Anda di halaman 1dari 27

METODE PELAKSANAAN

NAMA KEGIATAN

: PENINGKATAN
JALAN
LINGKUNGAN
PERMUKIMAN DESA TAMAN DI KECAMATAN
ABIANSEMAL
NAMA PEKERJAAN
: PENINGKATAN
JALAN
LINGKUNGAN
PERMUKIMAN DESA TAMAN DI KECAMATAN
ABIANSEMAL
NAMA PESERTA LELANG : PT. CATUR HARAPAN UTAMA
BAB I.
PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Metode Pelaksanaan Pekerjaan ini disusun berdasarkan, uraian yang didapat didalam dokumen
lelang dan uraian yang diberikan pada saat rapat penjelasan pada tanggal 15 Maret 20016 yang
telah didokumentasikan dalam bentuk Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwizing). Metode
pelaksanaan ini disusun untuk memenuhi salah satu persyaratan yang harus dipenuhi didalam
mengikuti pelelangan Umum Paket pelaksanaan Paket Kegiatan Peningkatan Jalan
Lingkungan Permukiman Desa Taman Di Kecamatan Abiansemal dengan Pekerjaan
Kegiatan Peningkatan Jalan Lingkungan Permukiman Desa Taman Di Kecamatan
Abiansemal.
I.2. Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan dari uraian Metode Pekerjaan ini adalah untuk menjelaskan secara garis
besar uraian tahapan pelaksanaan dari pekerjaan-pekerjaan utama dan pekerjaan penunjang,
sehingga dapat dilihat keterkaitan dari masing-masing pekerjaan maupun antara pekerjaan
terhadap spesifikasi yang telah disyaratkan. Dalam metode ini juga akan digambarkan
pelaksanaan pekerjaan dengan memperkecil gangguan terhadap lalulintas.
I.3. Lokasi Pekerjaan dan Lingkup Pekerjaan
Lokasi pekerjaan ini berada di wilayah Provinsi Bali, Kabupaten Badung, dengan lingkup
pekerjaan antara lain:
- Pekerjaan persiapan yang meliputi pekerjaan pengukuran dan mobilisasi.
- Pekerjaan Drainase dan struktur yang meliputi Pek. Galian tanah utk selokan drainase &
saluran air, Pek. Urugan Pasir Bawah Saluran, Pek. Pembesian Polos U24, Pek. Beton
K225, Pek. Beton K-175, Pek. Beton K-125, Pek. Pasangan Batu.
- Pekerjaan tanah yang akan meliputi pekerjaan Penyiapan Badan Jalan, Pek. Galian biasa

(manual), Pek. Timbunan Pilihan (Limestone).


Pekerjaan perkerasan yang meliputi pekerjaan Pek. Urugan Pasir (Analisa Saringan), Pek.
Paving Blok 20 x 20 t=8 cm K.225 Merah Full Colour (Pasir Pengisi + Pemadatan), Pek.
Paving Blok 20 x 20 t=8 cm K.225 Hitam Full Colour (Pasir Pengisi + Pemadatan), Pek.
Paving Blok 20 x 20 t=6 cm K.225 Merah Full Colour (Pasir Pengisi + Pemadatan), Pek.
Paving Blok 20 x 20 t=6 cm K.225 Hitam Full Colour (Pasir Pengisi + Pemadatan), Pek.
Kansteen Segi Lima K-225, Pek. Kansteen Kursi K-225, Pek. Kansteen Type Got Lengkung
K-225.

