Anda di halaman 1dari 4

ETIKA BISNIS

Analisis Kasus Pepsi-Cola Product Philippines Inc.

Oleh:
WAFA OZZA K. F.
Namamu pur

(108 574 271)

(..)

JURUSAN S1 MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA


2014

RNGKASAN
Pepsi Cola product Philippines Inc. Adalah perusahaan Pepsi Cola di Filipina.
Perusahaan Amerika pepsi cola memiliki 19% dari seluruh perusahaan minuman yang
tersebar luas. Filipina adalah pasar terbesar yang ke-20 diseluruh dunia dan penjualan sekitar
2% dari total penjualan.
Penjualan Pepsi telah mencapai urutan kedua dari Coca Cola dengan pangsa pasar
20% dibandingkan milik Coca Cola 78%. Dalam usaha meningkatkan penjualan dari Coca
Cola, Pepsi meluncurkan Demam Nomer sebagai promosinya pada bulan februari 1992 dan
pemenangnya diumumkan setiap hari. Kampanye tersebut di umumkan dikoran-koran, radio,
dan televisi yang menyatakan, Hari ini Anda bisa menjadi seorang milyuner.
Hadiah undian tersebut mulai dari 100 pesos sampai 1 juta pesos. Promosi ini
memberikan keuntungan yang sangat besar dengan peningkatan pangsa pasar sebesar 40%.
Merasa puas dengan kampanye tersebut, perusahaan memperpanjang selama 5 minggu lebih
dari total 12 minggu. Selama kampanye berlangsung terdapat 51000 lebih pemenang,
sebagian besar memenangkan 100 pesos, 17 orang memenangkan 1 juta peso. Pemenang
utama ikut serta bergabung dalam iklan kampanye Pepsi.
Victoria Angelo, wanita tuna karya, ibu 5 anak, suami Juanito yang berpenghasilan $4
per hari dengan pekerjaan sebagai tukang becak adalah salah satu dari pemenang undian
demam nomer. Pihak Pepsi mengakui kesalahannya ketika orang-orang berbondong-bondong
meminta pembayaranya. Mengetahui milyaran dollar taruhannya, perusahaan menolak untuk
membayar. Kerusuhan pun terjadi dan truk pengantar Pepsi dilempari batu, dibakar, atau
dihancurkan. Bom molotof dan bom buatan sendiri dilemparkan pada taman-taman dan
kantor-kantor Pepsi. Dalam insiden ini menyebabkan hancurnya truk dan tewasnya gadis 5
tahun dan guru sekolah serta 6 luka berat. Pihak Pepsi menerima ancaman penutupan pabrik.
Aksi kekerasan ini membuat perusahaan takut kemudian memutuskan menawarkan 500 peso
bagi tiap pemenang. Pepsi telah membayar 10 juta dollar lebih. Akibatnya yang akan
ditimbulkan sebesar 18 milyar dolar jika 1 peso untuk tiap pemenang telah terbayar
sesuai perjanjian.
Aksi kekerasan tersebut menyebabkan lebih dari 30 truk pengantar terbakar. Sekitar
6000 orang telah diamankan. Sedikitnya 5000 aparat keamanan melakukan serangan untuk
mengecoh aksi-aksi tersebut. Dikatakan oleh pihak Pepsi bahwa semua ini adalah kesalahan
teknis (computer Error).

JAWABAN SOAL
1. Dalam kasus tersebut pihak yang berkepentingan antara lain:
a. Pelanggan, yakni para pembeli atau konsumen pepsi
b. Pesaing, yakni Coca cola yang disebutkan disitu adalah pesaing Pepsi cola
c. Media Massa, yakni pihak yang mempromosikan iklan pepsi.

