Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Nyamuk adalah serangga antropoda yang dapat mengeluarkan
infection agent dari sumber insfeksi kepada induk semang yang rentan
(Suceptibility Host).Contohnya nyamuk anopheles atau semua nyamuk yang
memindahkan plasmodium. Nyamuk merupakan serangga yang sangat di
kenal oleh manusia, antara nyamuk dan manusia bisa di katakan hidup
berdampingan,bahkan nyaris tanpa batas. Yang terjadi kehadiran nyamuk di
anggap mengganggu kehidupan manusia.
Nyamuk selalu dapat menemukan sasarannya dengan tepat karena
mereka melihat dengan gerakan, panas tubuh, dan bau tubuh. Sewaktu
nyamuk hinggap di tubuh dia menempelkan mulutnya yang mirip sedotan
disebut juga probosis. Lalu terdapat pisau yang merobek kulit kamu maju
mundur, hingga menemukan urat darah, setelah itu baru darah yang ada di
hisap. Dalam prosesnya nyamuk juga mengeluarkan air liur yang
mengandung antikoagulan untuk mencegah darah yang dia hisap membeku.
Proses ini berlangsung cepat dan seolah-olah proses yang terjadi adalah
nyamuk menusuk tubuh padahal tidak begitu, nyamuk membedah kita seperti
layaknya dokter bedah yang cepat dan akurat. Setalah nyamuk kenyang dia
akan mencabut probiosis dan terbang. Air liur yang tertinggal di kulit kita
akan merangsang tubuh layaknya ada benda asing yang mengganggu,
terjadilah proses yang dikenal dengan alergi, dan yang terjadi adalah bentolbentol dan gatal.
Nyamuk (Diptera: Culicidae) merupakan vektor beberapa penyakit
baik pada hewan mau pun manusia. Banyak penyakit pada hewan dan
manusia dalam penularannya mutlak memerlukan peran nyamuk sebagai
vektor dari agen penyakitnya, seperti filariasis dan malaria. Sebagian pesies
nyamuk dari genus Anopheles dan Culex yang bersifat zoofilik berperan
dalam penularan penyakit pada binatang dan manusia, tetapi ada juga spesies
nyamuk antropofilik yang hanya menularkan penyakit pada manusia. Salah

satu penyakit yang mempunyai vektor nyamuk adalah Demam Berdarah


Dengue (Sudarmaja,2009).
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu
masalah kesehatan lingkungan yang cenderung meningkat jumlah penderita
dan semakin luas daerah penyebarannya, sejalan dengan meningkatnya
mobilitas dan kepadatan penduduk. Penyakit demam yang ditularkan oleh
nyamuk Aedes aegypti selain demam berdarah dengue (Dengue Hemorrhagic
Fever) adalah demam dengue (Dengue Fever) yang dikenal sebagai
Cikungunyah (Break Bone Fever) di Indonesia (Supartha,2008). Aedes
aegypti lebih berperan dalam penularan penyakit ini, karena hidupnya di
dalam dan di sekitar rumah, sedangkan Aedes albopictus di kebun, sehingga
lebih jarang kontak dengan manusia (Yudhastuti,2005).
I.2 Tujuan:
I.2.1 Tujuan Umum
Melaksanakan fogging sebagai salah satu upaya untuk memberantas
nyamuk yang merupakan vektor penyakit demam berdarah sehingga rantai
penularan penyakit bisa diputuskan.
I.2.2 Tujuan Khusus
1. Untuk mengetahui cara penggunaan alat foggging.
2. Untuk Mengetahui cara peracikan insektisida.
3. Untuk mengendalikan nyamuk dewasa yang terdapat pada daerah yang
ada kasus DBD.
4.

