Anda di halaman 1dari 23

LEMBAR PENGESAHAN

Laporan

lengkap

Biologi

Dasar

dengan

judul

Pengenalan

Mikroskpop dan Pengamatan Mikroskopis yang disusun oleh :


Nama

: Np Sri Ramadani Alam

Nim

: 1514040007

Kelas

: Pendidikan Biologi A

Kelompok

: 5 (Lima)

Telah diperiksa dan disetujui oleh asisten dan kordinator asisten.


Makassar,30 Desember 2015

Kordinator Asisten

Asisten

Muh. Nur Qadry, S.pd, M,si

Sri Wahyuni
NIM. 1214141060

Mengetahui
Dosen Penanggungjawab

Drs. H. Hamka L MSi


NIP. 19621231 198702 1 005

BAB 1

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Didunia ini telah diciptakan oleh allah SWT berbagai macam dan juga
berbagai mahluk hidup diantaranya yang termasuk ke dalam mahluk hidup
yaitu manusi, hewan dan juga tumbuh tumbuhan.
Secara evolusi, tumbuhan biji merupakan organisme yang telah
teradpatasi dengan lingkungan di darat. Tumbuhan memiliki karakteristik
dalam struktur dan fungsi khusus untuk menunjang kehidupannya didaratan
tersebut. Pada jaringan tumbuhan bervariasi ada dalam setiap jenis tumbuhan
yang tergantung pada tahap pertumbuhan dan perkembangan dari tumbuhan.
Tumbuhan dapat dibedakan akar (radix),batang(caulis) dan daunnya
(folium) disebut tumbuhan komus. Tumbuhan ini meliputi tumbuhan paku
dan tumbuhan biji. Anatomi akar ,batang dan daun yang terdapat tumbuhan
tingkat tinggi terdiri dari jaringan meristem dan jaringan dewasa. Jaringan
meristem merupakan jaringan yang masih aktif membelah sedangkan jaringan
dewasa sudah tidak aktif dalam mengadakan pembelahan.
Selain itu , kita mengenal juga pembagian tumbuhan monokotil dan
dikotil. aspek yang selalu kita perhatikan dalam membedakan kedua jenis
tanaman ini adalah bagian akar,batang dan daunnya. Kita sering mengatakan
bahwa tumbuhan dikotil disebut memiliki akar tunggang dan batangnya besar
sedangkan pada monokotil memiliki akar serabut dan batangnya tidak terlalu
besar.
Sedangkan untuk jaringan hewan dapat dibedakan atas 4 macam
jaringan utama yaitu : jaringan epitel, jaringan ikat atau penyokong , jaringan
otot dan jaringan darah. Beberapa organ tubuh bergabung dalam system
tertentu membentuk system organ tubuh. Baik pada heawan maupun manusia
memiliki jaringan yang bekerja pada system tertentu.
Hewan disusun oleh suatu organ secera sistematis terdiri atas beberapa
bagian yang berperan dalam struktur dan aktivitas di dalam susunan
organisme tersebut secara keseluruhan. Pada tubuh hewan dikenal pada
tingkatan orgaanisasi mahluk hidup, seperti tingkatan sel, jaringan,organ,
sostem organ,individu. Sehingga pada akhirnya seluruh system tersebut

bergabung membentuk organisme atau hewan, yang memiliki bentuk berbeda


dan fungsi yang berbeda pula sesuai dengan cara kerja jaringan tersebut pada
tubuh.
Berdasarkan pemaparan diatas, sehingga dilakukan sebuah percobaan
yang mengenai pengamatan mikroskopis struktur jaringan tumbuhan dan
jaringan hewan agar kita bisa lebih mengetahui struktur tumbuhan dan hewan
sebenarnya.
B. Tujuan
Setelah melakukan kegiatan ini mahasiswa diharapkan mampu
menjelaskan struktur dan macam macam jaringan yang menyusun organ
organ tubuh.
C. Manfaat
Setelah melakukan percobaan, maka kita sudah dapat mengetahui
struktur dan macam macam jaringan yang menyusun organ organ tubuh.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Jaringan tumbuhan

Jaringan merupakan sekelompok sel dengan ciri yang serupa


dalam

hal

bentuk,

fungsi

maupun

sifat

sifat.

