Anda di halaman 1dari 7

Jurnal ekonomika Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Vol.IV No.7 Maret 2013

ISSN :

2086-6011

KEWIRAUSAHAAN (ENTREPRENEURSHIP):
MODAL MANUSIA DALAM MEMBANGUN PEREKONOMIAN
Sabri 1)
1) Dosen

Tetap Fakultas Ekonomi Universitas Almuslim Bireuen Aceh

ABSTRAK
Kewirausahaan (Entrepreneurship) merupakan persoalan paling penting didalam perekonomian
suatu bangsa yang sedang membangun seperti Indonesia. Kelompok kewirausahaan
(entrepreneurship) yang dikenal sebagai modal manusia memiliki peranan dalam memajukan
perekonomian. Kemajuan bangsa Jepang dan Cina misalnya dimotori oleh wirausawaan.
Gelombang usahawanlah yang telah merubah wajah Negara-negara tersebut menjadi Negara
dengan tingkat capaian ekonomi tertinggi di dunia. Seorang wirausaha adalah seorang yang
memiliki jiwa dan kemampuan tertentu dalam berkreasi dan berinovasi. Ia adalah seseorang yang
memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new
and different) atau kemampuan kreatif dan inovatif.
Kata kunci : Entrepreneurship, kreativitas, usahawan

ABSTRACT
Entrepreneurship (Entrepreneurship) is the most important issue in the economy of a developing
nation such as Indonesia. Group entrepreneurship (entrepre neurship), known as human
capital has a role in promoting the economy. Progress nations such as Japan and China led by
wirausawaan. Usahawanlah wave that has changed the face of these countries into the State with
the highest level of achievement in the world economy. An entrepreneur is a person who has a
soul and a certain ability to create and innovate. He is someone who has the ability to create
something new and different (ability to create the new and different) or the ability to be creative
and innovative.
Keywords: Entrepreneurship, creativity, entrepreneurial

1. Pendahuluan
Kata Kunci : Bonus Demografi
Kewirausahaan (Entrepreneurship) merupakan persoalan paling penting didalam
per-ekonomian suatu bangsa yang sedang
membangun seperti Indonesia. Persoalan

yang kita hadapi saat ini adalah masih


rendahnya minat masyarakat untuk menjadi
wirausaha. 4,676 juta orang (0,8 persen)
penduduk
Indonesia
memilih
menjadi
wirausaha. Kondisi ini masih sangat jauh jika
dibandingkan dengan Negara-negara lain

Sabri | Kewirausahaan(Entrepreneurship): Modal Manusia Dalam Membangun Perekonomian

26

Jurnal ekonomika Universitas Almuslim Bireuen Aceh


Vol.IV No.7 Maret 2013

ISSN :

2086-6011

seperti Singapura, Cina dan Amerika Serikat.

keyakinan diri.

Kelompok
kewirausahaan
(entrepreneurship) yang dikenal sebagai modal
manusia memiliki peranan dalam memajukan
perekonomian. Kemajuan bangsa Jepang dan
Cina misalnya dimotori oleh wirausawaan.
Gelombang usahawanlah yang telah merubah
wajah Negara-negara tersebut menjadi
Negara dengan tingkat capaian ekonomi
tertinggi di dunia.

a. Pikirkan keberhasilan jangan pikirkan


kegagalan
b. Terus menerus mengingat sesuatu yang
lebih baik
c. Keyakinan yang tinggi

Indonesia perlu mewarisi pengalaman


Hongkong atau Taiwan yang telah berhasil
melakukan revolusi kewirausahawaan hingga
akhirnya dapat meningkatkan pendapat
nasional dan memperkuat dinamika ekonomi
secara keseluruhan.