Untuk

meningkatkan

partisipasi

masyarakat

dalam

menjaga

lingkungan

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Demam Berdarah
Demam berdarah dengue /DBD (dengue hemoragik fever /DHF)
adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui
gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang mana
menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem
pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan-perdarahan. Penyakit
ini tercatat dalam sejarah untuk pertama kali menjadi endemi pada tahun 1779
- 1780 di Asia, Afrika dan juga di Amerika Utara dan terjadi secara hampir
bersamaan. DBD ini banyak di temukan di daerah tropis yang curah hujannya
cukup tinggi. Sebab nyamuk akan mudah berkembang biak di daerah yang
tergenang air. Umumnya sering terjadi di daerah Asia Tenggara, khususnya
Indonesia.
Virus dengue sebagai penyebab penyakit demam berdarah dengue,
merupakan mikroorganisme yang sangat kecil hanya dapat dilihat dengan
mikroskop elektron. Virus hanya dapat hidup di dalam sel hidup, maka demi
kelangsungan hidupnya, virus harus bersaing dengan sel manusia yang
ditempati terutama untuk kebutuhan protein. Apabila daya tahan tubuh
seseorang yang terkena infeksi virus tersebut rendah, sebagai akibatnya sel
jaringan akan semakin rusak bila virus tersebut berkembang banyak maka
fungsi organ tubuh tersebut baik, maka akan sembuh dan timbul kekebalan
terhadap virus dengue yang pernah masuk ke dalam tubuhnya. Virus dengue
tersebar sangat luas di benua Asia, Afrika, Amerika dan juga Australia dengan
endemisitas dan kombinasi tipe virus yang belum tentu sama. Asia tenggara
termasuk salah satu wilayah endemik dimana keempat tipe virus dapat
ditemukan.
2.2 Penyebab Demam Berdarah Dengue
Penyebab penyakit adalah virus dengue. Virus ini termasuk kelompok
arthropoda. Borne viruses (arbovirosis). Sampai saat ini dikenal ada 4
serotype virus yaitu :

1. dengue 1 diisolasi oleh sabin pada tahun 1944


2. dengue 2 diisolasi oleh sabin pada tahun 1944
3. dengue 3 diisolasi oleh sather
4. dengue 4 diisolasi oleh sather
Keempat type virus tersebut telah ditemukan diberbagai daerah di
indonesia dan yang terbanyak adalah type 2 dan type 3. penelitian di
indonesia menunjukkan dengue type 3 merupakan serotype virus yang
dominan menyebabkan kasus yang berat.
2.3 Penularan DBD
DBD dapat dengan mudah menular melalui vektor penularnya, yakni
nyamuk Aedes aegypti melalui gigitannya. Meskipun nyamuk Aedes
albopictus dapat menularkan DBD tetapi peranannya dalam penyebaran
penyakit sangat kecil, karena biasanya hidup di kebun-kebun. Seminggu
setelah digigit oleh nyamuk Aedes aegypti yang mengandung virus dengue,
maka orang tersebut akan jatuh sakit demam berdarah, atau dapat juga tetap
sehat tetapi menjadi carrier (sumber penular dengan menyimpan virus
dengue). Karena nyamuk yang menggigit orang yang darahnya mengandung
virus dengue, sepanjang nyamuk tersebut hidup akan tetap mengandung virus
dengue dan setiap saat dapat ditularkan kepada orang lain melalui gigitannya
pula (menggigit pada siang hari). Apabila terdapat tetangga Anda yang
menderita DBD dan lokasi rumahnya berada tidak jauh dari rumah Anda,
maka perlu diwaspadai akan keberadaan nyamuk Aedes aegypti, hal ini
karena kemampuan terbang nyamuk tersebut +40 m, dan jangkauan terbang
maksimal sejauh 100 m. Sehingga secepatnya melakukan pembersihan
terhadap tempat-tempat penampungan air di sekitar Anda atau menghubungi
Puskesmas terdekat.
Sehingga setiap orang dapat terserang demam berdarah setelah digigit
oleh nyamuk Aedes aegypti yang mengandung virus dengue. Hanya saja
ketahanan tubuh setiap orang yang memungkinkan tingkat kasus DBD

berbeda satu sama lain. Sehingga selain memberantas vektor penular dan
menghindarinya, ada baiknya setiap orang menjaga imunitasnya sehingga
dapat terhindar dari kasus DBD.
2.4 Tempat Penularan DBD
Penularan DBD dapat terjadi di semua tempat yang terdapat nyamuk
penularnya. Tempat potensial untuk terjadi penularan DBD adalah :
1. Wilayah yang banyak kasus DBD (endemis)
2. Tempat-tempat umum yang menjadi tempat berkumpulnya orang-orang
yang datang dari berbagai wilayah. Tempat-tempat tersebut antara lain :

