Anda di halaman 1dari 11

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BUDAYA TIMUR TERKAIT

KESEHATAN

MAKALAH

Oleh
Kelompok 2
Mufreda Yuliani

NIM 142310101008

Niken Oktaviani

NIM 142310101059

Iftitahur Rohmah

NIM 142310101107

Nur Afif Abdullah

NIM 142310101136

NurdianahFajri R

NIM 152310101346

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS JEMBER
MARET, 2016

BAB 1. PEMBAHASAN
1.1 Pengertian
Kebudayaan timur adalah kebudayaan yang cara pembinaan kesadarannya
dengan cara melakukan berbagai macam pelatihan fisik dan mental. Pelatihan
fisik dapat dicontohkan dengan cara menjaga pola makan dan minum atau
pantangan-pantangan tentang konsumsi makanan yang dapat mempengaruhi
perkembangan dan pertumbuhan fisik. Sedangkan pelatihan mental dapat berupa
kegiatan yang biasanya dilakukan seperti beribadah. Hal adat yang masih
dipegang teguh yang paling dominan dari budaya timur adalah adat istiadat dan
momen kebersamaan.
Kepribadian yang dimiliki budaya timur sangat mencirikan perbedaaan dari
kepribadian yang dimiliki oleh budaya barat yang meliputi:

Hospitality, bangsa timur memiliki sifat yang ramah dan sopan serta mudah
bersosialisasi dengan bangsa lainnya. Sikap peduli terhadap lingkungan sekitar

membuat bangsa timur mudah bergaul.


Hardworking, merupakan sifat yang tidak bisa dianggap remeh. Bangsa timur
dikenal dengan orang-orangnya yang tidak mudah menyerah, rajin dan
bersungguh sungguh saat menemukan sesuatu apalagi yang berhubungan

dengan pekerjaan.
Religius & Well-cultured, Bangsa timur juga terkenal karena keragaman ras
dan kebudayaan. Tidak hanya menang kuantitas, hal utama yang menjadi
pedoman hidup bangsa timur adalah tradisi dan agama. Karena keterikatan
dengan adat dan budaya menjadikan pembatas individu-individu bangsa timur

untuk mencapai potensi maksimalnya.


Respect for Elders, Bangsa timur dikenal dengan kesopanannya dan
menjunjung tinggi norma kesopanan. Adat yang berlaku di lingkungan bangsa

timur sangat berpengaruh terhadap kesopanan orang-orangnya.


Diligent, bangsa timur dikenal pekerja keras dan rajin ini menyebabkan bangsa
timur cerdas dan pantang menyerah.

Attached to Norms, bangsa timur dikenal menjunjung tinggi norma-norma.


Bangsa timur cenderung judgemental menyangkut hal-hal yang bertentangan

dengan norma.
Strong family Ties, Kebanyakan orang-orang bangsa timur sangat bergantung
pada

keluarganya.

Keluarga

menjadi

factor

utama

dalam

hal

mempertimbangkan banyak hal seperti urusan jodoh dan karir.


1.2 Faktor yang Mempengaruhi
1.2.1 Teknologi
Kemajuan teknologi sangat dibutuhkan akan tetapi jika masyarakat tidak
mampu memfilter dengan baik maka dapat menimbulkan dampak negatif,
misalkan kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di
kalangan remaja dan pelajar yang dapat menyebabkan miskin dalam rohani.
Dengan kepribadian yang dimiliki masyarakat timur terkait dengan intelegent dan
hardworking membuat masyarakat antusias menyikapi perkembangan teknologi
saat ini contohnya di bidang kesehatan, saat ini banyak sekali orang yang
berlomba-lomba mengembangkan teknologi terbaru untuk memberikan perubahan
dalam memberikan pelayanan kesehatan dan meningkatkan derajat kesehatan.
Salah satu teknologi terbaru yaitu adanya robot chec up untuk kesehatan, palster
anti diabetes yang fungsinya untuk menyembuhkan dan mengurangi angka
diabetis, alat operasi tambal pada katup jantung yang berfungsi meningkatkan
kualitas hidup pasien dengan penderita katup jantung.

1.2.2

Agama dan falsafah hidup


Agama mempengaruhi sistem kepercayaan serta praktik kehidupan.

