Anda di halaman 1dari 9

ANATOMI KATAK

Bagian Tubuh Katak


Bagian bagian tubuh katak sebagai berikut :
Caput (kepala)
a. Rostrum (moncong) dengan rima oris (celah mulut)
b. Nares anteriores (lubang hidung depan)
c. Organon visus (alat penglihatan)
Bagian-bagian organon visus
1) Palpebra superior (pelapuk mata atas)
2) Palpebra inferior (pelapuk mata bawah)
3) Membrane nictitans (selaput tipis)
4) Bulbus oculi (bola mata)
2. Membrane tympani (selaput pendengaran)
3. Cavum oris
Bagian-bagian dari cavum oris adalah:
a. Maxilla (rahang atas)
b . Mandibula (rahang bawah)
c. Palatum (langit-langit)
d. Lingua (lidah), memperhatikan bentuknya.
Extremitas liberae (anggota gerak bebas)
a Extremitas anterior (anggota gerak depan)
1) Brachium (lengan atas)
2) Antebrachium (lengan bawah)
3) Manus (tangan)
4) Digiti (jari)
b Extremitas posterior (anggota gerak belakang)
1) Femur (paha)
2) Crus (tungkai bawah)
3) Pes/pedes (kaki)
4) Digiti (jari)
5) Membrane renang

Sectio (pembedahan)
1. Mengangkat kulit dengan menggunakan pinset, sobeklah dengan gunting.
2. Memperhatikan apakah kulit melekat pada otot dinding badan. Antara kulit dengan otot-otot dinding
badan membentuk kantong lymphe yang disebut saccus lymphaticus sub cutanous (kantong limphe di
bawah kulit).
3. Memotong otot-otot dinding badan mulai dari permukaan ventral ke arah caudal dan cranial, sehingga
memotong tulang dada, maka akan tampak
Alat-alat dalam.
a. Topography (letak alat dalam yang satu terhadap yang lain)
Mencari alat-alat berikut :
1) Cor (jantung)
2) Hepar (hati), terdiri 2 bagian
Lobus dexter (kanan)
Lobus sinister (kiri)
3) Ventriculus (lambung) warna putih
4) Intestinum (usus)
5) Vesica urinaria (kantong kencing)
6) Pulmo (paru-paru)
7) Ovarium (khusus pada betina)
8) Testis (khusus pada jantan)
9) Ren (ginjal)
10) Lien (limpa)
Systema digestoria (sistem pencernaan)
1) Tractus digestivus (saluran pencernaan)
Cavum oris (rongga mulut) dengan lingua
Pharynx (tekak)
Oesophagus (kerongkongan)
Ventriculus (lambung)
Interstinum (usus)
Cloaca
2) Glandula digestoria (kelenjar pencernaan)
Hepar (hati)
Vesica fellea (kantong empedu), warna hijau
Pancreas, warna kekuning-kuningan

c. Systema respiratoria (system pernapasan)


Pernapasan pada katak dewasa dengan pulmo dan kulit. Pernapasan menggunakan pulmo, jalan
pernapasannya adalah sebagai berikut :
1) Nares anterior (lubang hidung depan)
2) Cavum nasi (rongga hidung)
3) Nares posterior (lubang hidung belakang)
4) Cavum oris (rongga mulut)
5) Larynx
6) Bronchus
7) Pulmo (paru-paru)

