Anda di halaman 1dari 12

A.

Pengertian Data Digital dan Analog


Sistem digital merupakan bentuk sampling dari sytem analog. digital pada dasarnya di
code-kan dalam bentuk biner (atau Hexa). besarnya nilai suatu sistem digital dibatasi oleh
lebarnya / jumlah bit (bandwidth). jumlah bit juga sangat mempengaruhi nilai akurasi sistem
digital. Contoh kasus ada sistem digital dengan lebar 1 byte (8 bit). maka nilai-nilai yang dapat
dikenali oleh sistem adalah bilangan bulat dari 0255 (256 nilai : 2 pangkat 8 ).
Pada sistem analog, terdapat amplifier di sepanjang jalur transmisi. Setiap amplifier
menghasilkan penguatan (gain), baik menguatkan sinyal pesan maupun noise tambahan yang
menyertai di sepanjang jalur transmisi tersebut. Pada sistem digital, amplifier digantikan
regenerative repeater. Fungsi repeater selain menguatkan sinyal, juga membersihkan sinyal
tersebut dari noise. Pada sinyal unipolar baseband, sinyal input hanya mempunyai dua nilai 0
atau 1. Jadi repeater harus memutuskan, mana dari kedua kemungkinan tersebut yang boleh
ditampilkan pada interval waktu tertentu, untuk menjadi nilai sesungguhnya di sisi terima.
Keuntungan kedua dari sistem komunikasi digital adalah bahwa kita berhubungan dengan nilainilai, bukan dengan bentuk gelombang. Nilai-nilai bisa dimanipulasi dengan rangkaian rangkaian
logika, atau jika perlu, dengan mikroprosesor. Operasi-operasi matematika yang rumit bisa
secara mudah ditampilkan untuk mendapatkan fungsi-fungsi pemrosesan sinyal atau keamanan
dalam

transmisi

sinyal.

Keuntungan ketiga berhubungan dengan range dinamis. Kita dapat mengilustrasikan hubungan
ini dalam sebuah contoh. Perekaman disk piringan hitam analog mempunyai masalah terhadap
range dinamik yang terbatas. Suara-suara yang sangat keras memerlukan variasi bentuk alur
yang ekstrim, dan sulit bagi jarum perekam untuk mengikuti variasi-variasi tersebut. Sementara
perekaman secara digital tidak mengalami masalah, karena semua nilai amplitudo-nya, baik yang
sangat tinggi maupun yang sangat rendah, ditransmisikan menggunakan urutan sinyal terbatas
yang sama.
Namun di dunia ini tidak ada yang ideal, demikian pula halnya dengan sistem komunikasi
digital. Kerugian sistem digital dibandingkan dengan sistem analog adalah, bahwa sistem digital
memerlukan bandwidth yang besar. Sebagai contoh, sebuah kanal suara tunggal dapat
ditransmisikan menggunakan single -sideband AM dengan bandwidth yang kurang dari 5 kHz.
Dengan menggunakan sistem digital, untuk mentransmisikan sinyal yang sama, diperlukan
bandwidth hingga empat kali dari sistem analog. Kerugian yang lain adalah selalu harus tersedia

sinkronisasi. Ini penting bagi sistem untuk mengetahui kapan setiap simbol yang terkirim mulai
dan kapan berakhir, dan perlu meyakinkan apakah setiap simbol sudah terkirim dengan benar.
Secara gampangannya, digital itu adalah 0 dan 1, atau logika biner, atau diskrit, sedang
analog adalah continous. Digital bisa dilihat sebagai analog yang dicuplik/di sampling, kalau
samplingnya semakin sering atau deltanya makin kecil, katakan mendekati nol, maka sinyal
digital bisa terlihat menjadi analog kembali. Menghitung sinyal digital lebih gampang karena
diskrit, sedang analog anda harus menggunakan diferensial integral. cara bodone (paling bodo)
nek analog bentuk gelombange sinus (ujungnya tumpul gitulah), digital itu bentuk gelombangnya
Kotak.
Kalau alat2 yg digital, itu yang dibuat dan bekerja didasarkan pada prinsip digital, ini
lebih gampang dari analog, tapi sekarang ini analog menjadi trend lagi, karena digital dengan
clock yg makin kecil Gega Herzt atau lebih, perilakunya sudah menjadi seperti rangkaian analog,
jadi diperlukan ahli-ahli rangkaian analog. kalau untuk telekomunikasi, mau tidak mau masih
melibatkan analog, karena harus menggunakan sinyal pembawa (carrier), komunikasi digitalpun
hanya datanya yg didigitalkan (data digital (0-1) dimodulasi dengan carrier sinyal analog) di
akhirnya harus diubah lagi jadi analog. Kalau contoh komponen yg bekerja dengan prinsip
analog : Transistor, Tabung TV, IC-IC TTL, IC Catu daya. Digital : IC logika, microcontroller,
FPGA. Rangkaian analog adalah kebutuhan dasar yang tak tergantikan di banyak sistem yang
kompleks,

dan

menuntut

kinerja

yang

tinggi.