2. Ada, prinsip yang dilanggar adalah:


a. Prinsip Kejujuran, hal ini terkait tindakan pepsi yang tidak menepati janjinya
memberikan hadiah 1 juta peso untuk pemenang promo pepsi tersebut. Hal
initentunya sangat menyakitkan konsumenyang rela membeli pepsi tiap hari
untuk bisa mendapatkan hadiah yang merekaimpikan.
b. Prinsip Otonomi, pada prinsip ini menekankan dalam berbisnis untuk
bertanggung jawab terhadap segala keputusan yang diambil. Dalam kasus
tersebut kita mengetahui bahwa pihak pepsi tidak bertanggung jawab atas
tindaknnya dengan menolak membayar atas undian yang berhasil
dimenangkan konsumen. Hal inilah yang kemudian memicu kerusuhan yang
merugikan banyak pihak termasuk masyarakat umum.
c. Prinsip integritas moral, Dengan tidak bertanggung jawab dan menepati
janjinya, maka Pepsi telah melanggar prinsip integritas moral yang berarti
menjadikan citra atau nama baik perusahanya menjadi buruk.
3. Dalam kasus Pepsi-Cola Product Philippines Inc pihak yang melanggar adalah Pihak
Pengelola dan Konsumen. Pihak Pengelola (Pepsi-Cola Product Philippinehs Inc)
melanggar norma karena mengingkari janjinya untuk membayar undian berhadiah yang
telah di keluarkan oleh pihak pengelola. Pepsi-Cola Product Philippinehs Inc tidak mau
membayar undian berhadiah tersebut yang mengakibatkan kerusuhan terjadi. Dalam kaca
mata etika bisnis Pepsi-Cola Product Philippinehs Inc bersalah atau melanggar prinsip
kejujuran dan tanggung jawab yang ada karena telah mengingkari janjinya kepada
konsumen. Selain hal itu, konsumen juga melanggar etika karena telah membuat
kerusuhan dengan melempari truk pengantar pepsi dengan batu, dibakar dan di
hancurkan. Bom molotof dan bom buatan sendiri di lemparkan pada taman-taman dan
kantor-kantor pepsi. Dalam insiden ini pecah granat di lemparkan ke truk pepsi yang
terletak di tempat parkir yang menyebabkan hancurnya truk tersebut dan juga tewasnya
gadis berusia 5 tahun, guru serta 6 orang lainnya luka berat. Seharusnya konsumen bisa
berperilaku yang tidak merugikan orang lain (korban tewas). Jalan yang di tempuh bisa
dengan cara melaporkan Pepsi-Cola Product Philippinehs Inc ke pihak yang berwenang.
4. Tindakan Pepsi-Cola Product Philippinehs Inc tidak membayar 1 juta Peso tidak dapat di
benarkan karena tindakan tersebut merugikan orang lain (konsumen) dan Pepsi-Cola
Product Philippinehs Inc juga dapat di katagorikan melakukan penipuan terhadap
konsumen. Karena Pepsi-Cola Product Philippinehs Inc tidak membayar hadiah seperti
yang di iklankan. Hal ini dilakukan oleh Pepsi-Cola Product Philippinehs Inc karena

selama kampanye iklan perusahaan mengalami peningkatan pangsa pasar yang sangat
besar sehingga mengakibatkan perusahaan memperpanjang masa kampanye. Menurut
kelompok kami, kesalahan yang terjadi murni kesalahan Pepsi-Cola Product Philippinehs
Inc karena pihak perusahaan sengaja memperpanjang masa kampanye untuk mendapat
keuntungan yang lebih besar tanpa memperdulikan resiko yang akan di dapat.
5. Dalam hal ini yang seharusnya dilakukan oleh Pepsi Cola Product Philippines Inc. adalah
menjelaskan kepada para pemenang bahwa ada kesalahan teknis (error computer)
tersebut sebelum orang berbondong-bondong meminta pembayaran dan sebagai
kompensasinya pihak Pepsi menawarkan 500 peso bagi tiap pemenang. Hal ini harus
dilakukan pepsi agar tetap memperoleh kepercayaan dari masyarakat meskipun biaya
yang akan ditimbulkan lebih besar dari anggaran awal yang sudah direncanakan untuk
membayar para pemenang.
Akan tetapi apabila Pepsi tidak bersedia membayar dari apa yang sudah seharusnya
menjadi hak konsumen sebagai pemenang maka kerugian yang akan ditimbulkan di
kemudian hari akan lebih besar dibandingkan anggaran yang dikeluarkan untuk
membayar para pemenang. Analisisnya sebagai berikut: apabila Pepsi tidak bersedia
membayar para pemenang maka kepercayaan masyarakat terhadap produk Pepsi akan
hilang, dengan hilangnya kepercayaan tersebut maka permintaan produk Pepsi akan
turun. Penurunan permintaan ini akan menyebabkan perusahaan bangkrut, ribuan
pegawai dipecat (PHK) dimana dalam pemecatan, biaya yang harus dikeluarkan oleh
perusahaan tidak sedikit, belum lagi ditambah dengan aksi-aksi kekerasan yang akan
ditimbulkan serta pelanggaran hukum oleh Pepsi karena mengambil hak milik orang lain.