Anda di halaman 1dari 27

FARMAKOTERAP

Tuberkulosis

Ema Rachmawati; FKK UNEJ

Insiden TB di Indonesia

Kondisi TB di Indonesia

Indonesia termasuk negara dg jumlah


penderita TB baru terbesar di dunia, dg laju
insiden penderita TB baru 100-299
pasien/100.000 populasi (thn 2010)
Indonesia menjadi penyumbang terbesar no
4 kasus TB baru di dunia (2010)
Sudah mulai bermunculan kasus MDR-TB
(Multi Drug Resistant TB) di Indonesia

Definisi

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi


yang penyebabnya adalah bakteri
Mycobacterium tuberculosis.
o M. Tuberculosis merupakan bakteri tahan asam,

berbentuk basil dgn lapisan lilin

Jenis TB berdasarkan organ yg terinfeksi bakteri


TB :
o TB paru (80% kasus)
o TB ekstra paru

Penularan TB dari percikan dahak pasien TB saat


batuk ataupun bersin

Gejala Klinis Penyakit

batuk berdahak selama lebih dari 2-3


minggu dapat bercampur darah
sesak nafas dan nyeri dada
badan lemas
nafsu makan menurun
berkeringat dimalam hari meskipun tidak
melakukan kegiatan
demam meriang lebih dari satu bulan
berat badan menurun

Gejala TB ekstra paru tergantung dari organ


yg terinfeksi
o TB meningitis kaku kuduk, mual, muntah,

kesadaran menurun
o TB tulang dan sendi terjadi pembengkakan
pada tulang dan sendi

Diagnosis TB

Test Mantoux
Pemeriksaan dahak/sputum (SPS : SewaktuPagi-Sewaktu)
o Dilakukan pewarnaan Ziehl Neelsen akan tampak

bakteri berwarna merah

Foto torax/ rontgent dada


Kultur dan resistensi obat

Rontgent Thorax Px TB

Pemeriksaan Sputum

Kultur bakteri M.
tuberculosis
Tuberculin Test

Klasifikasi TB
TB PARU terdiri dari
TB BTA (+) jika :
o 2 dari 3 pemeriksaan dahak positif bakteri TB
o 1 pemeriksaan dahak positif bakteri TB + foto

torax positif

TB BTA (-) jika :


o 3 pemeriksaan spesimen dahak pasien negatif,

tetapi didapatkan hasil foto torax positif

TB EXTRA PARU terdiri dari :


TB ekstra paru ringan
o TB kelenjar limfe
o TB tulang dan sendi (kec. Tulang belakang)

TB ekstra paru berat


o TB meningitis
o TB peritonitis
o TB perikarditis
o TB saluran kemih
o TB tulang belakang

Tipe Penderita

Kasus TB baru pasien yang belum pernah


diobati dengan OAT atau sudah pernah
menelan obat kurang dari 4 minggu.
Kasus TB kambuh (relaps) pasien TB yang
sudah pernah mendapatkan pengobatan
dengan OAT secara lengkap atau telah
dinyatakan sembuh, namun kembali
didiagnosis BTA positif pada pemeriksaan
berikutnya.
Kasus TB putus berobat (default) pasien TB
yang telah berobat dan putus berobat dua
bulan atau lebih, dengan BTA positif.

Kasus TB gagal (failure) pasien TB yang


dalam pemeriksaan dahaknya tetap positif
atau kembali positif setelah bulan kelima
atau lebih selama menjalani pengobatan
dengan OAT.
Kasus TB pindahan (transfer in) pasien TB
yang dipindahkan ke UPT TB lainnya untuk
melanjutkan pengobatannya.

