Anda di halaman 1dari 20

DAMPAK PENAMBANGAN BATUBARATERHADAP KUALITAS AIR

SUNGAI DI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI PROVINSI RIAU


(STUDI KASUS PT. MANUNGGAL INTI ARTAMAS)

PROPOSAL PENELITIAN

Oleh:

BELILASARI
1410245417

PROGRAM STUDI ILMU LINGKUNGAN


UNIVERSITAS RIAU
2014

DAMPAK PENAMBANGAN BATUBARATERHADAP KUALITAS AIR


SUNGAI DI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI PROVINSI RIAU
(STUDI KASUS PT. MANUNGGAL INTI ARTAMAS)

Disusun Oleh:
BELILASARI
1410245417

Proposal penelitian diajukan sebagai syarat untuk:

HALAMAN PENGESAHAN

DAMPAK PENAMBANGAN BATUBARATERHADAP KUALITAS AIR


SUNGAI DI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI PROVINSI RIAU
(STUDI KASUS PT. MANUNGGAL INTI ARTAMAS)

Disusun Oleh:
BELILASARI
1410245417

Proposal ini telah dikolokiumkan


Pada tanggal 11 November 2014
dan dinyatakan lulus
Pada tanggal 11 November 2014

Persetujuan Komisi Pembimbing:


Ketua Prodi

...............................................

Mengetahui,
Direktur Pascasarjana

.........................................

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadiran Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat, taufiq dan hidayah-Nya sehingga penyusun
dapat menyelesaikan proposal penelitian yang berjudul Dampak
Penambangan Batubara Terhadap Kualitas Air Sungai di Kabupaten
Kuantan Singingi (studi kasus PT. Manunggal Inti Artamas).
Proposal penelitian ini disusun sebagai salah satu syarat untuk
melengkapi nilai mata kuliah Metode Lingkungan oleh Dosen Prof.
Sukendi pada studi ilmu lingkungan.
Penyusun menyadari bahwa proposal penelitian ini masih jauh
dari sempurna, untuk itu saran dan kritik yang membangun yang
penyusun butuhkan demi kesempurnaan proposal penelitian yang
akan datang. Penulis berharap semoga proposal penelitian ini
berguna bagi penulis dan rekan-rekan yang membutuhkannya.

Pekanbaru,

November 2014

BELILASARI

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

.................................................................................

DAFTAR ISI

.................................................................................

ii

DAFTAR TABEL

.................................................................................

iii

DAFTAR GAMBAR

.................................................................................

iv

DAFTAR LAMPIRAN

.................................................................................

BAB I. PENDAHULUAN .................................................................................


1.1 Latar Belakang ..............................................................................
1
1.2 Rumusan Masalah ........................................................................
3
1.3 Tujuan Penelitian ..........................................................................
3
1.4 Manfaat Penelitian
......................................................................
4

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA ..........................................................................


2.1 Tambang Batubara PT. Manunggal Inti Artamas ............................
2.2 Aspek Lingkungan Perairan ............................................................

5
5
7

BAB III. BAHAN DAN METODA ........................................................................


3.1 Waktu dan Tempat Penelitian ..........................................................
3.2 Bahan dan Alat .................................................................................
3.3 Metoda Pengumpulan Data ..............................................................

9
9
10
10

BAB IV. JADWAL KEGIATAN ...........................................................................

11

BAB V. PERKIRAAN BIAYA ..............................................................................

12

BAB VI. DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................

13

LAMPIRAN ...........................................................................................................

ii

DAFTAR TABEL

Tabel 1.
Tabel 2.

