Anda di halaman 1dari 13

Apa itu outsourcing?

Bila merujuk pada Undang Undang No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan,
Outsourcing (Alih Daya) dikenal sebagai penyediaan jasa tenaga kerja seperti
yang diatur pada pasal 64, 65 dan 66. Dalam dunia Psikologi Industri, tercatat
karyawan outsourcing adalah karyawan kontrak yang dipasok dari sebuah
perusahaan penyedia jasa tenaga outsourcing. Awalnya, perusahaan outsourcing
menyediakan jenis pekerjaan yang tidak berhubungan langsung dengan bisnis
inti perusahaan dan tidak mempedulikan jenjang karier. Seperti operator telepon,
call centre, petugas satpam dan tenaga pembersih atau cleaning service.Namun
saat ini, penggunaan outsourcing semakin meluas ke berbagai lini kegiatan
perusahaan.
Dengan menggunakan tenaga kerja outsourcing, perusahaan tidak perlu repot
menyediakan fasilitas maupun tunjangan makan, hingga asuransi kesehatan.
Sebab, yang bertanggung jawab adalah perusahaan outsourcing itu sendiri.
Meski menguntungkan perusahaan, namun sistem ini merugikan untuk karyawan
outsourcing. Selain tak ada jenjang karier, terkadang gaji mereka dipotong oleh
perusahaan induk. Bayangkan, presentase potongan gaji ini bisa mencapai 30
persen, sebagai jasa bagi perusahaan outsourcing. Celakanya, tidak semua
karyawan outsourcing mengetahui berapa besar potongan gaji yang diambil oleh
perusahaan outsourcing atas jasanya memberi pekerjaan di perusahaan lain itu.
Sistem Kerja Outsourcing
Sistem perekrutan tenaga kerja outsourcing sebenarnya tidak jauh berbeda
dengan sistem perekrutan karyawan pada umumnya. Perbedaannya, karyawan
ini direkrut oleh perusahaan penyedia tenaga jasa, bukan oleh perusahaan yang
membutuhkan jasanya secara langsung. Nanti, oleh perusahaan penyedia
tenaga jasa, karyawan akan dikirimkan ke perusahaan lain (klien) yang
membutuhkannya.
Dalam sistem kerja ini, perusahaan penyedia jasa outsource melakukan
pembayaran terlebih dahulu kepada karyawan. Selanjutnya mereka menagih ke
perusahaan pengguna jasa mereka.
Karyawan outsourcing biasanya bekerja berdasarkan kontrak, dengan
perusahaan penyedia jasa outsourcing, bukan dengan perusahaan pengguna
jasa.
Bagi anda yang berniat mencari pekerjaan via perusahaan outsourcing, sebelum
menanda tangani perjanjian kerja, ada baiknya anda perhatikan sejumlah point
berikut ini:
Jangka waktu perjanjian.
Pastikan perjanjian sesuai dengan masa kerja yang ditawarkan. Perjanjian kerja
antara karyawan outsourcing dengan perusahaan penyedia jasa biasanya
mengikuti jangka waktu perjanjian kerjasama antara perusahaan penyedia jasa

dengan perusahaan pemberi kerja. Hal ini dimaksudkan apabila perusahaan


pemberi kerja hendak mengakhiri kerja samanya dengan perusahaan penyedia
jasa, maka pada waktu yang bersamaan, berakhir pula kontrak kerja antara
karyawan dengan perusahaan pemberi kerja.

