Anda di halaman 1dari 21

FISIOLOGI EREKSI

&
PATHOFISIOLOGI
DISFUNGSI EREKSI

Oleh: Hendi Anshori


Pembimbing: dr. Safendra
Siregar, SpU

Anatomi Penis

Neuroanatomi

Fisiologi Ereksi
Rangsangan/stimulasi seksual Libido
inisiasi syaraf pegiriman sinyal melalui
tulang belakang ke penis pelepasan NO
di dinding pembuluh darah penis enzim
guanilat siklase GTP berubah menjadi
siklik GMP terjadi vasodilatasi pembuluh
arteri penis aliran darah meningkat ke
penis darah terperangkap dalam corpus
cavernosa pembuluh vena terjepit, alirah
darah balik terhambat penis memanjang,
kaku, membengkak
Fase ereksi :
1. Fase lemas (flasid)
2. Fase pengisian darah
3. Fase tumesensi
(pembesaran)
4. Fase ereksi (tegak)
5. Fase rigid (tegak dan
keras)
6. Fase detumesensi

Fisiologi Ereksi

MEKANISME RELAKSASI OTOT


POLOS

MEKANISME KONTRAKSI OTOT


POLOS

Disfungsi Ereksi
Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan pria untuk
mencapai atau mempertahankan ereksi.
Disfungsi ereksi = impotensi
Disfungsi ereksi dapat timbul sekali-sekali, sering
atau setiap kali pria berusaha untuk berhubungan .
Disfungsi ereksi dapat disebabkan oleh faktor fisik
atau psikologis.
Fungsi Seksual Normal Pria :
1.Libido, dipengaruhi oleh penglihatan, penciuman,
pendengaran, imajinasi, rangsangan hormonal
2.Kemampuan untuk menimbulkan dan mempertahankan
ereksi
3.Ejakulasi
4.Detumescence (pelemasan kembali)

Patofisiologi
DE disebabkan faktor fisik (organik) atau psikologis
Agar penis mampu ereksi, diperlukan 3 syarat:
Persyarafan penis harus berfungsi dengan baik
Sirkulasi darah ke penis harus adekuat
Ada rangsangan yang kuat pada otak

DE disebabkan 3 mekanisme dasar yaitu :


1. Kegagalan untuk memulai (psikogenik, endokrinologik,
neurogenik)
2. Kegagalan untuk mengisi (arteriogenik)
3. Kegagalan untuk menyimpan volume darah yang memadai
dalam jaringan lacunar (disfungsi venooklusi)

Klasifikasi DE

Psikogenik
Penyebab utama :
Kecemasan
Depresi
Konflik dalam hubungan
Kehilangan ketertarikan
Hambatan seksual
Kekerasan seksual pada saat anak-anak, dll

Dua mekanisme yang berkontribusi pada DE :


1. Rangsangan psikogenik ke sacral cord dapat
menghambat respons refleksogenik, sehingga
menghambat aktivasi aliran vasodilator ke penis
2. Kelebihan stimulasi simpatis pada pria yang
mengalami kecemasan dapat meningkatkan penilesmooth muscle tone.

Vasculogenic
Vasculogenic adalah disfungsi ereksi yang disebabkan
adanya gangguan di pembuluh darah menyebabkan
gangguan aliran darah ke dan dari penis. Hal ini
merupakan penyebab paling sering yang terjadi.
Keadaan yang menyebabkan terjadinya disfungsi
ereksi adalah :
Atherosklerosis atau penyakit arteri traumatik
Perubahan struktur komponen fibroelastik korpora
Usia
Peningkatan cross-linking collagen fibers
Hipoksia
Gangguan sintesis kolagen yang berhubungan dengan
hiperkolesterolemia

Neurogenic
Neurogenic adalah disfungsi ereksi
yang disebabkan oleh gangguan
sacral spinal cord atau saraf otonom
ke penis

Endocrinologic
Kadar testosteron normal
diketahui penting untuk fungsi
ereksi
Androgen Replacement Therapy
(ART) dapat memperbaiki
disfungsi ereksi, jika diketahui
penyebab disfungsi ereksi adalah
hipogonadisme. Jika kadar
testosteron endogen normal,
pemberian ART tidak
bermanfaat.
Peningkatan prolaktin
menurunkan libido dengan
menghambat GnRH, juga
menyebabkan penurunan kadar
testosteron.
Peningkatan prolaktin ditangani
dengan agonis dopamin, yang
dapat memperbaiki libido dan
testosteron.

Diabetic
DE terjadi pada 3575% pria diabetes
melitus.
Patologinya
berhubungan dengan
komplikasi vaskular
dan saraf.
Pasien dengan DM
mengalami penurunan
jumlah nitrit oksida
sintetase pada
endotelial dan
jaringan saraf.

Obat

DE akibat obat terjadi 25% pada pria


Obat-obat tersebut bekerja secara langsung
pada korporal atau secara tidak langsung
dengan menurunkan tekanan darah pelvik,
yang penting dalam rigiditas penis.
Estrogen, GnRH agonis, H2 antagonis, dan
spironolakton menyebabkan DE dengan
mensupresi produksi gonadotropin atau
menghambat aktivitas androgen.

TERIMA KASIH