Anda di halaman 1dari 55

4/4/2015

HUKUM
LEMBAGA PEMBIAYAAN
MATERI II
DR.PARAMITA PRANANINGTYAS, SH,LLM
FH UNDIP 2015

HLP2MT2015

PENGATURAN
LEMBAGA PEMBIAYAAN

Peraturan Presiden Republik


Indonesia Nomor 9 Tahun 2009
Tentang Lembaga Pembiayaan
MENGGANTIKAN Keputusan
Presiden Nomor 61 Tahun 1988
tentang Lembaga Pembiayaan
HLP2MT2015

4/4/2015

PERUSAHAAN PEMBIAYAAN
1. PERUSAHAAN SEWA GUNA USAHA
2. PERUSAHAAN ANJAK PIUTANG
3. PERUSAHAAN LEMBAGA PEMBIAYAAN
KONSUMEN
4. PERUSAHAAN KARTU KREDIT

HLP2MT2015

DEFINISI
Sewa Guna Usaha (Leasing) = kegiatan pembiayaan
dalam bentuk penyediaan barang modal baik secara
Sewa Guna Usaha dengan hak opsi (Finance Lease)
maupun Sewa Guna Usaha tanpa hak opsi (Operating
Lease) untuk digunakan oleh Penyewa Guna Usaha
(Lessee) selama jangka waktu tertentu berdasarkan
pembayaran secara angsuran
Anjak Piutang (Factoring) = kegiatan pembiayaan
dalam bentuk pembelian piutang dagang jangka
pendek suatu Perusahaan berikut pengurusan atas
piutang tersebut
HLP2MT2015

4/4/2015

DEFINISI
Pembiayaan Konsumen (Consumer Finance =
kegiatan pembiayaan untuk pengadaan barang
berdasarkan kebutuhan konsumen dengan
pembayaran secara angsuran
Usaha Kartu Kredit (Credit Card) adalah
kegiatan pembiayaan untuk pembelian barang
dan/atau jasa dengan menggunakan kartu
kredit
HLP2MT2015

LEASING
Kegiatan pembiayaan dalam bentuk
penyediaan barang modal baik secara
sewa guna usaha dengan hak opsi
(Finance Lease) maupun sewa guna
usaha tanpa hak opsi (Operating Lease)
untuk digunakan oleh Penyewa Guna
Usaha (Lessee) selama jangka waktu
tertentu berdasarkan pembayaran secara
angsuran
HLP2MT2015

4/4/2015

DEFINISI LEASING
Suatu kegiatan pembiayaan dalam bentuk
penyediaan barang modal baik secara
sewa guna usaha dengan hak opsi
(finance lease) maupun sewa guna usaha
tanpa hak opsi (operating lease) untuk
dipergunakan oleh lessee selama jangka
waktu tertentu berdasarkan pembayaran
secara berkala
HLP2MT2015

DASAR HUKUM LEASING


1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9
Tahun 2009 Tentang Lembaga Pembiayaan
2. Keppres 61/ 1988 ttg Lembaga Pembiayaan
3. SK Menkeu no 1251/MK.013/1988 ttg Ketentuan &
tata cara pelaksanaan Lembaga Pembiayaan jo SK
Menkeu no 448/KMK.017/2000 ttg Pembiayaan
Perusahaan
4. SK Menkeu no 634/KMK.013/1990 ttg Pengadaan
Barang Modal Berfasilitas Melalui Perusahaan Sewa
Guna Usaha
5. SK Menkeu no 1168/KMK.01/1991 ttg Kegiatan
Sewa Guna Usaha (Leasing)
HLP2MT2015

4/4/2015

Ciri-Ciri Leasing
Perjanjian antara lessor dan lessee
Lessor mengalihkan hak penggunaan barang
kepada lessee
Lessee membayar kepada lessor uang sewa
atas penggunaan aset
Lessee mengembalikan barang aset kepada
lessor pada akhir periode yang ditetapkan
dengan jangka waktu < umur ekonomi aset

HLP2MT2015

CIRI KHAS LEASING


Jangka waktu yang terbatas
kontrak leasing
Pada akhir masa leasing ditentukan status
kepemilikan barang
Hak opsi
pilihan apakah lessee akan membeli
barang tersebut pada harga yang telah disepakati atau
lessee tetap menyewa atau mengembalikan kepada
lessor

Nilai sisa =
jumlah uang yang harus dibayar kembali kepada
lessor oleh lessee diakhir masa berlaku leasing
Jumlah uang yang harus dibayar lessee yang
melaksanakan hak opsi
HLP2MT2015

10

4/4/2015

CIRI KHAS LEASING


Jangka waktu leasing :
Jangka singkat :
minimum 2 tahun,
barang modal golongan I

Jangka menengah :
minimum 3 tahun,
barang modal golongan II & III

Jangka panjang :
minimum 7 tahun ,
golongan bangunan

HLP2MT2015

11

SKEMA USAHA LEASING


Hak penggunaan aset

LESSOR
perusahaan
leasing

PERJANJIAN

LESSEE
konsumen
leasing

Sewa penggunaan aset


HLP2MT2015

12

4/4/2015

MEKANISME TRANSAKSI
BANK

LESSOR
9

2
6

LESSEE

SUPPLIER

HLP2MT2015

13

MEKANISME LEASING
1.Memilih barang
2.Negosiasi pembiayaan
3.Commitment letter
4.Penandatanganan kontrak
5.Pengiriman order dari suplier
6.Pengecekan barang
7.Penyerahan dokumen/faktur
8.Pembayaran lessor ke suplier
9.Pembayaran sewa (lease payment)
Disamping itu, ada hubungan antara lessor dengan bank
dan suplier terkait penyediaaan dana.
HLP2MT2015

14

4/4/2015

KETERANGAN
1. Lessee
menghubungi
supplier
untuk
penentuan & pemilihan jenis barang,
spesifikasi, harga, jangka waktu pengiriman,
jaminan purna jual
2. Lessee negosiasi dengan lessor ttg kebutuhan
pembiayaan barang modal
Lease quotation yang tidak mengikat lessor
Isi keterangan barang, harga barang, cash
security deposit, residual value, asuransi, biaya
administrasi, jaminan uang sewa & syarat lain

3. Lessor kirim letter of offer / commitment


letter kpd lessee.
Lessee setuju tandatangan, kembalikan
kepada lessor
HLP2MT2015

15

4. Penandatanganan kontrak leasing :

Pihak yang terlibat;


hak milik;
jangka waktu;
jasa leasing;
opsi bagi lessee;
penutupan asuransi;
tanggung jawab atas obyek leasing;
perpajakan;
jadwal pembayaran angsuran
Dan lain lain
5. Pengiriman order beli oleh lessor pada
supplier & instruksi pengiriman barang pada
lessee
HLP2MT2015

16

4/4/2015

6. Pengiriman barang oleh supplier


pada lessee, tanda terima & surat
perintah bayar ditandatangi lessee
7. Penyerahan dokumen oleh supplier
pada lessor, termasuk faktur & bukti
kepemilikan barang
8. Pembayaran oleh lessor pada
supplier
9. Pembayaran angsuran oleh lessee
secara berkala
HLP2MT2015

17

UNSUR UNSUR LEASING


1.
2.
3.
4.
5.
6.