Jam kerja.
Peraturan tentang jam mulai bekerja dan berakhir, dan waktu istirahat .
Gaji dan tunjangan.
Jumlah yang akan diterima serta waktu pembayaran sesuai dengan yang telah
disepakati, tidak dipotong oleh perusahaan penyedia jasa outsourcing.
Posisi dan Tugas.
Pastikan posisi dalam perusahaan dan apa saja tugas serta tanggung jawab anda
selama bekerja di perusahan lain.
Lokasi kerja.
Pastikan bahwa penempatan anda di perusahaan klien sudah sesuai
kesepakatan.
Penyelesaian Perselisihan dalam Outsourcing (Alih Daya) Problematika mengenai
outsourcing memang cukup bervariasi, misalnya berupa pelanggaran peraturan
perusahaan oleh karyawan outsourcing maupun adanya perselisihan antara
karyawan outsourcing dengan karyawan lainnya.
Menurut pasal 66 ayat 2 huruf c Undang Undang no.13 Tahun 2003,
penyelesaian perselisihan yang timbul menjadi tanggung jawab perusahaan
penyedia jasa. Jadi walaupun yang dilanggar oleh karyawan outsourcing adalah
peraturan perusahaan pemberi pekerjaan, yang berwenang menyelesaikan
perselisihan tersebut adalah perusahaan penyedia jasa. Tidak ada kewenangan
dari perusahaan pengguna jasa pekerja untuk melakukan penyelesaian sengketa
karena antara perusahaan pemberi kerja dengan karyawan outsourcing secara
hukum tidak mempunyai hubungan kerja, walaupun peraturan yang dilanggar
adalah peraturan perusahaan pengguna jasa pekerja (user).
PENGALIHDAYAAN (OUTSOURCING) SEBAGAI SIASAT RANTAI PASOKAN
A. Kepentingan Strategis Rantai Pasokan
Manajemen rantai pasokan adalah integrasi aktivitas pengadaan bahan dan
pelayanan, pengubahan menjadi barang setangah jadi dan produk akhir, serta
pengiriman ke pelanggan. Seluruh aktivitas ini mencakup aktivitas pembelian
dan pengalihdayaan (outsourcing), ditambah fungsi lain yang penting bagi
hubungan antara pemasok dengan distributor.

Manajemen rantai pasokan mencakup aktivitas untuk menentukan penyedia


transportasi, transfer uang secara kredit dan tunai, para pemasok, distributor,
utang dan piutang usaha, pergudangan dan persediaan, pemenuhan pesanan
serta berbagi informasi pelanggan, prediksi, dan produksi.
Tujuannya adalah membangun sebuah rantai pemasok yang memusatkan
perhatian untuk memaksimalkan nilai bagi pelanggan. Persaingan bukan lagi
antar perusahaan, melainkan antar rantai pasokan. Selain itu, rantai pasokan
tersebut bersifat global.

Permasalahan dalam Rantai Pasokan Global


Pengembangan sebuah perencanaan strategis yang sukses bagi manajemen
rantai pasokan memerlukan perencanaan yang inovatif dan penelitian yang
cermat, Rantai pasokan pada lingkungan global harus mampu:

Menanggapi perubahan mendadak dalam hal ketersediaan komponen,


saluran distribusi atau pengiriman, bea impor, dan nilai mata uang;
Menggunakan teknologi transmisi dan komputer tercanggih untuk
menjadwalkan serta mengelola pengiriman komponen dan produk jadi ke
luar;
Memiliki karyawan lokal yang terampil menangani tugas-tugas,
perdagangan, pengiriman, imigrasi, dan permasalahan politis.

B. Ekonomi Rantai Pasokan


Rantai pasokan memperoleh perhatian yang cukup besar karena rantai pasokan
merupakan suatu bagian integral dari strategi perusahaan dan merupakan
aktivitas yang paling mahal dan hampir seluruh perusahaan. Rantai pasokan
memberikan peluang besar untuk mengurangi biaya dan meningkatkan
keutungan.
Keputusan Buat atau Beli (Make or Buy Decision)
Adalah sebuah pilihan antara memproduksi sendiri sebuah komponen atau
layanan atau membelinya dari sumber luar. Memilih produk dan jasa yang
diperoleh secara eksternal dapat lebih menguntungkan daripada yang diproduksi
secara internal.
Pengalihdayaan (Outsourcing)
Pengalihdayaan memindahkan sebagian dari yang biasanya merupakan sumber
daya dan aktivitas internal ke vendor di luar perusahaan, yang membuatnya
sedikit berbeda dibandingkan dengan keputusan buat atau beli. Pengalihdayaan
merupakan bagian dari tren yang berkembang menuju pemanfaatan efisiensi
yang akan menghasilkan spesialisasi. Vendor yang menyediakan jasa
pengalihdayaan adalah tenaga ahli dalam bidangnya, dan perusahaan
pengalihdayaan dapat memusatkan perhatian pada faktor penentu keberhasilan
yang merupakan kemampuan intinya.

