Anda di halaman 1dari 27

PROPOSAL KERJA PRAKTEK

PENGAMATAN KEGIATAN PEMBONGKARAN BATUAN MENGGUNAKAN


METODE PELEDAKAN DI PT PAMA INDO MINING DESA TEGAL REJO
KECAMATAN KELUMPANG HULU KABUPATEN KOTABARU
PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

OLEH :
DEVRIN APRILIUS MUNTHE

(H1C112015)

NUR ROCHIM

(H1C112245)

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT


FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
BANJARBARU
2015

LEMBAR PERSETUJUAN

LEMBAR PERSETUJUAN
PROPOSAL KERJA PRAKTEK

PENGAMATAN KEGIATAN PEMBONGKARAN BATUAN MENGGUNAKAN


METODE PELEDAKAN DI PT PAMA INDO MINING DESA TEGAL REJO
KECAMATAN KELUMPANG HULU KABUPATEN KOTABARU
PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

Pengusul :

PROPOSAL KERJA
PRAKTEK

I. LATAR BELAKANG
Kerja praktek adalah salah
satu mata kuliah wajib sebagai
persyaratan untuk menyelesaikan
studi pada Program Studi Teknik
pertambangan

Universitas

Lambung Mangkurat, kerja praktek digunakan sebagai sarana untuk


mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama dibangku kuliah dengan
keadaan di lapangan yang sebenarnya.
Pembongkaran batuan penutup (overburden) tidak semua dapat
dilakukan dengan metode free digging dan ripping, hal ini dikarenakan
tingkat kekerasan batuan yang berbeda beda, sehingga perlu diterapkan
metode peledakan untuk batuan yang memiki tingkat kekerasan yang tinggi.
Tujuan peledakan itu sendiri adalah untuk menghancurkan batuan yang
semula berdimensi besar menjadi berdimensi kecil sehingga mudah dalam
pembongkaran dan pengangkutannya. Dalam perencanaan yang matang dari
seorang ahli sangat menentukan dalam keberhasilan suatu kegiatan
peledakan mulai dari rancangan geometri peledakan sampai pada
perangkaian dan kegiatan peledakan itu sendiri harus direncanakan dengan
baik.
Di dalam dunia Pertambangan peledakan telah dikenal luas dan
sangat diperlukan guna memberikan kemudahan bagi alat-alat berat untuk
menggali lapisan batuan. Teknik pemboran dan peledakan (drill and blast)
pada perusahaan tambang digunakan untuk menunjang kelancaran proses
pengupasan batuan penutup . Dengan tingkat kebutuhan batubara yang
semakin meningkat, pembongkaran batuan dalam jumlah besar untuk
menyingkap lapisan batubara haruslah menggunakan teknologi yang

modern untuk mencapai target produksi yang diharapkan sehingga dicapai


hasil yang optimal.
Kegiatan peledakan merupakan salah satu pekerjaan beresiko tinggi
dimana seluruh aktifitasnya selalu berhubungan dengan bahan peledak.
Untuk itu dibutuhkan suatu manajemen yang baik dalam pengelolaan
kegiatan peledakan tersebut diantaranya yaitu perancangan geometri
peledakan yang baik agar resiko-resiko kecelakaan kerja dapat dihindari dan
produktifitas dapat lebih optimal.
Adapun judul dari kerja praktek yang ingin kami ajukan yaitu :
Pengamatan

Pembongkaran

BatuanPenutup

menggunakan

Metode

Peledakan di PT PAMA INDO MINING Kabupaten Kotabaru Provinsi


Kalimanatan Selatan.
II. MAKSUD DAN TUJUAN
Adapun maksud dan tujuan dari Kerja Praktek yang dilaksanakan
pada PT PAMA INDO MINING ini adalah :
1. Mengetahui metode, perlengkapan dan peralatan peledakan yang
digunakan oleh PT PAMA INDO MINING.
2. Mempraktikkan ilmu yang didapat saat perkuliahan secara langsung di
lapangan sehingga dapat mengetahui praktik kegiatan peledakan dan
mengeetahui faktor-faktor yang mempengaruhi hasil peledakan, serta
belajar bekerja untuk memiliki kemampuan yang diinginkan oleh dunia
industri.
Tujuan dari kegiatan Kerja Praktek yang dilaksanakan pada PT
PAMA INDO MINING. ini adalah :
1. Mengetahui geometri peledakan yang digunakan di PT PAMA INDO
MINING Provinsi Kalimanatan Selatan.
2. Membandingkan geometri peledakan yang digunakan PT PAMA INDO
MINING Provinsi Kalimanatan Selatan dengan geometri peledakan
secara teoritis dengan menggunakan metode C.J. Konya.
3. Menghitung kecepatan penetrasi pemboran lubang ledak.

