Anda di halaman 1dari 27

SINUSITIS

Sinusitis : Infeksi dari mukosa sinus


yang dapat berat sehingga
terbentuk nanah
Sinusitis dibagi 2 bagian :
1. Sinusitis Akuta
2. Sinusitis Kronika

ETIOLOGI
1. Aktifitas silia yang rusak seperti infeksi
virus pada hidung, merokok, polusi
udara
2. Keadaan anatomi atau fisiologi yang
dapat menimbulkan hambatan
drainase dari sinus
3. Penyebab lokal lain seperti polip dekat
hiatus semilunaris / ostium sinus
4. Infeksi apikal akar gigi. P1.2,M1.2
rahang atas yang menonjol ke sinus

Deviasi septum yang tinggi menyebabkan penutupan infundibulum :


a, deviasi septum tinggi;b, dinding dalam bula etmoid;c,konka
media terdorong ke dinding lateral hidung dan menutup drainase
infundibulum;d, prosesus unsinatus.

a
b
c

Potongan melintang hidung;a, hiperplasia konka media, yang


mendesak prosesus unsinatus dan menutup infundibulum;b, bula
etmoid

Mukosa konka media yang edema, menutup infundibulum : a,


konka media yang edema;b, bula etmoid;c, prosesus unsinatus atau
dinding dalam infundibulum

Satu sel besar dalam konka media menyumbat infundibulum;a, sel


dalam konka media;b,dinding dalam bula etmoid;c, prosesus
unsinatus atau dinding dalam infundibulum atau parit

a
b

Sel dalam prosesus unsinatus (b) menutup infundibulum:a,bula


etmoid;c, konka media

Konka media (a) menempel pada dinding lateral hidung dan


menutup infundibulum;b, dinding dalam bula etmoid;c, prosesus
unsinatus atau dinding dalam infundibulum

a
b
c

Pembesaran bula etmoid menutup infundibulum:a, dinding dalam


dan dinding bula etmoid yang menonjol, mendesak ke dalam dan ke
bawah terhadap prosesus unsinatus dan menutup infundibulum;b,
prosesus unsinatus;c, konka media akibat pembesaran bula, tampak
sebagai penyebab sumbatan

MIKROBIOLOGI
1. Ballenger : Tidak ada mikroorganisme
khusus
2. Scott Brown : - Streptokokus pneumonia
- Hemofilus influenza
- Branhamella kataralis

PATOLOGI
4 tipe patologi Ballenger membagi :
1. Kongestif Akut
2. Purulen Akut
3. Purulen Kronik
4. Hiperplastik Kronik

Perubahan patologi secara berurutan :


1. Jaringan sub mukosa diinfiltrasi oleh
serum, lekosit
2. Kapiler dilatasi, mukosa menebal, merah
dan pembengkakan struktur sub epitel
3. Setelah beberapa jam 2 hari, serum
dan lekosit keluar melalui epitel yang
melapisi mukosa kemudian bercampur
dengan bakteri, debris epitel dan mukus

Pada beberapa kasus, terjadi perdarahan


kapiler dan darah bercampur dengan
sekret
Sekret yang mula mula encer dan
sedikit, kemudian jadi kental dan
banyak, karena terjadi koagulasi fibrin
dari serum
4. Pada banyak kasus, terjadi resolusi
dengan absorbsi eksudat dan
berhentinya pengeluaran lekosit
( 10 14 hari )

5. Pada kasus lain, peradangan dari tipe


kongesti ke tipe purulen, lekosit
dikeluarkan dalam jumlah besar sekali.
Resolusi masih mungkin terjadi,
karena perubahan jaringan belum
menetap.
Jika proses segera berhenti, perubahan
jaringan jadi permanen keadaan
kronis. Tulang di bawahnya dapat
memperlihatkan tanda osteitis dan akan
diganti dengan nekrosis tulang.

