Anda di halaman 1dari 5

Makalah Strategi Belajar Mengajar MAKALAH Strategi Belajar mengajar Metode

Pengembangan Strategi OLEH KELOMPOK II : Lalu Samsul hadi - Nurudin Yulianti Tutik Kartini Sri Hayatun - Lia Yulistiana JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
(IAIN) MATARAM 2014 KATA PENGANTAR Assala mualaikum warah matullah hi
wabaroka tuh Alhamdulilla hirabbilalamin,segala puji bagi Allah yang telah menciptakan
langit dan bumi beserta isinya.Sholawat dan Salam atas junjungan alam Nabi besar
Muhammad saw., kelurga dan Para sahabat beliau serta orang-orang yang selalu setia
mengikuti jalan ajarannya. Alhamdulillah atas dasar ijin Allah swt, Kami dapat
menyelesaikan makalah ini yang berisi tentang; Metode Pengembangan kurikulum Kami
menyadari betul,dalam makalah saya ini banyak sekali kekurangan.Oleh karena itu kami
sangat mengharapkan kritik dan saran bagi pembaca untuk kesempurnaan makalah ini.
Mohon maaf atas segala kekurangan makalah Kami ini dan semoga makalah ini dapat
berguna bagi kita semua,amin-amin Ya rabbalalamin. Wassalamualaikum warah matulla hi
wabaroka tuh Mataram,2 Mei 2014 Penulis, DAFTAR ISI Halaman Judul 1 KATA
PENGANTAR 2 DAFTAR ISI 3 BAB 1:PENDAHULUAN 4 A.Latar Belakang 4
B.Rumusan Masalah 4 BAB II:PEMBAHASAN 5 A.Pengertian Strategi pembelajaran 5
B.Perbedaan Model Pembelajaran 6 C.Komponen Strategi pembelajaran 8 BAB
III:PENUTUP 9 Kesimpulan 9 Daftar Pustaka 10 BAB I PENDAHULUAN A.Latar
Belakang Masalah Strategi pembelajaran juga merupakan suatu serangkaian rencana kegiatan
yang termasuk didalamnya penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau
kekuatan dalam suatu pembelajaran. Strategi pembelajaran disusun untuk mencapai suatu
tujuan tertentu. Strategi pembelajaran didalamnya mencakup pendekatan, model, metode dan
teknik pembelajaran secara spesifik. Pengembangan perangkat pembelajaran merupakan
serangkaian proses atau kegiatan yang di lakukan untuk menghasilkan perangkat
pembelajaran berdasarkan teori pengembangan yang telah ada. langkah yang harus ditempuh
dalam menetapkan strategi pembelajaran adalah berkaitan dengan cara pendekatan belajar
mengajar yang di anggap paling tepat dan efektif untuk mencapai sasaran. Bagaimana cara
guru memandang sesuatu persoalan, konsep, pengertian, dan teori apa yang akan digunakan
dalam memecahkan sesuatu kasus, akan sangat memengaruhi hasilnya. Lalu bagaimanakah
pentingnya pengembangan strategi pembelajarna dalam mempengaruhi perkembangan
potensi siswa, berbagai macam metode yang diatur dalam strategi pembelajaran bertujuan
untuk memberi pengetahuan yang jelas dan pasti tentang sutau pembelajaran, sehingga
menetukan aspek-aspek apa saja yang harus ditentukan sebelum memulai pembelajaran harus
sudah dipersiapkan dengan matang, supaya proses pembelajran berjlan dengan lancar dan
dapat mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Oleh karna itu, setelah ini kita akan
membahas tentang bagaimana komponen-komponen yang ada dalam pembelajaran dan
bagaimana perbedaan yang terjadi dalam peroses pembelajaran. B.Rumusan Masalah Apa
pengertian strategi pembelajaran? Bagaimana perbedaan proses pembelajaran? Dan, Apa
