Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN TUGAS RANCANG II

Rizki Amalia Prasiwi (4310100027)

LEMBAR PENGESAHAN

Tugas Rancang II tentang Hydrostatic & Bonjean Curves ini


dibuat oleh :
Nama

: Rizki Amalia Prasiwi

NRP

: 4310 100 027

Nama Kapal

: MT. MERAH PUTIH

Dan disetujui oleh Dosen Pembimbing :


Nama

: Ir. Mas Murtedjo, M.Eng

NIP

: 130 687 431

Surabaya, 18 Januari 2012


Dosen Pembimbing

Ir. Mas Murtedjo, M.Eng


NIP : 130 687 431

Page 1

LAPORAN TUGAS RANCANG II


Rizki Amalia Prasiwi (4310100027)

KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,
karena atas rahmat dan karunia-Nya laporan yang berjudul
Laporan Tugas Rancang II (Hydrostatic & Bonjean Curves) ini
dapat diselesaikan. Laporan ini disusun untuk memenuhi tugas
mata kuliah Tugas Rancang II Jurusan Teknik Kelautan, Fakultas
Teknologi Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya.
Dalam proses penyusunan laporan ini, penulis telah
mendapatkan dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh
karena itu pada kesempatan ini pula, penulis mengucapkan
terima kasih yang sebesar - besarnya kepada :
1. Bapak Ir. Mas Murtedjo, M. Eng. selaku dosen pembimbing
mata kuliah Tugas Rancang 2 yang telah memberikan
pengarahan dalam perkuliahan dan pengerjaan tugas ini.
2. Ayah dan Ibu yang selalu memberi dukungan fisik dan
spiritual hingga tugas dan laporan ini dapat diselesaikan.
3. Teman - teman Megalodon L-28 yang telah berkenan untuk
saling berbagi informasi dalam perkuliahan dan pengerjaan
tugas ini.
4. Pihak lain yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.
Saya menyadari dalam menyelesaikan Laporan Tugas
Rancang II (Hydrostatic & Bonjean Curves) ini terdapat
kemungkinan terjadi kesalahan dan kekurangan. Untuk itu saya
sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca semua.
Besar harapan saya semoga Laporan Tugas Rancang II ini dapat
berguna baik bagi saya sendiri ataupun pihak - pihak lain.

Surabaya, 18 Januari 2012

Page 2

LAPORAN TUGAS RANCANG II


Rizki Amalia Prasiwi (4310100027)

Penulis

ABSTRAK
Tugas Rancang II ini merupakan bagian dari kelanjutan
Tugas Rancang I yang mana menitikberatkan pada karakteristik
dari mono hull floating structure. Dalam hal ini yang
dibahas adalah kapal dengan jenis Oil Tanker. Tugas Rancang II
ini merupakan salah satu mata kuliah yang wajib ditempuh bagi
mahasiswa dan mahasiswi Jurusan Teknik Kelautan FTK-ITS
Surabaya.
Tugas

Rancang

II

adalah

tugas

rancang

dengan

membahas masalah - masalah pokok seperti membuat kurva


Hidrostatic dan kurva Bonjean dari kapal yang telah dibuat
pada Tugas Rancang I.
Kurva Hidrostatic adalah kurva yang menjelaskan bentuk
dan sifat karakteristik dari badan kapal yang berada di bawah
garis air sampai dengan muatan penuh. Cara yang paling umum
dalam menggambarkan kurva lengkungan Hydrostatic adalah
dengan

membuat

dua

sumbu

saling

tegak

lurus.

Sumbu

mendatar adalah garis dasar kapal (base line) sedangkan garis


vertical menunjukkan water line yang dipakai sebagai titik awal
pengukuran lengkung - lengkung Hydrostatic. Ada 19 lengkungan
dalam kurva Hydrostatic.
Sedangkan kurva Bonjean sendiri adalah lengkung yang
menunjukkan luas station sebagai fungsi sarat.