Perluasan infeksi dari sinus ke bagian lain :


1. Melalui tromboflebitis dari vena yang
perforasi
2. Perluasan langsung dari dinding sinus
yang ulserasi atau nekrotik
3. Melalui vaskuler bakteremia
Pada sinusitis kronik, perubahan
permukaan mukosa mirip dengan
peradangan akut supuratif.

Permukaan mukosa dapat :


Bergranular
Berjonjot - jonjot
Penonjolan seperti jamur
Hiperplastik mukosa
Pada beberapa kasus mungkin didapati
nekrosis dan sekuester dari tulang atau
mungkin telah diabsorbsi
Di dalam sinus dapat ditemukan polip,
terutama dalam sinus maksila dan
etmoid

GEJALA DAN TANDA


A. GEJALA
I. NYERI
Sesuai dengan daerah sinus yang dikenai, tapi
mungkin ada mungkin tidak
Pada sinus sfenoid atau etmoid posterior, nyeri
jauh di dalam kepala atau di oksipital, bisa juga
di frontal
Nyeri ini umumnya disebut dengan sakit kepala
Jika sinus maksila, rasa sakit juga pada gigi
rahang atas

II. SAKIT KEPALA


Tanda paling umum dan tanda yang penting
Wolff mengatakan sakit kepala yang disertai
adanya sakit di hidung disebabkan adanya
kongesti dan edema di ostium sinus
Sakit bertambah jika membungkukkan badan ke
depan
Rasa sakit karena sinusitis frontal dinyatakan
sebagai nyeri yang tajam, menusuk nusuk
melalui mata

Tanda agak khas pada sinusitis frontal akut ialah


rasa sakit yang timbul tiap hari mulai pukul
10 11 pagi dan berakhir pada pukul 3 4 sore

Sakit kepala / sakit kepala frontal yang


disebabkan oleh hiperemia dan edema di daerah
konka media oleh Sluder disebut Sakit kepala
frontal vakum ( vacuum headache )

B. TANDA
1. Nyeri tekan pada fosakanina / pipi, sering pada
sinus maksila
2. Bila bagian bawah dasar sinus frontal pada sudut
dalam orbita ditekan / diketok sakit, sinusitis
frontalis
3. Pada pemeriksaan sel sel etmoid anterior
tekanan dilakukan pada sudut medial orbita
pada planum orbita os etmoid.

4. Pembengkakan dan edema.


Jika sinus yang dekat / berbatasan dengan kulit,
terjadi infeksi akut dapat terjadi pembengkakan
dan edema kulit yang ringan akibat periostitis
5. Sekret nasal.
Pus dalam kavum nasi dapat berarti empiema
dalam sinus
6. Postnasal drips ( + )

DIAGNOSA
1. Anamnesa
2. Pemeriksaan :
- hidung Rinoskopi anterior
Rinoskopi posterior
- transiluminasi
- foto posisi Water
- scanning
3. Punksi sinus

Penekanan harus dilakukan di bawah dasar sinus frontal. Seringkali


penekanan dilakukan di bawah eminensia supraorbita, seharusnya
dilakukan lebih dalam

SINUSITIS KRONIS
1. Sakit kepala
2. Hidung bau
3. Banyak lendir di tenggorok
4. Batuk

TERAPI
SINUSITIS AKUT
1. Dekongestan
-Lokal
-Sistemik

SINUSITIS KRONIK
1. Antibiotik
-4

8 minggu

2. Antibiotika

2. Irigasi sinus = kaak spoeling

3. Simtomatis

3. Operasi Caldwell-Luc
( Luc Operation )

KOMPLIKASI
1. Eksoftalmus
2. Nyeri orbita
3. Selulitis
4. Neuritis retrobulber
5. Osteomielitis tulang
temporal

6. Osteomielitis dari
maksila superior
7. Osteomielitis tulang
sfenoid
8. Komplikasi intrakranial,
meningits, abses
ekstradural dan abses
subdural, abses otak,
trombosis septik sinus
kavernosus