Sekolah, karena anak/murid sekolah berasal dari berbagai wilayah selain


itu merupakan kelompok umur yang paling susceptible terserang DBD

Rumah sakit/Puskesmas dan sarana pelayanan kesehatan lainnya. Karena


dalam hal ini orang yang datang dari berbagai wilayah dan kemungkinan
diantaranya adalah penderita DBD atau carier virus dengue

Tempat umum lainnya seperti : hotel, pertokoan, pasar, restoran, dan


tempat ibadah

3. Pemukiman baru di pinggir kota


Karena di lokasi ini penduduknya berasal dari berbagai wilayah, maka
kemungkinan diantaranya terdapat penderita atau carier yang membawa virus
dengue yang berlainan dari masing-masing lokasi asal.
2.5 Gejala Demam Berdarah Dengue
A.Gejala Awal
Gejala klinis demam berdarah dengue pada saat awal penyakit (hari
demam 1-3) dapat menyerupai penyakit lain seperti radang tenggorokan,
campak, dan tifus.
a. Demam

Demam pada penyakit demam berdarah ini secara mendadak dan


berkisar antara 38,50C-40C, Pada anak-anak terjadi peningkatan suhu
yang mendadak. Pada orang dewasa pada saat gejala awal seringkali
tidak begitu dihiraukan oleh karena demam datang dengan tiba-tiba.
Mereka tetap melakukan kegiatan seperti biasanya dan baru merasakan
sakit bila timbul gejala berikutnya yaitu lesu, tidak enak makan dan lain
sebagainya.
b. Lesu
Disamping demam tinggi dan mendadak penderita demam berdarah
dengue akan mengeluh atau terlihat lesu dan lemah. Badan akan makin
bertambah lemah oleh karena nafsu makan menghilang sama sekali baik
minum maupun makan, rasa mual dan rasa tidak enak di perut dan
didaerah ulu hati menyebabkan semua makanan dan minuman yang
dimakan keluar lagi. Rasa mual, muntah dan nyeri pada ulu hati akan
makin bertambah bila penderita minum obat penurun panas yang dapat
merangsang lambung. Pada anak kecil dapat disertai mencret 3-5 kali
sehari, cair, tanpa lendir. Jadi, bila seorang anak menderita mencret
disertai demam tinggi kita harus waspada demam berdarah apalagi terjadi
pada bayi atau anak kecil di bawah umur 2 tahun. Demam berdarah
dengue sebagai penyakit virus sering menyebabkan muka dan badan anak
kemerahan seperti udang rebus (flushing) dan bila dipegang badan
sangat panas.
c. Nyeri Perut
Nyeri perut merupakan gejala yang penting pada demam berdarah
dengue. Gejala ini tampak jelas pada dewasa oleh karena mereka telah
dapat merasakan. Nyeri perut dapat dirasakan di daerah ulu hati dan
daerah di bawah lengkung iga sebelah kanan. Nyeri perut di bawah
lengkung iga sebelah kanan lebih mengarah pada penyakit demam
berdarah dengue dibandingkan nyeri perut pada ulu hati. Pada gejala
selanjutnya dapat diikuti dengan perdarahan pembuluh darah kecil pada

selaput tersebut. Sedangkan nyeri perut di daerah ulu hati yang


menyerupai gejala sakit lambung (sakit maag) dapat juga disebabkan
oleh rangsangan obat penurun panas khususnya obat golongan aspirin
atau asetosal. Pada anak-anak perasaan nyeri perut dapat menjalar dan
dirasakan pada daerah pusar sehingga kadangkala sulit dibedakan dengan
nyeri perut pada demam berdarah dengue. Apalagi gejala radang usus
buntu juga disertai dengan demam, muntah, dan nyeri perut.
d. Tanda Perdarahan
Perdarahan

kulit

merupakan

perdarahan

yang

terbanyak

ditemukan. Bintik kemerahan sebesar ujung jarum pentul menyerupai


bintik gigitan nyamuk. Maka, untuk membedakan bintik merah yang
disebabkan oleh karena perdarahan pada demam berdarah dengan bintik
karena gigitan nyamuk, carilah juga di daerah yang terlindung pakaian
(misalnya dada dan punggung) sehingga hampir dapat dipastikan
terlindung dari gigitan nyamuk. Kemudian coba tekan bintik merah
tersebut: bila menghilang itu berarti gigitan nyamuk dan sebaliknya bila
menetap itu adalah perdarahan kulit, juga pada perabaan pada gigitan
nyamuk akan teraba menonjol sedangkan pada demam berdarah bintik
tersebut rata dengan permukaan kulit.

