan yang berasal dari uap
terkondensasi (destilat) akan mengandung komponen dengan titik didih lebih
rendah dengan proporsi yang lebih besar, akan tetapi masih mengandung
komponen yang memiliki titik didih lebih tinggi di dalamnya.
Jika destilat ini kita destilasi sekali lagi, maka komponen dengan titik
didih rendah akan makin banyak pada destilatnya. Demikian seterusmnya,
hingga kita bisa mendapatkan destilat yang hampir 100% mengandung
komponen dengan titik didih lebih rendah. Diagram fasa berikut ini
menyatakan perubahan komposisi dari multipel destilasi ini.

18

Gambar 3.8 Diagram fasa perubahan komposisi dari multipel destilasi fraksi
Melakukan multipel destilasi memerlukan banyak waktu dan kita akan
kehilangan banyak sampel karena cairan yang tertinggal di dalam labu. Untuk
itu kita dapat menggunakan alat yang disebut dengan kolom fraksi yang
berfungsi untuk meningkatkan efek multipel destilasi ini. Prosesnya disebut
sebagai destilasi fraksi. Fungsi kolom fraksi ditunjukkan pada diagram di
bawah ini,
Saat uap mencapai kolom, uap tersebut akan mengalami kondensasi dan
membentuk cairan. Cairan tersebut memiliki komposisi sama dengan uap
darimana dia berasal dan diperkaya dengan cairan dengan titik didih rendah.
Cairan terkondensasi tersebut akan ditahan pada kolom dan menetes secara
pelahan-lahan.
Uap campuran akan terus terbentuk dan bergerak ke arah bagian atas
kolom. Ketika uap tersebut bertemu dengan tetesan cairan, maka uap akan
terkondensasi dan mentransfer energi panasnya pada cairan. Energi panas ini
dapat menyebabkan tetesan cairan mendidih, membentuk uap baru.
Uap yang baru terbentuk ini akan makin banyak pada cairan bertitik didih
rendah dibanding uap pada bagian awal. Uap baru ini akan bergerak ke atas
dan berkondensasi lagi. Proses ini berulang sehingga uap/cairan mengalir pada
kolom fraksi. Uap cairan yang keluar pada bagian atas kolom sebagain besar
mengandung cairan dengan titik didih rendah, kadang-kadang sampai 100%,
tergantung panjang kolom. Uap ini berkondensasi dan ditampung.

19

Gambar 3.9 destilasi fraksi


3.5 Destilasi Azeotrop
Memisahkan campuran azeotrop (campuran dua atau lebih komponen
yang sulit di pisahkan), biasanya dalam prosesnya digunakan senyawa lain
yang dapat memecah ikatan azeotrop tersebut atau dengan menggunakan
tekanan tinggi. Destilasi Azeotrop dapat dilihat pada gambar 3.9.

Gambar 3.10 destilasi azeotrop

CARA PENETAPAN MINYAK ATSIRI


DENGAN DESTILASI
Minyak atsiri merupakan minyak yang dihasilkan oleh sel tanaman atau
jaringan tertentu dari tanaman secara terus menerus sehingga dapat memberi ciri
tersendiri yang berbeda-beda antara tanaman satu dengan tanaman lainnya.
Minyak ini bukan merupakan senyawa tunggal, tetapi tersusun oleh gabungan dari
berbagai senyawa pencetus bau lainnya yang jenis, sifat dan khasiatnya berbeda.

