Anda di halaman 1dari 22

Madera: Inovasi Speaker Portable Berbahan

Dasar Kayu Pinus dan Sonokeling dengan Konsep


Zero Energy yang Ramah Lingkungan

MADERA Passive Speaker


Sound of The Nature
Fauji And The Team

16
i

EXECUTIVE SUMMARY
Hampir semua penduduk kalangan menengah keatas memiliki handphone terutama jenis
soartphone. Saat ini di Indonesia, pengguna handphone telah mencapai 281 juta jiwa sedangkan
smartphone mencapai 55 juta jiwa. Di sisi lain, sebagian besar masyarakat tidak terlepas dari
musik. Musik menjadi media hiburan hingga hobi yang mengiringi kegiatan masyarakat terutama
kaum muda. Kaum muda yang aktif dan dinamis tak bisa terlepas dari musik serta menyukai
inovasi inovasi teknologi terbaru. Madera merupakan terobosan baru yang menghadirkan
passive speaker khusus handphone dengan meningkatkan intensitas suara handphone hingga 3
kali lipat. Madera menghasilkan desain unik dengan bahan baku kayu Pinus dan Sonokeling
yang berkualitas. Kayu pinus yang digunakan berasal dari limbah kayu sehingga bisnis madera
turut serta dalam upaya pengurangan limbah pinus. Selain itu, madera tidak membutuhkan daya
listrik (zero power). Pengguna juga tidak perlu kuatir kehabisan baterai di tengah asiknya
mendengarkan musik dengan Madera karena memiliki fitur Charging Dock. Madera dapat
digunakan pada berbagai jenis smartphone. Dengan bahan baku kayu dan kayu bekas, madera
tidak menghasilkan limbah B3 elektronik seperti speaker pada umumnya. Dengan bahan baku
yang ramah lingkungan dan tidak membutuhkan daya listrik (zero power), madera merupakan
eco-product passive speaker yang siap menjamah pasar Indonesia dan ASEAN.

ii

SURAT ORISINALITAS
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama

: Fauji

Asal Institusi

: Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Judul Karya

: Madera: Inovasi Speaker Portable Berbahan Dasar Kayu Pinus dan


Sonokeling dengan Konsep Zero Energy yang Ramah Lingkungan

Menyatakan bahwa proposal bisnis yang dibuat merupakan asli hasil karya kami dan bukan
hasil jiplakan. Saya akan bersedia menanggung segala tuntutan jika dikemudian hari ada pihak
yang merasa dirugikan baik secara pribadi maupun tuntutan secara hukum.
Demikian surat pernyataan ini saya tulis, dan bisa digunakan sebagaimana mestinya.

Surabaya, 9 Januari 2016

FAUJI

iii

DAFTAR ISI
HALAMAN COVER....................................................................................................................... i
EXECUTIVE SUMMARY ............................................................................................................ ii
SURAT ORISINALITAS .............................................................................................................. iii
DAFTAR ISI.................................................................................................................................. iv
BAB I .............................................................................................................................................. 1
GAMBARAN UMUM ................................................................................................................... 1
1.1

LATAR BELAKANG...................................................................................................... 1

1.2

VISI DAN MISI ............................................................................................................... 2

1.3

STRUKTUR ORGANISASI............................................................................................ 3

1.4

ANALISA RESIKO BISNIS ........................................................................................... 3

BAB II............................................................................................................................................. 4
ANALISA PRODUKSI .................................................................................................................. 4
2.1

KAPASITAS PRODUKSI ............................................................................................... 4

2.2

PROSES PRODUKSI ...................................................................................................... 4

2.3

SUPPLIER/PARTNER .................................................................................................... 6

BAB III ........................................................................................................................................... 7


ANALISIS PASAR DAN PEMASARAN ..................................................................................... 7
3.1

GAMBARAN PASAR ..................................................................................................... 7

3.2

SEGMENTASI PASAR ................................................................................................... 7

3.3

STRATEGI PEMASARAN ............................................................................................. 7

3.3.1

INISIASI PASAR ..................................................................................................... 7

3.3.2 PEMASARAN LANJUTAN .......................................................................................... 9


3.4

ANALISIS PESAING BISNIS ...................................................................................... 10

BAB IV ......................................................................................................................................... 11
GAMBARAN KEBUTUHAN SDM ............................................................................................ 11
4.1

