Anda di halaman 1dari 6

1.

Pembuatan Media Kultur RPMI dan D-MEM


Media kultur RPMI dibuat dengan melarutkan 10,4 g RPMI 1640 Powder
(Sigma) dimasukkan ke dalam 800 ml aquades steril, kemudian
ditambah 2 g NaHCO3 (Merck). Campuran ditambah dengan aquades
steril hingga volumenya 1 liter lalu dihomogenkan. Untuk menjaga
keseimbangan larutan agar tetap netral (pH 7,2-7,4) dilakukan dengan
menambahan 1 M NaOH atau 1 M HCl. Selanjutnya campuran disterilisasi
dengan cara menyaring menggunakan filter Whatman 0,2 m. Pada
campuran ditambahkan Fetal Bovine Serum (Gibco) 10 %, penstrep 2 %
(Gibco) dan fungizon 1 % (Gibco). Proses pembuatan medium D-MEM
sama seperti membuat medium RPMI, tetapi D-MEM yang digunakan
untuk membuat 1 liter media sejumlah 13.88 gram

I.1.3 PBS
Komponen
PBS merupakan larutan garam seimbang yang terdiri dari 1.5 mM KH 2PO4.H2O, 8.1 mM Na2
HPO4.7 H2O, 140 mM NaCl, 2.7 mM KCl.
Fungsi Larutan PBS
PBS merupakan sebuah larutan penyangga yang biasa digunakan dalam penelitian biologi.
Buffer membantu untuk mempertahankan konstan pH. Osmolaritas dan konsentrasi ion solusi
yang sesuai dengan tubuh manusia (isotonik) (Anonim 2, 2009). PBS sering digunakan dalam
percobaan biologi sel untuk mempertahankan osmolaritas sel. Garam mengandung ion, yang
menyeimbangkan jumlah ion garam di dalam sel. Jika sel yang tenggelam ke dalam solusi
yang memiliki terlalu banyak garam ion, air akan bocor keluar dari sel, menyebabkan sel
menyusut. Sebaliknya, jika sel terbenam ke dalam solusi yang memiliki ion terlalu sedikit
garam, air akan masuk ke dalam sel, menyebabkan sel pecah. Oleh karena itu, sangat penting
saat melakukan percobaan biologi sel untuk menjaga sel-sel di osmolaritas tertentu. PBS
adalah pada osmolaritas yang benar untuk menjaga sel-sel dalam negara isotonik. PBS sering
digunakan sebagai larutan penyangga dalam berbagai eksperimen untuk mempertahankan pH
protein. Protein memerlukan kisaran pH tertentu untuk menjaga netralitas pada asam amino
tertentu, untuk mempertahankan struktur protein. Jika tidak, struktur protein akan
terdenaturasi (Anonim 2, 2009).
Cara Sterilisasi PBS
PBS yang mengandung glukosa tidak dapat disterilkan dengan cara bersamaan karena
glukosa dapat menjadi caramel pada waktu diautoklaf. Larutan glukosa disterilisasi secara
terpisah yang akan ditambahkan pada PBS steril setelah disterilisasi. Apabila glukosa sudah
dicampurkan sebelum sterilisasi, maka sterilisasi harus dilakukan dengan cara filtrasi