Menurut mereka, orang disebut sakit jika seseorang tidak mampu lagi untuk
mempertahankan keseimbangan dalam tubuhnya baik yang disebabkan oleh faktor
internal maupun eksternal. Salah satu pengobatan timur yang merupakan
pengobatan alternatif yang sampai saat ini masih dipercaya oleh masyarakat yaitu
terapi bekam. Pengobatan ini dipercaya masyarakat sebagai terapi untuk
mengeluarkan darah kotor dari tubuh. Pandangan orang timur terhadap
pengobatan alternatif yang berkaitan dengan agama masih sangat kuat di
masyarakat

1.2.3

Sosial dan keterkaitan dengan keluarga


Pada budaya timur seperti di Indonesia, peran pengasuhan lebih banyak

dipegang oleh istri. Peran dapat dipelajari melalui proses sosialisasi selama proses
perkembangan anak melalui interaksi antar anggota keluarga. Pola pengasuhan
yang sering diterapkan oleh masyarakat timur dengan memanjakan anaknya. Hal
ini dapat dilihat kebanyakan anak tidak bisa tumbuh dengan mandiri dan masing
bergantung kepada orang tua. Efek yang dapat ditimbulkan dari pola pengasuhan
ini, anak tidak mampu mengambil keputusan untuk melakukan tindakan yang
tepat terhadap masalah yang dialami dan tidak siap menghadapi keadaan yang
tidak diinginkan.
1.2.4

Nilai-nilai budaya dan gaya hidup


Tradisi yang selama ini masih diterapkan dalam masyarakat, memberikan

makanan pisang dan nasi pada bayi yang baru dilahirkan yang belum saatnya
mengkonsumsi makanan kecuali asi, Ibu yang sedang hamil tidak diperbolehkan
atau dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan tertentu; ayah yang bekerja
sebagai pencari nafkah berhak mendapat jumlah makanan yang lebih banyak dan
bagian yang lebih baik daripada anggota keluarga yang lain; atau anak laki-laki
diberi makan lebih dulu daripada anak perempuan. Walaupun pola makan ini
sudah menjadi tradisi ataupun kebiasaan, namun yang paling berperan mengatur
menu setiap hari dan mendistribusikan makanan kepada keluarga adalah ibu;
dengan kata lain ibu mempunyai peran sebagai gate- keeper dari keluarga.
1.2.5

Faktor kebijakan dan peraturan yang berlaku


Budaya timur memiliki sifat solidaritas tinggi yaitu mengunjungi keluarga

atau tetangga yang sedang sakit. Jumlah pengunjung ini sering menjadi masalah
bagi kesehatan. Rasa solidaritas yang mereka terapkan kurang sesuai dengan
aturan dan kebijakan yang berlaku di rumah sakit. Rumah sakit memberikan
batasan pengunjung seminimal mungkin demi memujudkan keamanan dan
kenyamanan pasien. Sehingga masih banyak angka infeksi nosokomial yang ada
di masyarakat timur. Infeksi yang terjadi bukan hanya terjadi pada pasien yang

ada di rumah sakit akan tetapi infeksi dapat terjadi pada pengunjung di rumah
sakit tersebut.
1.2.6

Faktor ekonomi
Perkembangan ekonomi budaya timur saat ini cukup pesat dengan

banyaknya pengusaha-pengusaha yang menghasilkan suatu produk. Akan tetapi,


perkembangan ekonomi tersebut tidak sebanding dengan status kesehatan atau
derajat kesehatan masyarakat. Masih banyak masyarakat yang malas untuk dapat
ke rumah sakit dikarenakan lebih percaya dengan adanya tradisi datang ke orang
pintar atau mengikuti larangan sesuai dengan keyakinan yang dianut. Tersedianya
bantuan biaya kesehatan untuk masyarakat saat ini belum dimanfaatkan oleh
masyarakat sepenuhnya, masih sedikit masyarakat yang memiliki kesadaran untuk
mendatangi pelayanan kesehatan.
1.2.7

Faktor pendidikan

Budaya timur memiliki kesamaan budaya, sejarah, dan budaya. sebagian besar
masyarakat timur mencerminkan kepercayaan dengan tujuan kelompok bukan
individu. Misalkan saja di Indonesia, Cina, Jepang, Korea sering bekerja sama dan
membantu dalam penyelesaiann tugas. Untuk metode pengajaran seringkali
bersifat formal, tidak banyak diskusi dan lebih fokus dalam mendengarkan.
1.3 Peran Perawat
Tugas utama yang harus dibenahi adalah bagaimana mempertahankan,
melestarikan, menjaga, serta mewarisi budaya lokal dengan sebaik-baiknya agar
dapat memperkokoh budaya bangsa yang akan megharumkan nama Indonesia.
Dan juga supaya budaya asli negara kita tidak diklaim oleh negara lain.

