Anda di halaman 1dari 10

Strategi Perencanaan Agregat

Ketika membuat sebuah rencana agregat, manajer produksi harus menjawab beberapa pertanyaan:perlukah
perubahan permintaan selama perioda perencanaan? Perlukah perubahan diakomodasi dengan memvariasikan j
waktu dikaryakan, atau perlukah lembur dan waktu kosong menyerap fluktuasi? Perlukah para subkontraktor di
kestabilan tenaga kerja dapat terjaga? Perlukah harga atau faktor lain diubah untuk mempengaruhi permintaan?
akan berkaitan dengan strategi perencanaan agregat. Berikut adalah jenis-jenis strategi perencanaan agregat:

1. Srategi Murni
Strategi yang disusun dengan hanya memanipulasi salah satu variabel. Strategi inii terdiri dari dua golongan
berusaha untuk mengubah permintaan tetapi untuk menyerap fluktuasi dalam permintaan dan (2) pilihan permi
memuluskan perubahan pola permintaan selama perioda perencanaan Beberapa tipe strategi yang termasuk stra
1.1. Tipe Strategi Pilihan Kapasitas
Sebuah perusahaan dapat menentukan pilihan kapasitas dasar (produksi) berikut:

Mengubah tingkat persediaan. Para manajer dapat meningkatkan persediaan selama perioda permin
di masa datang. Jika strategi tersebut dipilih, maka biaya-biaya yang berkaitan dengan penyimpana
modal yang diinvestasikan akan meningkat. Biaya-biaya tersebut pada umumnya berkisar 15% hin
Pada sisi lain, ketika perusahaan memasuki masa di mana permintaan terus meningkat, maka kekur
yang hilang disebabkan lead-time yang lebih panjang dan pelayanan pelanggan yang lebih buruk.

Meragamkan ukuran tenaga kerja dengan cara mengkaryakan atau memberhentikan. Salah satu car
mengkaryakan atau memberhentikan para pekerja untuk menyesuaikan tingkat produksi. Bagaiman
dan rata-rata produktivitas menurun untuk sementara sehingga mereka menjadi terbiasa. Pemberhe
pekerja dan dapat mendorong ke arah produktivitas yang lebih rendah.

Meragamkan tingkat produksi melalui lembur atau waktu kosong. Terkadang tenaga kerja dapat dij
yang bermacam-macam, mengurangi banyaknya jam kerja ketika permintaan rendah dan menamba
begitu ketika permintaan sedang tinggi, terdapat keterbatasan seberapa banyak lembur yang dapat d
uang, dan terlalu banyak lembur dapat membuat titik produktivitas pekerja secara keseluruhan mer
overhead yang diperlukan untuk menjaga agar fasilitas dapat tetap berjalan. Pada sisi lain, pada saa
waktu kosong pekerjayang biasanya merupakan proses yang sulit.

Subkontrak. Sebuah perusahaan dapat memperoleh kapasitas sementara dengan melakukan subkon
Bagaimanapun, subkontrak, memiliki beberapa kekurangan. Pertama, mungkin mahal; kedua, mem
pesaing. Ketiga, seringkali susah mendapatkan pemasok subkontrak yang sempurna, yang selalu da

Penggunaan karyawan paruh waktu. Karyawan paruh waktu dapat mengisi kebutuhan tenaga kerja

1.2. Tipe Strategi Pilihan Permintaan


Dasar pemilihan permintaan adalah sebagai berikut:

Mempengaruhi permintaan. Ketika permintaan rendah, sebuah perusahaan dapat mencoba untuk m
kewiraniagaan, dan potongan harga. Contoh AC pendingin udara paling murah dijual pada waktu
promosi, penjualan, dan penetapan harga tidak selalu mampu menyeimbangkan permintaan dengan

Tunggakan pesanan selama perioda permintaan tinggi. Tunggakan pesanan adalah pesanan yang di
atau kebetulan) untuk dipenuhi pada saat itu. Jika pelanggan mau menunggu tanpa kehilangan kehe
pesanan adalah strategi mungkin untuk dijalankan. Banyak perusahaan melakukan tunggakan pesan
hilangnya penjualan.

