Anda di halaman 1dari 17

Medan Magnet, Gaya Lorentz, dan Energi

Elektrostatik
Listrik Magnet
By: I Gede Dana Santika (1113021077)
Putu Ayu Mahadewi (1113021063)
Jurusan Pendidikan Fisika Universitas Pendidikan Ganesha
2013

A. Magnet Permanen
Berdasarkan asalnya magnet ada 2 jenis,
yaitu magnet alam dan magnet buatan.
Batu magnet pertama kali ditemukan
pada tahun 6500 SM didaerah Yunani di
propinsi Magnesia. Batu ini memiliki
sifat khas, yaitu dapat menarik besi.
Thalles adalah orang pertama yang
meneliti tentang batu magnet. Magnet pertama kali digunakan untuk kompas oleh
bangsa Cina. Dalam perkembangannya magnet sekarang digunakan diberbagai alat
dari yang sederhana sampai yang sangat canggih dan modern.
Magnet permanen adalah material magnetik yang sifat magnetnya tetap ada
mesipun tidak ada medan magnetik dari luar. Magnet permanen ini digunakan untuk
berbagai macam keperluan. Alnico Alloys adalah contoh dari jenis magnet permanen
yang digunakan pada pengeras suara (loudspeaker).
1. Sifat sifat Kutub Magnet
Kutub magnet adalah bagian ujung magnet yang memiliki gaya magnet paling
kuat. Adapun sifat-sifatnya sebagai berikut:
a. Mempunyai dua kutub yaitu kutub utara (U) dan kutub selatan (S).
1) Kutub utara: kutub magnet yang menghadap ke utara ketika magnet dapat
bergerak bebas.
2) Kutub selatan: kutub magnet yang menghadap ke selatan ketika magnet
dapat bergerak bebas
b. Dapat menarik logam lain yang ada didekatnya
c. Dalam keadaan bebas bergerak akan selalu menunjuk arah U dan S
d. Ujung atau kutub magnet memiliki gaya tarik lebih besar dari pada bagian
tengahnya
e. Kutub senama jika berdekatan akan tolak menolak dan kutub tidak senama jika
berdekatan akan tarik menarik.

2. Medan Magnet di Sekitar Kutub Magnet


Apabila sebuah magnet batang digantungkan horizontal dan bebas berputar seperti
pada gambar 1, serta didekatnya tidak ada pengaruh benda lain yang bersifat magnet,
magnet tersebut selalu akan berputar dan berhenti setelah hampir sejajar dengan arah
utara-selatan bumi. Ujung magnet yang menunjuk arah utara bumi disebut kutub
utara dan menunjuk arah selatan bumi disebut kutub selatan magnet.

U
S

Gambar (1). Sebuah magnet selalu memiliki dua kutub utara dan selatan
Sebuah magnet dapat mengerjakan gaya pada magnet lainnya seperti ditunjukkan
pada gambar (2). Dua buah magnet batang yang kutub-kutubnya sejenis jika
didekatkan

akan tolak menolak sebaliknya jika kutub-kutb tidak sejenis saling

didekatkan, akan tarik menarik.

Gambar (2). Kutub-kutub sejenis tolak menolak dan kutub-kutub tak sejenis
tarik menarik
Arah medan magnet pada suatu titik bisa didefinisikan sebagai arah yang ditunjuk
kutub utara sebuah jarum kompas ketika diletakkan di titik tersebut. Gambar 3a
menunjukkan bagaimana suatu garis medan magnet ditemukan sekitar magnet batang
dengan menggunakan jarum kompas. Medan magnet yang ditentukan dengan cara ini
untuk medan di luar magnet batang digambarkan pada gambar 3b. perhatikan bahwa
garis-garis tersebut selalu menunjuk dari kutub utara menuju kutub selatan magnet
(kutub utara jarum kompas tertarik kekutub selatan magnet)
2

Gambar (3). Garis medan magnet di luar magnet batang. Gaya-gaya pada
jarum kompas yang menghasilkan momen untuk mengarahkannya pararel dengan
garis-garis medan magnet
3. Yang Terjadi Jika Magnet Batang Dipotong potong
Seperti sifat listrik statis, yaitu sifat tolak-menolak muatan sejenis dan tarik
menarik muatan-muatan tak sejenis mirip dengan sifat yang dimiliki oleh magnet.
Tetapi ada perbedaan mendasar antara kutub-kutub magnetik dan muatan-muatan
listrik. Muatan-muatan listrik dapat dipisahkan menjadi muatan positif dan negatif.
Sedangkan kutub-kutub magnet tidak dapat dipisahkan, tidak seorangpun dapat
menemukan magnet yang hanya memiliki satu kutub. Sebuah magnet yang dipotong
terus-menerus seperti ditunjukkan pada gambar 4 hanya menghasilkan banyak
magnet kecil yang selalu memiliki pasangan kutub utara dan kutub selatan.
S

