Anda di halaman 1dari 50

85

August

2015

Darkroom Experimentation

Enchantment in Siberian Winter

Exploring multi-print technique in


black-and-white darkroom

Enjoying a charm of Siberian winter in Irkutsk

A Piece of Mudik Story


An annual ritual when people come
home for Eid al-Fitr holiday

Terlalu Umum
& Hambat Kreativitas
Peraturan Menteri Perhubungan Nomor
90 Tahun 2015

Indonesia Raih World Cup


Di event fotografi internasional
FIAP Biennial 2015

Menteri Perhubungan telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor


90 Tahun 2015 tentang Pengendalian Pengoperasian Pesawat Udara Tanpa Awak. Tentunya
kita menyambut baik adanya permenhub tersebut, karena setidaknya kita melihat pemerintah
memperhatikan perkembangan pesawat tanpa awak itu.
Kita tahu penggunaan peranti tersebut mulai marak di negeri kita beberapa tahun belakangan. Dari
sekadar hobi sampai yang komersial/profesional, perangkat tersebut digunakan untuk berbagai
tujuan. Bagi kita yang menggeluti fotografi, tentunya pesawat tak berawak tersebut digunakan untuk
mendapatkan foto-foto aerial dengan lebih mudah.
Namun, setelah kita mencoba mendalami regulasi tersebut, ternyata muncul sejumlah kebingungan,
sekaligus kekhawatiran. Ini terutama berkaitan dengan pelaksanaannya kelak di lapangan.
Kita bingung karena Permenhub 90/2015 menyamaratakan semua perangkat dengan istilah
pesawat udara tanpa awak. Padahal kita tahu bahwa ada banyak tipe pesawat tak berawak yang
tentunya setiap tipe memiliki kekhasan masing-masing. Ada yang disebut multirotor, multicopter,
helicam, mini-UAV (Unmanned Aerial Vehicle), hingga drone pengintai yang digunakan oleh militer.
Ada yang berpendapat seharusnya ada klasifikasi, tidak dipukul rata, karena di sejumlah negara
pesawat tak berawak itu diklasifikasi menurut ukuran, berat, jarak kendali hingga fungsinya. Dengan
demikian akan lebih jelas penerapan peraturannya. Tak hanya masalah tipe pesawat, persoalan
klasifikasi operator (yang menjalankan pesawat tak berawak) pun ikut dipukul rata. Apakah yang
sekadar hobi sama dengan yang profesional, yang personal sama dengan yang komersial?
Bukan hanya itu, masih ada beberapa hal yang membingungkan karena tidak ada rincian dan
tidak spesifik, termasuk bila nanti menyangkut perizinan kepada siapa harus meminta izin bila
kita menerbangkan di area yang perlu izin, berapa biayanya, bagaimana pengawasannya, dan
sebagainya.
Dari semua yang serba kurang jelas itu, ada kawan kita yang khawatir bahwa peraturan itu bisabisa menghambat kreativitas dalam berkarya. Kekhawatiran ini wajar, apalagi kegiatan fotografi/
videografi aerial sedang tumbuh di Indonesia.
Harapan kita, pemerintah segera membenahi regulasi ini dan, yang lebih penting, melibatkan
berbagai pihak terkait dari hobbyist sampai profesional untuk membahasnya. Regulasi yang jelas
dan mendorong ke arah kemajuan tentunya akan kita dukung.

Salam,
Farid Wahdiono

2015-85

2015-85

www.exposure-magz.com
editor@exposure-magz.com
www.facebook.com/exposure.magz

@exposuremagz

Edition 84

Edition 83

Edition 82

Edition 81

Download all editions here

2015-85

2015-85

12

Darkroom
Experimentation
It is exploring multi-print
technique in black-and-white
darkroom which demands
planning, precision/thoroughness
and patience.

24
6

2015-85

A Piece of Mudik Story


Its been a tradition that people mudik (come
home) for Eid al-Fitr holiday. There is an annual
ritual they do in their hometown.

60

Enchantment in Siberian Winter


Everything is white, everything is covered with snow in Irkutsk, East
Siberia, Russia. Time to have fun and enjoy the charm of Siberian
winter.

2015-85

52

Terlalu Umum &


Hambat Kreativitas
Merespon Peraturan Menteri
Perhubungan Nomor 90 Tahun 2015

53
Indonesia Raih
World Cup
Di event fotografi internasional
FIAP Biennial 2015

52

98

Snapshot

Index

Info Aktual, Berita Komunitas, Agenda

Info Aktual, Berita Komunitas, Agenda

96
Bazaar
Panduan Belanja Peralatan Fotografi

cover design by
Koko Wijanarto
cover photo by

Irwandi

36

Yang Pertama

Hak Cipta

Di kota yang menjadi basisnya,


Balikpapan, ia menjadi klub
fotografi pertama.

Dilarang mengutip/menyadur/menggandakan/
menyebarluaskan isi majalah
tanpa izin
redaksi. Hak cipta tulisan ada pada penulis dan hak cipta
foto ada pada fotografer, dan dilindungi undang-undang.
Setiap fotografer dianggap telah memperoleh izin dari
subyek yang difoto atau dari pihak lain yang berwenang
atas subyek tersebut.

10

This Month
Five Years Ago
When photos &
photography experience
are enjoyed five years later

2015-85

Irwandi

Mesach Turiang

Imang Jasmine

Omi Tjiu

Panca Syurkani
Deddy Doloksaribu
Doddy Amrullah
Irawan

Pujo R
Rasita Sari
Riza Purnawarman
Ryan Hawk

Manto
Mario Daryandi
2015-85

Keberanian memberikan makna pada subyek akan membedakan karya Anda dari
fotografer lainnya. Tentu saja ini butuh kejelian dan pengetahuan. Pengetahuan tentang
politik, ekonomi, olahraga, tokoh, musik, film dan lainnya akan sangat mewarnai proses
kreatif Anda.
Pertumbuhan mereka terhambat. Banyak anak kehilangan masa kecilnya karena gizi
buruk. Atau, mereka ikut menanggung beban keluarga dengan membantu menyadap
karet, atau memetik kakao. Itulah yang terjadi pada ratusan anak yang terjebak
kemelaratan di Nias.
Memotret grup band merupakan sesuatu yang berbeda dari memotret model. Orangorang band memiliki kecenderungan untuk tidak terlalu suka bergaya karena sikap
cuek mereka, walaupun tidak semua seperti itu. Itulah yang kiranya menarik sekaligus
menantang dalam fotografi band.
Empat rumah tradisional berpola melingkar itu terlihat unik, sekaligus cantik. Atap rumah
yang terbuat dari ilalang semakin membuatnya indah dan ramah di antara bentang
alam hijau yang mengitarinya. Waerebo. Di sinilah rumah-rumah itu berada. Kita diajak
berwisata petualangan dan budaya ke kampung yang terletak di pedalam Flores itu.

Click to Download Exposure Magz #25

10

2015-85

2015-85

11

Be Inspired

Photos & Text: Irwandi

12

2015-85

2015-85

13

Be Inspired

14

2015-85

Probably today only few photography enthusiasts


know about darkroom, a room used to bring out
latent image on film to be visible image through
a chemical process, a room for printing photos
manually.