Bauran produk yang counterseasonal. Suatu teknik penghalusan yang secara luas digunakan para m
produk yang terdiri dari barang counterseasonal. Contoh - perusahaan yang membuat keduanya: tu
pemotong rumput dan peniup salju. Bagaimanapun, perusahaan yang mengikuti pendekatan tersebu
di luar area keahlian mereka atau di luar target pasar mereka.

2. Strategi hibrid
Gabungan beberapa strategi murni dimana lebih dari satu variabel yang dimanipulasi. Pendek kata, strategi h
berbagai pilihan untuk mengembangkan sebuah rencana.Walaupun setiap pilihan dari lima pilihan kapasitas dan
perencanaan agregat yang efektif, beberapa kombinasi di antara pilihan kapasitas dan pilihan permintaan mungk

Banyak manufaktur berasumsi bahwa penggunaan pilihan permintaan telah diteliti benar oleh bagian pemasa
peramalan permintaan. Kemudian manajer produksi membuat rencana agregat berdasarkan pada peramalan itu.
kapasitas dalam otoritasnya, manajer produksi masih memiliki banyak kemungkinan rencana. Rencana tersebut
dan di sisi lainnya, sebuah strategi penjadwalan bertingkat. Tentu saja bisa berada di antara keduanya.

2.1. Strategi Perburuan


Sebuah strategi perburuan mencoba untuk mencapai tingkat output bagi setiap perioda yang memenuhi peramal
tersebut dapat terpenuhi dengan berbagai jalan. Contoh - manajer produksi dapat memvariasikan tingkat tenaga
atau dapat memvariasikan produksi dengan mengubah waktu lembur, waktu kosong, karyawan paruh waktu, ata

2.2. Strategi Bertingkat


Sebuah strategi bertingkat (atau penjadwalan bertingkat) adalah sebuah rencana agregat di mana produksi sehar
-Perusahaan seperti Toyota dan Nissan mempertahankan tingkat produksi pada tingkatan yang seragam dan mu
turun sebagai penyangga di antara produksi dan permintaan atau (2) menemukan pekerjaan alternatif bagi karya
stabil menuju ke produk yang lebih bermutu, lebih sedikit ketidakhadiran dan perputaran karyawan, dan karyaw
perusahaan. Penghematan lain mencakup karyawan yang lebih berpengalaman, pengawasan dan penjadwalan y
shutdowns yang dramatis. Penjadwalan bertingkat akan bekerja dengan baik ketika permintaan stabil.

Tabel - Pilihan Perencanaan Agregat: Keunggulan dan Kerug

PILIHAN

KEUNGGULAN

KERUGIAN

1) Mengubah
tingkat persediaan.

Mengubah
sumberdaya manusia
secara bertahap atau
tidak sama sekali;
tidak memerlukan
perubahan produksi.

Biaya menahan
persediaan dapat
meningkat.Kekurangan
persediaan dapat
menyebabkan kehilangan
penjualan.

Diterapkan
terutama untuk
produksi

2) Meragamkan
ukuran tenaga
kerja dengan
merekrut atau
memberhentikan
karyawan.

Menghindari biaya
alternatif lain.

Biaya perekrutan, PHK


dan pelatihan mungkin
berjumlah besar.

Digunakan di
saat jumlah
angkatan kerja
besar.

3) Meragamkan
tingkat produksi
melalui waktu
lembur atau waktu
kosong.

Menyesuaikan
fluktuasi musiman
tanpa biaya
perekrutan/pelatihan.

Upah lembur mahal;


karyawan lelah; mungkin
tidak dapat memenuhi
permintaan.

Memungkinkan
fleksibilitas
dalam rencana
agregat.

4)

Membolehkan
adanya fleksibilitas
dan memuluskan
output perusahaan.

Kehilangan pengendalian
mutu; mengurangi
keuntungan; kehilangan
bisnis di masa datang.

Diterapkan
terutama dalam
penentuan
produksi.

5) Menggunakan
karyawan paruh
waktu.

Lebih murah dan


lebih fleksibel
daripada karyawan
penuh waktu.

Biaya
pelatihan/perputaran
karyawan tinggi; sulit
membuat penjadwalan.

Baik untuk
pekerjaan bagi
tenaga kerja
tidak terampil
dengan jumlah
tenaga kerja
sementara yang
banyak.

6) Mempengaruh
i permintaan.

