Anda di halaman 1dari 10

1.

Konsep uang dalam ekonomi syariah, perbedaannya dengan ekonomi


konvensional

KONSEP ISLAM
Uang tidak identik dengan
modal
Uang adalah public goods
Modal adalah private goods
Uang adalah flow koncept
Modal adalah stock concept

KONSEP KONVENSIONAL
Uang sering kali diidentikkan dengan
modal
Uang (modal) adalah private goods
Uang (modal) adalah flow concept
bigi fisher
Uang (modal) adalah stock concept
bagi cambridge school

http://viraal.blogspot.co.id/2014/08/perbandingan-antara-uangkonvensional.html
2. Pengertian zakat. Konsep zakat dan mustahik zakat
- Secara lughoh atau bahasa, zakat berasal dari bahasa Arab yang berarti suci,

bertambah dan berkembang, berkah, dan terpuji. Sedangkan secara istilah


syara, zakat berarti suatu bentuk ibadah kepada Allah SWT dengan
mengeluarkan sebagian hartanya dan hukumnya wajib untuk dikeluarkan sesuai
aturannya dan diberikan kepada golongan-golongan tertentu yang berhak
-

menerimanya.
Konsep zakat
Mustahiq zakat
Fakir
Adalah orang-orang yang tidak memiliki harta untuk kebutuhan
hidupnya sehari-hari dan tak mampu bekerja ataupun berikhtiar.
Miskin
Adalah orang-orang yang memiliki penghasilan, namun tidak
mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari atau kekurangan.
Amil
Mereka adalah orang-orang yang bertugas untuk mengumpulkan
dan membagi-bagikan zakat kepada orang-orang yang berhak
menerimanya. Bisa juga disebut dengan panitia zakat.

Muallaf
Orang yang baru masuk kedalam Agama Islam dan masih
membutuhkan bimbingan karena keimanannya masih lemah.
Gharim
Yakni orang yang memiliki hutang piutang, namun tidak mampu
untuk membayarnya.
Hamba Sahaya
Atau disebut juga budak. Yakni orang-orang yang belum merdeka
dan dimerdekakan.
Sabilillah
Adalah orang-orang yang berjuang di jalan Allah SWT, seperti para
syuhada, para ulama, ustadz ustadzah yang mengarkan ilmu
agama di pesantren ataupun di musholla dll.
Ibnu Sabil
Yakni orang-orang musafir atau yang sedang dalam perjalanan
seperti contoh, orang yang sedang bertholabul ilmi, melakukan
dakwah dls.

3. Pengertian lembaga perbankan syariah. Keunggulan dan kelemahan


perbankan syariah
Bank Syariah merupakan bank yang kegiatannya mengacu pada hukum islam dan
dalam kegiatannya tidak membebankan bunga maupun tidak membayar bunga
kepada nasabah. Imbalan bank syariah yang diterima maupun yang dibayarkan
pada nasabah tergantung dari akad dan perjanjian yang dilakukan oleh pihak
nasabah dan pihak bank. Perjanjian (akad) yang terdapat di perbankan syariah
harus tunduk pada syarat dan rukun akad sebagaimana diatur dalam syariat islam.

Kelebihan bank syariah :


kelebihan bank syariah terutama pada kuatnya ikatan emosional keagamaan antara
pemegang saham,pengelola bank,dan nasabahnya.Dari ikatan emosional inilah dapat
dikembangkan kebersamaan dalam menghadapi risiko usaha dan membagi
keuntungan secara jujur dan adil.

dengan adanya keterikatan secara religi,maka semua pihak yang terlibat dalam bank
Islam adalah berusaha sebaik-baiknya dengan pengalaman ajaran agamanya sehingga

berapa pun hasil yang diperoleh diyakini membawa berkah


adanya Fasilitas pembiayaan (al=mudharabah dan al-musyarakah) yang tidak
membebani nasabah sejak awal dengan kewajiban membayar biaya secara tetap.hai ini
adalah memberikan kelonggaran psikologis yang diperlukan nasabah untuk dapat

berusaha secara tenang dan sungguh-sungguh.


dengan adanya sistem bagi hasil, untuk penyimpan dana setelah tersedia peringatan
dini tentang keadaan banknya yang bias diketahui sewaktu-waktu dari naik turunnya
jumlah bagi hasil yang diterima.