Mungkin kini tak banyak lagi peminat fotografi


yang mengenal kamar gelap, sebuah tempat yang
digunakan untuk memunculkan latent image pada
film menjadi visble image melalui proses kimiawi,
dan tempat untuk mencetak foto secara manual.

In the heyday of analog photography, professional


and amateur photographers were quite familiar
with darkroom. For the professional ones,
darkroom was needed to make them easy in
printing photos oredered by their customers.
Standard techniques were mostly used
considering that customers tended to need
representative photos, or to get copies of object
reality which was photographed, such as passport
photo, self portrait, family photo and other
documental photos.

Pada masa kejayaan fotografi analog, para


fotografer profesional dan amatir cukup familiar
dengan kamar gelap. Bagi fotografer profesional,
kamar gelap dibutuhkan untuk memudahkan
mereka mencetak foto-foto yang akan diserahkan
kepada pelanggan. Teknik-teknik standar lebih
sering digunakan, mengingat pelanggan lebih
sering membutuhkan foto-foto yang representatif,
atau mendapatkan copy dari realitas obyek yang
dipotret, misalnya pasfoto, foto diri, foto keluraga
dan foto-foto yang bersifat dokumentatif.

We might remember how people did need black


& white (BW) passport photo that it became a
business opportunity for print men. We saw fastgrowing photo studios to serve passport photo
making in towns/cities, and quick printing kiosks
around campuses and offices. They did printing
process in darkroom purely for business.

Kita tentu ingat begitu besarnya kebutuhan


masyarakat pada pasfoto hitam-putih sehingga
menjadi peluang bisnis tersendiri bagi juru cetak.
Contohnya ialah kehadiran studio-studio foto yang
melayani pembuatan pasfoto di pusat-pusat kota,
serta kehadiran kios-kios cetak kilat atau yang
dikenal dengan afdruk kilat di sekitar kampus dan
perkantoran. Mereka murni melakukan proses
cetak di kamar gelap untuk keperluan usaha.

2015-85

15

Be Inspired

16

2015-85

However, to amateur photographers, darkroom


was a place to accelerate their interest in print art,
and a place for learning, experimenting dan trying
something new and challenging.

Namun bagi fotografer amatir, kamar gelap menjadi


sarana untuk menyalurkan minat mereka pada seni
cetak, sebagai sarana belajar, dan bereksperimen,
mencoba sesuatu yang baru dan menantang.

Two decades ago we in Indonesia knew


photography figures having concern on optimizing
analog darkroom process to create interesting
photos, especially BW ones. One of them
was Moses Agustian, who periodically shared
his konwledge in BW darkroom in Fotomedia
magazine. Photography people abroad also knew
a BW photography figure, Ansel Adams, through
his BW landscape photos and his zone system
theory. He published many books about BW
photography describing how to apply zone system
theory in shooting, film processing and printing.

Dua dasawarsa lalu, masyarakat Indonesia sempat


mengenal tokoh-tokoh fotografi yang concern
pada optimalisasi proses kamar gelap analog untuk
menghadirkan foto-foto yang menarik, khususnya
foto hitam-putih. Salah satu dari mereka adalah
Moses Agustian, yang pernah secara periodik berbagi
pengetahuan tentang kamar gelap hitam-putih melalui
rubrik-rubrik di majalah Fotomedia. Di luar negeri,
masyarakat fotografi pun mengenal tokoh fotografi
hitam-putih, Ansel Adams, melalui karya-karya foto
lansekap hitam-putih dan teori zone system-nya.
Ia menerbitkan banyak buku fotografi hitam-putih
yang berisi aplikasi teori-teori zone system untuk
pemotretan, pencucian film, dan pencetakan.

2015-85

17

Be Inspired

18

2015-85

2015-85

19

Be Inspired

Beside Ansel Adams, there was also a figure that


we might hear less; he was Jerry N Uelsmann. He
was known as a photo artist applying multi-negative
or multi-print technique printing several negatives
on one photo paper. The paper was illuminated
alternately with different negatives. Uelsmanns works
then appeared with surrealistic tunes.
Principally multi-print technique is identical with
multi-exposure technique which is applied while
photographing. The diffrence is that multi-print is
carried out in printing process.
Back to do multi-print technique is interesting and
challenging as well. It is interesting because the
result will present a unique atmosphere, and make
us curious to try and try again until we get satisfying
results. And it is challenging since nowadays
equipments and materials for experimenting in
the darkroom are quite difficult to find. If they are
available, the price is high. Moreover, multi-print
technique demands planning, precision/thoroughness
and patience if we intend to obtain maximal results.

Selain Ansel Adams, sebenarnya ada juga tokoh


foto hitam-putih yang mungkin jarang kita dengar,
yaitu Jerry N Uelsmann. Ia dikenal sebagai seniman
foto yang mengaplikasikan teknik multi-negative
atau multi-print, yaitu mencetak beberapa negatif
dalam satu lembar kertas foto. Kertas disinari secara
bergantian dengan negatif yang berbeda-beda.
Hasilnya, karya-karya Uelsmann tampil dengan
langgam surealisme.
Pada dasarnya, multi-print identik dengan teknik
multi-exposure yang diterapkan pada saat
pemotretan. Perbedaannya, multi-print dilakukan pada
saat pencetakan.
Melakukan kembali teknik multi-print menjadi sesuatu
yang menarik, sekaligus menantang. Menarik karena
seringkali hasil yang didapatkan akan menghadirkan
atmosfer yang khas, mengundang rasa penasaran kita
untuk mencoba dan mencoba hingga mendapatkan
hasil yang memuaskan. Dikatakan menantang karena
pada saat ini, peralatan dan bahan-bahan untuk
berkreasi di kamar gelap agak sulit didapat. Bilapun
ada, harganya cukup mahal. Apalagi, multi-print
menuntut perencanaan, ketelitian, dan kesabaran bila
kita ingin medapatkan hasil yang maksimal.

20

2015-85

2015-85

21

Be Inspired

Big question arises: Why are we applying multiprint technique now if we can do it digitally? One
of the answers is that it is a matter of process and
sense. This technique invites the people who do it
to experience a process which demands planning,
precision and patience. Without that, it is less likely
to succeed. Furthermore, there is no Ctrl-Z in this
process, there is only Ctrl-S. The technique is for
those who prefer process in creation.

Sebuah pertanyaan besar muncul: apa gunanya


melakukan multi-print di masa kini, padahal tampilan
foto semacam itu dapat dilakukan secara digital?
Salah satu jawaban yang bisa diberikan adalah
bahwa ini menyangkut permasalahan proses
dan rasa. Teknik ini mengajak para pelakunya
untuk menjalani sebuah proses yang menuntut
perencanaan, ketelitian dan kesabaran. Bila tidak,
kecil kemungkinan untuk berhasil. Apalagi dalam
proses ini tidak ada Ctrl-Z, yang ada ialah langsung
Ctrl-S. Teknik ini diperuntukkan insan-insan yang
menyukai proses dalam mendapatkan karya.