Mencoba untuk
menggunakan
kapasitas berlebih.
Potongan harga
menarik konsumen
baru.

Permintaan tidak pasti.


Sulit untuk menyesuaikan
permintaan pada
pasokan secara tepat.

Menciptakan ide
pemasaran.
Sering
digunakan
overbook dalam
beberapa jenis

Subkontrak.

BEBERAPA
KOMENTAR

PILIHAN

KEUNGGULAN

KERUGIAN

BEBERAPA
KOMENTAR

usaha.

7) Tunggakan
pesanan selama
perioda permintaan
tinggi.

Dapat menghindari
lembur. Menjaga
kapasitas tetap
konstan.

Pelanggan harus mau


menunggu, tetapi
kehendakbaik akan
hilang.

Banyak
perusahaan
melakukan
tunggakan
pesanan.

8) Bauran produk
counterseasonal.

Sumberdaya yang
dimanfaatkan secara
penuh; menjadikan
tenaga kerja stabil.

Mungkin membutuhkan
keahlian atau peralatan
di luar keahlian
perusahaan.

Sangat berisiko
untuk
menemukan
produk dengan
pola permintaan
yang
berlawanan.

B. Metode Perencanaan Agregat


Ada beberapa metoda yang biasa digunakan dalam perencanaan agregat antara lain :
1. Metoda Tabel dan Grafik ( Graphical and Charting methods ).
Metoda ini populer karena mudah dimengerti dan gampang penggunaannya sehingga mudah dilaksanakan oleh
Error tetapi metoda ini belum menjamin diperoleh perencanaan produksi yang optimal. Ada 6 tahapan yang har

Menentukan tingkat permintaan pada setiap periode.

Menentukan kapasitas, waktu normal, lembur, dan sub kontrak pada setiap periode.

Menentukan biaya tenaga kerja, biaya penambahan dan pengurangan tenaga kerja, biaya penyimpa

Menentukan kebijakan perusahaan terhadap tenaga kerja dan tingkat persediaan.

Mengembangkan rencana alternatif dan menguji total biayanya.

Pilih alternatif yang total biayanya terendah.

Contoh :
PT. Gemah Ripah dalam periode Januari-Juni memiliki prakiraan permintaan dan data-data produksi sbb :

Bulan

Prakiraan Permintaan

Jumlah Hari Kerja

Januari

900

22

Februari

700

18

Maret

800

21

April

1200

21

Mei

1500

22

Juni

1100

20

Jumlah

6200

124

Biaya tenaga kerja per orang / hari : Rp 20.000,00

Biaya penyimpanan persediaan per unit / bulan : Rp 1.000,00

Biaya sub kontrak : Rp 5.000,00 / unit

Biaya tambahan tenaga kerja : Rp 50.000,00 / orang

Biaya pengurangan tenaga kerja : Rp 100.000,00 / orang

Jam kerja : 8 jam / hari

Rata-rata waktu produksi : 1,6 jam / unit / orang

Persediaan awal : 0

Ada 3 alternatif strategi yang akan dipilih manajemen, yaitu :


1) Melakukan variasi tingkat persediaan.
Dengan cara mempertahankan rata-rata tingkat produksi yang tetap, kelebihan produksi disimpan untuk diguna
tidak ada lembur, penambahan/ pengurangan tenaga kerja atau sub kontrak dengan pihak lain.
2) Melakukan variasi jumlah tenaga kerja.
Dengan cara menambah/mengurangi jumlah tenaga kerja sesuai kebutuhan. Alternatif ini membatasi diri untuk

3) Mempertahankan jumlah tenaga kerja.


Mempertahankan jumlah tenaga kerja pada tingkat permintaan terendah dan memenuhi kebutuhan permintaan s
tidak ada lembur dan kerja paruh waktu (part time).
Pertanyaan : Tentukan alternatif strategi yang mesti dipilih oleh manajemen PT. Gemah Ripah tersebut !
Pembahasan:

Alternatif 1. Variasi tingkat persediaan


Produksi rata-rata / hari = 6200 / 124 = 50 unit/hari, 1 unit produk perlu waktu 1,6 jam, sedang jam kerja per ha
/ 1,6 = 5 unit/hari, sehingga untuk menghasilkan 50 unit/hari perlu tenaga kerja 50 / 5 = 10 orang.
Jumlah produksi yang dihasilkan dapat dihitung seperti tabel berikut :
Bulan

