Anda di halaman 1dari 32

KORUPSI

Pengertian Bentuk - Sejarah

Presented by :
1. Intan Oktavi Larasenta

(19)

2. Made Dwi Easty F

(23)

3. Maulynda Arifah R

(25)

4. Rohani Tambunan

(36)

Korupsi di Indonesia sejatinya sudah mengakar dengan kuat. Bahkan


sebelum kata korupsi atau KKN jadi tenar saat Pak Soeharto lengser,
korupsi sudah hidup dan membumi di Indonesia. Di zaman-zaman
kerajaan seperti Singasari, Majapahit hingga Demak. Korupsi sudah
menyusup masuk dan akhirnya membuat kerajaan yang besar ini jadi
hancur. Motifnya adalah sama. Memperkaya diri dan ingin
mendapatkan kekuasaan yang setinggi-tingginya. Akhirnya perang pun
tak bisa dihindarkan dan masyarakat tak berdosa lah yang terkena
imbasnya.

Definisi Korupsi

Corrumpere
(Bahasa Latin Tua)

Corruptio
(Bahasa Latin)

Corruption, corrupt
(Bahasa Inggris)

Corruptie/korruptie
(Bahasa Belanda)
Corruption
(Bahasa Perancis)

Definisi Korupsi
Secara Harfiah
Kebusukan, keburukan, kebejatan, ketidakjujuran, dapat disuap, tidak bermoral, penyimpangan dari
kesucian.

Malaysia & Indonesia (Bahasa Arab : resuah dari kata risywah)


Risywah (suap) berarti pemberian yang diberikan seseorang kepada hakim/lainnya
untuk memenangkan perkaranya dengan cara yang tidak dibenarkan/untuk memperoleh
kedudukan, identik dengan memakan barang yang diharamkan oleh Allah SWT,
sehingga suap, menyuap, dan menerima suap adalah perbuatan yang diharamkan.

Definisi Korupsi
Perbendaharaan Kata Bahasa Indonesia
Kejahatan, kebusukan, dapat disuap, tidak bermoral,
ketidakjujuran. (S. Wojowasito-WJS Poerwadarminta: 1978)

kebejatan,

dan

Perbuatan yang buruk seperti penggelapan uang, penerimaan uang sogok, dan
sebagainya. (WJS Poerwadarminta: 1976)
Muhammad Ali : 1998
1. Korup, artinya busuk, suka menerima uang suap/sogok, memakai kekuasaan
untuk kepentingan sendiri dsb;
2. Korupsi, artinya perbuatan busuk seperti penggelapan uang, penerimaan uang
sogok, dsb;
3. Koruptor, artinya orang yang melakukan korupsi.

Definisi Korupsi
Subekti dan Tjitrosoedibio : 1973
Corruptie adalah korupsi, perbuatan curang, tindak pidana yang merugikan
keuangan negara.
Baharupin Lopa (mengutip pendapat David M. Chalmers)
Menyangkut masalah penyuapan yang berhubungan dengan manipulasi di
bidang ekonomi dan menyangkut bidang kepentingan umum (diambil dari
definisi : financial manipulations and deliction injurious to the economy are
often labeled corrupt Evi Hartanti :2008)

Definisi Korupsi
Sesuatu yang buruk, jahat, dan merusak, yang menyangkut: sesuatu
yang bersifat amoral, sifat dan keadaan yang busuk, menyangkut
jabatan instansi atau aparatur pemerintah, penyelewengan kekuasaan
dalam jabatan karena pemberian, menyangkut faktor ekonomi dan
politik dan penempatan keluarga atau golongan ke dalam kedinasan di
bawah kekuasaan jabatan.

Bentuk-Bentuk Korupsi

Bentuk Korupsi
NO

BENTUK KORUPSI

PERBUATAN KORUPSI

1.

Kerugian Keuangan
Negara

Melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri


sendiri/orang lain/korporasi.
Menyalahgunakan kewenangan, kesempatan, atau sarana
yang ada.

2.