Irwandi
insinyurwandi@yahoo.com
A Lecturer in photography at the
Indonesia Institute of the Arts
(Institut Seni Indonesia/ISI) in
Yogyakarta, he has been dealing with
photography since 1997, has joined
in photo exhibitions, and done some
researches in photography.

22

2015-85

2015-85

23

Essay

Photos & Text: Imang Jasmine

24

2015-85

2015-85

25

Essay85_2015-ImangJasmine

Essay
Mudik

Pada akhirnya kembali pada-Mu yang mendidik


Yang pernah ada tak pernah selesai menjadi cermin
Berkaca menata jalan mudik

Kita tak bisa mengemudikan-Nya


Hidup miliki jalan mudik
Arahnya dari bijaksana menjaga kemudi

Mudik
sepanjang hidup, bismillaahirrahmaanirrahiim, Kamu terus mendidik

*Menjelang Idul Fitri bulan lalu, banyak orang berziarah kubur di Pemakaman Panjang, Mbeji, Pekalongan. Membersihkan makam leluhur dan sanak keluarga, serta mendoakan mereka, sudah menjadi ritual tahunan ketika mereka mudik (pulang kampung)
saat Lebaran.

At the end we are back to Thee who educate


Everything that has existed is a never-ending mirror
Looking in the mirror to prepare the path of mudik

We are not able to control It


Life has its own path of mudik
The direction is the wisdom to take care of our driving

Mudik

Pada akhirnya kembali pada-Mu yang mendidik

At the end we are back to Thee who educate

Yang pernah ada tak pernah selesai menjadi cermin

Everything that has existed is a never-ending mirror

Berkaca menata jalan mudik

Looking in the mirror to prepare the path of mudik

Kita tak bisa mengemudikan-Nya

We are not able to control It

Throughout life, in the name of Allah, the entirely merciful, the especially
merciful,
keep educating
Hidup miliki
jalanThou
mudik
Arahnya dari bijaksana menjaga kemudi

Life has its own path of mudik


The direction is the wisdom to take care of our
driving

*In the eve of Eid al-Fitr last month, people visited Panjang Cemetery, Mbeji, Pekalongan, Central Java. Cleaning the graves of ancestors and family members, and also praying for them, has been an annual ritual when they are mudik (coming back home) for
Eid al-Fitr holiday.

26

2015-85

2015-85

27

Essay

28

2015-85

2015-85

29

Essay

30

2015-85

2015-85

31

Essay

32

2015-85

2015-85

33

Essay

Mudik
sepanjang hidup, bismillaahirrahmaanirrahiim, Kamu
terus mendidik

*Menjelang Idul Fitri bulan lalu, banyak orang berziarah


kubur di Pemakaman Panjang, Mbeji, Pekalongan.
Membersihkan makam leluhur dan sanak keluarga,
serta mendoakan mereka, sudah menjadi ritual
tahunan ketika mereka mudik (pulang kampung) saat
Lebaran.

Mudik
Throughout life, in the name of Allah, the entirely
merciful, the especially merciful, Thou keep educating

*In the eve of Eid al-Fitr last month, people visited


Panjang Cemetery, Mbeji, Pekalongan, Central Java.
Cleaning the graves of ancestors and family members,
and also praying for them, has been an annual ritual
when they are mudik (coming back home) for Eid alFitr holiday.

Imang Jasmine
imangjasmine@yahoo.co.id
Batik and photography enthusiast based in
Pekalongan, Central Java.

34

2015-85

2015-85

35

Community

FoBIA

pHOTO BY Deddy Doloksaribu

36

2015-85

2015-85

37

Community

Fobia, according to an Indonesian dictionary, is


an excessive fear of a specific object or situation
that can disturb the patients life. But it is surely
not about that. Fobia here stands for Fotografer
Balikpapan (Photographers of Balikpapan), a
photography community based in the city which is
located in East Kalimantan.
Like other photography clubs, Fobia is intended
to be a kind of place for photography hobbyist
to gather, learn and share. However, there is
something more interesting about the club founded
on May 20, 2006 Shoot or not, being together is
the most important thing, said Ricky, secretary of
Fobia.
Fobia, menurut sebuah kamus Bahasa Indonesia,
adalah ketakutan yang sangat berlebihan
terhadap benda atau keadaan tertentu yang dapat
menghambat kehidupan penderitanya. Sudah pasti
bukan itu yang dimaksud. Fobia di sini merupakan
singkatan dari Fotografer Balikpapan, sebuah
komunitas fotografi yang berbasis di salah satu kota
besar di Kalimantan Timur itu.
Sebagaimana klub-klub fotografi lainnya, Fobia juga
dimaksudkan sebagai wadah bagi para penghobi
fotografi untuk berkumpul, belajar dan berbagi.
Namun yang lebih menarik dari klub yang didirikan
pada 20 Mei 2006 ini, Motret gak motret yang
penting kumpul, ujar Ricky Polii, sekretaris Fobia.

pHOTO BY Doddy Amrullah

38

2015-85

2015-85

39

Community

pHOTO BY Ryan Hawk

40

2015-85

2015-85

41

Community

pHOTO BY Irawan

42

2015-85

2015-85

43

Community

pHOTO BY Riza Purnawarman

pHOTO BY Manto

According to Ricky, members of Fobia sometimes


do not remember that they are members of a
photography community; they are more like a family.
Sometimes going for photo hunting is just a reason
that they can can go for a walk together, he said.
As a community with some of its members live in
several cities such as Jakarta, Bandung, Medan and
even Paris, France, Fobia can still carry out such
routine activities as photo hunting, workshop and
photo exhibition. Hunting in the city is held once
a week, and once in four months they hold photo
hunting in other cities or towns. They have visited
several towns/cities in Indonesia and abroad.

44

2015-85

Bahkan, menurut Ricky, terkadang anggotaanggotanya lupa bahwa mereka itu tergabung
dalam klub fotografi; mereka lebih merasa sebagai
keluarga. Kadang-kadang berangkat motret hanya
untuk alasan biar bisa berangkat bareng dan jalan
jalan bareng, tuturnya.
Sebagai komunitas yang sejumlah anggotanya
tersebar di beberapa kota seperti Jakarta,
Bandung, Medan, bahkan sampai Paris, Prancis,
Fobia tetap memiliki kegiatan rutin seperti hunting
foto, workshop sampai pameran foto. Hunting
dalam kota bisa dikatakan mereka lakukan sekali
seminggu, dan empat bulan sekali mereka biasanya
berburu di luar kota. Sejumlah wilayah di Indonesia
sudah mereka kunjungi, bahkan sampai ke luar
negeri.

2015-85

45

Community

pHOTO BY Omi Tjiu

pHOTO BY Pujo R

46

2015-85

2015-85

47

Community

pHOTO BY Mesach Turiang

pHOTO BY Mario Daryandi

In addition to workshop, once in a year they


organize photo exhibition in malls located in
Balikpapan. Smaller exhibitions are frequently held
taking place at cafs. Now they are organizing
photo exhibition at a caf in Balikpapan, Ricky
said and informed that many photography awards
were already achieved Fobia itself and some of its
members as well.
Something that is special for Fobia with its
members having various backgrounds is that it
is the first photography club in Balikpapan. Ricky
and other members hope, their club would be longlasting.