saja komponen-komponen dalam pembelajaran? C. Tujuan Mengetahui pengertian strategi
pembelajaran. Memahami perbedaan peroses pembelajaran. Dan, Mengerti apa saja
komponen dalam pembelajaran. BAB II Pembahasan A. Pengertian strategi pembelajaran
Belajar dapat di artikan, sebagai upaya mendapatkan pengetahuan, keterampilan, pengalaman
dan sikap yang di lakukan dengan mendayagunakan seluruh potensi fisiologis dan psikologis,
jasmani dan rohani dengan bersumber kepada berbagai bahan informasi baik yang berupa
manusia, bahan bacaan, bahan informasi, alam jagat raya, dan lain sebagainya. Selain itu,
belajar juga dapat berarti upaya untuk mendapatkan pewarisan kebudayaan dan nilai-nilai
hidup dari masyarakat yang di lakukan secara terencana, sisitematik, dan berkelanjutan, Suatu
bangsanya. Sedangkan pembelajaran dapat di artikan sebagai usaha agar dengan kemauannya
sendiri seseorang dapat belajar, dan menjadikannya sebagai salah satu kebutuhan hidup yang

tak dapat di tinggalkan. Dengan pembelajaran ini akan tercipta keadaan masyarakat belajar
(learning society) Sumber lain menyatakan, bahwa kegiatan belajar mengajar adalah suatu
kondisi yang dengan sengaja diciptakan. Gurulah yang menciptakan guna membelajarkan
peserta didik. Guru yang mengajar, peserta didik yang belajar. Perpaduan dari kedua unsure
manusiawi ini lahirlah interaksi edukatif dengan memanfaatkan bahan sebagai mediumnya.
Di sana semua komponen pengajaran di perankan secara optimal, guna mencapai tujuan
pengajaran yang telah di tetapkan. Strategi pembelajaran juga merupakan suatu serangkaian
rencana kegiatan yang termasuk didalamnya penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai
sumber daya atau kekuatan dalam suatu pembelajaran. Strategi pembelajaran disusun untuk
mencapai suatu tujuan tertentu. Strategi pembelajaran didalamnya mencakup pendekatan,
model, metode dan teknik pembelajaran secara spesifik. Adapun beberapa pengertian tentang
strategi pembelajaran menurut para ahli adalah sebagai berikut: Hamzah B. Uno (2008:45)
Strategi pembelajaran merupakan hal yang perlu diperhatikan guru dalam proses
pembelajaran. Dick dan Carey (2005:7) Strategi pembelajaran adalah komponen-komponen
dari suatu set materi termasuk aktivitas sebelum pembelajaran, dan partisipasi peserta didik
yang merupakan prosedur pembelajaran yang digunakan kegiatan selanjutnya. Suparman
(1997:157) Strategi pembelajaran merupakan perpaduan dari urutan kegiatan, cara
mengorganisasikan materi pelajaran peserta didik, peralatan dan bahan, dan waktu yang
digunakan dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah
ditentukan. Hilda Taba Strategi pembelajaran adalah pola atau urutan tongkah laku guru
untuk menampung semua variabel-variabel pembelajaran secara sadar dan sistematis. Gerlach
dan Ely (1990) Strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan
metode pembelajaran dalam lingkungan pembelajaran tertentu. Kemp (1995) Stategi
pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar
tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.Best regards,Dedi Siswoyo. B.
