Anda di halaman 1dari 15

QBD 2

Pengelolaan
Bencana
ANINDYA GIODHANI 1406578735

Outline

Pengelolaan bencana pada berbagai skala

Triase bencana

Rapid need assessment

Masalah yang dapat terjadi dalam pengelolaan bencana pada


berbagai skala

Mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana pada berbagai


skala

Pengelolaan Bencana pada


Berbagai Skala
Lokal

Nasional

Rencana Aksi
Beijing (Beijing
Action Plan)

Rencana
Pembangunan
Jangka
Menengah
Nasional

Internasional
Aksi Hyogo
Strategi
Yokohama

Triase Bencana
Definisi
Proses pengelompokan penderita-penderita sakit
dan cidera pada kejadian massal atau bencana
untuk menentukan penderita mana yang harus
menerima perawatan terlebih dahulu

Tujuan
Menolong
orang
sebanyak
mungkin
untuk
mendapatkan kesempatan terbesar untuk tetap
hidup

Penandaan Korban pada Triase

Merah
Kuning
Hijau
Hitam

Penderita
mengalami
gangguan
(airway, breathing, circulation)

ABC

Penderita tanpa gangguan airway dan


breathing tetapi dapat memburuk perlahan

Penderita dengan luka ringan atau histeris

Penderita meninggal

Metode START

Rapid Need Assessment

Kunci sebuah keputusan dalam kegawatdaruratan


kesehatan, seperti kebutuhan intervensi, jenis dan
ukuran intervensi, haruslah dibuat dengan cepat

Tujuan Rapid Need Assessment

Besarnya darurat dan penduduk yang terkena dampak

Kelompok populasi yang rentan dengan kematian atau penyakit

Prioritas kesehatan saat ini dan masalah kesehatan masyarakat yang


potensial

Ketersediaan makanan, air, tempat tinggal, klinik, dan rumah sakit

Kondisi lingkungan

Rencana yang akan dilakukan oleh pemerintah atau militer

Kehadiran, rencana dan kegiatan organisasi internasional maupun


lokal

Dibutuhkan atau tidaknya dukungan atau intervensi dari luar

Bahaya yang akan datang

Contoh Form Rapid Need


Assessment

Sumber: http://www.mdmc.or.id/index.php/download-file/category/6-panduan-tanggap-darurat?download=11:pedoman-asesmen-tanggap-darurat

Masalah yang Dapat Terjadi dalam Pengelolaan


Bencana pada Berbagai Skala
Permasalahan Kesehatan
Penyakit yang timbul akibat bencana tersebut

K3
Kepanikan akibat bencana menimbulkan kerugian lainnya

Kesehatan Lingkungan
Kurang air bersih
Rendahnya PHBS
Pengelolaan sampah yang buruk

Gizi
Kurangnya pasokan bahan pangan

Pelayanan Kesehatan
Minimnya fasilitas

Pengungsian
Pengungsian yang tidak layak

Logistik dan Surveillance


Letak geografis yang sulit untuk dijangkau sehingga logistik terhambat

Mitigasi Menghadapi Bencana pada Berbagai


Skala

Serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik


melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan
peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana Bab 1 Pasal 1 Ayat 9

Jenis Mitigasi
Aktif

Pasif

Pembuatan dan penempatan tanda-tanda


peringatan, bahaya, larangan memasuki
daerah rawan bencana
Pengawasan
terhadap
pelaksanaan
berbagai peraturan tentang penataan
ruang, ijin mendirikan bangunan (IMB), dan
peraturan lain yang berkaitan dengan
pencegahan bencana
Pelatihan dasar kebencanaan bagi aparat
dan masyarakat
Pemindahan penduduk dari daerah yang
rawan bencana ke daerah yang lebih aman
Penyuluhan dan peningkatan kewaspadaan
masyarakat
Perencanaan
daerah
penampungan
sementara dan jalur-jalur evakuasi jika
terjadi bencana
Pembuatan
bangunan
struktur
yang
berfungsi untuk mencegah, mengamankan
dan mengurangi dampak yang ditimbulkan
oleh bencana

Penyusunan peraturan perundang-undangan


Pembuatan peta rawan bencana dan
pemetaan masalah
Pembuatan pedoman/standar/prosedur
Pembuatan brosur/leaflet/poster
Penelitian/pengkajian karakteristik bencana
Pengkajian/analisis risiko bencana
Internalisasi PB dalam muatan lokal
pendidikan
Pembentukan organisasi atau satuan gugus
tugas bencana
Perkuatan
unit-unit
sosial
dalam
masyarakat, seperti forum
Pengarus-utamaan PB dalam perencanaan
pembangunan

Kesiapsiagaan Menghadapi
Bencana pada Berbagai Skala
Serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk
mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian
serta melalui langkah yang tepat guna dan
berdaya guna.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana Bab 1 Pasal 1 Ayat 7

Langkah Kesiapsiagaan

Pengaktifan pos-pos siaga bencana dengan segenap unsur pendukungnya

Pelatihan siaga/simulasi/gladi/teknis bagi setiap sektor Penanggulangan


bencana (SAR, sosial, kesehatan, prasarana dan pekerjaan umum)

Inventarisasi sumber daya pendukung kedaruratan

Penyiapan dukungan dan mobilisasi sumberdaya/logistik

Penyiapan sistem informasi dan komunikasi yang cepat dan terpadu guna
mendukung tugas kebencanaan

Penyiapan dan pemasangan instrumen sistem peringatan dini (early


warning)

Penyusunan rencana kontinjensi (contingency plan)

Mobilisasi sumber daya (personil dan prasarana/sarana peralatan)

Daftar Pustaka

Anonymous. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 Tentang


Penanggulangan Bencana, [online] Available at:
<https://scele.ui.ac.id/pluginfile.php/301515/mod_resource/content/0/UU_RI_Bencana.p
df> [Accessed on February, 28th 2016]

Bappenas. Program pembangunan perserikatan bangsa-bangsa. 2006-2009. Rencana


Aksi Nasional Pengurangan Risiko Bencana, [online] Available at:
<http://www.bappenas.go.id/files/5113/5022/6066/versi-bahasaindonesia__20081122175120__826__0.pdf> [Accessed on February, 28 th 2016]

Coppola, Damon P., 2007, Introduction of International Disaster Management. UK:


Elsevier.

Lestari, Fatma, et al., 2016, Buku Panduan Praktikum Modul Bencana, [online] Available
at: <https://scele.ui.ac.id/pluginfile.php/301523/mod_resource/content/0/Panduan
%20Praktikum%20dan%20QBD%205%202016.pdf> [Accessed on February, 28 th 2016]

The Johns Hopkins and Red Cross Red Crescent., 2008, Public Health Guide in
Emergencies. Switzerland.