Pemantauan pH Air Asam Tambang disekitar Daerah Aliran Sungai


Lingkungan Tambang PT. Manunggal Inti Artamas periode semester I
tahun 2014.
Parameter, Alat dan Metode Analisis Fisika-Kimia Perairan.

iv

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Memasuki abad XXI, dalam konteks pembangunan daerah terdapat 2
(dua) aspek mendasar yang akan mewarnai tatanan kehidupan dan
pemerintahan di daerah. Pertama adalah pengaruh globalisasi yang ditandai
dengan pesatnya perkembangan teknologi dan informasi yang makin nyata dan
terasa dalam setiap sendi kehidupan masyarakat. Kedua, berkembangnya era
otonomi daerah yang ditandai dengan diundangkannya undang-undang nomor
32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 33
Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan
Daerah. Dari dua aspek tersebut peranan data dan informasi baik dalam
penyajian, keakuratan, dan aktualisasi dan kecepatan penyampaian informasi
akan sangat menentukan keberhasilan kebijakan dan tujuan pembangunan
yang dilaksanakan.
Kabupaten Kuantan Singingi secara geografis, geoekonomi dan geopolitik
terletak pada jalur tengah lintas sumatera dan berada dibagian selatan Propinsi
Riau, yang mempunyai peranan yang cukup strategis sebagai simpul
perdagangan untuk menghubungkan daerah produksi dan pelabuhan, terutama
pelabuhan kuala enok. Dengan demikian Kabupaten Kuantan Singingi
mempunyai peluang untuk mengembangkan sektor-sektor pertanian secara
umum, perdagangan barang dan jasa, transportasi dan perbankan serta
pariwisata. Kabupaten Kuantan Singingi merupakan pemekaran dari Kabupaten
Indragiri Hulu yang dibentuk berdasarkan UU No. 53 tahun 1999, tentang
Pembentukan Kabupaten Pelalawan, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Siak, Natuna,
Karimun, Kuantan Singingi dan Kota Batam. Kabupaten Kuantan Singingi terdiri
dari 12 (dua belas) kecamatan dengan luas wilayah 7,656,03 km 2, yang berada
pada posisi antara 0000 -10 00 Lintang Selatan dan 101 0 02 - 1010 55 Bujur
Timur.

Adapun batas-batas Kabupaten Kuantan Singingi adalah:

Sebelah Utara dengan Kabupaten Kampar dan Pelalawan

Sebelah Selatan dengan Propinsi Jambi

Sebelah Barat dengan Propinsi Sumatera Barat

Sebelah Timur dengan Kabupaten Indragiri Hulu


Dampak positifnya adalah bahwa kesejahteraan masyarakat di wilayah
pertambangan secara umum terlihat meningkat karena efek domino dari
keberadaan perusahaan telah mampu mendorong dan menggerakkan sendisendi ekonomi masyarakat, Struktur sosial di masyarakat juga mengalami
perubahan karena masyarakat sekitar pertambangan termotivasi untuk mampu
menyesuaikan

perubahan struktur sosial

yang

disebabkan

banyaknya

masyarakat pendatang yang menjadi karyawan di perusahaan tambang


batubara maupun masyarakat pendatang berusaha di sekitar perusahaan
batubara. Banyaknya investasi di bidang pertambangan batubara tidak hanya
membawa dampak positif akan tetapi juga membawa dampak negatif, baik
pada perubahan struktur sosial, budaya, ekonomi masyarakat maupun pada
kualitas lingkungan. Pengaruh negatif struktur sosial masyarakat di sekitar
perusahaan pertambangan yang mungkin bisa terjadi adalah perilaku dan atau
kebiasaan yang bersifat negatif seperti perjudian , kebiasaan minum-minuman
keras dan pola hidup konsumtif para karyawan yang bisa mendorong
perubahan masyarakat lokal menjadi lebih konsumtif dan bila hal tersebut tidak
didukung oleh perubahan kemampuan daya beli masyarakat lokal akan
menyebabkan kecemburuan sosial yang pada akhirnya bisa menyebabkan
ketidak harmonisan (konflik sosial) antara warga di sekitar perusahaan
pertambangan.
Hal lain yang tidak boleh diabaikan adalah dampak negatif terhadap kualitas
lingkungan. Tidak dapat dipungkiri bahwa aktivitas pertambangan dapat
dipastikan menyebabkan rendahnya kualitas lingkungan. Untuk mengendalikan
kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas perusahaan tambang
batubara tersebut maka diperlukan kontrol yang kuat dari seluruh steakholder
(perusahaan, pemerintah dan seluruh masyarakat).
Mengingat besarnya potensi negatif atas pertambangan batubara maka
tanggung jawab perusahaan untuk meminimalkan dampak negatif tersebut
adalah dengan menyusun dokumen analisis dampak lingkungan, menyusun
rencana pengelolaan lingkungan dan rencana pemantauan lingkungan yang

juga didalamnya terdapat program-progam kepedulian bagi masyarakat sekitar


tambang agar tidak hanya merasakan dampak negatif saja akan tetapi juga
merasakan manfaat atas aktivitas pertambangan

disekitarnya.