Perbedaan model pembelajaran Pengembangan perangkat pembelajaran merupakan
serangkaian proses atau kegiatan yang di lakukan untuk menghasilkan perangkat
pembelajaran berdasarkan teori pengembangan yang telah ada. Van den akker dan
plomp(hadi,2001:4) mendeskrifsikan penelitian pengembangan berdasarkan dua tujuan,yaitu:
1. Pengembangan untuk mendapatkan prototype produk; 2. Perumusan saran-saran
metodologis untuk pedesainan dan evaluasi prototype tersebut. Richey and Nelson
(Hadi,2001:4) mendefinisikan penelitian pengembangan sebagai suatu pengkajian sistematis
terhadap pendesainan, pengembangan dan evaluasi program, proses dan produk pembelajaran
yang harus memenuhi criteria validitas,praktikalitas, dan efektivitas. Berikut ini akan
diuraikan model pengembangan dari berbagai ahli. a) Model Pengembangan Perangkat
menurut kemp Menurut kemp ( dalam trianto,2007:53), pengembangan perangkat merupakan
suatu lingkaran yang kontinum. Setiap langkah pengembangan berhubungan langsung dengan
aktivitas revisi.pengembangan perangkat ini dapat dimulai dari titik manapun yang sesuai
siklus tersebut. Akan tetapi, karna kurikulum yang berlaku secara nasional di Indonesia dan
berorientasi pada tujuan, seyogianya proses pengembangan itu dimulai dari tujuan. Ada
beberapa unsure rencana perancangan pembelajaran, yaitu sebagai berikut. Identifikasi
masalah pembelajaran. Tujuan tahapan ini adalah mengidentifikasi antara tujuan menurut
kurikulum yang berlaku dengan fakta yang terjadi di lapangan, baik menyangkut model,
pendekatan, metode, teknik, maupun strategi yang digunakan guru. Analisis siswa. Analisis
ini dilakukan untuk mengetahui tingkah laku awal dan karakteristik siswa, yang meliputi
cirri, kemampuan, dan pengalaman, baik individu maupun kelompok. Analisis tugas
analisis ini merupakan kumpulan prosedur untuk menentukan isi suatu pengajaran, analisis
konsep, analisis pemrosesan informasi, dan analisis procedural yang digunakan untuk
memudahkan pemahaman dan penguasaan tugas-tugas belajar, dan tujuan pembelajaran yang
dituangkan dalam bentuk rencana program pembelajaran (RPP) dan Lembar Kegiatan Siswa.

b) Model pengembangan pembelajaran menurut Dick dan Carey Perancangan pengajaran


menurut system pendekatan model Dick & Carey, di kembangkan oleh Walter Dick & Lou
Carey (Trianto, 2007:61). Model pengembangan ini memiliki kemiripan dengan model yang
dikembangkan Kemp, tetapi di tambah dengan komponen melaksanakan analisis
pembelajaran. Ada beberapa komponen yang harus dilalui dalam proses pengembangan dan
perencanaaan tersebut. Model perancangan dan pengembangan pengajaran menurut Dick &
Carey ( Trianto, 2007:61). Dari model tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut Identifikasi
tujuan (identity instructional goals). Tahap awal model ini adalah menentukan apa yang
diinginkan agar siswa dapat melakukannya ketika mereka telah menyelesaikan program
pengajaran. Melakukan analisis instruksional (conducting a goal analysis). Setelah
mengidentifikasi tujuan pembelajaran, ditentukan tipe belajar yang dibutuhkan siswa. Tujuan
yang dianalisis untuk mengidentifikasi keterampilan yang lebih khusus yang harus dipelajari.
