Anda di halaman 1dari 9

PERENCANAAN PENAMBANGAN BATUBARA

PT. AMANAH ANUGERAH ADI MULIA PIT A SEAM A


KECAMATAN DUSUN TIMUR, KABUPATEN BARITO TIMUR
PROPINSI KALIMANTAN TENGAH

Amin Muliyanto1, Uyu Saismana, MT2, M. Untung Dwiatmoko, ST3,


Cepi Cahyono, ST 4
1
Mahasiswa PS Teknik Pertambangan, FT Universitas Lambung Mangkurat
2
Staf Pengajar PS Teknik Pertambangan, FT Universitas Lambung Mangkurat
3
Staf Pengajar PS Teknik Pertambangan, FT Universitas Lambung Mangkurat
4
Mine Project Manager, Mining Division, PT Amanah Anugerah Adi Mulia Kec,
Dusun Timur, Kab, Barito Timur, Propinsi Kalimantan Selatan
Corresponding Email : amin_mineplan@yahoo.com

ABSTRAK
Rencana

PT. Amanah Anugerah Adi Mulia

p e n a m b a n g a n b a r u merupakan latar

belakang

membuka
penulis

lokasi

melakukan

penelitian mengenai perencanaan pit. Penelitian ini bertujuan untuk membuat


rancangan pit dan batas penambangan, menghitung jumlah cadangan batubara
tertambang dan volume batuan penutup (overburden/OB), membuat tahapan
penambangan, membuat rancangan disposal serta membuat rencana penempatan
office dan workshop.
Penelitian

dikerjakan

dengan

bantuan

software

komputer

yaitu

Minescape. Batas penambangan, cadangan tertambang, dan volume OB


ditentukan dengan nilai Stripping Ratio (SR) 1.25. Rancangan pit dan timbunan
mengacu pada rekomendasi geoteknik lereng. Perhitungan volume menggunakan
software Minescape. Tahapan penambangan dibuat dengan target produksi
100.000 ton/bulan.
Hasil penelitian dengan SR 1.25 disebutkan secara berurutan yaitu :
batas penambangan sampai elevasi -3 mdpal, luas pit 61.87 ha, cadangan
tertambang 7,5 juta ton, volume OB 9,3 juta BCM, umur pit 6 tahun 2 bulan,
target pengupasan OB 125 ribu BCM/bulan.
Kata kunci : Pit, Overburden, Stripping Ratio

PENDAHULUAN
Amanah Group merupakan salah satu group perusahaan di Kalimantan
Selatan yang bergerak di bidang usaha pertambangan batubara. Salah satu anak
perusahaan group ini yaitu PT. Amanah Anugerah Adi Mulia yang melakukan
kontrak penyediaan batubara kalori tinggi dengan PT. Semen Gresik untuk bahan
bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). PT Semen Gresik berencana
menambah unit pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang menggunakan
batubara kalori rendah sebagai bahan bakarnya.
Menyikapi rencana tersebut, Amanah Group berencana menjadi produsen
untuk memenuhi keperluan batubara kalori rendah PT. Semen Gresik yaitu dengan
memanfaatkan cadangan batubara kalori rendah yang ada di Wilayah Izin Usaha
Pertambangan PT. Amanah Anugerah Adi Mulia. PT. Amanah Anugerah Adi
Mulia

memerlukan

perencanaan

tambang

untuk

melakukan

kegiatan

penambangan yang akan dimulai pada awal tahun 2013.


Hal tersebutlah yang menjadi latar belakang penulis melakukan penelitian
sebagai tugas akhir dengan judul Perencanaan Penambangan pada Pit A di PT.
Amanah Anugerah Adi Mulia, Desa Maragut, Kecamatan Dusun Timur,
Kabupaten Barito Timur, Propinsi Kalimantan Tengah.
METODE PENELITIAN
Teknik Pengumpulan Data
a. Instrumentasi dan Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan dengan dua cara yaitu pengamatan lapangan
dan penggunaan data perusahaan. Pengamatan lapangan dilakukan untuk melihat
langsung kondisi aktual daerah penelitian. Data utama yang digunakan sebagai
dasar perencanaan dan perancangan tambang adalah data survey topografi dan
data pemboran. Sedangkan data-data lainnya menggunakan data dan peta yang
telah diolah atau digunakan perusahaan. Teknik pengumpulan data di lapangan di
adalah sebagai berikut :
Data topografi diperoleh dari kegiatan survey pengukuran topografi yang
berlangsung selama 54 hari.
Data pemboran diperoleh dari kegiatan pemboran yg berlangsung selama 60
hari.