U
S

U
S

U
U

U
U

U
S

U
S

U
U

B. Medan Magnet Sekitar Arus Listrik


1. Percobaan Oersted
Orang pertama yang menyelidiki bahwa disekitar kawar berarus terdapat medan
magnet adalah Hans. Christian Oerested, sekitar tahun 1820. Dalam percobaannya,
Oersted menggunkan sebuah kompas jarum yang diletakkan didekat kawat listrik.
Ketika arus listrik mengalir pada seutas kawat, maka jarum kompas yang diletakkan
pada daerah medan magnetik yang dihasilkan oleh kawat berarus menyebabkan
jarum kompas menyimpang dari arah utara selatan seperti ditunjukkan pada
gambar (5) berikut:

Dari percobaan tersebut, Oersted menemukan bahwa arus listrik dapat menghasilkan
medan magnetik, sehingga dia adalah orang pertama yang menemukan efek
elektromagnetik. Garis-garis medan magnet yang dihasilkan oleh arus dikawat lurus
membentuk lingkaran-lingkaran yang sepusat (konsentris), dan makin jauh dari
kawat lurus makin kecil induksi magnetiknya, bisa dilihat pada gambar (6) berikut:

Gambar di atas merupakan gambar garis-garis medan magnet disekitar arus


listrik pada kawat berarus
4

a Hasil Percobaan Oersted


Medan magnetik adalah ruang disekitar suatu magnet dimana magnet lain atau
benda lain yang mudah dipengaruhi magnet akan mengalami gaya magnetik. Jika
diletakkan dalam ruang tersebut. Adapun bentuk percobaannya antara lain:
sakelar

lampu

kompas

gambar 7a

baterai

kabel
penghubung

sakelar

lampu

kompas
baterai

gambar 7b

kabel
penghubung

sakelar

lampu

kompas

gambar 7c

baterai

kabel
penghubung

Ketika saklar masih terbuka, jarum kompas yang diletakkan dibawah penghantar
berarah utara-selatan (gambar 7a). Jika saklar ditutup, arus listrik mengalir, ternyata
jarum kompas menyimpang dari kedudukan semula (gambar 7b). jika arah arus
diubah dengan menukar letak kutub-kutub baterai, jarum kompas menyimpang
kearah yang berlawanan (gambar 7c). Jika sebelumnya jarum kompas menyimpang
ke kiri, maka dengan berbaliknya arus yang melalui penghantar, jarum kompas
menyimpang ke kanan.
Apabila jarum kompas diletakkan di atas penghantar seperti gambar (8a)
dibawah, jarum kompas berputar kearah yang berlawanan dengan arah perputaran
ketika kedudukan seperti gambar di atas. Arah putaran jarum kompas yang
diletakkan di atas penghantar ditunjukkan oleh gambar (8b) dan gambar (8c)

sakelar

lampu

kompas

gambar (8a)

baterai

kabel
penghubung

sakelar

lampu

kompas
baterai

gambar (8b)

kabel
penghubung

sakelar

lampu

Gambar( 8c)
kompas
baterai

kabel
penghubung

Dari percobaan Oersted dapat dinyatakan kesimpulan sebagai berikut:


a. Di sekitar penghantar yang dialiri arus listrik terdapat medan magnetik.
b. Arah gaya magnetik yang menyimpang jarum kompas bergantung pada arah arus
listrik yang mengalir.

b. Arah Medan Sekitar Arus Listrik


Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan Oersted, dapat disimpulkan bahwa di
sekitar arus listrik terdapat medan magnet. Atau dapat pula diartikan bahwa
perpindahan muatan listrik dapat menimbulkan medan magnet sehingga dapat
mempengaruhi kedudukan jarum magnet, yang disertai pula dengan perubahan arah
dari garis-garis gaya magnet yang sesuai dengan aturan tangan kanan atau putaran
skrup. Arah putaran skrup menyatakan arah medan magnet sedangkan arah majunya
menyatakan arah arus listrik.

