Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN ( SAP )

PENYULUHAN KESEHATAN LANSIA


Cabang Ilmu

: Keperawatan Komunitas

Topik

: Proses Menjadi Tua

Hari/ Tanggal

: Sabtu, 11 Oktober 2014

Waktu

: 20 menit

Tempat

: Posyandu Lansia ( Rumah Bpk. Nurdin )

Sasaran

: Lansia/ pengunjung posyandu Lansia

Metode

: Ceramah Dan Diskusi

Media

: LCD, Leaflet

Materi

: Terlampir

A. Tujuan Instruksional Umum


Setelah diberikan materi penyuluhan mampu memahami tentang proses menjadi
tua dan perilaku hidup sehat agar tehindar dari penyakit-penyakit pada lansia..
B. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah penyampaian materi, peserta mampu :
1. Menyebutkan batas usia yang termasuk lansia.
2. Menyebutkan proses penuaan
3. Menyebutkan faktor yang mempengaruhi proses penuaan.
4. Menyebutkan perubahan yang terjadi pada lansia
5. Menyebutkan perilaku sehat pada lansia
6. Menyebutkan perawatan lansia.
C. Metode
-

Ceramah

Diskusi

D. Kegiatan Penyuluhan
No.
1.

KEGIATAN

KEGIATAN

PENYULUHAN PENYULUH
Membuka

Memberi salam
penyuluhan

(5 menit)

PESERTA

Menyimak
(mendengarkan dan

Memberi gambaran umum tentang

memperhatikan)

proses menua

2.

KEGIATAN

Penyajian materi

(15 menit)

Menggali

pengetahuan

peserta

tentang lanjut usia


Menjelaskan tentang proses menua
Menjelaskan

tentang

apa

yang

Menjelaskan tentang

dengan

seksama

(mendengarkan dan

mempengaruhi proses menua.

Menyimak

faktor-faktor

memperhatikan)

yang mempengaruhi proses menua.

Menjelaskan perubahan-perubahan
yang terjadi pada lansia.

Menjelaskan

gejala-gejala

yang

mungkin timbul pada lansia.


3

Menutup

penyuluhan
(20 menit)

Menjelaskan perawatan lansia.


Menyimpulkan materi yang telah
disampaikan

Memberi
sasaran

penjelasan
kesempatan

kepada

untuk menanyakan hal-hal

yang belum jelas


E. Media
-

Leaflet, LCD

F. Evaluasi
Menanyakan secara langsung kepada sasaran mengenai materi yang telah
disampaikan.

Menyimak
penyuluh
Bertanya

MATERI PENYULUHAN PROSES MENUA


A. Pengertian
Proses menua adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan-lahan
kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri/mengganti dan mempertahankan fungsi
normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan
yang diderita (Nugroho, 2000)
B. Batas-Batas Lanjut Usia.
Ismayadi (2004) menyebutkan batasan usia menurut WHO dan UU No $ tahun 1965;
1. Batasan usia menurut WHO meliputi :
- Usia pertengahan (middle age), yaitu kelompok usia 45 sampai 59 tahun
- Lanjut usia (elderly), antara 60 sampai 74 tahun
- Lanjut usia tua (old), antara 75 sampai 90 tahun
- Usia sangat tua (very old), diatas 90 tahun
2. Menurut UU No. 4 tahun 1965 pasal 1 dinyatakan sebagai berikut :
Seorang dapat dinyatakan sebagai seorang jompo atau lanjut usia setelah
yang bersangkutan mencapai umur 55 tahun, tidak mempunyai atau tidak
berdaya mencari nafkah sendiri untuk keperluan hidupnya sehari-hari dan
menerima nafkah dari orang lain.
C. Perubahan yang terjadi pada lansia
1) Perubahan fisik
a) Sistem Indera
Lensa kehilangan elastisitas dan kaku, otot penyangga lensa lemah,
ketajaman penglihatan dan daya akomodasi dari jarak jauh atau dekat
berkurang, penggunaan kacamata dan sistem penerangan yang baik dapat
digunakan.

Sistem

pendengaran,

presbiakusis

(gengguan

pada

pendengaran) oleh karena hilangnya kemampuan (daya) pendengaran pada


telinga dalam (Nugroho, 2008).

b) Sistem Muskuloskeletal

Perubahan pada kolagen merupakan penyebab turunnya fleksibilitas


pada lansia sehingga menimbulkan dampak berupa

nyeri, penurunan

kemampuan untuk meningkatkan kekuatan otot, kesulitan bergerak dari


duduk ke berdiri, jongkok, berjalan dan hambatan dalam melakukan
kegiatan sehari-hari (Azizah, 2011).
c) Sistem Kardovaskuler dan Respirasi
Masa jantung bertambah, ventrikel kiri mengalami hipertrofi dan
kemampuan peregangan jantung berkurang karena perubahan pada
jaringan ikat, konsumsi oksigen pada tingkat maksimal berkurang
sehingga kapasitas paru menuru (Azizah, 2011).
Paru kehilangan elastisitas, kapasitas residu meningkat, menarik napas
lebih berat, ukuran alveoli melebar dan jumlahnya berkurang, reflex dan
kemampuan untuk batuk berkurang (Nugroho, 2008).
d) Sistem Perkemihan
Menurut Ebersole dan Hess dalam Azizah (2011), pola berkemih tidak
normal, seperti banyak berkemih di malam hari, sehingga mengharuskan
mereka pergi ke toilet sepanjang malam. Hal ini menunjukkan
inkontinensia urin meningkat.
e) Sistem Saraf
Lansia mengalami penurunan koordinasi dan kemampuan

dalam

melakukan aktivitas sehari-hari. Koordinasi keseimbangan, kekuatan otot,


reflek, perubahan postur dan peningkatan waktu reaksi (Surini dan Utomo
dalam Azizah, 2011).
2) Perubahan Kognitif
a) Memori (Daya Ingat, Ingatan)
Kenangan jangka panjang, beberapa jam sampai beberapa hari yang lalu dan
mencakup beberapa perubahan. Kenangan jangka pendek atau seketika (010 menit). Kenangan buruk (bisa kearah demensia) (Nugroho, 2008).