Prakiraan
permintaan

Jumlah hari
kerja

Jumlah
Produksi

Perubahan
persediaan

Jan

900

22

1100

200

Feb

700

18

900

200

Maret

800

21

1050

250

April

1200

21

1050

-150

Mei

1500

22

1100

-400

Juni

1100

20

1000

-100

Ak
pe

Jumlah

6200

124

6200

Biaya yang timbul :


a. Biaya Tenaga Kerja = 10 X 124 X Rp 20.000,00 = Rp 24.800.000,00
b. Biaya Persediaan = 1.850 X Rp 1.000,00 = Rp1.850.000,0
Jumlah = Rp 26.650.000,00

Alternatif 2. Variasi Jumlah Tenaga Kerja


Asumsinya pada awal periode jumlah tenaga kerja = 10 orang, sehingga jumlah tenaga kerja yang diperlukan pa
tenaga kerja = 22 X 8 X Rp 20.000,00 = Rp 3.520.000,00 dan seterusnya.
Perhitungan lengkap alternatif ini sebagai berikut :
Bulan

Prakiraan permintaan

Jumlah hari kerja

Kebutuhan TK

Biaya TK

Jan

900

22

3.520.000

Feb

700

18

2.880.000

Maret

800

21

3.360.000

April

1200

21

11

4.620.000

Mei

1500

22

14

6.160.000

Juni

1100

20

11

4.400.000

Jumlah

6200

124

60

26.400.000

Biaya yang timbul :


a. Biaya Tenaga Kerja = Rp 26.400.000,00
b. Biaya Tambahan TK
= 6 X Rp 50.000,00 = Rp300.000,00
c. Biaya Pengurangan TK = 5 X Rp 100.000,00 = Rp500.000,00
Jumlah = Rp 27.200.000,00

Alternatif 3. Strategi Sub Kontrak


Tenaga kerja ditetapkan sesuai permintaan terendah yaitu permintaan bulan Februari = 700, rata-rata produksi p
yang diperlukan = 39 / 5 = 7,8 orang = 8 orang. Jumlah tenaga kerja selama Januari-Juni dipertahankan tetap 8
Perhitungan lengkap strategi ini sebagai berikut :
Bulan

Prakiraan
permintaan

Jumlah hari
kerja

Jumlah
Produksi

Persediaan

Jumlah
SubKontrak

Jan

900

22

880

20

Feb

700

18

720

20

Maret

800

21

840

40

April

1200

21

840

360

Mei

1500

22

880

620

Juni

1100

20

800

300

Jumlah

6200

124

4960

60

1300

Jumlah produksi per bulan diperoleh dari perkalian antara jumlah hari kerja dengan jumlah tenaga kerja dengan
bulan Januari = 22 X 8 X 5 = 880 unit dan seterusnya. Kekurangan produksi 20 unit dipenuhi dengan Sub kontr
Biaya yang timbul :
a. Biaya Tenaga Kerja = 8 X 124 X Rp 20.000,00 = Rp 19.840.000,00
b. Biaya Persediaan = 60 X Rp 1.000,00 = Rp 60.000,00
c. Biaya Sub kontrak = 1300 X Rp 5.000,00 = Rp 6.500.000,00
Jumlah = Rp 26.400.000,00

Kesimpulan :
Manajemen sebaiknya memilih alternatif 3 yaitu Strategi Sub kontrak dengan menggunakan TK tetap sebanyak

2. Metoda Matematika.
Pendekatan Matematika dalam perencanaan agregat dapat menggunakan berbagai metoda antara lain : Metod
Kelebihan Metoda ini adalah dapat menghasilkan rencana yang optimal dalam meminimalkan biaya dan lebih f
C. Penjadwalan Jangka Pendek

Penjadwalan merupakan pengaturan waktu dalam kegiatan operasi yang mencakup kegiatan mengalokasika
pelaksanaan dalam kegiatan operasi. Kegiatan operasi dimulai dari perencanaan jangka panjang (long-term) me
kemudian dilakuakn perencanaan jangka menengah (intermediate-term) yang membuat keputusan yang menyan
kontraktor. Dari perencanaan jangka menengah atau biasa disebut perencanaan agregatedisusun Master skedul y
jadwal menyeluruh untuk produk yang akan dibuat. Master skedul menjabarkan kedalam rencana jangka pende
(work center) dan urut-urutan pekerjaan (job sequencing).
1. Jenis Penjadwalan
Teknik penjadwalan dapat digolongkan dalam 2 kategori, yaitu :

1) Forward Scheduling (penjadwalan maju).