KEBUTUHAN SDM ..................................................................................................... 11

4.2

RENCANA PENGEMBANGAN SDM ........................................................................ 11

BAB V .......................................................................................................................................... 12
RENCANA PENGEMBANGAN USAHA .................................................................................. 12
5.1

RENCANA PENGEMBANGAN PENJUALAN .......................................................... 12


iv

5.2

RENCANA PENGEMBANGAN PRODUK................................................................. 12

BAB VI ......................................................................................................................................... 14
ANALISA KEUANGAN ............................................................................................................. 14
6.1

PEMODALAN ............................................................................................................... 14

6.2

RENCANA LABA-RUGI ............................................................................................. 16

6.3

RENCANA ARUS KAS ................................................................................................ 16

6.4

ANALISA BEP (BREAK EVEN POINT) ...................................................................... 17

BAB I
GAMBARAN UMUM

1.1

LATAR BELAKANG
Bagi sebagian besar orang, musik merupakan bagian yang tak terpisahkan pada aktivitas

sehari harinya. Dahulu, radio memegang peranan penting bagi pemutaran musik di telinga
masyarakat. Namun sekarang, fungsinya telah digantikan dengan PC atau handphone yang dapat
memiliki fitur radio maupun menyimpan file mp3. Menurut data US Census Bureau, tercatat
pada 2014 jumlah pengguna handphone telah menembus angka kurang lebih 281 juta yang
tersebar dari Sabang sampai Merauke, sedangkan jumlah penduduk Indonesia pada awal 2014
baru mencapai 251 juta jiwa.
Banyaknya pengguna handphone dapat dijadikan dasar prediksi bahwa pemutar musik
yang umum digunakan masyarakat Indonesia saat ini adalah speaker pada handphone.
Sayangnya, speaker pada handphone umumnya tidak memiliki intensitas suara yang cukup tinggi
sehingga frekuensi penyebarannya pun hanya terbatas jarak dekat. Umumnya, permasalahan ini
disiasati dengan memasang handphone pada speaker.
Bagi sebagian masyarakat lain, mendengarkan musik dilakukan dengan pemutar musik
personal seperti headphone atau headset. Padahal menurut penelitian, penggunaan headphone
atau headset dapat mengancam fungsi pendengaran. Jika seseorang mendengarkan musik melalui
pemutar musik personal secara reguler ketika muda dalam volume tinggi, kelak kemampuan
mendengarnya bisa menghilang. Dengan demikian, speaker dirasa merupakan pemutar musik
yang lebih baik dibanding pemutar musik personal.
Speaker umumnya digunakan untuk memperkeras suara atau meninggikan intensitas suara.
Speaker konvensional merupakan perangkat yang membutuhkan listrik serta tidak praktis dan
tidak fleksibel untuk dibawa kemanapun. Dari permasalahan yang telah dipaparkan, kami
berinisiasi untuk membuat Madera passive speaker, yakni speaker yang memanfaatkan fungsi
rongga resonansi untuk memantulkan suara dengan frekuensi tinggi tanpa membutuhkan listrik.
Produk Madera dapat meningkatkan intensitas suara pada handphone hingga tiga kali lipat.
Berbeda dengan speaker konvensional, Madera tidak membutuhkan daya listrik dan dapat
didesain sesuai tipe handphone. Madera terbuat dari kayu berkualitas sehingga menambah
keunikan desainnya. Kayu yang digunakan sebagai bahan dasar Madera adalah kayu Sonokeling
1

dan kayu Pinus. Jenis kayu kayu tersebut mampu menjangkau frekuensi suara rendah hingga
tinggi. Dengan berbahan baku kayu, Madera berkomitmen untuk menghasilkan produk yang
ramah lingkungan karena kayu lebih mudah diuraikan oleh alam dan bukan merupakan limbah
B3 seperti elektronik. Selain itu, kayu Pinus yang digunakan berasal dari limbah kayu Pinus.
Zero power atau ketidakbutuhan listrik pada Madera juga menambah nilai ramah lingkungan
pada produknya. Penggunaan Madera sangat mudah dan praktis karena pengguna tidak harus
memencet tombol apapun dan Madera dapat dibawa kemanapun.

Gambar 2.1 Produk Speaker Pasif Madera

1.2

VISI DAN MISI

1.2.1 Visi

Menyediakan passive speaker yang berkualitas, unik, dan terpercaya sebagai produk passive
speaker buatan dalam negeri.

Terwujudnya bisnis yang stabil, kontinyu, dan ramah lingkungan.

1.2.2 Misi

Memproduksi passive speaker berbahan baku kayu, berkualitas, unik, dan ramah
lingkungan.

Memasarkan produk passive speaker Madera dengan harga kompetitif dan terpercaya
sebagai pilihan utama produk passive speaker di Indonesia.

Melakukan inovasi desain dan komponen tambahan pada produk untuk menciptakan bisnis
yang berkelanjutan.

1.3

STRUKTUR ORGANISASI
Fauzi
Bahrudin
CEO

Prismeida Putri
Secretary

Herlan Subagio
Design and Quality
Control

1.4

Ahmad Hanafi
Production Manager

Aulia Husada

Sahal Abidy

Promotion and
Marketing Manager

Research, and
Development

ANALISA RESIKO BISNIS


STRENGTH
Madera memiliki keunggulan lebih dibandingkan speaker aktif konvensional, yakni
tidak membutuhkan listrik (zero power), memiliki desain unik, dan ramah lingkungan.
Madera merupakan passive speaker yang berkualitas dan dapat meningkatkan
instensitas suara pada handphone hingga tiga kali lipat.
Madera dapat digunakan pada berbagai jenis handphone dan memiliki fitur charging
dock yang dapat digunakan untuk mengisi baterai handphone sembari sigunakan.
Madera merupakan produk inovatif yang dipasarkan dengan harga yang sangat
kompetitif.
WEAKNESS
Karena merupakan produk yang relative baru dan belum banyak berkembang di
indonesia, belum diketahui reaksi atau penerimaan pasar terhadap Madera.
Varian desain Madera masih sedikit karena baru memulai bisnis.
OPPORTUNITY
Dengan mengkampanyekan produk ramah lingkungan yang zero power dan tidak
menghasilkan limbah B3, para konsumen dapat turut serta berkontribusi dalam
pelestarian lingkungan. Ke depannya, isu - isu lingkungan akan menjadi fokus dari
pergerakan masyarakat dan produk ramah lingkungan diprediksikan menjadi pilihan
utama konsumen.
Dengan angka menembus 281 juta pengguna handphone di Indonesia (2014) dengan
pengguna smartphone mencapai 55 Juta (2015), pasar prospektif bagi Madera sangat
terbuka luas.
THREAT
Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), diprediksi produk passive speaker
buatan luar negeri akan mulai menginisiasi pasar Indonesia.
Kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap produk buatan lokal masih sangat rendah.

BAB II
ANALISA PRODUKSI

2.1

KAPASITAS PRODUKSI

Produk speaker Madera diproduksi dalam dua varian kayu, yakni Pinus dan Sonokeling.
Kayu Pinus yang digunakan merupakan kayu bekas guna memanfaatkan dan menambah nilai
jual kayu tersebut. Vairan kayu Sonokeling, dipilih untuk menghadirkan produk premium dari
Madera. Selain kualitas suaranya lebih bagus, Sonokeling juga memiliki serat kayu dan warna
yang indah. Madera diproduksi dengan perbandingan 60% produk Pinus dan 40% produk
Sonokeling. Madera diproduksi sesuai proyeksi permintaan dan perkembangan bisnis sebagai
berikut:
Start up
: 15 35 produk/bulan
Lanjutan
: 50 150 produk/bulan
Stabil
: 150 - 250 produk/bulan
Ekspansi
: >300 produk/bulan
2.2

PROSES PRODUKSI
Bahan Baku

CNC Cutting

Grafir Logo

Pengeleman

Penghalusan

Pengecatan

Packanging
Gambar 2.1 Alur proses produksi
4

Keterangan:
1. Bahan baku yang disiapkan adalah kayu Pinus dan Sonokeling yang merupakan kayu
khas Indonesia. Kayu Pinus dibeli dari Surabaya dan Sonokeling dibeli dari Bandung .
Kayu yang dibeli berukuran 250 cm x 14 cm x 2,7 cm. Kemudian kayu dibelah
menggunakan table saw untuk mendapatkan ketebalan yang dinginkan, yaitu 1 cm.
2. Bahan baku yang telah siap, dipotong menggunakan mesin CNC (Control Numeric
Computer) sesuai dengan desain yang telah direncanakan.
3. Grafir logo dilakukan tepat di bagian belakang speaker sebagai identitas produk. Grafir
logo dilakukan dengan menggunakan laser. Bentuk grafir disesuaikan dengan desain
yang telah direncanakan.
4. Untuk proses perekatan, kayu yang telah dipotong dan digrafir, disatukan menggunakan
lem putih, kemudian di-press menggunakan clamp agar tidak terbentuk rongga yang
dapat mengurangi kualitas suara yang dihasilkan. Speaker yang telah di-press langsung
dikeringkan agar lem tersebut cepat kering dan menyatu dengan sempurna. Pengeringan
dilakukan minimal 2 jam.
5. Speaker yang telah dikeringkan kemudian dihaluskan permukaannya agar lebih rata dan
rapi dengan menggunakan alat atau dilakukan secara manual dengan menggunakan
amplas.
6. Speaker yang telah siap tersebut kemudian dilakukan proses finishing sesuai desain yang
telah direncanakan. Finishing dilakukan dengan cara pengecatan yang dibantu dengan
mesin semprot cat dan kuas. Pengecatan dilakukan supaya produk yang dihasilkan lebih
menarik dan tahan terhadap kelembaban.
7. Speaker ini harus dikemas dengan baik jika diproduksi untuk tujuan bisnis.
Pengemasannya dengan penggunaan kardus yang didesain sesuai ukuran speaker agar
tidak terjadi guncangan dan tahan terhadap benturan pada saat pendistribusian ke
konsumen. Kemasan kardus dibuat dalam berbagai ukuran mulai penjualan untuk
kebutuhan skala individu hingga skala besar. Kebutuhan skala individu dijual per 1 buah
dan skala besar dijual per 20 buah.

Kebutuhan Alat dan Bahan


Peralatan
No

Barang

Jumlah

Table saw

1 unit

Mesin Ampelas

10 unit

Bor

3 unit

Clamp Kayu

10 unit
Bahan

2.3

NO

Bahan

Kayu Sonokeling

Kayu Pinus

Cat clear Woodstain

Lem Kayu

SUPPLIER/PARTNER

Bahan baku utama Madera adalah kayu Pinus dan Sonokeling. Kayu Pinus yang digunakan
untuk Madera merupakan kayu bekas yang dapat mudah ditemukan di Jl. Dupak, Surabaya.
Sedangkan untuk kayu Sonokeling, didapat dari supplier di Bandung. Supplier kayu Sonokeling
dari Bandung menawarkan harga yang lebih kompetitif. Partner kerja lain pada usaha Madera ini
adalah Jasa CNC Cutting untuk memotong kayu sesuai dengan pola desain. Lokasi Jasa CNC ini
berada di Surabaya, sehingga memudahkan proses produksi.

BAB III
ANALISIS PASAR DAN PEMASARAN

3.1

GAMBARAN PASAR
Madera dapat digunakan oleh siapa saja yang memiliki handphone terutama smartphone.

Mengutip data yang dimiliki oleh emarketer.com, pengguna smartphone di Indonesia saat ini
telah mencapai 55 juta jiwa. Emarketer juga memproyeksikan bahwa pada 2016 hingga 2019
pengguna smartphone di Indonesia akan terus tumbuh. Angka pertumbuhannya pun fantastis
pada 2016 akan ada 65,2 juta pengguna smartphone. Sedangkan di 2017 akan ada 74,9 juta
pengguna. Adapun pada 2018 dan 2019, terus tumbuh mulai dari 83,5 juta hingga 92 juta mobile
phone user di Indonesia. Sedangkan secara keseluruhan, menurut data yang dimiliki eMarketer,
total pengguna smartphone di Asia Pasifik akan mencapai 2,51 miliar pengguna di akhir tahun
ini. Pasar bagi Madera masih sangat terbuka lebar.
3.2

SEGMENTASI PASAR
Segmen usia konsumen prospektif Madera adalah pada usia 18-28 tahun. Umumnya, kaum

muda memiliki ketertarikan lebih untuk mencoba atau membeli produk baru yang berbeda
dengan produk konvensional yang telah ada di pasaran. Desain yang unik dan berbahan baku
ramah lingkungan juga menambah daya tarik Madera terutama bagi kaum muda yang aktif dan
dinamis. Madera membidik konsumen muda pada kalangan strata ekonomi mid-end dan highend karena memproduksi dua pilihan produk yakni berbahan kayu Pinus dan Sonokeling.
Madera berbahan dasar kayu Pinus dipasarkan dengan harga yang sangat terjangkau bagi target
pasar dari kaum muda seperti mahasiwa. Madera berbahan kayu Sonokeling memiliki serat dan
warna kayu Sonokeling yang elegan sehingga akan menarik minat kaum muda dari kalangan
high end yang menyukai produk unik dan berkelas.
3.3

STRATEGI PEMASARAN

3.3.1 INISIASI PASAR


1. Partnership
Madera mengenalkan produk dengan memasarkannya bersama produk pendukung
Madera, yakni handphone. Madera dapat bekerjasama dengan perusahaan merek handphone
tertentu dengan memasarkan produk bersama. Perusahaan merek handphone tertentu yang
7

dapat bekerjasama dengan Madera diantaranya seperti Samsung yang mempromosikan ecopackaging. Disamping itu merek handphone yang tidak menyertakan headset pada penjualan
handphonenya seperti Huwaei dan Xiao-mi juga dapat menjadi partner prospektif Madera.
Saat ini merek merek tersebut merupakan merek handphone yang telah sukses melebarkan
sayapnya di Indonesia.

Gambar 3.1 Diskon khusus bagi pembeli produk partner


Madera membuat desain khusus bagi tipe handphone yang dijual partner. Madera dapat
melakukan demo produk dimanapun partner melakukan demo produk. Berbagai keuntungan
juga didapapatkan oleh calon konsumen. Keuntungan yang didapatkan pembeli produk
handphone partner dapat membeli Madera dengan voucher discount khusus, yakni 35%
dengan expire voucher 2 minggu. Selain itu, beberapa set produk Madera akan diberikan
gratis dengan sistem undian bagi pembeli produk handphone partner. Keuntungan strategi
marketing ini adalah pengenalan produk Madera pada konsumen yang sesuai target, yakni
memiliki handphone yang sesuai dengan kriteria desain Madera. Dengan demikian, konsumen
dapat mengenal dan mencoba menggunakan produk Madera serta diharapkan produk Madera
dapat tersebar dari mulut ke mulut.
2. Demo produk dan Discount Sosial Media
Demo produk dilakukan tiap minggu untuk memberi edukasi kepada masyarakat
mengenai produk Madera yang relative baru di mata masyarakat. Demo produk dilakukan di
event bazaar, event anak muda, hingga di taman taman kota maupun kampus. Discount
khusus yakni sebesar 15% dan dapat digunakan kapanpun (no expires) akan diberikan kepada
calon konsumen yang datang dan mencoba langsung Madera serta mempromosikan Madera di
media sosial. Voucher diskon yang cukup besar dan dapat digunakan kapanpun akan menarik
minat masyarakat untuk datang ke demo produk Madera dan mempromosikan Madera di
dunia maya.
8

Gambar 3.2 Social Media Marketing


Madera dapat dipesan melalui sosial media dan website. Sosial media promosi Madera
adalah Instagram dan facebook. Tiap dua bulan, Madera akan mengadakan event lombah di
dunia maya. Calon konsumen dapat mengupload foto logo maupun produk Madera dan
mempromosikan Madera di sosial media dengan hadiah satu set produk Madera gratis bagi
liker terbanyak. Dengan demikian, diharapkan peserta lomba akan mendatangkan banyak
pengguna sosial yang mengintip dan mengenal Madera. Semakin banyaknya jumlah followers
dan dikenalnya Madera oleh pengguna sosial media, maka semakin terbuka luas konsumen
prospektif melalui media sosial
3.3.2 PEMASARAN LANJUTAN
1. Online Marketing
Memasarkan produk dengan cara pre-order atau secara online melalui website yang telah
disediakan. Konsumen dapat memesan Madera ini sesuai dengan jenis handphone yang dimiliki.
Layanan pemesanan secara online ini buka selama 24 jam setiap harinya.