C. Etika Dalam Rantai Pasokan


Keputusan etis penting untuk keberhasilan jangka panjang sebuah organisasi.
Meskipun demikian, rantai pasokan rentan terhadap perubahan etis karena
kemungkinan untuk tindakan tidak etis sangat besar. Saat rantai pasokan
menjadi internasional, manajer operasi harus memperkirakan masalah etis lain
yang akan terjadi saat mereka berurusan dengan undang-undang tenaga kerja,
budaya, dan nilai-nilai yang baru.
D. Strategi Rantai Pasokan
Perusahaan harus memutuskan suatu strategi rantai pasokan dalam rangka
memperoleh barang dan jasa dari luar. Salah satu strategi adalah pendekatan
bernegosiasi dengan banyak pemasok dan mengadu satu pemasok dengan
pemasok lain. Strategi kedua adalah mengembangkan hubungan kemitraan
jangka panjang dengan sedikit pemasok untuk memuaskan pelanggan. Strategi
ketiga adalah integrasi vertikal, di mana perusahaan dapat memutuskan untuk
menggunakan integrasi balik secara vertikal dengan benar-benar membeli
pasokan tersebut. Variasi keempat adalah kombinasi sedikit pemasok dengan
integrasi vertikal yang dikenal sebagai keiretsu (pemasok menjadi bagian dari
kesatua perusahaan). Strategi kelima atau terakhir adalah mengembangkan
perusahaan maya yang menggunakan para pemasok sesuai dengan kebutuhan.
Banyak Pemasok
Dengan strategi banyak pemasok, pemasok menanggapi permintaan dan
spesifikasi permintaan penawaran dengan pesanan yang umumnya akan jatuh
ke pihak yang memberikan penawaran rendah. Ini merupakan sebuah strategi
umum untuk produk komoditas. Strategi menandingkan satu pemasok dengan
pemasok lain dan membebani pemasok untuk dapat memenuhi permintaan
pembeli. Para pemasok bersaing secara agresif.
Sedikit Pemasok
Sebuah strategi yang memiliki sedikit pemasok mengimplikasikan bahwa alihalih mencari atribut jangka pendek, seperti biaya rendah, pembeli lebih ingin
menjalin hubungan jangka panjang dengan beberapa pemasok yang setia. Para
pemasok jangka panjang mulai lebih dapat memahami tujuan umum dari
perusahaan pembeli dan pelanggan. Sedikit pemasok, yang masing-masing
memiliki komitmen terhadap pembeli lebih ingin berpartisipasi dalam sistem JIT
serta menyediakan inovasi desain dan keahlian teknologi. Secara agresif, banyak
perusahaan mulai menyertakan pemasok ke dalam sistem persediaan mereka.
Integrasi Vertikal
Integrasi vertikal berarti mengembangkan kemampuan untuk memproduksi
barang atau jasa yang sebelumnya dibeli atau membeli perusahaan pemasok
atau distributor. Integrasi mundur menyarankan perusahaan untuk membeli
pemasoknya. Pada sisi lain, integrasi maju menyarankan produsen komponen
untuk membuat produk jadi. Bagi perusahaan yang memiliki modal, bakat

manajerial, dan permintaan yang diperlukan, integrasi vertikal mungkin dapat


memberikan peluang yang memberikan peluang yang berarti untuk mengurangi
biaya, kualitas yang terpercaya, dan pengiriman tepat waktu. Keuntungan lain,
berupa pengurangan persediaan dan penjadwalan, dapat diperoleh perusahaan
yang secara efektif mengelola integrasi vertikal atau hubungan yang dekat dan
saling menguntungkan dengan para pemasok.
Jaringan Keiretsu
Banyak perusahaan manufaktur besar Jepang telah menemukan titik tengah
antara pembelian dari pemasok yang berjumlah sedikit dengan integrasi vertikal.
Anggota keiretsu dipastikan memiliki hubungan jangka panjang sehingga
diharapkan dapat berperan sebagai mitra yang memberikan keahlian teknis dan
kestabilan mutu produksi untuk manufaktur tersebut. Anggota keiretsu dapat
memiliki pemasok di bawahnya, serta menjadikan pemasok tingkat kedua atau
bahkan ketiga sebagai bagian dari koalisi.

