Anda di halaman 1dari 4

ROKOKO

(Karya Rokoko Basilika di Ottobeuren (Bavaria), Sumber : Wikipedia.org)


Kata Rokoko berasal dari kombinasai kata Perancis rocaille, yang artinya batu, dan coquilles,
yang artinya kerang, karena keterikatan dengan benda-benda asal motif dekorasinya. Istilah
Rokoko juga bisa diartikan sebagai kombinasi kata "barocco" (bentuk teratur dari mutiara,
kemungkinan berasal dari kata "baroque") dan kata Perancis "rocaille" (bentuk populer dari
ornamen taman dan interior menggunakan kerang dan kerikil hias), dan juga bisa dipakai
untuk menjelaskan gaya yang halus dan indah yang menjadi mode di Eropa selama abad ke18. Karena gaya Rokoko suka dan fokus pada seni dekoratif, beberapa kritikus menggunakan
istilah ini untuk merendahkan secara tidak langsung bahwa gaya itu sembrono atau sekedar
modus saja. Ketika istilah ini mulai digunakan di Inggris pada sekitar tahun 1836, ini menjadi
ucapan sehari-hari yang artinya "ketinggalan zaman". Faktanya, gaya ini menerima kritik
keras, dan bagi sebagian orang sebagi sesuatu yang dangkal dan berselera rendah, dan sejak
pertengahan abad 19, istilah ini diterima oleh para ahli sejarah seni. Meskipun demikian
masih ada debat masalah pengaruh sejarah dari seni ini secara umum, Rokoko kini dikenal
luas sebagai periode besar dalam perkembangan seni Eropa.

SEJARAH ARSITEKTUR ROKOKO


Rococo pertama kali muncul di Perancis pada awal abad 18 sebagai lanjutan gaya barok,
tetapi berlawanan dengan tema lebih berat dan warna lebih gelap dari Gaya barok, Rococo
ditandai oleh suatu kekayaan, rahmat, suka melucu, dan keringanan. Rococo. Motifnya

memusat pada gaya hidup yang aristokratis yang tanpa perlawanan dan roman picisan
bukannya pertempuran gagah berani atau figur religius, mereka juga berputar luar dan alam.
Rokoko berkembang dari awal seni dekoratif rancangan interior. Louis XIV membawa
perubahan pada lingkungan seniman dan gaya umum kesenian. Pada akhir masa
pemerintahan raja, rancangan bernuansa Barok memberikan elemen-elemen yang lebih
ringan dengan banyak lengkung dan pola-pola alami. Elemen-elemen ini terlihat jelas pada
rancangan arsitektural Nicolas Pineau. Selama masa Rgence, gaya kehidupan istana
berpindah dari Istana Versailles dan perubahan artistik ini menjadi mapan, pertama di
lingkungan istana dan kemudian ke seluruh kehidupan tingkat tinggi Perancis. Kenikmatan
dan suasana menyenangkan rancangan Rokoko seiring dengan ekses pemerintahan Louis XV.
Tahun 1730-an menampilkan perkembangan puncak dari Rokoko di Perancis. Gaya ini
menyebar di antara rancangan arsitektur dan perabotan sampai ke lukisan dan patung,
diperlihatkan pada karya-karya Antoine Watteau dan Franois Boucher. Rokoko masih
memelihara citarasa Barok untuk bentuk-bentuk yang kompleks dan motif yang rumit, namun
dari titi ini, mulai menggabungkan variasi karakteristik, termasuk gaya rancagan Oriental dan
komposisi asimetris.
Gaya Rokoko menyebar bersama seniman-seniman Perancis dan publikasi karya-karyanya.
Kemudian segera diterima sebagian Katolik di Jerman, Bohemia, dan Austria, dimana ia
menyatu dengan tradisi kehidupan Barok Jerman. Rokoko Jerman dipergunakan dengan
antusias untuk gereja-gereja dan istana-istana, umumnya di daerah selatan, sementara Rokoko
Frederisian berkembang di Kerajaan Prusia. Arsitek-arsitek sering menambahkan ornamen
interior mereka dengan awan-awan dari semen halus putih. Di Italia, gaya Barok akhir dari
Borromini dan Guarini memberikan sentuhan Rokoko di Turin, Venesia, Naples dan Sisilia,
sementara seni-seni di Toscana dan Roma tetap setia dengan gaya Barok.