4. Membandingkan efisiensi bahan peledak dari geometri peledakan yang


digunakan oleh PT PAMA INDO MINING Provinsi Kalimanatan
Selatan dengan geometri peledakan menurut C.J. Konya.
5. Mengetahui volume pembongkaran batuan hasil kegiatan peledakan dan
melakukan evaluasi pencapaian target pembongkaran batuan.
6. Mengamati ukuran fragmen dan efek kegiatan peledakan.
III. METODE PENGUMPULAN DATA
Metode yang digunakan dalam pengumpulan data ini ada tiga, yaitu :
1. Observasi (Pengamatan)
Metode ini dilakukan dengan mengamati kondisi dan kegiatan di
lapangan, kemudian dilakukan pengumpulan data yang terkait.
2. Metode Interview (Wawancara)
Metode ini dilakukan dengan cara tanya jawab kepada operator lapangan
yang menangani kegiatan peledakan pada PT PAMA INDO MINING
Provinsi Kalimanatan Selatan.
3. Metode Pustaka
Metode ini dilakukan dengan studi literatur yang menyangkut
PT PAMA INDO MINING Provinsi Kalimanatan Selatan dan kegiatan
peledakan.
IV. BATASAN MASALAH
Dalam kegiatan kerja praktek ini masalah yang dipelajari dan
dibahas yaitu mengamati perbandingan geometri peledakan yang digunakan
pada PT PAMA INDO MINING Provinsi Kalimanatan Selatan dengan
geometri peledakan teoritis menurut metode C.J. Konya.
V.

DASAR TEORI
Tujuan peledakan adalah untuk mengkonversi batu dari satu bagian
padat bahan geologi menjadi beberapa potongan kecil sehingga dapat
dimuat oleh peralatan yang tersedia. Untuk mengerjakan ini ada dua faktor
utama untuk dipertimbangkan, yaitu fragmentasi dan gerakan atau

lemparan. Kedua harus sesuai dengan kebutuhan perancangan. Peledakan


tambang bawah tanah, misalnya, membutuhkan fragmentasi lebih kecil dari
permukaan peledakan karena ukuran alat yang dapat digunakan dan
kesulitan akses. Jika fragmentasi terlalu besar, peralatan tersebut tidak akan
mampu menggali batu, dan jika fragmentasi adalah terlalu kecil,
mengerjakan peledakan lebih dari yang diperlukan dan karena biaya lebih
tinggi dari yang seharusnya. Jika terlalu banyak pergerakan batu, mungkin
ada kerusakan pada bangunan sekitar atau bahkan cedera personil
(Hemphill, 1981 dalam Prastio, 2011).
Banyak cara untuk membongkar dan memberai lapisan batuan,
namun hal itu tergantung mudah atau tidaknya lapisan batuan itu untuk
digali dan diberai, mulai dari peralatan non mekanic (konvensional) seperti
cangkul dan sekop, sampai peralatan mekanik seperti backhoe, shovel,
dragline, bulldozer-ripper, dll. Jika peralatan-peralatan tersebut sudah tidak
mampu membongkar dan memberainya maka lapisan batuan tersebut harus
dibongkar dengan menggunakan cara peledakan, dengan catatan kegiatan
peledakan jika dilakukan masih bernilai ekonomis bagi perusahaan.
Tabel 1
Urutan Pembongkaran Material Berdasarkan Kuat Tekan Batuan
Kuat Tekan (Ucs)
Alat
(Mpa)
Free Digging
1 10
Shovel, Back Hoe, BWE
Ripping
10 25
Ripper
Rock Cutting
10 50
Rock Cutter
Blasting
> 25
Pemboran Peledakan
Sumber: Modul Perkuliahan Teknik Peledakan, Teknik Pertambangan FT
UNLAM, 2004
Metode

