Anda di halaman 1dari 29

TITIK BERAT DAN MOMEN

INERSIA

Bumi mempunyai gaya tarik terhadap


semua benda di atasnya, baik berupa
partikel atau benda pejal.
Sebelumnya telah djelaskan bahwa gaya
akan terdistribusi secara proporsional
terhadap suatu luasan atau volume
dimana gaya tersebut bekerja

Gaya tarik ini sebetulnya dapat diganti dengan


satu gaya ekivalen yang sama dengan berat
benda dan diletakkan pada titik berat benda
tsb

Titik berat sebuah luasan juga dapat


dianalogikan dengan titik berat sebuah benda.

Konsep momen pertama digunakan untuk


mencari titik berat tersebut

Sebuah pelat tipis horisontal dibagi


menjadi n elemen.
y
Jika sebuah elemen berjarak
x dan dari
sumbu 0 dipilih, maka momen yang
dihasilkan dari W dan jarak tiap sumbu
adalah
Mx x W x W

x dW
yW y W
y dW

Atau jika dicari titik berat dari sebuah


benda, persamaan di atas menjadi:

Jika tinjauannya adalah


volume, persamaan di
dimodifikasi menjadi

massa atau
atas dapat

Untuk pelat homogen datar dengan


ketebalan uniform, nilai berat elemen
W

Maka persamaan di atas menjadi


x W x dW

x At x t dA
x A x dA Q y

first moment terhadap sumbu y

yA y dA Qx

first moment terhadap sumbu x

First Moment dari Luasan dan Garis


8

Sebuah
luasan
dianggap
simetris
terhadap sumbu BB jika setiap titik P
mempunyai titik P yang tegak lurus
terhadap sumbu BB
Momen
pertama
sebuah
luasan
terhadap garis simetrinya adalah 0
Jika sebuah luasan mempunyai garis sumbu
simetri, maka titik beratnya ada akan di garis
sumbu tersebut
Jika sebuah luasan mempunyai 2 garis sumbu
simetri, maka titik beratnya akan berada di
perpotongan dua garis tesebut.

Jika sebuah luasan terletak di koordinat x-y


dengan batas y = f(x), maka titik beratnya akan
ada di dalam luasan tersebut dengan persamaan

Demikian pula dengan garis/ kurva, titik beratnya


dicari dengan persamaan:

Centroids of Common Shapes of


Areas

5 - 10

Pelat dan Luasan Komposit


(terpotong)
11

Pada dasarnya, bentuk-bentuk rumit/


kompleks masih bisa dihitung titik
beratnya dengan membagi/ memotong
bentuk tersebut menjadi potongan
sederhana

Composite Plates and Areas


12

Composite
plates
X W xW

Y W y W

Composite area
X A xA
Y A yA

Contoh soal 1
13

For the plane area shown,


determine the first moments
with respect to the x and y axes
and the location of the centroid.

Jawab
14

Membagi
luasan
menjadi
persegi
panjang,
segitiga,
setengah
lingkaran
dan
1
lingkaran
Menghitung
first
moments
untuk tiap potongan

Jawab
15

Menghitung total area dan first


moment segitiga, persegi panjang
dan
setengah
lingkaran.
Kurangkan
luasan
dan
first
moment lingkaran terhadap total
area di atas
Hitung koordinat titik berat dengan membagi first
moment dengan total area.

16

Find the total area and first moments of the


triangle, rectangle, and semicircle. Subtract the
area and first moment of the circular cutout.