ARSITEKTUR ROKOKO
Arsitektur Rokoko, adalah terkesan ringan, lebih anggun, juga merupakan versi rumit dari
arsitektur Barok, yang lebih berornamen dan berkesan kokoh sederhana. Meski gayanya
mirip, namun ada beberapa perbedaan jelas antara arsitektur Rokoko dan Barok, salah
satunya adalah masalah simetri, karena Rokoko menekankan pada bentuk-bentuk asimetri,
sementara Barok sebaliknya. Gaya-gaya ini meski sama-sama penuh dekorasi, juga berbeda
temanya; Barok sekilas lebih serius, menempatkan pengaruh agama, dan sering merupakan
karakter dari tema-tema Kristen (kenyataannya, Barok dimulai di Roma sebagai respon atas
Reformasi Protestan); arsitektur Rokoko yang berasal dari abad ke-18, lebih sekuler,
mengadaptasi Barok dengan karakter yang lebih riang dan tema-tema yang tidak serius.
Elemen-elemen lain dalam gaya arsitektur Rokoko temasuk banyaknya lengkung dan
dekorasi, juga penggunaan warna-warna pucat.

(Istana Queluz National di Portugal adalah bangunan Rokoko terakhir yang dibangun di
Eropa, Sumber : openbuildings.com)
Terdapat banyak contoh bangunan bergaya Rokoko di antaranya yang terkenal termasuk
Istana Catherine, di Rusia, Istana Negara Queluz di Portugal, Istana Augustusburg dan
Falkenlust di Brhl, Rumah Cina di Potsdam, Istana Charlottenburg tiga terakhir di Jerman,
juga elemen-elemen dari Chateau de Versailles di Perancis. Para arsitek yang dikenal hasil
karyanya menggunakan gaya ini termasuk Francesco Bartolomeo Rastreli, seorang arsitek
Italia yang bekerja di Rusia dan dikenal karena karya-karyanya yang royal dan mewah, Philip
de Lange, yang bekerja di arsitektur Rokoko Denmark dan Belanda, atau Matthaus Daniel
Poppelmann, yang bekerja pada masa akhir gaya Barok dan mempunyai peran pada
rekonstruksi kota Dresden di Jerman.
Arsitektur Rokoko juga membawa perubahan besar pada pembangunan gedung-gedung,
memberi penekanan pada hal-hal bersifat pribadi dibanding suasana publik terbuka yang
agung dari arsitektur Barok, juga meningkatkan struktur bangunan untuk menciptakan
lingkungan yang lebih sehat.

DESAIN INTERIOR
Di dalam konteks Kontinental dimana Rokoko sangat berpengaruh, bentuk-bentuk sportif,
fantastis dan pahatan lain diekspresikan dengan ornamen abstrak seperti nyala api, dedaunan
atau tekstur seperti kerang dalam sapuan asimetris dan lengkungan-lengkungan patah, interior
Rokoko yang intim menyembunyikan bagian arsitektonis (ciri khas arsitektural) dari bingkai

pintu/jendela ,dekorasi dinding dan hiasan batas dinding ke langit-langit (cornice) kedalam
bentukan yang indah, rapi, dan juga terkadang janggal, diekspresikan dengan bahan yang
mudah dibentuk seperti kayu yang dipahat dan paling banyak dengan plesteran. Dindingdinding, langit-langit, mebel, dan barang dari logam serta porselen menampilkan bentuk yang
menyatu. Warna Rokoko adalah ringan dan lebih pucat dibanding warna-warna primer yang
tegas dan cenderung gelap dalam citarasa Barok.

(Gaya interior Rokoko, Paris, Sumber : www.pinterest.com)


Titik jenuh perkembangan arsitektur Barock terjadi pada masa pemerintahan Louis XV.
Bentuk dasar arsitekturnya sebenarnya tetap sama tetapi susunannya berbeda, yang berunbah
dari susunan simetris menjadi asimetris. Warna warna yang di gunakan juga menjadi lebih
cerah, lebih beragam, dan meriah. Puncak masa Rokoko di tandai dengan hiaan ornamen
yang bermotif kerang.
Salah satu hiasan khas Rokoko yang istimewa adalah usaha untuk memasukan karakter taman
ke dalam perancangan interiornya sehingga ruang seakan akan menjadi taman firdaus yang
indah. Langit-langitnya di beri hiasan lukisan yang menggambarkan keadaan alam di taman
firdaus, seperti taman dengan jalan jalan setapak yang di apit oleh pepohonan, gua gua, dan
air terjun yang di buat sedemikian rupa sehingga seperti pohon dan mata air kehidupan yang
di pindahkan kedunia.