B
Gambar 9. aturan tangan kanan untuk menentukan arah medan magnet
di sekitar kawat lurus berarus.
Penggambaran arah medan magnet juga dapat kiat lakukan dengan memberikan
tanda untuk arah medan magnet yang keluar dari bidang gambar dan tanda x untuk
arah medan magnet yang masuk bidang gambar. Pada gambar 10.

I
B

x x x x x x

x x x x x x

x x x x x x

Digunakan tanda titik () dan silang (x) karena sesuai di perjanjian anak panah. Bila
panah mendekati pengamat maka terlihat seperti titik dan bila menjauhi pengamat,
maka akan terlihat seperti kali / silang.

c. Menghitung Besar Medan Magnet Induksi (B) di Sekitar Arus Listrik.


Ada dua ilmuwan pertama yang menyelidiki besar induksi magnetik yang
ditimbulkan oleh kawat berarus yaitu Jean Babtiste Biot dan Felix Savart. Kedua
ilmuwan ini berhasil menemukan persamaan kuantitatif, yang disebut persamaan
Biot-Savart. Menindaklanjuti percobaan yang dilakukan oleh Oersted. Hasil
pengamatan menunjukkan bahwa kontribusi induksi magnetik dB pada suatu titik P
berjarak r dan bersudut terhadap elemen pengahantar dl yang dialiri arus I seperti
gambar (11) dibawah ini, adalah sebagai berikut :
8

a. Sebanding dengan kuat arus listrik i


b. sebanding dengan panjang elemen penghantar dl
c. sebanding dengan sinus sudut apit antara arah arus pada dl dengan garis hubung
titik P dengan dl.
d. berbanding terbalik dengan kuadrat jarak r antara titik P dengan elemen
pengahantar dl.
Hukum Biot-Savart menyatakan bahwa pada setiap titik P, besar intensitas medan
magnetik yang ditimbulkan oleh unsure diferensial tersebut berbanding lurus dengan
perkalian arus, besar panjang diferensial, dan sinus sudut antara filament dengan
garis yang menghubungkan filament tersebut ke titip P. Besar intensitas medan
magnetik berbanding terbalik dengan jarak kuadrat; jaraknya ialah jarak antara unsur
diferensial dengan titik P. Arah intnsitas medan magnetik normal terhadap bidang
datar yang melalui filamen ke titik P. Dari dua arah normal yang mungkin yang
dipilih ialah arah majunya skrup putar-kanan yang diputar dari dl melalui sudut
kecilnya ke garis yang menghubngkan filament dengantitik P. Dengan memakai
satuan mks yang dirasionalisasi, tetapan pembandingnya ialah

Secara matematis

dapat ditulis dengan :


dB k

I dl sin
.(1)
r2

dengan k adalah konstanta yang memenuhi hubungan

0
(2)
4

Dengan demikian, persamaan 1, dapat dinyatakan sebagai :

dB

0 I dl sin
..(3)
4 r 2

dengan

menyatakan

permeabilitas

vakum

yang

besarnya

0 4 x 10 7 Wb / A m , . Persamaan 3 disebut dengan Hukum Biot-Savart.

Arah dB ditentukan dengan perkalian silang. Arah dB dapat dilihat pada gambar di
bawah ini. dB I dl dan dB r. Yang menimbulkan arus panjang kawat l digunakan
integral dengan batas l. Dari

0 i dl r
maka B 0
dB
2
4 r
4

I dl elemen arus

I dl r
dB
r2

0 I dl r
dB
4 r 2

I
dB 0 2 dl r
4 r


i dl x r
l r 2
I dl
(dl x r)


0 I
d
l
r
4 r 2
I
B 0 2 dl sin
4 r
B

C. Gaya Lorentz
1. Timbulnya Gaya Lorentz
Telah kita bahas bahwa apabila kawat dialiri arus listrik maka akan menimbulkan
medan magnet disekitarnya. Bila penghantar berarus di letakkan di dalam medan
magnet, maka pada penghantar akan timbul gaya. Gaya ini disebut dengan gaya
lorentz. Jadi Gaya Lorentz adalah gaya yang dialami kawat berarus listrik di dalam
medan magnet. Misalkan saja muatan listrik q diletakkan (diam) pada daerah yang
bermedan magnet B, muatan q itu tidak akan mengalami gaya. Namun bila q
digerakan dengan kecepatan v maka q akan mengalami gaya yang disebut dengan
gaya lorentz. Sehingga dapat disimpulkan bahwa gaya Lorentz dapat timbul dengan
syarat sebagai berikut.
a. ada kawat penghantar yang dialiri arus
b. kawat penghantar berada di dalam medan magnet

10

Perhatikan gambar di bawah ini!