I.4. Manajemen Proyek


1.4.1. Kantor Pusat dan Proyek
Berorientasi untuk melaksanakan seluruh aktivitas proyek dengan sasaran utama
penyelesaian proyek, yang mana akan ditempatkan seorang Kepala Proyek
berkualitas dan berpengalaman, dibantu oleh tenaga ahli yang mempunyai
pengalaman pekerjaan di bidangnya masing-masing, antara lain berpengalaman
dalam bidang pengawasan, K3, pengawasan lapangan, juru ukur, pekerjaan tanah dan
bidang lainnya.
Kepala Proyek memimpin seluruh kegiatan di proyek, baik di bidang administrasi,
teknik dan kegiatan lainnya dalam proses penyelesaian proyek, tugas pokok
Kepala Proyek adalah :
Masalah teknik (engineering) dan quality control, Kepela Proyek dibantu oleh
bagian teknik beserta staffnya.
Masalah keuangan, administrasi umum dan personalia, dibantu oleh Bagian
Personalia dan Keuangan beserta staffnya.
Masalah logistik dan peralatan, dibantu oleh Bagian Logistik dan Peralatan.
Masalah aktivitas lapangan, dibantu oleh Kepala Proyek yang dibantu oleh
beberapa pelaksana madya dan pelaksanaan muda yang masing- masing
mempunyai tanggung jawab berdasarkan jenis pekerjaan atau daerah
pekerjaan.
Kepala Proyek mempunyai jaminan Dukungan Penuh dari Direktur dalam hal kecukupan
SDM, pendanaan, dan logistik & peralatan. Kepala Protyek mempunyai otoritas penuh
untuk semua aktivitas yang ada di proyek termasuk berhubungan dengan pihak
lain. Perusahaan kami melakukan kesatuan Likuiditas sehingga sumberdaya benarbenar dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin. Kepala Proyek bertanggung jawab
langsung kepada Direktur.

1.4.2. Rapat Koordinasi


Disamping rapat koordiansi antara main kontraktor dengan owner yang seperti
disyaratkan dalam kontrak. Koordinasi internal kontraktor antar bagian dalam
organisasi proyek juga diperlukan sedikitnya 1 minggu sekali untuk mengevaluasi,
dan merencanakan aktivitas lanjutan dalam mencapai target progress pekerjaan
yang telah ditetapkan. Tidak tertutup kemungkinan adanya rapat harian di pagi hari
yang diadakan khusu untuk memecahkan masalah baru yang muncul dilapangan/kantor
yang belum terprediksi.
1.4.3. Pelaporan Proyek
Kontraktor harus mengikuti persyaratan di dalam kontrak dalam format pelaporan proyek
baik harian dan mingguan disamping instruksi lain oleh Direksi lapangan. Laporan
mingguan harus dilengkapi dengan dokumentasi untuk progress claim, S-curve dan
cash flow pembayaran. Disamping laporan eksternal ke pemilik proyek (pengawas
lapangan), laporan internal juga dikirimkan Project manager, hal ini untuk
memonitor kualitas pelaksanaan proyek mencakup kualitas, biaya, mutu dan waktu.
Dengan laporan internal tersebut Project Manager dapat memonitor posisi
sumberdaya yang ada di proyek, dan pencapaian progress, sehingga Direktur dapat
mengambil keputusan yang tepat dalam mensukseskan proyek.
1.4.4. Keselamatan Keamanan Proyek
Untuk menjaga keselamatan kerja seluruh staff dan pekerja yang terlibat dalam
kegiatan proyek, akan dibentuk unit K-3, Dalam menanggulangi gangguan
keselamatan kerja yang mungkin terjadi, maka unit K-3 akan bekerja sama
dengan instansi yang terkait dalam keselamatan.
Unit K-3 mempunyai tugas antara lain untuk :
a) Mengawasi kebersihan daerah kerja.
b) Mengawasi penggunaan sarana keselamatan pekerja (helm, safety belt,
sepatu, dll)
c) Mengawasi sarana keselamatan kerja (perlengkapan P3K, pemadam api, bak
sampah, dll)
d) Menandai daerah bahaya kecelakaan kerja.
e) Melakukan tindakan pertolongan pertama jika terjadi kecelakaan
1.4.5. Jaminan Mutu (Quality Asurance)
Dalam usaha untuk memenuhi tuntutan mutu maka akan ditunjuk seorang petugas
sebagai pengendali mutu. Pengendalian mutu merupakan salah satu langkah untuk
pencapaian sasaran akhir perusahaan dalam menyelesaikan setiap proyek yang
ditangani yaitu Biaya Hemat, Mutu Cermat, dan Waktu Tepat. Perusahaan sudah
menerapkan standar pengendalian mutu dalam bagian alir pengendalian mutu.