Dalam suatu operasi peledakan batuan, kegiatan pemboran


merupakan pekerjaan awal yang pertama kali dilakukan dengan tujuan
untuk membuat sejumlah lubang ledak dengan geometri dan pola yang
sudah ditentukan sesuai dengan massa batuan yang ingin diberai
(dibongkar), yang selanjutnya akan diisi dengan sejumlah bahan peledak
untuk diledakkan.

Untuk memperoleh hasil pembongkaran batuan sesuai dengan yang


diinginkan maka perlu suatu perencanaan ledakan dengan memperhatikan
besaran-besaran geometri ledakan, yaitu diameter dan kedalaman lubang
ledak, burden, spasi, tinggi jenjang, stemming, dan subdrilling.

Gambar 1. Geometri Peledakan


Istilah-istilah dalam geometri peledakan :
1. B = Burden
Burden (B), adalah jarak tegak lurus antara lubang ledak dengan bidang
bebas (free face) atau jarak tegak lurus antar baris.
2. S = Spasi
Spasi (S), adalah jarak di antara lubang ledak dalam satu baris.
3. T = Penyumbat (Stemming)
Stemming (T), adalah kolom material penutup lubang ledak di atas
kolom isian bahan peledak yang berfungsi untuk mengungkung gas hasil
peledakan.
4. L = Kedalaman kolom lubang ledak
Kedalaman lubang ledak (L), adalah panjang kolom ledak dari
permukaan lubang sampai ke dasar lubang ledak.
5. H = Tinggi jenjang
Tinggi Jenjang (H), adalah jarak vertikal antara permukaan lubang ledak
sampai lantai jenjang.

6. PC = Isian utama (Powder Column)


Powder Column (PC), adalah tinggi kolom pada lubang ledak yang diisi
dengan bahan peledak.

7. J = Subdrilling
Subdrilling (J), adalah panjang lubang ledak yang berada di bawah garis
lantai jenjang yang berfungsi untuk membuat lantai jenjang relatif rata
setelah penggalian.
Dalam merancang suatu peledakan mencakup seluruh prosedur
perhitungan dan gambar dalam menentukan :
1.
2.
3.
4.
5.

Geometri peledakan
Pola pemboran dan peledakan
Kebutuhan bahan peledak dan perlegkapannya
Produksi peledakan
Penanganan pasca produksi
Pola pemboran yang dipergunakan didalam tambang terbuka dapat

dibagi 3 bagian besar :


1. Pola Empat Persegi
2. Pola Empat Persegi Panjang
3. Pola Zig-Zag (staggered)
Pola peledakan dibuat untuk mengatur waktu tunda peledakan
dengan variasi nomor tunda pada detonator. Fungsi pola peledakan:
1. Mengarahkan lemparan hasil ledakan
2. Mengurangi tingkat getaran dan flyrock
3. Memperbaiki fragmentasi
Tipe-tipe pola peledakan, yaitu sebagai berikut :
1. Pola flat face, yaitu peledakan dengan waktu tunda yang sama untuk
tiap deret lubang ledak
2. Pola V-cut atau box cut, yaitu peledakan dengan waktu tunda yang
diatur sedemikian rupa arahnya menyerupai huruf V. Variasi dari pola
ini diterapkan untuk membuka lubang terowongan yang disebut dengan
pola burn cut.
3. Pola echelon, yaitu peledakan dengan waktu tunda yang diterapkan
apabila terdapat dua bidang bebas.