PEMBIAYAAN PERUSAHAAN
PENYEDIAAN BARANG MODAL
KETERBATASAN JANGKA WAKTU
PEMBAYARAN KEMBALI SECARA BERKALA
HAK OPSI UNTUK MEMBELI BARANG
NILAI SISA (RESIDU)

HLP2MT2015

18

4/4/2015

Keuntungan & Kerugian Leasing

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

KEUNTUNGAN
Fleksibilitas
Ongkos murah
Hemat pajak
Pengaturan sederhana
Kriteria longgar untuk
lessee
Pembukuan mudah
Pemutusan kontrak oleh
lessee dapat dilakukan

1.
2.
3.
4.

KERUGIAN
Biaya bunga tinggi
Biaya
marginal
tinggi
Perlindungan hukum
kurang
Proses eksekusi sulit

HLP2MT2015

19

MEKANISME PEMBIAYAAN
LEASING

FINANCE
LEASE

OPERATING
LEASE

HLP2MT2015

20

10

4/4/2015

MEKANISME PEMBIAYAAN
FINANCE LEASE
Lessor membiayai penyediaan barang
Lessee memilih dan memesan barang
yang diinginkan
Lessee membayar sewa secara berkala
selama masa sewa
Disebut juga fill pay out leasing

HLP2MT2015

21

BENTUK TRANSAKSI
FINANCE LEASE
DIRECT FINANCE LEASE
lessor membeli barang dan langsung
disewakan ke lessee
SALE AND LEASE BACK
lesse menjual barang modal ke lessor
kemudian dilakukan SGU dalam jangka
tertentu
LEVERAGED LEASE
kreditur menyediakan pembiayaan 60-80% ke
lessor. JIka lessee kesulitan, lessor tidak
bertanggung jawab ke kreditur
HLP2MT2015

22

11

4/4/2015

BENTUK TRANSAKSI
FINANCE LEASE
SYNDICATED LEASE
Pembiayaan SGU dilakukan oleh beberapa lessor
karena pertimbangan resiko dan dana yang besar
VENDOR PROGRAM
Dealer menjual kepada konsumen dengan fasilitas
leasing.
Lessor akan membayar obyek leasing ke
dealer/vendor, lesssee membayar angsuran ke
lessor atau dealer
HLP2MT2015

23

FINANCIAL / CAPITAL/FULL PAY-OUT


LEASE

Jangka waktu relatif panjang


Besarnya harga sewa + hak opsi harus
menutup harga barang + keuntungan lessor
Ada hak opsi bagi lessee untuk membeli
barang
Harga sewa bulanan bisa tetap atau berubah
sesuai suku bunga pinjaman
Lessee menanggung biaya pemeliharaan,
kerusakan, pajak & asuransi
Kontrak leasing tidak dapat dibatalkan sepihak
HLP2MT2015

24

12

4/4/2015

OPERATING LEASE
Lessor membeli barang modal dan
menyewakannya kepada lessee
Pembayaran tidak mencakup harga barang
dan bunga
Keuntungan diharapkan dari penjualan
barang modal.
Lessor menanggung biaya pelaksanaan SGU
seperti asuransi, pajak dan pemeliharaan
Bisa terjadi pembatalan kontrak di tengah
jalan
HLP2MT2015

25

OPERATING LEASE
Jangka waktu lebih singkat dari nilai ekonomis
barang
Harga sewa lebih murah dari harga barang
Tanpa hak opsi
Untuk barang yang mudah laku di pasar barang
bekas
Lessor menawarkn pula jasa pemeliharaan,
kerusakan, pajak, asuransi
Harga sewa bulanan tetap
Kontrak leasing dibatalkan lessee, maka barang
dikembalikan pada lessor
HLP2MT2015

26

13

4/4/2015

PRINSIP PENTING DLM LEASING

5C
Character, Capacity, Capital, Condition of
Economy & Collateral
5P
Party, Purpose, Payment, Profitability &
Protection
3R
Returns, Repayment, Risk Bairing Ability
HLP2MT2015

27

MANFAAT LEASING
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Menghemat modal
Diversifikasi sumber pembiayaan
Persyaratan yang fleksibel
Biaya lebih murah
Off balance sheet
Menguntungkan arus kas
Memperoleh proteksi inflasi, dll.
HLP2MT2015

28

14

4/4/2015

LEASING VS PEMBIAYAAN LAIN


Penjelasan

Leasing

Sewa beli

Sewa menyewa

Kredit bank

Jenis barang

Barang
bergerak

Barang bergerak

Penyewa /
pembeli

Barang bergerak
& tdk bergerak
Perusahaan /
perorangan

Perusahaan /
perorangan

Semua jenis
investasi
Perusahaan /
perorangan

Perusahaan

Badan hukum

Supplier

Supplier

Bank

Pemilik barang Leassor

Pemilik barang

Pemilik barang

Debitor

Jangka waktu

Pendek/menenga
h/
panjang

Pendek

Pendek/
menengah

Pendek/menengah/
panjang

Besarnya
pembiayaan
Biaya bunga
Akhir kontrak

100%

80%

<

80%

Bunga + margin
Hak opsi

Tinggi
Milik penyewa

Bunga + margin
Kembali pemilik

Interbank rate
Kredit lunas,
jaminan kembali
debitor

Perusahaan /
perorangan

HLP2MT2015

29

CONTOH PERUSAHAAN LEASING

KOEXIM MANDIRI FINANCE


Menara Mulia Suite 2007, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav 9-11
Jakarta - 12930 Phone: 525 7261 Fax: 525 7260
Website: http://www.koreaexim.go.kr/id Email: koexim@kmf.co.id

HLP2MT2015

30

15

4/4/2015

PEMBIAYAAN KONSUMEN

1. Pembiayaan Konsumen (Consumer Finance =


kegiatan pembiayaan untuk pengadaan barang
berdasarkan kebutuhan konsumen dengan
pembayaran secara angsuran
2. Badan usaha yang melakukan pembiayaan
pengadaan
barang
untuk
kebutuhan
konsumen dengan sistem pembayaran
angsuran/berkala
3. Suatu pinjaman atau kredit yang diberikan
oleh suatu perusahaan kepada debitur untuk
pembelian barang/jasa yang akan langsung
dikonsumsi oleh konsumen bukan untuk
tujuan produksi/distribusi.
HLP2MT2015