Untuk mengetahui bagaimana gaya lorentz berfungsi, maka lakukan percobaan


dengan mengamati bentuk medan magnet atau garis gaya magnet selama percobaan.
Bila pengamatan dilakukan dengan benar maka akan diperoleh :
a. Makin besar arus listrik yang mengalir, makin besar pula gaya yang bekerja dan
makin cepat batang penghantar bergulir.
b. Bila polaritas sumbu dirubah, maka penghantar akan bergerak dalam arah yang
berlawanan dengan gerak sebelumnya.

2. Besar Gaya Lorentz


Besar gaya Lorentz yang dialami oleh kawat berarus listrik di dalam medan
magnetik berbanding lurus dengan kuat arus listrik, panjang kawat di dalam medan
magnet, kuat medan magnet, serta sinus sudut antara arah arus dan arah induksi
magnetik.

Secara matematik besar gaya Lorentz dapat dituliskan sebagai berikut.


F = B i l sin.1
Dengan :
F = gaya Lorentz (N)
B = induksi magnetik (T)
i = kuat arus listrik
11

= sudut yang dibentuk oleh I dan B

Dalam bentuk vektor, persamaan 1 dapat dinyatakan dengan perkalian silang yaitu:
F= i l x B.2
Pada percobaan yang dilakukan oleh Lorentz besarnya gaya loretz ditentukan dengan
rumus sebagai berikut:

FL qv B

Secara umum gaya lorentz dirumuskan sebagai berikut:

FL qE qv B
Dengan:
qE = gaya yang ditimbulkan oleh medan listrik

qv B = gaya yang ditimbulkan medan magnet.

3. Arah Gaya Lorentz


Arah gaya lorentz dapat ditentukan dengan aturan
tangan

kanan.

Jari-jari

tangan

kanan

diatur

sedemikian rupa, sehingga Ibu jari tegak lurus


terjadap telunjuk dan tegak lurus juga terhadap jari
tengah. Bila arah medan magnet (B) diwakili oleh
telunjuk dan arah arus listrik (I) diwakili oleh ibu jari,
maka arah gaya lorentz (F) di tunjukkan oleh jari tengah, perhatikan gambar di
samping.
12

Gaya lorentz pada penghantar bergantung pada faktor sebagai berikut:


a. kuat medan magnet (B)
b. besar arus listrik (I)
c. panjang penghantar
Sehingga dapat dirumuskan:
F = B i l sin
Arah F diperoleh dengan memutar ujung vektor I ke ujung vektor B sesuai dengan
putaran keempat jari kanan seperti gambar di bawah, arah ibu jari adalah gaya
Lorentz F. Pada gambar tampak bahwa F B dan gaya F i l

Gambar vektor dari gaya


lorentz.

Arah F dapat juga ditentukan dengan kaidah skrup, yaitu bila i diputar menuju B
melalui sudut terkecil, jika ternyata arah itu diputar ke kanan, maka arah F akan
masuk seperti skrup, tetapi jika diputar ke kiri, maka sebaliknya yang berlaku
(Marthen, 2004). Gaya magnet disebut juga gaya Lorentz. dari bentuk gaya ini,
ternyata akan adanya berbagai sifat sebagai berikut:
a. Gaya magnet hanya akan bekerja bila muatan q bergerak terhadap medan magnet.
Muatan yang diam tidak merasakan gaya magnet.
b. Bila mempunyai arah sama dengan B, gaya sama dengan nol.
c. Medan magnet akan mengerjakan gaya sebesar F pada muatan yang bergerak
disekitar medan magnet tersebut. Besarnya gaya F adalah: F q v x B

13

D. Energi Listrik pada Partikel Bermuatan


1. Energi Elektrostatik
Energi listrik suatu muatan titik sangat berkaitan dengan potensial listrik statik
pada kedudukan muatan titik itu. Jika q adalah harga mutlak titik tertentu, maka kerja
yang dilakukan oleh gaya pada muatan bila muatan bergerak dari kedudukan A ke
kedudukan B. Dua muatan q1 dan q2 yang berjarak r ditinjau terhadap satu sama lain.
q1