Coba kita lihat sedikit aplikasi dimana analog sulit atau bahkan mustahil untuk digantikan.
1. Pemrosesan

sinyal

dari alam

secara alamiah, sinyal yang dihasilkan alam itu adalah berbentuk analog. misalnya sinyal
suara dari mikrofon, seismograph dsb walaupun kemudian bisa diproses dalam domain
digital, sehingga banyak alat yang mempunyai bagian ADC dan DAC. nah pembuatan ADC
dan DAC dengan presisi dan kecepatan tinggi, konsumsi daya rendah itu sangat sulit, ini
memerlukan orang-orang analog.
2. Komunikasi
Digital
Untuk mengirim sinyal melalui kabel yang panjang biasanya juga harus diubah dulu menjadi
sinyal analog, memerlukan juga perancangan ADC dan DAC.
3. Disk Drive
Electronics
Data storage > binari (Digital) dibaca oleh magnetic head > ANALOG (small, few milli
Volt, high noise) disini sinyal perlu di amplified, filtered, and digitized

4. Penerima

nir-kabel

(wireless)

Sinyal yang diambil/diterima oleh antenna penerima RF adalah ANALOG (few milli volt,
high, noise)
5. Penerima

Optis

mengirim data kecepatan tinggi melalui jalur fiber optic yang panjang data harus diubah
menjadi bentuk cahaya (light) = ANALOG perlu perancangan rangkaian kecepatan tinggi,
dan pita lebar (broad band) oleh orang analog. (saat

ini

kecepatan

receiver

10-

40Gb/s)
6.

Sensor
Video Camera > citra/image diubah menjadi arus mengunakan larik fotodioda
sistem ultrasonik > menggunakan sensor akustik untuk menghasilkan tegangan
proporsional dengan

yang

amplitudo.

accelerometer > mengaktifkan kantong udara ketika kendaraan menabrak sesuatu, maka
perubahan
itu
adalah
7. Mikroprosesor

kecepatan

diukur

sebagai

akselerasi

kerjaan Analog.
& Memory

Walaupun sesungguhnya DIGITAL, tapi pada kecepatan tinggi (high speed digital design),
perilakunya mirip analog > dilihat sebagai sinyal analog > perlu pengertian tentang sistem
Analog.
Analog dan digital sebenarnya lebih kepada istilah dalam penyimpanan dan penyebaran data.
Data Analog disebarluaskan melalui gelombang elekromagnetik (gelombang radio) secara terus
menerus, yang banyak dipengaruhi oleh faktor pengganggu, sementara data digital adalah
merubah data menjadi sederhana yaitu hanya terdiri dari 0 dan 1, yang akan lebih mudah
untuk di sebarkan secara mudah tanpa terjadi gangguan.
Pemahaman yang mudah tentang analog dan digital adalah pada pita kaset lagu dan file
MP3 kamu. Jika kamu meng-copy (menyalin) atau merekam pita kaset, tentu hasilnya banyak
ditentukan oleh alat perekamnya, kebersihan head rekam nya, dan sebagainya, semakin banyak
kamu merekam ke tempat lain, kualitas suaranya akan berubah. Tapi dengan meng-copy file
MP3, kamu akan mendapat salinannya sama persis dengan aslinya, berapapun banyaknya kamu
menggandakannya.Kini ada juga yang menyalin lagu-lagu dari pita kaset menjadi file, atau

disebut

juga

men-digital-isasi

Namun dalam bidang audio ini, sistem analog masih memiliki beberapa keunggulan dibanding
sistem digital, yang menyebabkan masih ada beberapa penggemar fanatik yang lebih menyukai
rekaman

analog.