Jadwal disusun berdasar dari operasi pertama sampai operasi terakhir untuk tanggal permulaan operasi yang dik
penyelesaian.

2) Backward Scheduling (penjadwalan mundur).


Jadwal dimulai dengan menetapkan tanggal penyelesaian dan bergerak kebelakang untuk menentukan tanggal p
2. Tujuan Penjadwalan
Meminimalkan waktu proses.
Meminimalkan waktu tunggu pelanggan / konsumen.
Meminimalkan tingkat persediaan.
Penggunaan yang efektif dan efisien atas fasilitas, personil dan peralatan.

3. Pembebanan ( Loading )
Merupakan pengalokasian pekerjaan pada pusat-pusat kerja (work centers) sehingga biaya proses dapat dim
pemenuhan waktu dapat dilakukan sebaik mungkin. Metoda yang biasa dipakai untuk membagi pekerjaan pada
(bagan Gantt) berasal dari Henry Gantt penemu tehnik ini. Bagan ini dapat menunjukkan beban kerja maupun w
personil dari pusat kerja yang bebannya longgar dapat membantu pusat kerja yang bebannya berlebihan.

4. Urutan Kerja (Sequencing Jobs)


Penjadwalan merupakan proses pentuan waktu mulai dan selesainya pekerjaan sedang pengurutan kerja men
Penentuan prioritas dalam urutan pekerjaan biasa disebut Priority Dispatch Rules dengan pedoman umum sebag

FCFS ( First Come First Served ). Pekerjaan yang datang lebih dulu diproses lebih dulu pul

SPT ( Shortest Processing Time ). Pekerjaan yang selesainya cepat diproses lebih dulu.

EDD ( Earliest Due Date ). Pekerjaan yang harus selesai paling awal diproses lebih dulu.

LPT ( Longest Processing Time ). Pekerjaan yang memrlukan waktu proses yang lama dan

D. Perencanaan Agregat Pada Perusahaan Jasa

Perencanaan Agregat perusahaan jasa prinsipnya hampir sama dengan perusahaan manufaktur yaitu menca
minimal dan keuntungan yang maksimal. Perencanaan Agregat perusahaan jasa lebih terbatas dibanding perusa
mengatur persediaan sebagai sumber kapasitas (jasa tidak memiliki persediaan).
Strategi perencanaan dalam perusahaan jasa lebih diarahkan pada pengendalian permintaan dan pengendalia
dengan cara :

advertising, kerja sama sub kontrak dan

pricing policy (pengaturan harga) sedang pengendalian tenaga kerja dilakukan dengan mengatur jumlah

Dalam beberapa hal scheduling perusahaan jasa berbeda dengan scheduling manufaktur, misalnya :

Titik berat skeduling perusahaan jasa pada pengaturan tenaga kerja (SDM) sedang perusahaan manufakt

Perusahaan Jasa tidak memiliki persediaan, sedang manufaktur mutlak perlu persediaan.

Perusahaan Jasa merupakan labor intensif dan permintaan tenaga kerjanya memiliki variabel yang tingg

Sistem layanan jasa mencoba membandingkan antara fluktuasi permintaan pelanggan dengan kemampuan y
Dalam usaha jasa masing-masing menerapkan skedul yang berbeda dalam melayani pelanggannya, misalnya :

Dokter dan kantor pengacara menggunakan sistem perjanjian (appoinment) dalam melayani pelanggan.

Kantor pos, bank, fast food restoran, menggunakan sistem datang pertama dilayani pertama (first come

Hotel, penerbangan, dan persewaan mobil menggunakan sistem reservasi dlam melayani pelanggannya.

Hal tersebut dapat diartikan sebagai usaha meminimalkan waktu tunggu pelanggan (waiting time) dan meng
pelanggan sehingga jasa yang tidak terisi (kosong) tidak berlebihan. (Hendra Poerwanto G)

Anda mungkin juga menyukai