ORGAN DALAM KATAK


Organ Dalam Katak Sebagai anggota dari kelas Amphibia, katak mungkin tinggal beberapa kehidupan
dewasa mereka di darat, tetapi mereka harus kembali ke air untuk mereproduksi. Telur diletakkan dan
dibuahi di dalam air. Di bagian luar kepala katak adalah dua nares eksternal, atau lubang hidung, dua
timpani, atau gendang telinga, dan dua mata, yang masing-masing memiliki tiga tutup. Tutup ketiga, yang
disebut membran nictitating, adalah transparan. Di dalam mulut dua nares internal, atau bukaan ke dalam
hidungnya; dua gigi vomerine di tengah atap mulut, dan dua gigi rahang atas pada sisi mulut. Juga di
dalam mulut di balik lidah adalah faring, atau tenggorokan.
Dalam tekak, ada beberapa bukaan: satu ke kerongkongan, tabung ke dalam mana makanan ditelan, satu
ke dalam celah suara, di mana udara masuk ke pangkal tenggorokan, atau kotak suara, dan dua ke dalam
tuba Eustachio, yang menghubungkan faring ke telinga. Sistem pencernaan terdiri dari organ-organ
saluran pencernaan, atau tabung makanan, dan kelenjar pencernaan.
Dari kerongkongan, bergerak menelan makanan ke perut dan kemudian ke usus kecil. Empedu
merupakan jus pencernaan yang dibuat oleh hati dan disimpan di kantong empedu. empedu mengalir ke
dalam tabung yang disebut saluran empedu, di mana jus pankreas, jus pencernaan dari pankreas, juga
mengalir. Isi aliran saluran umum empedu ke dalam usus kecil, di mana sebagian besar pencernaan dan
penyerapan makanan ke dalam aliran darah berlangsung.
Bahan dicerna melalui usus besar dan kemudian ke kloaka, ruang keluar umum dari sistem pencernaan,
ekskresi, dan reproduksi. Sistem pernapasan terdiri dari lubang hidung dan laring, yang membuka ke dua
paru-paru, kantung berongga dengan dinding tipis. Dinding paru-paru diisi dengan kapiler, yang
mikroskopis melalui pembuluh darah yang bahan masuk ke dalam dan keluar dari darah.
Sistem sirkulasi terdiri dari jantung, pembuluh darah, dan darah. Jantung memiliki dua kamar menerima,
atau atrium, dan satu ruang pengiriman, atau ventrikel. Darah dibawa ke jantung yang disebut pembuluh
vena. Vena dari bagian tubuh yang berbeda memasuki atrium kanan dan kiri. Darah dari atrium kedua
masuk ke ventrikel kemudian dipompa ke dalam arteri, yang merupakan pembuluh darah yang membawa
darah dari jantung.

Sistem kemih terdiri dari ginjal katak, ureter, kandung kemih, dan kloaka. Ginjal adalah organ yang
mengekskresikan urin. Terhubung ke setiap ginjal adalah sebuah ureter, tabung melalui urin masuk ke
dalam kandung kemih, kantung yang menyimpan urin sampai lolos keluar dari tubuh melalui kloaka.
Organ dari sistem reproduksi laki-laki adalah testis, saluran sperma, dan kloaka.
Mereka dari sistem perempuan indung telur, saluran telur, uteri, dan kloaka. Testis menghasilkan sperma,
atau sel kelamin laki-laki, yang bergerak melalui saluran sperma, tabung yang membawa sperma ke
kloaka, dari yang bergerak sperma di luar tubuh. Indung telur menghasilkan telur, atau sel kelamin
perempuan, yang bergerak melalui saluran telur ke uteri, kemudian melalui kloaka luar tubuh.

SISTEM PEREDARAN DARAH KATAK


Sistem Peredaran Darah Katak
Sistem peredaran darah pada katak terdiri dari, jantung beruang tiga, arteri, vena, sinus, venosus, kelenjar
limfa, dan cairan limfa.darah katak tersusun dari plasma darah yang terang (cerah) dan berisi sel sel
darah (korpuskula), yakni sel sel darah merah , sel darah putih dan keeping sel darah.
Jantung katak terdiri dari:
1. Sebuah bilik yang berdinding tebal dan letaknya disebelah posterior
2. Dua buah serambi , yakni serambi kanan (atrium dekster) dan serambi kiri (atrium sinister)
3. Sinus venosus yang berbentuk segitiga dan terletak disebelah dorsal dari jantung
4. Trunkus arteriosus berupa pembuluh bulat yang keluar dari bagian dasar anterior bilik.
Jantung terdiri dari 3 ruangan yaitu atrium kiri, atrium kanan, dan satu ventrikel. Di antara atrium dan
ventrikel terdapat sekat. Antara atrium kanan dan kiri terdapat katup. Sinus venosus terletak di sebelah
dorsal jantung.
Aliran darah diawali dari seluruh tubuh yang kaya CO2 masuk ke jantung melalui vena kava. Darah ini
mula-mula berkumpul di sinus venosus dan akan masuk ke atrium kanan, dan menuju ventrikel, lalu
dipompa menuju paru-paru. Selanjutnya, darah dari paru-paru yang kaya O2 masuk ke atrium kiri dan
menuju ventrikel. Selain dari paru-paru, O2 juga dapat diperoleh melalui kapiler-kapiler di bawah kulit.
O2 ini masuk ke dalam kulit secara difusi.
Jadi, di dalam ventrikel kedua jenis darah bercampur. Selanjutnya, darah kaya O2 dari ventrikel dipompa
menuju arteri untuk diedarkan ke seluruh jaringan tubuh. Kulit amfibi juga berperan sebagai alat
pernapasan. Oksigen masuk melalui kulit secara difusi, ke kapiler-kapiler di bawah kulit.
Darah beredar dari jantung ke seluruh tubuh, kemudian kembali lagi ke jantung. Selain itu, juga terjadi
aliran darah dari jantung menuju paru-paru, kemudian kembali lagi ke jantung.