Perbedaan kamera analog (manual) dan kamera digital hanya terletak pada media
penyimpanannya, kalau kamera sebelumnya menyimpan data gambar dalam bentuk filem yang
harus kamu proses dulu untuk bisa mendapatkan foto nya, sementara kamrea digital
menyimpan data gambarnya dalam bentuk data digital yang bisa langsung kamu nikmati sesaat
setelah

dijepret

Dalam bidang telekomunikasi, perbedaan telepon analog dan digital, bukan berdasarkan jenis
pesawat teleponnya, namun kepada sistem di sentral teleponnya, walaupun untuk mendukung
sistem sentra yang digital, diperlukan pesawat telepon khusus. Begitu juga dengan siaran televisi
analog dan digital. Siaran Analog kadang terganggu oleh cuaca, letak bangunan, dan penyebab
lainnya, sementara siaran digital memiliki kualitas suara dan gambar yang lebih bagus, karena
data-nya tidak mengalami gangguan saat dikirim ke TV penerima.
B. PENGERTIAN GERBANG LOGIKA
Gerbang Logika adalah rangkaian dengan satu atau lebih dari satu sinyal masukan tetapi
hanya menghasilkan satu sinyal berupa tegangan tinggi atau tegangan rendah.Dikarenakan
analisis gerbang logika dilakukan dengan Aljabar Boolean maka gerbang logika sering juga
disebut Rangkaian logika. Gerbang logika merupakan dasar pembentukan sistem digital.
Gerbang logika beroperasi dengan bilangan biner, sehingga disebut juga gerbang logika
biner.Tegangan yang digunakan dalam gerbang logika adalah TINGGI atau RENDAH. Tegangan
tinggi berarti 1, sedangkan tegangan rendah berarti 0.

C. MACAM-MACAM GERBANG LOGIKA


Ada 7 gerbang logika yang kita ketahui yang dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :
1. Gerbang logika Inventer
Inverter (pembalik) merupakan gerbang logika dengan satu sinyal masukan dan
satu sinyal keluaran dimana sinyal keluaran selalu berlawanan dengan keadaan
sinyal masukan.

Inputan a
Inputan y
Rendah
Tinggi
0
1
Tinggi
Rendah
1
0
Tabel Kebenaran/Logika Inverter
Inverter disebut juga gerbang NOT atau gerbang komplemen (lawan) disebabkan keluaran
sinyalnya tidak sama dengan sinyal masukan.

Gambar simbol Inverter (NOT)


2. Gerbang logika non-Inverter
Berbeda dengan gerbang logika Inverter yang sinyal masukannya hanya satu untuk gerbang
logika non-Inverter sinyal masukannya ada dua atau lebih sehingga hasil (output) sinyal
keluaran sangat tergantung oleh sinyal masukannya dan gerbang logika yang dilaluinya
(NOT, AND, OR, NAND, NOR, XOR, XNOR). Yang termasuk gerbang logika non-Inverter
adalah :
Gerbang AND
Gerbang AND mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal
keluaran. Gerbang AND mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin tinggi (1) maka semua
sinyal masukan harus dalam keadaan tinggi (1).
Fungsi gerbang AND:
- Y = A AND B Y = A . B AB
Y = A B atau Y = A.B atau Y =AB
Misal : A = 1 , B = 0 maka Y = 1 . 0 = 0.
A = 1 , B = 1 maka Y = 1 . 1 = 1.

Inp
ut
(A)

Inp
ut
(B)

Outp
ut (Y)

Tabel Logika AND dengan dua masukan


* untuk mempermudah mengetahui jumlah kombinasi sinyal yang harus dihitung
berdasarkan inputanya, gunakan rumus ini :
- 2n , dimana n adalah jumlah input.
Contoh :
n = 2 maka 22 = 4, jadi jumlah kombinasi sinyal yang harus dihitung sebanyak 4
kali.

Gambar simbol Gerbang AND

Gambar simbol Gerbang AND dengan tiga inputan


Gerbang OR
Gerbang OR mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal
keluaran. Gerbang OR mempunyai sifat bila salah satu dari sinyal masukan tinggi (1), maka
sinyal keluaran akan menjadi tinggi (1) juga.
Fungsi gerbang OR :
- Y = A OR B Y = A + B
Misal : A = 1 , B = 1 maka Y = 1 + 1 = 1.
A = 1 , B = 0 maka Y = 1 + 0 = 0.
Input
(A)

Input
(B)

Outpu
t (Y)

0
0
0
0
1
1
1
0
1
1
1
1
Tabel Logika Gerbang OR dengan dua masukan.

Gambar simbol Gerbang OR.

Gambar simbol Gerbang OR dengan tiga masukan

Gerbang NAND (Not-AND)


Gerbang NAND mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal
keluaran. Gerbang NAND mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin rendah (0) maka semua
sinyal masukan harus dalam keadaan tinggi (1).
Fungsi gerbang NAND :
atau

atau

Misal : A = 1 , B = 1 maka

= 1 . 1 = 1= 0.