Kelemahan bank syariah

Kelemahan bank syariah adalah bahwa bank dengan sisem ini terlalu berprasangka
baik kepada semua nasabahnya dan berasumsi bahwa semua orang yang terlibat

dalam bank Islam adalah jujur.


sistem bagi hasil memerlukan perhitungan-perhitungan yang rumit terutama dalam
menghitung bagian laba nasabah yang kecil-kecil dan yang nilai simpanannya di bank

tidak tetap.
Karena bank ini membawa misi bagi hasil yang adil,maka bank Islam lebih memerlukan
tenaga-tenaga profesionan yang andal dari pada bank konvensional.
http://www.neraca.co.id/article/36405/kelebihan-dan-kekurangan-bank-

syariah
4. Peranan kebijakan fiscal dan sumber penerimaan fiscal pada masa rasulullah
saw

Fungsi daripada sektor kebijakan fiskal menurut Islam adalah :


1.
Pemeliharaan terhadap hukum, keadilan dan juga pertahanan
2.
Perumusan dan pelaksanaan terhadap kebijakan ekonomi
3.
Manajemen kekayaan pemerintah yang ada di dalam BUMN

4.
Intervensi ekonomi oleh pemerintah jika diperlukan
Sumber penerimaan fiscal :
Kharaj Kharaj adalah pajak atas tanah, setara dengan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di
Indonesia. Yang menentukan jumlah kharaj adalah pemerintah. Secara spesifik, besarnya
kharaj ditentukan oleh 3 hal berikut: 1)
Karakteristik tanah/ tyingkat kesuburan tanah
2)
Jenis tanaman, termasuk daya jual dan jumalah 3)
Jenis irigasi b.
Zakat
Sumber penerimaan utama negara pada masa awal Islam adalah zakat. Pada awal-awal
masa pemerintah Islam, zakat dikumpulkan dalam bentuk uang tunai , hasil pertanian dan
hasil peternakan. Peraturan mengenai pengeluaran zakat muncul pada tahun ke-9 H ketika
dasar Islam telah kokoh. Pada masa permulaan Islam, zakat ditarik dari seluruh
pendapatan utama yaitu, perdagangan, kerajinan, pertanian, perkebunan, dan peternakan.
c.
Khums Sumber pendapatan lainnya adalah khums, sebagaimana diatur dalam surat
al-Anfal yang mengatur tentang pembagian rampasan perang dan menyatakan bahwa 1/5
dari harta rampasan perang itu adalah untuk Allah dan Rasul dan untuk kerabat rasul, anak
yatim, orang yang membutuhkan dan orang yang sedang dalam perjalanan. Dalam bahasa
Arab, bagian 1/5 tersebut dinamakan khums. Rasulullah SAW biasanya membagi khums
menjadi 3 bagian; bagian pertama untuk dirinya dan keluarganya; bagian kedua untuk
kerabatnya; bagian ketiga untuk anak yatim piatu, orang yang membutuhkan, dan orang
yang sedang dalam perjalanan. d.
Jizyah Jizyah berupa pajak yang dibayar oleh
kalangan non-muslim sebagai pengganti dari imbalan atas fasilitas ekonomi, sosial, dan
layanan kesejahteraan yang mereka terima dari pemerinmtah Islam, juga sebagai jaminan
dan keamanan hidup dan harta mereka. Pajak ini mirip dengan zakat fitrah yang dipungut
dari muslim setiap tahun. e.
Kaffarah Kaffarah atau berupa denda yang dikenakan pada
seorang muslim ketika melakukan pelanggaran. Denda dibayar dalam bentuk tunai atau
bentuk lain.
Sumber penerimaan lain :