Data geoteknik diperoleh dari hasil analisa geoteknik yang dilakukan oleh
perusahaan.
b. Teknik Pengolahan Data
Pengolahan data dilakukan dengan bantuan sofware AutoCAD Land
Dekstob Development 2007 dan minecom 4.118. English. Penyusunan laporan
disertai penyajian berupa peta, gambar, grafik, dan tabel yang dapat membantu
dalam penyampaian informasi hasil penelitian. Minescape. Tahap pengolahan data
ini meliputi :
a. Perhitungan cadangan
b. Perhitungan Striping Ratio
c. Perhitungan penjadwalan produksi
HASIL PENGOLAHAN DATA DAN PEMBAHASAN
Teknik Analisis Data
a.

Analisa data yang dilakukan antara lain untuk memodelkan endapan

batubara, perancangan tambang, membuat tahapan penambangan, penjadwalan


produksi, serta penentuan lokasi fasilitas tambang.
b. Topografi
Bentuk permukaan yang merupakan surface dari lokasi penelitian adalah data
topografi, merupakan data primer pada daerah penelitian. Data topografi tersebut
terdiri dari data koordinat titik dan elevasi, yang mengambarkan keadaan topografi
ditempat penelitian sebagai batas permukaan yang akan menjadi acuan dalam
memodelkan endapan batubara, dalam perancangan pit, dan dalam perhitungan
untuk mengetahui volume overburden.
c. Permodelan Batubara
Permodelan batubara digunakan untuk mengetahui bentuk dan sebaran lapisan
batubara, baik letak/posisi, kedalaman, kemiringan dan jumlah lapisan batubara
yang terdapat pada area penelitian. Permodelan batubara dilakukan dengan kolerasi
data pemboran yang terdiri dari ketebalan, elevasi, roof dan floor , serta data
outcrop. Proses permodelan batubara dilakukan dengan tahapan sebagai berikut :
Penentuan lapisan dan kolerasi batubara dari data pemboran dan outcrop, yaitu
data yang memuat data survey yang berisikan koordinat, elevasi dan kedalaman
total titik pemboran dan titik outcrop. Selain itu juga dibuat data lithologi yang
berisikan elevasi roof, elevasi floor, ketebalan, penamaan lapisan batubara.

Penentuan aturan-aturan dalam permodelan yang akan digunakan. Metode


yang digunakan ialah metode cross section dengan jarak antara section adalah
50 meter dan beberapa jarak cross section bervariasi ekstrapolasi radius
pengaruh dari setiap data sejauh 250 m, yang digunakan sebagai kemenerusan
arah penyebaran batubara, hingga batas KP dari perusahaan.
Pemprosesan data survey dan lithologi dengan bantuan software. Data topografi
digunakan sebagai batas permodelan batubaranya.
Pemeriksaan hasil permodelan batubara yang telah dilakukan, apabila
menghasilkan permodelan yang tidak sesuai maka dilakukan pemeriksaan data
survey dan lithologi maupun aturan-aturan permodelan yang telah ditentukan,
dan selanjutnya mengulangi kembali tahapan permodelan yang telah dilakukan.
Hasil permodelan berupa model geologi batubara yang ditampilkan dalam
bentuk kontur floor dan subcrop dari lapisan batubara. Berdasarkan data hasil
pemboran terdapat satu seam batubara yang dapat dimodelkan yaitu seam A. Hasil
permodelan batubara disajikan dalam gambar di bawah ini. Berdasarkan hasil
permodelan batubara tersebut dapat diperoleh data seam yang berupa arah sebaran
(strike), besar kemiringan (dip), ketebalan batubara serta arah strike.