Perusahaan Maya
Seperti yang kita ketahui sebelumnya, keterbatasan dari integral vertikal
sangatlah banyak. Masyarakat teknologi terus menuntut spesialisasi lebih lanjut
yang nantinya dapat membuat integrasi vertikal menjadi semakin rumit. Lebih
dari itu, sebuah perusahaan yang memiliki semua divisi atau departemen
mungkin menjadi terlalu birokratis untuk menjadi perusahaan kelas dunia. Maka
dari itu diperlukan pemasok yang fleksibel. Perusahaan maya mengandalkan
berbagai jenis hubungan pemasok untuk menyediakan jasa atau permintaan
yang diinginkan. Perusahaan maya memiliki batasan organisasi yang selalu
berubah dan bergerak, seta menjadikan mereka dapat menciptakan sebuah
perusahaan unik untuk memenuhi permintaan pasar yang berubah-ubah.
E. Mengelola Rantai Pasokan
Seiring para manajer beralih ke arah integrasi rantai pasokan, sangat mungkin
mendapatkan inefisiensi yang besar. Ada sejumlah permasalahan manajemen
penting yang dapat mengakibatkan pemborosan serius. Sukses itu dimulai dari:

Kesepakatan atas tujuan bersama


Kepercayaan
Budaya Organisasi yang Sesuai

Permasalahan dalam Rantai Pasokan yang Terintegrasi


1.

Optimasi Lokal

Para anggota rantai pasokan harus memusatkan perhatian mereka untuk


memaksimalkan keuntungan lokal atau meminimalkan biaya langsung
berdasarkan pengetahuan mereka yang terbatas.
2.

Intensif Penjualan, Potongan karena Kuantitas, Kuota, dan Promosi

Intensif memasukkan barang dagangan ke rantai pasokan untuk penjualan yang


belum terjadi.
3.

Lot Besar

Penyimpangan dalam lot berukuran besar sering terjadi sebab hal ini cenderung
mengurangi biaya per unit. Manajer logistik ingin mengirimkan lot yang besar,
terutama dengan truk yang penuh dengan muatan, dan manajer produksi
menginginkan produksi berjalan jangka panjang. Kedua hal ini menurunkan biaya
pengiriman dan produksi per unit, tetapi gagal menunjukkan penjualan yang
nyata dan meningkatkan biaya penimbunan.
Peluang dalam Rantai Pasokan yang Terintegrasi
1.Data Tarikan yang Akurat
2.Pengurangan Ukuran Lot
3.Kontrol Pengisian ulang Satu Tahap
4.Persediaan yang Dikelola Vendor
5.Blanket Order
6.Standarisasi
7.Penangguhan
8.Drop Shipping dan Pengemasan Khusus
9.Fasilitas pass trough
10.Perakitan Saluran
F. E-Procurement
E-procurement adalah menggunakan internet sebagai fasilitas pembelian. Eprocurement mempercepat pembelian, mengurangi biaya, dan mengintegrasikan
rantai pasokan sehingga meningkatkan keunggulan bersaing sebuah organisasi.
Pemesanan Elektronik dan Pemindahan Dana, hal ini merupakan pendekatan
tradisional untuk mempercepat transaksi serta mengurangi pekerjaan
administrasi.
Katalog Online

Katalog menyediakan informasi terkini tentang produk dalam bentuk


elektronik. Katalog online mendukung perbandingan biaya dan efisiensi
baik bagi pembeli maupun penjual.
Katalog yang disediakan oleh vendor
Katalog yang disediakan oleh perantara adalah situs internet di mana
pembeli dan penjual dapat bertemu.
Disediakan oleh pembeli.

Lelang
Situs lelang online dapat diciptakan dan dijalankan oleh pihak penjual, pembeli,
ataupun perantara. Manajer operasi mendapati bahwa lelang online merupakan
suatu lahan subur untuk membuang bahan mentah berlebih dan persediaan
yang sudah lama atau berlebih. Lelang online menurunkan batas masukan yang
membuat penjual berani bergabung dan meningkatkan jumlah pembeli yang
potensial secara bersamaan.
RFQ
Jika kebutuhan pembelian tidak standar, maka waktu yang dihabiskan untuk
mempersiapkan permintaan penawaran harga (request for quotes RFQ) dan
paket lelang yang terkait sangatlah banyak. Akibatnya, sekarang e-procurement
mengalihkan bagian proses pembelian yang mahal ini menjadi online.
G. Pemilihan Vendor
Vendor untuk barang dan jasa yang dibeli oleh perusahaan tentu harus diseleksi.
Pemilihan vendor mempertimbangkan banyak faktor. Langkah-langkahnya
adalah:

Evaluasi Vendor
Mencakup proses menemukan vendor yang potensial dan menentukan
kemungkinan bahwa mereka akan menjadi pemasok yang baik.
Pengembangan Vendor
Pihak pembeli memastikan vendor tersebut menghargai persyaratan kualitas,
perubahan teknis, jadwal dan pengiriman, sistem pembayaran pembeli, serta
kebijakan pengadaannya. Pengembangan vendor dapat mencakup segalanya,
mulai dari pelatihan, bantuan teknis dan produksi, hingga prosedur perpindahan
infomasi.
Negosiasi
Pendekatan yang dilakukan oleh petugas rantai pasokan untuk mengembangkan
hubungan kontrak dengan pemasok. Terdapat tiga jenis negosiasi:

Model Harga Berdasarkan Biaya

Model Harga Berdasarkan Pasar (harga yang diumumkan, lelang, atau


indeks)
Penawaran yang Kompetitif

H. Manajemen Logistik
Tujuan manajemen logistik adalah mencapai efisiensi operasi melalui integrasi
aktivitas pengadaan, pemindahan, dan penyimpanan bahan. Ketika masalah
logistik menjadi penting atau mahal, banyak perusahaan memilih melakukan
pengalihdayaan atas fungsi-fungsi logistik.
Sistem Distribusi

Truk
Kereta Api
Angkutan Udara
Sarana Transportasi Air
Saluran Pipa

Logistik Pihak Ketiga


Manajer rantai pasokan mungkin mendapati bahwa melakukan pengalihdayaan
logistik bermanfaat dalam menurunkan investasi dan biaya persediaan sambil
juga meningkatkan keandalan dan kecepatan pengiriman. Perusahaan
spesialisasi pengiriman mendukung tujuan ini dengan mengoordinasikan sistem
persediaan pemasok dengan kemampuan layanan perusahaan pengiriman.
Biaya Pengiriman Alternatif
Semakin lama sebuah produk berada dalam proses pengangkutan, semakin
banyak investasi yang harus dikeluarkan perusahaan. Namun, pengiriman yang
lebih cepat umumnya lebih mahal dibandingkan dengan pengiriman yang
lambat.
I. Pengalihdayaan Sebagai Sebagai Siasat Rantai Pasokan
Pengalihdayaan adalah upaya memperoleh produk atau jasa yang biasanya
merupakan bagian suatu organisasi dari pemasok luar. Dengan kata lain,
perusahaan mengalihkan fungsi-fungsi yang dulunya dilakukan di dalam
perusahaan, agar dilakukan oleh perusahaan lain. Apabila suatu perusahaan
memindahkan sebagian proses usahanya ke negara asing tetapi tetap
memegang kendalinya kita mendefinisikannya sebagai offshoring, bukan
pengalihdayaan.
Perusahaan yang mengalihdayakan kegiatan usaha internalnya dinamakan
perusahaan klien. Perusahaan yang menyediakan jasa pengalihdayaan disebut
penyedia alih daya.
Jenis-jenis Pengalihdayaan