Pinjaman-pinjaman
Untuk pembayaran uang pembebasan kaum muslimin dari judhayman atau
sebelum pertempuran hawazin 30000 dirham dari Abdullah ibn Rabiah dan
meminjam beberapa pakaian dan hewan-hewan tunggangan dari sufwan ibn
umayah
2. Rikaz, yaitu harta karun yang ditemukan pada periode sebelum islam
3. Amwal fadhala, harta yang berasal dari kaum muslimin yang meninggal tanpa
ahli waris, atau berasal dari barang seorang muslim yang meninggalkan
negerinya.
4. Wakaf, yaitu harta benda yang didedikasikan kepada umat islam karena Allah
dan pendapatannya akan didepositokan di baitul mal
5. Nawaib, yaitu pajak yang jumlahnya cukup besar yang dibebankan kepada
kaum muslimin yang kaya dalam ragka menutup pengeluaran negara selama
masa darurat. Hal ini pernah terjadi pada masa perang tabuk.
1.

6. Khafarat, denda atas kesalahan yang dilakukan seorang muslim dan


diharuskan membayar sejumlah harta, seperti pelanggaran ibadah haji.
http://qamaruddinshadie.blogspot.co.id/2013/04/peranan-kebijakan-fiskal.html

5. Konsep asuransi syariah dan pegadaian syariah. Istilah-istilah penting dalam


asuransi syariah
Konsep asuransi syariah :
Sedangkan asuransi syariah didefinisikan sebagai alat untuk
menanggulangi risiko (nasabah) dengan cara menanggung bersama
kerugian yang mungkin terjadi dengan pihak lain (perusahaan asuransi) .
Asuransi syari'ah disebut juga dengan asuransi ta'awun yang artinya
tolong menolong atau saling membantu . Oleh karena itu dapat dikatakan
bahwa Asuransi ta'awun prinsip dasarnya adalah dasar syariat yang saling
toleran terhadap sesama manusia untuk menjalin kebersamaan dalam
meringankan bencana yang dialami peserta.
Pegadaian syariah :
Gadai syariah adalah produk jasa berupa pemberian pinjaman
menggunakan sistem gadai dengan berlandaskan pada prinsip-prinsip
syariat Islam, yaitu antara lain tidak menentukan tarif jasa dari besarnya
uang pinjaman.
http://indahbyduri.blogspot.co.id/2012/07/ansuransi-dan-pegadaiansyariah.html
istilah dlm konsep asuransi syariah :

Akad : Perjanjian atau kontrak yang dibuat kedua belah pihak tentang suatu hal.
Kedua belah pihak wajib mematuhi setiap aturan yang ada dalam kontrak, bilamana

ada pelanggaran terhadap kontrak maka akan dikenakan penalti sesuai dalam
kontrak

Akad tabarru : Akad yang digunakan untuk tujuan tolong-menolong dan kebaikan,
dan bersifat saling menguntungkan keduabelah pihak. Dalam asuransi ini
disebut dana tabarru

Akad Tijarah : Akad yang sifatnya mencari keuntungan. Ini terjadi antara nasabah
dengan perusahaan asuransi.

Wakalah bin ujrah : Management Fee

Kontribusi : Premi Asuransi

Biaya Tabarru: Biaya Asuransi

Qard : Pembiayaan kepada nasabah untuk dana talangan segera dalam jangka
waktu relatif pendek, dan pengembalian dana secepatnya tanpa dikenakan bunga.

6. Konsep pasar modal dalam ekonomi syariah, perbedaannya dengan pasar


modal konvensional, transaksi yang dilarang dalam pasar modal syariah.
Pasar modal syariah merupakan kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan
perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya,
serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek yang dijalankan berdasarkan
prinsip syariah.
Dengan kehadiran pasar modal syariah, memberikan kesempatan bagi kalangan muslim
maupun non muslim yang ingin menginvestasikan dananya sesuai dengan prinsip syariah
yang memberikan ketenangan dan keyakinan atas transaksi yang halal. Dibukanya
Jakarta Islamic Indeks di Indonesia (JII) pada tahun 2000 sebagai pasar modal syariah
memberikan kesempatan para investor untuk menanamkan dananya pada perusahaan
yang sesuai prinsip syariah. Beragam produk ditawarkan dalam indeks syariah dalam JII
maupun ISSI seperti saham, obligasi, sukuk , reksadana syariah, dsb.

No
1

Pasar Modal Syariah

Pasar Modal Konvensional

Indeks Syariah

Indek konvensional

1.

1.

Indeks dikeluarkan oleh pasar


modal syariah.

2.

Jika indeks Islam dikeluarkan

Indek dikeluarkan oleh pasar


modal konvensional.

2.

Indeks konvensional

oleh suatu institusi yang

memasukkan semua saham

bernaung dalam pasar modal

yang terdaftar dalam bursa

konvensional maka

saham.

perhitungan indeks tersebut

3.

Seluruh saham yang tercatat

berdasarkan kepada saham-

dalam bursa mengabaikan aspek

saham yang memenuhi kriteria-

halal-haram.

kriteria syariah.
3.

Seluruh saham yang tercatat


dalam bursa sesuai halal.[2]

Instrumen yang diperdagangkan

Instrumen yang diperdagangkan

dalam Pasar Modal Syariah.

dalam Pasar Modal Konvensional.

1.

Saham.

1.

Saham

2.

Obligasi Syariah

2.

Obligasi.

3.

Reksa Dana Syrariah.

3.

Reksa Dana.

4.

Opsi.

5.

Right.

6.

Waran.[3]

Mekanisme Transaksi Pasar Modal

Mekanisme Transaksi Pasar Modal

Syariah.

konvensional

1.

1.

Tidak mengandung transaksi


Ribawi.

2.

Tidak transaksi yang

yang mengandung riba.


2.

meragukan (gharar), spekulatif,


Saham perusahaan tidak
bergerak dalam pada bidang

Mengandung transaksi yang


tidak jelas,

dan judi.
3.

Menggunakan konsep bunga

spekulatif, manipulatif, dan judi.


3.

Saham perusahaan bergerak


dalam semua bidang baik haram

yang diharamkan. (alkohol,


judi. Rokok, dll)
4.

maupun halal.
4.

Transaksi penjualan dan

Transaksi penjualan dan

pembelian dilakukan secara

pembelian saham tidak boleh

langsung dengan menggunakan

dilakukan secara langsung

jasa broker sehingga

untuk menghindari manipusi

memungkinkan para spekulan

harga.[4]

untuk mempermainkan harga.

Saham (surat-surat berharga)

Saham (surat-surat berharga)

1.

1.

Saham yang diperdagangkan

datang dari semua emiten tanpa

memenuhi ktriteria-kriteria

mengindahkan halal-haram.

syariah.
a.

d.

b.
c.

Semua perusahaan baik aktivitas


bisnisnya halal atau haram.

d.

Tidak ada transaksi yang tidak


sesuai dengan etika dan tidak

Mengandung transaksi yang


spekulatif.

Saham harus dari perusahaan


yang halal aktivitas bisnisnya.

Mengandung transaksi yang


berbunga.

Tidak ada transaksi yang


meragukan.

c.

a.

Tidak ada transaksi yang


berbasis bunga.

b.

Saham yang diperdagangkan

datang dari emiten yang

Mengandung transaksi yang


manipulatif.

e.

bermoral seperti manipulasi

Instrumen transaksi dengan


menggunakan prisip bunga.

pasar, insider trading dan lainlain.


e.

Instrumen transaksi dengan


mengunakan
prisipmudharabah,
musyarakah, ijarah, istisna,
dan salam[5].

Obligasi syariah.

Obligasi konvensional

1.

Berdasarkan

1.

Berdasarkan prisip bunga.

akad mudharabahdengan

2.

Emiten bertindak sebagai debitur

memperhatikan fatwa DSNMUI No. 7/DSN-MUI/IV/2000

(yang berhutang).
3.

tentang
pembiayaan mudharabah.
2.

kerditur (yang berpiutang).


4.

Emiten obligasi dibebaskan

Emiten bertindak

kegiatan usahanya, sehingga

sebagaimudharib (pengelola

tidak ada batasan halal-haram.

modal).
3.

Pemegang obligasi sebagai

Pemegang obligasi
sebagaishahibul
mal (pemodal).

5.

Nisbah mengikuti perkembangan


suku bunga.[7]

4.

Emiten obligasi tidak boleh


melakukan kegiantan yang
bertentang prinsip syariah.

5.

Nisbah harus disebutkan dalam


akad.[6]

Reksa Dana syariah

Reksa Dana Konvensional

1.