Analisis ini menghasilkan carta atau diagram tentang keterampilan atau konsep dan
menunjukkan keberkaitan antara keterampilan dan konsep tersebut. Mengidentifikasi
tingkah laku awal atau karakteristik siswa (identity entry behaviours, characteristic). Ketika
melakukan analisis terhadap keterampilan yang perlu dilatihkan dan tahapan prosedur yang
perlu dilaui, harus dipertimbangkan juga keterampilan yang dimiliki siswa saat mengikuti
pengajaran. Hal penting yang diidentifikasikan adalah karakteristik khusus siswa yang
mungkin ada hubungannya dengan rancangan aktivitas pengajaran. C. Komponen strategi
pembelajaran Berdasarkan pengalaman dan uji coba para ahli, terdapat beberapa komponen
yang harus diperhatikan dalam menetapkan strategi pembelajaran. Komponen-komponen
tersebut dapat dikemukakan sebagai berikut. 1. Penetapan perubahan yang Diharapkan
Kegiatan belajar sebagaimana tersebut diatas di tandai oleh adanya usaha secara terencana
dan sistematika yang ditujukan untuk mewujudkan adanya perubahan pada diri peserta
didik,baik pada aspek wawasan,pemahaman,keterampilan,sikap,dan sebagainya.Dalam
menyusun strategi pembelajaran,berbagai perubahan tersebut harus ditetapkan secara
spesifik,terencana dan terarah.Hal ini penting agar kegiatan belajar tersebut dapat terarah dan
memiliki tujuan yang pasti.Penetapa perubahan yang diharapkan ini harus dituangkan dalam
rumusan yang operasional dan terukur sehingga mudah diidentifikasi dan terhindar dari
pembiasan atau keadaan yang tidak terarah. 2. Penetapan pendekatan Pendekatan adalah
sebuah kerangka analisis yang akan digunakan dalam memahami sesuatu masalah.Di dalam
pendekatan tersebut terkadang menggunakan tolok ukur sebuah disiplin ilmu
pengetahuan,tujuan yang ingin dicapai,langkah-langkah yang akan digunakan,atau sasaran
yang dituju. Jika sebuah disiplin ilmu yang akan digunakan sebagai tolak ukur ,pada
pendekatan dapat menggunakan disiplin ilmu politik,ekonomi,pendidikan,dakwah,dan
sebagainya. Selanjutnya jika dalam pendekatan tersebut yang digunakan adalah dari segi
tujuan yang ingin dicapai, maka akan lahir pendekatan edukatif, pendekatan emosional,
pedekatan rasional, pendekatan keagamaan dan lain sebagainya, Kemudian jika dalam
pendekatan tersebut yang digunakan adalah dari segi sasaran yang ingin dituju, maka akan
lahir pendekatan yang bersipat individual, pendekatan kelompok atau pendekatan campuran
sebagai mana juga telah digunakan di atas. Berdasarkan uraian tersebut diatas, maka langkah
yang harus ditempuh dalam menetapkan strategi pembelajaran adalah berkaitan dengan cara
pendekatan belajar mengajar yang di anggap paling tepat dan efektif untuk mencapai sasaran.
Bagaimana cara guru memandang sesuatu persoalan, konsep, pengertian, dan teori apa yang
akan digunakan dalam memecahkan sesuatu kasus, akan sangat memengaruhi hasilnya. Suatu
masalah yang di pelajari oleh dua orang dengan menggunakan pendekatan yang berbeda,
akan menghasilkan kesimpulan-kesimpulan yang berbeda sebagaimana tersebut di atas.
Norma social seperti baik, buruk, adil, dan sebagainya akan melahirkan kesimpulan yang
berbeda, bahkan mungkin bertentangan bila dalam cara pendekatannya menggunakan
berbagai disiplin ilmu yang berbeda-beda pula. Namun demikian, metode dan pendekatan

apapun yang akan digunakan agar tetap berpegang pada prinsip, bahwa metode dan
pendekatan tersebut harus mampu mendorong dan menggerakkan peserta didik agar mau
belajar dengan kemauannya sendiri, mencerminkan rasa keadilan bagi semua pihak, tidak
terasa memberatkan dan membebani peserta anak didik. Selain itu, metode dan pendekatan
pendidikan juga harus sejalan dengan paradigma didikan yang mencerminkan nuansa
kehidupan yang lebih demokratis, terbuka, menghargai hak-hak asasi manusia, dan sejalan
dengan bakat, minat, dan kecendrungan anak didik. 3. Penetapan metode Penggunaan metode
tersebut selain harus mempertimbangkan tujuan yang ingin di capai, juga harus
memperhatikan bahan pelajaran yang akan di berikan,kondisi anak didik, lingkungan, dan
kemampuan dari guru itu sendiri. Suatu metode mungkin hanya cocok di pakai untuk
mencapai tujuan tertentu, dan tidak cocok untuk mencapai tujuan yang lain. Metode tertentu
mungkin hanya cocok buat sasaran peserta didik tertentu dan lingkungan tertentu, namun
tidak cocok bagi peserta didik, dan lingkungan yang berbeda. Namun, terlepas dari metode
mana yang akan digunakan,terdapat suatu hal prinsip yang harus dipertimbangkan, yaitu
bahwa metode tersebut hendaknya tidak hanya terfokus pada aktifitas guru, melainkan juga
pada aktivitas pada peserta didik. Sesuai paradigm pendidikan yang memberdayakan, maka
sebaiknya metode pengajaran tersebut sebaiknya yang dapat mendorong timbulnya motivasi,
kreativitas, inisiatif para peserta didik untuk berinovasi, berimajinasi, berinsfirasi, dan
berapresiasi. Dengan cara tersebut, peserta didik tidak hanya menguasai materi pelajaran
dengan baik,melainkan dapat pula menguasai proses mendapatkan informasi tersebut, serta
mengaplikasikannya dalam praktik kehidupan sehari-hari. Intinya adalah bahwa seorang guru
tidak bisa seenaknya masuk ke kelas untuk melakukan kegiatan belajar mengajar, tanpa
mempersiapkan terlebih dahulu metode yang akan digunakan dengan segala akibatnya. 4.