20

Minyak atsiri disebut juga minyak essensial, istilah essential dipakai karena
minyak atsiri mewakili bau dari tanaman asalnya.
Cara penetapan minyak atsiri dengan destilasi dapat dilakukan dengan
menggunakan metode destilasi Stahl atau destilasi uap. Pada destilasi uap, suatu
larutan tak dapat bercampur homogen, yang salah satu komponennya adalah air,
akan di destilasi pada suatu temperatur yang lebih rendah dari titik didih
komponen masing-masing yang terkandung dalam campuran. Inilah sebabnya
total uap air (Ptot) dari suatu larutan tak dapat bercampur adalah penjumlahan
tekanan uap dari individu/ komponen masing-masing dalam keadaan murni. Ptot
tekanan udara masing-masing komponen akan sama dengan tekanan atmosfer
adalah ketika campuran mendidih. Karena pada saat itu, kotoran minyak
berbentuk cairan dimungkinkan telah terdekomposisi atau terpisah ketika
dilakukan pemanasan pada temperatur tinggi.
Destilasi dengan uap adalah suatu teknik yang menguntungkan untuk
memisahkan komponen-komponen di dalam minyak kotor yang tidak dapat
bercampur satu sama lain yaitu dengan menggunakan air yang mendidih di bawah
100 C. Destilasi meliputi proses penguapan zat cair dan kondensasi dari uap
kembali ke fasa cair. Penguapan zat cair sebanding dengan tekanan uapnya dan
berbanding terbalik terhadap titik didih cairannya.
Destilasi minyak atsiri dilakukan dengan cara menampung bahan baku
yang berasal dari tanaman, seperti daun, kulit kayu, biji, dan akar, ke alat destilasi
di atas air. Ketika air dipanaskan, uap air akan melewati bahan baku tersebut dan
ikut menguapkan minyak atsiri. Uap minyak atsiri akan mengalami kondensasi
kembali menjadi cairan dan ditampung di alat penampung.
Simplisia yang akan ditetapkan kadar minyak atsirinya disiapkan.
Simplisia dipotong-potong hingga derajat halus tertentu. Hal ini dilakukan untuk
memperluas luas permukaan kontak antara pelarut dengan minyak atsiri yang
terkandung di dalam simplisia dan dapat diisolasi dengan lebih mudah. Simplisia
ditimbang dan kemudian, simplisia tersebut dimasukkan ke dalam labu stahl dan
dicampur dengan sejumlah volume tertentu aquades hingga seluruh simplisia
dalam labu terendam atau kira-kira sepertiga dari tinggi labu. Batu didih juga
dimasukkan ke dalam labu.

21

Batu didih adalah benda yang kecil, bentuknya tidak rata, dan berpori,
yang biasanya dimasukkan ke dalam cairan yang sedang dipanaskan. Biasanya,
batu didih terbuat dari bahan silika, kalsium karbonat, porselen, maupun karbon.
Batu didih sederhana bisa dibuat dari pecahan-pecahan kaca, keramik, maupun
batu kapur, selama bahan-bahan itu tidak bisa larut dalam cairan yang dipanaskan.
Fungsi penambahan batu didih ada 2, yaitu:
1. Untuk meratakan panas sehingga panas menjadi homogen pada seluruh
bagian larutan.
2. Untuk menghindari titik lewat didih.
Pori-pori dalam batu didih akan membantu penangkapan udara pada
larutan dan melepaskannya ke permukaan larutan (ini akan menyebabkan
timbulnya gelembung-gelembung kecil pada batu didih). Tanpa batu didih, maka
larutan yang dipanaskan akan menjadi superheated pada bagian tertentu, lalu tibatiba akan mengeluarkan uap panas yang bisa menimbulkan letupan/ledakan
(bumping). Batu didih tidak boleh dimasukkan pada saat larutan akan mencapai
titik didihnya. Jika batu didih dimasukkan pada larutan yang sudah hampir
mendidih, maka akan terbentuk uap panas dalam jumlah yang besar secara tibatiba. Hal ini bisa menyebabkan ledakan ataupun kebakaran. Jadi, batu didih harus
dimasukkan ke dalam cairan sebelum cairan itu mulai dipanaskan. Jika batu didih
akan dimasukkan di tengah-tengah pemanasan (mungkin karena lupa), maka suhu
cairan harus diturunkan terlebih dahulu.
Ketika dua atau lebih cairan tak dapat dicampur, dipanaskan, maka
tekanan uap total akan sama dengan jumlah tekanan uap masing-masing
komponen. Pada eksperimen ini produk awal destilasi dengan uap akan
memisahkan minyak dan air.
Tekanan uap cairan akan naik sampai tekanan uap sama dengan tekanan
atmosfer cairan. Jika Patm=Puap, maka cairan akan mendidih. Titik didih larutan
berair yang mengandung dua atau lebih komponen yang bercampur juga akan
terjadi jika P atm=Puap, tetapi Puap merupakan jumlah tekanan uap semua
komponen dalam larutan (tekanan uap parsial ).
Puap = P1 + P2 + P3 +....+ Pn

22

Tekanan uap partial (Pn) bergantung pada fraksi mol (Xn) komponen
dalam larutan yang mengikuti hukum Roult yang menyatakan hubungan antara
tekanan tekanan uap dengan komposisi larutan pada suhu yang diberikan.
Puap = P1 + P2 + P3 +....+ Pn
Dengan Pn = Pn