Perdarahan lain yang sering

ditemukan adalah mimisan. Terutama pada anak perlu diperhatikan


apakah anak sering menderita mimisan sebelumnya. Mimisan, terbanyak
disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di daerah selaput lendir
hidung yang disebabkan oleh rangsangan baik dari dalam ataupun dari
luar tubuh seperti demam tinggi, udara yang terlampau dingin, udara
yang terlampau panas, terlampau letih sehingga kurang istirahat atau
makan kurang teratur, dan sebagainya.
e. Gejala Lain
Seorang anak yang mempunyai riwayat kejang bila demam, pada
saat demam tinggi dapat terjadi kejang. Walaupun harus difikirkan juga
adanya penyakit infeksi lain seperti radang otak atau selaput otak,

terutama bila anak setelah kejang tidak sadar kembali. Gejala lain yang
sering dikeluhkan oleh orang dewasa menyertai penyakit demam
berdarah dengue adalah nyeri kepala, nyeri di belakang mata, rasa pegalpegal pada otot dan sendi. Keluhan-keluhan ini pada orang dewasa sangat
mengganggu sehingga cepat mencari pengobatan, sedangkan anak-anak
biasanya belum mengeluh atau keluhan tersebut tidak dirasakan
mengganggu.
B. Gejala Lanjutan
Gejala selanjutnya terjadi pada hari sakit ke 3-5, merupakan saat-saat
yang berbahaya pada penyakit demam berdarah dengue. Suhu badan akan
turun, jadi seolah-olah anak sembuh oleh karena tidak demam lagi. Apabila
demam menghilang tetapi anak bertambah lemah, ingin tidur, dan tidak mau
makan/ minum apapun apalagi disertai nyeri perut, ini merupakan tanda
awal terjadinya syok. Keadaan syok merupakan keadaan yang sangat
berbahaya oleh karena semua organ tubuh akan kekurangan oksigen dan hal
ini dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat.

Apabila

syok

yang telah diterangkan sebelumnya tidak diobati dengan baik maka akan
menyusul gejala berikutnya yaitu perdarahan dari saluran cerna. Perdarahan
saluran cerna ini dapat ringan atau berat tergantung dari berapa lama syok
terjadi sampai diobati dengan tepat. Penurunan kadar oksigen di dalam
darah akan memicu terjadinya perdarahan, makin lama syok terjadi makin
rendah kadar oksigen di dalam darah maka makin hebat perdarahan yang
terjadi. Pada awalnya perdarahan saluran cerna tidak terlihat dari luar, oleh
karena terjadi di dalam perut. Yang akan tampak hanya perut yang semakin
lama semakin membuncit dan nyeri bila diraba. Selanjutnya akan terjadi
muntah darah dan berak darah/ berak hitam. Pada saat terjadi perdarahan
hebat penderita akan sangat kesakitan, tetapi bila syok sudah lama terjadi
penderita pada umumnya sudah tidak sadar lagi. Perdarahan lain yang dapat
terjadi adalah perdarahan di dalam paru. Anak akan lebih sesak lagi, makin
gelisah, dan sangat pucat. Kematian makin dipercepat dengan adanya
perdarahan di dalam otak.

Pada hari sakit keenam dan seterusnya, merupakan saat penyembuhan.