48

2015-85

Selain workshop, setahun sekali mereka juga


menggelar pameran foto di mal-mal yang ada di
Balikpapan. Pameran berskala lebih kecil kerap
mereka lakukan dengan mengambil tempat di kafekafe. Sekarang sedang berlangsung pameran foto
mereka di salah satu kafe di Balikpapan. Di sana
sekaligus menjadi basecamp Fobia setiap harinya,
lanjut Ricky sembari menginformasikan bahwa
sudah banyak penghargaan fotografi yang diterima
oleh Fobia sendiri maupun sejumlah anggotanya.
Yang kiranya istimewa dari Fobia yang para
anggotanya punya latar belakang yang heterogen
adalah bahwa ia merupakan klub fotografi pertama
di Balikpapan. Ricky, begitu pula anggota-anggota
lainnya, berharap semoga klub mereka bisa
langgeng.

2015-85

49

Community

pHOTO BY Rasita Sari

Fobia
Sekretariat: Jl. Mangga No. 73 RT.24 Kel. Mekar Sari,
Balikpapan (AA Net)
Contact Person: 08115442860 (Ricky Polii, Sekertaris)
Twitter: @fobia2006
Instagram: @fobia2006 #fobia2006
E-mail: fobia.2006@yahoo.com

50

2015-85

2015-85

51

Snapshot

Snapshot

Permenhub 90/2015

Dinilai Terlalu Umum & Hambat Kreativitas

Peraturan Menteri Perhubungan


(Permenhub) Nomor 90 Tahun
2015 tentang Pengendalian
Pengoperasian Pesawat Udara
Tanpa Awak dinilai terlalu umum dan
menghambat kreativitas.
Ada banyak tipe pesawat udara
tanpa awak, dari multirotor, helicam,
multicopter, mini-UAV (Unmanned
Aerial Vehicle), sampai drone
militer dan pengintaian, sedangkan

permenhub hanya mendefinisikan


dengan pesawat udara tanpa awak.
Itu pun dengan definisi yang sangat
umum, ujar Dendi Pratama, CEO
& Project Manager, Capung Aerial
Photo and Video.

Demikian juga dengan definisi


operator dalam peraturan tersebut.
Mulai dari instansi, komunitas
hingga pribadi dianggap operator,
tanpa ada klasisfikasi hobi atau
profesional, katanya.

Klasifikasi pesawat udara tanpa


awak di beberapa negara
didasarkan pada dimensi, berat,
jarak kendali dan fungsi (komersial,
non-komersial, video, pemetaan
dll). Kita berharap aturannya lebih
spesifik, kata Dendi. Baginya,
controlled dan uncontrolled airspace
yang disebutkan dalam permenhub
juga kurang jelas, sehingga dia pun
berharap agar ada aturan yang lebih
detail secara teknis.

Dikhawatirkan peraturan tersebut


akan multi-tafsir dan menimbulkan
kerumitan dalam pelaksanaannya.
Kan lucu jika ada fotografer yang
liburan ke Bromo, bawa helicam,
lalu ditanyain izin dari Kemenhub?
Tentu ini akan membatasi orang
untuk berkarya, lanjutnya sambil
menambahkan, Tentu akan sangat
mengganggu proses kreatif dunia
foto dan video udara yang baru
tumbuh.

Rahmat Takbir (Gold MEDAL)

Indonesia Raih World Cup di FIAP Biennial 2015


Menuju Salon Foto Indonesia 2015 di Semarang
nasional Federasi Perkumpulan
Senifoto Indonesia/FPSI (15
Oktober), penjrian SFI (1617 Oktober), hunting foto (18
Oktober) sampai pengumuman
pemenang dan pameran karya
foto (Desember).

Semarang menjadi tuan rumah


Salon Foto Indonesia (SFI)
2015. Ini merupakan yang
keempat kalinya ibukota Jawa
Tengah itu menjadi tuan rumah;
sebelumnya terjadi pada tahun
1984, 1994 dan 2002.
SFI ke-36 (2015) merupakan
rangkaian acara yang dimulai
dengan penerimaan foto (1 Juni21 September), musyawarah

52

2015-85

Beberapa acara yang telah


berjalan di antaranya adalah
roadshow tim SFI pada acara
Festival Foto Surabaya Mei
2015, roadshow SFI di kampuskampus di kota Semarang.
Selain itu, saat ini kami juga
sedang menyusun beberapa
acara yang bersifat interaktif
untuk lebih mensosialisasikan
kegiatan SFI. Sedianya
rangkaian acara tersebut akan
kami laksanakan di bulan
Agustus dan September, papar
Lim Winasdy, ketua panitia
SFI ke-36, Kami telah dan

akan terus bekerja keras untuk


mempersiapkan SFI ke-36 ini
sebaik-baiknya.
Pada SFI tahun ini, panitia
mengusung tagline atau pesan
Be Different. Dengan harapan
agar para peserta dapat
mengirimkan karya foto yang
fresh, unik, original dengan tetap
mementingkan kaidah teknis
dan seni fotografi, tutur Lim.
Ada empat kategori yang bisa
diikuti, yakni cetak warna, cetak
monokrom, soft copy travel dan
soft copy fashion.
Kami juga menaruh harapan
besar agar ajang SFI ke-36
ini dapat menjadi tonggak
perubahan ke arah yang lebih
baik lagi bagi SFI berikutnya,
imbuhnya.

Tim Indonesia meraih


penghargaan tertinggi,
World Cup, di event fotografi
internasional FIAP (Federation
Internationale de lArt
Photographique/Federasi
Internasional Senifoto) 28th
Projected Images Biennial 2015.
Di posisi kedua, ketiga dan
keempat masing-masing ada
Italia, Jerman dan Austria.
Anggota tim Indonesia yang
meraih tiga penghargaan
tertinggi di event yang sama
adalah Rahmat Takbir (Gold
Medal), Herman Morrison
(Silver Medal) dan I Ketut Raka
Bujangga (Bronze Medal).
Saya sangat bangga dan
senang dengan kemenangan
tersebut, bangga karena bisa
menjadi bagian dari tim yang
mewakili Indonesia di ajang
FIAP World Cup Biennial 2015.
Dan saya merasa senang karena
melalui ajang ini saya bisa

I Ketut Raka Bujangga (Bronze Medal)

Herman Morrison (Silver Medal)

memperkenalkan kebudayaan
Indonesia, ujar Rahmat Takbir.
Fotonya yang memenangi
penghargaan itu ia ambil dalam
Festival Lembah Baliem di
Wamena, Papua.

Maha Esa, tuturnya. Sementara


itu, foto Ketut menggambarkan
pacuan kerbau di Bali.