Xn Pn

= tekanan uap murni

Xn = fraksi mol komponen uap


Alat stahl dipasang kemudian buret diisi dengan aquades hingga penuh.
Destilasi dilakukan dengan mantle heater. Destilasi dilakukan selama 2 jam
dengan alat pemanas dan diatur pemanasannya hingga destilasi berjalan lambat
namun tetap teratur agar minyak atsiri dapat tertarik sempurna. Pemanasan akan
membuat air dalam labu menguap melewati bahan baku tersebut dan ikut
menguapkan minyak atsiri Setelah proses destilasi selesai, pemanas dimatikan dan
dibiarkan dingin agar minyak atsiri dan akuades terpisah sempurna. Volume
minyak atsiri yang didapat dari hasil destilasi adalah 1 ml.
Senyawa yang dipisahkan dengan destilasi uap harus tidak larut dalam air.
Minyak atsiri merupakan senyawa non polar sedangkan air adalah senyawa polar.
Tekanan uap parsial tidak tergantung pada pada komposisi mereka dalam
campuran, Pn = Ptotal. Ptotal campuran berair merupakan jumlah tekanan uap
komponen yang bercampur tersebut.
P total = Po H2o + Po organik
Dengan demikian tekanan uap campuran selalu lebih besar dari dari pada
tekanan uap yang diberikan oleh masing-masing komponen dalam campuran. Hal
ini mengakibatkan titik didih campuran harus lebih rendah dari titik didih setiap
senyawa dalam campuran.
Secara kimia umumnya minyak atsiri terdiri atas komponen-komponen
terpenoid, umumnya monoterpen dan seskuiterpen sebagai penyusun utama. Sifatsifat minyak atsiri yaitu memiliki bau khas, umumnya bau ini mewakili bau
tanaman asalnya, memiliki rasa getir, berasa tajam, dan menggigit, bersifat tidak
bisa disabunkan dengan alkali, dapat bercampur dengan air, dan sangat mudah
larut dalam pelarut organik.
Volume minyak atsiri yang didapat dicatat dan dihitung kadarnya. Kadar
minyak atsiri dihitung dengan menggunakan rumus:

23

Volume minyak atsiri (%) = x 100%


Uap air yang diberikan pada minyak atsiri akan meningkatkan tekanan uap
campurannya sehingga proses pendidihan mudah tercapai karena Pa + P

H2o

1atm juga mudah tercapai.


Pada proses ini air yang dididihkan pada generator uap akan menguap dan
memiliki tekanan uap yang besar, uap air tersebut disalurkan ke dalam labu leher
tiga yang telah berisi minyak atsiri. Karena adanya tekanan uap air tersebut maka
senyawa/komponen yang terlarutkan oleh uap air akan berikatan dengan uap air
dan ikut terkondensasi.

RANGKUMAN
Destilasi pertama kali ditemukan oleh kimiawan Yunani sekitar abad
pertama masehi yang akhirnya perkembangannya dipicu terutama oleh tingginya
permintaan akan spritus. Penggunaan proses destilasi oleh para ahli kimia untuk
memurnikan suatu zat merupakan revolusi dalam ilmu kimia. Mereka telah
mampu memperoleh berbagai macam zat kimia dalam keadaan murni (Nahadi,
dkk., 2011).
Destilasi merupakan proses pemisahan campuran cair dengan didasarkan
pada perbedaan volatilitas (kemudahan menguap) komponen campuran tersebut,

24

sehingga senyawa yang ringan (komponen dengan volatilitas yang lebih tinggi)
terkonsentrasi di fasa uap dan yang berat di fase cair (Meireles, 2009).
Macam macam Destilasi antara lain :
1. Destilasi sederhana adalah teknik pemisahan kimia untuk memisahkan dua
atau lebih komponen yang memiliki perbedaan titik didih yang jauh.
2. Destilasi uap adalah proses destilasi campuran air dengan senyawa yang
tidak larut dalam air yang sensitif terhadap suhu.
3. Destilasi Vakum yaitu memisahkan dua kompenen yang titik didihnya
sangat tinggi, motode yang digunakan adalah dengan menurunkan tekanan
permukaan lebih rendah dari 1 atm.
4. Destilasi Fraksi digunakan untuk memisahkan dua jenis cairan yang
mudah menguap. Destilasi ini disebut juga destilasi bertingkat.
Minyak atsiri merupakan minyak yang dihasilkan oleh sel tanaman atau
jaringan tertentu dari tanaman secara terus menerus sehingga dapat memberi ciri
tersendiri yang berbeda-beda antara tanaman satu dengan tanaman lainnya. Cara
penetapan minyak atsiri dengan destilasi dapat dilakukan dengan menggunakan
metode destilasi Stahl atau destilasi uap.