Saat ini demam telah menghilang dan suhu menjadi normal kembali, tidak
dijumpai lagi perdarahan baru, dan nafsu makan timbul kembali. Pada
umumnya, setelah seseorang sembuh dari sakitnya anak masih tampak
lemah, muka agak sembab disertai perut agak tegang tetapi beberapa hari
kemudian kondisi badan anak akan pulih kembali normal tanpa gejala sisa.
Sebagai tanda penyembuhan kadangkala timbul bercak-bercak merah
menyeluruh di kedua kaki dan tangan dengan bercak putih diantaranya, pada
orang dewasa mengeluh gatal pada bercak tersebut. Jadi, bila telah timbul
bercak merah yang sangat luas di kaki dan tangan anak itu pertanda anak
telah sembuh dan tidak perlu dirawat lagi.
2.6 Pertolongan Pertama pada Penderita Demam Berdarah Dengue
Seorang yang menderita penyakit demam berdarah pada awalnya akan
menderita demam tinggi. Dalam keadaan demam ini tubuh banyak
kekurangan cairan oleh karena terjadi penguapan yang lebih banyak daripada
biasa. Cairan tubuh makin berkurang bila anak terus menerus muntah atau
tidak mau minum. Maka pertolongan pertama yang terpenting adalah
memberikan minum sebanyak-banyaknya.
Berikanlah minum kira-kira 2 liter (8 gelas) dalam satu hari atau 3
sendok makan setiap 15 menit. Minuman yang diberikan sesuai selera anak
misalnya air putih, air teh manis, sirup, sari buah, susu, oralit, softdrink, dapat
juga diberikan nutricious diet yang banyak beredar saat ini. Dengan
memberikan minum banyak diharapkan cairan dalam tubuh tetap stabil.
Untuk memantau bahwa cairan tidak kurang, perhatikan jumlah kencing anak.
Apabila anak banyak buang air kecil, minimal 6 kali dalam satu hari berarti
jumlah cairan yang diminum anak mencukupi.
Demam yang tinggi demikian juga akan mengurangi cairan tubuh dan
dapat menyebabkan kejang pada anak yang mempunyai riwayat kejang bila
demam tinggi, oleh karena itu harus segera diberikan obat penurun panas.
Untuk menurunkan demam, berilah obat penurun panas. Untuk jenis obat
penurun panas ini harus dipilih obat yang berasal dari golongan parasetamol

atau setaminophen, jangan diberikan jenis asetosal atau aspirin oleh karena
dapat merangsang lambung sehingga akan memperberat bila terdapat
perdarahan lambung. Kompres dapat membantu bila anak menderita demam
terlalu tinggi sebaiknya diberikan kompres hangat dan bukan kompres dingin,
oleh karena kompres dingin dapat menyebabkan anak menggigil. Sebagai
tambahan untuk anak yang mempunyai riwayat kejang demam disamping
obat penurun panas dapat diberikan obat anti kejang. Pada awal sakit yaitu
demam 1-3 hari, seringkali gejala menyerupai penyakit lain seperti radang
tenggorokan, campak, atau demam tifoid (tifus), oleh sebab itu, diperlukan
kontrol ulang ke dokter apabila demam tetap tinggi 3 hari terus menerus
apalagi anak bertambah lemah dan lesu. Untuk membedakan dengan penyakit
lain seperti tersebut di atas, pada saat ini diperlukan pemeriksaan darah dapat
dilakukan. Pemeriksaan darah diperlukan untuk mengetahui apakah darah
cenderung menjadi kental atau lebih. Bila keadaan anak masih baik, artinya
tidak ada tanda kegawatan dan hasil laboratorium darah masih normal, maka
anak dapat berobat jalan. Kegawatan masih dapat terjadi selama anak masih
demam, sehingga pemeriksaan darah seringkali perlu diulang kembali.
2.7 Kapan Penderita Harus Dibawa ke Rumah Sakit ?
Seorang yang diduga menderita demam berdarah akan mengalami
bahaya bila mendapat syok dan perdarahan hebat. Untuk mencegah hal-hal
tersebut, maka penderita dianjurkan dirawat di rumah sakit. Seseorang harus
dirawat apabila menderita dianjurkan dirawat di rumah sakit. Seseorang harus
dirawat apabila menderita gejala-gejala di bawah ini:
A. Demam terlalu tinggi (lebih dari 39C atau lebih)
B. Muntah terus menerus
C. Tidak dapat atau tidak mau minum sesuai anjuran
D. Kejang
E. Perdarahan hebat, muntah atau berak darah

10

F. Nyeri perut hebat


G. Timbul gejala syok, gelisah atau tidak sadarkan diri, nafas cepat, seluruh
badan teraba dan lembab, bibir dan kuku kebiruan, anak merasa haus,
kencing berkurang atau tidak ada sama sekali
H. Hasil laboratorium menunjukkan peningkatan kekentalan darah dan atau
penurunan jumlah trombosit.
Perlu diingatkan, pada saat mengantar penderita untuk dirawat; sesaat
setelah tiba di rumah sakit segera beritahukan kepada perawat bahwa anak ini
kemungkinan

menderita

demam

berdarah.

