Anda di halaman 1dari 3

Sinopsis, 21 Maret 2000

IDA FARIDA, IIB

KEHAMILAN DENGAN PENYAKIT JANTUNG


Kehamilan dapat mengubah fungsi serta fisiologis kardiovaskuler sehingga dapat mempengaruhi tindakan
maupun prognosis jantungnya.
Oleh karena kelainan jantung dapat mempengaruhi kehamilan , maka perlu dipertimbangkan tindakan
serta nasihat yang perlu diberikan pada masa kehamilan.
Efek Kehamilan pada Sistem Kardiovaskuler
1. Cardia output
Meningkat, mulai B3 kehamilan, M10 terjadi pemendekan masa praejeksi ventrikel kiri
kemampuan kerja miokard dan fraksi ejeksi.
Pada akhir T2 (M25-28) kehamilan tunggal akan meningkat 44%. Rata-rata c.o absolut wanita tak
hamil 5,9 L/m, kehamilan kembar 3,1 L/m.
Penurunan c.o kembali normal pada Takhir akibat efek penekanan uterus yang besar terhadap VCI
pada aterm dalam posisi terlentang penekanan aorta desendens resistensi perifer .
Pada PK I c.o 20-30% dibanding waktu istirahak, setiap kontraksi serta peningkatan kumulatif c.o
sebesar 355, yang semakin memuncak pada akhir kala I.
Pada PK II, c.o meningkat sampai 50% pada setiap kontraksi uterus akibat dipompanya darah lebih
kuat dari uteroplasental bed venous return vena sentral, c.o, Td & bradikardi.
Pada posisi lateral, c.o dan stroke volum > tinggi p.w antara his, sedangkan waktu his tidak terlalu
tinggi.
Segera setelah persalinan, terjadi puncak kenaikan ke-3 c.o sekunder akibat mendadak VR ke
jantung, karena pengosongan uteroplasental bed dan hilangnya penekanan VCI akibat uterus yang
mengecil. Kerja ventrikel kiri > dibanding T2 atau saat partus dan akan bertahan minimal 4 hari pp.
2.

Stroke Volume
Faktor utama pemegang peranan c.o pada kehamilan adalah SV, kurve peningkatannya paralel
dengan c.o. Primi 25%, multigravida 38%. Segera setelah partus SV lagi, bertahan sampai 2
minggu.

3.

Heart Rate
Meningkat secara progresif , maksimum saat aterm 20%. Pada gemeli 40%. Saat partus takikardi
hebat disertai ekstrasistol, relatif bradikardi berlangsung 2Mg pp.

4.

Volum Darah
Meningkat selama kehamilan puncaknya akhir M6. Menurun cepat saat persalinan. Normal kembali
M4-6 pp.

5.

Plasma
pada M6 sampai pertengahan kehamilan (34%), kemudian perlahan sampai M34 (50%).
Multigravida, gemeli >. Perubahan yang cepat dan menonjol segera terjadi setelah persalinan akibat
darah yang hilang.
Pada pem. Ht ternyata kehilangan plasma > darah waktu partus akibat perpindahan volum plasma
intravaskuler ke ekstravaskuler. Kembali normal bertahap pada M1-4 pp.

6.

Volum Eritrosit
Meningkat sedikit dibanding VP anem,ia fisiologis. Walaupun zat besi tambahan diberikan,
eritropoeisis tetap tidak adekuat sehingga penurunan HB sampai 11gr% sering dijumpai pada M30.