LATIHAN SOAL
A. ESSAY
1. Apa itu proses destilasi?
2. Apa prinsip umum dari destilasi?
3. Mengapa tingkat destilasi harus dijaga konstan?
4. Bagaimana prinsip kerja dari destilasi sederhana?
5. Apa perbedaan destilasi uap basah dan destilasi uap kering?

25

6. Apa yang dimaksud destilasi vakum?


7. Apa persamaan antara destilasi sederhana dan destilasi bertingkat?
8. Apa yang dimaksud dengan campuran azeotrop? Jelaskan!
9. Jelaskan mengenai kolom destilasi!
10. Fraksi seperti apakah yang dapat dipisahkan oleh destilasi vakum?
B. PILIHAN GANDA
1. Berikut komponen campuran yang dapat dilakukan proses pemisahan
secara destilasi, kecuali..
a. Mempunyai perbedaan titik didih yang cukup
b. Campuran yang penguapannya rendah dan kemurniannya sama
c. Mempunyai sifat penguapan yang relatif tinggi
d. Tidak membentuk campuran azeotrop
e. Campuran yang penguapannya rendah atau titik didih masingmasing komponen murninya hampir sama
2. Apa variabel tunggal yang paling penting yang memberikan kontribusi
untuk destilasi efektif?
a. Volume sample
b. Suhu
c. Kelarutan suatu zat
d. Tingkat destilasi
e. Titik didih suatu zat
3. Salah satu varian dari destilasi uap adalah?
a. Destilasi uap kering
b. Destilasi uap panas
c. Panas basah
d. Destilasi bertingkat
e. Destilasi azeotrop
4. Salah satu minyak atsiri yang dapat dipisahkan dengan metode
destilasi uap adalah?
a. Orthosiphon stamineus
b. Cinchonae succiru

26

c. Cordia verbenacea
d. Piperis betle
e. Syzigium foliantum
5. Berikut komponen senyawa inert yang dapat ditambahkan pada proses
destilasi uap, kecuali..
a. Neon
b. Nitrogen
c. Flue
d. Karbondioksida
e. Sulfur
6. Teknik destilasi yang dapat digunakan jika suhu bahan sensitif (seperti
beta karoten) dan berfungsi untuk menghapus pelarut dari campuran
tanpa merusak produk adalah ...
a. Destilasi uap
b. Destilasi Fraksi
c. Destilasi Vakum
d. Destilasi sederhana
e. Destilasi uap kering
7. Destilasi yang memiliki kesamaan prinsip dengan destilasi sederhana
adalah...
a. Destilasi uap
b. Destilasi Fraksi
c. Destilasi Vakum
d. Destilasi uap basah
e. Destilasi uap kering
8. Destilasi bertingkat adalah suatu proses destilasi berulang. Dimanakah
proses berulang ini terjadi?
a. kolom fraksional
b. kolom destilasi
c. plat
d. di dalam labu
e. pada kapiler

27

9. Destilasi pertama kali ditemukan oleh kimiawan Yunani sekitar abad


pertama masehi yang akhirnya perkembangannya dipicu terutama oleh
tingginya permintaan akan...
a. Alkohol
b. Parfum
c. Spirtus
d. Methyl salisilat
e. Metanol
10. Alat yang berfungsi untuk mengembunkan uap yaitu mengubah fase
uap menjadi fase cair, dan umumnya yang dipakai sebagai pendingin
adalah air, disebut...
a. Heat Exchanger
b. Furnace
c. Separator
d. Cooler
e. Condensor

JAWABAN LATIHAN SOAL


A. JAWABAN ESSAY
1. Destilasi merupakan proses pemisahan campuran cair dengan
didasarkan

pada

perbedaan

volatilitas

(kemudahan

menguap)

komponen campuran tersebut

28

2. Destilasi merupakan proses pemisahan campuran cair dengan


didasarkan

pada

perbedaan

volatilitas

(kemudahan

menguap)