Penetapan Norma Keberhasilan Menetapkan norma kebrhasilan dalam suatu kegiatan dalam
suatu kegiatan pembelajaran merupakan hal yang penting . Dengan guru akan mempunyai
Pegangan yang dapatdi jadikan ukuran untuk menilai sejauh mana keberhasilan tugas-tugas
yang telah di lakukanya. Suatu program baru dapat di ketahui keberhasilannya ,setelah di
lakukan evaluasi .Dengan demikian ,system penilaian Dalam kegiatan belajar mengajar
merupakan slah satu strategi yang tidak dapat di Pisahkan dengan strategi dasar lainnya.
Mengenai apa saja yang akan dinilai, dan bagaimana penilain tersebut dilakukan, termasuk
kemampuan yang harus dimiliki seorang guru. Seseorang anak didik dapat di kategorikan
sebagai anak didik yang berhasil, dapat dilihat dari berbagai segi, seperti dari keaktifannya
dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas, tingkah laku sehari-hari dei sekolah,
hasil ulangan, hubungan sosil, kepemimpinan, prestasi olah raga, keterampilan,
ketekunannya, dalam beribadah, akhlak dan kepribadiannya. Berbagai komponen yang terkait
dengan penentuan norma keberhasilan pengajaran tersebut harus di tetapkan dengan jelas,
sehingga dapat menjadi acuan dalam menentukan keberhasilan proses belajar mengajar. Hal
ini sejalan pula dengan paradigm baru pendidikan yang melihat lulusan bukan hanya dari segi
pengetahuan (to know), melainkan juga mengerjakan (to do), menjadikannya sebagai sikap
dan pandangan hidup (to be), dan menggunakannya dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara ( to life together). BAB III Penutup Kesimpulan Strategi
pembelajaran juga merupakan suatu serangkaian rencana kegiatan yang termasuk didalamnya
penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam suatu
pembelajaran. Strategi pembelajaran disusun untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Strategi
pembelajaran didalamnya mencakup pendekatan, model, metode dan teknik pembelajaran
secara spesifik. Pengembangan perangkat pembelajaran merupakan serangkaian proses atau
kegiatan yang di lakukan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran berdasarkan teori
pengembangan yang telah ada. model pengembangan dari berbagai ahli. Model
Pengembangan Perangkat menurut kemp Model pengembangan pembelajaran menurut
Dick dan Carey Komponen strategi pembelajaran Berdasarkan pengalaman dan uji coba para

ahli, terdapat beberapa komponen yang harus diperhatikan dalam menetapkan strategi
pembelajaran. Komponen-komponen tersebut dapat dikemukakan sebagai berikut.
Penetapan perubahan yang Diharapkan Penetapan pendekatan Penetapan metode, dan
Penetapan Norma Keberhasilan
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu