Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang

Asam dan basa merupakan dua senyawa kimia yang sangat penting dalam
kehidupan sehari-hari.secara umum zat-zat yang berasa masa mengandung
asam,misalnya asam sitrat pada jeruk,asam cuka,dan asam semut pada semut.basa
umumnya mempunyai sifat yang licin dan terasa pahit ,misalnya sabun.
Dengan demikian Asam adalah suatu zat yang bila dilarutkan akan
menghasilkan ion hidronium(H+).Sedangkan basa adalah suatu senyawa yang di
dalam air(larutan)dapat menghasilkan ion(OH -).

B.

Landasan Teori

a.Reaksi ionisasi asam kuat.


Reaksi ionisasi asam kuat merupakan reaksi berkesudahan .secara umum,ionisasi
asam kuat dirumuskan sebagai berikut.
HA(aq)H+(aq) +A(aq)
[H+]=a.[HA]

[H+]=Valensi asam .M

atau

dengan

a=Valensi asam

M=konsentrasi asam
b.Reaksi ionisasi asam lemah.
Reaksi ionisasi asam lemah merupakan reaksi kesetimbangan.
Secara umum,ionisasi asam lemah valensi satu dapat di rumuskan sebagai
berikut.
HA(aq) H+(aq)+A-(aq)
Ka=[H+][A-]
[HA]
Makin kuat asam maka reaksi kesetimbangan asam makin condang ke
kanan,akibatnya Ka bertambah besar.oleh karena itu,harga Ka merupakan ukuran
kekuatan asam,makin besar Ka makin kuat asam.
Berdasarkan persamaan diatas,karena pada asam lemah [H+]=[A] ,maka
persamaan diatas dapat diubah menjadi:
Ka =[H0+]2
HA
[H+]=ka . [HA]

dengan Ka =tetapan ionisasi asam

Konsentrasi ion H+ Asam lemah juga dapat dihitung jika derajat ionisasinya
() diketahui.
[H+]=[HA].
C.Reaksi ionisasi basa kuat.

Basa kuat yaitu senyawa basa yang dalam larutannya terion seluruhnya
menjadi ion-ionnya.
Reaksi ionisasi basa kuat merupakan reaksi berkesudahan.
M(OH)X(aq)MX+(aq) + XoH-(aq)
[OH-]=b.[M(OH)X]
Dengan:

atau

[OH-] =valensi basa Mb

b=valensi basa
Mb=konsentrasi basa

d.Reaksi ionisasi basa lemah


Reaksi ionisasi basa lemah juga merupakan reaksi kesetimbangan.
Secara umum,ionisasi basa lemah valensi satu dapat dirumuskan sebagai
berikut.
M(OH)M+(aq) + OH-(aq)
Kb=[M+][OH-]
[ M(OH)]
Makin kuat basa maka reaksi kesetimbangan basa makin condong
kekanan,akibatnya Kb bertambah besar.oleh karena itu,harga Kb merupakan ukuran
kekuatan basa,makin besar Kb makin kuat basa.
Berdasarkan persamaan diatas,karena pada basa lemah[M +]=[OH],Maka
persamaan diatas dapat diubah menjadi:
Kb

= Kb=[M+][OH-]
[ M(OH)]
[OH-]2=Kb.[M(OH)
[OH-]=Kb. [ M(OH)]
Dengan k b=ketetepan ionisasi basa

Konsentrasi ion OH - basa lemah juga dapat di hitung jika derajat


ionisasinya ()diketahui.
[OH-]=[ M(OH)].
Derajat keasaman (PH)
Konsentrasi ion hidronium [H+]dalam suatu larutan encer umumnya sangat
rendah,tetapi sangat menentukan sifat-sifat dari larutan,terutama larutan dalam
air.Misalnya,kenaikan konsentrasi[H+] dalam asam lambung sebesar 0,01 M sudah
cukup membuat sakit perut .untuk menghindari penggunaan angka sangat
kecil,Sorensen(1868-1939)mengusulkan konsep PH(pangkat ion hidrogen)agar
memudahkan para kimiawan dalam mengukur dan mengikuti perubahan
konsentrasi ion H+ dalam suatu larutan.
Menurut Sorensen,Ph merupakan fungsi negativ logaritma dari konsentrasi ion
H dalam suatu larutan,dan dirumuskan sebagai berikut.
+

pH=-log [H +]
Dengan analog yang sama ,untuk menentukan harga konsentrasi OH - dalam
larutan dapat digunakan rumusan harga pOH.
pOH=-log[OH -]
Dalam kesetimbangan air terdapat tetepan kesetimbangan.
K w=[H+][OH-]
Jadi,dengan menggunakan konsep log=p, maka:
-log Kw=-log ([H+][OH-])
-log Kw=(-log[H+]) + (-log[OH-])
pKw=pH+Poh
Oleh karena pada suhu 25C harga K w=10-14, makadapat disimpulkaan pula
bahwa
Ph + pOH=14
1.PH ASAM KUAT
Untuk menghitung harga pH suatu larutan asam lebih dulu harus diketahui
konsentrasi ion.H+-nya maka kita dapat menghitung pH-nya dengan rumus:
pH=-log a.[HA]
2.PH ASAM LEMAH
Untuk menghitung pH asam lemah digunakan rumus:
pH=-logK a. . .[HA]
= Ka
[HA]
Keterangan:
:derajat ionisasi
Ka:tetapan ionisasi asam
[HA]:konsentrasi asam.
3.pH BASA KUAT
Untuk menghitung pH basa kuat digunakan rumus:
pOH=-log b.[M(OH)x] atau pOH=-log b.M b
4.pH BASA LEMAH
Untuk menghitung pH basa lemah di gunakan rumus:
pOH=-logK b.Mb
=Kb

Mb

TEORI ASAM BASA BRONSTEDLOWRY


Teori asam-basa Arrhenius menyatakan bahwa senyawa HCL.Bersifat asam
karena dalam larutannya menghasilkan ion H+ ,sedangkan NaOH bersifat basa
karena dalam larutannya melepaskan ion OH-.Teori asam-basa Arrhenius ini berlaku
jika dalam keadaan berikut.

Senyawa yang terlibat dalam reaksi harus dalam bentuk larutan.


Suatu senyawa dikatakan bersifat asam jika dalam larutannya
menghasilkan ion H+,sedangkan suatu senyawa dikatakan bersifat
basah jika dalam larutannya melepaskan ion OH -.

Tetapi dalam kenyataan dialam ternyata ada fakta yang tidak mematuhi
aturan Arrhenius tersebut antara lain:

Gas HCL dan NH3 dapat langsung bereaksi membentuk NH 4CL.


Larutan Na2CO3 jika dites dengan indicator menunjukkan sifat basa .

Menanggapi kekurangan teori asam-basa Arrhenius tersebut, pada tahun


1923,seorang ahli dari Denmark bernama Johanes N.Bronsted dan Thomas M.Lowry
dari inggris yang bekerja sendiri-sendiri,tetapi dalam waktu yang bersamaan
mengembangkan konsep asam-basa berdasarkan serah-terima proton(H +).konsep
asam-basa berdasarkan serah-terima proton ini dikenal dengan konsep asam-basa
Bronsted-Lowry.
Menurut konsep asam-basa Bronsted Lowry pengertian asam dan basa
adalah sebagai berikut.

Asam adalah gugus(spesi)yang cenderung member atau melepaskan


proton(donor proton)
Basa adalah gugus(spesi)yang cenderung menerima proton(akseptor proton).

TEORI ASAM BASA LEWIS


Lewis memperkenalkan teorinya tentang asam basa berkaitan dengan
serah-terima pasangan electron.Asam merupakan ion atau molekul yang
mampu menerima pasangan electron (akseptor pasangan
electron),sedangkan basa merupakan ion atau molekul yang dapat
memberikan pasangan electron(donor pasangan).konsep basa lewis ini
memperluas konsep asam basa Bronsted-Lowry,dalam kaitannya dengan
senyawa-senyawa yang tidak memiliki proton.

INDIKATOR ASAM BASA


Selain dengan cara perhitungan berdasarkan konsentrasi ion H + dan OHdalam larutan,penentuan harga pH dapat pula dilakukan dengan
menggunakan cara lain yaitu dengan pH meter dan indicator.pH meter
adalah alat pengukur pH dengan ketelitian yang sangat tinggi.
Sedangkan indikator adalah suatu zat,yang warnanya berbeda-beda
sesuai dengan konsentrasi ion-Hidrogen.indikator umumnya merupakan
suatu asam atau basa organik

lemah ,yang dipakai dalam larutan yang sangat encer.


Berikut adalah beberapa jenis indicator yang sering d gunakan
N
o.
1.
2.
3.
4.

Indikator

Trayek pH

Metil merah
Brom timol biru
Lakmus
Fenolftalein (pp)

4,4-6,2
6,0-7,6
6,0-8,0
8,0-10,0

5.
6.
7.

Alizarin kuning
Timolftalein
Phenol red

10,0-11,1
9,3-10,5
6,4-8,2

Perubahan
warna
Merah-kuning
Kuning-biru
Merah-biru
Tak berwarnamerah
Kuning-ungu
Bening-biru
Kuning-merah

KATA PENGANTAR

Segala
kesehata n

Puji
dan

bagi

Allah

yang

telah

memberikan

r a h m a t n y a , s ehingga kami dapat melakukan

sebuah praktikum Kimia dan menyelesaikan laporan praktikum ini.


Tak lupa,k a m i u c a p k a n t e r i m a k a s i h y a n g s e b e s a r b e s a r n y a k e p a d a p i h a k - p i h a k y a n g t e l a h membantu kami
dalam hal penyelesaian laporan ini, sehingga bisa menjadikan
laporan ini dapat digunakan dalam memenuhi tugas sekolah.

Di dalam praktikum tersebut kami menguji sifat larutan dengan


indikator.

Kesuksesan tidak akan datang tanpa adanya usaha.


Harapan kami laporan praktikum ini dapat di terima dengan
nilai yang bagus. Sebagai manusia biasa, penyusunan laporan
ini tidak luput dari kesalahan dan banyak kekurangan, kami
mengharapkan kritik dan saran untuk perbaikan. Terima kasih.

Bikeru, 07 Februari 2013

Kelompok 4

BAB II
METODOLOGI

Waktu : kamis,31 januari 2013


Tempat : Di Laboratorium Kimia
Topik : Menguji sifat larutan dengan indikator
Alat dan bahan :
Alat :
Tabung reaksi
Pipet
Rak tabung
Bahan :
Air jeruk nipis
Air cuka
Air gula
Air sumur
Air kapur
Air hujan
Air teh
Air sabun
Metil merah (MM)
Lakmus biru (LB)
Lakmus merah (LM)
Fenolftalein (PP)
Brom timol biru (BTB)
Cara kerja :
Isi semua tabung reaksi dengan larutan
Masukkan kertas lakmus merah .Amati perubahan yang terjadi.
Bersihkan tabung reaksi,kemudian isi kembali dengan larutan.

Masukkan kertas lakmus warna biru dalam larutan dan amati perubahan
warnanya.
Bersihkan kembali tabung reaksi kemudian isi kembali dengan larutan.
Setelah itu reaksi BTB sebanyak tiga tetes setiap larutan.
Kemudian tetesi MM sebanyak tiga tetes.
Dan terakhir tetesi PP sebanyak tiga tetes

BAB III
PEMBAHASAN
Hasil pengamatan :
N
o

Larutan

pH larutan dari tiap indikator


LB

LM

BTB

MM

PP

4,5
M
4,5

4,5
M
4,
5
B
8,
3
M
8,
3
B
8,
3
M
4,
5
M

8,3
B

8,3

K
6,
0
K
6,
0
B
7,
6
K
6,
0
B
7,
6
K
6,
0
K
6,
0
B
7,
6

M
4,
4
K
6,
2
K
6,
2
K
6,
2
K
6,
2
M
4,
4
M
4,
4
K
6,
2

B
9,
0
TB
8,
0
TB
8,
O
TB
8,
0
B
9,
0
B
9,
0
TW
9,
0
P
9,
0

1.