31

Jenis Pembiayaan Konsumen


berdasarkan kepemilikan
1. Perusahaan pembiayaan konsumen
merupakan anak perusahaan suplier
2. Perusahaan pembiayaan konsumen satu
grup dengan perusahaan suplier
3. Perusahaan pembiayaan konsumen tidak
mempunyai kaitan dengan perusahaan
suplier
HLP2MT2015

32

16

4/4/2015

Manfaat Pembiayaan Konsumen


Bagi
Perusahaan
Pembiayaan
Konsumen

Penerimaan
dari
bunga
dan
biaya
administrasi yang dibayarkan konsumen
(karena bunganya > bunga bank)
simple
analysis, short analysis, no guarantee

Bagi Suplier

Peningkatan penjualan

Bagi
Konsumen

Kesempatan untuk membeli atau memiliki


barang meskipun dana yang tersedia saat ini
belum cukup

HLP2MT2015

33

Keunggulan
Pembiayaan Konsumen vs Bank
1. Prosedur lebih sederhana
2. Prosedur persetujuan biasanya lebih cepat
3. Biasanya tidak mensyaratkan penyerahan
agunan sepanjang konsumen cukup layak
4. Mengatasi adanya keengganan konsumen
untuk berhubungan dengan bank.

HLP2MT2015

34

17

4/4/2015

SKEMA
Perusahaan Pembiayaan Konsumen
Sebagai Anak Perusahaan Pemasok.

3a

PT. Maju Mapan (Pemasok)


4b
1

4a

Konsumen Debitor
5

PT. Usaha Jaya


(Perusahaan Pembiayaan
Konsumen)

HLP2MT2015

3b

35

KETERANGAN
1. Pembentukan anak perusahaan
2. Pembuatan perjanjian kerja sama pembiayaan
konsumen
3. A. Perjanjian jual beli mobil yang dibiayai oleh
perusahaan pembiayaan konsumen
B. Perjanjian pembiayaan pembelian mobil dari PT.
Maju Mapan oleh konsumen
4. A. Pembayaran tunai harga mobil
B. Penyerahan mobil
5. Pembayaran (angsuran pokok dan bunga) hingga
lunas selama jangka waktu tertentu

HLP2MT2015

36

18

4/4/2015

SKEMA
Perusahaan Lembaga Pembiayaan
Satu Grup Usaha Dengan Pemasok
Metro Inc

PT. Multi
(Pemasok)

4a
4b

3
5a

PT. Finance
(Perusahaan
pembiayaan konsumen)

5b

Konsumen
Debitor

HLP2MT2015

37

Keterangan
1.
2.
3.
4.

Mempunyai salah satu anak perusahaan


Membentuk anak perusahaan baru
Pembuatan perjanjian kerjasama pembiayaan konsumen
a. Perjanjian jual beli barang yang dibiayai oleh
perusahaan konsumen
b. Perjanjian pembiayaan pembelian barang dari PT.
Multi oleh konsumen
5. a. Pembayaran tunai harga barang
b. Penyerahan barang
6. Pembayaran (angsuran pokok & bunga) hingga lunas
sampai jangka waktu tertentu
HLP2MT2015

38

19

4/4/2015

SKEMA
Perusahaan Pembiayaan Tidak Berkaitan
Kepemilikan dengan
Perusahaan Pemasok
1

PT. Aman
(Pemasok)

PT. Sejahtera
(Perusahaan Pembiayaan)

3a
2a

3b

2b

Konsumen
(Debitor)
HLP2MT2015

39

Keterangan
1. Pembuatan perjanjian kerjasaman pembiayaan
konsumen
2. a. Perjanjian jual beli barang yang dibiayai oleh
perusahaan konsumen
b. Perjanjian pembiayaan pembelian barang dari PT.
Aman oleh konsumen
5. a. Pembayaran tunai harga barang
b. Penyerahan barang
6. Pembayaran (angsuran pokok & bunga) hingga lunas
sampai jangka waktu tertentu
HLP2MT2015

40

20

4/4/2015

Contoh Perusahaan
Pembiayaan Konsumen

HLP2MT2015

KARTU PLASTIK
KARTU PLASTIK = PLASTIC CARD
Kartu yang diterbitkan oleh bank atau perusahaan
tertentu yang dapat digunakan sebagai :
Alat pembayaran atas transaksi barang / jasa
Keabsahan cek yang dikeluarkan
Melakukan penarikan tunai

Dasar hukum SK Menteri Keuangan no


1251/KMK.013/1988
ttg
Kelompok
Jasa
Pembiayaan
Berdasarkan cara pembayaran :
credit card, charge card, debit card, cash card

Berdasarkan lokasi penerbitan :


Local card, international card
HLP2MT2015

42

21

4/4/2015

KARTU PLASTIK
Alat berbentuk kartu yang diterbitkan oleh
suatu lembaga keuangan dan dapat digunakan
untuk berbagai macam transaksi keuangan.
Perusahaan penerbit kartu plastik inilah yang
dimasukkan sebagai lembaga keuangan bukan
bank karena dapat digunakan sebagai alat
untuk kegiatan penghimpunan dan penyaluran
dana dari dan kepada masyarakat.

HLP2MT2015

43

Kartu Plastik Menurut Fungsi

CREDIT
CARD

CHARGE
CARD
FUNGSI
KARTU
PLASTIK

DEBIT
CARD

CASH
CARD

HLP2MT2015

44

22

4/4/2015

Charge Card
Alat
pembayaran
transaksi
pembelian
barang/jasa yang pembayaran pelunasannya
dapat dilakukan pembeli secara sekaligus pada
jangka waktu tertentu setelah kartu digunakan
sebagai alat pembayaran.
Pembayaran dilakukan pada akhir bulan
dengan disertai biaya tambahan
Contoh : BCA Card

HLP2MT2015

45

CHARGE CARD / KARTU TAGIHAN


Kartu yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran
yang pelunasannya secara keseluruhan tagihan setiap
akhir bulan atau bulan berikut tanpa atau dengan
biaya tambahan
Tidak ada ketentuan limit penggunaan dalam
melakukan transaksi
Pembayaran penuh atas semua tagihan sebelum
tagihan selanjutnya
Apabila pembayaran tidak dilakukn secara penuh dari
tagihan akan dikenakan denda keterlambatan (late
charge) sebesar % tertentu
Tidak dikenakan tingkat bunga atas setiap
pembayaran tagihan
HLP2MT2015