2. Modal Manusia berjiwa Entreprenuer


a. Percaya Diri
Selfconfindence
(kepercayaan
diri)
suatu perpaduan antara sikap dan keyakinan
seseorang dalam mengkaji suatu tugas
atau pekerjaan. Sifat internal manusia
adalah keper-cayaan diri yang besar
untuk melakukan suatu pekerjaan, bukan
karena suatu paksaan. Seseorang dengan
Selfconfindence yang tinggi akan menjadi
entrepreneur (wirausaha) tanpa sedikit
pun ragu dalam melangkah untuk mencapai
tingkat wira-usaha pemula, tangguh dan
handal. Tanpa sedikitpun terpengaruh
dengan lingkungan yang akan merumuskan
motivasinya menjadi orang sukses.
Optimisme dan keberanian mengambil
resiko dalam mengkaji suatu tantangan
tugas tidak luput dari pengaruh kepercayaan
diri yang ada. Geoffrey G Meredith,
mengemukakan profil wirausaha yang utama
adalah percaya diri yang memiliki watak
ketidaktergantungan, individual dan optimis.
Pengambilan resiko dengan watak suka pada
tantangan akan berorientasi ke masa depan
yang berpandangan jauh kedepan.
Tingkat kemandirian atau kemampuan
untuk berdiri sendiri erat hubungannya
dengan tingkat kepercayaan diri seseorang.
David J. Schwartz mengatakan bahwa
untuk mem-bangun kekuatan dan keyakinan
seseorang harus melakukan pedoman untuk
mengha-silkan dan memperkuat kekuatan

Masih banyak masyarakat kita termasuk


kalangan generasi muda yang belum mampu
menghilangkan perilaku rendah diri atau
minder bahkan banyak terjadi kegagalan
mencapai keberhasilan karena menurutnya
keyakinan dan kepercayaan diri.
b. Sikap Mental Wirausaha
Agama Islam sudah mengarahkan bahwa
manusia khususnya kalangan muslim untuk
senantiasa memiliki sifat wira dan ksatria
yang meliputi keteladanan, keluhuran,
keberanian, penuh tanggung jawab, lebih
mementingkan kepentingan umum daripada
kepentingan pribadi dan golongan atau
kelompok, jujur dan berjiwa besar.
Nabi Muhammad saw salah satu seorang
entrepreuner (wirausaha) yang patut kita
contoh, dengan sifat keteladanan, keluhuran
budi dan jujur. Beliau berhasil mengembangkan agama islam dengan dakwah yang
dibarengi aktivitas bisnis.
Wirausaha di zaman millenium ini perlu
meneladani Rasullullah, clean and clear,
bersih dari upaya pembohongan hanya untuk
kepentingan individu. Upaya menggalakkan
segala cara untuk memperoleh keuntungan
yang besar tercermin dari pemalsuan produk,
mark up, pada anggaran proyek, investasi
bodong sudah lazim terjadi dikalangan para
pengusaha.
c. Mengubah Pola Pikir
Pola pikir yang diwujudkan dalam citacita untuk menjadi pegawai sebenarnya
sudah terjadi diberbagai belahan dunia
sejak puluhan tahun yang lalu. Seorang
penulis tentang motivasi yang terkenal
yaitu Max Ghunter pernah mengkritik sistem
pendidikan di Amerika Serikat tahun 70
an yang katanya hanya akan melahirkan
lulusan sanglaritis yang artinya mereka
mempunyai mental buruh, yaitu ingin
menjadi pegawai negeri atau karyawan
swasta. Mereka kurang mampu dan mau
mencipapkan lapangan kerja sendiri.

Sabri | Kewirausahaan(Entrepreneurship): Modal Manusia Dalam Membangun Perekonomian

