Anda di halaman 1dari 14

Teknologi Lingkungan

3
PERHITUNGAN DISPERSI DAN DIFUSI PENCEMAR
MENGGUNAKAN MODELISASI BOX BERGERAK
(TRANSPORT PENCEMAR DAN PENCEMAR SEKUNDER)

Kurnia Amanda
(1513009)
Ridha Faturachmi
(1513015)
Sunarsih
(1513016)
Rindi Sulistyani
(1513020)
Ema Agustia Ningsih
(1513025)

Pendahuluan
Pengertian
Prakiraan dampak adalah suatu proses
untuk menduga/memperkirakan respon
atau perubahan suatu parameter
lingkungan tertentu akibat adanya kegiatan
tertentu, pada perspektif ruang dan waktu
tertentu.
Sasaran
Untuk mencari besar dampak terhadap
setiap komponen Lingkungan.

Prakiraan Konsentrasi Pencemaran


Udara

Model Dispersi Bentuk Gaussian

Model Dispersi Bentuk Gaussian

Menurut Bakar (2006), Model Dispersi Gauss merupakan salah


satu model perhitungan yang banyak digunakan untuk
mensimulasikan pengaruh emisi terhadap kualitas udara.
Model Dispersi Gauss merupakan bentuk persamaan
matematika yang dapat dimasukkan ke dalam perhitungan
variabel dan diberikan informasi yang lebih detail mengenai
sumber cemaran pada suatu daerah yang diteliti.
Menurut Pasquill (1961) dan Gifford (1976), model ini banyak
digunakan untuk menilai dampak adanya sumber pencemaran
udara terhadap kualitas udara lokal dan perkotaan.
Keuntungan : dapat digunakan untuk mengolah sejumlah besar
sumber emisi, situasi dispersi, dan jaringan reseptor yang
cukup padat secara spasial (dari jarak puluhan meter).

Model Dispersi Polutan Sumber


Titik (Point Sources)

Bentuk pertama dari solusi model dispersi Gaussian adalah


untuk menduga pendispersian Polutan sumber titik. Persamaan ini
Mulanya diturunkan dari konsep konservasi mass a, hingga
akhirnya diperoleh persamaan diferensial orde dua dengan batas
penyelesaian persamaan terkait. Dispersi Gaussian berhubungan
dengan tipe umum persamaan matematis yang digunakan untuk
menjelaskan distribusi vertikal dan horizontal polutan pada arah
angin yang berasal dari sumber emisi. Kepulan asap menyebar
secara horizontal dan vertikal kemudian diikuti dengan
pengurangan konsentrasi polutan pada saat pergerakan arah
angin. Daerah pencampuran vertikal dan horizontal dengan jarak
arah angin dari sumber emisi pada umumnya terjadi pada ti ngkat
yang be rbeda-beda, dis ebabkan per gerakan-pergerakan
turbulensi di atmosfer yang terjadi pada skala waktu dan ruang
yang bervariasi.

Model Dispersi Polutan Sumber


Garis (Line Source)

Solusi dispersi polutan sumber bergaris diperoleh


dengan menjumlahkan tiap segmen-segmen
penyusun sumber titik polutan. Sumber titik disini
dapat dianggap sebagai satu atau lebih moda
transportasi yang mengeluarkan emisi polutan
dengan laju konstan pada sembarang waktu.

Berdasarkan karakteristik sumber emisi, dispersi


polutan sumber garis dibedakan menjadi dua
yaitu sumber garis tidak terbatas (infinite) dan
terbatas (finite).

Model Kotak (Box Model)


Model Box menggunakan asumsi bahwa :
1. polutan yang diemisikan ke atmosfer adalah
tercampur sempurna dalam volume atau Box
udara (Canter, 1985).
2.
Dimensi waktu dan fisik dalam kondisi steady
state.
3.
Polutan tercampur sempurna dan proses dilusi
terjadi secara instan
4.
material yang diemisikan memiliki kestabilan
kimia dan tetap tinggal dalam udara
Model Box dapat digunakan untuk jenis sumber
polutan satu titik, lebih dari satu titik, area, garis,
dan hybrid type.