Untuk merancang suatu peledakan haruslah memperhitungkan


beberapa masukan. Adapun masukan tersebut digolongkan ke dalam :
1. Faktor rancangan yang dapat dikendalikan, seperti geometri pemboran,
geometri peledakan serta bahan peledak dan perlengkapannya.
2. Fakor rancangan yang tidak dapat dikendalikan, seperti geologi, sifat dan
kekuatan batuan, diskontinuitas batuan, kondisi cuaca dan air.
Geometri peledakan menurut Konya (1990) :
1. Burden (B)
Persamaan yang digunakan yaitu (Saptono, 2006) :


B 3,15 x d e x 3 e
r
Keterangan :
B = burden (ft)
de = diameter bahan peledak (inci)

e = berat jenis bahan peledak (gr/cc)


r = berat jenis batuan (ton/m3)
2. Spacing (S)
Spasi ditentukan berdasarkan sistem tunda yang direncanakan, dimana
menurut Konya (1990) adalah:
a. Serentak tiap baris lubang ledak (instantaneous single-row blastholes)
H 4B S

H 2B
H 4B S 2B
3
;

b. Berurutan dalam tiap baris lubang ledak (sequenced single-row blastholes)

H 4B S

H 7B
8

H 4B S 1,4B

3. Subdrilling (J)
Adapun persamaan untuk mencari jarak subdrilling menurut Konya
(1990) adalah :
J = 0,3 B
4. Stemming (T)

Persamaan yang digunakan untuk menghitung jarak stemming adalah :


a. Batuan massif,
b. Batuan berlapis,

T=B
T = 0,7B

5. Tinggi jenjang (H)


Tinggi jenjang (H) ditentukan oleh H/B (Stifness Ratio). Nilai Stifness
Ratio yang berbeda akan memberikan hasil yang berbeda terhadap
fragmentasi, airblast, flyrock, dan getaran tanah. Berikut adalah tabel
Stifness Ratio dan pengaruhnya terhadap hasil ledakan.
6. Diameter lubang ledak (D)
Diameter lubang ledak dapat ditentukan dengan menerapkan Rule of
Five, yaitu ketinggian jenjang (dalam feet) lima kali diameter lubang
ledaknya (dalam inci).
7. Kedalaman lubang ledak (L)
Berdasarkan gambar geometri bahan peledak, kedalaman lubang ledak
dapat dirumuskan dengan :
L=H+J
Keterangan : H = tinggi jenjang (m)
J

= sub drilling (m)

8. Loading Density (Densitas Pemuatan)


Loading density merupakan jumlah bahan peledak yang dibutuhkan
setiap satu meter kedalaman lubang ledak. Loading density dapat
ditentukan menggunakan rumus :
de =
Keterangan : de

0,34 x SGe x De2

loading density (lb handak/ft kolom isian)

SGe

berat jenis bahan peledak (gr/cc)

De

diameter bahan peledak (inci)

Banyaknya bahan peledak yang dipergunakan dalam setiap lubang


digunakan rumus :
E

= Pc x de x N,

Keterangan : E =

dan

Pc = L T

jumlah bahan peledak (lb)

Pc =

tinggi kolom isian (ft)

De =

loading density (lb/ft)

N =

jumlah lubang ledak

Untuk meledakkan material diperlukan bahan peledak. Bahan


peledak yang dimaksudkan adalah bahan peledak kimia yang didefinisikan
sebagai suatu bahan kimia senyawa tunggal atau campuran berbentuk
padat, cair, atau campurannya yang apabila diberi aksi panas, benturan,
gesekan atau ledakan awal akan mengalami suatu reaksi kimia eksotermis
sangat cepat dan hasil reaksinya sebagian atau seluruhnya berbentuk gas
disertai panas dan tekanan sangat tinggi yang secara kimia lebih stabil.
Panas dari gas yang dihasilkan reaksi peledakan tersebut sekitar 4000C.
Adapun tekanannya, menurut Langerfors dan Kihlstrom (1978), bisa
mencapai lebih dari 100.000 atm setara dengan 101.500 kg/cm atau 9.850
MPa ( 10.000 MPa). Sedangkan energi per satuan waktu yang ditimbulkan
sekitar 25.000 MW atau 5.950.000 kcal/s. Cepat rambat berkisar antara
2500 - 7500 meter per sekon (m/s).
Adapun karakteristik bahan peledak adalah sebagai berikut :
1. Kekuatan (Strenght)
Kekuatan suatu bahan peledak tergantung pada campuran kimiawi yang
mampu menghasilkan energi panas ketika terjadi inisiasi.
2. Kecepatan Detonasi
Merupakan laju rambatan gelombang detonasi sepanjang bahan peledak
dengan satuan millimeter per sekon (m/s) atau feet per second (fps).
Makin tinggi kecepatan rambat gelombang ledak suatu bahan peledak,
makin kuat bahan peledak tersebut.
3. Tekanan Detonasi
Adalah tekanan yang terjadi disepanjang zona reaksi peledakan hingga
terbentuk reaksi kimia seimbang sampai ujung bahan peledak yang
disebut sebagai bidang chapman-jouguet (C-J Plane).
4. Densitas
Secara umum adalah angka yang menyatakan perbandingan berat per
volume. Densitas dapat dinyatakan dalam 3 (tiga) cara :
a.