Pemberitahuan

ini

perlu

disampaikan kepada perawat atau dokter yang menerima pertama kali untuk
mendapat pertolongan lebih cepat. Penderita dalam keadaan kegawatan,
memerlukan pertolongan segera dan makin cepat ditolong makin besar
kemungkinan untuk sembuh kembali. Apabila salah satu anggota keluarga
menderita sakit demam berdarah, akan mudah menular melalui gigitan
nyamuk (ingat sifat nyamuk yang dapat menggigit beberapa orang secara
berturut-turut. Jadi, bila ada anggota keluarga lain yang menderita demam
segera berobat untuk memastikan apakah tertular demam berdarah atau tidak.
2.8 Ciri-ciri nyamuk Aedes aegypti
Sedangkan ciri-ciri nyamuk Aedes aegypti yang menyebarkan penyakit
demam berdarah, adalah sebagai berikut :
1. Badannya kecil, warna hitam dengan bintik-bintik putih.
2. Hidup di dalam dan di sekitar rumah.
3. Menggigit atau menghisap darah pada siang hari dan sore hari
4. Senang hinggap pada pakaian yang digantung dalam kamar
5. Bersarang dan bertelur di genangan air jernih di dalam dan di sekitar

11

rumah, seperti : di bak

mandi, tempayan, vas bunga, tempat minum

burung, di perangkap semut, tempurung kelapa

dan di barang-barang

bekas yang dapat terisi air hujan.


2.9 Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue
Pencegahan penyakit demam berdarah mencakup :
Terhadap nyamuk perantara yaitu

pemberantasan nyamuk Aedes aegypti induk dan telurnya

Terhadap diri kita

memperkuat daya tahan tubuh

melindungi dari gigitan yamuk

Terhadap lingkungan dengan tujuan mengubah perilaku hidup sehat terutama


kesehatan lingkungan
Selain itu juga dapat dilakukan dengan cara 3 M :

Menguras : Menguras tempat penampungan air secara rutin, seperti


bak mandi dan kolam. Sebab bisa mengurangi perkembangbiakan
dari nyamuk itu sendiri. Atau memasukan beberapa ikan kecil
kedalam bak mandi atau kolam. Sebab ikan akan memakan jentik
nyamuk.

Menutup : Menutup tempat-tempat penampungan air. Jika setelah


melakukan aktivitas yang berhubungan dengan tempat air
sebaiknya anda menutupnya agar nyamuk tidak bisa meletakan
telurnya kedalam tempat penampungan air. Sebab nyamuk demam
berdarah sangat menyukai air yang bening.

Mengubur. Kuburlah barang barang yang tidak terpakai yang


dapat memungkinkan terjadinya genangan air.

Selain itu ditambah dengan cara lainnya, seperti:

Mengganti air vas bunga, tempat minim burung atau tempat lainnya
yang sejenis seminggu sekali.

Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancer/rusak.

12

Menutup lubang lubang pada potongan bambu /pohon, dll.

Menaburkan bubuk larvasida, misalnya di tempat tempat yang


sulit di kuras atau di daerah yang sulit air.

Memelihara ikan pemakan jentik di kolam / bak bak penampung


air.

Memasang kawat kasa.

Menghindari kebiasaan menggantung pakaian dalam kamar.

Mengupayakan pencahayaan dan ventilasi ruang yang memadai.

Menggunakan kelambu.

Memakai obat yang dapat mencegah gigitan nyamuk.