membran. PBS yang digunakan dalam kultur sel ini tidak mengandung gula atau bikarbonat,
sehingga dapat disterilisasi dengan cara autoklaf. Cara yang dilakukan adalah dengan
menempatkan larutan PBS ke dalam botol tahan panas, ditutup dan disegel, kemudian
diautoklaf selama 20 menit dengan suhu 121C dengan tekanan 100 kpa (Freshney, 2005).
Storage dan Stability
PBS dapat disimpan pada suhu kamar, tetapi dapat menjamin pendinginan untuk mencegah
pertumbuhan bakteri jika solusi yang tidak steril dan disimpan untuk jangka waktu yang
lama. Disimpan pada suhu ruang (15-30C). Namun apabila penyimapanan menggunakan
suhu 4C, PBS yang digunakan menjadi lebih tahan lama (Freshney, 2005). Kondisi
penyimpanan yang baik dan benar akan mempengaruhi kestabilan larutan PBS tersebut.
I.1.4 Medium Kultur
Medium kultur yang digunakan untuk kultur jaringan beragam. Terdapat medium kultur yang
mengandung seluruh komponen secara lengkap dalam bentuk bubuk dan siap pakai. Macam
medium diberi nama sesuai dengan pembuat medium dan larutan garam seimbang yang
digunakan. Medium merupakan campuran nutrisi, serum, antibiotik, hormon, dan faktor
tumbuh yang digunakan dalam kultur sel secara in vitro. Medium kultur sel sangat beragam
dengan fungsi spesifik masing-masing. Beberapa contoh medium di antaranya Minimal
Essential Medium (MEM), Dulbeccos Modified Eagles Medium (DMEM), Hams Nutrient
Mitures F10 dan F12, Molecular Cellular Developmental Biology (MCDB), F12 CDME, dan
Leibovitz L-15 (Marther dan Robert, 1998).
Beberapa medium yang digunakan dalam kultur sel di antaranya, yaitu medium yang bekerja
sangat kuat (1x konsentrasi), dengan atau tanpa glutamin, medium yang memiliki konsentrasi
10x, biasanya tanpa NaHCO3 dan glutamin yang tersedia dalam konsentrasi terpisah, dan
medium berupa serbuk tanpa atau dengan NaHCO 3 dan glutamin, merupakan medium yang
paling murah (Freshney, 2005).
Medium berperan sebagai mediator pertumbuhan bagi sel yang dikultur dan pemberian
nutrisi bagi sel yang akan dikultur. Salah satu faktor yang penting dalam teknik kultur
jaringan adalah medium. Teknik kultur jaringan akan berhasil bila pemilihan medium yang
digunakan tepat karena dalam medium terdapat kebutuhan dari sel yang dikulturkan. Medium
yang digunakan didasarkan pada sel yang akan digunakan dalam kultur sel tersebut (Wetter
and Constabel,1991).
Salah satu medium kultur yang biasa digunakan adalah DMEM. DMEM merupakan
modifikasi dari Basal Medium Eagle (BME) yang berisi empat kali lipat lebih tinggi
konsentrasi asam amino dan vitamin, serta tambahan komponen tambahan. DMEM asli
formula berisi 1000 mg / L glukosa dan pertama kali dilaporkan untuk kultur sel embrio tikus
(Anonim 3, 2009). DMEM yang digunakan dalam kultur sel kali ini adalah DMEM F-12,
yang merupakan medium dengan nutrisi terkaya dibandingkan dengan medium lain yang ada.

I.1.5 Fungsi Larutan dalam Medium

NaHCO3

Merupakan senyawa komponen medium yang berperan dalam menjaga pH dan osmolalitas
kultur sel (Marther dan Robert, 1998). Konsentrasi bikarbonat sangat penting dalam
mempertahankan keseimbangan dengan CO2 atmosfer. Beberapa medium mengandung
konsentrasi bikarbonat yang tinggi dan meningkatkan CO2 di atmosfer, sedangkan medium
lain memiliki konsentrasi bikarbonat yang rendah untuk digunakan dengan fase gas udara.
Jika medium yang digunakan dirubah, maka akan mengubah konsentrasi bikarbonatnya,
sehingga penting untuk memastikan bahwa osmolalitas medium tetap berada dalam kisaran
yang ditentukan (Freshney, 2005).

Penicillin dan Streptomycin dalam Medium Kultur

Fungsi penicillin dan streptomycin dalam medium kultur adalah untuk membantu mencegah
kontaminasi yang berupa bakteri. Penicillin menghambat pertumbuhan bakteri dengan
menghambat sintesis peptidoglikan. Streptomisin memiliki antibiotik aminoglikosida dan
menghambat pertumbuhan bakteri dengan menghambat sintesis protein.