27

Jurnal ekonomika Universitas Almuslim Bireuen Aceh


Vol.IV No.7 Maret 2013

Kasus yang terjadi di Amerika Serikat


pada tahun 70 an itu sekarang terjadi
di Indonesia. Ternyata pendidikan kita
cenderung
melahirkan
output
yang
sanglaritis, memiliki mental pencari kerja
bukan pekerja mandiri atau wirausaha.
Melihat pada angka pengangguran yang
masih tinggi yaitu di atas 7,61 juta orang,
penganggur lulusan Perguruan Tinggi + 2 juta
orang. Indonesia mestinya merasa cemas
bahwa model pendidikan kita seharusnya
orientasi di ubah dari teoritis ke praktis.
Pendidikan kejuruan yang menyiapkan
Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal
perlu di perbanyak.
Proses pendidikan dipandang terobosan
yang paling baik dalam membangun wirausahawaan didalam masyarakat. Selain
pendidikan kejuruan yang perlu ditingkatkan,
kurikulum pendidikan umum juga perlu
mendapat perhatian serius dari pemerintah
khususnya pendidikan dasar untuk memasukkan pendidikan dan pengetahuan kewirausahawaan.
Tidak saja pada tataran pendidikan
formal, pada pendidikan Non formal
juga
harus
ditingkatkan
implementasi
pengetahuan
kewirausahaan.
Dengan
dukungan teknologi komunikasi (internet)
bisa
mempercepat
akselerasi
dan
transformasi
pendapatan
kewirausahaan
kepada masyarakat.
Bercermin pada kasus yang terjadi di
Taiwan, organisasi kepemudaan terlibat jauh
dalam rekayasa sosial. Dengan semangat
yang tinggi telah mampu bersaing dengan
Cina dalam hal mem percepat lahirnya
wirausahawaan yang tangguh.
Organisasi kepemudaan kita harusnya
berkontribusi aktif dalam aspek rekayasa
sosial,
penciptaan
lapangan
kerja,
meminimalisir angka pengangguran dan
mencegah penyakit sosial ditengah-tengah
masyarakat. Salah satu peran yang dapat
di ambil yaitu menjadikan organisasi kepemudaan menjadi lembaga kewirausahaan
yang dapat dikembangkan secara baik untuk
mendukung secara langsung ataupun tidak
langsung pada pelaku ekonomi mikro, kecil
dan menengah.
Untuk mengubah mental dan motivasi
dikalangan para pemuda di Indonesia, perlu

ISSN :

2086-6011

diciptakan pola pikir menciptakan lapangan


kerja ketimbang mencari kerja. Proses
ini memang tidak cepat, membutuhkan
waktu yang relatif lama, namun kita harus
segera berbuat agar kewirausahaan dapat
berhasil. Proses ini membutuhkan pendidikan
(sekolah) yang berwawasan wirausaha
(entrepreneurship) dan menerapkan mata
kuliah di setiap disiplin ilmu di perguruan
tinggi.
d. Kreativitas Dalam Wirausaha
Seorang wirausaha adalah seorang yang
memiliki jiwa dan kemampuan tertentu
dalam berkreasi dan berinovasi. Ia adalah
seseorang yang memiliki kemampuan untuk
menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda
(ability to create the new and different)
atau kemampuan kreatif dan inovatif.
Kemampuan kreatif dan inovatif tersebut
secara
riil tercermin dalam kemampuan
dan kemauan untuk memulai usaha (start
up), kemampuan untuk mengerjakan sesuatu
yang baru (creative), kemampuan untuk
mencari peluang (opportunity), keberanian
untuk menanggung risiko (risk bearing) dan
kemampuan untuk mengembangkan ide.
Kemauan dan kemampuan - kemampuan
tersebut diperlukan terutama untuk :
a) Melakukan proses/ teknik baru (the new
technik)
b) Menghasilkan produk atau jasa baru (the
new product or new service),
c) Menghasilkan nilai tambah baru (the new
value added),
d) Merintis usaha baru (new businesess),
yang mengacu pada pasar
e) Mengembangkan organisasi baru (the
new organisaton).
Dalam berwirausaha terdapat persaingan
yang ketat. Untuk memenangkan persaingan,
maka seorang wirausahawan harus memiliki
daya kreativitas yang tinggi.
Daya
kreativitas tersebut sebaiknya dilandasi
oleh cara berpikir yang maju, penuh dengan
gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan
produk-produk yang telah ada selama ini
di pasar.
Gagasan-gagasan yang kreatif
umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang,
bentuk ataupun waktu. Justru seringkali
ide-ide jenius yang memberikan terobosanterobosan baru dalam dunia usaha awalnya
adalah dilandasi oleh gagasan-gagasan

Sabri | Kewirausahaan(Entrepreneurship): Modal Manusia Dalam Membangun Perekonomian

28

Jurnal ekonomika Universitas Almuslim Bireuen Aceh


Vol.IV No.7 Maret 2013

kreatif yang kelihatannya mustahil.