46

23

4/4/2015

Debit Card
Alat pembayaran transaksi pembelian barang/jasa
dengan cara mendebet atau mengurangi saldo
rekening simpanan pemilik kartu (card holder) serta
mengkredit saldo rekening penjual (merchant) senilai
transaksi barang/jasa.
Jika sistem tidak online, pendebetan dilakukan setelah
merchant menyerahkan bukti penggunaan kartu.
Akibatnya, kadang saldo tidak mencukupi karena
pemilik tidak tahu saldonya.
Contoh : Debit BCA
HLP2MT2015

47

DEBIT CARD = KARTU DEBET


Kartu yang dipakai sebagai alat pembayaran transaksi
jual beli barang/jasa & pelunasannya langsung
dipotong (mendebet) dari rekening nasabah pada saat
itu juga
Pada saat yang sama langsung mengkredit rekening
merchant/penjual sejumlah nilai transaksi
Pemegang kartu harus memiliki rekening pada bank
Transaksi hanya dapat dilakukan apabila pemegang
rekening kartu memiliki saldo yang mencukupi pada
rekening untuk menutup biaya transaksi
Pembayaran dilakukan deng mendebet langsung saldo
rekening pemegang kartu
HLP2MT2015

48

24

4/4/2015

MACAM KARTU PLASTIK LAIN


CASH CARD = KARTU TUNAI
Kartu yang memungkinkan pemegang kartu untuk
menarik uang tunai baik langsung dari kasir bank /
ATM bank tertentu

CHECK GUARANTEE CARD


Kartu sebagai jaminan dalam penarikan cek oleh
pemegang kartu
Dikeluarkn oleh pihak bank
Untuk menyakinkan penerima cek yang ditarik
oleh pemegang kartu dalam melakukan transaksi
jual beli barang / jasa
Dapat dipakai menarik uang tunai melalui ATM /
teller = check encashment card
HLP2MT2015

49

Cash Card
Alat berbentuk kartu yang diterbitkan oleh suatu
lembaga keuangan sebagai alat penarikan uang tunai
secara manual melalui teller maupun melalui ATM.
Pihak bank atau pengelola kartu biasanya sudah
menetapkan batas jumlah penarikan maksimum per
hari atau per minggu yang dapat dilakukan dengan
menggunakan cash card.
Contoh : Kartu ATM Mandiri
HLP2MT2015

50

25

4/4/2015

Pembagian Lain
KARTU LOKAL
Kartu plastik yang hanya berlaku di wilayah
tertentu (negara ttt) co/ Kartu Makro, BCA Card
KARTU INTERNASIONAL
Kartu plastik yg dpt digunakan & berlaku sbg alat
pembayaran internasional
Co/ : Diners Club; Amex; Visa Card; Master Card
BERDASARKAN AFILIASI PENERBITAN :
Co-branding card, dikeluarkn atas kerjasama
pengelola kartu plastik dg bbrp bank, co/ Maestro,
Cirrus
Affinity card, kartu plastik yg dikeluarkn u/
sekelompok / golongan profesi tertentu
HLP2MT2015

51

CREDIT CARD = KARTU KREDIT


Kartu yang dapat digunakan sebagai alat
pembayaran transaksi jual beli barang / jasa
Pelunasan/pembayaran
kembali
dapat
dilakukan sekaligus atau dengan cara bertahap
(mengangsur) sejumlah minimal tertentu
10% - 20% paling lambat pada saat jatuh
tempo penagihan tiap akhir
bulan &
dikenakan
bunga
atas
lama
waktu
pembayarannya (bunga bulanan)

HLP2MT2015

52

26

4/4/2015

CREDIT CARD = KARTU KREDIT


Tingkat bunga dikenakan atas saldo kredit
besarnya sesuai tingkat bunga pasar
Keterlambatan dikenakan denda keterlambatan
(late charge) sebesar % pembayaran minimum
atau sejumlah tertentu tanpa dikaitkan dengan
jumlah pembayaran minimum
Ketentuan limit kredit diberikan kepada setiap
anggota tergantung jenis kartu (regular;
gold/classic; premium)

HLP2MT2015

53

Tujuan Perusahaan Kartu Kredit

1.
2.
3.
4.
5.

Menerima sebanyak mungkin nasabah


yang memiliki kelayakan kredit
Menerima merchant yang dapat dipercaya
Merangsang
penggunaan
maksimum
fasilitas credit line
Membatasi & mengurangi piutang
bermasalah & penyelewengan
Memaksimalkan nilai rata-rata tiap
transaksi kartu
HLP2MT2015

54

27

4/4/2015

PENDANAAN KARTU KREDIT


GEARING RATIO = hubungan antara modal
sendiri dg kewajiban
Rasio yang sehat adalah 5 : 1 atau 15 : 1
Artinya total pinjaman adalah 5 x atau 15 x
dari modal sendiri, semakin tinggi gearing
ratio maka perusahaan mengalami kesulitan
keuangan
Harus diperhatikan oleh perusahaan penerbit
kartu kredit karena mereka lebih cepat dalam
membayar para merchant
HLP2MT2015

55

Credit Card
Alat
pembayaran
transaksi
pembelian
barang/jasa yang pembayaran pelunasannya
dapat dilakukan pembeli secara sekaligus atau
angsuran.
Pembayaran atau angsuran pemegang kartu
diberikan secara langsung kepada perusahaan
kartu kredit atau melalui pihak lain yang
ditunjuk.
Contoh : Diners Club, Visa card
HLP2MT2015

56

28

4/4/2015

Pihak dalam Kartu Kredit


Issuer/Penerbit
Pihak atau lembaga yang menerbitkan dan
mengelola kartu kredit yang bisa berupa
LKBB, bank, atau non lembaga keuangan.
Acquirer/Pengelola
Pihak yang mewakili kepentingan penerbit
kartu untuk menyalurkan kartu, melakukan
penagihan, dan melakukan pembayaran ke
pihak merchant. Biasanya penerbit hanya
menerbitkan kartu saja, sedangkan penyaluran,
penagihan dan pembayaran sepenuhnya
kepada acquirer.
HLP2MT2015

57

Card holder/pemegang kartu


Pihak yang menggunakan kartu kredit dalam
pembayaran. Biasanya ada persyaratan dasar
untuk menjadi pemilik kartu antara lain
penghasilan
yang
cukup,
kontinuitas
penghasilan dan niat baik/track record calon
holder
Merchant/penjual
Pihak penjual barang/jasa yang dibeli oleh card
holder dengan menggunakan kartunya.
Sebelum menerima pembayaran, merchant
sudah mengadakan kerjasama dengan issuer
dan acquirer.
HLP2MT2015