komponen campuran tersebut


3. Untuk mendapatkan efisiensi maksimum dalam destilasi
4. Prinsip dari metode ini adalah berdasarkan pemanasan zat cair dalam
labu didih untuk memulai mendidih dan menguap dengan sumber
panas (pemanas listrik, kompor gas alam, kompor minyak, piring surya
atau jenis lain dari sumber panas), kemudian uap air akan pergi ke arah
unit kondensasi yang kemudian akan didinginkan oleh air pendingin
yang terpisah. Dengan demikian, uap air akan kehilangan sebagian
panas laten dan itu akan berubah dari keadaan gas (uap) ke keadaan
cair (air suling murni). Tetesan air akan bergabung satu sama lain dan
bergerak menuju labu pengumpul
5. Pada destilasi uap basah, bahan baku kontak langsung dengan air
mendidih. Sedangkan pada destilasi uap kering, uap dialiri diluar still
dan tidak menyentuh air.
6. Destilasi vakum secara umum yaitu memisahkan dua kompenen yang
titik didihnya sangat tinggi, motode yang digunakan adalah dengan
menurunkan tekanan permukaan lebih rendah dari 1 atm, sehingga titik
didihnya juga menjadi rendah, dalam prosesnya suhu yang digunakan
untuk mendestilasinya tidak perlu terlalu tinggi.
7. Keduanya memiliki prinsip yag sama yaitu destilasi campuran air
dengan senyawa yang tidak larut dalam air dan sensitif terhadap suhu.
8. Campuran azeotrop adalah campuran dua atau lebih komponen yang
sulit di pisahkan, biasanya dalam prosesnya digunakan senyawa lain
yang

dapat

memecah

ikatan

azeotrop

tersebut

atau

dengan

menggunakan tekanan tinggi.


9. Kolom destilasi merupakan alat yang paling vital karea proses destilasi
terjadi pada alat ini. Kolom destilasi biasanya berbentuk silinder yang
terbuat dari bahan baja dimana di dalamnya dilengkapai alat kontak
(tray) yang berfungsi untuk memisahkan komponen campuran larutan.
Di dalam kolom tersebut dilengkapi dengan sambungan untuk saluran

29

umpan, hasil samping reflux, reboiler, produk dan produk bottom dan
steam stripping.
10. Fraksifraksi yang tidak dapat dipisahkan dengan destilasi atmosferik
seperti gas oil berat, parafine destilate atau vakum destilate yang masih
terkandung didalam long residu dari hasil destilasi atmosferik.
B. JAWABAN PILIHAN GANDA
1. B
2. D
3. A
4. C
5. E
6. C
7. B
8. A
9. C
10. E

DAFTAR PUSTAKA
Ari, K., dan Hadi, W. 2008. Pembuatan Etanol Dari Sampah Pasar Melalui
Proses Hidrolisis Asam Dan Fermentasi Bakteri Zymomonas Mobilis.
Jurnal Teknik Lingkungan. Diakses 06-12-2015 pukul 21:22 WIB.

30

Atikan, Sri. 2011. http://atikan-jurnal.com/wpcontent/uploads/2011/05/02.hadi.ida.sri.atikan.jun.11.pdf. diakses pada


05-12-2015 pukul 20:33 WIB.
Khopkar, SM. 2002. Konsep Dasar Kimia Analitik. Jakarta : UI Press.
Meireles, M. Angela A. 2009. Extracting Bioactive Compounds for Food
Products: Theory and Applications. London : CRC press Taylor &
Francis Group. https://books.google.co.id/books?
id=hbHa32_IYLIC&pg=PA133&lpg=PA133&dq=traditional+destillation
+journal&source=bl&ots=dSYeMz8vXt&sig=hcpvBR1lbSohWhoP0M1
OA2HX7aw&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwi95dTb6sTJAhVYCY4KH
WfVBrkQ6AEIczAJ#v=onepage&q=destillation&f=false. Diakses pada
05-12-2015 21:10 WIB.
Saidur, R , Elcevvadi, E.T., Mekhilef, S., Safari, A., Mohammed, H.A. 2011.
An Overview Of Different Destillation Methods For Small Scale
Applications. Journal elsivier. http://repository.um.edu.my/17761/1/An
%20overview%20of%20different%20destillation%20methods%20for
%20small%20scale%20applications.pdf. Diakses 05-12-2015 pukul
20:16 WIB.
Sudaryanti, T dan Sugiharti, E. 1990. Budidaya dan Penyulingan Nilam.
Jakarta: Penebar Swadaya.
Vogel. 1990. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro.
Jakarta : PT Kalman Media.
Walangare, K. B. A. 2013. Rancang Alat Bangun Konversi Air Laut Menjadi
Air Minum dengan Proses Destilasi Sederhana Menggunakan Pemanas
Elektrik. Jurnal Teknik Elektro dan Komputer.
http://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/elekdankom/article/download/1786/
1404. Diakses 06-12-2015 pukul 21:00 WIB.
Wijaya H. M. Hembing .1992. Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia.
Jakarta: Erlangga.

31