Model KOTAK
Rau & Wooten (1980)

(Vol udara)/waktu = h x w x
[L3/T]
(Berat penc)/waktu = P [M/T]
Konsentrasi pencemar diudara:
(Berat penc/waktu)/(Vol
udara/waktu)

b,

= (Berat penc)/(Vol udara)

Atau

C = P/(h x w x ) + b [M/L3]

h = mixing height, m
w = lebar box, m
= kecepatan rata angin, m/dt

dimana
C=Konsentrasi, g/m3
P=Berat penc yg diemisikan ke
troposfir, g/dt
b=Konsentrasi latar belakang,
g/m3
Sumber:

Contoh soal model Kotak


Diketahui
h = 300 m
w = 400 m
= 10 km/jam
b = 0.3 g/m3
Hitung konsentrasi ambien Karbon monoksida (CO) yg diemisikan
dari2000 kendaraan roda 4 light duty yang bergerak dalam
pengamatan selama1 jam pada jam puncak dengan kecepatan
rata rata 40 km/jam, jika faktor emisi CO dari kendaraan tersebut
46.5g/mil. Temperatur udara 25 oC dan tekanan udara 1 atm.
Penyelesaian
= 10 km/jam = 10000 m/jam = 2.78 m/dt
Faktor emisi = 46.5 g/mil = 46500000 g/mil = 28899938 g/km
P = Emisi CO = 40 km/jam x 28899938 g/km = 1155997520g/jam
= 321110 g/dt
C = Konsentrasi ambien CO = (P/(hxwx))+b = (321110/
(300x400x2.78)) + 0.3 g/m3 = 0.96 + 0.3 g/m3 = 1.26 g/m3

PENETAPAN ZONA

A1
B1

A2

A3

C1
An
D1
E1

Keterangan:
Batas kota
A1,.An Nomor grid

b,

Dampak polusi udara di atmosfer

Dampak polusi udara di atmosfer mencakup meningkatnya zat partikulat


seperti menurunkan kemampuan penglihatan jarak jauh, menghambat
masuknya radiasi matahari, dan meningkatkan konsentrasi polutan gas,
seperti gelombang panjang absorbsi radiasi dan peningkatan temperatur
permukaan.
Turbidity
Penipisan radiasi matahari telah dipelajari oleh McCormick dan asosiasinya
dengan memanfaatkan The Voltz sun photometer yang menggunakan
pengukuran pada panjang gelombang 0.5 mikro meter. Rasio intensitas
matahari di permukaan tanah 0.5 mikro meter dengan intensitas matahari
diluar bumi dapat setinggi 0.5 di atmosfer bersih tetapi bisa turun menjadi
0.2-0.3 di area yang tercemar, indikasi intensitas matahari di permukaan
bumi dapat menurunkan sebanyak 50% oleh polusi di udara. Dengan
membuat pengukuran menggunakan aircraft dalam ketinggian yang
bervariasi, tingkat vertikal pencemar udara dapat ditentukan. Koefisien
turbidity juga bisa didapatkan dari pengukuran dan digunakan untuk
memperkirakan muatan aerosol di atmosfer. Dengan mengasumsikan ukuran
partikel distribusi berada dalam range 0.1-10 mikro meter dan densitas
partikel , jumlah total partikel dapat diperkirakan. Muatan massa per meter
kubik juga dapat diperkirakan. Karena biaya yang murah dan mudahnya
penggunaan sun photometer, alat ini banyak digunakan untuk pengukuran
komparatif di seluruh dunia.

Dampak polusi udara di


atmosfer

Percipitation
Tergantung pada konsentrasi, pencemaran mempunyai dampak yang berlawanan
pada proses presipitasi. Penambahan beberapa partikel yang bertindak sebagai
inti es dapat menyebabkan partikel es tumbuh menjadi tetesan air super dingin
menghasilkan partikel cukup besar untuk jatuh sebagai presipitasi (hujan).
Sebagai contoh menebarkan partikel ke awan, dengan partikel iodida perak
dilepaskan dari aircraft untuk menimbulkan hujan. Jika terlalu banyak partikel
yang ditambahkan maka tak ada satupun partikel akan tumbuh menyebabkan
turun hujan.

Radiasi matahari
Pada awal abad ini, hilangnya sinar ultraviolet di beberapa kawasan metropolitan
karena tebalnya asap batubara mengakibatkan penurunan produksi vitamin D
alami yang mana dapat menimbulkan penyakit rhakitis. Baru-baru ini,
pengukuran di Los Angeles kabut telah mengalami banyak penurunan lebih besar
dalam ultraviolet dibandingan cahaya tampak. Hal ini disebabkan baik
penyerapan oleh ozon dari panjang gelombang kurang dari 0.32 mikro meter dan
penyerapan oleh nitrogen dioksida dalam range 0.36 mikro meter 0.4 mikro
meter. Kabut tebal menurunkan radiasi ultraviolet sebanyak 90%.

Daftar Pustaka

Vallero, Daniel A.2008.Fundamentals of Air


Pollution.California:Elservier.