SISTEM RESPIRASI KATAK


Proses atau Sistem Pernapasan Pada Katak Kecil dan Katak Dewasa - Sebagaimana anggota kelas
Amphibia, katak mengalami perkembangan di dua habitat selama masa hidupnya, air dan darat. Masa
kanak-kanak katak dihabiskannya dengan hidup di air. Hal ini karena struktur tubuh larva katak sangat
lembek dan lembab. Hidup di perairan akan menjaga kontur tubuh larva katak. Sebaliknya, ketika
dewasa, katak akan migrasi ke daratan guna mencari mangsa. Katak merupakan predator seranggaserangga kecil. Meskipun demikian, katak dewasa tidak meninggalkan habitat perairan, katak
memerlukan wilayah yang lembab untuk memjaga kulitnya tetap lembab, dan daratan menyebabkan kulit
kering.
Metamorfosis yang terjadi pada kehidupan katak (air menuju darat) menyebabkan berbagai macam
adaptasi yang terjadi pada organ-organ tubuh, terutama terjadi pada organ pernapasan. Kebutuhan akan
oksigen senantiasa terjadi dalam perkembangan katak dan makhluk hidup lainnya. Larva katak bernapas
menggunakan insang luar di permukaan tubuh yang terdiri atas lipatan-lipatan penuh kapiler pembuluh
darah yang akan mengikat oksigen terlarut dalam air dan membuang karbondioksida dengan pertukaran
gas. Perkembangan larva katak menjadi katak yang disiapkan dapat hidup didaratan akan menyebabkan
insang hilang. Katak dewasa dilengkapi dengan tiga permukaan tubuh yang digunakan untuk pertukaran
gas. Katak dewasa bernapas menggunakan lapisan kulit; paru-paru; dan lapisan rongga mulut.
Kulit katak tersusun atas membran yang tipis dengan jaringan pembuluh darah yang terletak tepat
dibawahnya. Pernapasan melalui kulit membantu mencukupi asupan oksigen tersebar, terutama ketika
sang katak berada di wilayah perairan. Membran tipis pada kulit memudahkan difusi oksigen mengalir
masuk ke dalam tubuh dan langsung masuk ke dalam sistem sirkulasi (melalui pembuluh darah kutaneus).
Ketika katak meninggalkan perairan, kelenjar mukus (lendiri) akan menjaga kelembapan kulit dengan
lendir yang dihasilkan yang akan membantu pengikatan oksigen dari udara saat di daratan.
Advertisement
Katak memiliki mekanisme pernapasan yang hampir sama dengan mamalia ketika di daratan. Udara
masuk melalui lubang hidung (nostril) masuk ke rongga mulut dan turun ke paru-paru. Katak tidak
memeiliki tulang rusuk ataupun diafragma yang membantu pemompaan masuknya udara ke dalam tubuh
seperti pada manusia. Proses masuknya udara ke dalam tubuh saat di daratan pada katak (selain terjadi
pada lapisan kulit) dibantu dengan gerakan mulut. Untuk menarik udara masuk, katak akan menurunkan
dasar rongga mulut sehingga akan membuat tenggorokan membesar (menggelembung). Pada saat ini
lubang hidung akan membuka, udara masuk ke dalam rongga mulut yang membesar. Lubang hidung
kemudian akan menutup dan udara akan diteruskan ke paru-paru melalui gerakan kontraksi dari otot-otot
di dasar mulut. Proses pembuangan karbondioksida dari dalam tubuh (melalui paru-paru) terjadi saat
dasar mulut turun ke arah bawah dan mendorong karbondioksida naik, masuk ke dalam rongga mulut
secara perlahan. Lubang hidung membuka, dasar mulut perlahan naik dan akhirnya mendorong
karbondioksida keluar tubuh melalui lubang hidung. Diantara vertebrata daratan lainnya, amphibia
termasuk katak memiliki paru-paru yang kecil dan hanya ditemukan pada katak dewasa. Dengan
demikian jika hanya mengandalkan paru-paru dalam pertukaran gas untuk pemenuhan kebutuhan oksigen
akan kurang efektif, hal ini karena katak memiliki luas permukaan daerah respirasi untuk pertukaran gas
sangat kecil (terbatas). Untuk mengatasi hal tersebut, katak dan amphibi lainnya senantiasa menggunakan
permukaan tubuh (kulit) yang selalu lembab untuk memaksimalkan pemenuhan kebutuhan akan oksigen