Page 3

LAPORAN TUGAS RANCANG II


Rizki Amalia Prasiwi (4310100027)

DAFTAR ISI
Lembar Pengesahan ............................................................... 1
Kata Pengantar........................................................................ 2
Abstrak ................................................................................... 3
Daftar Isi ................................................................................. 4
BAB I PENDAHULUAN ...............................................
1.1...................................................................................... Pen
dahuluan ....................................................................... 5
1.2...................................................................................... Tuju
an Perancangan............................................................. 5
BAB II KURVA HIDROSTATIK DAN BONJEAN ...............
2.1 Data Kapal ................................................................... 6
2.2 Lengkungan Hidrostatik (Hydrostatic Curves )............ 6
2.3 Lengkungan Bonjean ( Bonjean Curves) ..................... 16
2.4 Penjelasan Tabel ......................................................... 18
BAB III PERBANDINGAN HASIL PERHITUNGAN ...........
3.1 Perbandingan Hasil TR-2 dan TR-1................................ 21
BAB IV KESIMPULAN ................................................

Page 4

LAPORAN TUGAS RANCANG II


Rizki Amalia Prasiwi (4310100027)

4.1 Pembahasan................................................................. 22
LAMPIRAN
Lembar Asistensi Tugas Rancang II
Tabel Perhitungan Kurva Hidrostatik dan Bonjean (tabel A-J)
beserta gambar

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 PENDAHULUAN
Dalam Tugas Rancang II akan dibuat kurva hidrostatic dan
kurva bonjean dari suatu kapal. Pengerjaan Tugas Rancang II ini
berdasarkan data hasil perencanaan dan perhitungan dari Tugas
Rancang I (lines plan).
Kurva Hidrostatic merupakan kurva yang menunjukkan
karakreristik dan sifat badan kapal yang tercelup air atau di
bawah garis air (water line) pada saat Even Keel maupun Trim,
sedangkan kurva Bonjean merupakan kurva yang menunjukkan
luas tiap - tiap station sebagai fungsi sarat dari kapal.

1.2 TUJUAN PERANCANGAN


Tujuan dalam Tugas Rancang II ini adalah agar mahasiswa :
a.

Mampu membuat kurva hidrostatic dan bonjean.

b.

Memahami kurva - kurva hidrostatic dan bonjean,


antara lain : MSA, WPA, CW, CM, CB, CP, MTC, WSA,
Displacement, Displacement Moulded, LBM, LKM, LCB,
LCF, TKM, TBM, TPC, DDT, MTC.

c.

Mengetahui cara membaca dan menggunakan kurva kurva hydrostatic dan bonjean.

Page 5

LAPORAN TUGAS RANCANG II


Rizki Amalia Prasiwi (4310100027)

BAB II
KURVA HIDROSTATIK DAN BONJEAN

2.1 DATA KAPAL


Dalam Tugas Rancang II akan dibuat kurva hidrostatik dan
bonjean dari data kapal yang sudah dibuat pada Tugas Rancang I
yaitu sebagai berikut :
Jenis kapal = Oil Tanker
LOA

= 99 m

LPP

= 93 m

= 20 m

= 6 m

= 9 m

Vs

= 12 knot

Cb

= 0,7258

2.2 LENGKUNGAN

HIDROSTATIK

(HYDROSTATIC

CURVES)
Kurva Hidrostatic merupakan kurva yang menunjukkan
karakreristik dan sifat badan kapal yang tercelup air atau di
bawah garis air (water line) pada saat Even Keel maupun Trim.

Page 6

LAPORAN TUGAS RANCANG II


Rizki Amalia Prasiwi (4310100027)

Dari kurva hidrostatik tersebut, kita dapat meninjau karakteristik


kapal pada tiap - tiap kondisi atau ketinggian garis air (water
line). Kurva hidrostatik terdiri dari dua sumbu utama yang saling
tegak lurus. Sumbu mendatar adalah garis dasar kapal (baseline) sedangkan garis vertikal menunjukkan sarat tiap water line
yang dipakai sebagai titik awal pengukuran kurva hidrostatik.
Kurva hidrostatik digambar sampai sarat penuh dan tidak
berlaku untuk kondisi kapal trim. Perhitungan dan penentuan
tiap-tiap kurva hidrostatik terdapat pada lampiran.
Ada 19 kurva dalam kurva hidrostatik keseluruhan. Kurva
- kurva tersebut meliputi antara lain :
1. Water Plan Area (WPA)
WPA adalah luas bidang garis air dari tiap - tiap water line.
Kemungkinan -kemungkinan bentuk WPA ditinjau dari bentuk
alas kapal antara lain :
-

Untuk kapal dengan rise of floor, pada 0 mWL luas


garis air adalah nol karena luasan water line hanya berupa
garis lurus (base-line), sehingga lengkung WPA dimulai dari
titik (0,0).