1.

Berdasarkan
akad wakalahantara manajer

investasi kolektif dengan

investasi dan pemodal, serta

memeperhatikan Pasal 18

akadmudharabah antara

sampai dengan Pasal 29 Bab IV

manajer investasi dan

UU No. 8 Tahun 1995 tentang

pengguna investasi dengan

Pasar Modal.

memeperhatiakn fatwa DSN-

2.

MUI No. 20/ DSN-MUI/ IX/


2000 tentang Reksa Dana

3.

Investasi dilakukan pada

3.

Jenis usaha emiten tidak harus


sesuai syariah.

4.

Pembagian keuntungan antara

instrumen keuangan yang

pemodal dan manager investasi

sesuai dengan syariah.

berdasarkan perkembangan

Jenis usaha emiten harus

suku bunga.

sesuai dengan syariah.


4.

Investasi dilakukan pada


instrumen konvensional.

Syariah.
2.

Berdasarkan prisip kontrak

5.

Manajer investasi juga

Pembagian keuntungan antara

menanggung resiko karena

pemodal (diwakili oleh manajer

berdasarkan prinsip kolektivitas.

investasi) dan pengguna

[9]

investasi berdasarkan proporsi


yang ditentukan dalam akad.
5.

Manajer investasi tidak


menanggung resiko kerugian
selama tidak lalai. Artinya yang
menanggung kerugian tetap
pemodal.[8]

Transaksi yang dilarang dalam pasar modal syariah :


Preferred Stock (saham istimewa)
Saham jenis ini diharamkan oleh ketentuan syariah karena terdapat dua karakteristik utama,
yaitu:
a. Adanya keuntungan tetap (pre-determinant revenue). Hal ini menurut kalangan ulama
dikategorikan sebagai riba.
b. Pemilik saham preferen mendapatkan hak istimewa terutama pada saat likuidasi. Hal ini
mengandung unsur ketidakadilan.

2. Forward Contract Forward contract


Diharamkan karena segala bentuk jual beli utang (dayn bi dayn) tidak sesuai dengan syariah.
Bentuk kontrak forward ini dilarang dalam Islam karena dianggap jual beli utang/piutang
terdapat unsur ribawi, sedangkan terjadinya transaksi jual beli dilakukan sebelum tanggal
jatuh tempo.
3. Option
Option merupakan hak, yaitu untuk membeli dan menjual barang yang tidak disertai dengan
underlying asset atau real asset. Transaksi option ini bersifat tidak ada (non exist) dan dinilai
oleh kalangan ulama bahwa kontrak option ini termasuk future, yaitu mengandung unsur
gharar (penipuan/spekulasi) dan maysir (judi).
4. Transaksi margin on trading
Bentuk transaksi ini dilarang karena hal-hal berikut :
Kondisi di mana sisa harga akad yang belum dibayar dengan imbalan berupa bunga yang
diharamkan oleh syariah.
Surat berharga yang menjadi objek akad dijadikan jaminan pada pialang yang mengambil
manfaat dari keuntungan.
Adanya dua akad secara bersamaan dalam satu akad, yaitu akad jual beli dan utang.
Transaksi ini menimbulkan ketidakadilan, karena hanya menguntungkan satu pihak dan
merugikan pihak yang lain.
Adanya praktik perjudian atas surat berharga.
5. Transaksi short selling
Merupakan suatu bentuk transaksi jual beli, di mana penjualan terhadap surat berharga
belum dimiliki pada waktu akad. Transaksi ini dilarang dalam Islam karena memiliki unsurunsur yang bersifat spekulatif dan penipuan.
Pasar modal syariah harus membuang jauh-jauh setiap transaksi yang berlandaskan
spekulasi. Inilah bedanya dengan pasar modal konvensional yang meletakkan spekulasi
saham sebagai cara untuk mendapatkan keuntungan. Meskipun dalam kasus-kasus tertentu
seperti insider trading dan manipulasi pasar dengan membuat laporan keuangan palsu
dilarang dalam pasar modal konvensional.

https://acankende.wordpress.com/2010/11/28/pasar-modal-syariah/
7. Makalah yang dipresentasikan.