Anda di halaman 1dari 4

RADIOLOGI

A. Pengertian
Radiologi adalah cabang ilmu kedokteran yang menggunakan energi
pengion dan bentuk-bentuk energi lainnya (non pengion) dalam bidang diagnostik
dan terapi, yang meliputi energi pengion yang dihasilkan oleh generator dan
bahan radioaktif seperti sinar x. Dalam kedokteran gigi ilmu radiologi disebut
dental radiologi yang berguna untuk menentukan suatu diagnosis dan untuk
menentukan perawatan lanjutan. Radiologi adalah ilmu kedokteran gigi untuk
melihat bagian dalam tubuh manusia menggunakan gelombang atau pancaran
radiasi, baik gelombang elektromagnetik maupun gelombang mekanik.
Dental radiology terutama membantu dalam penegakkan diagnosis pada
kondisi yang tidak dapat ditegakkan hanya dengan pemeriksaan klinis saja,
sehingga peranan dental radiology sebagai pemeriksaan penunjang. Pada kasus
dalam klinik dokter gigi akan banyak dijumpai kondisi penegakan diagnosis,
perencanaan perawatan dan evaluasi hasil perawatan yang membutuhkan
radiogram, misalnya pada kasus perawatan endodontik, penyakit periapikal,
penyakit periodontal, TMJ disorder, fraktur maksilofacial, fraktur mandibula,
anomali gigi dan hampir semua bidang dalam kedokteran gigi membutuhkannya
(ADA, 2012).
B. X-Ray
1. Prinsip
a. Radiografi Konvensional
Sinar-X

merupakan

bagian

dari

spektrum

elektromagnetik,

dipancarkan akibat pengeboman anoda wolfram oleh elektronelektron bebas dari suatu

katoda. Film polos dihasilkan oleh

pergerakan elektron-elektron tersebut yang melintsi pasien dan


menampilkan film radiografik. Hasil yang didapatkan dari film ada
yang berwarna putih, ada pula yang berwarna hitam. Warna putih
dihasilkan karena sebagian besar organ menyerap radiasi, sehingga
pajanan elektron pada film sedikit. Warna hitam dihasilkan karena
sebagian besar organ tidak menyerap radiasi, sehingga pajanan
elektron pada film maksimal (Patel, 2007).

b. Radiografi Digital
Prinsip radiografi digital sama seperti konvensional, tetapi penggunaan
film pada radiografi konvensional digantikan oleh layar digital.
Informasi pada layar dimanipulasi oleh komputer dan ditampilkan
pada monitor. CT-scan, MRI, ultrasonografi merupakan contoh dari
radiografi digital (Patel, 2007).
2. Cara Kerja
Pesawat sinar-X terdapat sebuah katoda dan anoda. Apabila katoda
dipanaskan lebih dari 20.000 derajat celcius samapai menyala dengan
menghantarkan listrik dari transformator. Akibat panas yang terjadi,
maka elektron-elektron dari katoda terlepas. Tegangan tinggi akan
mempercepat elektron menuju target. Elektron-elektron tersebut
berhenti pada target, sehingga terbentuk panas 99% dan sinar-X 1 %.
Sinar-X akan keluar dan diarahkan dari tabung mlalui jendela yang
disebut diafraagma. Sinar-X ini akan diserap oleh suatu bahan atau zat,
lalu kemudian diinterpretasikan pada film. Panas yang dihasilkan akan
dihilangkan oleh radiator pendingin. Saat dilakukan pengerjaan,
ruangan harus memiliki sirkulasi udara yang baik dan juga proteksi
yang maksimal, seperti dinding ruangan dilapisi Pb (timbal) sebagai
pelindung (Whaites dan Drege, 2002).
C. Manfaat Radiologi dalam Kedokteran Gigi
1. Untuk diagnosis, rencana perawatan, dan hasil evaluasi perawatan
2. Mengetahui adanya lesi atau benda asing yang teradapat pada rongga
mulut
3. Mengetahui pertumbuhan dan perkembangan gigi
4. Kegunaan dalam bidang oral surgery unttuk melihat lokasi gigi
impalesi
5. Kegunaan dalam bidang prostodonsi untuk melihat keadaan gigi dan
jaringan penyangga untuk pembuatan gigi tiruan
6. Sebagai dokumentasi data rekam medis yang dapat diperlukan
sewaktu-waktu (ADA, 2012).
D. Gambaran radiologi jaringan rongga mulut