Berdasarkan

kemampuannya membelah, jaringan tumbuhan dapat dikelompokkan


mendadi 2 yaitu jaringan meristem dan jaringan permanen. Jaringan
meristem atau jaringan muda merupakan jaringan yang terdiri dari
sekelompok sel tumbuhan yang aktif membelah. Ciri ciri sel meristem
yaitu selnya kecil,berdinding tipis, mempunyai nucleus yang relative
besar,vakuola berukuran kecil dan kaya akan sitoplasma serta selnya
berbentuk kuboid dan prismatic.Sifat dasar daerah meristem pada
tumbuhan yaitu ada bagian meristem yang tetap mempertahankan sifat
meristem (sebagai jaringa muda selamanya) sehingga menjadi bagian
yang berbeda . sementara itu , sel baru ke bagian lain tumbuhan. Pada
setiap meristem ada sel sel tertentu yang membelah diri sedemikian rupa
sehngga pada tiap pembelahan salah satu sel anakan (pemula) tetap berupa
merisitem , sedangkan sel anakan lain atau derivarnya (sel anakan turunan
sel induk yang mengalami modifikasi ) lambat laun keluar dari meristem
dan akhirnya menjadi sebuah atau sekelompok sel yang berada di dalam
bagian utama tumbuhan (Arman dan Taiyeb, 2012).
Menurut

Arman

dan

Taiyeb

(2012).

Berdasarkan

asal

pembentukannya , jaringan meristem dapat dikelompokkan menjadi 3


macam yaitu promeristem, meristem primer dan meristem sekunder :
1. Promeristem adalah jaringan neristem yang telah ada ketika tumbuhan
masih dalam tingkat embrio.
2. Meristem primer adalah jaringan meristem yang ditemukan pada
tumbuhan dewasa dan masih membelah diri.
3. Meristem sekunder adalah jaringan meristem yang berasal dari
jaringan mersitem primer.
Berdasarkan letaknya jaringan meristem dibedakan menjadi :
1. Meristem apical atau meristem ujung merupakan meristem yang selalu
terdapat di ujung tiap akar dan batang tumbuhan.

2. Meristem interkalar atau meristtem antara merupakan meristem yang


terletak di antara jaringan meristem primer dewasa.
3. Meristem lateral atau meristem samping merupakan meristem yang
menghasilkan pertumbuhan sekunder.
Jaringan permanen adalah jaringan yang bersifat non merismatik,
yaitu tidak tumbuh dan tidak berkembang lagi. Jaringan ini dibentuk dari
proses diferensiasi sel sel meristem, baik meristem primer maupun
meristem sekunder. Jaringan permanen tumbuhan juga merupakan
jaringan terspesialiasai . sspesialisasi jaringan tumbuhan merupakan
pengkhususan srl sel tumbuhan untuk mendukung fungsi sel tertentu.
Jangan permanen meliputi jaringan epidermis, jaringan parenkin,jaringan
pengangkut,(yang terdiri dari jaringan kolenkin dan sklerenkin), jaringan
pengangkut,(yang

terdiri

dari

xylem

dan

floem)serta

jaringan

gabus(Arman dan Taiyeb,2012).


1. Jaringan epidermis
Jaringan epidermis merupakan jaringan yang terletak paling luar
pada setiap organ. Tumbuhan yaitu pada akar, batang dan daun.
Jaringan epidermis berfungsi sebagai pelindung bagian dalam organ
tumbuhan. Fungsi hilangnya air karena adanya penguapan, kerusakan
mekanik,perubahan suhu dan hilangnya zat zat makanan.
2. Jaringan parenkin
Jaringan parenkin merupakan jaringan dasar yang ditemukan pada
hampir semua bagian (organ) tumbuhan. Jaringan parenkin disebut
sebagai jaringan dasar karena menyusun sebagian bessar jaringan pada
akar,batang, daun,buah. Terdapat diantara jaringan lain. Misalnya
diantara xylem dan floem. Dapat dijumpai sebagai selubung berkas
pengangkut(Arman dan Taiyeb, 2012).
3. Jaringan penyokong
Menurut Hidayat (1995) Jaringan penyokong dikelompokkan
menjadi jaringan kolenkin dan jaringan parenkin yaitu :