Menurut Sumarno (1984) pengertian
kreativitas dibagi menjadi dua yakni:
1)Kreativitas adalah kemampuan untuk
membuat
kombinasi-kombinasi
atau
melihat hubungan-hubungan baru antara
unsur, data, variabel, yang sudah ada
sebelumnya.
2) Kreativitas adalah kemampuan seseorang
untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik
berupa gagasan maupun karya nyata yang
relatif berbeda dengan apa yang telah ada
sebelumnya.
Pemikiran
kreatif
berhubungan
secara
langsung
dengan
penambahan
nilai, penciptaan nilai, serta penemuan
peluang bisnis. Pola pemikiran kreatif juga
dibutuhkan untuk menggambarkan keadaan
masa depan, di mana seorang wirausaha akan
beroperasi, juga akan memberikan gambaran
yang tidak dapat dihasilkan oleh eksplorasi
terhadap trend masa kini.
Dalam mengelola usaha, keberhasilan
seorang wirausaha terletak pada sikap
dan kemampuan berusaha, serta memiliki
semangat kerja yang tinggi. Sedangkan
semangat atau etos kerja yang tinggi seorang
wirausaha itu terletak pada kreativitas dan
rasa percaya pada diri sendiri untuk maju
dalam berwirausaha. Seorang wirausaha
yang kreatif dapat menciptakan hal-hal
yang baru untuk mengembangkan usahanya.
Kreativitas dapat menyalurkan inspirasi dan
ilham terhadap gagasan-gagasan baru untuk
kemajuan dalam bidang usahanya.
Meredith, berpendapat bahwa pola
pemikiran yang kreatif merupakan motivator
yang sangat besar, karena membuat orang
sangat tertarik akan pekerjaanya. Pemikiran
kreatif juga memberikan kemungkinan
bagi setiap orang untuk mencapai sesuatu
tujuan. Seorang wirausaha yang kreatif akan
membuat hidup akan lebih menyenangkan,
lebih menarik serta akan menyediakan
kerangka kerja dan dapat bekerjasama
dengan orang lain.
Secara umum ciri ciri pemikiran kreatif
yaitu :
a. sensitif terhadap masalah-masalah,
b.mampu menghasilkan sejumlah
besar,

ide

c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

ISSN :

2086-6011
fleksibel,
keaslian,
mau mendengarkan perasaan,
keterbukaan pada gejala bawah sadar,
mempunyai motivasi,
bebas dari rasa takut gagal,
mampu berkonsentrasi,

3. Peranan Kreativitas dalam


Wirausaha
Mayoritas orang mengabaikan kreativitas
karena dia tidak mengetahui manfaat
kreativitas tersebut. Ada beberapa contoh
pentingnya kreativitas yaitu:
1) Dalam hidup ini tidak selalu mulus, kita
terkadang berbenturan dengan masalah,
namun kita harus cepat tanggap
seberapa besar kemampuan kita untuk
memecahkan masalah tersebut , dengan
cara berfikir kreatif untuk mencari ide
atau jalan keluar untuk memecahkan
masalah tersebut .
2)
Dalam
dunia
bisnis
persaingan
adalah tantangan utama yang harus
di
hadapi
,
Untuk
menghadapi
persaingan dibutuhkan kreatifitas untuk
menghasilkan ide - ide dan produk yang
unggul dibandingkan pesaing kita
3)Kreativitas
dalam
mencari
solusi,
menghasil ide-ide terobosan, dan dalam
menjalankan tugas .
4) Orang kreatif tidak pernah menyerah
dan selalu memiliki alternatif ide untuk
masalah - masalahnya .
Berdasarkan contoh diatas maka dapat
diasumsikan
bahwa
dalam
wirausaha
sangat diperlukan kreativitas dan inovasi
untuk mengembangkan ide-ide baru dalam
menentukan cara-cara baru.
Kreativitas
dan inovasi berbeda wilayah domain, tetapi
memiliki batasan yang tegas.
Kreativitas
merupakan
langkah
pertama menuju inovasi yang terdiri atas
berbagai
tahap.
Kreativitas
berkaitan
dengan produksi kebaruan dan ide yang
bermanfaat sedangkan inovasi berkaitan
dengan produksi
atau adopsi ide yang
bermanfaat dan implementasinya. Dengan
memiliki kreativitas dalam berusaha, maka
seorang wirausaha selalu memiliki terobosan
baru untuk usahanya dan memilki peluang
usaha untuk mendapatkan keuntungan
sebesar-besarnya.
Jika
kreativitas