Berbagai cara lain yaitu:

Fogging : yaitu pengasapan untuk membunuh nyamuk vector

Abatisasi : yaitu penaburan bubuk abate dengan dosis 10 gr untuk 100 liter
air pada penampungan air yang ditemukan jentik nyamuk
BAB III
ISI

3.1 Tempat dan Waktu Pelaksanaan


Tempat

: Kampung Kurao Pagang, Nanggalo

Tanggal

: 25 April 2015

Pukul

: 15.00 17.30 wib

3.2 Alat dan Bahan


A. Alat
No
1
2
3
4
5
6

Alat
Super fogger
Mini fogger
Dirigen
Ember
Corong
Masker

Jumlah
2
6
2
2
2
6

13

7
8

Takaran 1 liter
Kunci-Kunci

2
1 set

B. Bahan
No
1
2
3
4
5

Bahan
Meghation
Solar
Seruni
Bensin
gas

Jumlah
1 liter
19 liter
1 liter
5 liter
6 tabung

3.3 Cara Kerja


A Persiapan Tempat

Beberapa hari sebelum fogging lakukan survey tempat yang akan


dilakukan pengasapan. Yaitu didaerah terdapat penderita DBD.

Sebelum melaksanakan fogging pada masyarakat, diumumkan agar


menutup makanan, peralatan makan dan tidak berada didalam rumah
ketika dilakukan fogging termasuk orang yang sakit harus diajak keluar
rumah, dan semua ternak juga harus berada diluar.

Ada kasus DBD pada daerah yang akan kita fogging


Lakukan Survey Lokasi
Lihat lokasi,berapa rumah dalam jarak 100 meter dari titik kejadian

kasus DBD.
Minta izin pada Kelurahan setempat dan ketua RT untuk melakukan

fogging pada daerah tersebut.


Setelah mendapatkan izin , satu hari sebelum melakukan fogging kita
memberitahukan pada masyarakat dengan melakukan penyuluhan untuk

meyakinkan masyarakat supaya rumahnya mau dilakukan fogging.


Hari disaat melakukan fogging sebelumnya harus diperhitungkan
kebutuhan bahan bakar yang diperlukan,dengan cara memperkirakan
dan melihat luas daerah, yang biasanya untuk 100 hektar menghabiskan
20 liter bensin. Dengan syarat pengasapan 2 sampai 3 menit per rumah.

14

Pastikan masyarakat sudah mengetahui waktu saat akan melakukan


fogging.

B Persiapan Alat dan Bahan


a Persiapan Alat yang akan dipergunakan

Periksa batrai pada alat fogging

Lakukan pengecasan super fogger 3 jam agar waktu pelaksanaan


fogging super fogger bekerja dengan efektif

Periksa slang minyak

Periksa knalpot tersumbat atau tidak

Cechk pemantik api pada mini fogger

b Persiapan bahan

Siapkan Meghation sebanyak 1 liter dan solar 19 liter

Aduk bahan dengan memasukkan bagian meghation dan


dicampur dengan5 liter solar. Lakukan sampai meghation tidak ada
sisa. Setelah itu masukkan hasil adukan kedalam dirigen 20 liter.

Dan siapkan bahn seruni 30 ml encerkan dalam 4 liter solar


masukkan ke dalam tengki mini fogger.

3.4 cara pengoperasian alat


A. Super Fogger
1. Pastikan baterai sudah terisi penuh, lama mengisi baterai yaitu
antara 6-8 jam. fungsinya untuk starter .
2. Kapasitas bahan bakar (1,5 liter), namun diisi hanya 70 % dari
kapasitas yang ada supaya sewaktu fogging bahan bakar tidak
keluar.
3. Sediakan bahan yaitu malathion dan solar, campurkan bahan
tersebut kemudian masukkan ke dalam tangki bahan. Tangki bahan
maksimal isinya 7 liter, untuk menghindari agar bahan tidak keluar
sewaktu fogging maka diisi 6 liter saja.
4. Tekan tombol on.
5. Putar kran bahan.
6. Kemudian putar kran asap, maka asap akan mulai keluar.