a. Kolenkin
Sel kolenkin tersusun sebagai berkass atau silindris dekat
permukaan korteks pada barang dan tangkai daun serta sepanjang
tulang daun besar pada helai daun. Kolenkin jarang ditemukan pada
akar. Kolenkin adalah jaringan hidup ,erat hubungannya dengan
parenkin dan terspesialisasi sebagai penyokong dalam organ yang
muda. Bentuk sel berkisar antara bentuk prisma hingga bentuk
memanjang.
b. Sklerenkin
Sel sklerenkin membentuk kumpulan sel yang bersinambungan
atau berupa berkas yang ramping. Selain itu, sklerenkin juga terdapat
tersendiri diantara sel sel lain. Sklerenkin dapat berkembang dalam
tubuh tumbuhan primer ataupun sekunder fungsinya adalah sebagai
penyokong bagian tumbuhan yang telah dewasa. Dindingnya tebal,
sekunder dan sering berlignim (kayu) dan pada saat dewasa
protoplasnya bisa hilang.
4. Jaringan pengangkut
Menurut Hidayat (1995) Jaringan pengangkut dibedakan menjadi dua,
yaitu :
a. Xylem
Dari segi struktur dan fungsi, xylem adalah jaringan kompleks. Xylem
berasosiasi dengan floem dan membentuk jaringan bersinambungan di
seluruh tubuh tumbuhan. Xylem terdiri dari beberapa jenis sel dan
berfungsi dalam pengangkutan air, penyimpanan makanan serta
penyokong
b. Floem
Floem adalah jaringan kompleks yang tersusun atas beberapa
jenis sel. Bersama dengan xylem, floem juga terdapat di seluruh tubuh
tumbuhan. Floem dapat berasal dari pertmbuhan primer atau sekunder.
Fungsinya mengangkut hasil fotosintesis, menyimpan cadangan
makanan dan sebagai pendukung. Sel utama daalam pengangkutan itu

adlah sel tapis dan komponen pembuluh tapis. Keduanya sering tak
berinti di waktu dewasa.
5. Jaringan Gabus
Jaringan gabus merupakan jaringan yang tersusun dari sel sel
parenkin gabus. Sel gabus bentuknya memanjang dengan dinding
bergabus. Pada sel sel gabus yang sudah mati. Protoplasmanya
sudah hilang dan diisi oleh udra. Sel sel gabus berfungsi untuk
melindungi jaringan lain yang berada dibawahnya dari kekeringan
(Arman dan Taiyeb , 2012)
B. Organ pada tumbuhan
1. Akar
Akar merupakan bagian tumbuhan berbiji yang berada di
dalam tanah, berwarna putih dan bentuknya seringkali meruncing
hingga lebih muda menumbuh tanah. Akar mempunyai tugas untuk
memperkuat berdirinya tumbuhan, meyerap air dan unsur unsure
hara yang terlarut di dalamnya dari dalam tanah, mengangkut zat zat
makanan ke bagian tumbuhan yang memerlukannya.
(Arman dan Taiyeb, 2012).
2. Batang
Batang merupakan bagian tumbuhan yang penting yang berada
di permukaan tanah. Batang tumbuh dari batang lembaga yang
terdapat di dalam biji. Selanjutnya pertumbuhan berasal dari titik
tumbuh berupamersitem apical(ujung) yang terdapat pada batang.
Sebagai bagian dari tumbuhan, batang mempunyai tugas untuk
mendukung bagian bagian tumbuhan yang lain yang berada di atas
tanah yaitu bunga,daun dan buah. Batang merupakan jalan masuknya
pengangkutan air dari unsur hara ke bagian bawah ke bagian atas
tumbuhan dan jalan pengangkutan hasil fotosintesis dari bagian atas ke
bawah tumbuhan(Arman dan Taiyeb, 2012).
3. Daun

Daun merupakan istilah yang digunakan untuk bagian


tumbuhan yang bentuknya seperti lembaran pipih dan umumnya
berwarna hijau bila terapancar cahaya dan udara. Daun berasal dari
meristem apical yang tumbuh membentuk suatu kuncup yang
menonjol ke samping. Funsi utama daun adalah sebagai tempat
fotosintesis atau produksi bahan makanan bagi tumbuhan.
(Arman dan Taiyeb, 2012).
C. Macam macam dan fungsi Jaringan Hewan
Menurut Armand an Taiyeb (2012) mengatakan bahwa jaringan tubuh
hewan tersusun atas :
1. Jaringan Epitel
Jaringan epitel merupakan jaringan penutup permukaan tubuh, baik
dari luar (misalnya kulit ) maupun dari dalam (permukaan dalam
usus). Berdasarkan fungsinya jaringan epitel berfungsi sebagai
proteksi atau pelindung, reseptor sebagai kelenjar dan sebagai pintu
gerbang lalu lintas zat.
2. Jaringan Ikat
Jaringan