Upaya
Penanggulangan TB

Program DOTS (Directly Observed Treatment


Short-course) sejak tahun 1995 :
o Pemeriksaan dahak mikroskopis
o Pengobatan jangka pendek yang standar
o Ketersediaan OAT (Obat Anti TB) yang bermutu
o Pencatatan dan pelaporan

Obat TB
First Line Drugs

Isoniazid
Rifampisin
Pirazinamid
Etambutol

Second Line Drugs

Streptomisin
Cycloserin
Ethionamide
Amikasin
Kanamisin
Levofloxacin
Moxifloxacin
Gatifloxacin

Pengobatan TB px Dewasa
OAT kategori 1
Masa intensif 2 bulan

Masa lanjutan 4 bulan


Kombinasi rifampisin,
isoniazid,
pirazinamid &
etambutol
Berat
Badan

30-37 kg
38-54 kg
55-70 kg
71 kg

Tahap Intensif
Tiap hari selama 56
hari
RHZE (150/75/400/275)
2
3
4
5

tablet
tablet
tablet
tablet

4KDT
4KDT
4 KDT
4KDT

Ket : KDT (kombinasi dosis tetap)

Untuk px TB baru :
BTA (+)
BTA (-) dg foto torax
(+)
TB ekstra paru
Tahap lanjutan
Tiap 3 kali seminggu selama
16 minggu
RH (150/150)
2
3
4
5

tablet
tablet
tablet
tablet

2KDT
2KDT
2KDT
2KDT

OAT kategori 2
Untuk px TB :
Px Kambuh
Px Gagal pengobatan
Px Putus berobat/
default
Berat
Badan

Tahap Intensif
Setiap hari
RHZE (150/75/400/275) + S
Selama 56 hari

30-37
kg
38-54
kg
55-70

Masa intensif 3 bulan


Masa lanjutan 5 bulan
Kombinasi rifampisin, isoniazid,
pirazinamid, etambutol &
streptomisin

2 tablet 4KDT
+ 500 mg
Streptomisin iv
3 tablet 4KDT
+ 750 mg
Streptomisin iv
4 tablet 4KDT

Selama 28
hari
2 tablet 4KDT

Tahap Lanjutan
3 kali seminggu
RH (150/150) + E
(400)
Selama 20 minggu
2 tablet 2 KDT
+ 2 tablet Etambutol

3 tablet 4KDT

3 tablet 2 KDT
+ 3 tablet Etambutol

4 tablet 4KDT

4 tablet 2 KDT

OAT Kategori I, untuk masa


intensif
Diminum setiap hari
sampai 2 bulan

OAT Kategori I, untuk masa


lanjutan
Diminum 3 x seminggu selama
4 bulan setelah pengobatan
masa intensif

Pengobatan TB extra
paru

Pengobatan TB ekstra paru dapat dilakukan dengan


jangka waktu 6-12 bulan

Dipiro, 2008

Pengobatan TB anak

Depkes, 2007

Pengobatan TB pd kondisi khusus

TB pada Kehamilan
o Ibu hamil yang terinfeksi TB harus diterapi dgn

OAT supaya bayinya tidak beresiko tertular TB


o Semua obat TB (OAT) aman untuk ibu hamil,
kecuali streptomisin karena bersifat permanen
ototoxic dan menembus plasenta
o Pengobatan dapat menggunakan kombinasi
isoniazid, rifampisin, pirazinamid dan etambutol
o Perlu ditambahkan vitamin B, untuk mengcover
efek samping obat TB yaitu devisiensi vit B6

TB pada hepatitis akut


o Pemberian obat TB pada penderita hepatitis akut

sebaiknya ditunda sampai sembuh


o Apabila sangat diperlukan pengobatan TB saat itu
juga maka berikan kombinasi streptomisin dan
etambutol maks 3 bulan sampai hepatitisnya
sembuh, kemudian dilanjutkan dg rifampisin dan
isoniazid selama 6 bulan

TB dengan Gagal Ginjal


o Obat TB Isoniazid, Rifampisin aman untuk pasien

TB dg gagal ginjal karena diekskresikan mll


empedu
o Pirazinamid, streptomisin dan etambutol
sebaiknya dihindari pada pasien TB dg gagal
ginjal krn eksresi utamanya mll ginjal, atau dapat
dilakukan penyesuaian dosis sesuai keparahan
gagal ginjalnya.

TB dengan HIV
o Pengobatan TB dg HIV sama dg tx pada non HIV
o Pengobatan dgn OAT didahulukan daripada

pengobatan dg ARV (Anti Retri Virus)


o Jika jumlah CD4 pasien < 100, penggunaan
rifampisin-isoniazid 2x sehari harus dihindari

Efek Samping Obat TB


Efek Samping ringan

Efek Samping Berat