Penghargaan itu juga menjadi


kebanggaan bagi Herman
Morrison yang fotonya
menceritakan tentang prosesi
pembersihan beras di Lombok
Utara, Nusa Tenggara Barat.
Saya tidak berhenti mengucap
syukur kepada Tuhan Yang

Rahmat mengemukakan,
keberhasilan tim Indonesia tak
dapat dipisahkan dari peran
Federasi Perkumpulan Senifoto
Indonesia (FPSI), yang telah
melakukan kurasi ketat sehingga
terpilih 20 foto untuk mewakili
Indonesia. Di bawah naungan
FPSI, tim Indonesia mengusung
tema Rich Culture of Indonesia,
Herman menambahkan.

2015-85

53

Henri Cartier
Bresson & Karyanya
Jika Anda penggemar karyakarya fotografi Henri CartierBresson, buku baru ini harus
turut masuk di keranjang belanja
Anda. Diterbitkan Juni 2015,
buku berjudul Aperture Masters
of Photography Series: Henri
Cartier-Bresson ini berdimensi
8x8 inci, berisi 96 halaman, 42
foto dual-tone, dan bersampul
tebal serta berjaket.
Lahir di Chanteloup, Prancis,
pada tahun 1908 dan meninggal
di Montjustin, Prancis, Henri
Cartier-Bresson dikenal sebagai
pelopor di genre fotografi
dokumenter dan pendiri
bersama Robert capa agensi
foto Magnum. Karya-karya

fotonya telah terbit di ratusan


publikasi, museum dan galeri di
seluruh dunia.
Dalam buku baru ini dapat
dijumpai komentar baru di setiap
foto dan kronologi kehidupan lelaki
ikonik yang berpengaruh. Pada
awalnya buku ini muncul sebagai
History of Photography di tahun
1976, dan kini didesain ulang
dan dikembangkan dengan tetap
mempertahankan sebagian besar
gambar dari edisi aslinya.
Harga reguler Aperture Masters
of Photography Series: Henri
Cartier-Bresson USD 19,95,
tapi penerbitnya memberi harga
khusus USD 15,96. Klik di sini
untuk membeli bukunya.

Dua Lensa Makro 100mm Baru dari Samyang

Produsen lensa asal Korea,


Samyang, punya dua lensa makro
100mm baru, yakni Samyang
100mm F2.8 ED UMC Macro untuk
memotret dan Samyang 100mm
T3.1 VDSLR ED UMC Macro untuk
merekam video.
Berani menjamin kualitas gambar
mantap, lensa foto Samyang
100mm F2.8 ED UMC Macro dapat
digunakan untuk memotret dengan
jarak focusing minimum 0,3 m
dari subyek. Ini juga merupakan
54

2015-85

lensa serbaguna, karena bisa


digunakan sebagai lensa makro
untuk memotret close-up dan lensa
tele untuk memotret portrait dan
lansekap.
Sementara itu, lensa sinema
Samyang 100mm T3.1 VDSLR ED
UMC Macro diklaim ideal untuk
merekam video close-up. Skala
jarak dan T numbers ditandai pada
dua sisi lensa untuk kenyamanan
selama perekaman.

Samyang 100mm series kini


tersedia dengan kisaran harga
EUR 549 untuk lensa 100mm
F2.8 ED UMC Macro, dan EUR
599 untuk 100mm T3.1 VDSLR
ED UMC Macro. Lensa tersebut
tersedia untuk 10 mount kamera:
Canon EOS, Nikon, Pentax, Sony
Alpha, Sony E, Fujifilm X, Canon
M, Samsung NX, Four-Thirds, dan
MFT.

2015-85

55

Sony World Photography Awards 2016

Snapshot

Catatan Visual

Letusan Tiga Gunung Berapi di Jawa

Sony World Photography Awards


(SWPA) 2016 yang diprakarsai oleh
World Photography Organisation
sudah dibuka beberapa waktu
lalu, dan saatnya Anda mengirim
karya foto untuk diikutkan dalam
kompetisi bebas biaya ini.
Menginjak tahun kesembilan,
SWPA menyediakan lima lomba
untuk diikuti, yakni Professional,
Open, Youth, national Awards, dan
Student Focus.
Ada yang baru di tahun ini, bahwa
14 kategori dalam kompetisi
Professional dibagi dalam dua
genre Art dan Documentary.
Perubahan tersebut untuk
memberi struktur yang lebih jelas
yang di dalamnya para fotografer
dapat dikenali, ujar panitia dalam
siaran persnya.
Para finalis SWPA 2016 akan
diumumkan pada 23 Februari
dan pengumuman keseluruahn
pemenang pada 21 April. Pameran
akan digelar di Somerset House,
London, dari 22 April sampai
8 Mei. Hadiah bagi pemenang
meliputi peralatan digital imaging

Antara 2010 dan 2015, tiga gunung


berapi di Jawa meletus dan
merenggut banyak korban jiwa dan
luka-luka, serta menghancurkan
banyak wilayah. Gunung Merapi
yang terletak di Yogyakarta dan
Jawa Tengah meletus pada tahun
2010, kemudian disusul oleh
Gunung Kelud (Jawa Timur) dan
Gunung Slamet (Jawa Tengah)
pada 2014.
Berkaitan dengan bencana alam
tersebut, pewarta foto yang
berbasis di Yogyakarta, Boy T
Harjanto, memotret serangkaian
momen selama dan setelah
letusan. Beberapa dari fotofotonya diterbitkan dalam buku

56

2015-85

fotografi barunya yang berjudul


Java Volcano Eruption yang dijual
dengan harga Rp 50.000.
Berisi 112 halaman dengan 73
foto, buku yang diterbitkannya
sendiri ini didistribusikan di
salah satu kawasan wisata di
Yogyakarta, yakni Merapi Lava
Tour, karena buku tersebut
memang disediakan untuk para
wisatawan yang berkunjung ke
Merapi. Menurut Boy, penerbitan
buku ini merupakan salah satu
upaya dalam mendokumentasikan
letusan Merapi, Kelud dan Slamet
sehingga bisa menjadi bahan kajian
mengenai aktivitas gunung berapi.

Semoga buku ini dapat menjadi


bagian kecil dari sejarah letusan
gunungapi yang pernah terjadi di
Pulau Jawa, ujar Boy sembari
menambahkan, Buku ini
melengkapi perjalanan saya dalam
fotografi jurnalistik. Sebelumnya
Boy telah menerbitkan beberapa
buku seperti Merapi 120 FPS,
Merapi Volcano, Erupsi Merapi
dan beberapa lainnya yang
sudah dicetak lebih dari 25.000
eksemplar.

terbaru dari Sony, penyertaan


dalam pameran di Somerset
House, penyertaan dalam buku
penghargaan 2016 dan uang tunai
USD 30.000 untuk keseluruhan
pemenang.

Untuk mengumpulkan karya


foto dan mencari info lebih lanjut
tentang kompetisi ini, kunjungi
www.worldphoto.org. Terkumpul
173.444 foto dari 171 negara dalam
SWPA 2015.