Sabri | Kewirausahaan(Entrepreneurship): Modal Manusia Dalam Membangun Perekonomian

29

Jurnal ekonomika Universitas Almuslim Bireuen Aceh


Vol.IV No.7 Maret 2013

dikembangkan maka usaha tersebut akan


maju dan terus berkembang sehingga tujuan
perusahaan tersebut akan tercapai dengan
baik. Tujuan diperlukannya suatu kreativitas
adalah memiliki keunggulan dalam suatu
produk dibandingkan dengan para pesaing.
Jika suat perusahaan tidak memiliki dan
mengembangkan suatu kreativitas maka
perusahaan tersebut tidak akan dapat
berkembang dan akan tertinggal oleh
perusahaan-perusahaan
lainnya.
Untuk
menang dalam persaingan, maka seorang
wirausahawan harus memiliki kreativitas
yang tinggi. Oleh karena itu kreativitas
sangat penting untuk dimiliki perusahaan
agar dapat berkembang dan maju.
Contoh kasus misalnya suatu Perusahaan
X memproduksi suatu minuman yang telah
dikenal oleh masyarakat. Agar konsumen
tersebut tidak berpaling pada produk
minuman
lainnya,
maka
perusahaan
tersebut
melakukan
suatu
inovasi
dalam kemasan produknya yaitu dengan
menciptakan kemasan yang baru untuk dapat
meningkatkan penjualan supaya konsumen
lebih mengenal produk tersebut melalui
kemasan yang unik dan menarik, seperti
perusahaan tersebut membuat kemasan
minuman kotakan.
Untuk
menjadi
kreatif,
seseorang
tidak dapat melakukannya begitu saja.
Ada proses yang harus dilalui. Proses
kreativitas melibatkan adanya ide-ide baru,
berguna, dan tidak terduga tetapi dapat diimplementasikan. Tahap yang biasa dilalui
dalam suatu kreativitas yaitu :
a) Persiapan (Preparation)
Meletakkan dasar pemikiran, mempelajari
latar belakang masalah, seluk beluk dan
problematikanya.
b) Penyelidikan (Investigation)
Melakukan penyelidikan terhadap hal-hal
yang akan dikembangkan.
c) Transformasi (Transformation)
Berkaitan dengan proses konversi/perubahan
dari data sumber ke data tujuan.
d) Penetasan (Incubation)
Mengeluarkan atau mendapatkan gagasan
baru, pemecahan masalah, penyelesaian,
cara kerja, jawaban baru dan lainya.
e) Penerangan (Illumination)

ISSN :

2086-6011

Memberikan uraian yang jelas pada persoalan


yang ada sehingga menjadi semakin terang
pokok persolan dan pemecahannya.
f) Pengujian (Verification)
Melakukan pengujian kecil maupun besar
dengan alat bantu uji statistik, matematik,
historis, maupun diskriptif.
g) Implementasi (Implementation)
Mengimplementasikan semua yang telah
diperoleh agar semakin menunjukkan hasil
yang semakin baik dan sempurna. Dari
beberapa poin di atas tentunya kreativitas
itu sangat penting dan modal utama yang
harus dimiliki seorang wirausahawan . Karena
tanpa kreativitas produk yang dihasilkan
akan kalah saing dan tidak mampu bertahan
untuk menghadapi persaingan pasar.