yang

bertanggung

jawab

untuk

memberikan

dan

mempertahankan bentuk tubuh. Berdasarkan fungsinya jaringan ikat


berfungsi sebagai pelekat suatu jaringan ke jaringan lain, membungkus
organ organ, menghasilkan imunitas dan mengisi rongga diantara
organ organ. Menurut Hala (2007) jaringan ikat memiliki beberapa
fungsi yaitu :
a. Penyokong,Pengikat dan pengisi
Jaringan epitel, jaringan otot dan jaringan saraf satu sama
lainnya dihubungjan oleh jaringan penyambung mengisi ruang
ruang diantara sel sel. Tendo atau urat merupakan jarigan
penyambung yang menyokong atau menghubungkan antara
jaringan otot dan tulang.
b. Pembungkus

Jaringan ikat membungkut jaringan lain, biasanya merupakan


bentuk selaput atau kapsul yang mengelilingi organ tubuh
misalnya kapsula dan gnjal dan minoges yang membungkus otak.
c. Penyimpanan
Jaringan berbagai jenis lipida yang penting sebagai cadangan
makanan disimpan membentuk adipose yang kaya dengan
glikosominoglikan. Jaringan ikat kendur berfungsi sebagai
penyimpanan cadangan air dan elektrolit terutama ion Na+
d. Pertahanan
Peranan jaringan penyambung dalam pertahanan tergantung
pada komponen selulernya. Jaringan penyambung mengandung sel
sel fagositik yang disebut makrofag yang mampu memakan
partikel partikel dan mikroorganisme yang masuk ke dalam
tubuh.
3. Jaringan otot
Jaringan otot berperan dalam pergerakan organ tubuh yang
memiliki kemampuan untuk berkontraksi yang disebabkan oleh
adanya serabut kontraktil. Berdasarkan fungsinya jaringan otot
berfungsi sebagai penggerak bagi tubuh hewan. Menurut Yusminah
Hala (2007) pada mamalia dapat dibedakan tiga jenis jaringan otot
berdasarkan sifat sifat morfologi dan fungsional , beberapa jenis otot
yaitu :
a. Otot polos
Otot polos terdiri dari kumpulan sel fusiformis, yang di dalam
mikroskop cahaya, tidak memperlihatkan garis melintang terlihat
sebagai bentuk bundar kecil. Proses kontraksinya lambat dan tidak
di bawah pengendalian kemauan sendiri. Setiap sel memiliki suatu
nucleus yang khas terletak di bagian sentriol.
b. Otot rangka
Otot rangka bergaris melintang terdiri dari berkas berkas sel
silindris sangat panjang yang berinti banyak yang memperlihatkan

garis garis melintang dengan diameter 10 1cm dan disebut


serabut otot.
c. Otot jantung
Otot jantung juga memperlihatkan garis garis melintang dan
terdiri ddari sel individual yang panjang atau bercabang
cabangyang berjalan sejajar satu sama lain. Pada tempat
perhubungan ujung ke ujung terdapat diskus interkalaris, struktur
yang hanya ditemukan di dalam otot jantung. Inti terletak di
tengah. Kontaksi otot jantung tidak di bawah pengaruh kemauan
ssecara sadar, kuat dan berirama.
4. Jaringan Saraf
Jaringan Saraf terdiri atas sel sel saraf (neuron), dimana
neuron mempunyai dua bagian utamanya yaitu badan sel dan prosesus
yang terdiri atas dendrite dan akson. Berdasarkan fungsinya jaringan
otot

berfungsi

sebagai

jaringan

yang

dapat

menerima

dan

memindahkan rangsangan dari bagian tubuh yang satu ke bagian yang


lainnya.