b) Intelegentia Quocient (IQ)

IQ tidak berubah dengan informasi matematika dan perkataanverbal.


Penampilan, persepsi, dan keterampilan psikomotor berkurang. Terjadi
perubahan pada daya membayangkan kerena tekanan faktor waktu
(Nugroho, 2008).
D. Upaya agar tetap bugar dimasa tua
Ismayadi (2004) menyebutkan untuk dapat tetap bugar di masa tua ada beberapa
hal yang harus dalakukan yaitu :
1. Makan makanan gizi seimbang
Banyak bukti yang menunjukkan bahwa diet adalah salah satu faktor
yang mempengaruhi kesehatan seseorang.

Dengan tambahnya usia

seseorang, kecepatan metabolisme tubuh cenderung turun, oleh karena itu,


kebutuhan gizi bagi para lanjut usia, perlu dipenuhi secara adekuat.
Kebutuhan kalori pada lanjut usia berkurang, hal ini disebabkan karena
berkurangnya kalori dasar dari kegiatan fisik. Kalori dasar adalah kalori
yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan tubuh dalam keadaan istirahat,
misalnya : untuk jantung, usus, pernafasan, ginjal, dan sebagainya. Jadi
kebutuhan kalori bagi lansia harus disesuaikan dengan kebutuhannya.
Petunjuk menu bagi lansia adalah sebagai berikut (Depkes, 1991):
-

Menu bagi lansia hendaknya mengandung zat gizi dari berbagai


macam bahan makanan yang terdiri dari zat tenaga, pembangun dan
pengatur.

Jumlah kalori yang baik untuk dikonsumsi lansia 50% adalah hidrat
arang yang bersumber dari hidrat arang komplex (sayur sayuranan,
kacang- kacangan, biji bijian).

Sebaiknya jumlah lemak dalam makanan dibatasi, terutama lemak


hewani.

Makanan sebaiknya mengandung serat dalam jumlah yang besar yang


bersumber

Pada buah, sayur dan beraneka pati, yang dikonsumsi dengan jumlah
bertahap.

Menggunakan bahan makanan yang tinggi kalsium, seperti susu non


fat, yoghurt, ikan.

Makanan yang mengandung zat besi dalam jumlah besar, seperti


kacang kacangan, hati, bayam, atau sayuran hijau.

Membatasi penggunaan garam, hindari makanan yang mengandung


alkohol.

Makanan sebaiknya yang mudah dikunyah.

Bahan makanan sebagai sumber zat gizi sebaiknya dari bahan bahan
yang segar dan mudah dicerna.

Hindari makanan yang terlalu manis, gurih, dan goreng gorengan.

Makan disesuaikan dengan kebutuhan

2. Olah raga teratur


3. Istirahat dan tidur yang cukup
4. Minum air putih 2- 3 liter
5. Perbaiki faktor mental pada lansia
6. Tingkatkan aktivitas fisik sesuai dengan kemampuan
E. PERAWATAN LANSIA
Nugroho (1995), mengatakan ada beberapa halyang harus diperhatikan dalam
merawat lansia :
1.

Memberikan dukungan keluarga

2.

Memberikan rasa nyaman

3.

Tempatkan semua peralatan pribadi pada tempat yang mudah


diambil

4.

Berikan kesempatan orang tua untuk mengetahui segala


sesuatu / bertanya

5.

Libatkan dalam pengambilan keputusan

6.

Menyediakan sarana yang dapat membantu hambatan


pendengaran, komunikasi, dll.

7.

Meningkatkan harga diri


-

Tetap bercerita

Menyapa dengan suara yang lembut dan sopan

Berikan sentuhan seperti orang tua kita lakukan dulu sewaktu kita masih

kecil.
-

Berikan pujian

Berikan waktu untuk melakukan kegiatan

F. MENGATASI PENURUNAN SELERA MAKAN


-

Dianjurkan untuk memakan buah buahan dan sayuran segar sebagai


sumber vitamin C dan kacang tanah, padi padian untuk vitamin B.

Mengurangi kebiasaan seperti : merokok, alkohol.

G. MENGATASI MASALAH PENGUNYAHAN


-

Makanan yang disajikan harus lembut dan agak berair

Potonglah makanan menjadi bagian bagian kecil

DAFTAR PUSTAKA
Depkes, R.I (1991).,Petunjuk Menyusun Menu Bagi Lanjut Usia., Depkes, Jakarta.
Hartono., (2001).,Upaya-upaya Hidup Sehat Sampai Tua, Depot Informasi Obat, Jakarta.
Nugroho, (2000).,Keperawatan Gerontik. EGC, Jakarta.
Nugroho., (1995).,Perawatan Lanjut Usia, EGC, Jakarta.