58

29

4/4/2015

PERKEMBANGAN KARTU KREDIT DI


INDONESIA

Usaha kartu kredit (visa, master dll.) baru


berkembang di Indonesia mulai tahun 2000
Kegiatan usaha fasilitas transaksi uang
dikeluarkan oleh bank sebagai bagian dari usaha
bank (produk sampingan)
Nilai tambah kegiatan usaha ini berdasarkan atas
jasa sistem informasi, misalnya pada ATM
bersama.
Keuntungannya berasal dari biaya charge dari
nasabah pemakai
HLP2MT2015

59

PERKEMBANGAN KARTU
KREDIT DI INDONESIA
Usaha kartu kredit yang sudah ada
jaringan di Indonesia antar lain :
Domestik : Alto, Prima
Internasional : Visa, Master

Kegiatan usaha kartu kredit terkendala


dengan masalah tingginya perizinan usaha
dibandingkan dengan bidang usaha
lainnya
HLP2MT2015

60

30

4/4/2015

Manfaat Kartu Kredit


Bagi
Issuer

Penerimaan dari uang pangkal, iuran tahunan,


bunga atas sisa tagihan, bunga atas
pelanggaran batas maksimum kredit, dan
denda keterlambatan pembayaran

Bagi Acquirer Penerimaan dari interchange fee, penghasilan


dari rekening simpanan card holder, dan
penawaran produk lain (kalau acquirer adalah
bank)
Bagi Card
Holder

Resiko kehilangan/pencurian rendah, lebih


praktis, dana jangka pendek tanpa mekanisme
kredit, fasilitas lain (asuransi, info dokter,
kemudahan pembelian)

Bagi
Merchant

Resiko kehilangan/pencurian rendah, lebih


praktis, dan peningkatan penjualan.
HLP2MT2015

61

Perjanjian
Penagihan 100% Interchange 2%

Perusahaan Kartu
Issuer

Transaksi Kartu
Barang/Jasa

Hlp2mt2015

Tagihan

Perjanjian

Pembayaran
- Discount 5%

Pembayaran
Cicilan+bunga

Statement Tagihab

Perjanjian

Pemegang Kartu
Pembeli

Reimbursement

Service Agent
Acquirer

Merchant/Penjual
Barang/Jasa

62

31

4/4/2015

PERJANJIAN PEMEGANG KARTU


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.

Pemilikan kartu
Masa berlakunya kartu
Transaksi
Pembayaran tagihan
Bunga & biaya
Limit kredit
Penarikan uang tunai
Transaksi dalam valuta asing
Kehilangan kartu
Jasa pihak ketiga
Tanggungjawab pemegang kartu
Pengakhiran perjanjian
Lain lain
HLP2MT2015

63

Perjanjian dengan Merchant


Merchant akan menerima semua kartu
merek tertentu s/d jumlah floor limit
yang ditentukn
Merchant akan selalu memeriksa
keabsahan kartu ;
1. Masa berlaku;
2. Tidak masuk daftar void list/stop list;
3. Kebenaran tandatangan pemegang kartu

HLP2MT2015

64

32

4/4/2015

Perjanjian dengan Merchant


Merchant harus menggunakn slip penjualan yang
disediakan perusahaan kartu &
Meminta setiap pemegang kartu menandatangani
slip penjualan
Mencetak data kartu dengan imprinter
1 kopi data imprinter diberikan kepada pemegang
kartu
Merchant akan mengklaim pembayaran kembali
setelah dikurangi diskon dari issuer sesuai waktu
(3 ; 10; 15 hari)
HLP2MT2015

65

Perjanjian dengan Merchant


Rekening bank merchant akan dikredit sebesar
jumlah penjualan dikurangi diskon,
Perlu diperhatikn ada atau tidaknya penjualan yang
invalid & ditolak pembayarannya oleh issuer
Merchant harus menjual barang/jasa tidak melebihi
harga penjualan tunai
Merchant harus menjamin semua slip penjualan :
1. Semua data adalah benar;
2. Merchant benar-benar telah menjual &
menyerahkan barang/jasa dengan nilai tertera
3. Pemberian kredit atas penjualan melanggar
perjanjian
HLP2MT2015

66

33

4/4/2015

Perjanjian dengan Merchant


Merchant memberikn hak pada issuer untuk
mendebit rekening banknya atas pembayaran
1.
2.
3.
4.
5.

Diskon;
Pajak atas diskon;
refund pada cardholder;
Nilai slip tidak sesuai;
Bunga atas jumlah yang harus dibayar merchant;
kewajban merchant pada issuer

Kontrak perjanjian dapat diakhiri beberapa


minggu setelah pemberitahuan.
Imprinter & slip penjualan
milik issuer &
harus dikembalikan
HLP2MT2015

67

Perjanjian dengan Merchant


Hal-hal khusus tidak berlakunya sales voucher
1. Transaksi illegal
2. Tandatangan pada voucher berbeda dari kartu
3. Perbedaan antara voucher yang diserahkn untuk
pembayaran dengan copy untuk card holder
4. Voucher tidak lengkap
5. Harga lebih tinggi dari harga eceran normal
6. Harga lebih tinggi dari floor limit merchant &
tidak ada otorisasi
7. Terjadi penyimpangan ketentuan dalam perjanjian
merchant
8. Kartu dinyatakn tidak berlaku & masuk daftar
hitam
HLP2MT2015

68

34

4/4/2015

STATEMENT TAGIHAN
1. NOMOR KARTU
Nomer identitas pemegang kartu
2. TANGGAL TAGIHAN
Tanggal dicetaknya perincian tagihan
3. TANGGAL JATUH TEMPO
Tanggal paling lambat membyr tagihan
7-15 hari setelah tanggal penagihan
Late charge akan dikenakan apabila pembayaran
melebihi tanggal tersebut
4. PEMBAYARAN MINIMUM
Pembayaran
terendah
yang
merupakan
kewajiban pemegang sebelum tanggal jatuh
tempo
Sisa tagihan dapat dicicil & akan dikenakan
bunga 10 -20% dari total tagihan
HLP2MT2015

69

STATEMENT TAGIHAN
5. JUMLAH TAGIHAN
Jumlah seluruh transaksi dengan kartu kredit
yang belum dilunasi
6. LIMIT KREDIT
Jumlah maksimal yang diberikan untuk setiap
kartu
Tergantung credit standing yang bersangkutan
7. BATAS PENARIKAN TUNAI
Uang tunai yang dapat diambil pada posisi
rekening seperti yang tertera pada rincian
tagihan, biasanya 50% kredit limit
Dikenakan biaya & bunga yang lebih besar dari
transaksi pembelian

HLP2MT2015

70

35

4/4/2015

STATEMENT TAGIHAN
8. TUNGGAKAN
Jumlah pembayaran yang belum dibayar
pada tagihan sebelumnya
9. TANGGAL POSTING
Tanggal ditagihkannya pemegang kartu
10. TANGGAL TRANSAKSI
Tangal terjadinya transaksi pengambilan
tunai & pembayaran dengan kartu kredit
11. NOMER REFERENSI
Nomer identitas tiap transaksi

HLP2MT2015

71

Aplikasi Kartu Plastik


Pengelola atau penerbit memberikan lebih dari satu
fungsi pada sebuah kartu yang diterbitkan.
Contoh :
Kartu Diners Club ada yang berfungsi sebagai charge card
sekaligus cash card;
Kartu plus BNI dapat digunakan sebagai cash card
sekaligus debit card.