Berat per unit volume

b.

Loading density (berat bahan peledak per


unit panjang isian, lb/ft).

c.

Catridge Count, banyaknya catridge atau


batang bahan peledak.

5. Sensitifitas
Adalah sifat yang menunjukkan tingkat kemudahan inisiasi bahan
peledak atau ukuran minimal booster yang diperlukan. Sifat sensitif
bahan peledak bervariasi tergantung pada komposisi kimia bahan
peledak, diameter, temperatur, dan tekanan.
6. Ketahanan Terhadap Air
Adalah ukuran kemampuan suatu bahan peledak untuk melawan air
disekitarnya tanpa kehilangan sensitifitas atau efisiensi.
7. Kestabilan Kimia (Chemical Stability)
Kemampuan

untuk

tidak

berubah

secara

kimia

dan

tetap

mempertahankan sensitivitas selama dalam penyimpanan di dalam


gedung dengan kondisi tertentu.
8. Karakteristik Gas ( Fumes Characteristics)
Detonasi bahan peledak dan menghasilkan fume, yaitu gas-gas, baik
yang tidak beracun (non-toxic) maupun yang mengandung racun
(toxic).
Tabel 3
Klasifikasi Bahan Peledak Menurut Anon (1977)
Jenis
Bahan peledak lemah
(low explosive)
Bahan peledak kuat

Reaksi
Deflagrate (terbakar)

Contoh
black powder

Detonate (meledak) NG, TNT, PETN


(high explosive)
Blasting agent
Detonate (meledak) ANFO, slurry, emulsi
Sumber: Introductory Mining Engineering, United State of America
Perlengkapan peledakan adalah bahan pelengkap yang habis pakai
dalam sekali peledakan. Peralatan peledakan adalah alat bantu peledakan
yang dapat dipakai berulang-ulang dalam kegiatan peledakan, secara umum
terdiri atas alat pemicu peledakan, serta alat pencampur dan pengisi.

Berikut ini perlengkapan serta peralatan yang digunakan pada suatu


kegiatan peledakan :
1. Sumbu Api (Safety Fuse)
Perlengkapan : plain detonator, safety fuse dan penyambung sumbu api.
Peralatan

: crimper, lead splitter/fuse lighter.

2. Sumbu Ledak (Detonating Cord)


Perlengkapan : detonating cord, detonating relay connectors dan
initiator (detonator).
Peralatan

: blasting machine/exploder, blasting ohm meter (BOM),


lead wire.

3. Electric Detonator
Perlengkapan : detonator listrik, connecting wire.
Peralatan : blasting machine/exploder, blasting ohm meter (BOM), lead
wire, circuit tester (volt meter).
4. Non Elektric Detonator (Nonel)
Perlengkapan : detonator non elektrik (nonel), sumbu nonel (nonel tube),
MS-connector.
Peralatan : shotgun/shotfire, J hook, circuit tester (volt meter).
(Saptono, 2006).
Kegiatan peledakan akan mengakibatkan terjadinya efek peledakan,
Efek peledakan yang dimaksud adalah pengaruh adanya peledakan terhadap
lingkungan sekitarnya yang berkaitan dengan keamanan. Efek peledakan
yang ditimbulkan adalah getaran tanah, dan suara ledakan.
1. Getaran Tanah (Ground Vibration)
Getaran tanah (ground vibration) terjadi pada daerah elastis. Pada
daerah ini tegangan yang diterima material lebih kecil dari kuat tarik
material sehingga hanya menyebabkan perubahan bentuk dan volume.
Sesuai dengan sifat elastis material maka bentuk dan volume akan
kembali pada keadaan semula setelah tidak ada tegangan yang bekerja.
(Berta, 1990 dalam Silaban, 2011)
2. Ledakan Udara (Airblast)

Air blast adalah suara keras yang ditimbulkan oleh atau pada saat
terjadi ledakan. Air blast merupakan gelombang tekanan yang terjadi
pada atmosfer

yang

terindikasi

oleh

suatu

frekuensi

tinggi,

frekuensi rendah, bahkan yang tidak terdengar sama sekali.