dan pembuangan karbondioksida melalui proses difusi gas pernapasan.


Alat pernapasan lainnya yang dimiliki oleh katak yaitu lapisan epitel dinding rongga mulut yang
dilengkapi dengan kapiler pembuluh darah. Pertukaran gas di dalam lapisan rongga mulut terjadi sangat
mudah. Pada saat katak beristirahat, pengambilan udara yang masuk ke dalam rongga mulut akan
langsung berdifusi melalui lapisan mulut, hanya sedikit saja yang dialirkan ke dalam paru-paru.
Pertukaran gas akan langsung terjadi di dalam lapisan rongga mulut. Suatu adaptasi yang terjadi pada
katak memudahkan pemenuhan oksigen. Dengan berbagai alat pernapasan yang dimiliki katak
memungkinkan proses pertukaran gas akan mudah terjadi baik ketika katak di darat atau di perairan.

ORGAN PENCERNAAN PADA KATAK


Organ pencernaan pada katak Katak termasuk hewan Amphibi atau masuk dalam kelas hewan
chordata dalam sistem klasifikasi dunia hewan (kingdom animalia). Kata amphibi memiliki arti
kehidupan di dua alam. Katak, mengawali hidupnya di daerah perairan dan melanjutkan masa
dewasanya di daratan.
Meskipun demikian, setelah dewasa, katak masih memiliki kemampuan berenang dan bertahan hidup di
sekitar perairan. Metamorfosis yang selalu terjadi dalam pertumbuhan dan perkembangan katak,
menjadikan katak memiliki dua sistem organ yang unik. Keduanya adalah sistem pernapasan katak dan
sistem pencernaan makanan.
Khusus tentang organ pencernaan pada katak (amphibi), keunikan terjadi karena sistem pencernaan katak
mirip dengan sistem pencernaan pisces (ikan) meskipun katak memiliki makanan pokok serangga, seperti
nyamuk, lalat, dan capung. Selain itu, katak menghabiskan masa dewasanya di daratan dengan
menggunakan paru-paru sebagai organ respirasi.
Struktur dalam organ Pencernaan Katak
Beberapa organ pencernaan pada katak sebagai berikut :
Rongga Mulut : Katak memiliki rongga mulut yang ditopang oleh rahang atas maupun rahang
bawah. Gigi katak berbentuk V dan tidak berkembang dengan sempurna. Lidah katak sangat
panjang, dan lidah inilah yang berfungsi menangkap mangsa. Keunikan pada lidah katak adalah
pangkal lidah yang berada di depan, bentuk lidah yang menggulung, serta tekstur lidah yang
kenyal dan sangat lengket.
Kerongkongan (Esofagus) : Kerongkongan katak tidak berkembang seperti kerongkongan pada
manusia yang cukup panjang dan mampu melakukan gerak peristaltik. Kerongkongan pada katak
hanya berupa saluran kecil yang sangat pendek. Hal ini akibat katak tidak memiliki leher seperti
halnya mamalia maupun aves.