Bentuk

kepedulian perusahaan tambang batubara adalah dengan mengembangkan


Corporate Social Responcibility yang dapat memberikan manfaat langsung
bagi

masyarakat

penanggulangan

untuk

meningkatkan

kemiskinan,

membantu

kualitas
dalam

hidupnya

seperti

menyediaan

fasilitas

kesehatan, pendidikan, beasiswa, peningkatan skill, peningkatan daya beli


masyarakat sekitar tambang, memberikan pelatihan agar masyarakat sekitar
tambang mempunyai daya saing, dan membantu membangun infrastruktur
yang sangat diperlukan oleh masyarakat termasuk di dalamnya fasilitas air
bersih. Berdasarkan uraian di atas, maka akan dikaji berbagai dampak dari
kegiatan pertambangan batubara di Kabupaten Kuantan Singingi. Dampak
yang dimaksud dalam kajian ini tidak dibatasi pada dampak negatif saja tetapi
juga dampak positif yang timbul oleh aktivitas pertambangan batubara.
1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah di atas, maka perumusan masalah sebagai berikut:
1. Apa saja dampak pertambangan batubara PT. Manunggal Inti
Artamas terhadap kualitas air sungai di Kabupaten Kuantan
Singingi ?
2. Bagaimana strategi yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi
dan menanggulangi dampak pertambangan batubara di
Kabupaten Kuantan Singingi ?
2.2 Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui dampak pertambangan batubara PT. Manunggal Inti
Artamas terhadap kualitas air sungai di Kabupaten Kuantan Singingi.
2. Untuk mengetahui strategi yang dilakukan untuk mengantisipasi dan
menanggulangi dampak pertambangan batubara PT. Manunggal Inti Artamas
di Kabupaten Kuantan Singingi.
2.3 Manfaat
Manfaat penelitian adalah sebagai data dasar untuk mengetahui tingkat
pencemaran lingkungan perairan akibat kegiatan pertambangan. Selain itu
manfaat lain sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil tindakan

pengendalian dampak lingkungan yang diperlukan oleh pemerintah daerah


maupun penambang batubara.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Tambang Batubara PT. Manunggal Inti Artamas

Batubara merupakan salah satu bahan galian strategis yang sekaligus menjadi
sumber daya energy yang sangat besar. Indonesia pada tahun 2006 mampu
memproduksi batu bara sebesar 162 juta ton dan 120 juta ton diantaranya
diekspor. Sementara itu sekitar 29 juta ton diekspor ke Jepang. indonesia
memiliki cadangan batubara yang tersebar di Pulau Kalimantan dan Pulau
Sumatera, sedangkan dalam jumlah kecil, batu bara berada di Jawa Barat, Jawa
Tengah, Papua dan Sulawesi. Sedangkan rumus empirik batubara untuk jenis
bituminous

adalah

C137H97O9NS,

sedangkan

untuk

antrasit

adalah

C240H90O4NS. Indonesia memiliki cadangan batu bara yang sangat besar dan
menduduki posisi ke-4 di dunia sebagai negara pengekspor batubara. Di masa
yang akan datang batubara menjadi salah satu sumber energi alternatif
potensial untuk menggantikan potensi minyak dan gas bumi yang semakin
menipis.