Sinopsis, 21 Maret 2000


IDA FARIDA, IIB

Penerapan Klinis
Jantung yang normal dapat dengan mudah mengadakan kompensasi. Persalinan dan pengeluaran bayi akan
menambah beban jantung yang bersifat sementara, sedangkan beban pospartum lebih tinggi.
Keluhan yang dapat mengarah pada dugaan adanya gangguan jantung pada kehamilan, adalah :
1. Sesak nafas waktu bekerja
2. Peningkatan FR
3. Sesak nafas pada posisi duduk
4. Edema tungkai
Supine Syncope (Supine Hypotensive Syndrome)
Bila wanita hamil aterm tidur terlentang pucat, bradikardi, berkeringat, sinkop. Karena CO tiba-tiba
o/ penekanan uterus yang besar thd VCI dan < VR. G/ akan hilang bila penderita tidur miring
Edema
Sebagian besar wanita hamil akan mengalami edema di tungkai, kaki, muka, tangan atau bagian lain.
Mekanisme ? tek. hidrostatik volum plasma + tek. onkotik plasma akibat pengenceran darah
Anemia
Dapat terjadi secara fisiologis. Keluhan : sesak nafas, mudah lelah, takikardia, ekstrasistol, TD.
Suara Jantung dan Murmur
Murmur sistolik selalu timbul pada kehamilan, terdengar pada daerah prekordial tepi kiri sternum, bersifat
ejeksi, terdengar pada wal sistolik atau midsistolik, tidak pernah pada akhir sistolik atau holosistolik, beda
dengan murmur organik. Intensitas ringan sedang. Pada 15% terdengar karena meningkatnya aliran darah
medelalui pembuluh darah dada.
Systolic thrill patognomonik untuk penyakit jantung organik. Adanya murmur diastolik merupakan
indikasi untuk mengevaluasi D/ lebih lanjut.
EKG
Tidak ada perubahan gambaran EKG pada kehamilan
Evaluasi wanita hamil dengan penyakit jantung
Riwayat medis dan PF merupakan dasar pertama u/ menetapkan s/ D/ E/. Klasifikasi fungsional harus
digunakan.
Penanggulangan Penyakit Jantung Pada Kehamilan
1. Pembatasan aktivitas
2. Diet
Rendah kalori (2100-2400 kal)/hr, dengan protein 78 gr. Penderita FC II-III pantang garam.
3. Diuretik
Tidak perlu diberikan pada penderita jantung yang hamil. Hanya diberikan pada gagal jantung sedangberat karena BB , retensi cairan (edema), kongesti vena yang tidak berespon terhadap diet dan
istirahat.
Yang
dianjurkan gol. Tiazid, ES: hipokalemi, disekresi mel ASI hiperbilirubinemia,
trombositopenia dan perubahan metabolisme KH pada bayi
4. Digitalis
Sangat penting dalam penanggulangan gagal jantung, karena dapat meningkatkan efisiensi kerja &
curah jantung. Segera diberikan pada awal gagal jantung terlihat. Petunjuk keberhasilan pengobatan :
< kongesti vena dan edema paru. Peningkatan dosis digitalis sementara diperlukan saat stres jantung
, mis: in partu, saat melahirkan dan segera setelah pp.

Sinopsis, 21 Maret 2000


IDA FARIDA, IIB

Secara umum penanggulangannya:


1. Kenali kel. Jantung sedini mungkin.
2. Kontrol 2 minggu sekali pada T1 & T2, kemudian setiap minggu.
3. Gagal jantung dirawat di RS.
4. Bila ada tanda DC dirawat 2 minggu sebelum aterm.
5. Atasi faktor pemberat
6. Penderita FC I-II:
- Restriksi garam
- Kontrol BB, max 600 gr/Mg, total 9 kg.
- Tidak perlu digitalis
7. FC III-IV
- Pembatasan aktivitas
- NaCl 500 mg/hr
- Digitalisasi
- Dirawat minimal 2 minggu
8. SC hanya dilakukan ai obstetriks
Penanggulangan saat persalinan
- Prinsip utama : mengatasi rasa sakit dan cemas.
- Oksigenisasi
- Analgesik
- Cara persalinan disesuaikan dengan kondisi obstetrik bukan jantungnya

Daftar Pustaka
1.
2.
3.
4.

Cunningham, Gary F, 1997, Williams Obstetrics, 20th ed, Prentice Hall International Inc., USA.
Wiknjosastro, Hanifa dkk, 1997, Ilmu Kebidanan, edisi ketiga, cetakan keempat, Yayasan Bina
Pustaka, Jakarta.
Mochtar R, 1990, Sinopsis Obstetri, edisi kedua, EGC, Jakarta.
Soeparman. Ilmu Penyakit Dalam. Balai Penerbit FKUI, Jakarta, 1987.