Adobe akan Hentikan Camera Raw Update untuk CS6


Tentunya ini menjadi kabar
menyedihkan bagi pemilik
Creative Suite (CS) 6.
Adobe secara formal telah
mengumumkan bahwa rilis
berikutnya untuk Adobe
Camera Raw/ACR (versi
9.1.1) akan menjadi versi
terakhir untuk digunakan di
CS6.
Artinya, update ACR setelah
9.1.1 tak dapat digunakan
di CS6. Pelanggan bisa
memanfaatkan Adobe DNG
Converter gratisan untuk
mendapatkan camera

support paling mutakhir


untuk CS6, dan versi-versi
lama dari software kami
akan kembali ke CS2 dan
Lightroom 1.0, tulis Adobe.
Konverter tersedia untuk Mac
dan Windows.
Sampai saat ini, belum ada
info lebih lanjut mengenai
tanggal rilis ACR 9.1.1.
Sementara itu, Adobe
menyarankan para fotografer
untuk bergabung ke Creative
Cloud Photography plan atau
Creative Cloud complete.

2015-85

57

Snapshot

GoPro Hero4 Session

Terkecil, Teringan, Tahan Air

Hero4 Session, seri terbaru dari kamera GoPro,


dikatakan sebagai GoPro terkecil, teringan dan paling
mudah/nyaman. Ia 50% lebih kecil dan 40% lebih
ringan dari Hero Black dan Silver, berdesain tahan air
sehingga tak perlu housing lagi, dan hanya memiliki
satu tombol untuk mengoperasikannya.
Hero4 Session merekam video 1080p60, 720p100 dan
1440p30 serta foto 8 MP baik dalam mode Single,
Burst maupun Time Lapse. Fitur-fiturnya meliputi fiturfitur yang ada di Hero4 Black dan Silver seperti mode
perekaman Auto Low Light, Protune dan SuperView.
Pengembangan seperangkat kendali dan setting dapat
diakses bila menggunakan GoPro App dan Smart
remote.

Waterproof sampai kedalaman 10 meter, performa


audionya selama beraktivitas di air tak perlu diragukan
lagi kualitasnya. Ini berkat desain tahan airnya
sehingga tak diperlukan lagi housing terpisah yang
seringkali meredupkan suara. Fasilitas Wi-Fi dan
Bluetooth-nya memudahkan koneksi ke Go Pro App
dan Smart Remote.
Dibandrol dengan harga USD 399,99, kamera aksi
terbaru ini kompatibel dengan semua mount GoPro
yang ada.

AGENDA
Lomba Foto - Bersama Metland
Membangun Kota Bekasi
15 - 17 Agustus 2015
Bekasi
CP: 081 5686 1000

Hunting - Hot and Beauty


Fighters
23 Agustus 2015
Jakarta
CP: 087881222908

Hunting Kemilau Indonesia


Journey
23 25 Oktober 2015
Pariaman, Sumatera Barat
CP: 081393931000

Hunting - Dirgahayu ke 4 KFI


16 Agustus 2015
Museum Transportasi
CP: 085693111067

Hunting - 12 The Most Angels


Sexy & Beauty
30 Agustus 2015
Jakarta
CP: 081316893257

*Jadwal dapat berubah sewaktuwaktu. Info selengkapnya bisa


dilihat di www.fotografer.net

Workshop - Astrophoto &


Nightscape
16 - 17 Agustus 2015
Malabar
CP: 085624225035
Hunting - Exclusive Komodo
Islands Journey
20 - 23 Agustus 2015
Pulau Komodo
CP: 088213485064
58

2015-85

Hunting FN Hunting Series:


Flores & Pulau Komodo
23 27 September 2015
Nusa Tenggara Timur
CP: 081 5686 1000
Hunting Together For Fun
15 25 Oktober 2014
Museum Taman Prasasti Jakarta
CP: 081905059296
2015-85

59

Traveling

Photos & Text: Panca Syurkani

60

2015-85

2015-85

61

Traveling

After taking an exhausting journey for 21 hours, I


and my beloved Aleona Tikhonova finally arrived
in her hometown in Irkutsk, East Siberia, Russia
in the end of 2014. To reach the city in a distance
of around 4,199 km located in the eastren side of
Moscow, the capital of Russia, from Jakarta we had
to change planes for three times with 10-hour flight
added with 11 hours in waiting for transits in Kuala
Lumpur and Beijing.
A totally snow-covered land welcomed us at Irkutsk
International Airport. Winter clothes dominated our
luggage. My backpack was also full of two dragon
fruits, three kilograms of mangos and two kilograms
of mangosteens for the family in Irkutsk. Tropical
fruits are certainly special for Russian people.
Eventually, my backpack left only a space for one
DSLR camera with 17-55mm lens. Hence, I hardly
had to leave my 80-200mm lens. Of course I did
not expect to photograph subjects from a distance.

Setelah menempuh perjalanan yang sangat


melelahkan selama 21 jam, akhirnya saya dan
kekasih saya Aleona Tikhonova tiba di tanah
kelahirannya di Irkutsk, Siberia Timur, Rusia, pada
penghujung tahun 2014 silam. Untuk sampai ke
kota yang berjarak sekitar 4.199 kilometer di bagian
timur Moskow, ibukota Rusia, tersebut, dari Jakarta
kami harus berganti pesawat tiga kali dengan total
waktu penerbangan sepuluh jam, ditambah waktu
tunggu 11 jam saat transit di Kuala Lumpur dan
Beijing.
Hamparan salju bak permadani putih menyambut
kedatangan kami di Bandara International Irkutsk.
Pakaian musim dingin mendominasi isi koper. Tas
punggung pun penuh sesak oleh dua buah naga,
tiga kilogram mangga dan dua kilogram manggis
sebagai buah tangan. Buah-buahan tropis tentunya
istimewa bagi warga Negeri Beruang Merah.
Alhasil, tas punggung saya hanya menyisakan
ruang untuk satu kamera DSLR dengan lensa
17-55 mm. Dengan berat hati saya terpaksa
meninggalkan lensa 80-200 mm. Pupus sudah
harapan untuk menghasilkan gambar-gambar jarak
jauh.

62

2015-85

2015-85

63

Traveling

64

2015-85

2015-85

65

Traveling

66

2015-85

2015-85

67

Traveling

68

2015-85

2015-85

69

Traveling

70

2015-85

2015-85

71

Traveling

Siberia is a state with the coldest temperature


in Russia and the coldest state in the world. The
winter temperature at that time was between
-10C and -29C. To local people, however, it
was the warmest winter they had. Previously the
temperature could reach under -40C.
It was unimaginable that my first winter, as I usually
live in tropical country, had to directly encounter the
extreme temperature. To have outdoor activities,
I had to wear four-layer clothing comprising long
john, sweater, down vest and super-thick jacket.
Moreover I had wear shoes with wool inside, ski
pants, scarf and knit hat.
The sun had not rised yet and the situation was still
dark though it was already 8.30 in the morning. In
winter, the dark is longer in Irkutsk. Sunrise is at 9
am and sunset is earlier at around 4 pm. The sun
only shines for 7-9 hours in a day. On the contrary,
in summer, the sun shines for 14-16 hours.

Siberia merupakan salah satu negara bagian


dengan suhu terdingin di Rusia, yang juga
berpredikat sebagai negara terdingin di dunia. Suhu
musim dingin kali ini berkisar -10C hingga -29C.
Namun, bagi masyarakat setempat, musim dingin
ini adalah musim dingin terhangat yang pernah
mereka alami, karena biasanya suhu bisa mencapai
di bawah -40C.
Tak terbayang sebelumnya bahwa musim dingin
perdana saya, yang biasa hidup di wilayah tropis,
langsung berhadapan dengan suhu yang ekstrem.
Untuk dapat beraktifitas di luar ruangan saya harus
mengenakan empat lapis pakaian yang terdiri dari
long john, sweater, rompi bulu angsa dan jaket
super tebal. Itu pun masih harus memakai sepatu
khusus dengan kain wol di dalamnya, celana ski,
syal dan topi rajut.
Sang surya belum menampakkan diri di ufuk
timur. Suasana masih gelap meski waktu telah
menunjukkan pukul 08.30 pagi. Musim dingin
di Irkutsk memang berarti gelap yang panjang.
Matahari terbit lebih lambat, sekitar pukul 09.00
pagi dan tenggelam lebih awal, sekitar pukul 04.00
sore dengan waktu bersinar 7-9 jam dalam sehari.
Sebaliknya, saat musim panas, hari didominasi oleh
terang karena matahari bersinar selama 14-16 jam.

72

2015-85

2015-85

73

Traveling

74

2015-85

2015-85

75

Traveling

76

2015-85

2015-85

77

Traveling

78

2015-85

2015-85

79

Traveling

In our trip to Baikal, after 45 minutes leaving Irkutsk,


we stopped by Taltsy Museum of Architecture
and Ethnography. This outdoor museum located
at forest area of 67 hectares is filled with wooden
buildings from small towns and villages of 1719th century in East Siberia consisting of houses,
fortresses, churches, schools etc.
Visitors can walk around the museum located at
the bank of River Anggara and enter each building
to see equipments, clothes, furniture and other
daily things. They can also try such traditional rides
as swing, ice sledge and cart.
Listvyanka village is the closest point of Baikal from
Irkutsk. This freshwater lake which is considered to
be the largest and the deepest in world is popularly
called as The Pearl of Siberia. With the surface
large of 31,722 square kilometers and the depth
of 1,637 meters, it keeps more than 23,000 cubic
meters of water, and 80% of freshwater reserves in
Russia.

Dalam perjalanan menuju Baikal, setelah 45 menit


meninggalkan Irkutsk, kami berhenti di Museum
Arsitektur dan Etnografi Taltsy. Museum udara
terbuka di lahan hutan seluas 67 hektar ini dipenuhi
sejumlah bangunan kayu dari kota-kota kecil dan
desa-desa dari abad XVII-XIX di Siberia Timur
berupa rumah, benteng, gereja, sekolah dan
sebagainya.
Pengunjung dapat menyusuri areal museum yang
terletak di tepi Sungai Anggara tersebut dengan
berjalan kaki dan memasuki setiap bangunan untuk
melihat peralatan, pakaian, furnitur dan benda
sehari-hari lainnya. Bahkan juga dapat mecoba
langsung wahana permainan tradisional seperti
ayunan berdiri, seluncuran es dan gerobak dorong.
Desa Listvyanka merupakan titik terdekat Baikal
dari Kota Irkutsk. Danau air tawar yang katanya
terbesar dan terdalam di dunia ini terkenal dengan
sebutan Mutiara Siberia. Dengan luas permukaan
31.722 kilometer persegi dan kedalaman 1.637
meter, tersimpan lebih dari 23.000 kilometer kubik
air, atau sekitar 20 persen dari total cadangan air
tawar cair yang belum tercemar di seluruh dunia,
serta 80 persen cadangan air tawar di Rusia.

80

2015-85

2015-85

81

Traveling

82

2015-85

2015-85

83

Traveling

84

2015-85

2015-85

85

Traveling

86

2015-85

2015-85

87

Traveling

88

2015-85

2015-85

89

Traveling

It is 25 millions years old and a home for 5,000


animal and plant species which are 2,000 among
them are endemic. It is one of the oldest ancient
lakes that has not dried.
Unfortunately, I did not have a chance to see the
Baikal surface freezing. Usually all the lake surface
freezes totally in the end of January, and the ice
thickness reaches two meters in some areas. In
mid-March many people drive their cars on the lake
surface or do fishing by digging holes in the ice.
For Siberian people, winter is eagerly awaited. We
always wait for winter every year. Everything on
the Earth is covered with snow like in a fairy tale,
Aleona said and added, Besides, winter is time for
fun.
Sledding is a favorite activity in winter. The sledding
arena could be in the yard, field, mountains or
frozen surface such as rivers, lakes and bays.
Almost everyone has his/her own sledge, whether it
is ski, ice sledge, snow board and others.

Usia rumah bagi lebih dari 5.000 spesies


hewan dan tumbuhan yang 2.000 di antaranya
adalah endemik itu mencapai 25 juta tahun. Ini
menjadikanya sebagai salah satu danau purba
tertua yang belum kering.
Sayang sekali saya tidak berkesempatan melihat
permukaan Baikal membeku. Biasanya, seluruh
permukaan danau membeku sepenuhnya sekitar
akhir Januari dengan ketebalan es mencapai dua
meter di beberapa tempat. Pada pertengahan
Maret banyak orang mengendarai mobil di atas
permukan danau atau memancing ikan dengan
melubangi es.
Bagi warga Siberia, musim dingin sangat ditunggutunggu kedatangannya. Kami selalu menunggu
kedatangan musim dingin setiap tahun. Semua
yang ada di bumi tertutup salju seperti di dalam
dongeng, tutur Aleona sembari menambahkan,
Selain itu, musim dingin juga berarti waktunya
bersenang-senang.
Berseluncur menjadi kegiatan favorit saat musim
dingin. Arena seluncurnya bisa berada di halaman,
lapangan, pegunungan atau permukaan air yang
membeku seperti sungai, danau dan teluk. Hampir
setiap warga memiliki alat seluncurnya masingmasing. Baik itu ski, seluncur es, snow board dan
sebagainya.

90

2015-85

2015-85

91

Traveling

92

2015-85

2015-85

93

Traveling
In addition, to soak in water of 37-39C at a warm
water pool while the temperature is -20 until -30C
gives an enjoyment. The vapor caught in the pool
canopy changes quickly to ice.
Two weeks were fleeting. Certainly I was not satisfied
yet to enjoy the lovely view. However, I was grateful
that I could taste a charm of Siberian winter,
and share it through photos here and at the photo
exhibition themed as Pesona Musim Dingin Siberia
(Winter Charm of Siberia) at Center for Russian
Culture in Jakarta, from June to August 2015.