Input
(A)

Input
(B)

Output
(AB)

Tabel Logika Gerbang NAND dengan dua masukan.

Gambar gerbang NAND dalam arti logikanya

Gambar simbol Gerbang NAND standar

Gambar simbol Gerbang NAND tiga masukan


Gerbang NAND juga disebut juga Universal Gate karena kombinasi dari rangkaian
gerbang NAND dapat digunakan untuk memenuhi semua fungsi dasar gerbang logika
yang lain.

Gerbang NOR (Not-OR)


Gerbang NOR mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal
keluaran. Gerbang NOR mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin tinggi (1) maka semua
sinyal masukan harus dalam keadaan rendah (0). Jadi gerbang NOR hanya mengenal sinyal
masukan yang semua bitnya bernilai nol.
Fungsi gerbang NOR :
Atau

atau

Misal : A = 1 , B = 1 maka

= 1 + 1 = 1= 0.

Input
(A)

Input
(B)

Output
(A + B)

Tabel Logika Gerbang NOR dengan dua masukan

Gambar gerbang NOR dalam arti logikanya

Gambar simbol Gerbang NOR standar

Gambar simbol Gerbang NOR tiga masukan


Gerbang XOR (Antivalen, Exclusive-OR)
Gerbang XOR disebut juga gerbang EXCLUSIVE OR dikarenakan hanya mengenali sinyal
yang memiliki bit 1 (tinggi) dalam jumlah ganjil untuk menghasilkan sinyal keluaran bernilai
tinggi (1).
Fungsi gerbang XOR :
atau

Input
(A)

Input
(B)

Output
(AB +
AB)
0

Tabel Logika Gerbang XOR dengan dua masukan

Gambar simbol Gerbang XOR standar


Gerbang XNOR (Ekuivalen, Not-Exclusive-OR)
Gerbang XNOR disebut juga gerbang Not-EXCLUSIVE-OR. Gerbang XNOR mempunyai
sifat bila s nyal keluaran ingin benilai tinggi (1) maka sinyal masukannya harus benilai genap
(kedua nilai masukan harus rendah keduanya atau tinggi keduanya).
Fungsi gerbang XNOR :
atau

atau

Input(A)
0

Input(B)
0

Output(Y)
1

Tabel Logika Gerbang XNOR dengan dua masukan


D. Aplikasi Sederhana Gerbang-gerbang Logika
Gerbang-gerbang ini dapat membentuk sebuah processor canggih, membentuk sebuah IC yang
hebat, membentuk sebuah controller yang banyak fungsinya, namun sebelum sampai di
penerapan yang canggih-canggih tersebut, ada baiknya untuk melihat aplikasi sederhananya saja
dulu dari gerbang-gerbang logika ini.

Flip-flop Apakah Anda pernah mendengar istilah RAM atau Random Access Memory
pada komputer. Jika mengenalnya, maka Anda sudah mengenal sebuah aplikasi dari
rangkaian gerbang digital. RAM biasanya dibuat dari sebuah rangkaian gerbang digital
yang membentuk sebuah sistem bernama Flip-flop. Flip-flop terdiri dari rangkaian

gerbang logika yang dirancang sedemikian rupa sehingga apa yang masuk ke dalamnya
akan selalu diingat dan berada di dalam rangkaian gerbang logika tersebut, selama ada
aliran listrik yang mendukung kerjanya. Fungsi inilah yang merupakan cikal-bakal dari
RAM.

Counter Salah satu sistem yang paling banyak digunakan dalam perangkat-perangkat
digital adalah Counter. Fungsi dari sistem ini adalah jelas sebagai penghitung, baik maju
ataupun mundur. Timer, jam digital, stopwatch, dan banyak lagi merupakan aplikasi dari
counter ini. Banyak sekali jenis counter, namun pada dasarnya prinsip kerjanya sama,
yaitu mengandalkan pulsa-pulsa transisi dari clock yang diberikan. Pulsa-pulsa transisi
tadi yang akan menggerakan perhitungan counter.

Daftar Pustaka
https://www.google.co.id/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=5&cad=rja&uact=8&ved=0CDoQFjAE&url=https
%3A%2F%2Fjankhadirahmat.files.wordpress.com%2F2012%2F12%2Fmakalah-sistemdigital.docx&ei=6o91VfWSH8fg8AXwzYFg&usg=AFQjCNFiOmnn59f_OAQPMwuk9TSM3
Wep2g&bvm=bv.95039771,d.dGc

http://hasrianthy.blogspot.com/2013/01/makalah-sistem-digital.html