Anda di halaman 1dari 19

Bronkopneumonia

Proses Terapi
Dewi Mandasari
201420401011111

Identitas

Nama
: An. F
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tanggal Lahir : 25 September 2015
Usia
: 2 bulan
Alamat
: Lamongan
BB
: 7 Kg

Anak A, laki-laki, 2 bulan, 7 kg, datang ke poli hari


Selasa (15 Desember 2015) diantar orang tua.
KU : batuk
RPS : batuk sejak seminggu yang lalu, awalnya tidak
berdahak (tanggal 7 Desember 2015). Batuk semakin
hari semakin memberat dan menjadi grok-grok, dahak
susah keluar, sesekali keluar dahak berwarna kuning
kental, tidak ada darah. Selain itu anak juga pilek dan
sesak, kadang muntah jika batuk, anak sering rewel,
panas badan disangkal. Seminggu sebelumnya sudah
berobat diberi puyer dan cetirizin tapi keluhan tidak
berkurang. BAB dan BAK normal.

Riwayat penyakit dahulu pernah opname usia 19 hari


dengan keluhan batuk kemungkinan alergi susu sapi,
setelah stop susu sapi dan ASI penuh batuk menghilang.
Riwayat asma keluarga (-).
Riwayat sosial ayah penderita merokok dan keluarga
menderita TB (-).
Riwayat nutrisi anak minum ASI penuh tanpa
tambahan susu formula dan minum masih mau, berat
badan anak naik terus.
Riwayat persalinan anak pertama/normal/cukup
bulan/BBL 3400 gram.
Riwayat imunisasi lengkap sesuai umur (Pentabio 1 &
BCG).

Pemeriksaan fisik
Keadaan umum : lemah
Kesadaran : composmentis / GCS 456
Kesan gizi baik.
Vital sign
HR 120x/menit (reguler)
RR 60x/menit
T 37.9.00C
SpO2 98% tanpa O2.

K/L : a (-)/I (-)/c (-)/d (+), mukosa bibir kering (-),


pernapasan cuping hidung (-), meningeal sign (-),
RC +/+ PBI 3mm/3mm, pembesaran KGB (-).
Thoraks : simetris, retraksi (-).
Paru : vesikular melemah +/+, rhonki +/+
Jantung: S1S2 tunggal, murmur (-), gallop (-)

Abdomen : cembung simetris, soepel, turgor


kembali cepat, H/L ttb, shifting dullness (-),
meteorismus (-), dan bising usus normal.
Ekstremitas : akral HKM, edema (-).

Pemeriksaan Penunjang
Darah Lengkap

Radiologi

Cor : Besar dan bentuk


normal
Pulmo : tampak
infiltrate di suprahiler
kanan
Kedua sinus
phrenicocostalis tajam,
tulang dan soft tissue
tak Nampak kelainan
Kesimpulan :
Pneumonia

Leukosit 10.600/UL
Netrofil 63.7%
Monosit 28.5%
Limfosit 2.5%
Eosinophil 2.0%
Basophil 3.3%
Trombosit 350.000/UL
Hematokrit 30.8%
Eritrosit 3.840.000/UL
LED 1 jam 14
LED 2 jam 29.

DIAGNOSIS
Bronkopneeumonia
DIAGNOSIS BANDING
PLANNING DIAGNOSIS
-

P-Treatment
Advice
1. Menganjurkan pasien untuk menjaga kebersihan.
2. Menjelaskan agar setiap batuk ditutup dengan tisue untuk
mengurangi penularan
3. Mengompres anak bila panas pada leher, perut dan ketiak.

Drug
Injeksi Paracetamol 70 mg iv (prn)
Injeksi ampisilin 3x250 mg iv
Domperidon sirup 3 x 1.5 cth
Nebulasi PZ 4cc + bisolvon 6 tetes 4xsehari

Antibioti
k

Efikasi

Safety

Suitability

Cost

Gentamici
n

- Menghamat
sintesis protein
bakteri, dan
bersifat
bakterisid.
Efektif terhadap
berbagai strain
kuman gram
negatif, gram
positif
(terutama
staphylococcus
aureus) tetapi
tidak efektif
terhadap
enterococcus.