Selain itu, berendam di air bersuhu 37C sampai 39C


di pemandian air panas udara terbuka bersuhu -20
sampai -30C memberikan kenikmatan tersendiri.
Uap air yang terperangkap di kanopi pemandian pun
dengan cepat berubah menjadi es.
Waktu dua minggu terasa cepat berlalu. Belum puas
rasanya menyantap pemandangan indah yang tersaji.
Namun, saya bersyukur masih sempat mencicipi
secuil pesona musim dingin Siberia, dan membaginya
dalam bingkai-bingkai foto di sini serta dalam
pameran bertajuk Pesona Musim Dingin Siberia di
Pusat Kebudayaan Rusia, Jakarta, dari Juni hingga
Agustus 2015.

Panca Syurkani
pancasyurkani@gmail.com
Photojournalist for Jakarta-based Media Indonesia
Daily and photography lecturer at IISIP (Institute
of Social & Political Sciences) Jakarta; having
participated in several photo exhibitions, won some
photo competitions and started a photography class
Cahaya Photography Course at Center for Russian
Culture in Jakarta.

94

2015-85

2015-85

95

Nikon D750 Kit 24-120


24.3 MP
Rp 31.600.000

Sony Alpha A7 II Body


24.3 MP
Rp 20.999.000

Leica M7 Black
Kondisi: 99%
Kontak: 08161816097

Samsung Smart Camera NX1 Body


28.2 MP
Rp 19.999.000

Panasonic Lumix DMC-TZ70


12.1 MP
Rp 5.100.000

Nikon D610 BO
Kondisi: 98%
Kontak: 082264040008
Rp 23.999.000

Rp 13.650.000

Canon EOS 7D Mark II Kit 1585mm


20.2 MP
Rp 28.375.000

Canon EOS 7D Mark II (Body)


20.2 MP
Rp 20.025.000

CANON EOS 6D BO
Kondisi: 95%
Kontak: 085692913767

Nikon D750 Body


24.3 MP

PENTAX 645Z Medium Format


Digital Camera
51 MP
Rp 21.175.000

FUJIFILM X-A2 Kit XC16-50mm


f3.5-5.6 OIS
16.3 MP

Rp 11.750.000

Olympus OM-D E-M5 Mark II with


12-40mm f2,8 PRO
16.1 MP

Rp 15.999.000

Rp 23.259.000

Rp 108.000.000

Canon EOS 5DS


50.3 MP

Rp 7.999.000

Fujifilm X-Pro1 BO
Kondisi: 98%
Kontak: 087738255532

FUJIFILM X-T10 with XF18-55mm


f/2.8-4 R LM OIS
16.3 MP

Canon EOS 750D Kit EF-S 18135mm IS STM


24.2 MP
Rp 48.316.000

CANON EOS 700D KIT 18-55mm


Kondisi: 98%
Kontak: 085736009937

Rp 5.850.000

FUJIFILM Finepix XP80


16.4 MP

Rp 11.575.000

NIKON D90 BO
Kondisi: 98%
Kontak: 085643364844

Rp 5.350.000

Rp 9.750.000

96

2015-85

TOKINA AF 11-16mm f/2.8 Pro DX


Kondisi: 99%
Kontak: 085710207711
Rp 4.150.000

NIKON AF S 85mm F/1.8 G


Kondisi: 97%
Kontak: 085692913767
Rp 3.900.000

LEICA BRIGHTLINE FINDER M-21


Kondisi: 97%
Kontak: 085710207711
Rp 5.750.000

Rp 21.099.000

Canon EF 200-400mm f/4 L IS


USM Extender 1.4x

Rp 2.999.000

Fujifilm X-E1 BO
Kondisi: 99%
Kontak: 087738255532

Rp 4.850.000

Rp 146.645.000

Nikon D80
Kondisi: 98%
Kontak: 08122163602
Rp 4.500.000

Sumber (baru) :

CANON EF 24-70 F/2.8 L USM


Kondisi: 99%
Kontak: 085692913767

Olympus OM-D E-M5 Mark II


Titanium with 14-150mm f4.0-5.6 II

Rp 2.950.000

Sumber (bekas):

Bursa Kamera Profesional(www.bursakameraprofesional.net)


Wisma Benhil lt.dasar C6, Jl. Jend. Sudirman
Kav.36 Jakarta 10210
Tel (021) 5736038 - 5736688 - 92862027

Victory Photo Supply (www.victory-foto.com)


Ruko Klampis Jaya 64, Surabaya, Jawa Timur
Phone: (031) 5999636, Fax: (031) 5950363, Hotline: (031) 70981308
Email: info@victory-foto.com

Focus Nusantara (www.focusnusantara.com)


Jl. KH. Hasyim Ashari No. 18, Jakarta Pusat 10130
Telp (021) 6339002, Email: info@focusnusantara.
com

*Harga per 6 Februari 2015; dapat berubah


sewaktu-waktu.

www.fotografer.net
*Harga per 7 Agustus 2015; dapat berubah
sewaktu-waktu

2015-85

97

Index

Jerry N Uelsmann 20

Adobe 57
Aerial 52
analog photography 15
Ansel Adams 20

B
black & white 15
C
Camera Raw 57
CS6 57
D
darkroom 17
drone 52

M
Merapi 56
mudik 26, 35
multicopter 52
multi-print technique 20
multirotor 52
musim dingin 62

Eid al-Fitr 35

Russia 62

FIAP 53
Fobia 39
Fotografer Balikpapan 39
fotografi analog 15
FPSI 53

H
helicam 52
Henri Cartier-Bresson 55
hitam-putih 15

salju 62
Salon Foto Indonesia 52
Samyang 55
Semarang 52
Siberia 62
Slamet 56
snow 62
Sony World Photography Awards 57
U
UAV 52

Idul Fitri 35
Imang Jasmine 24
Irkutsk 62
Irwandi 13

Winter 62
World Cup 53

2015-85

Memadukan model nan


elok dan satwa yang eksotis
memang menyenangkan,
sekaligus menantang, dan
akan menghasilkan gambar
yang menawan. Tentunya di
sini tak sekadar soal teknis
dalam fotografinya, tak hanya
soal mengarahkan sang
model untukberpose, tapi juga
mempertimbangkan pose satwa
agar terekam atmosfer yang
harmonis secara menyeluruh.

GoPro 58

Edisi 86, September 2015

kamar gelap 17
Kelud 56

Panca Syurkani 60
Permenhub 90/2015 52
Pesawat Udara Tanpa Awak 52

98

Next Issue

Z
zone system 17

Photos by Dewandra Djelantik

Pemimpin Umum
Kristupa Saragih

Pemimpin Perusahaan
Valens Riyadi

Pemimpin Redaksi
Farid Wahdiono

Distribusi & Sirkulasi Online


Farid Wahdiono

Redaktur
Farid Wahdiono

Marketing
Evon Rosmala

Desainer Grafis
Koko Wijanarto
Yanuar Efendy

Sekretariat
Evon Rosmala
Alamat Redaksi
Perum Puri Gejayan Indah B-12
Yogyakarta 55283
Indonesia

Telepon
+62 274 518839
Fax:
+62 274 563372
E-mail Redaksi
editor@exposure-magz.com
E-mail Iklan:
marketing@exposure-magz.com
Komentar dan Saran:
Exposure terbuka terhadap
saran dan komentar, yang bisa
disampaikan melalui e-mail ke:
editor@exposure-magz.com

2015-85

99