Lambung (Ventrikulus) : Bentuk lambung pada sistem pencernaan katak mirip dengan
ventrikulus pada ikan. Lambung katak bersifat sangat asam. Tujuannya adalah untuk membunuh
mangsa dan kuman-kuman penyakit, mengingat mangsa katak adalah serangga yang mungkin
masih hidup ketika ditelan. Di dekat lambung, menempel pankreas yang berwarna kuning dan
berfungsi menghasilkan enzim untuk mencerna makanan. Selain itu, di dekat ventrikulus, terdapat
hepar (hati) yang menghasilkan cairan empedu untuk menetralisasi racun dan zat-zat toksik yang
masuk ke dalam saluran pencernaan katak.
Usus (Intestinum) : Usus katak identik dengan usus ikan. Meskipun lebih panjang, bagianbagian usus seperti duodenum (usus 12 jari), jejunum (usus kosong) maupun ileum (usus cerna),
belum memiliki batas-batas yang jelas. Meskipun demikian, di dalam usus, terjadi penyerapan
sari-sari makanan oleh bantuan enzim yang dihasilkan pankreas.
Usus Besar atau Usus Tebal : Di dalam usus besar katak, hanya terjadi penyerapan air dan
pembusukan sisa makanan.
Kloaka : Sisa makanan yang tidak dipakai akan dibuang melalui saluran kloaka katak. Perlu
diketahui, identik dengan ikan maupun reptilian, katak belum memiliki saluran reproduksi,
pembuangan urine dan pembuangan zat sisa makanan yang terpisah. Semuanya bermuara di
saluran kloaka.

SISTEM PENCERNAAN KATAK


Sistem pencernaan katak Sistem pencernaan makanan pada katak, hampir sama dengan ikan, meliputi
saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. salah satu binatang amphibi adalah katak. Makanan katak
berupa hewan-hewan kecil (serangga).
Penjelasan lengkap saluran pencernaan pada hewan katak sebagai berikut:
Rongga mulut : terdapat gigi berbentuk kerucut untuk memegang mangsa dan lidah untuk
menangkap mangsa,
Esofagus : berupa saluran pendek,
Ventrikulus (lambung) : berbentuk kantung yang bila terisi makanan menjadi lebar. Lambung
katak dapat dibedakan menjadi 2, yaitu tempat masuknya esofagus dan lubang keluar menuju
usus,
Intestinum (usus) : dapat dibedakan atas usus halus dan usus tebal. Usus halus meliputi:
duodenum. jejenum, dan ileum, tetapi belum jelas batas-batasnya.
Usus tebal : Usus yang berakhir pada rektum dan menuju kloata
Kloaka : merupakan muara bersama antara saluran pencernaan makanan, saluran reproduksi, dan
urine.
Kelenjar pencernaan pada katak, terdiri atas hati dan pankreas. Hati berwarna merah kecoklatan, terdiri
atas lobus kanan yang terbagi lagi menjadi dua lobulus. Hati berfungsi mengeluarkan empedu yang
disimpan dalam kantung empedu yang berwarna kehijauan. pankreas berwarna Kekuningan, melekat
diantara lambung dan usus dua belas jari (duadenum). pankreas berfungsi menghasilkan enzim dan
hormon yang bermuara pada duodenum.
Alat pencernaan makanan diawali oleh cavum oris dan diakhiri oleh anus. Pada beberapa bagian dari
tractus digestoria mempunyai struktur dan ukuruan yang berbeda. Mangsa yang berupa hewan kecil yang