Pengelola tertentu menambahkan fungsi transaksi


perbankan lainnya misalnya :
Pentransferan dana antar rekening dan info saldo rekening
BCA card dapat digunakan sebagai cash card sekaligus
dapat digunakan untuk pembayaran tagihan pulsa telepon.
HLP2MT2015

72

36

4/4/2015

TINDAK PIDANA KARTU KREDIT


FRAUD = PENIPUAN

DEFINISI :
Usaha seseorang untuk keuntungannya sendiri yang secara
jelas merugikan bisnis kartu kredit, dengan cara :
1. Memanipulasi data,
2. Pengambilalihan kartu asli,
3. Percurian,
4. Pemalsuan &
5. Penggandaan kartu asli
Macam-macam fraud :
1. Fraud aplication (aplikasi palsu)
2. Non received issue (kartu tidak diterima)
3. Account Take Over (pengambilalihan)
4. Hilang, dicuri
5. Mail Order (MO) ; Telephone Order (TO); Internet Order
(IO)
6. Multiple Imprint (penggandaan imprint)
7. Counterfeit (pemalsuan)
HLP2MT2015

73

KARTU HILANG & DICURI

Kartu terselip / hilang


secara tidak sengaja / sebab lain
digunakan orang lain selain pemegang kartu
secara fraud / kriminal
Kartu dipinjamkan kepada kelompoknya sendiri,
digunakan & dilaporkan hilang
Card holder melaporkan kartu hilang, mengajukn
klaim & dapat menunjukan alibi
Tujuan menipu bank issuer
Kartu dicuri pencopet, maling, rampok & tindakan
kriminal lain & digunakan untuk transaksi fraud
Dicuri mengandung 2 aksi kriminal
Hilang = tak sengaja, diikuti aksi kriminal
HLP2MT2015

74

37

4/4/2015

ACCOUNT TAKE OVER


Pelaku tindak pidana menghubungi issuer
untuk melaporkan perubahan alamat
cardholder yang sebenarnya.
Langsung diikuti laporan kartu hilang &
permintaan penggantian kartu
Kartu baru & PIN baru dikirimkan ke
alamat pelaku
Account cardholder diambilalih oleh
pelaku
HLP2MT2015

75

NON RECEIVED IMPRINT


Pencurian kartu dilakukan dalam sistem surat
menyurat
Sebelum kartu diterima cardholder
Dipakai secar fraud dengan pemalsuan
identitas
Kemungkinan pelaku :
Pihak kurir yang tidak jujur
Penerima kartu yang bukan aplikan
Aplikan yang berpura-pura belum menerima
kartu
HLP2MT2015

76

38

4/4/2015

Mail Order ; Telephone Order


; Internet Order
Informasi tentang account cardholder diperoleh
secara ilegal
nomer kartu, masa berlaku
Dipakai untuk memesan barang / jasa lewat
telepon/surat/internet, dimana bentuk fisik kartu
tidak diperlukan
Data pemegang kartu didapat dari :
Nasabah yang tidak berhati-hati menjaga kerahasiaan
data
Sales agent yang mengundurkn diri
Transaksi internet
Card number software generator
HLP2MT2015

77

KEJAHATAN LAIN
MULTIPLE IMPRINT
Karyawan / merchant yang tidak jujur melakukan
penggandaan imprint dari transaksi yang benar
terjadi
Ditagihkan pad aacquirer yang sama atau berbeda
COUNTERFEIT
Data pada magnetic stripe kartu asli dicuri saat
bertransaksi
Di encode pada kartu palsu yang telah diproduksi
sebelumnya penggandaan kartu
Yang paling banyak terjadi dalam tindak pidana
kartu kredit,
Yang paling muktahir adalah dengan penyadapn
TAPPING pada sistem acquirer
HLP2MT2015

78

39

4/4/2015

SKIMMING
SKIMMING MAGNETIC STRIPE dengan alat skimmer

Proses dimana data dari pita magnetik


hitam pada fisik kartu kredit asli diambil
& ditransfer ke fisik kartu lain yang
palsu dengan mengisi ulang pita
magnetik hitam kartu tersebut dengan
alat teknologi tertentu :
skimmer, reader,
komputer & mesin embose
HLP2MT2015

79

PERKEMBANGAN KEJAHATAN
KARTU KREDIT

1970-an
1980-an

1990-an

Kartu hilang / dicuri


Kartu tidak diterima cardholder
Aplikasi palsu & kolusi merchant
Pemalsuan kartu dengan kartu putih
Pengubahan data kartu
Transaksi palsu melalui MO; TO; IO

1980-2005 Pemalsuan/penggandaan total Kartu


Kredit
Pengambilalihan data / skimming
Kartu Kredit
Menjadi kartu kredit palsu
HLP2MT2015

80

40

4/4/2015

DAMPAK PEMALSUAN KARTU


KREDIT

1. Ancaman thd industri pariwisata


2. Rusaknya image & reputasi negara
penerima
3. Ketidaknyamanan
pelanggan
&
merchant
4. Hilangnya kepercayaan terhadap sistem
kartu kredit dari para pengguna kartu &
merchant

HLP2MT2015

81

ANJAK PIUTANG
Badan usaha yang melakukan usaha pembiayaan
dalam bentuk pembelian dan atau pengalihan
serta pengurusan piutang atau tagihan jangka
pendek suatu perusahaan dari transaksi
perdagangan dalam atau luar negeri
Anjak Piutang (Factoring) = kegiatan
pembiayaan dalam bentuk pembelian piutang
dagang jangka pendek suatu Perusahaan berikut
pengurusan atas piutang tersebut
HLP2MT2015

82

41

4/4/2015

Anjak piutang atau disebut factoring erat


kaitannya dengan piutang yang melibatkan
pembelian oleh perusahaan factoring terhadap
piutang milik klien atau suplier.
Definisi perusahaan anjak piutang menurut
Keputusan
Menteri
Keuangan
No.
1251/KMK.013/1988 tanggal 20 Desember 1988
adalah badan usaha yang melakukan kegiatan
pembiayaan dalam bentuk pembelian dan atau
penagihan serta pengurusan piutang atau tagihan
jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi
perdagangan dalam dan luar negeri.
HLP2MT2015

83

PARA PIHAK
Pihak utama yang terlibat ada 3 yaitu :

1. FAKTOR (Perusahaan Anjak Piutang)


Perusahaan atau pihak yang menawarkan jasa
anjak piutang

2. KLIEN (SUPPLIER)
Perusahaan atau pihak yang menggunakan
jasa perusahaan anjak piutang

3. NASABAH (CUSTOMER)
Pihak-pihak yang
dengan klien.

mengadakan

HLP2MT2015

transaksi
84

42

4/4/2015

JASA-JASA ANJAK PIUTANG


1. JASA PEMBIAYAAN
Jasa pembiayaan dilakukan dengan cara
menyediakan pembiayaan di muka yang
besarnya berkisar antara 60%-80% dari total
piutang setelah dilakukan kontrak anjak piutang
dan menyerahkan bukti-bukti penjualan barang.
Kontrak dapat dilakukan atas dasar

with recourse (risiko kemacetan hutang ditanggung


oleh klien) atau
without recourse (perusahaan anjak piutang yang
akan mengambil risiko kemacetan piutang)
HLP2MT2015

85

2. JASA NON PEMBIAYAAN


Penyediaan jasa untuk melayani kepentingan
pengelolaan kredit klien. Produk jasa non pembiayaan
yang ditawarkan antara lain:
1. Investigasi Kredit/Analisis kredit yaitu lembaga
anjak piutang membantu perusahaan untuk menilai
calon customer/debitur.
2. Sales Ledger
Merupakan jasa penatausahaan atas jasa penjualan
yang dilakukan klien. Dalam jasa ini kadangkadang meliputi penjualan dalam berbagai valuta
asing dalam export factoring sehingga klien dapat
mengikuti perkembangan ekspornya dalam berbagai
mata uang asing
HLP2MT2015

86

43

4/4/2015

MANFAAT ANJAK PIUTANG


1. Membantu administrasi penjualan dan
penagihan
2. Membantu beban risiko
3. Memperbaiki sistem penagihan
4. Membantu memperlancar modal kerja
5. Meningkatkan kepercayaan
6. Kesempatan untuk mengembangkan usaha

HLP2MT2015

87

JENIS ANJAK PIUTANG


1. Full service factoring
Yaitu bentuk pelayanan yang diberikan atau
disediakan perusahaan anjak piutang yang
meliputi semua jasa anjak piutang baik
bentuk jasa pembiayaan maupun jasa non
pembiayaan
2. Recourse factoring
Bentuk pelayanan yang diberikan meliputi
hampir semua jasa-jasa anjak piutang kecuali
proteksi terhadap risiko tidak dibayarnya
tagihan. Risiko kredit tetap pada klien
3. Bulk Factoring
Anjak piutang jenis ini klien hanya
memerlukan
jasa
pembiayaan
dan
pemberitahuan jatuh tempo pada nasabah
(customer).
HLP2MT2015

88

44

4/4/2015

4. Maturity factoring

Pembiayaan tidak dibutuhkan, yang dibutuhkan


klien adalah jaminan perlindungan kredit yang
meliputi pengurusan penuh atas penjualan,
penagihan dari pelanggan dan proteksi atas
piutang.
5. Agency factoring
Yaitu penyerahan keseluruhan penjualan (piutang
klien) kepada perusahaan factoring atas dasar
notifiksi (penyerahan piutang kepada perusahaan
anjak piutang dengan sepengetahuan pihak
debitur atau customer)
HLP2MT2015

89

6. Invoice discounting

Pemberian jasa dalam bentuk pembiayaan. Klien


dalam hal ini hanya membutuhkan jasa
pembiayaan perusahaan anjak piutang sedangkan
jasa-jasa non pembiayaan ditangani sendiri oleh
klien.
7. Undisclosed factoring
Berkaitan dengan suatu perjanjian penjualan
piutang dimana perusahaan factoring memberikan
proteksi terjadinya kemacetan pelunasan piutang
sampai dengan persentase tertentu (biasanya
80%) dari jumlah faktur yang disetujui yaitu
dengan without recourse sebagai risiko kredit.
HLP2MT2015

90

45

4/4/2015

MEKANISME ANJAK PIUTANG


Pada umumnya kegiatan usaha anjak piutang
sering dilakukan dalam bentuk pembelian
tagihan (piutang) milik klien (suplier).
Beberapa negara kegiatan anjak piutang lebih
banyak mengarah kepada kegiatan pembiayaan
konsumen yaitu perusahaan anjak piutang
memberikan pembiayaan dalam bentuk membeli
kredit konsumen yang berjangka waktu 2 atau 3
tahun dari supplier atau dealer atau dari pabrik
dengan tingkat diskonto tertentu
HLP2MT2015

91

Distribusi Resiko Anjak Piutang


1. WITH RECOURSE
Pada tahap awal, factor memberikan uang muka
kepada klien dengan proporsi tertentu.
Pada saat jatuh tempo, jika customer tidak melunasi
maka klien wajib mengembalikan uang muka.
Resiko kerugian ditanggung klien

2. WITHOUT RECOURSE
Pada tahap awal, factor memberikan uang muka
kepada klien dengan proporsi tertentu.
Pada saat jatuh tempo, jika customer tidak melunasi
maka klien tidak mengembalikan uang muka.
Resiko kerugian yang ditanggung klien hanya sebesar
hutang yang tidak dibayar
HLP2MT2015

92

46

4/4/2015

Keterlibatan Customer

1. Disclosed factoring
Penyerahan piutang oleh klien kepada
factor dengan sepengetahuan customer.
Pelunasan melalui factor.