Pengembangan

pengusahaan

pertambangan

batubara

secara

ekonomis telah mendatangkan hasil yang cukup besar, baik sebagai pemenuhan
kebutuhan dalam negeri maupun sebagai sumber devisa. Bersamaan dengan
itu, eksploitasi besar-besaran terhadap batubara secara ekologis sangat
memprihatinkan karena menimbulkan dampak yang mengancam kelestarian
fungsi lingkungan hidup dan menghambat terselenggaranya sustainable eco development. Untuk memberikan perlindungan terhadap kelestarian fungsi
lingkungan hidup, maka kebijakan hukum pidana sebagai penunjang ditaatinya
norma-norma hukum administrasi ladministrative penal law) merupakan salah
satu

kebijakan

yang

perlu

mendapat

perhatian,

karena

pada

tataran

implementasinya sangat tergantung pada hukum administrasi. Diskresi luas


yang dimiliki pejabat administratif serta pemahaman sempit terhadap fungsi
hukum pidana sebagai ultimum remedium dalam penanggulangan pencemaran
dardatau perusakan lingkungan hidup, seringkali menjadi kendala dalam
penegakan norma-norma hukum lingkungan. Akibatnya, ketidaksinkronan
berbagai peraturan perundang-undangan yang disebabkan tumpang tindih
kepentingan antar sektor mewarnai berbagai kebijakan di bidang pengelolaan
lingkungan hidup. Bertitik tolak dari kondisi di atas, maka selain urgennya
sinkronisasi kebijakan hukum pidana, diperlukan pula pemberdayaan upayaupaya lain untuk mengatasi kelemahan penggunaan sarana hukum pidana,
dalam rangka memberikan perlindungan terhadap kelestarian fungsi lingkungan
hidup dan korban yang timbul akibat degradasi fungsi lingkungan hidup.

PT. Manunggal Inti Artamas yang terletak di Desa Petai dan Pulau Padang,
Kecamatan Singingi Hilir dan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi, pada area
IUP Operasi Produksi DIUP. 15 /KS sesuai penetapan ijin Bupati Kuantan
Singingi No. 222 Tahun 2012 tertanggal 07 Agustus 2012 dengan luas area 1712
Ha. Lokasi penambangan terletak pada koordinat Geografis Garis Bujur: 101 o
10 27 101o 14 11,4 BT. Garis Lintang: 0 o 18 37,5 - 0 o 22 57 LS, dengan
batas-batas kawasannya adalah sebagai berikut :
a. Sebelah utara berbatasan dengan lahan perkebunan masyarakat dan
kawasan penambangan dan pengolahan batubara PT. Mahakarya Eka
Guna.
b. Sebelah selatan berbatasan dengan kawasan hutan lindung dan kawasan
penambangan dan pengolahan batubara PT. Nusantara Kencana Coal.
c. Sebelah timur berbatasan dengan kawasan penambangan dan
pengolahan batubara PT. Mahakarya Eka Guna.
d. Sebelah barat berbatasan dengan kawasan hutan lindung dan kawasan
penambangan dan pengolahan batubara PT. Nusantara Kencana Coal.
Untuk menuju lokasi proyek dapat di tempuh dengan berbagai cara, dari kota
Pekanbaru dapat menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua melalui
jalan raya sejauh 120 km menuju Desa Petai Kecamatan Singingi, dan
kemudian dari desa petai belok kebarat melewati jalan desa dan jalan akses ke
lokasi tambang sejauh 25 km.

2.2 Aspek Lingkungan Perairan


Air Sungai
Secara umum upaya penataan lingkungan perairan pada kawasan tambang
yang dilaksanakan oleh PT. Manunggal Inti Artamas adalah melakukan
pengendalian terhadap air larian (run Off) dan air permukaan yang dapat
menyebabkan erosi dan genangan yang mengganggu proses kegiatan
penambangan. Salah satu kegiatan penting yang dilakukan pada usaha
pertambangan

adalah

sistem

penyaliran

tambang.

Maksud

sistem

penyaliran ini untuk mencegah masuknya air ke dalam bukaan tambang


dan juga mengalirkan air yang masuk pada daerah kerja tambang ke
sungai atau ketempat yang tidak mengganggu kegiatan penambangan
Batubara sehingga kegiatan penambangan dapat berjalan dengan baik. Air
yang masuk ke dalam daerah kerja tambang ini dapat berasal dari air tanah
maupun air hujan.
Air yang berasal dari lubang tambang, timbunan tanah penutup maupun
lubang bekas tambang yang sudah lama ditutup serta air yang dihasilkan
oleh kegiatan penambangan, baik kegiatan stripping maupun dari kegiatan
stocpile disebut air asam tambang (acid mine drainage) yakni aliran air
asam (pH < 7). Air asam tambang yang timbul dari kegiatan-kegiatan

tersebut berkemungkinan menimbulkan dampak terhadap lingkungan, salah


satunya dampak terhadap sumber air terutama kualitas air sungai yang
terbentang di kawasan.
Untuk mengatasi hal ini telah dilakukan pembuatan parit-parit (drainase)
disekeliling areal penambangan yang airnya diteruskan ke kolam-kolam
pengendapan (settling pond) yang bertujuan untuk menampung limbah cair
dan menampung sementara air hujan yang jatuh didaerah penambangan
untuk diolah agar tidak langsung mengalir ke sungai yang ada didekatnya.
Disamping sebagai sarana penampung dan netralisasi air asam, kolam ini
juga akan berfungsi sebagai perangkap lumpur atau tanah yang tererosi.
Pada areal penambangan PT. Manunggal Inti Artamas tersedia 9 unit
settling pond termasuk diareal peremuk batubara (crusher), yang setiap
harinya selalu dikontrol unit keasamannya (pH) dengan menggunakan
kertas Lakmus dan pH meter dilakukan setiap hari pada saluran inlet dan
outletnya. Apabila ditemukan pH rendah (pH < 5), maka akan diberikan
perlakuan berupa pencampuran Kapur Tohor sebagai media untuk
meningkatkan pH-nya, begitu juga dengan sungai-sungai yang melintasi
areal penambangan yaitu sungai keruh dan sepuh juga diambil sampel pH
dari bagian up stream dan juga down stream.
Tabel 1. Pemantauan pH Air Asam Tambang disekitar Daerah Aliran Sungai Lingkungan
Tambang PT. Manunggal Inti Artamas periode semester I tahun 2014.

TPA

LOKASI MONITORING

BULAN
Januari
2014

Sungai Keruh (jembatan thomas)


Sungai Keruh (PIT B)
Sungai Keruh PIT D (Jembatan Thomas & PIT B)
Sungai Keruh (Jembatan Gudang Handak)
Sungai Keruh (Setelah Ex Stock Pile MIA 1)
Sungai Tapi
Sungai Tapi & Sungai Keruh (Muara)

4.1
4.0
4.0
4.5
4.6
7.0
6.5

BLO
K

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

MIA

DAS TAPI

Grafik Pemantauan pH Air Asam Tambang disekitar Daerah Aliran Sungai Tapi Lingkungan
Tambang PT. Manunggal Inti Artamas periode semester I tahun 2014.

BAB III
BAHAN DAN METODA

3.1 Waktu dan Tempat


Penelitian dilakukan pada Sungai Keruh dan Sungai Tapi yang melalui outlet
tambang batubara. Pengambilan data dilakukan pada 3 lokasi yaitu Sungai Keruh dan
Sungai Tapi serta tambang batubara itu sendiri. Jumlah stasiun pengukuran sebanyak 6
lokasi yaitu:
1. Stasiun 1, Sungai Keruh merupakan stasiun paling hulu diantara stasiun penelitian
lainnya. Stasiun ini dijadikan kontrol bagi kondisi stasiun lain.
2. Stasiun 2, Sungai Tapi (setelah sungai keruh), merupakan outlet tambang terbuka.
3. Stasiun 3, Sungai Sepuh (sebelum sungai geringging), merupakan outlet tambang
merupakan sungai kecil yang bermuara pada sungai sepuh.
4. Stasiun 4, Sungai Geringging, merupakan aliran air limbah pencucian batubara di
Washing plan.
5. Stasiun 5, Sungai Sepuh (setelah sungai geringging), merupakan aliran dari
tambang dalam.
6. Stasiun 6, Sungai Singinggi (setelah sungai Tapi) Stasiun 6 terletak paling hilir
diantara stasiun penelitian lainnya.
Waktu penelitian baik pengambilan data lapangan, data sekunder dan analisis data
dilaksanakan selama dua bulan yaitu pada bulan Juni sampai Juli 2015.

2.3 Bahan dan Alat

Alat ukur parameter ( TSS, pH, COD, BOD5, oksigen terlarut).


Buku Catatan.
Pena.
Kamera Digital.

2.4 Metode Pengumpulan Data


Data Primer
Data fisika dan kimia perairan
Parameter fisik dan kimia didapatkan dengan melakukan pengukuran langsung di
lapangan dan pengambilan sampel air. Air sungai dicuplik pada 3 substasiun yaitu
bagian kedua tepi dan tengah sungai. Air hasil pencuplikan dicampur menjadi satu
kemudian dimasukan ke dalam botol plastik yang diberi label.

Tabel 2. Parameter, Alat dan Metode Analisis Fisika-Kimia Perairan :


No Parameter
Satuan
Alat/Metode
Keterangan
.
Analisis
FISIKA
1
2

Warna
Suhu

Kecerahan

4
5

Padatan
Tersuspensi
Padatan Terlarut

pH

PtCo
o
C

Spektrofotometrik
Termometer

Laboratorium
Lapangan

Seechi disc

Lapangan

Mg/l

Gravimetrik

Laboratorium

Mg/l

Gravimetrik

Laboratorium

KIMIA
-

Kertas pH

Lapangan

Data Sekunder
Data sekunder didapatkan dengan melakukan studi literatur dan wawancara dengan
instansi terkait. Data yang diperlukan dalam penelitian meliputi :
1. Peta penggunaan lahan DAS.
2. Data kualitas DAS.
3. Data debit air sungai selama sepuluh tahun terakhir pada tahun yang sama
dengan data curah hujan.

BAB IV
JADWAL KEGIATAN
4. 1 Jadwal Kegiatan Proposal Penelitian
No.

KEGIATAN

BULAN

2
I.

II.

III.

Persiapan
1. Penyusunan studi
literatur.
2. Koordinasi
dengan instansi
terkait.
Pelaksanaan
1. Pengumpulan
data
/Observasi
2. Tabulasi
Analisis Data
3. Penyusunan
laporan awal
Penyusunan
Laporan Akhir
1. Penyusunan
draft laporan
2. Revisi
Laporan
3. Evaluasi dan
Diskusi
4. Seminar dan
Revisi
Laporan Akhir

10

11

BAB V
PERKIRAAN DANA PENELITIAN
N
O
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
1.
2.
3.
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Persiapan

URAIAN
satuan
1 rim
1 ktk
1000 lbr
2 bh
36 jam
1 bln

KETERANGA
Harga

Jumlah

Kertas
58.000,Tinta printer
48.000,Fotocopy
250.000,Biaya pembelian buku
150.000,Biaya internet
108.000,Sewa Alat Lab
1.500.000
Konsumsi
1.000.000,Pengumpulan Data
Izin Penelitian
1.000.000,Transportasi
1.500.000,Penggandaan Laporan
500.000,Analisa Data dan Penyusunan Laporan Perbaikan
Kertas
1 rim
58.000,Tinta printer
1 ktk
48.000,Biaya revisi laporan
Jld
100.000,Penjilidan
Jld
300.000,Fotocopy laporan akhir
Lbr
350.000,Penggandaan laporan
jld
500.000,Total

BAB VI
DAFTAR PUSTAKA

Soemarwoto, 2005 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. (internet)

Zulkiflimansyah, 2007 tentang Air Asam Tambang. (internet)


Suhala et a/ (1995) tentang dampak positif terhadap pemenuhan kebutuhan sumber
energi yang berdampak negatif terhadap lingkungan.(internet)
Sitorus (2000) tentang metoda penambangan permukaan dan penambangan dalam
(internet).
PT. Manunggal Inti Artasnas, 2014 laporan semester I kegiatan eksploitasi DIUP.
15/KS. (Badan Lingkungan Hidup Provinsi
Riau).

16