q2
r

Gambar 4. Dua muatan q1 dan q2 yang berjarak r


Jika jarak pemisah diantara kedua-dua muatan tersebut diperbesar, maka suatu
pengaruh luar haruslah melakukan kerja yang besarnya positif jika muatanmuatan
tersebut mempunyai tanda yang berlawanan dan yang besarnya negatif jika muatanmuatan tersebut mempunyai tanda yang sama. Jika q1 dan q2 adalah muatan yang
tandanya berlawanan dan melepaskan muatan-muatan tersebut, maka muatan
muatan tersebut saling mendekati dengan gerak yang di percepat, yang mengubah
energi potensial yang tersimpan menjadi energi kinetik massa-massa yang
dipercepat.
Definisi energi potensial listrik dari sebuah sistem muatan titik sebagai kerja yang
di perlukan untuk mengumpulkan sistem muatan ini dengan membawakan muatan
tersebut dari jarak tak hingga ke dalam sistem tersebut.
Jika q2 pada Gambar 3 di pindahkan ke tak berhingga dan berada pada keadaan
diam. Potensial listrik pada tempat q2 yang semula yang di sebabkan q1 adalah:

1 q1
4 0 r

........(1)

Jika q2 di gerakkan ke dalam sistem dari tak berhingga ke jarak semula r, maka kerja
yang di perlukan adalah:
W = V q2

.........(2)
Kerja ini sama dengan energi potensial listrik U dari sistem q1 + q2, yaitu:

UW

1 q1q 2 ......(3)
4 0 r12

14

Contoh Soal
Dua proton di dalam sebuah inti U 238 mempunyai jarak 6,0x10 -15 m terhadap satu
sama lain. Berapakah besarnya tenaga potensial listrik besarnya dari kedua proton
tersebut?
Jawab:

1 q1q 2 (9,0x10 9 N.m2 /C 2 )(1,6x10 19 C) 2


UW

= 3,8 x 10 -14J
15
4 0 r12
6,0x10 m

2. Energi dari Sistem Muatan


Energi potensial juga merupakan suatu medan, karena mempunyai harga pada
setiap titik dalam ruang. Medan energi potensial merupakan suatu medan skalar
karena besaran medan, yaitu energi potensial bersifat skalar. Potensial listrik V( r)
yang tak lain adalah kuat medan energi potensial. Untuk sistem yang mengandung
lebih dari dua muatan maka prosedurnya adalah menghitung energi potensial untuk
setiap pasangan yang terpisah dan menjumlahkan hasil tersebut secara aljabar.
Prosedur ini diletakan pada gambaran fisis yang di dalamnya: a) muatan q 1 di bawa
pada kedudukannya; b) q2 di bawa dari tak hingga ke kedudukannya di dekat q1; dan
q3 di bawa dari tak berhingga ke kedudukannya di dekat q1 dan q2, demikian
seterusnya.
P1

P3

r12
R12

q3

r23

q1
P2
q2

Gambar 5. Muatan q1, q2, dan q3 yang dibawa dari jauh tak hingga,
Misalkan kita membawa sebuah muatan (q1) dari jauh tak hingga. Dalam keadaan ini
tidak ada kerja yang dilakukan untuk membawa muatan q1, karena tidak ada medan
listrik. Untuk membawa muatan q2, diperlukan kerja sebesar q2V1 ( P2 ) , dengan V1
adalah potensial oleh q1, yaitu:

W2

q
1
q 2 1 ........(4)
4 O r12
15

Dengan r12 adalah jarak antara q1 dan q2. Sekarang untuk membawa q3, diperlukan
kerja q3V1,2 (P3), dengan V1 adalah potensial oleh q1 dan q2, maka diperoleh :

q q
1
q 3 1 2 .....(5)
4 r13 r23

W3

Dengan cara yang sama kerja yang diperlukan untuk membawa q 4 ,yaitu:

W4

q q
q
1
q 4 1 2 3 ..(6)
4 O r14 r24 r34

Kerja total yang diperlukan untuk keempat muatan q1, q2, q3, dan q4 yaitu:

W4

1 q 1 q 2 q 1 q 3 q 1q 4 q 2 q 3 q 2 q 4 q 3 q 4
......(7)

4 0 r12
r13
q14
r23
r24
r34

Secara umum:
W

1
4 0

qiq j

i 1

j1

rij

............(8)

Tanda (j > 1) dimaksudkan agar setiap pasangan yang sama tidak dihitung dua kali,
tetapi bila setiap pasangan ingin dikemukakan dua kali, maka perumusannya
menjadi:

1
8

qiq j

i 1

j1
ji

ri j

....... (9)

Perumusan yang sama dilakukan dengan mengeluarkan faktor q i yaitu:

1 n n 1 qj 1 n
W qi
q i VPi ......(10)
2 i1 j1 4 ri j 2 i1
ji

16