15

7. Lakukan fogging di mulai dari rumah bagian belakang dengan


perlahan-lahan hingga merata sampai ke rumah bagian depan. Jika
rumah bertingkat maka mulai dari tingkat atas.
8. Setelah selesai fogging pada satu rumah maka tutup kran asap dan
lanjutkan ke rumah yang lain dengan membuka kembali kran asap.
9. Apabila telah selesai melakukan fogging pada seluruh rumah, maka
tutup kran asap, kemudian tutup juga kran bahan.
10. Tekan tombol off

B.Mini Fogger
1. Pastikan gas sudah terisi penuh, fungsinya untuk starter alat.
2. Sediakan bahan yaitu malathion dan solar, campurkan kemudian
masukkan ke dalam tangki bahan. Tangki bahan maksimal isinya 3
liter,
3. Pompa alat , kemudian putar kran mimyak yang berfungsi sebagai
gas.
4. Kemudian pencat pompa asap, maka asap akan mulai keluar
5. Lakukan fogging di mulai dari rumah bagian belakang dengan
perlahan-lahan hingga merata sampai ke rumah bagian depan. Jika
rumah bertingkat maka mulai dari tingkat atas.
6. Setelah selesai fogging pada satu rumah maka tutup kran asap dan
lanjutkan ke rumah yang lain dengan membuka kembali kran asap.
7. Apabila telah selesai melakukan fogging pada seluruh rumah,
maka tutup kran asap, kemudian tutup juga kran gas.
8. Terakhir, putar kran gas sampai alat mati.
3.5 Pengasapan
1. Operator 1 ( pendamping) bertugas membuka pintu masuk rumah dan
memeriksa semua ruangan yang ada untuk memastikan bahwa tidak ada
orang dalam rumah termasuk bayi, anak-anak maupun orang tua dan
orang yang terbaring sakit, selain itu ternak-ternak sudah harus
dikeluarkan serta semua makanan harus sudah ditutup.

16

2. Setelah siap operator pendamping ke luar dan operator II (operator


super fogger) memasuki rumah dan melakukan fogging pada semua
ruangna dengan cara berjalan mundur.
3. Setelah selesai operator pendamping baru menutup pintu. Rumah yang
telah di fogging ini harus dibiarkan tertutup selama I jam dengan
harapan nyamu yang ada dalam rumah dapat terbunuh semua.
4. Setelah itu fogging dilanjutkan diluar rumah / pekarangan..

BAB IV
HASIL
4.1 Hasil
jumlah rumah di kampung kelurahan kurao pagang = 60 rumah
fogging hanya bisa dilakukan pada = 32 rumah
alasan mengapa ada beberapa rumah yang tidak di fogging :
1. Sebagian besar dari pemilik rumah memiliki usaha makanan, sehingga
mereka takut makanannya akan terkontaminasi.
2. Beberapa rumah tidak ada penghuninya
3. Beberapa rumah mempunyai anak bayi dan orang yang tergeletak sakit
Demam Berdarah Dengue (DBD) kini sedang mewabah, tak heran
jika penyakit ini menimbulkan kepanikan di Masyarakat, hal ini disebabkan
karena penyakit ini telah merenggut banyak nyawa, DBD dapat dengan
mudah menular melalui vektor penularnya, yakni nyamuk Aedes aegypti
melalui gigitannya. Meskipun nyamuk Aedes albopictus dapat menularkan
DBD tetapi peranannya dalam penyebaran penyakit sangat kecil, karena
biasanya hidup di kebun-kebun. Seminggu setelah digigit oleh nyamuk Aedes
aegypti yang mengandung virus dengue, maka orang tersebut akan jatuh sakit
demam berdarah, atau dapat juga tetap sehat tetapi menjadi carrier (sumber
penular dengan menyimpan virus dengue).

17

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
1. Bahan yang digunakan dalam pengasapan (fogging) megathion, solar dan
bensin.
2. Bahan diracik dengan perbandingan meghation : solar = 1 :19 ..
maksudnya meghation 1 liter dalam 19 liter solar.
3. Kegiatan fogging dilakukan untuk membunuh sebagian besar vector
infektif dengan cepat , sehingga rantai penularan segera dapat diputuskan
5.2 Saran
Bagi masyarakat dihimbau untuk melaksanakan 3M plus yaitu menutup
tempat penampungan air menimbun barang-barang bekas, menguras bak
mandi serta melaksanakan plus sepertimenggunakan bubuk abate, kelambu
dan lain-lain.

18