Hampir semua kegiatan usaha dapat dialihkan. Berbagai proses bisnis yang
dialihkan adalah pembelian, logistik, litbang, pengoperasian prasarana,
pengelolaan jasa pelayanan, sumber daya manusia, keuangan / pembukuan,
hubungan dengan pelanggan, penjualan / pemasaran, pelatihan, dan prosesproses hukum.
J. Perencanaan Strategis dan Kompetensi Inti
Proses perencanaan strategi bermula dari pernyataan dasar misi dan penetapan
sasaran. Setelah misi dan sasarannya jelas, perencanaan strategis melakukan
analisis internal dari organisasi untuk mengenali banyak atau sedikitnya setiap
kegiatan usaha berperan dalam usaha mencapai misi organisasi.
Selama proses analisis tersebut, perusahaan mengenali kekuatan-kekuatannya,
yaitu hal-hal yang dapat dilakukan dengan baik atau lebih baik dari saingannya.
Keterampilan, bakat, dan kemampuan unik ini disebut kompetensi inti.
Kompetensi inti adalah kegiatan yang harus dilakukan oleh suatu perusahaan.
Sedangkan, kegiatan bukan inti adalah kegiatan yang mungkin merupakan
bagian besar dari keseluruhan usaha organisasi mungkin dapat dialihkan.
Teori Keunggulan Komparatif
Adalah teori yang menyatakan bahwa suatu negara memperoleh manfaat
dengan mengkhususkan diri (dan mengekspor) produk dan jasa dalam bidang di
mana negara tersebut unggul secara relatif, serta mengimpor barang yang
negara tersebut mengalami kekurangan secara relatif.
K. Risiko dari Pengalihdayaan
Pengalihdayaan tampak sangat berisiko, dan memang demikian. Barangkali,
setengah dari perjanjian pengalihdayaan gagal akibat perencanaan dan analisis
yang tidak tepat. Misalnya, hanya sedikit pohak yang mempromosikan
pengalihdayaan internasional member tahu tentang jaringan listrik yang tak
menentu di negara asing atau adanya kesulitan dengan pegawai pemerintah
lokal, manajer yang tidak berpengalaman, dan pegawai yang tidak punya
motivasi. Di lain pihak, ketika manajer menetapkan tujuan pengalihdayaan agar
dapat menghemat biaya sebanyak 75% - tetapi penghematan biaya yang
diperoleh ganya 30-40% mereka menganggap pengalihdayaan sebagai suatu
kegagalan padalah hal tersebut masih dapat dikatakan berhasil.

L. Metodologi Pengalihdayaan
Mengevaluasi Kriteria Majemuk dengan Pemeringkatan Faktor
-Mengukur Peringkat Faktor Risiko Internasional
Mendekatkan alih daya adalah memilih penyedia pengalihdayaan yang berada di
negara sendiri atau negara tetangga, boleh jadi merupakan siasat bagus dalam

bisnis dan pemerintahan yang tetap menginginkan kendali dan penghematan


biaya.
-Menilai Perusahaan Penyedia Pengalihdayaan
Analisis Titik Impas
Dalam situasi di mana produksi perusahaan diidentifikasi sebagai kandidat yang
mungkin untuk dialihdayakan, analisis titik impas dapat diterapkan. Pertama,
kita mendefinisikan biaya total internal sebagai:
TCin = Fin + (Vin x Xin)
di mana:
- TCin adalah biaya total dari barang yang diproduksi secara internal
- Fin adalah biaya tetap internal
- Vin adalah variabel biaya / satuan yang diproduksi secara internal
- Xin adalah jumlah total unit yang diproduksi secara internal
Dengan menggunakan pendekatan yang sama, biaya total pengalihdayaannya
adalah:
TCout = Fout + (Vout x Xout)
Pada titik impas yang ideal, Xin = Xout dan TCin = TCout. Apabila kita
menganggap Xin = Xout, kedua persamaan tersebut dapat dinyatakan kembali
sebagai berikut:
Fin + (Vin x X) = Fout + (Vout x X)
Setelah mendapatkan nilai X dengan menggunakan persamaan, kita dapat
menghitung berapa unit yang harus dialihdayakan agar dapat mencapai titik
impas dalam keseluruhan biaya dari kedua sumber yang mungkin.
X = Fin Fout
Vout Vin
Apabila X lebih kecil daripada permintaan yang diharapkan, kita akan memilih
sumber dengan biaya tak tetap yang lebih rendah dan biaya tetap yang lebih
tinggi. Apabila X lebih besar daripada permintaan yang diharapkan, maka kita
akan memilih sumber dengan biaya tetap yang lebih rendah dan biaya tak tetap
yang lebih tinggi.
M. Keutungan dan Kerugian Pengalihdayaan
Keuntungan Pengalihdayaan
1.Penghematan Biaya