4. Membangun Kewirausahaan
a. Peran Pemerintah
Peranan pemerintah dalam meningkatkan
kewirausahaan pada bidang usaha mikro,
kecil dan menengah perlu mendapat
perhatian serius terutama pembinaan,
pelatihan, permodalan dan pemasaran.
Pada tataran pembinaan perlu dilakukan
pembinaan yang terarah seperti pemetaan,
pendataan, dan inventarisasi pada organisasi
dan kelompok sasaran. Pembinaan yang baik
adalah di lakukan secara terpadu dan terintegrasi dengan Instansi terkait (Pemerintah
Daerah), Perbankan, Koperasi, Swasta dan
Perguruan Tinggi. Pembinaan kewirausahaan
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dapat
dilakukan melalui kelompok, misalnya
kelompok usaha perempuan atau pun
melalui koperasi seperti KOPINKRA (Koperasi
Kerajinan Rakyat).
Dalam hal pelatihan, Pemerintah dan
Perguruan Tinggi, Lembaga Penelitian dan
Pengabdian pada Masyarakat dapat bersinergi atau organisasi yang berpengalaman,
Badan Usaha Milik Negara (BUMN), untuk
membekali para wirausawaan meningkatkan
kecakapan (skill) dalam mengolah atau
menghasilkan produk dan jasa yang market
oriented baik untuk skala domestik maupun
ekspor. Pelatihan tidak hanya terbatas pada
kemampuan produksi melainkan juga pada
konteks finansial, akuntansi dan manajemen.
Pada sisi permodalan atau investasi akses

Sabri | Kewirausahaan(Entrepreneurship): Modal Manusia Dalam Membangun Perekonomian

30

Jurnal ekonomika Universitas Almuslim Bireuen Aceh


Vol.IV No.7 Maret 2013

pada perbankan harus lebih terbuka dan


tidak birokratis. Tidak mempersulit para
wirausahawaan dalam hal memperoleh
kredit karena permasalahan modal adalah
masalah klasik yang sering di anggap suatu
kendala dalam pengembangan bisnis/usaha
di kalangan Entrepreneur.
Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan program
PNPM merupakan angin segar bagi para
wirausawaan saat ini, namun yang perlu
mendapat perhatian tentang regulasinya.
Termasuk juga dana CSR. Modal tidak hanya
uang. Dalam kacamata para wirausawaan
modal adalah sesuatu yang dapat digunakan
untuk menjalankan usaha. Dengan demikian
modal dapat berupa benda fisik ataupun
bukan.
Pikiran,
kesempatan,
waktu,
pendidikan dan pengalaman merupakan
benda abstrak yang sesungguhnya merupakan
modal yang tidak ternilai dan sangat menentukan keberhasilan dalam kewirausahaan.
Bagi wirausaha yang bergerak disektor
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah masalah
pemasaran menjadi konsentrasi penting.
Tidak hanya pasar dalam negeri tapi juga
pasar ekspor. Khusus untuk pasar ekspor
berdasarkan data dari Menkop & UKM total
nilai ekspor dari tiga kelompok usaha yaitu
pertanian, pertambangan dan manufaktur
adalah tertinggi.
Untuk golongan manufaktur adalah
Sembilan kelompok yaitu: 1) makanan,
minuman, tembakau, 2) tekstil, kulit dan
alas kaki, 3) produk-produk dari kayu, 4)
kertas dan publikasi, 5) pupuk dan produk
kimia lainnya, 6) semen dan pertambangan
non logam, 7) logam dasar, baja dan besi, 8)
alat-alat transportasi, mesin dan peralatan
lainnya, 9) lain-lain. Nilai ekspor komoditi
UMKM tahun 2012 berjumlah 157 juta dolar
atau naik menjadi 30,34% dibanding tahun
2011.
Di Indonesia tidak semua usaha Mikro,
Kecil dan Menengah (UMKM) mengekspor
sendiri atau langsung ke pasar tujuan tapi
masih melalui Negara ketiga. Hal inilah yang
patut menjadi tekanan pada wirausahaan
Indonesia harus mengetahui dan mempelajari
pasar global, baik ke pasar Asia, Eropa,
Amerika maupun Afrika.

