Anda di halaman 1dari 13

Bab I

1.1

Pendahuluan

Latar Belakang
Pernahkah kamu melihat material apa saja yang digunakan dalam suatu

bangunan? Bangunan-bangunan yang sering kita lihat terbuat terbuat dari


berbagai material seperti batu bata, kayu, aluminium, baja ringan, besi, semen,
keramik, genting, dan abses. Penggunaan bahan-bahan tersebut pastilah
dengan mempertimbangkan sifat dan manfaat material itu sendiri.
Bagaimana pula dengan penggunaan bahan kimia dalam perawatan
gedung dan dalam rumah tangga? Setiap hari kita selalu berhubungan dengan
bahan kimia. Sabun mandi, detergen, pasta gigi, shampoo, pengharum ruangan
dan pembersih lantai adalah beberapa contohnya. Terlepas dari manfaatnya,
bahan-bahan kimia tersebut mempunyai bahayanya masing-masing. Terlepas
dari manfaatnya, bahan-bahan kimia tersebut juga mempunyai bahayanya
masing-masing. Akan tetapi jika kita dapat mengenal dan mengetahui
penangannya, efek-efek negatif dan bahaya dari bahan-bahan kimia dapat
diantisipasi.

1.2

1.3

Topik Pembahasan
1. Sifat-sifat dari material.
2. Bahan-bahan kimia dalam rumah tangga
3. Pengaruh material terhadap kesehatan

Tujuan

Makalah ini dibuat dengan tujuan agar kita dapat mengetahui sebenarnya
material memiliki pengaruh terhadap kesehatan.

Bab II

2.1

Pembahasan

Sifat Material
Material adalah bahan mentah yang dibutuhkan untuk membuat

sesuatu. Ada banyak material yang terdapat di alam kita, misalnya logam,
keramik, semikonduktor, polimer, gelas, dielektrik serat, kayu, pasir dan lainlain. Pada dasarnya, material mempunyai sifat mekanik, sifat fisik, dan sifat
kimia.

Gambar 1Rumah dibangun dari berbagai macam material

1. Sifat Mekanik
Secara umum sifat mekanik meliputi kekuatan tarik dan tekan,
ketangguhan, elastisitas, kekuatan kejut, keausan, kepatahan, dan lain-lain.
Material yang digunakan dalam konstruksi bangunan mengalami macam-

macam beban, seperti beban tekan, beban tarik, beban lentur, dan beban geser.
Kekuatan setiap material untuk beban-beban tersebut berbeda-beda. Oleh
karena itu, setiap material harus diketahui kekuatan tekan, tarik, lentur, dan
kekuatan gesernya. Bahan bangunan juga mempunyai elastisitas yang
bebrbeda-beda. Elastisitas adalah kemampuan untuk mempertahankan bentuk
volumenya terhadap pengaruh gaya dari luar. Apabila kekuatan elastisitas
material bangunan dilampaui, material bangunan tersebut tidak akan
mendapatkan kembali bentuknya semula (mengalami perubahan bentuk).
2. Sifat Fisik
Salah satu sifat fisik yang harus diketahui dari material adalah sifat
kerapatan, yaitu perbandingan antara massa dan volume. Setiap bahan
bangunan umumnya memiliki kerapatan kurang dari 100%. Sifat penting lain
yang harus diketahui antara lain, sifat material terhadap air, hantaran panas,
konduktivitas listrik, dan kemagnetan.
Konduktivitas bahan bangunan juga perlu diketahui. Misalnya dinding
yang terbuat dari beton mempunyai konduktivitas yang berbeda dengan
dinding yang terbuat dari kayu. Untuk isolasi panas digunakan material yang
mempunyai konduktivitas rendah.
3. Sifat Kimia
Apabila suatu material terdiri atas zat-zat suatu bahan dicampur dengan
zat-zat dari bahan lain, hasil campuran semacam itu disebut campuran kimia.

Sifat senyawa kimia yang penting da nada kaitannya dengan material, antara
lain asam, basa, garam, korosif, oksidasi, dan ketahanan terhadap sinar
ultraviolet. Material pada umumnya dapat digolongkan dalam senyawa
organik dan anorganik. Senyawa organik misalnya plastik, cat, dan bitumen;
sedangkan senyawa-senyawa anorganik misalnya baja, besi, tembaga, seng,
aluminium dan timah.

