Anda di halaman 1dari 4

0

PENGUKURAN KESEIMBANGAN CAIRAN DAN PENIMBANGAN


BB
(REFLEKSI)

Oleh :
PURBIANTO
NPM 730500031X

PROGRAM PASCA SARJANA FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN


KEKHUSUSAN KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH
UNIVERSITAS INDONESIA

TAHUN 2006
PENGUKURAN KESEIMBANGAN CAIRAN DAN PENIMBANGAN BB PADA
KASUS CKD
(Sebuah Refleksi)

Pengukuran keseimbangan cairan atau balance cairan dan penimbangan BB


merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam mengkaji status cairan pada kasus
CKD. Pada CKD atau penyakit ginjal tahap akhir, ginjal tidak mampu untuk
mengkonsentrasikan atau mengencerkan urin secara normal, respon ginjal yang sesuai
terhadap perubahan masukan cairan dan elektrolit sehari-hari tidak terjadi. Pasien sering
menahan natrium dan cairan, meningkatkan risiko terjadinya edema, gagal jantung
kongestif dan hipertensi.
Pada proses asuhan keperawatan pengukuran keseimbangan cairan dapat
dimasukan dalam semua tahap proses keperawatan mulai dari pengkajian sampai dengan
evaluasi. Data tentang hasil pengukuran intake dan output cairan serta penimbangan BB
pasien sangat mendukung data pemeriksaan fisik pada pasien yang memiliki masalah
gangguan keseimbangan cairan. Keseimbangan cairan tubuh dapat dicapai bila intake dan
output cairan seimbang.
Secara normal, keseimbangan intake dan output cairan normal pada orang dewasa
adalah sebagai berikut
INTAKE
Metabolisme
Peroral
Makanan
Jumlah

OUTPUT
300 mL
1100 1400 mL
800 1000 mL
2200 2700 mL

Urin
Kulit (IWL)
Pencernaan
Jumlah

1200 150 mL
500 600 mL
100 200 mL
2200 2700 mL
Horne&Swearingen, 2001

Prosedur dalam pengukuran intake dan output cairan serta penimbangan BB sangat
mudah untuk dilakukan. Dalam melakukan pengukuran intake output cairan perawat
hanya perlu melakukan pencatatan setiap intake dan output cairan pasien, lalu jumlahkan
setelah mencapai 24 jam, sedangkan untuk BB perawat hanya perlu menimbang pasien
pada waktu, dan timbangan yang sama setiap harinya.
Menurut Horne&Swearingen: 2001, intake cairan berasal dari 1) Hasil
metabolisme, 2) Peroral, 3) Makanan dan 4) Terapi cairan yang lain, sedangkan untuk

2
output cairan dapat berbentuk 1) Urine, 2) Penguapan dari kulit 3) penguapan dari paruparu dan 4) feses.
Pada pasien yang mengalami masalah gangguan keseimbangan cairan, kususnya
yang berlebih, sangatlah penting untuk untuk melakukan pengukuran intake dan output
cairan, penimbangan BB setiap hari, karena peningkatan BB yang akut 0,9 Kg setara
dengan penambahan air 1 liter. Kedua hal diatas menggambarkan adanya retensi cairan
pada tubuh pasien.

1. Gambaran kasus atau kondisi yang terjadi


Pasien laki-laki umur 41 tahun datang ke rumah sakit tanggal 04 Nopember 2006 dengan
keluhan utama sesak nafas yang semakin berat. Sesak ini dirasakan sejak satu minggu
yang lalu, sesak semakin berat dirasakan sejak dua hari yang lalu. Sesak timbul karena
sudah lebih 1 bulan pasisen tidak melakukan cuci darah.
Pada saat pengkajian tanggal 15 Nopember 2006, keluhan yang diungkapkan oleh
pasien adalah berat badan yang semakin memberat. Berat badan yang semakin memberat
ini disebabkan karena adanya edema tungkai dan tumit pada kedua kaki pasien dan asites
serta wajah sembab.
Riwayat penyakit dahulu pasien, pasien menderita hipertensi sejak usia 25 tahun dan
tidak terkontrol. Pasien terbiasa minum obat nyeri kepala (paramex) 2-3 butir perhari bila
sakit kepala sejak 3 tahun yang lalu. Selain itu pasien menyukai makanan yang
bersanten, asin dan minum kurang. Dari keluarga yang menderia hipertensi adalah ibu
kandungnya.
Dari pemeriksaan fisik didapatkan tanda-tanda vital dalam batas normal, kecuali
tekanan darah yang tinggi 180/100 mmHg, BB = 63 Kg dengan TB = 175 cm dengan
lingkar perut 80 cm. kesadaran composmentis, rambut kasar dan jarang, muka sembab,
konjungtiva pucat kanan kiri, sklera anicterik, bibir pucat, tekanan vena jugularis 5 + 2
cmH20. Dari pemeriksaan fisik dada di dapatkan bentuk dada normal, retraksi dinding
dada tidak ada, suara paru bersih pada kedua lapang paru. Bunyi jantung didapatkan
bunyi jantung (BJ)I dan II murni dan reguler. Pada abdomen di dapatkan, lingkar perut 61
cm dan terasa begah. Integumen berwarna pucat dan ekstremitas atas akral hangat,

3
scrotum bengkak. Ekstremitas bawah edema tungkai atau tumit pada kedua kaki, rasa
gatal belum dirasakan dan muncul butiran uremik pada daerah lutut dan tumit.
Dari hasil pengkajian diatas, maka dirumuskan masalah utama pasien adalah
gangguan keseimbangan cairan (berlebih). Beberapa rencana tindakan keperawatan
ditetapkan untuk mengatasi masalah keperawatan utama tersebut antara lain 1). Kaji
denyut jantung, 2). Ukur intake dan output, 3). Batasi intake sodium dan potasium, 4).
Timbang berat badan tiap hari dengan alat dan pakaian yang sama, 5). Kaji kulit, wajah,
area tergantung untuk edema, 6). Auskultasi paru dan jantung, 7). Pertahankan duduk
atau tirah baring dengan posisi semi Fowler, 8). Pantau haluaran urine, catat jumlah dan
warna.