Gambaran radiografi pada rongga mulut dapat berupa radiolusen dan


radiopak. Radiolusen adalah area berwarna hitam pada film, sedangkan
radiopak adalah area berwarna putih pada film. Hal ini terjadi karena
adanya perbedaan penyerapan radiasi pada organ (target). Jika organ
(target) menyerap lebih banyak radiasi, makan pajanan elektron pada film
sedikit. Sehingga warna yang dihasilkan pada film adalah putih (radiopak).
Berbeda halnya dengan organ (target) yang sedikit menyerap radiasi. Film
yang dihasilkan akan berwarna hitam (radiolusen), karena pajanan elektron
pada film sangat banyak atau maksimal. Contoh radiolusen pada rongga
mulut adalah substansi lunak atau kepada rendah. Misalnya dentin, pulpa,
foramen. Contoh dari radiopak adalah substansi yang keras atau kepadatan
tinggi, misalnya tulang dan enamel (Ghom, 2008).
E. CASE REPORT
1. Kasus
Seorang pasien berumur 35 tahun sudah 5 hari merasakan nyeri pada
bagian gigi kiri bawah belakang, pada gigi M2 karies kemudian
didiagnosis sementara periodontis akut, dilakukan pemeriksaan
radiologi periapikal terdapat radiopak ukuran 1x1 mm berbentuk oval
dan dikelilingi radiolusen diameter 1mm. Diagnosis yaitu odontoma
komplek.
2. Tujuan penggunaan radiologi
Untuk mengetahui adanya gangguan pada jaringan rongga mulut yaitu
diketahui adanya odontoma kompleks yaitu tumor jinak pada jaringan
keras gigi ditandai pertumbuhan yang lambat pada email, dentin,
sementum sehingga menyebabkan tertundanya erupsi pada gigi.
3. Teknik Radiolgi
Menggunakan teknik periapikal intraoral yaitu mengetahui
keseluruhan mahkota, akar gigi, dan jaringan pendukungnya
4. Gambaran jaringan rongga rongga mulut yang terlihat
Adanya radiopak dibawah akar M2 yaitu berbentuk oval dengan
ukuran 1x1mm yang dikelilingi radiolusen dengan diameter 1mm.

Gambar 1 Intraoral Periapical Radiografi

Gambar 2 Extraoral Radiograf

DAFTAR PUSTAKA
Ghom, D.A., 2008. Textbook of Oral Radiology. Elsevier:India.
Patel, P.R., 2007. Lecturenotes: Radiology. Erlangga: Jakarta.
Sarianoferni, A. B. Proteksi radiasi di bidang kedokteran gigi. Denta
Jurnal Kedokteran Gigi. 2006; 1(1): 54-7.
Sudarshan, R., 2012. Periapical Complex Odontome - A Rare Case
Report, International Journal of Advanced Biotechnology and Research,
Chennai : India
The use of dental radiographs Update and recommendations. American
Dental Association Council on Scientific Affairs JADA [serial on the
internet] 2006 Sep; 37: Available from: URL: http://jada.ada.org
Whaites, E., Drege, N., 2002. Essential of Dental Radiography and
Radiology. Chrchill Livingstone: United Kingdom
White, S. C., Pharoah, M.J., editor. 2000. Oral radiology principles and
interpretation. Mosby: USA.

Anda mungkin juga menyukai