2.Mendapatkan Keahlian dari Luar


3.Meningkatkan Operasi dan Layanan
4.Mengonsentrasikan diri pada Kompetensi Inti
5.Mendapatkan Teknologi dari Luar
6.Keuntungan Lain
Kerugian Pengalihdayaan
1.Meningkatnya Ongkos Transportasi
2.Hilangnya Kendali
3.Menciptakan Saingan Baru di Masa Mendatang
4.Dampak yang Buruk terhadap Pegawai: semangat kerja yang menurun apabila
fungsinya dialihdayakan, terutama ketika rekan kerjanya kehilangan pekerjaan.
Pegawai beranggapan bahwa mungkin selanjutnya merekalah yang akan di PHK
dan mungkin memang demikian.
5.Dampak Jangka Panjang
Delapan pertanyaan tentang outsourcing (tenaga kerja)
1. Apa itu outsourcing?
Outsourcing atau alih daya adalah proses pemindahan tanggung jawab tenaga
kerja dari perusahaan induk ke perusahaan lain diluar perusahaan induk.
Perusahaan diluar perusahaan induk bisa berupa vendor, koperasi ataupun
instansi lain yang diatur dalam suatu kesepakatan tertentu. Outsourcing dalam
regulasi ketenagakerjaan bisa hanya mencangkup tenaga kerja pada proses
pendukung (non core business unit) ataupun secara praktek semua lini kerja bisa
dialihkan sebagai unit outsourcing.
2. Mengapa harus ada outsourcing?
Outsourcing seringkali dibahasakan sebagai sebuah strategi kompetisi
perusahaan untuk fokus pada inti bisnisnya. Namun pada prakteknya
outsourcing pada umumnya didorong oleh ketamakan sebuah perusahaan
untuk menekan cost serendah-rendahnya dan mendapatkan keuntungan
setinggi-tingginya yang seringkali melanggar etika bisnis.
3. Perusahaan manakah yang melakukan praktek outsourcing?
Hampir semua perusahaan yang ada saat ini memiliki (dan akan terus
mengembangkan) lini outsourcingnya. Kecenderungan ini tidak hanya pada
perusahaan padat tenaga kerja (manufaktur, tekstil) tapi juga perusahaan high
tech (telco, banking), hingga large/small distribution company.
4. Bagaimana kecenderungan karyawan outsourcing?

Outsourcing seringkali mengurangi hak-hak karyawan yang seharusnya dia


dapatkan bila menjadi karyawan permanen (kesehatan, benefit dkk). Outsourcing
pada umumnya menutup kesempatan karyawan menjadi permanen. Posisi
outsourcing selain rawan secara sosial (kecemburuan antar rekan) juga rawan
secara pragmatis (kepastian kerja, kelanjutan kontrak, jaminan pensiun)
5. Siapa yang paling bertanggung jawab atas outsourcing?
Pemerintah (undang-undang, Depnaker, depsos dkk) atas kebijakan yang
seringkali tidak berpihak kepada tenaga kerja. Atas ketidakaadilan dalam
hubungan tripartit (pengusaha, karyawan dan pemerintah)
6. Apakah outsourcing meningkatkan produktivitas
Dalam jangan pendek: Ya. Outsourcing sangat efektif digunakan dalam industri
yang baru, high risk investment dan masih beroperasi dalam tahap percobaan.
Dalam jangka panjang: belum tentu.
7. Berhasilkah upaya menghilangkan praktek outsourcing?
Sejarah menunjukkan bahwa perusahaan (HR Department) selalu selangkah
lebih maju menemukan praktek-praktek pemangkasan biaya tenaga kerja.
Dimulai dari karyawan kontrak, kontrak harian, kontrak outsourcing dan
sebagainya. Demonstrasi yang dilakukan para tenaga kerja seringkali
dimentahkan oleh undang-undang yang justru tidak berpihak pada para tenaga
kerja.
8. Bagaimana hubungan outsourcing dengan kompetisi global
Kompetisi global, buruh-buruh murah dari china, vietnam, myanmar seringkali
dijadikan kambing hitam praktek outsourcing. Kondisi ini diperparah oleh
kapitalis global yang tanpa ampun dengan jargon jargon produktivitas, efisiensi
dan kompetisinya mengharuskan mau tidak mau agar sebuah perusahaan
berkompetisi harus memiliki buruh dengan upah murah.
(9). Apa yang harus kita lakukan bila kita karyawan outsourcing?
Lihat, Lawan, Laporkan
Labours all over the world unite

http://ekayanahidayat.blogspot.co.id/2013/11/pengalihdayaan-outsourcingsebagai.html
https://priandoyo.wordpress.com/2007/05/10/delapan-pertanyaan-tentangoutsourcing-tenaga-kerja/
http://otto-x.blogspot.co.id/2012/04/pengertian-outsourcing.html