2.2

Bahan Kimia dalam Rumah Tangga


Setiap hari kita selalu berhubungan dengan bahan kimia seperti sabun

mandi, detergen, pasta gigi, sampo, pengharum ruangan, pembersih lantai, dan
insektisida merupakan beberapa contohnya. Terlepas dari manfaatnya, bahanbahan kimia tersebut tentu juga mempunyai bahayanya masing-masing.
1. Bahan Pembersih (Sabun dan Detergen)

Gambar 2Sabun dan Detergen

Sabun adalah garam kalium atau natrium dari asam-asam organik, seperti
asam stearate atau asam palmitat. Saat ini sabun dapat diperoleh dalam bentuk
padat, cair atau krim. Sabun merupakan suatu surfaktan yang berfungsi untuk

mencuci dan membersihkan kotoran yang ada di permukaan kulit dengan


bantuan air.
Detergen mempunyai sifat yang mirip dengan sabun, yaitu apabila
ditambahkan ke dalam air sama-sama dapat melepaskan kotoran dari benda
tersebut. Struktur molekul detergen dan sabun sama-sama memiliki gugus
yang bersifat hidrofil dan hidrofob. Gugus hidrofil berfungsi menarik air,
sedangkan hidrofob berfungsi mengikat kotoran yang melekat pada benda
yang dicuci.
Detergen yang tidak cocok dengan kulit tertentu dapat menyebabkan iritasi
atau gatal-gatal pada kulit sehingga dapat membuat kulit jadi mengelupas.
Untuk produk sabun yang memiliki derajat keasaman (ph) yang tinggi dapat
menyebabkan kulit mengelupas.
2. Bahan Pemutih
Pada saat kita mencuci pakaian, selain memakai sabun seringkali kita juga
menggunakan pemutih untuk menghilangkan noda atau kotoran yang
membandel pada pakaian. Pemutih digunakan juga untuk memunuh bakteri.
Zat aktif yang terdapat pada pemutnih pakaian (bleaching agent) adalah
natrium hipoklorit (NaClO). Zat aktif ini dapat berbahaya jika bereaksi dengan
detergen karena menghasilkan gas klorin (Cl 2) yang beracun. Oleh karena itu
jangan

mencampurkan

detergen

dengan

pemutih

secara

bersamaan.

Kebanyakan pemutih mengandung 5,25% massa/volume natrium hipoklorit

(NaClO) yang dikenal sebagai larutan klorox. Selain NaClO dalam pemutih
juga terdapat kapur klor (CaOCl2).
3. Bahan Pewangi

Gambar 3Produk pewangi

Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak lepas dari bahan pengharum atau
pewangi. Zat ini biasanya digunakan sebagai pengharum ruangan, pengharum
badan, ataupun pengharum pakaian. Bahan wewangian atau parfum saat ini
sudah menjadi bagian dari kehidupan kita, baik perempuan maupun laki-laki.
Bahan penyusun parfum sendiri sebenarnya cukub banyak. Pengarum
biasanya berwujud cair dan dikemas dalam botol semprot untuk membantu
mengeluarkan parfum dari botol diperlukan suatu zat pendorong. Bahan yang
biasanya digunakan adalah gas Freon namun gas Freon sekarang sudah
dikurangi penggunaannya karena merusak lapisan ozon di atmosfer.
4. Pestisida
Nyamuk yang beterbangan dan menggigit kita cukup mengganggu
aktivitas sehari-hari. Nyamuk juga dapat menularkan berbagai penyakit

misalnya malaria atau demam berdarah, salah satu cara untuk membasmi
nyamuk adalah dengan menggunakan pestisisda.
Pestisida adalah bahan atau zat kimia yang digunakan untuk membunuh
hama, baik hama yang berupa serangga, tumbuhan, maupaun hewan lain di
lingkungan kita. Pestisida digolongkan menjadi:
a. Insektisida (memberantas serangga)
b. Herbisida (mencegah dan mematikan

gulma

atau

tumbuhan

pengganggu)
c. Nematisida (memberantas hama cacing)
d. Fungisida (memberantas jamur)
e. Rodentisida (memberantas binatang pengerat)
Berdasarkan bahan kimia yang terkandung, pestisida digolongkan menjadi:
a. Golongan organoklorin, yaitu senyawa organik yang mengandung
klorin dan umumnya mengandung racun.
b. Golongan organofosfat, yaitu senyawa organik yang mengandung
gugus fosfat. Senyawa ini lebih bersifat racun, tetapi lebih mudah
terdegradasi dan lebih cepat hilang keaktifannya.
c. Golongan karbamat, yaitu senyawa organik yang merupakan senyawa
turunan asam ditiokarbomin yang disebut dengan ditiokarbamat.