Suap Menyuap

Memberi/menjanjikan sesuatu kepada Pegawai Negeri /


penyelenggara negara, dgn maksud supaya berbuat / tidak
berbuat seuatu dlm jabatannya.
Memberi sesuatu kepada Pegawai Negeri / penyelenggara
negara, berhubungan dgn jabatannya, dilakukan / tidak
dilakukan dlm jabatannya.
Memberi hadiah
/janji kepada Pegawai Negeri dgn
mengingat
kekuasaan/wewenang
yg
melekat
pada
jabatan/keududukannya.
Bagi Pegawai Negeri / penyelenggara negara yg menerima
pemberian/janji.

Bentuk Korupsi (2)


NO

BENTUK KORUPSI

PERBUATAN KORUPSI
Bagi Pegawai Negeri / penyelenggara negara yg menerima
hadiah/janji, yg diketahui/diduga untuk menggerakkan agar
melakukan sesuatu / tidak melakukan sesuatu dlm jabatannya.
Bagi Pegawai Negeri / penyelenggara negara yg menerima hadiah, yg
diketahui/diduga diberikan sebagai akibat / disebabkan karena telah
melakukan sesuatu / tidak melakukan sesuatu dlm jabatannya.
Bagi Pegawai Negeri / penyelenggara negara yg menerima
hadiah/janji,
diketahui/diduga
diberikan
karena
kekuasaan/kewenangan yg berhubungan dgn jabatannya, atau
menurut pikiran orang yg memberikan hadiah/janji tsb ada
hubungan dgn jabatannya.
Memberikan/menjanjikan sesuatu kepada hakim dgn maksud
mempengaruhi putusan perkara.
Memberikan/menjanjikan sesuatu kepada advokat dgn maksud
mempengaruhi nasihat/pendapat yg diberikan dlm suatu perkara.

Bentuk Korupsi (3)


BENTUK KORUPSI
Penggelapan dalam jabatan

PERBUATAN KORUPSI
Menggelapkan uang/surat berharga yang
disimpan karena jabatannya
Memalsu buku/daftar yang khusus untuk
pemeriksaan administrasi
Menggelapkan, merusakkan/membuat tidak
dapat dipakai barang, akta, surat/daftar yang
digunakan untuk meyakinkan/membuktikan di
muka pejabat yang berwenang, yang dikuasai
karena jabatannya
Membiarkan orang lain menghilangkan,
menghancurkan, merusakkan, membuat tidak
dapat dipakai barang, akta, surat, daftar
tersebut
Membantu orang lain menghilangkan,
menghancurkan, merusakkan, membuat tidak

Bentuk Korupsi (4)


BENTUK KORUPSI
Pemerasan

PERBUATAN KORUPSI
Menguntungkan diri sendiri/orang lain dengan
melawan hukum, menyalahgunakan
kekuasaannya memaksa orang memberi
sesuatu, membayar, menerima pembayaran
dengan potongan/untuk mengerjakan sesuatu
bagi diri sendiri
Saat menjalankan tugas meminta/menerima
pekerjaan/penyerahan barang, seolah
merupakan utang pada dirinya, padahal tahu
bukan
Meminta/menerima/memotong pembayaran
kepada pegawai negeri/penyelenggara negara
yang lain/kepada kas umum, seolah mempunyai
utang padanya, tapi tahu bukan

Bentuk Korupsi (5)


BENTUK KORUPSI
Perbuatan curang

PERBUATAN KORUPSI
Pemborong, ahli bangunan yang saat membuat
bangunan, atau penjual bahan bangunan yang
pada waktu menyerahkan bahan bangunan,
melakukan perbuatan curang yang dapat
membahayakn keamanan orang/barang, atau
keselamatan negara dalam keadaan perang
Setiap orang yang bertugas mengawasi
pembangunan/menyerahkan bahan bangunan,
sengaja membiarkan perbuatan curang
Setiap orang yang saat menyerahkan barang
keperluan TNI/Kepolisian Negara RI melakukan
perbuatan curang yang dapat membahayakn
keselamatan negara dalam keadaan perang
Setiap orang yang bertugas mengawasi
penyerahan barang keperluan TNI/Kepolisian

Bentuk Korupsi (6)


BENTUK KORUPSI

PERBUATAN KORUPSI

Benturan kepentingan dalam pengadaan

Dengan sengaja turut serta dalam


pemborongan, pengadaan/persewaan yang
pada saat dilakukan perbuatan, untuk
seluruh/sebagian ditugaskan untuk
mengurus/mengawasinya

Gratifikasi

Dianggap pemberian suap apabila


berhubungan dengan jabatannya dan yang
berlawanan dengan kewajiban tugasnya

Bentuk/jenis tindak pidana korupsi dan tindak pidana yang berkaitan dengan korupsi berdasarkan UU Tindak Pidana Korupsi
dapat dikelompokkan:
Melawan hukum untuk memperkaya diri dan dapat merugikan keuangan negara

Menyalahgunakan kewenangan untuk kepentingan diri sendiri dan dapat merugikan keuangan negara
Menyuap pegawai negeri

Memberi hadiah kepada pegawai negeri karena jabatannya

Pegawai negeri menerima suap

Pegawai negeri menerima hadiah yang behubungan dengan jabatannya

Menyuap hakim

Menyuap advokat
Hakim dan advokat menerima suap

Pegawai negeri menggelapkan uang/membiarkan penggelapan

Pegawai negeri memalsukan buku untuk pemeriksaan administrasi

Pegawai negeri merusakkan bukti

Pegawai negeri membiarkan orang lain merusakkan bukti

Pegawai negeri membantu orang lain merusakkan bukti

Pegawai negeri memeras

Pegawai negeri memeras pegawai yang lain

Pengawas proyek membiarkan perbuatan curang

Rekanan TNI/Polri berbuat curang

Pengawas rekanan TNI/Polri membiarkan perbuatan curang

Penerima barang TNI/Polri membiarkan perbuatan curang


Pegawai negeri menyerobot tanah negara sehingga merugikan orang lain

Pegawai negeri turut serta dalam pengadaan yang diurusnya

Pegawai negeri menerima gratifikasi dan tidak lapor KPK

Merintangi proses pemeriksaan


Tersangka tidak memberikan keterangan mengenai kekayaannya

Bank yang tidak memberikan keterangan rekening tersangka

Saksi/ahli yang tidak memberi keterangan/memberi keterangan palsu

Pemborong berbuat curang

Orang yang memegang rahasia jabatan tidak memberikan keterangan/memberi keterangan palsu

Saksi yang membuka identitas pelapor

Gratifikasi

Gratifikasi
Blacks Law Dictionary gratifikasi adalah sebuah pemberian
yang diberikan atau diperolehnya suatu bantuan/keuntungan.
Bentuk gratifikasi
1. Gratifikasi positif
2. Gratifikasi negatif
.Secara perspektif gratifikasi tidak selalu mempunyai arti jelek,
namun harus dilihat dari kepentingan gratifikasi.
.Gratifikasi harus dilarang bagi birokrat dengan disertai sanksi
berat bagi yang melanggar dan harus dikenakan kepada
pemberi dan penerima.

Gratifikasi
Pemberian uang, barang, rabat atau diskon, komisi, pinjaman
tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan
wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya.
Gratifikasi

(UU No 20 Tahun 2001)

SUAP
Berhubungan dengan
Jabatan

HADIAH
vs
GRATIFIKASI

HADIAH

GRATIFIKASI

Pemberian kepada seseorang baik


berupa uang atau benda secara tulus
dan tidak mengaharapkan sesuatu
atau tanpa pamrih atau tidak
mengarapkan sesuatu imbalan.

Pemberian kepada seseorang baik


berupa uang atau benda dengan
harapan pemberian tersebut dapat
mempengaruhi
keputusan
atau
kebijakan yang akan dilakukan oleh si
penerima hadiah terhadap pemberi
hadiah tersebut.

Dalam waktu 30 hari setelah


menerima laporan, KPK wajib
menetapkan gratifikasi menjadi
milik penerima atau negara
Lapor KPK
dalam 30 hari
sejak tanggal
diterima

Pemberian hadiah atau uang


sebagai ucapan terima kasih
karena telah dibantu.
Hadiah atau sumbangan dari
rekanan yang diterima pejabat
pada perkawinan anaknya.

Sejarah Korupsi

Sejarah Korupsi

Pra Kemerdekaan
Masa Pemerintahan Kerajaan
Motif budaya korupsi : Kekuasaan, Kekayaan, Wanita

Perlawanan terhadap
Belanda

Demak

Singasari

Perebutan
kekuasaan
sampai tujuh
turunan
saling balas
dendam.

persaingan antara
Joko Tingkir dengan
Haryo Penangsang
Majapahit

Timbul pemberontakanpemberontakan dan


perang saudara Perang
Paregreg

Banten

Sultan Haji merebut tahta


dan kekuasaan dengan
ayahnya sendiri, yaitu
Sultan Ageng Tirtoyoso

Masa Kolonial Belanda

Pada fase zaman kerajaan ini adalah, mulai terbangunnya


watak opurtunisme bangsa Indonesia. Salah satu contohnya
adalah posisi orang suruhan dalam kerajaan, atau yang lebih
dikenal dengan abdi dalem. Abdi dalem dalam sisi
kekuasaan zaman ini, cenderung selalu bersikap manis untuk
menarik simpati raja atau sultan. Hal tersebut pula yang
menjadi cikal bakal (embrio) lahirnya kalangan opurtunis
yang pada akhirnya juga memiliki potensi jiwa korup.
Raja lebih suka disanjung, dihormati, dihargai, dan tidak suka menerima kritik saran.
Raja dan lingkaran kaum bangsawan mendominasi sumber-sumber ekonomi masyarakat.
Penindasan penduduk pribumi oleh bangsa Indonesia sendiri.

Pasca Kemerdekaan

Orde Lama
Dipimpin : AH
Nasution
Kelemahan :
Pemerintah setengah
hati menjalankan
Dibentuk Badan
Pemberantasan Korupsi
PARAN (Panitia
Retooling Aparatur
Negara)

Operasi
Budhi
Tahun 1963 melalui
Keputusaan Presiden No
275 Tahun 1963 upaya
pemberantasan korupsi
kembali ditegakkan dikenal
Operasi Budhi
Kelemahan : juga
mengalami hambatan
Kelebihan : Dalam 3 bulan
sejak Operasi Budhi jalan,
keuangan negara
diselamatkan kurang lebih
11 Milyar.
Dianggap menggangu
prestise Presiden, Operasi
Budhi dihentikan

Paran/ Operasi Budhi


bubar menjadi Kotrar
(Komando Tertinggi
Retoolling Aparat Revolusi)
Kelemahan :
Pemberantasan korupsi
mengalami stagnasi

Kotrar (Komando
Tertinggi Retoolling
Aparat Revolusi)

Orde Baru
1970 =
Ketidakseriusan TPK
seperti komitmen
Soeharto. Mahasiswa
dan pelajar unjuk rasa
Bulog, Pertamina,
Departemen
Kehutanan dianggap
sarang korupsi

Dibentuk Tim
Pemberantasan
Korupsi (TPK)
Ketua : Jaksa Agung

Komite
Empat
Dibentuk karena
maraknya unjukrasa
Anggota : tokoh-tokoh tua
yang dianggap bersih dan
berwibawa seperti Prof
Johannes, I.J Kasimo, Mr
Wilopo dan A
Tjokroaminoto
Tugas : mem-bersihkan
antara lain Departemen
Agama, Bulog, CV
Waringin, PT Mantrust,
Telkom, dan Pertamina
Disebut MACAN
OMPONG hasil temuan
dugaan korupsi di
Pertamina tak direspon
pemerintah

Dibentuk saat
Laksamana Sudomo
diangkat sebagai
Pangkopkamtib
Tugas : memberantas
korupsi
Kebijakan ini
melahirkan sinisme
masyarakat
Seiring dengan
berjalannya waktu,
Opstib hilang tanpa
bekas

OPSTIB (Operasi
Tertib)

Reformasi

Reformasi