FBS

Dalam mengkultur sel, diperlukan medium kultur yang biasanya dikombinasikan dengan
Fetal Bovine Serum (FBS), yaitu suatu serum (darah tanpa sel dan faktor
penggumpal/pembeku). FBS berisi berbagai substansi yang dibutuhkan sel yang dikultur
untuk tumbuh dan hidup dengan baik. FBS merupakan serum yang digunakan secara luas
dalam kultur sel, jaringan, ataupun organ secara invitro, karena dapat digunakan hampir di
semua jenis sel serta karena mengandung banyak faktor pendukung pertumbuhan dan
metabolisme embrionik (Jochems, 2009).
I.1.6 Cara Sterilisasi Filtrasi
Ukuran pori membran yang biasa digunakan adalah 0,22 m. Ukuran pori tersebut digunakan
karena baik digunakan untuk menghilangkan bakteri terkecil dari larutan. Untuk
menghilangkan virus sebaiknya digunakan membran dengan ukuran pori 20 nm (Freshney,
2005).
I.1.8 Storage dan Stability
Medium yang baru saja disterilisasi melalui filtrasi membran diinkubasi pada suhu 37C
selama 1 minggu untuk mengetahui apakah terjadi kontaminasi. Kemudian medium disimpan
pada suhu 4C dan dijaga agar pH tidak berubah. Serum yang belum digunakan harus
disimpan pada suhu rendah (dibekukan) secepat mungkin setelah dibuat. Serum sebaiknya
digunakan dalam jangka waktu 6-12 bulan dari persiapan jika disimpan pada suhu -20C,
tetapi penyimpanan dapat lebih lama jika disimpan pada suhu -70C (Freshney, 2005).

Reference
Abcam. 2007. T47D (Human ductal breast epithelial tumor cell line) Whole Cell Lysate
(ab14899)
datasheet.
Diakses dari : http://www. abcam.com/index.html?datasheet=14899 Diakses tanggal 3
Desember 2009.
Anwar, Yassier. 2008. Isolasi dan Karakterisasi Fragmen cDNA dari Gen Penyandi
Metallothionein dari Kedelai Kultivar Slamet. Skripsi IPB : Bogor.
A.Toha, 2001. Isolasi RNA. Diakses dari : http://exploratorium.org/tahap_isolasi_DNA/htm.
16 November 2009.
Adnan,
2009.
Mitokondria.
Diakses
dari
http://www.scribd.com/doc/20536961/MITOKONDRIA-REVISI-pdf-Adnan-UNM

Dinas
Kesehatan.
2009.
Vinblastin.
Diakses
dari
:
http://www.diskes.jabarprov.go.id/index.php?
mod=pubInformasiObat&idMenuKiri=45&idSelected=1&idObat=203&page=9
Diakses
tanggal : 01 Desember 2009
Breslaur, K.J., Frank R., Blocker H., and Marky L.A. 1986. Predicting DNA duplex stability
from the base sequence. Proc Natl Acad Sci, 83:3746-3750.
Freshney, Ian. 2005. Culture of Animal Cells: A Manual of Basics Technique, Fifth edition.
New York: John Willey & Sons Inc.
Gupta, Mohit., dan Verma, Mohit. 2009. Sterilization and Disinfection. Diakses dari:
http://www.scribd.com/doc/7658723/Sterilization-and-Disinfection. Diakses tanggal: 26
November 2009.
Jochems, Carlo. 2009. Fetal Bovine Serum: Are Cell Cultures Cruelty Free?. Diakses dari:
http://www.all-creatures.org/clct/ar-fetal.html. Diakses tanggal: 29 November 2009.
Jolla, La. 2009. Autoclave Overview. Diakses dari: http://blink2.ucsd.edu/safety/researchlab/biosafety/autoclave/indeks.html. Diakses tanggal: 29 November 2009
Indra. 2008. Sterilisasi. Diakses dari : http//www.ekmon-saurus/bab-3-Sterilisasi/.htm.
Diakses pada tanggal 08 maret 2009.
Ikuri
lab,
2002.
Cadherin.
Diakses
http://calcium.uhnres.utoronto.ca/cadherin/pub_pages/general/intro_cadherins.htm
tanggal : 03 Desember 2009