2. Undisclosed factoring
Penyerahan piutang oleh klien kepada
factor dengan tanpa sepengetahuan
customer.
Pelunasan langsung kepada klien.
HLP2MT2015

93

Undisclosed/ Non Notification


Factoring

Perusahaan ingin performance/ bonafiditasnya


tetap terjaga dimata pelanggan (debitur)
walaupun sebetulnya perusahaan sedang
kesulitan dana.
Pada saat pengalihan piutang maka perusahaan
tidak memberitahu pelanggan (debitur) bahwa
piutang sudah dialihkan ke perusahaan anjak
piutang (factoring). sebagai berikut :
Terjadi transaksi penjualan secara kredit kepada
pelanggan (klien)
HLP2MT2015

94

47

4/4/2015

MEKANISME TRANSAKSI UNDISCLOSED


1. Negosiasi dan kontrak anjak piutang antara
perusahaan (klien) dengan lembaga anjak piutang
(factoring)
2. Perusahaan menyerahkan kopi faktur penagihan
piutang dan dokumen terkait lainnya sedangkan
dokumen asli tetap dipegang perusahaan.
3. Lembaga anjak piutang memberikan pembiayaan
maksimal 80% dari nilai faktur.
4. Pada saat jatuh tempo perusahaan akan menagih
kepada debitur/pelanggan.
5. Perusahaan akan mengembalikan pinjaman dana
kepada factoring ditambah dengan biaya anjak
piutang (service charge/discount charge).
HLP2MT2015

95

Disclosed/ Notification Factoring


Jika
perusahaan
(klien)
setelah
memperoleh pembiayaan dari anjak
piutang tidak ingin direpotkan oleh tugas
menagih kepada debitur maka perusahaan
bisa memanfaatkan fasilitas disclosed
factoring yaitu segera menyerahkan
pengelolaan piutang kepada perusahaan
anjak piutang.
HLP2MT2015

96

48

4/4/2015

MEKANISME TRANSAKSI
DISCLOSED
1. Terjadi penjualan secara kredit kepada pelanggan
(klien)
2. Negosiasi dan kontrak factoring antara
perusahaan (klien) dengan lembaga anjak piutang
dimana
perusahaan
menyerahkan
faktur
penagihan dan dokumen terkait lainnya
(dokumen asli).
3. Perusahaan memberitahu kepada debitur kalau
piutang dan penagihan sudah dialihkan ke
lembaga anjak piutang.
HLP2MT2015

97

SKEMA DOMESTIC FACTORING

KLIEN/SUPLIER
1

3
2
4

7
5

FACTOR

CUSTOMER
6

HLP2MT2015

98

49

4/4/2015

PENJELASAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Perjanjian
Jual beli barang secara kredit
Pengalihan/penjualan piutang
Pembayaran uang muka
Penagihan
Pelunasan customer ke factor
Pelunasan piutang ke klien
HLP2MT2015

99

SKEMA INTERNATIONAL
FACTORING
2

Debitur negara B/
importir

Suplier negara A/
eksportir

5
EXPORT FACTOR

IMPORT FACTOR
8

HLP2MT2015

100

50

4/4/2015

PENJELASAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Perjanjian 4 pihak
Jual beli barang secara kredit
Pengalihan/penjualan piutang
Pembayaran uang muka
Pelimpahan penagihan
Penagihan saat jatuh tempo
Pelunasan 100% customer ke import factor
Pelunasan 100% import factor ke export
factor
9. Pelunasan piutang ke klien
HLP2MT2015

101

BIAYA ANJAK PIUTANG


1. Service Charge
biaya yang berkaitan dengan fungsi perusahaan
factoring dalam melakukan pembukuan penjualan
terhadap transaksi penjualan oleh klien.
Besarnya biaya tersebut sangat tergantung dalam
perjanjian atau persetujuan kedua belah pihak antara
perusahaan anjak piutang dengan klien. Biasanya
sekitar 0,5%-2,5%
2. Initial Payment Charge/Discount Charge
Biaya yang secara langsung berhubungan dengan
pembiayaan atau pembayaran dimuka yang diberikan
oleh perusahaan anjak piutang kepada klien setelah
penyerahan faktur dilakukan.
Biasanya sekitar 2%-3% tergantung dari kesepakatan
antara perusahaan anjak piutang dengan klien.
HLP2MT2015

102

51

4/4/2015

3. Pengawasan Kredit
Merupakan jasa pengawasan atau monitoring
terhadap penjualan yang dilakukan klien
termasuk
pula
penetapan
prosedur
penagihannya
4. Perlindungan terhadap risiko kredit
Perusahaan anjak piutang dapat mengusahakan
cara-cara pengamanan terhadap risiko piutang
khususnya dalam hal eksport financing.
Perusahaan memberikan jasa perlindungan
terhadap risiko terjadinya fluktuasi kurs valuta
asing.
HLP2MT2015

103

PENILAIAN RESIKO
1. RISIKO KLIEN
Penilaian
perusahaan
anjak
piutang
dalam
mengantisipasi risiko lien ada 2 tahap yaitu:
a. Kemampuan Keuangan
Penilaian kondisi keuangan klien dan prospeknya
dilakukan dengan menilai berbagai aspek yaitu:
Keadaan Keuangan
Keadaan keuangan dapat dilihat dari laporan
keuangan terutama yang telah diaudit untuk
periode terakhir.
Kreditur Klien
Penilaian terhadap kreditur-kreditur pihak klien
perlu pula dilakukan untuk mengetahui apakah
mereka dibayar sesuai dengan jangka waktu yang
mereka sepakati.
HLP2MT2015

104

52

4/4/2015

b. Kualitas Piutang
Penilaian kualitas piutang dapat digunakan
dengan menggunakan informasi :
Perpencaran Piutang
Jumlah Credit Notes yaitu jumlah klaim
terhadap faktur
Pelunasan Piutang oleh Customer
Piutang yang Dikecualikan
2. RISIKO CUSTOMER
Risiko customer sangat penting karena pada
akhirnya pihak customerlah yang akan
membayar kembali pendanaan yang lebih dulu
diberikan oleh perusahaan factoring.
HLP2MT2015

105

PENILAIAN TERHADAP PERUSAHAAN


ANJAK PIUTANG

1. Apakah perusahaan factoring benar-benar


berpengalaman praktek-praktek dagang dalam
industri yang di bidang pihak klien
2. Apakah tenaga manajemen perusahaan factoring
memiliki keahlian dalam pengelolaan kredit
yang efektif
3. Apakah sistem dan informasi yang dimiliki
perusahaan factoring cukup memadai untuk
memberikan pelayanan yang diinginkan atau
dibutuhkan klien
HLP2MT2015

106

53

4/4/2015

4. Kemampuan perusahaan anjak piutang


menyediakan laporan akurat secara reguler
mengenai posisi dan status piutang sebagai
standar untuk memungkinkan menilai
kinerja perusahaan factoring
5. Kesanggupan
perusahaan
factoring
menyediakan cadangan yang memadai
untuk mengantisipasi suatu risiko kredit.

HLP2MT2015

107

CONTOH PERUSAHAAN FACTORING

IFS CAPITAL INDONESIA


ANZ Tower 10th Floor Jl. Jend. Sudirman Kav. 33A
Jakarta Pusat - 10220 Phone: 5790 1090 Fax: 5790 1080, 5790 1070
Website: http://www.ifscapital.co.id
Email: dfirmansjah@ifscapital.co.id

HLP2MT2015

108

54

4/4/2015

HLP2MT2015

109

55