Penampang Vertikal Seam A dan B


Perhitungan cadangan pada PT. Amanah Anugerah Adi Mulia dilakukan
menggunakan Sofware Minescape 4.116b.English
Densitas batubara yang digunakan yaitu 1.3 ton/m3, keberadaan Batubara pada
lokasi penelitian adalah seperti table berikut :

Tabel Kedudukan Batubara


Seam
A

Strike

Dip

Ketebalan

(N...0E)

(0)

(m)

Sebaran Searah
Strike
(m)

160 - 175

7 10.

4.05-14.40

1.456,40

d. Geometri dari Lereng


A. Lereng Penambangan
High Wall
Lereng Keseluruhan (Overall Slope)
Ketinggian Lereng
Kemiringan Lereng
Lebar Jenjang Penangkap
o
(m)
()
(m)
45
Lereng Tunggal
Ketinggian Lereng
Kemiringan Lereng
Lebar Jenjang Penangkap
0
(m)
()
(m)
10
50
3.5
Low Wall
Mengikuti kemiringan batubara maksimal 35
B. Lereng Timbunan
Lereng Keseluruhan (Overall Slope)
Ketinggian Lereng
Kemiringan Lereng
Lebar Jenjang Penangkap
0
(m)
()
(m)
24
Ketinggian Lereng
Kemiringan Lereng
Lebar Jenjang Penangkap
0
(m)
()
(m)
6
30
3

e. Batas Pit (Pit Limit)


Rancangan batas pit mengacu pada batas area topografi. Data yang
diperlukan untuk menentukan pit limit ialah hasil permodelan batubara yang
berupa kontur floor batubara, subcrop, kontur topografi, serta geometri lereng pit
yang telah ditentukan. Dalam proses penentuan pit limit terlebih dahulu dibuat
contur iso-OR. Adapun overburden ratio merupakan perbandingan antara tebal
overburden dengan tebal batubara dikali densitasnya. Kontur overburden ratio ini
akan menjadi acuan awal dalam penentuan batas pit. Akan tetapi dalam penelitian

ini batas pit limit menyesuaikan dengan batas area topografi, dan tidak
memperhitungkan contur overburden rasio.
Proses penentuan batas pit dilakukan dengan beberapa ketentuan dan
tahapan, yaitu sebagai berikut :
1. Topografi di daerah up dip (seam A) dijadikan batas awal penambangan dan
topografi akhir di daerah down dip

(seam A) dijadikan batas akhir

penambangan.
2. Batas-batas yang telah dibuat kemudian diproyeksikan ke atas sesuai dengan
geometri lereng yang ditentukan hingga batas kontur topografi.
3. Setiap seam batubara yang akan dihitung cadangannya, terlebih dahulu
dikurangi 20 cm dari tebalnya dan dianggap sebagai overburden. Masingmasing 10 cm pada roof dan floor batubara. Hal tersebut dilakukan sebagai
nilai kehilangan (losess) dari ketebalan batubara yang akan ditambang
sebagai proses kegiatan cleaning.
4. Perhitungan cadangan batubara dan volume overburden (OB) dilakukan
dengan metode block strip. Batas atas dan bawah yang digunakan dalam
perhitungan ialah surface kontur topografi dan surface batubara.
Rancangan batas pit disajikan pada tabel 1, sedangkan hasil perhitungan
cadangan batubara dan volume overburden dapat dilihat pada Tabel 2.
Perbandingan antara target produksi batubara dan pengupasan overburden
perbulan pada SR 1.25 dapat dilihat pada Gambar di bawah ini.

Tabel 1

Rancangan Batas Pit

SR

1.25

Luas Pit (ha)

61.87

Panjang Pit (m)

1.456.6

Lebar Terjauh Pit (m)

Tabel 2

437.8

Elevasi Terendah (mdpal)

-3

Elevasi Tertinggi (mdpal)

53

Hasil Perhitungan Cadangan

f.

No

Keterangan

Satuan

SR 1.25

Overburden

BCM

9.344.736,59

Target Pembongkaran
OB

BCM/Bln

125.000

Batubara / Coal

m/ton

7.505.254,592

Target Produksi

m/ton/Bln

100.000

Umur Tambang

Tahun

6 Tahun 3 Bln

Disposal

Tabel Disposal
No
1

Keterangan
OB

Satua
n

Volume

BCM

9.344.736,59

Pit
dan

Volume Berai OB

LCM

11.213.683,91

Kapasitas Disposal (outpit dump)

LCM

1.864.219,38

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan dalam
pengerjaan penelitian maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:
a.