17

Compute the coordinates of the area centroid by


dividing the first moments by the total area.
x A 757.7 10 3 mm 3

A 13.828 103 mm 2
X 54.8 mm

y A 506.2 10 3 mm 3

A 13.828 103 mm 2
Y 36.6 mm

MOMENT OF INERTIA
18

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa gaya


akan terdistribusi secara proporsional
terhadap suatu luasan atau volume
dimana gaya tersebut bekerja.
Resultan
gaya
dihasilkan
dengan
menjumlahkan
gaya-gaya
yang
terdistribusi pada luasan tersebut.
Momen dari resultan gaya pada suatu
sumbu dihitung dengan momen pertama
terhadap luasan atau volume di sumbu
tersebut

19

Secara
sederhana
momen
inersia
didefinisikan
sebagai
kemampuan
sebuah
penampang
bahan
untuk
bertahan pada putarannya dan tidak
berubah menjadi puntiran atau bending
jika ada suatu gaya bekerja padanya.

20

Sebuah gaya terdistribusi dimana


F

besarnya
proporsional
dengan
elemental area A, maka besarnya
resultan gaya dan momen
akan
bervariasi secara linier terhadap A
dan jarak terhadap sumbu tertentu.

Example:
sebuah batang
mendapat beban bending.
internal
bervariasi
sesuai
terhadap
sumbu
netral
melewati titik beratnya.

yang
Gaya
jarak
yang

21

Besar resultan gaya dan momen

pertama
F kyA
R k y dA 0

M k y 2 dA

y dA Qx first moment
2
y
dA second moment

Contoh aplikasi teori ini adalah gaya


hidrostatis dari sebuah pintu air.
Dimana
besarnya
gaya
dorong
terhadap
pintu
bervariasi
sesuai
kedalaman air
F dari
pA permukaan
yA
R y dA
M x y 2 dA

Momen Inersia sebuah luasan dengan


metode Integral
22

Momen kedua atau momen inersia


M k y 2 dA

2
y
dA second moment

Untuk luasan dA yang berasal dari dx dy,


besar momen inersia terhadap sumbu x
dan sumbu y adalah sebagai berikut
I x y 2 dA

I y x 2 dA

Menurut bentuk dA
23

Evaluation of the integrals is simplified by choosing


dto be a thin strip parallel to one of the
coordinate axes.
2

I x y dA y 2bdy 13 bh 3
0

Polar Moment of Inertia


Polar moment of inertia digunakan jika
gaya yang bekerja pada benda tersebut
cenderung menimbulkan torsi/ puntiran
J 0 r 2 dA

Hubungan antara polar moment


inertia dengan momen inersia,

of

J 0 r 2 dA x 2 y 2 dA x 2 dA y 2 dA
Iy Ix

9 - 24

Contoh soal 1

Tentukan momen
sumbu kakinya

inersia

segitiga

terhadap

9 - 25

Contoh soal 1
SOLUTION:
A differential strip parallel to the x axis is
chosen for dA.

dI x y 2dA

dA l dy

For similar triangles,

l h y

b
h

l b

Integrating dIx from y = 0 to y


h
= h,
bh 2
2
2 h y
I x y dA y b
dy hy y 3 dy
h
h0
0

4 h

y
y
h
h 3
4

h y
h

dA b

h y
dy
h

bh3
I x
12

0
9 - 26

TEORI SUMBU PARALEL


27

Dimisalkan momen inersia I pada sebuah


luasan A menurut sumbu AA

I y 2 dA
Sumbu BB melewati titik berat luasan,
sehingga disebut sumbu titik berat
I y 2 dA y d dA
2

y2 dA 2d ydA d 2 dA atau

I I Ad 2

TEORI SUMBU PARALEL


Moment of inertia IT of a circular
area with respect to a tangent to
the circle,
I T I Ad 2 14 r 4 r 2 r 2

54 r 4
Moment of inertia of a triangle
with respect to a centroidal
axis,
I AA I BB Ad 2

I BB I AA Ad

1 bh 3
12

2
1
1
2 bh 3 h

1 bh 3
36
9 - 28

Moments of Inertia of Composite Areas


The moment of inertia of a composite area A about a given
axis is obtained by adding the moments of inertia of the
component areas A1, A2, A3, ... , with respect to the same
axis.

9 - 29