BAB 2. PENUTUP
2.1 Kesimpulan

Kebudayaan timur adalah kebudayaan yang cara pembinaan kesadarannya


dengan cara melakukan berbagai macam pelatihan fisik dan mental. Pelatihan
fisik dapat dicontohkan dengan cara menjaga pola makan dan minum atau
pantangan-pantangan tentang konsumsi makanan yang dapat mempengaruhi
perkembangan dan pertumbuhan fisik. Sedangkan pelatihan mental dapat berupa
kegiatan yang biasanya dilakukan seperti beribadah. Hal adat yang masih
dipegang teguh yang paling dominan dari budaya timur adalah adat istiadat dan
momen kebersamaan. Faktor yang mempengaruhi budaya timur terkait dengan
kesehatan meliputi: teknologi, agama dan falsafah hidup,sosial dan keterkaitan
dengan keluarga, nilai-nilai budaya dan gaya hidup, faktor kebijakan dan
peraturan yang

berlaku, ekonomi, dan pendidikan. Tugas utama yang harus

dibenahi adalah bagaimana mempertahankan, melestarikan, menjaga, serta


mewarisi budaya lokal dengan sebaik-baiknya agar dapat memperkokoh budaya
bangsa.
2.2 Saran
Pemerintah memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat agar
masyarakat mengetahui cara mengatasi penyakit dan meminta bantuan kepada
tenaga kesehatan yang profesional. Peran perawat juga harus lebih ditingkatkan
kembali agar masyarakat dapat mengetahui tugas tenaga kesehatan khususnya
perawat di lingkungan masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

https://hakkajiten.wordpress.com/index/ilmu-budaya-dasar/kepribadianbangsa-timur/
http://tech.dbagus.com/5-penemuan-teknologi-terbaru-kesehatan-masa-kini
http://alhada-fisip11.web.unair.ac.id/artikel_detail-45448-MakalahPerbedaan%20Kebudayaan%20Barat%20dan%20Kebudayaan
%20Timur.html
http://www.bisnisbekam.com/2013/03/konsep-dasar-pengobatan-timur.html
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/20096/4/Chapter%20II.pdf

CONTOH SOAL

1. Salah satu kebiasaan masyarakat di negara A memiliki rasa persaudaraan


tinggi, ketika terdapat tetangga atau keluarganya yang sedang sakit
masyarakat ini langsung berbondong-bondong untuk mengunjungi
tetangganya yang sedang sakit dengan membawakan buah-buahan dan
menyewa sebuang angkutan untuk rombongannya. Kehadiran ini membuat
ketidak nyamanan pasien lain yang berada di ruangan tersebut istirahatnya
terganggu. Dari cerita ini faktor budaya apakah yang mempengaruhi
a. Teknologi
b. Agama
c. Keluarga
d. Nilai-nilai budaya
e. Aturan yang berlaku
2. Mahasiswa B dari PSIK UNEJ mendapatkan kesempatan untuk melakukan
pertukaran pelajar di Australia. Mahasiwa ini sangat dikagumi oleh temantemannya yang berasal dari Australia mereka mengungkapkan ketika
sedang wawancara. Saya kagum orang indonesia memang punya karakter
yang lembut, mereka sopan dan menghargai orang lain saya sangat
mengamumi teman saya ini. Dari cerita ini kepribadian apakah yang
mencirikan budaya timur?
a. Religius
b. Hardworking
c. Hospitality
d. Diligent
e. Strong family
3. Nyonya B menolak tenaga kesehatan yang menawarkan imunisasi polio
geratis pada anaknya saat acara Pekan Imunisasi Nasional (PIN) dengan
alasan bahwa dalam keyakinan yang dianut tidak memperbolehkan
anaknya untuk dilakukan imunisasi. Dari masalah ini faktor manakah yang
dominan mempengaruhi perilaku nyonya B?
a. Teknologi
b. Agama
c. Keluarga
d. Nilai-nilai budaya
e. Aturan yang berlaku
4. Nyonya B menglami syok ketika anaknya yang baru 1 minggu yang lalu
dilahirkan telah meninggalkannya. Setelah dilakukan pengkajian oleh
perawat sebelumnya nyoba B telah memberikan makan nasi dan pisang