Gambar 3.3 Penawaran tidak langsung

2. Konsinyasi
9

Konsinyasi atau menjual barang dengan menitipkannya ke beberapa penjual dilakukan


oleh Madera pada toko peralatan musik, tempat penjualan aksesoris handphone, dan toko yang
menjual pernak-pernik yang terbuat dari kayu. Madera dapat memperoleh keuntungan dengan
mempromosikan produk pada target konsumen yang jelas, yakni konsumen yang telah memiliki
handphone dan yang gemar mendengarkan musik sehingga akan membuka peluang penjualan
yang lebih besar.

Gambar 3.4 Konsinyasi dengan Toko

3.4

ANALISIS PESAING BISNIS


Produsen produk sejenis yang ternama umumnya merupakan perusahaan di luar Indonesia.

Contoh perusahaan tersebut adalah Koostik. Koostik memiliki keunggulan telah memproduksi
berbagai bentuk desain. Koostik juga telah memproduksi passive speaker dalam jumlah banyak.
Namun di Indonesia, Koostik belum dipasarkan secara langsung. Koostik memiliki berbagai
desain menarik, namun kebanyakan produk Koostik hanya dapat digunakan merek iPhone tipe
tertentu.

Gambar 3.5 Produk Koostik

10

BAB IV
GAMBARAN KEBUTUHAN SDM
4.1

KEBUTUHAN SDM
Bagian/Departemen
DALAM STRUKTUR
CEO

4.2

Jumlah

Keterangan

Penangungjawab utama dan memastikan


perusahaan berjalan dengan baik pada setiap
elemen perusahaan
Menangani pengembangan produk
Menangani anggaran biaya, pembagian upah, dan
pembukuan keuangan, serta surat menyurat.

Research and Development


Sekertaris dan Keuangan

1
1

LUAR STRUKTUR
Produksi

Pemasaran

Design, Packaging, and


Quality Control

Menangani seluruh proses produksi. Mulai dari


pemilihan dan pembelian bahan hingga proses
pembuatan produk
Menangani pembuatan desain promosi, pameran,
manajemen penjualan online dan offline dan
pengembangan strategi pemasaran.
Menangani pengembangan desain produk dan
packaging serta menangani proses pengemasan
produk dan kontrol kualitas.

RENCANA PENGEMBANGAN SDM


Untuk 3 bulan pertama, semua pekerjaan dilakukan oleh tim sendiri dengan komposisi: 2
orang menangani produksi dan 3 orang menangani pemasaran. Seluruh anggota bertanggung
jawab terhadap tugas yang diberikan, namun tetap berkomitmen untuk saling membantu.
Setelah memasuki bulan ke-4, dilakukan perekrutan karyawan dengan asumsi target
pemasaran berjalan dengan baik. Karyawan akan diberi upah untuk setiap 1 produk yang berhasil
dibuat atau laku terjual. Selain itu terdapat beberapa program perusahaan untuk meningkatkan
kualitas SDM, antara lain:
1. Pelatihan
Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan ketangkasan dan pengalaman SDM. Materi
pelatihan berupa pembuatan produk, safety, dan quality control. Pelatihan dilakukan
setiap 1 bulan sekali dan dilatih oleh orang yang telah berpengalaman.
2. Materi
Agar setiap SDM memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas, maka diadakan kuliah
kepada setiap anggota. Materinya dapat berupa pengetahuan umum, motivasi, berbagi
pengalaman, dan teknologi baru yang berkembang dengan konsep serius tapi santai.
Pemberian materi ini dilakukan setiap seminggu sekali oleh pemilik perusahaan. Selain
itu, pemberian materi ini juga berguna untuk merekatkan hubungan internal.

11

BAB V
RENCANA PENGEMBANGAN USAHA
Untuk mencapai bisnis yang stabil dan kontinyu, pengembangan dan inovasi usaha harus
terus dilakukan. Madera memiliki strategi pengembangan usaha yang dijinjau dari dua aspek,
yakni pengembangan marketing atau penjualan dan pengembangan produk.
5.1

RENCANA PENGEMBANGAN PENJUALAN

Usaha Madera dimulai pada tahun 2016 dan akan melebarkan sayapnya ke seluruh
Indonesia dengan rancangan penjualan sebagai berikut:
2016 Start Up business

Inisiasi pasar, melakukan demo produk dan pengenalan produk melalui sosial media.
Produksi 10 - 50 produk per bulan.
Pengembangan produk dan desain.
Pada September 2016, memulai konsinyasi produk ke 3 tempat penjualan di Surabaya
dan Sekitarnya
Mengeluarkan 2 desain baru.

2017 Penenjualan Lanjut

Memperluas konsinyasi ke berbagai tempat penjualan 3 Kota besar di Indonesia


memperbaiki sistem penjualan online dengan website.
Mengeluarkan 5 desain baru
Memproduksi 50 100 produk/bulan
Membuka Madera Shop di Surabaya

2018 Ekspansi

5.2

Mengeluarkan 5 desain baru


Memproduksi lebih dari 150 produk per bulan
Memperluas konsinyasi ke 5 Kota Besar di Indonesia
Menginvasi MEA dengan memperluas konsinyasi ke Malaysia, Singapura, dan Thailand
RENCANA PENGEMBANGAN PRODUK
Perkembangan teknologi bergerak sangat cepat, khususnya dalam perkembangan teknologi

smartphone. Seiring bertambahnya tahun, produk smartphone yang diproduksi semakin tipis.
pengembangan produk perlu dilakukan untuk menghadapi perubahan zaman, agar produk
speaker yang dihasilkan proporsional dengan dimensi smartphone.
Rencana pengembangan produk antara lain :
12

Speaker dengan model landscape


Pengembangan ini didasarkan atas penyesuaian terhadap letak speaker beberapa
smartphone yang berbeda-beda. Selain itu inovasi ini dilakukan untuk mempernyaman
pengguna apabila ingin melihat video dalam mode landscape

Speaker dengan dua lubang output suara


Selain untuk inovasi bentuk yang lebih menarik, pengembangan ini bertujuan agar
penyeberan suara lebih luas dan suara lebih keras.

Speaker Mobil
Tujuan utamanya ingin mengincar segmen pasar baru untuk masyarakat yang mempunyai
mobil. Madera akan membuat speaker pasif khusus untuk mobil yang bisa diletakan di
dashboard.

13

BAB VI
ANALISA KEUANGAN
Analisa keuangan dilakukan untuk menentukan modal awal dan produksi i pada tahap
start-up bisnis. Produksi per bulan pada tahap start up adalah sebanyak 30 produk per bulan.
6.1

PEMODALAN
Fix Cost
Barang

Jumlah Harga
Harga Total (Rp)
Life Time Biaya per Bulan (
(unit)
Satuan (Rp)
(Bulan)
Rp)
1
1.000.000
1.000.000
36
27.777,77778
Table saw
4
80.000
320.000
12
26.666,66667
Clamp
1
350.000
350.000
36
9.722,222222
Bor
1
600.000
600.000
36
16.666,66667
Gerinda
2
10.000
20.000
6
3.333,333333
Gloves
2
15.000
30.000
6
5.000
Gunting
1
50.000
50.000
1
50.000
Hosting website
1
500.000
500.000
12
41.666,66667
Domain
website
Total
2.870.000
180.833,3333

Variable Cost
Barang

Jumlah
(unit)
18
12
30
15
5
15
30
30

Kayu Pinus
Kayu Sonokeling
CNC Cutting
Vernis
Lem
Amplas
Grafir
Packaging
Total

Harga
Biaya per
Satuan
Bulan ( Rp)
(Rp)
20.000
360.000
125.000
1.500.000
40.000
1.200.000
20.000
300.000
10.000
50.000
2.000
30.000
3.500
105.000
10.000
300.000
3.845.000

Modal Awal = Fix Cost + Variable Cost


= 2.870.000 + 3.845.000
= 6.715.000

14

Modal awal bisnis ini didapat dari keikutsertaan lomba serta dana pribadi dengan persentase 70%
dari dana lomba atau bantuan peminjaman dan 30% dana Pribadi.
Adapun analisis harga produk yang dapat diperhitungkan sementara adalah sebagai berikut.
Diperkirakan produk yang diproduksi berjumlah 30 buah setiap bulannya. 18 produk Pinus dan
12 produk Sonokeling.
a.

HPP (Harga Pokok Penjualan)


HPP Produk Pinus

= Fix Cost Perbulan + Variabel Cost (tanpa Sonokeling)


Total produksi produk Pinus
= Rp 180.833,33 + Rp 2.345.000
18
= Rp 140.324,07/Buah

Harga jual produk Pinus berkisar antara Rp 180.000/buah


Keuntungan Marginal = Harga Jual HPP
= Rp 180.000 Rp 140.324,07
= Rp 39.676
= 28,27%

HPP Produk Sonokeling = Fix Cost Perbulan + Variabel Cost (tanpa Pinus)
Total produksi produk Sonokeling
= Rp 180.833,33 + Rp 3.485.000
12
= Rp 305.486,11/Buah
Harga jual produk Pinus berkisar antara Rp 400.000/buah
Keuntungan Marginal

= Harga Jual HPP


= Rp 400.000 Rp 305.486,11
= Rp 94.514
= 30,93%

15

6.2

RENCANA LABA-RUGI
A. HASIL PENJUALAN
Penjualan
Sub total hasil penjualan
Sub total hasil penjualan
B. VARIABLE COST
Kayu Pinus
Kayu Sonokeling
CNC Cutting
Vernis
Lem
Amplas
Grafir
Packaging
Sub total variable cost
C. FIX COST
Table saw
Clamp
Bor
Gerinda
Gloves
Gunting
Hosting website
Domain website
sub total fix cost
D. TOTAL BIAYA
E. LABA

6.3

96.480.000
96.480.000

4.320.000
18.000.000
14.400.000
3.600.000
600.000
360.000
1.260.000
3.600.000
46.140.000
333.333
320.000
116.667
200.000
40.000
60.000
600.000
500.000
2.170.000
48.310.000
48.170.000

RENCANA ARUS KAS


JAN

FEB

MAR

APR

MEI

JUN

JUL

AGT

SEP

OKT

NOV

DES

A. PENERIMAAN
Penerimaan Penjualan

8.040.000

Dana Pribadi

1.206.917

Penerimaan Pinjaman

2.818.083

Sub total penerimaan

12.065.000

8.040.000

8.040.000

8.040.000

8.040.000

8.040.000

8.040.000

8.040.000

8.040.000

8.040.000

8.040.000

8.040.000

8.040.000

8.040.000

8.040.000

8.040.000

8.040.000

8.040.000

8.040.000

8.040.000

8.040.000

8.040.000

8.040.000

B. PENGELUARAN
Pembelian Aset

2.870.000

Pembelan Bahan Baku

1.860.000

1.860.000

1.860.000

1.860.000

1.860.000

1.860.000

1.860.000

1.860.000

1.860.000

1.860.000

1.860.000

1.860.000

785.000

785.000

785.000

785.000

785.000

785.000

785.000

785.000

785.000

785.000

785.000

785.000

1.200.000

1.200.000

1.200.000

1.200.000

1.200.000

1.200.000

1.200.000

1.200.000

1.200.000

1.200.000

1.200.000

1.200.000

Pembelian Bahan
Pebantu
Jasa CNC

16

JAN

FEB

MAR

APR

MEI

JUN

JUL

AGT

SEP

OKT

NOV

DES

Sub Total Pengeluaran

6.715.000

3.845.000

3.845.000

3.845.000

3.845.000

3.845.000

3.845.000

3.845.000

3.845.000

3.845.000

3.845.000

3.845.000

Selisih Kas

5.350.000

4.195.000

4.195.000

4.195.000

4.195.000

4.195.000

4.195.000

4.195.000

4.195.000

4.195.000

4.195.000

4.195.000

5.350.000

9.545.000

13.740.000

17.935.000

22.130.000

26.325.000

30.520.000

34.715.000

38.910.000

43.105.000

47.300.000

5.350.000

9.545.000

13.740.000

17.935.000

22.130.000

26.325.000

30.520.000

34.715.000

38.910.000

43.105.000

47.300.000

51.495.000

Saldo Kas Awal


Saldo Kas Akhir

6.4

ANALISA BEP (BREAK EVEN POINT)


BEP =

TOTAL MODAL
LABA BERSIH PER BULAN

= Rp. 6.715.000
Rp. 4.014.167
= 1,67 bulan.
Dengan penjualan 30 unit speaker, 18 produk Pinus dan 12 produk Sonokeling, usaha ini akan
balik modal dalam waktu 2 bulan.

17