2.3

Pengaruh Material Terhadap Kesehatan

Perlu diketahui bahwa material bangunan, terutama produk industri


seperti kayu olahan, cat tembok, dan pipa plastik sering mengandung bahan
berbahaya yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Tentunya yang
paling dirugikan adalah penghuni rumah karena setiap hari harus berkontak
dengan bahan-bahan berbahaya ini. Berikut ini beberapa material bangunan
yang berbahaya beserta penyakit yang ditimbulkan.
1. Kayu merupakan bahan material alami sehingga lebih ramah lingkungan.
Sering kali orang memperindah warna kayu dengan menggunakan pelitur.
Penggunaan pelitur dapat menimbulkan alergi kulit, mata pedih dan
gangguan selaput lendir.
2. Pipa PVC, lem PVC, cat PVC, lantai vinil, dan karpet plastik yang di buat
dari PVC (poly vinly chloride) sifatnya ringan, kuat, dan reaktivitas
rendah, sehingga cocok untuk berbagai keperluan. Bahan tersebut dapat
memicu kanker, penyakit hati, dan ginjal. Pembakaran bahan tersebut
menimbulkan uap yang dapat membunuh tanaman.
3. Asbes (plafon dan atap) dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan. Asbes
tersusun dari serat yang kecil dan halus sehingga tidak terlihat oleh mata
dan bersifat ringan. Asbes yang di hirup dapat menyebabkan kanker
setelah 20 hingga 30 tahun kemudian. Penyakit yang di timbulkan adalah
gangguan paru - paru asbestose dan kanker.
4. Cat sintetis (cat besi/kayu), thiner, dan cat epoksi mengandung
etilalkohol dapat memicu gangguan syaraf, darah, pernapasan, mata,
selaput lendir, dan eksim pada kulit.

Untuk meminimalkan bahaya tersebut, kita dapat melakukan beberapa


tindakan berikut :

1. Apabila rumah baru dicar, atau ada mebel yang baru dicat atau dipelitur,
sebaiknya tidak dihuni dahulu sementara waktu hingga bau menyengat
dari formalhedia tidak tercium lagi. Normalnya, emisi gas ini tetap tinggi
selama 6-12 bulan. Sebaiknya, ventilasi dalam ruangan digunakan dengan
baik agar gas dapat dinetralkan oleh udara segar.
2. Pada saat ini banyak dikembangkan cat berbahan dasar air, yang lebih
ramah lingkungan karena kandungan bahan kimia organic yang mudah
menguap lebih rendah. Berbagai bahan material rumah tinggal yang baik
digunakan sebenarnya tersedia cukup banyak. Bahan material ini biasanya
berasal dari alam dan tidak melalui industri yang menggunakan bahan
kimia berbahaya.
3. Pilih bahan bangunan yang sehat ( tidak tercampur bahan kimia
berbahaya ) , seperti batu alam, tanah liat, batako, kayu, bambu, rumbia,
ijuk, alang-alang, logam, bata merah, genteng tanah, kaca, beton, batako,
conblok, dan kertas.

10

Bab III

3.1

Penutup

Kesimpulan
Material adalah bahan mentah yang dibutuhkan untuk membuat

sesuatu, material memiliki sifat mekanik, sifat fisik, sifat kimia. Material
digunakan sebagai bahan bangunan antara lain baja, besi, aluminium, pasir
dan kayu. Material juga memiliki kerugian yaitu dapat berpengaruh terhadap
kesehatan, oleh karena itu cara untuk memperkecil bahaya material terhadap
gangguan kesehatan adalah:
a. Apabila rumah baru saja di cat, atau ada mebel yang baru di
cat/dipeletur, sebaiknya tidak dihuni dahulu sementara waktu.
b. Menggunakan cat berbahan dasar air
c. Memilih material bangunan yang sehat dan tidak mengandung
bahan kimia berbahaya.
Berdasarkan

hama

yang

diberantas,

pestisida

digolongkan

insektisida, herbisida, fungisida, nematisida, dan rodentisida.

3.2

Saran

11

menjadi;

Saran saya agar para pembaca dapat memperhatikan dengan baik


pengaruh dari material terhadap kesehatan, karena sudah banyak hal yang
terjadi yang mengancam nyawa akibat hal-hal sepeleh seperti ini.

12

Daftar Pustaka

Tim Abdi Guru. 2014. IPA Fiska. Erlangga, Jakarta.


http://myperfectblogaddress.blogspot.co.id/2015/03/pengaruh-materialterhadap-kesehatan.html-Diposkan oleh Fina Dianti di 07.01.
http://indrasmansamapin.blogspot.co.id/2014/10/pengaruh-materialterhadap-kesehatan.html#sthash.lW7FPZlt.dpuf.

13