- 1 vial Rp.
- ES :
- I : infeksi
58.000
neurotoksik
saluran
- KI :
penrapasan
Hipersensiti
,
f
pencernaan
, saluran
kemih
- Dosis
anak : 2,5
mg/kgbb
setiap 8
jam iv/im

Antibioti
k

Efikasi

Safety

Suitability

Cost

Ampicillin

- 1 vial Rp.
- Bekerja dengan - ES : diare,
- I : infeksi
68.000
cara
mual,
saluran
menghambat
muntah,
nafas,
sintesa dinding
gangguan
pencernaan
sel bakteri.
GIT
, saluran
- AB efektif
- KI :
kemih,
spektrum luas,
hipersensiti
sepsis.
mencakup
vitas
- Dosis : 50bakteri aerob
ampicillin &
150
gram positif dan
AB
mg/kgBB/
negatif serta
betalaktam
hari terbagi
beberapa
lain.
4 dosis
anaerob, sifat
- Setelah
bakterisidal
dilarutkan
pelarut
harus
segera
digunakan
dalam 1
jam

Antipireti Efikasi
k

Safety

Paracetam ol

- 1 botol 100cc
- ES :
- I : lini
Rp. 50.000
hepatotoksi
pertama
k,
antipiretik
hipersensiti
& analgetik
vitas, tidak - Dosis : 10
menimbulk
15
an iritasi
mg/kgbb
dan
pendaraha
n lambung
- Anak <
2tahun
sebaiknya
digunakan
Parasetamo
l, karena ES
paling
ringan.
- KI :
Hipersensiti
f dan
gangguan
hati berat.

Menghambat
produksi
prostaglandin
yg terlibat
dalam transmisi
nyeri ke otak,
sehingga
meredakan rasa
sakit, dan
demam atau
panas.
Onset : 30menit
Durasi : 4-6 jam
T1/2 : 1-3 jam
Metab : hepar
Elim : urin

Suitability

Cost

Antipire
tik

Efikasi

Ibuprofen -

Daya analgetik &


antiradang kuat.

++

Safety

Suitability

Cost

- ES : mual,
- I : nyeri
muntah,
ringan
diare,
sampai
konstipasi,
sedang,
nyeri perut,
nyeri
ruam kulit,
penyakit
penurunan
sendi,
trombosit,
menurunka
penurunan
n demam.
limfosit.
- Dosis : 20
mg/kg/hari
dalam
dosis
terbagi.

- 1 ampul Rp.
15.200

++

++

++

Antiemeti Efikasi
k

Safety

Domperido n

- 1 botol Rp.
- ES : mulut
- I:
kering,
pengobata 11.000 / Rp.
sakit
n dispepsia 45.000
kepala,
fungsional,
diare, ruam
muntah,
kulit, rasa
mual.
haus,
- Dosis : 0,2
cemas dan
0,4 mg/Kg
gatal
BB sehari,
interval 48
- Tidak
melewati
jam.
BBB &
- Diminum
jarang
1530
menimbulk
menit
an sedasi &
sebelum
EPS.
makan dan
sebelum
tidur
malam

Merupakan
antagonis
dopamin,
berefek
periferal
(gastroprokineti
k) di CTZ diluar
BBB di area
postrema.

+++

+++

Suitability

++

Cost

+++

Antiemeti
k

Efikasi

Safety

Suitability

Cost

Antagonis
serotonin
selektif, anti
emetik kuat
dengan
menghambat
reflek muntah
dari usus halus
& stimulasi
CTZ.
- T1/2 : 3-5 jam

- ES : nyeri
kepala,
flushes, nyeri
perut bagian
atas, jarang
EPS

- I : Mual &
muntah
yang
diinduksi
obat
kemoterapi
&
radioterapi
sitotoksik.
- sebaiknya
tidak
digunakan
pada
keadaan
mual atau
muntah
karena
sebab lain.

- 1 botol Rp.
17.500

++

++

++

Ondancetro n

Informasi, instruksi atau


peringatan lain
Menjelaskan pemberian oksigen untuk
mengurangi sesak, pemberian antibiotik
untuk mengatasi infeksi serta nebulasi
untuk membantu pengeluaran dahak.

Obat ini mungkin menimbulkan efek


samping.

Kontrol : jika timbul efek samping


segera lapor perawat atau dokter

Monitoring
EFEK Tx OBAT

Vital sign (tensi, nadi, respirasi, suhu, kesadaran)


Tanda klinis
EFEK SAMPING OBAT

Tanda-tanda dehidrasi ringan


Tanda reaksi hipersensitif
Tanda allergi
Tanda syok anafilaksis
PROGRESS PENYAKIT
Tanda ke arah komplikasi /perburukan penyakit