BAB III
METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat :


Hari/Tanggal
: Rabu,24 Desember 2014
Waktu
: Pukul 07.30 s/d 09.10 WITA
Tempat
: Green House of Biology FMIPA UNM
B. Alat dan bahan :
Alat :
1. Mikroskop
(1 buah)
2. Lap Kasar atau lap halus
(1 buah)
Bahan :
1. Preparat awetan jaringan akar Helianthus Annus, batang Zea Mys dan
daun buni yang mewakili golongan monokotil dan dikotil.
2. Preparat awetan otot polos, otot lurik,otot jantung dan saraf.
C. Cara Kerja
1. Jaringan tumbuhan
a. Menyiapkan mikroskop berdasarkan tata cara penggunaanya.
b. Mengambil preparat awetan jaringan akar, batang, dan daun yang
mewakili golongan monokotil dan dikotil
c. Setelah mengiris setipis mungkin amati dengan menggunakan
mikroskop ciri struktur dan letak masing-masing jaringan yang
menyusun akar, batang, dan daun
d. Menggunakan pembesaran obyektif 4x untuk melihat preparat
secara keseluruhan, kemudian ganti dengan pembesaran obyektif
10x untuk mengamati bagian jarinagn yang lebih jelas
e. Menggambar jaringan dari ketiga organ tersebut

secara

keseluruhan dan sertakan bagian-bagiannya


f. Membandingkan gambar yang telah diamati secara langsung
dengan gambar yang telah disediakan.
2.

Jaringan hewan
a. Jaringan otot
1. Mengamati preparat awetan jaringan otot polos, otot lurik, dan
otot jantung dengan perbesaran yang kuat
2. Memperhatikan dan menggambar macam-macam sel otot,
bentuk, dan letak intinya serta arah serabutnya
3. Membandingkan hasil pengamatan dengan gambar yang telah
disediakan

BAB IV
PEMBAHASAN
A.

Hasil Pengamatan
GAMBAR HASIL PENGAMATAN
Penampang melintang
Batang Zea
Mays(monokotil
1
2
3 4

KETERANGAN

1. Floem
2. Xylem

3. Epidermis
4. Empelur
5. Endodermi
s
6. Korteks
6
5
Akar Helianthus Annuus
(monokotil)
2
3 4
1

http://sashiaprida8.
blogspot.com/

1.
2.
3.
4.

Floem
Xylem
Epidermis
Korteks

http://turhadij.blog
spot.com/
Otot Polos
1. Nukleus
1

http://4.bp.blogspo
t.com/ZrLGoh2uxdY/U
HVEdxBNquI/AA
AAAAAABCo/Xr
39fvYoBeE/s1600/
hope.jpg
Otot lurik
1

1. Nukleus

http://4.bp.blogspo
t.com/ZrLGoh2uxdY/U
HVEdxBNquI/AA
AAAAAABCo/Xr
39fvYoBeE/s1600/
hope.jpg

Otot jantung
1
1. Nukleus
2. Discus
intercaaris

http://4.bp.blogspo
t.com/ZrLGoh2uxdY/U
HVEdxBNquI/AA
AAAAAABCo/Xr
39fvYoBeE/s1600/
hope.jpg

Jaringan saraf

Tidak Ada preparat


1

2
3

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

4
7

http://www.ekshik
sha.org.in/images/l
ogo.png

Dendrite
Nucleus
Akson
Selebung
myelin
Sinapsis
Badan sel
Sel schwam
Sitoplasma

Preparat daun dikotil


3
1
2

4
5

http://3.bp.blogspo
t.com/90NGGuW35lk/Te
oiySVP0I/AAAAAAA
AJpI/S8J3Ev2z8m
A/s1600/jaringan
%2Bdaun
%2Bmesofil.jpg