Suatu operasi peledakan dinyatakan berhasil dengan baik pada
kegiatan penambangan apabila diperoleh fragmentasi batuan berukuran
merata dengan sedikit bongkah (kurang dari 15% dari jumlah batuan yang
terbongkar per peledakan) (Koesnaryo, 1988 : 1-2 dalam Hasanah, 2009).
Fragmentasi adalah istilah umum untuk menunjukkan ukuran setiap
bongkah batuan hasil peledakan.
Ukuran fragmentasi tergantung pada proses selanjutnya. Untuk
tujuan tertentu ukuran fragmentasi yang besar atau boulder diperlukan,
misalnya disusun sebagai penghalang (barrier) di tepi jalan tambang.
Namun kebanyakan diinginkan ukuran fragmentasi yang kecil karena
penanganan

selanjutnya

akan

lebih

mudah.

Ukuran

fragmentasi

terbesar biasanya dibatasi oleh dimensi mangkok alat gali (excavator atau
shovel) yang akan memuatnya ke dalam truck dan oleh ukuran gap bukaan
crusher (Suwandi, 2004 dalam Titin, 2009).
VI.

METODE KEGIATAN KERJA PRAKTEK


Dalam pelaksanaan kerja praktek saya akan menggunakan metode
peledakan yang dipakai di PT PAMA INDO MINING Provinsi Kalimanatan
Selatan dengan menggunakan peralatan yang ada atau tersedia di
perusahaan.
Dalam kegiatan praktek diperlukan pengambilan data, data yang
diperlukan berupa data primer dan data sekunder, data primer diperoleh dari
hasil pengamatan langsung di lapangan. Khususnya mengenai tata laksana
kegiatan peledakan dan cara-cara melakukan peledakan serta data yang
diperoleh dari hasil peledakan khususnya dalam hal praktiknya. Data
sekunder diperoleh dari perusahaan terkait berupa kondisi geologi, letak
topografi dan lain-lain.

Selanjutnya data yang diperoleh dari hasil kegitan ini serta data yang
diperoleh dari hasil pengamatan dan bahan-bahan yang dikumpulkan,
kemudian dikelompokan untuk selanjutnya disusun untuk dibuat laporan.
VII.

WAKTU PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK


Kegiatan kerja praktek ini kami usulkan/ajukan dilaksanakan selama
30 hari (1 bulan), dari tanggal 17 September sampai dengan 17 November
2015. Dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

Kegiatan
Kerja
Praktek
Orientasi
Lapangan
Pengambila
n Data
Pembuatan
Laporan

minggu ke 1

Presentasi
VIII. TEMPAT PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK
Kegiatan kerja praktek ini bertempat di wilayah PT PAMA INDO
MINING Provinsi Kalimanatan Selatan
IX.

PENUTUP
Demikian proposal kerja praktek ini kami buat dengan tema yang
diusulkan sebagai bahan pertimbangan pihak perusahaan agar dapat
menerima dan memberikan kesempatan untuk melaksanakan kerja praktek.
Atas perhatian pihak perusahaan kami ucapakan terima kasih.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2004. Modul Penuntun Perkuliahan Teknik Peledakan. Teknik