kepada bayinya. Menurutnya hal tersebut dilakukan karena belajar dari


ibunya yang dulu juga memberikan hal yang sama ketika dia dilahirkan.
Dari masalah ini faktor manakah yang berpengaruh?
a. Teknologi
b. Agama
c. Keluarga
d. Nilai-nilai budaya
e. Aturan yang berlaku
5. Tuan Z tidak mempercayai dan menjudge tetangganya yang menikah
dengan orang bule tapi islam tetapi tuan Z tetap kekeh bahwa bahwa
orang bule tersebut bukan islam hanya berpura-pura seperti kebanyakan
artis yang menikah dengan orang bule. Dari kasus ini, dapat kita ketahui
kepribadian budaya apakah yang dimiliki oleh tuan Z tersebut?
a. Attached to Norms
b. Diligent
c. Religius
d. Strong family
e. Hardworking
6. Nyonya Y mengalami sakit yang cukup lama, nyonya Y merasakan sakit
sewaktu-waktu, setelah diperiksakan ke dokter nyonya Y menderita asam
lambung dan diberi obat oleh dokter, sembuh dalam 2 hari kambuh lagi
dan diperiksakan ke dokter dengan keluahan yang sama yaitu panas
dingin, pusing, mual, jantung berdebar-debar, karena kurang puas dengan
keputusan dokter nyonya Y melakukan cek darah untuk kepastian penyakit
yang lain. Hasilnya tidak ada penyakitnya. Orang sekitar berasumsi bahwa
sakitnya dibuat-buat oleh orang pintar (semacam santet). Jalan satu
satunya berobat ke dukun supaya menghilangkan penyakitnya. Peristiwa
ini masuk dalam faktor apa?
a. Adat istiadat
b. Kebudayaan
c. Kekuatan
d. Kepercayaan
e. Benar adanya
7. Nona Z mempunyai perilaku yang baik kepada semuanya, nona Z selalu
membantu temannya yang membutuhkan bantuan, nona Z senang dalam
bekerja sama tidak bekerja secara individual, karena baginya manusia
tidak bisa hidup dengan sendiri, jadi butuh kerjasama antar manusia

lainnya, sehingga sikap nona Z yang suka membantu ini disenangi oleh
banyak temannya. Faktor utama yang membangun perilaku nona Z adalah
a. Pikiran
b. Pendidikan
c. Kebudayaan
d. Hati yang tulus
e. Pergaulan
8. Ny. X memiliki anak yang berusia 8 tahun. Anak Ny X sedang menderita
sakit demam. Ny X tidak langsung membawa anaknya ke rumah sakit
tetapi membawanya ke dukun. Selain karena kepercayaan Ny X terhadap
dukun, Ny X juga tidak mempunyai biaya untuk berobat ke rumah sakit
atau puskesmas. Walaupun biaya kesehatan sekarang ada yang gratis tetapi
Ny X tetap membawa anaknya ke dukun untuk mendapat pengobatan. Jika
dilihat dari fktor yang mempengaruhi, termasuk apakah faktor tersebut ?
a. Faktor ekonomi
b. Faktor pendidikan
c. Faktor agama
d. Faktor budaya
e. Faktor adat istiadat
9. Bayi dari ibu X mengalami kejang-kejang. Ibu X merasa kebingungan
karena dia tidak mempunyai uang untuk membawa bayinya ke rumah
sakit. Akhirnya ibu X membawa bayinya ke dukun di dekat rumahnya. Ibu
X sangat percaya kepada dukun karena sudah menjadi tradisi dan biaya
pengobatannya tidak terlalu mahal. Faktor apakah yang mempengaruhi
kasus tersebut?
a. Ekonomi
b. Pendidikan
c. Agama
d. Kebijakan
e. Nilai budaya
10. Seorang remaja sejak kecil sudah terbiasa dengan kehidupan yang mewah.
Jika kemauannya tidak dituruti oleh orang tuanya remaja tersebut akan
marah. Orang tuanya pun selalu menuruti kemauan anaknya. Sehingga di
saat anak tersebut tumbuh dan berkembang menuju kedewasaan, remaja
tersebut tidak bisa tumbuh dengan mandiri dan masih bergantung kepada
kedua orangtuanya. Hal tersebut disebabkan oleh pola pengasuhan yang

salah sejak kecil. Faktor apakah yang mempengaruhi pola pengasuhan


berdasarkan kasus tersebut?
a. Gaya hidup
b. Keluarga
c. Ekonomi
d. Teknologi
e. Pendidikan