1. Epidermis
atas
2. Jaringan
palisade
3. Jaringan
spon
4. Floem
5. Xylem
6. Epidermis
bawah

Penampang melintang
daun buni
1

1. Epidermis
2. Tiang
3. Spons

3
https://abisjatuhba
ngunlagi.wordpres
s.com/

B. Pembahasan
Pembahasan dari hasl pengamatan pada percobaan ini adalah
a. Jaringan Tumbuhan
1. Akar Helianthus Annuus (monokotil )
Struktur akar tanaman Helianthus Annuus (monokotil) terdiri atas
xylem,floem,korteks dan epidermis. Epidermis merupakan jaringan terluar
yang berfungsi sebagai pelindung organ dalam.korteks berfungsi sebagai
susunan sel sel parekin yang berdinding tipis. Korteks berfungsi sebagai
susunan sel sel parenkin yang berdinding tipis. Lapisan terdalam korteks
biasanya berdeferensiasi menjadi endodermis.endodermis terdiri atas sel
sel berbentuk kotak dan tersusun rapat tanpa ada rongga antar sel. Floem
berfungsi mengankut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh. Xylem
berfungsi mengangkut unsure hara dan air dari dalam tanah menuju daun.
2. Batang Zea mays (Monokotil)
Struktur batang tumbuhan jagung terdiri dari korteks ,epidermis ,
floem,xylem,endodermis,empelur. Korteks berfungsi sebagai memperkuat
dan mengeraskan bagian luar batang. Epidermis merupakan jaringan
terluar yang berfungsi sebagai pelindung organ dalam. Epidermis
tumbuhan monokotil memiliki dinding sel yang lebih tebal dibandingkan
pada tumbuhan dikotil. Endodermis terdiri atas sel sel berbentuk kotak
dan tersusun rapat tanpa ada rongga antara sel. Xylem berfungsi
menyalurkan zat zat mineral dari akar menuju daun. Floem berfungsi
mengangkut hasil fotosintesis dari daun keselurih tubuh tumbuhan.
Empelur merupakan jaringan parenkin yang terdapat diantara berkas
pembulu angkut pada daerah stele.
3. Daun
Struktur daun tumbuhan dikotil terdiri epidermis atas,jaringan
palisade, jaringan spon, epidermis bawah, xylem dan floem. Epidermis
atas dan bawah berfungsi sebagai untuk melindungi lapisan dibawahnya
atau di dalamnya. Jaringan palisade berfungsi sebagai tempat pertukaran
gas dan tempat fotosintesis. Jaringan spon berfungsi sebagai organ

pernapasan. Xylem berfungsi sebagai mengangkut air dan mineral menuju


daun. Sedangkan floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun
ke seluruh bagian tumbuhan.
b. Jaringan Hewan
1. Otot Polos
Otot polos berbentuk gelendong atau lonjong. Kontaksi otot polos tidak
bekerja di bawah kesadaran sehingga disebut involunter. Sel otot bersistem
saraf autonom. Otot polos tidak menimbulkan kelelahan meskipun aktifitas
terjadi dalam jangka lama. Otot polos terdapat pada pencernaan
makanan,kantong kemih, pembuluh darah dan saluran pernapasan bagian
bagian yang menyusun otot polos terdiri dari sarkoplasma , myofibril ,
endomesium dan inti sel. Sarkoplasma merupakan sitoplasma berfungsi
membantu kerja myofibril. Miofibril berupa benang benang halus atau
fibril. Yang tersusun atas filament aktin dan filament myosin. Endomesium
merupakan jaringan pengikat yang menyatukan seluruh proses yang
berlangsung dalam sel. Pada jaringan ini inti selnya terletak di tengah
2. Otot lurik
Otot lurik disebut juga otot rangka otot serat melintang. Otot ini
berkerka dibawah kesadaran. Otot lurik memiliki waktu istirahat periode
berkali kali dan dapat berkontrasi dengan cepat. Otot lurik terdiri atas
endomesium,inti sel, sarkoplasma,myofibril. Endomesium berfungsi
sebagai jaringan pengikat antara sel otot dan sel otot lurik yang satu dengan
yang lain. Sarkoplasma adalah sitoplasma otot lurik yang membantu
bekerja pada myofibril. Myofibril berfungsi membantu mengembalikan
keadaan semula pada saat terjadi kontaksi.
3. Otot Jantung
Otot jantung menyerupai otot lurik. Perbedaannya terletak pada
percabangan

dan

initinya.

Otot

jantung

terdiri

dari

myofibril,

endomesium,inti sel,sarkoplasma,discus interkalaris. Myofibril berfungsi


sebagai serabut yang menyusun otot jantung yang berfungsi sebagai
sebagai kontraksi otot jantung . endomesium merupakan jaringan pengikat

antara jaringan yang satu dengan lainnya. Inti sel berfungsi mengatur
semua kegiatan dalam sel. Percabangan merupakan serabut yang
menghubungkan otot jantung yang satu dengan lainnya, yang membentuk
sebuah hubungan yang disebut sinsitium. Sarkoplasma berfungsi
membantu sitoplasma otot jantung yang membantu bekerja pada myofibril.
Discus interkalaris merupajan jaringan yang memiliki sinyal dari satu sel
lain pada otot jantung berdenyut dan menjadi pembatas antara sel yang satu
dengan sel yang lain.
4. Jaringan Saraf
Sel saraf tersusun atas membran sel, dendrit, sitoplasma , nucleus ,
akson , sel schwan, selubung myelin dan sinapsis. Membrane sel berfungsi
melindungi bagian dalam sel. Dendrite merupakan kumpulan serabut
sitoplasma yang berfungsi menerima rangssangan dari luar badan sel
kemudian diteruskan ke sitoplasma lalu ke inti sel, kemudian inti sel
merupakan rangsangan dan diteruskan ke akson . sitoplasma merupakan
cairan yang menjadi tempat berkumpulny rangsangan yang akan diteruskan
sebagai impuls menuju akson. Nucleus merupakan organel yang berperan
dalam seluruh kegiatan sel. Akson berfungsi sebagai penghubung sel sel
saraf . sel schwan merupakaan sel penyokong, sebagai pembentuk
selubung myelin . selubung myelin berfungsi sebagai isolator yang
melindungi akson dan sinapsis berfungsi sebagai titik temu antara ujung
akson satu dengan yag lain yang menghubungkan antara saraf.

BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diperoleh dari hasil pengamatan atau
percobaan ini adalah bahwa jaringan merupakan kumpulan sel yang
memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Tumbuhan tersusun atas dua
jaringan yang utama yaitu jaringan meristem dan jaringan dewasa.
Dimana jaringan dewasa meliputi penyokong (kolenkin dan sklerenkin )
dan jaringan pengangkut (xylem dan floem ). Jaringan hewan terdiri dari 4
yaitu : jaringan epitel,jaringan otot ,jaringan ikat dan jaringan saraf.
Jaringan otot terdiri dari otot polos, otot lurik dan otot jantung.
B. Saran
Saran yang dapat saya asumsikan pada praktikum ini adalah sebaiknya
praktikan berhati hati dan teliti dam melakukan percobaan jangan
sampai merusak alat alat praktikum.

DAFTAR PUSTAKA
Arman,Said dan A. Mushwwir Taiyeb.2012. Biologi Umum. Makassar : FTK
UIN Alauddin Makassar.
Hidayat,Estiti B. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji . Bandung : Institut
teknologi Bandung.
Hala,Yasmin. 2007. Biologi Umum. Makassar : UIN Alauddin.
Tim Dosen UNM . 2014. Penuntun Praktikum Biologi Umum. Makassar
:Jurusan Biologi FMIPA UNM

Pertanyaan :
1. Bagaimana bentuk sel otot polos, dimana letaknya, berapa banyak inti dalam
setiap sel?
Jawab:
Otot polos berbentuk seperti gelendong, terletak di rongga tubuh seperti
saluran pernapasan, kantung kemih, organ reproduksi, pembuluh darah dan
saluran pernapasan. Jumlah inti dalam setiap sel yaitu satu yang terletak di
tengah.
2.

Kumpulan serabut sel otot lurik disebut apa, berapa banyak inti pada setiap
serabut?
Jawab:
Kumpulan serabut pada sel otot lurik disebut vasilulum dan jumlah inti pada
serabut itu banyak yang terletak di bagian tepi.

3. Apa perbedaan mendasar antara sel otot polos, otot lurik dan otot jantung
yang anda temukan?
Jawab:
1. Otot polos berbentuk gelendong dan memiliki satu inti, otot lurik
berbentuk silinder dan memiliki banyak inti, dan otot jantung berbentuk
serabut yang berhubungan satu sama lain dan mamiliki satu atau dua inti.
2. Otot polos terdapat pada dinding saluran pencernaan,
pernafasan,

pembuluh

darah,

dan

limpa.

Otot

lurik

terdapat pada rangka atau melekat pada rangka. Otot


jantung melekat pada dinding jantung.
3. Fungsi otot polos yaitu memberikan

gerakan

diluar

kehendak misalnya gerakan zat-zat sepanjang saluran


pencernaan. Otot lurik berfungsi untuk berkontraksi secara
cepat dan kuat. Otot jantung berfungsi membantu otototot jantung berkontraksi untuk memompa darah melalui
dan keluar jantung.
4. Apa yang disebut lamella, lakuna dan kanalikuli?
a. Lamella merupakan endapan garam mineral yang berbentuk melingkar
dalam satu tulang.

b. Lacuna merupakan tempat melekatnya osteosit (sel tulang) dan matriks


c.

tulang.
Kanalikuli merupakan saluran-saluran kecil yang menghubungkan antara

lacuna yang berisi sitoplasma untuk transfer nutrisi.


5. Apa fungsi saluran Haverst ?
Jawab :
Fungsi dari saluran Havers yaitu sebagai tempat cadangan makanan yang
berfungsi dalam pembentukan tulang.