Pertambangan Universitas Lambung Mangkurat. Banjarbaru.
Hasanah, Titin. 2009. Evaluasi Fragmentasi Batuan Hasil Peledakan pada PT
Kalimantan Prima Persada, Desa Riam Adungan, Kec Kintap, Kabupaten
Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Teknik Pertambangan Universitas
Lambung Mangkurat. Banjarbaru.
Howard L. Hartman, Jan M. Mutmansky. 2002. Introductory Mining Engineering.
United States Of America
Langerfors, Kihlstrom. 1978. The Modern Technique Of Rock Blasting.
Universitas Michigan. Wiley.
Prastio, Oki. 2011. Pengamatan Kegiatan Peledakan di PT Madhani Talatah
Nusantara Site Gendang Timburu, Kec Sungai Durian, Kab Kotabaru,
Klien PT Kalimantan Energi Lestari, Kalimantan Selatan. Teknik
Pertambangan Universitas Lambung Mangkurat. Banjarbaru.
Saptono, Singgih.
2006. Teknik Peledakan. Teknik Pertambangan FTM
Universitas Pembangunan Nasional Veteran. Yogyakarta.
Silaban, Douglas Widodo. 2011. Analisis Ground Vibration pada Peledakan PT
THIESS Contractor Indonesia Site Senakin. Kalimantan Selatan. Teknik
Pertambangan Universitas Nasional Veteran. Yogyakarta.

LAMPIRAN 1
RENCANA PENYUSUNAN ISI LAPORAN
Laporan kerja praktek (KP) akan kami rangkum secara rinci dan sistematik
dengan rencana daftar isi sebagai berikut :
LEMBAR JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Maksud dan Tujuan
1.3 Metode Penulisan
1.4 Batasan Masalah

BAB II

TINJAUAN UMUM
2.1 Sejarah dan Perkembangan Perusahaan
2.2

Keadaan Geografi

2.3

Keadaan Geologi

2.4

Produksi Batubara

2.5

Kegiatan Penambangan

BAB III DASAR TEORI


3.1

Pola Pemboran

3.2

Pola Peledakan

3.3

Metode Peledakan

3.4

Geometri Peledakan

3.5

Perlengkapan dan Peralatan Pelededakan

BAB IV HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN


4.1

Hasil Pengamatan
4.1.1 Tahapan Kegiatan Peledakan
4.1.2 Pola Pemboran
4.1.3 Pola, Metode, Perlengkapan, dan Peralatan
Peledakan
4.1.4 Geometri Peledakan

BAB V

4.2

Pengolahan Data

4.3

Pembahasan

PENUTUP
5.1

Kesimpulan

5.2

Saran

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

LAMPIRAN 2

DIAGRAM ALIR RENCANA KEGIATAN KERJA


PRAKTIK
Mulai

Studi
Literatur
Pengamatan
di

Data Primer
Diameter lubang ledak

Burden
Spasi
Stemming
Subdrilling
Tinggi jenjang
Struktur geologi
Jenis bahan peledak
Warna asap, airblast

Data Sekunder
Density batuan
Density bahan Peledak
Jenis bahan peledak
Jumlah lubang ledak
Sudut kemiringan
Peta titik/pola peledakan
Target produksi peledakan
Tonase produksi
Laporan pencapaian produksi
Laporan penggunaan bahan peledak
Spesifikasi alat muat overburden
Standar maksimal getaran, airblast

Getaran
CT pemboran

ANALISA DATA

Geometri Peledakan

Perusahaan

C.J Konya

Burden
Spasi
Stemming
Subdrilling
Tinggi
jenjang
Produksi

Burden
Spasi
Stemming
Subdrilling
Tinggi
jenjang
Produksi

Pemboran Lubang Ledak

Cycle Time alat bor

Rate of penetration

Efek Peledakan

Fragmentasi dan
Pencapaian Target

Warna asap
Airblast

Ukuran
fragmentasi

Getaran

Bucket capacity
alat gali muat

Hasil yang dicapai :


- Efisiensi bahan peledak yang
digunakan perusahaan
- Efisiensi bahan peledak menurut
C.J. Konya
- Target produksi
- Rate of Penetration alat bor
- Warna asap, air blast, getaran
- Fragmentasi hasil peledakan