dari
Diakses

Karp, Gerald. 2005.Cell and Molecular Biology Concept and Connection edisi 4. United
State : John Wiley & Sons, Inc.
Lacoma, Tyler. 2009. How Does Sonication Work?. Diakses dari: http://www.ehow.com/howdoes_5171302_sonication-work.html. Diakses tanggal: 29 November 2009.
Lichstein
H.
C.,
Soule
M.
H.
Studies of the Effect of Sodium Azide on Microbic Growth and Respiration: I. The Action of
Sodium
Azide
on
Microbic
Growth.
Journal
of
Bacteriology
diakses
dari
:
http://servente.area.ge.cnr.it/sds/DbToC/include/file_fr.php?id=2565671&wh=nm
Diakses
tanggal 2 Desember 2009
Marther, Jennie P., dan Roberts, E. Penelope. 1998. Intoruction to Cell and Tissue Culture:
Theory and Technique. New York: Plenum Press.
Mustahib,
AR.
2007.
Mitokondria.
Diakses
dari
:
http://biologi.blogsome.com/2007/06/17/mitokondria/ Diakses tanggal : 01 Desember 2009
Ouellet, S., Franois V., Maryse L., Steeve L., Rgen D., Sylvain L.G. 2006. Transcriptional
regulation of the cyclin-dependent kinase inhibitor 1A (p21) gene by NFI in proliferating
human cells. Universit de Sherbrooke Sherbrooke, Qubec, Canada
Reya, Tannishtha, Morrison, Sean J., Clarke, F., Weissman, Irving L. 2001. Stem Cells,
Cancer, and Cancer Stem cells. Nature No. 414. Hal 105-111.
Anonim 1, 2009. Alat-alat Laboratorium Mikrobiologi.
http://rofix.wordpress.com. Diakses tanggal 01 Desember 2009.

Diakses

dari

Anonim 2, 2009. PBS. Diakses dari : http://www.biologicalworld.com. Diakses tanggal 01


Desember 2009.
Anonim 3, 2009. Diakses dari : www.sigmaaldrich.com. Diakses tanggal 01 Desember 2009.
Anonim 4, 2009. Diakses dari :Cell Culture .http://en.wikipedia.org/wiki. Diakses tanggal 01
Desember 2009.
Anonim 5. 2006. Bioprocessing Channel. Genetic Engineering & Biotechnology News
vol.26. no. 2. Diakses dari : http://www.genengnews.com/articles/chtitem.aspx?
tid=1244&chid=3. Diakses tanggal 01 Desember 2009
Anonim 6, 2006. Diakses dari : http://molgen.uc.edu/node/109. Diakses tanggal 01 Desember
2009.

Anonim 7. 2009. P21 [online]. Diakses dari http://en.wikipedia.org/wiki/P21 Tanggal akses


30 November 2009
Anonim 8. 2009. Design PCR Primers [online]. Diakses dari http://molbiol-tool.ca/PCR.htm
Tanggal akses 30 November 2009.
Anonim
9.
2008.
Primer
Design
[online].
Diakses
dari
http://bioweb.uwlax.edu/GenWeb/Molecular/seq_anal/primer_design/primer_design.htm
Tanggal akses 30 November 2009.
Anonim 10. 2009. PCR Primer Design Guidelines [online]. Diakses dari
http://www.premierbiosoft.com tech_notes PCR_Primer_Design.html Tanggal akses 30
November 2009
Anonim 11, 2008. Mitokondria. Diakses dari : http://ilmupedia.com/akademik/23/610mitokondria.html Diakses tanggal : 01 Desember 2009
Anonim
12,
2009.
Mitokondris.
Diakses
dari
:
http://biologi.blogsome.com/2007/06/17/mitokondria/ Diakses tanggal : 01 Desember 2009
Anonim 13, 2009. Biologi Sel. Diakses dari : http://ini-ano.blogspot.com/2009/04/sel.html
Diakses tanggal : 01 Desember 2009
Anonim 14 2009. Siklus Krebs. Diakses dari : http://blacktuke.blogspot.com/2009/06/sikluskrebs-dan-transpor-elektron.html Diakses tanggal : 01 Desember 2009
Anonim
15,
2009.
Mitochondria.
Diakses
dari
:
http://www.ruf.rice.edu/~bioslabs/studies/mitochondria/oxphos.html Diakses tanggal : 01
Desember 2009
Anonim
16,
2009.
DCIP.
Diakses
dari
:
http://en.wikipedia.org/wiki/Dichlorophenolindophenol Diakses tanggal : 01 Desember 2009
-Bukan untuk di COPY, hanya untuk dibaca-