Batubara yang dimodelkan yaitu seam A, dengan data geologi sebagai berikut

b.

: kedudukan batubara N 160 E - 175E/7 - 10, ketebalan 14 meter.


Rancangan tambang untuk SR 1.25 memiliki luas 61.87 ha, dengan elevasi

c.

terendah -3 mdpal.
Pit A dirancang dengan jenjang tunggal 50, tinggi 10 m, dan dengan lebar
jenjang penangkap 3.5 m. Pit dirancang menjadi beberapa level dengan
eleveasi hingga -3 m,dpal untuk SR 1.25. Volume Overburden yang harus
dipindahkan dari Pit A SR 1.25 adalah sebesar 9.344.736,59 BCM. Sedangkan
jumlah ton batubara yang dapat di tambang pada Pit A SR 1.25 adalah sebesar

d.

7.505.254,592 ton, dengan target produksi 100.000 ton/bulan.


Disposal dirancang dengan jenjang tunggal 30, tinggi 6 m dan lebar jenjang
penangkap 3 meter yang dirancang di bagian timur laut Pit A. Disposal dibuat
menjadi beberapa level dengan ketinggian 6 meter per levelnya. Kapasitas
maksimum Disposal adalah sebesar 1.864.219,38 LCM. Rancangan jalan
tambang pada Pit A disesuaikan dengan kemajuan penambangannya yaitu
dengan umur tambang yang 6 tahun 2 bulan. Settling Pond berada disebelah
timur pit, tepat berada di sebelah selatan rancangan Disposal. Dimensi
Settling Pond adalah 15 x 30 m per kolam, tedapat 4 kolam pengendapan

e.

pada Settling Pond.


Penambangan dilakukan dari sisi barat laut ke tenggara, dengan ukuran push
back lebar 100 meter, panjang 100 meter dan tinggi 7 meter.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2011a, Laporan Eksplorasi, PT Amanah Anugerah Adi Mulia, Tamiang
Layang..
Anonim, 2011b, Kajian Geoteknik, PT Amanah Anugerah Adi Mulia, Tamiang
Layang.

Arif, I. dan Adisoma, G.S. 1992. Buku Ajar Perencanaan Tambang. Bandung,
Institut Teknologi Bandung. Halaman IV-5, VIII-7.
Budirahardja. 2000. Prinsip Perencanaan Open Pit. Pusat Pengembangan
Tenaga Pertambangan. halaman 1,4.
Farma, Eka. 2011. Perencanaan Penambangan Batubara Pit Eco. Teknik
Pertambangan UNLAM.
Irawan, Handri. 2010. Perencanaan Pit 1-SEM-R PT. Senamas Energindo
Mineral. Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur Propinsi
Kalimantan Tengah. Teknik Pertambangan UNLAM.
Lambert, R., 2005, A Basic Primer on Mine Design, No.69, Pincock, Allen and
Holt, Colorado, page. 3,4.
Marston, R. and D., 2009, Exploration, Geological Modelling and Mine Planning
in a Competitive Market Place, Word Coal, Colorado, p. 2.
Nurhakim, 2002, Bahan Kuliah Tambang Terbuka, Universitas Lambung
Mangkurat, Banjarbaru, halaman 9-2, 9-4.
Nurhakim, 2008, Bahan Kuliah Perencanaan dan Permodelan Tambang,
Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, halaman 1-1,1-2, 1-3.
Prodjosumarto, P. 1994. Rancangan Kolam Pengendap Sebagai Pelengkap
Sistem Penirisan Tambang. PERHAPI. Yogyakarta. Makalah Disampaikan
pada Kongres ke-II dan Temu Profesi Tahunan ke-3 (PERHAPI) Di
Yogyakarta. halaman 148-150.
Suwandi, A. 2004. Perencanaan Jalan Tambang, Diklat Perencanaan Tambang
Terbuka. UNISBA. halaman 11,12.