LAMPIRAN 3
Selesai

CURRICULUM VITAE
Nama

: Devrin Aprilius Munthe

Jenis Kelamin

: Laki-laki

Tempat/Tanggal Lahir

: Sebangau, 26 April 1994

Alamat

: Jl. Intan Sari Komp. Widya Citra Elok I, Banjarbaru

Telepon

: 085252916673

E-mail

: devrinam@gmail.com

Agama

: Kristen Protestan

Status

: Mahasiswa - Belum Menikah

Riwayat Pendidikan
-

SDN

: SDN Mekar Jaya I

SLTP

: SMPN 3 Palangkaraya

SMA

: SMAN 2 Palangkaraya

Perguruan tinggi

: S1 Teknik Pertambangan UNLAM (Sedang Dijalani)

Pengalaman Organisasi
-

Anggota OSIS SMPN 3 Palangkaraya

Anggota OSIS SMAN 2 Palangkaraya

Anggota HIMASAPTA (Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan) Teknik


Pertambangan UNLAM 2013-2014

Pelatihan/Training
-Ground Vibration Evaluation (Basic), Teknik Pertambangan Universitas
Lambung Mangkurat

CURRICULUM VITAE
Nama

: Nur Rochim

Jenis Kelamin

: Laki-laki

Tempat/Tanggal Lahir

: Kotabaru, 10 Juni 1993

Alamat

: Jl. Scorpio Raya Blok VI D No.1

Telepon

: 085350082742

E-mail

: nur.rochim245@gmail.com

Agama

: Islam

Status

: Mahasiswa - Belum Menikah

Riwayat Pendidikan
-

SDN

: SDN Rejosari 2

SLTP

: SMPN 3 Batulicin

SMA

: SMAN 1 Mantewe

Perguruan tinggi

: S1 Teknik Pertambangan UNLAM (Sedang Dijalani)

Pengalaman Organisasi
-

Anggota OSIS SMPN 3 Batulicin

Pengurus OSIS SMAN 1 Mantewe

Anggota HIMASAPTA (Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan) Teknik


Pertambangan UNLAM 2013-2014

Pelatihan/Training

LAMPIRAN 4

KOP PERUSAHAAN
Jadwal Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan Mahasiswa *)
Nama
NIM

: ____________________________
: ______________________________

Mingg
u

Hari
ke

Hari

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

6
7

Sabtu
Mingg
u

Senin

Selasa

10

Rabu

11

Kamis

12

Jumat

13
14

Sabtu
Mingg
u

15

Senin

16

Selasa

17

Rabu

18

Kamis

19

Jumat

20
21

Sabtu
Mingg
u

22

Senin

Kegiatan Praktek Kerja

Paraf Pembi

23

Selasa

24

Rabu

25

Kamis

26

Jumat

27

Sabtu
Mingg
u

28

*) Tentatif, dapat disesuaikan dengan arahan Pembimbing Lapangan


Telah dipresetasikan pada tanggal
Draft Laporan disetujui Pembimbing Lapangan pada tanggal
Mengetahui
HRD Dept Head,

: _____ - _____
: _____ - _____
Pembimbing Lapangan,

LAMPIRAN 5

KOP PERUSAHAAN
Form Penilaian Kegiatan Praktek Kerja Mahasiswa
Nama : Devrin Aprilius Munthe
NIM

: H1C112015

Topik : Pengamatan Pembongkaran Batuan menggunakan Metode


Peledakan di PT PAMA INDO MINING Provinsi Kalimanatan Selatan.
NO

Nilai *)

Parameter Penilaian

Kedisiplinan

Tanggung Jawab

Penguasaan Terhadap Teori

Keaktifan

Inisiatif dan Kreativitas

Laporan

Presentasi
Total
Rata-rata

*) Nilai 0 100

Pembimbing Lapangan,

KOP PERUSAHAAN
Form Penilaian Kegiatan Praktek Kerja Mahasiswa
Nama : Nur Rochim
NIM

: H1C112245

Topik : Pengamatan Pembongkaran Batuan menggunakan Metode


Peledakan di PT PAMA INDO MINING Provinsi Kalimanatan Selatan.
NO

Nilai *)

Parameter Penilaian

Kedisiplinan

Tanggung Jawab

Penguasaan Terhadap Teori

Keaktifan

Inisiatif dan Kreativitas

Laporan

Presentasi
Total
Rata-rata

*) Nilai 0 100

Pembimbing Lapangan,

Anda mungkin juga menyukai