Air jeruk

2.

Teh

3.

Sabun

B
8,3

4.

Gula

B
8,3

5.

Air kapur

B
8,3

6.

Air cuka

M
4,5

7.

Air hujan

8.

Air sumur

8,3
B

8,3

Perkiraan pH
larutan
9,0pH4,5
Basa
6,2pH4,5
Asam
8,3pH8,0
Basa
8,3pH6,0
Basa
pH9,0
Basa kuat
9,0pH 4,4
Basa
9,0 pH 4,4
Basa
9,0Ph6,2
Basa kuat

Pertanyaan :
1. Kelompokkan zat cair / larutan yang diuji tersebut ke dalam
a. Larutan asam
b. Larutan netral
c. Larutan basa
2. Kelompokkan zat yang anda uji tersebut berdasarkan ketepatan
pemakaian indikator .
3. Jelaskan bagaimana memilih indikator yang tepat untuk menentukan
pH suatu larutan ?

4. Kesimpulan
JAWABAN :

1. - Larutan Asam
Air teh
- Larutan Netral
Tidak ada
- Larutan basa
Air gula , Air kapur , Air hujan , Air sumur , Air jeruk , Air cuka , Air
sabun
2. - Indikator yang tepat :
Air kapur , Air sumur
- Indikator yang tidak tepat
Air jeruk , Air teh , Air sabun , Air hujan , Air cuka , Air gula
3. -Apabila larutan diperkirakan bersifat asam maka trayek pH-nya
dibawah 7 , contohnya Metil Merah (4,4-6,2).
Apabila larutan diperkirakan bersifat basa maka trayek pH-nya diatas
7 contohnya , phenoltalein (8,0-10,0)
4. Kesimpulan :
Kita dapat memperkirakan pH suatu larutan dengan
menggunakan indicator pH , misalnya lakmus biru dan lakmus
merah .

DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR.ii
DAFTAR
ISI...iii
BAB I
PENDAHULUAN.
1
A. Latar Belakang
B. Landasan Teori
a. Reaksi ionisasi asam kuat dan asam lemah dan basa kuat
b. Reaksi ionisasi basa lemah dan derajat keasaman (pH)
2
c. Teori Asam Basa BronstedLowry..3
d. Teori Asam-Basa
Lewis..4
e. Indikator Asam Basa
BAB II
METODOLOGI5
-

Alat & Bahan


Cara Kerja

BAB III
PEMBAHASAN..6
-

Hasil Pengamatan
Pertanyaan dan Jawaban

BAB IV
PENUTUP.7
-

Kesimpulan
Saran

DAFTAR
PUSTAKA..8

BAB IV
PENUTUP

a. Kesimpulan
Kita dapat memperkirakan pH suatu larutan
dengan menggunakan indicator pH , misalnya
lakmus biru dan lakmus merah .
b. Saran
Dalam praktikum ini kita harus teliti agar tidak
kesalahan pada saat menguji larutan pH
dengan menggunakan indikator.

MENGUJI LARUTAN DENGAN INDIKATOR

D
I
S
U
S
U
N
OLEH:
KELOMPOK 4
A.NUR RAMADANIA ASIS
A.HENNI ARDIANTI
SAKRAWANDI

MUH.MUSAKKIR
YUSRIADI

XI IPA 1
SMAN 01 Sinjai Selatan
2012.2013// Semester Genap
DAFTAR PUSTAKA
Daris Taufik Hidayat, dk. Kimia untuk SMA dan MA Kelas XI.
Karanganyar: CV Gfraha Multi Grafika.
Michael Purba. 2000. Kimia 2000 2B SMU Kelas 2. Jakarta: Erlangga.
Utami,Budi,dkk. Kimia untuk SMA dan MA Kelas XI. Surakarta: CV
Haka MJ.