ISSN :

2086-6011

Pasar domestik khusus barang-barang


kerajinan/souvenir untuk wisatawan baik
domestik maupun manca Negara.

b. Membangun Industri Pedesaan


Ada empat kelompok industri di
pedesaan yang paling banyak bahkan
mendominasi penyerapan tenaga kerja
non pertanian, pedesaan dan kota yaitu
a) industri bahan bangunan (construction
industry), b) industri pengolahan hasil
pertanian (agro processor) yang mengolah
hasil pertanian sebagai bahan baku untuk
industri lain, c) industri bahan makanan
(food processor) yang mengolah hasil
petanian sebagai bahan konsumsi sebagai
beragam jenis kerupuk dan kacang garing
serta, d) penyalur pembuat input dan alat
pertanian. Industri ini berskala rumah tangga
kecil dan beberapa berukuran besar.
Disektor-sektor
tersebut
diatas,
wirausaha dapat melakukan aktifitas untuk
meningkatkan kinerjanya dan memperoleh
pendapatan yang layak. Agar semua aktivitas
tersebut dapat dilakukan dengan baik,
maka wirausahawan dapat mempelajarinya
dari berbagai media yang ada baik media
cetak maupun media elektronik, teknologi
infromasi (Internet) dan buku-buku yang
berkenaan dengan industri pedesaan.

5. Penutup
Peranan Kewirausahaan atau Entrepreneurship merupakan hal penting untuk
penentu pada usaha pengembangan ekonomi
rakyat dan secara nasional.
Para kwirausahaan (entrepreneur) merupakan asset atau modal pembangunan yang
harus dipelihara dan dikembang luaskan
dalam masyarakat, khusunya masyarakat
terdidik. Sehingga pada gilirannya mampu
ikut mendukung percepatan pembangunan
negeri, di satu sisi dan mengurangi beban
Negara di sisi lain.
Negara maju dengan tingkat capaian
ekonomi tinggi di dunia, sangat di dukung
adanya para wirausahan yang tangguh dan
terus berkembang, dan pada saat sama juga
pemerintah meberikan ruanga yang besar
pada mereka untuk berkarya. Karena dengan
demikian para entrepreneur akan memiliki
kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang

Sabri | Kewirausahaan(Entrepreneurship): Modal Manusia Dalam Membangun Perekonomian

31

Jurnal ekonomika Universitas Almuslim Bireuen Aceh


Vol.IV No.7 Maret 2013

baru dan berbeda (ability to create the new


and different) atau kemampuan kreatif dan
inovatif.

Daftar Pustaka
David J. Schwartz. (2006). Berfikir dan
Berjiwa
Besar.
PT.
Pustaka
Delapratasa, Jakarta
Kasmir, Kewirausahaan, Raja Grafindo (2006)
Jakarta
Rizqi,
Diaz.
(2009).
Kreativitas
Dalam
Wirausaha.
http://
rizqidiaz.blogspot.com
kreativitasdalam-wirausaha.html
(diakses
tanggal 21 Maret 2013)

ISSN :

2086-6011

Soesarsono Wijandi. (2000). Pengantar Kewiraswastaan, Sinar Baru Algesindo,


Jakarta
Sutristo Iwantono. (2002). Kiat Sukses
Berwirausaha, Grasindo, Jakarta
Tulus TH. Tambunan (2009). UMKM di
Indonesia Ghalia Indonesia, Jakarta

Riwayat Penulis:
Sabri, SE., M.Si
Dosen pada jurusan Ekonomi Pembangunan
Universitas Almuslim Bireuen Aceh. Lahir
di Bireuen, pada 9 April 1962. Memperoleh
gelar SE dan M.Si di FE Unsyiah Banda Aceh.

Sabri | Kewirausahaan(Entrepreneurship): Modal Manusia Dalam Membangun Perekonomian

32