ditangkap untuk dimakan akan dibasahi oleh air liur. Katak tidak begitu banyak mempunyai kelenjar
ludah. Dari cavum oris makanan akan melalui pharynx, oesophagues yang menghasilkan sekresi alkalis
(basis) dan mendorong makanan masuk dalam fentriculus yang berfungsi sebagai gudang percernaan.
Bagain muka frentriculus yang besar disebut cardiarc, sedang bagian posterior mengecil dan berakhir
dengan pyloris. Kontraksi dinding otot ventriculus meremas makanan jadi hancur dan dicampur dengan
sekresi ventriculus yang mengandung enzim atau verment, yang merupakan katalisator. Tiap tiap enzim
merubah sekelompok zat makanan manjadi ikatan ikatan yang lebih sederhana. Enzim yanbg dihasilkan
oleh ventriculus dan intestinum terdiri atas : pepsin, tripsin, erepsin untuk protein, lipase untuk lemak.
Disamping itu ventriculus menghasilkan asam klorida untuk mengasam kan bahan makanan. Gerakan
yang menyebabkan bahan makanan berjalan dalam saluran disebut gerak peristalis. Beberapa penyerapan
zat makanan terjadi di ventriculus tetapi terutama terjadi di intestinum. Makanan masuk ke dalam
intertinum dari ventriculus melalui klep pyloris.
Kelenjar pencernaan yang besar adalah hepar dan pancreaticum yang memberikan sekresinya pada
intestinum kecuali itu intestinum menghasilkan sekresi sendiri. Hepar yang besar terdiri atas beberapa
lobus dan bilus atau zat empedu yang dihasilkan akan ditampung sementara dalam fesica felea, yang
kemudian akan dituangkan dalam intestinum melalui ductus cystcus dahulu kemudian melalui duktus
cholydocus yang merupakan saluran gabungan dengan saluran yang dari pankreas. Fungsi bilus untuk
mengilmusikan zat lemat. Bahan makanan yang merupakan sisa di dalam intestinum major menjadi
faeces dan selanjutnya dikeluarjkan melalui anus.

SISTEM REPRODUKSI KATAK


Sistem reproduksi katak
Organ Reproduksi pada katak
Organ reproduksi katak jantan berbeda dengan katak betina. Pada katak jantan terdapat sepasang testis
(bentuknya oval, warnanya keputih-putihan) terletak disebelah atas ginjal. Organ reproduksi betina terdiri
atas sepasang ovarium yang terdapat pada bagian belakang rongga tubuh diikat oleh penggntungnya yang
disebut mesovarium.
Metamorvosis pada Katak
Kelompok ampibi misalnya katak, merupakan jenis hewan ovivar. Katak jantan dan katak betina tidak
memiliki alat kelamin luar. Pembuahan katak terjadi di luar tubuh. Pada saat kawin katak jantan dan katak
betina akan melakukan ampleksus, yaitu katak jantan akan menempel pada punggung katak betina dan
menekan perut katak betina. Kemudian katak betina akan mengeluarkan ovum ke dalam air dengan
menyemprotkan sel-sel gametnya keluar tubuh(frandson rd,1992). Setiap ovum yang keluar akan dilapisi
selaput telur (membrane vitelin). Sebelumnya ovum katak yang telah matang dan berjumlah sep sang
akan ditampung oleh suatu corong. Perjalanan ovun dilanjutkan melalui oviduk.
Dekat pangkal oviduk pada katak betina dewasa, terdapat kantung yang mengembung yang disebut
kantung telur (uterus). Oviduk katak betina terpisah dengan ureter. Oviduknya berkelok-kelok dan
bermuara
pada
kantong
kloaka.

Segera setelah katak betina mengeluarkan ovum, katak jantan juga akan menyusul mengeluarkan sperma.
Seperma yang di hasilkan berjumlah sepasang dan di salirkan kedalam vasdeverens. Vas deveren katak
jantan bersatu dengan ureter . Dari vasdeveren sperma lalu bermuara ke kloaka. Setelah terjadi vertilisasi
eksternal, ovum akan diselimuti cairan kental sehingga kelompok telur tersebut berbentuk gumpalan telur.
Gumpalan telur yang dibuahi kemudian akan berkembang menjadi berudu. Berudu awal yang keluar dari
gumpalan telur bernafas dengan insang dan melekat pada tumbuhan air dengan alat hisap.makanannya
berupa fitoplankton sehingga berudu tahap awal merupakan herbivore. Yang kemudian berkembang
menjadi insektivora. Bersamaan dengan itu mulai terbentuk lubang hidung dan paru-paru. Kelak fungsi
insang berkurang dan menghilang, ekor semakin memendek dan akhirnya lenyap. Pada saat itulah
metamorphosis katak selesai.
Sistem Endokrin pada katak
Pengertian sistem endokrin
Sistim endokrin adalah sistem control kelenjar tanpa saluran (ductles) yang menghasilakn hormone yang
tersilkurasi ditubuh untuk mempengaruhi organ-organ lain. Hormone bertindak sebagai pembawa pesan
dan dibawa oleh aliran darah ke berbgaai sel dalam tubuh, yang selanjutnnya akan menerjemahkan pesan
tersebut menjadi suatu tundakan.