Untuk kapal tanpa rise of floor, pada 0 mWL ada


luasan yang terbentuk pada garis dasar sehingga luas
garis air tidak sama dengan nol.

Kapal alas miring pada 0 m WL, luas garis air


mempunyai besaran dan titik awal lengkung garis air
dimulai dari titik terdalam dari kapal.
WPA (Water Plan Area) didapatkan berdasar perhitungan
pada lampiran (tabel B), dirumuskan :
WPA 2

dimana :

1
4
3

= jarak antar station

Page 7

LAPORAN TUGAS RANCANG II


Rizki Amalia Prasiwi (4310100027)

= luasan station antara water line yang

ditinjau
(4 berdasar perhitungan lampiran Tabel A)

2. Coefficient of Water Line (CWL)


CWL adalah nilai perbandingan antara luas bidang garis air tiap
water line dengan sebuah segi empat dengan panjang L dan
lebar B dimana L adalah panjang maksimum dari tiap water
line dan B adalah lebar maksimum dari tiap water line. CWL
dirumuskan sebagai berikut :
CWL

WPA
L B

3. Ton Per Centimetre Immersion (TPC)


TPC adalah jumlah ton yang diperlukan untuk mengadakan
perubahan sarat kapal sebesar 1 cm. Bila kita menganggap
tidak ada perubahan luas garis air pada perubahan sarat
sebesar 1 cm, atau pada perubahan 1 cm tersebut dinding
kapal dianggap vertikal. Jadi jika kapal ditenggelamkan
sebesar 1 cm, maka perubahan volume adalah hasil kali luas
garis air dengan tebal pelat pada garis air tersebut. Dengan
demikian penambahan volume dan berat dapat dirumuskan
sebagai berikut :

Penambahan volume

Penambahan berat

dimana :

= t x WPA

(m3)

= t x WPA x

(ton)

t adalah tebal pelat pada tiap WL dan adalah


berat jenis air laut 1,025 ton/m3.

1 cm

Page 8

LAPORAN TUGAS RANCANG II


Rizki Amalia Prasiwi (4310100027)

4. Midship of Section Area (MSA)


MSA adalah luas moulded kapal pada section midship untuk
tiap-tiap sarat kapal. Harga MSA untuk tiap sarat dapat
diketahui dari lampiran Tabel B yang dirumuskan sebagai
berikut :
1
MSA 2 9
3

dimana :
= setengah dari jarak antar water line yang ditinjau
9 = luasan station terluas antar water line yang ditinjau

5. Midship Coefficient (CM)


CM adalah perbandingan luas penampang midship kapal
dengan luas suatu penampang dengan lebar B dan tinggi T
untuk tiap water line.
CM

MSA
B T

WL

Page 9

LAPORAN TUGAS RANCANG II


Rizki Amalia Prasiwi (4310100027)

B
6. Keel to Center of Bouyancy (KB)
KB adalah jarak titik tekan bouyancy ke lunas kapal dalam
meter. Perhitungan KB terdapat di lampiran Tabel B, yang
dirumuskan sebagai berikut :
KB '

( 2 )
1

dimana :

= tinggi WL tengah - tengah dari antar water line


yang ditinjau
1

= luasan station terluas antar water line yang ditinjau

7. Transverse Center of Bouyancy to Metacenter (TBM)


TBM adalah jarak titik tekan bouyancy ( gaya tekan ke atas
air ) secara melintang terhadap titik metacenter. Satuannya
dalam meter (m). Perhitungan TBM dirumuskan sebagai
berikut :
TBM

IT

dimana :
= displacement
IT = momen inersia melintang
1
3

1
3

= 2 5

Page 10

LAPORAN TUGAS RANCANG II


Rizki Amalia Prasiwi (4310100027)

5 = function of cube
8. Transverse of Keel to Metacenter (TKM)
TKM adalah letak titik metacenter melintang terhadap lunas
kapal untuk tiap-tiap water line-nya. Satuannya dalam meter
(m).

TKM KB TBM
9. Longitudinal Center of Bouyancy (LCB) atau (B)
LCB atau B adalah jarak titik tekan bouyancy terhadap
penampang midship kapal untuk setiap sarat kapal.
Satuannya dalam meter. Tanda negatif (-) dan positif (+)
menunjukkan letaknya ada di depan midship (+) dan di
belakang midship (-). Pada lampiran Tabel B perumusan untuk
LCB adalah :
LCB

3
1

dimana :
3

= function of moment

10. Longitudinal Center of Floatation (LCF) atau (F)


LCF atau F adalah jarak titik berat garis air terhadap
penampang tengah kapal untuk setiap sarat kapal. Satuannya
dalam meter. Seperti juga LCB tanda (-) dan (+) menunjukkan
bahwa titik LCF terletak di depan dan di belakang midship.
Pada lampiran Tabel B perumusan untuk LCB adalah :

Page 11

LAPORAN TUGAS RANCANG II


Rizki Amalia Prasiwi (4310100027)

LCF

6
4

dimana :
6

= function for CG of water plan

11.Longitudinal Center of Bouyancy to Metacenter (LBM)


LBM adalah jarak titik tekan bouyancy secara memanjang
terhadap titik metacenter. Satuannya dalam meter (m). LBM
dirumuskan dalam persamaan :
LBM

IL

dimana :
= displacement
IL = momen inersia memanjang

7 62 2 3

=
3

7 = moment

Page 12

LAPORAN TUGAS RANCANG II


Rizki Amalia Prasiwi (4310100027)

12. Longitudinal of Keel to Metacenter (LKM)


LKM adalah letak metacenter memanjang terhadap lunas
kapal untuk tiap sarat kapal dalam meter. LKM merupakan
penjumlahan LBM dan KB.

LKM KB LBM
13. Block Coefficient (CB)
CB adalah perbandingan isi karena dengan balok dengan
panjang L, lebar B dan tinggi T. Hal ini juga berlaku untuk tiap
- tiap water line. Dengan demikian CB dapat dirumuskan
sebagai berikut :
CB

L B T

14. Prismatic Coefficient (C P)


CP adalah perbandingan volume karene dengan volume
prisma dengan luas penampang midship kapal dan panjang L.
Dengan perhitungan lebih lanjut CP dapat dirumuskan sebagai
berikut:

B
MSA L C M

15.Wetted Surface Area (WSA)


WSA adalah luas permukaan badan kapal yang tercelup
dalam air pada setiap water line-nya. WSA didapat dari
jumlah perkalian half girth dengan faktor luas pada setiap
station dan setiap water line-nya.
Secara matematis dirumuskan sebagai berikut:

Page 13

LAPORAN TUGAS RANCANG II


Rizki Amalia Prasiwi (4310100027)

WSA

2 LPP

8
3 20

dimana :
8

g1

jumlah perkalian half girth dengan faktor luas.

g2

g3

g4

g5

16.

Displacement Moulded ( mld )

Displacement Moulded adalah berat air laut yang dipindahkan


karena adanya volume karene tanpa kulit. Nilai ini didapat dari
perkalian volume karene dengan berat jenis air laut yaitu
1.025 ton/m3.
17.

Displacement ()

Displacement adalah berat air laut yang dipindahkan karena


adanya volume badan kapal yang tercelup ke dalam air
(karene) termasuk juga akibat tambahan adanya pelat karene.
Jadi displacement di sini adalah penjumlahan dari
displacement moulded dengan shell displacement.
18. Moment to change Trim one Centimeter (MTC)
MTC adalah momen yang diperlukan untuk mengadakan trim
sebesar 1 cm. Satuannya adalah ton-meter. Secara matematis
MTC dirumuskan sebagai berikut :

MTC

LBM
100 L PP

Page 14

LAPORAN TUGAS RANCANG II


Rizki Amalia Prasiwi (4310100027)

19. Displacement Due to one centimeter of Trim by stern


(DDT)
DDT adalah besarnya perubahan displacement kapal yang
diakibatkan oleh perubahan trim kapal sebesar 1 cm.
Perumusan DDT adalah sebagai berikut :
DDT

F TPC
LPP

2.3 LENGKUNGAN BONJEAN (BONJEAN CURVES)


Kurva Bonjean adalah kurva yang menunjukkan luas
station sebagai fungsi sarat. Jadi untuk menghitung luas station
sampai setinggi sarat yang diinginkan dapat di baca pada
lengkung - lengkung bonjean dengan menarik garis mendatar
hingga memotong lengkung bonjean pada station dan sarat yang
diinginkan.
Pada
umumnya
lengkung
bonjean
cukup
digambarkan sampai dengan geladak tepi kapal (Upper Deck
Side Line) sepanjang kapal.
Bentuk - bentuk Lengkung Bonjean :
1.

Garis Lurus Bentuk ini adalah bentuk station atau


penampang kapal berbentuk segiempat. Jadi pertambahan
luas tiap sarat yang sama selalu konstan.

2.

Parabola Bentuk ini adalah bentuk station dengan


penampang segitiga maupun melengkung.

Page 15

LAPORAN TUGAS RANCANG II


Rizki Amalia Prasiwi (4310100027)

3.

Parabola diikuti Garis Lurus Bentuk seperti ini adalah


untuk bentuk penampang kapal melengkung pada bagian
bawah kapal dan garis lurus unruk bagian atas kapal. Jadi
pada awalnya perubahan luas tidak konstan tetapi kemudian
pertambahan luasnya konstan pada sarat yang lebih tinggi.

Fungsi Lengkung Bonjean :


Lengkung Bonjean berfungsi untuk mendapatkan volume
dan displacement tanpa kulit
pada setiap sarat yang
dikehendaki, baik kapal tersebut dalam keadaan even-keel
maupun trim dan juga pada saat kapal terkena gelombang.
Untuk langkah pengerjaan selanjutnya lengkung bonjean
digunakan untuk perhitungan kebocoran (Floodable Length).
Pembagian water line untuk gambar hydrostatic curves dan
bonjean curves adalah sebagai berikut :
i.

0 m WL ~ 0,5 m WL

ii.

0,5 m WL ~ 1 m WL

iii.

1 m WL ~ 1,5 m WL

iv.

1,5 m WL ~ 2 m WL

v.

2 m WL ~ 4 m WL

vi.

4 m WL ~ 6 m WL

Pembagian station adalah 20 station dimulai dari after


perpendicular (Ap) hingga fore perpendicular (Fp).

2.4

PENJELASAN TABEL

Berikut adalah penjelasan tabel


menggambar Hydrostatic Bonjean Curve.

perhitungan

untuk

1. TABEL A
Tabel A dan B merupakan tabel perhitungan untuk
main part. Tabel A dibuat untuk interval waterline. Interval

Page 16

LAPORAN TUGAS RANCANG II


Rizki Amalia Prasiwi (4310100027)

tersebut dibagi menjadi 2 bagian yang sama sehingga


terdapat 3 waterline yang ditinjau pada tiap tabel A.
Data - data yang dimasukkan dalam tabel A adalah :
y

: Half Breadth pada station dan waterline yang ditinjau.

: Faktor momen memanjang kapal ditinjau dari midship.

: Faktor Simpson memanjang kapal.

n' : Faktor momen vertikal ditinjau dari waterline tengah.


S' : Faktor Simpson vertikal.
g : Panjang kurva body plan dari midship s/d waterline yang
ditinjau
pada tiap station.
2. TABEL B
Pada tabel B dilakukan perhitungan berdasarkan data
atau hasil perhitungan yang didapat dari tabel A.
Perhitungan tersebut adalah :
Lwl

= Panjang garis air paling atas.

= Lebar garis air paling atas.

= Tinggi garis air paling atas.

= Jarak station = 3.9 m

= Jarak tiap waterline = Interval

= Tebal Pelat

Vol. Disp. = 2 (1/3) (1/3) [1]


Displ

= 1,025 Vol. Disp.

KB
= Tinggi titik berat volume Interval tersebut (Tinggi
WL tengah)
B
=
midship

Jarak titik berat volume interval tersebut ke

= ( [3] ) / [1]
WPA

= Luas garis air paling atas


= 2 (1/3 ) [4]

Page 17

LAPORAN TUGAS RANCANG II


Rizki Amalia Prasiwi (4310100027)

Cw

= Koefisien garis air teratas


= WPA / (LPP B)

MSA

= Luas midship station pada tiap interval


= 2 (1/3) [9]

MSA / WL =
teratas.
Cm

Luas midship station dari 0 m WL s/d garis air

= Koefisien midship station


= MSA per WL / (B d)

Vol. Disp' =
teratas.
Cb

Volume Displacement dari 0 m WL s/d garis air

= Koefisien blok
= Vol. Disp' / (LPP B d)

IT

= Momen Inersia melintang garis air teratas


= 2 (1/3) (1/3) [5]

TBM

= IT / Vol. Disp'

= Jarak titik berat luas garis air teratas ke midship


= ( [6] ) / [4]

IL

= ( [7] - ( [6] 2 / [4] )) 2/3

LB

= IL / Vol. Disp'

WS

= Luas permukaan basah pada interval tersebut

= 2 (1/3) [8]
Dif. of WSA
air

= Luas permukaan basah dari 0 m WL s/d garis


terbawah.

WSA / WL
=
garis air teratas.
Shell Disp.

Luas permukaan basah dari 0 m WL s/d

= Volume kulit pada interval tersebut


= (1.025 / 1) t WSA

Dif. of SD
terbawah.

Volume kulit dari 0 m WL s/d garis air

Page 18

LAPORAN TUGAS RANCANG II


Rizki Amalia Prasiwi (4310100027)

Total SD

= Volume kulit dari 0 m WL s/d garis air teratas.

3. TABEL C - TABEL J
Tabel C s/d tabel E1 merupakan tabel perhitungan cant
part. Hal - hal yang dihitung secara garis besar sama dengan
perhitungan main part adalah sebagai berikut :

Tabel E2 merupakan tabel perhitungan data gabungan


main part dan cant part untuk WSA, Shell Displacement,
WPA dan F.

Tabel F merupakan tabel perhitungan data gabungan


main part dan cant part untuk LBM dan TBM.

Tabel G merupakan tabel perhitungan data gabungan


main part dan cant part untuk moulded Displacement, KB
dan B.

Tabel H merupakan data akhir hydrostatic calculation


untuk seluruh badan kapal sampai dengan sarat penuh.

Tabel I dan Tabel J merupakan tabel data perhitungan


bonjean sampai dengan upper deck side line (sheer).

Page 19

LAPORAN TUGAS RANCANG II


Rizki Amalia Prasiwi (4310100027)

BAB III
PERBANDINGAN HASIL PERHITUNGAN

3.1 PERBANDINGAN HASIL TR-2 dan TR-1


Dari hasil perhitungan pada TR-2 dan TR-1 untuk sarat air
(T=6m) didapat nilai - nilai berikut :

Nama

Tugas
Rancang I

Tugas
Rancang II

Cw

0.751

0.764

Cb

0.65

0.649

Cp

0.64

0.665

Cm

0.978

0.976

Tabel 3.1 Perbandingan Hasil TR II dan TR I

Dari hasil perhitungan antara TR I dan TR II di atas, maka


dapat diperbandingkan nilai untuk CW, CB, CP dan CM nya. Jadi
dapat disimpulkan selisih yang terjadi pada nilai di atas
disebabkan oleh:

Page 20

LAPORAN TUGAS RANCANG II


Rizki Amalia Prasiwi (4310100027)

1. Pada TR I kita menghitung nilai untuk C W, CB, CP dan CM


pada sarat air (T) dengan menggunakan rumusan yang
telah diketahui.
2. Sedangkan pada TR II kita memperoleh nilai untuk C W, CB,
CP dan CM pada sarat air (T) dengan langkah awal
mengukur panjang half girth pada body plan dari TR-1.
Yang mana panjang yang didapat tidak detail (tidak
akurat).
3. Pembulatan nilai dari hasil pengukuran terhadap body plan.

BAB IV
PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Dalam
Tugas
Rancang
II
ini
hal
yang
dipermasalahkan meliputi perhitungan besaran - besaran
dalam kapal, yang mana data - data utama seperti
pembagian WL ditentukan oleh dosen pembimbing Tugas
Rancang II, serta penggambaran kurva hidrostatik dan
lengkung bonjean.
Untuk menggambar kurva hidrostatik dan lengkung
bonjean pada Tugas Rancang II ini langkah awal yang harus
kita lakukan adalah terlebih dahulu kita mengukur half
grith dan half breadth pada body plan yang telah di buat
pada Tugas Rancang I. Sesudah didapat hasil pengukuran
tersebut maka kita masukkan ke dalam rumus - rumus
yang ada pada tabel perhitungan (tabel A-J).
Perhitungan mengenai kurva hydrostatic dan kurva
bonjean beserta gambar kurvanya dapat dilihat pada
lampiran. Perhitungan untuk kurva hydrostatik ada pada

Page 21

LAPORAN TUGAS RANCANG II


Rizki Amalia Prasiwi (4310100027)

tabel A-H sedangkan untuk kurva bonjean ada pada tabel IJ.

4.2. Penutup
Akhir kata, saya mohon maaf sebesar besarnya
apabila dalam penulisan atau perhitungan yang tidak
sengaja telah melakukan kesalahan. Oleh karena itu, saya
sebagai penulis siap menampung segala kritik dan saran
dari pembaca. Terima kasih.

LAMPIRAN

Page 22