BAGAN ALIR PENGENDALIAN MUTU

PROYEK
Rencana Mutu terdiri dari:
- Methode Konstruksi
- Instruksi Kerja
- Jadwal Waktu Pelaksanaan
- Prosedur Kerja dll

PERUSAHAAN
- Manual/prosedur
- Administrasi
- Prosedur
- Organisasi
- Personal
- Keuangan

EKSTERNAL
- Standard Peraturan
- Keppres, Kepmen, Perda, dll

SUPERVISI

INPUT
- Alat
- Bahan
- Tenaga

CONTRUCTIOAN
PROGRES

OUTPUT
- Produk Akhir BMW
(Biaya, Mutu, Waktu)

INSPECTION &
TEST
EVALUASI
KRETERIA KEBERTERIMAAN
- Dokumen Tender
- Peraturan terkait

PELAPORAN &
MONITORING

Proses pengendalian mutu mencakup segala bidang yang terlibat dalam proses
produksi baik SDM, material, peralatan, proses, sarana kerja dan subkontrakto
a) SDM
Memilih SDM yang bermoral baik dan mempunyai pengalaman sejenis
Pengarahan, pembinaan
Monitor dan pelaporan

b)

MATERIAL
Pengujian sample bahan
Pemilihan sumber material (kuantitas dan kualitas) yang memadai
Pemilihan supplier
Jadwal kebutuhan material
Cara penyimpanan
Cara handling
Monitor dan pelaporan

c)

PERALATAN
Pemilihan jenis alat yang sesuai
Kalibrasi untuk alat tertentu (ukuran, takaran, timbangan)
Pemilihan sumber alat (kuantitas, umur dan kualitas) yang memadai
Pemilihan supplier alat yang baik
Pemilihan operator yang baik dan berpengalaman
Jadwal kebutuhan alat
Penyediaan bahan bakar
Penyediaan suku cadang
Control service
Monitor dan pelaporan

d)

PROSES
Trial mix, trial embankment, job mix
Peralatan yang sesuai
Kompososi yang sesuai
Standar proses
Metode Pelaksanaan
Cek hasil
Monitor dan pelaporan

e)

SUBKONTRAKTOR
Seleksi
Pengawasan dan pengarahan

1.4.6. Schedule Pekerjaan


Pembuatan Schedule kerja berdasarkan asumsi, logika yang benar dan berdasarkan
data-data yang ada pada saat ini.

I.5. Sasaran Proyek


Memperbaiki dan Menyediakan sarana dan prasarana jalan lingkungan guna memperbaiki
kondisi jalan lingkungan di sekitar lokasi tersebut. Dengan tersedianya fasilitas jalan lingkungan
yang baik maka kehidupan masyarakat di lingkungan sekitar lokasi tersebut akan lebih baik dan
lebih sehat serta nyaman dan kondusif.
SPMK
KOORDINASI DENGAN DIREKSI
& KONSULTAN PENGAWAS

SOSIALISASI

DOKUMEN LELANG

PERSIAPAN PENGUKURAN
ADM DI TIAP LOKASI

MOBILISASI & EFISIENSI


TENAGA, ALAT DAN BAHAN
MOB/MOV/ DEMOB
BAHAN, ALAT & TENAGA

PENGADAAN BAHANBAHAN PABRIKASI


PEKERJAAN BONGKARAN,
GALIAN, PASANG BATU,
PLESTERAN, SIARAN, DLL DI
SETIAP LOKASI

ADM TEKNIK, LAPORAN,


BACK UP DATA

PHO/FHO

Dalam pelaksanaan pekerjaan ini membutuhkan waktu 210 (dua ratus sepuluh) hari kalender
dan masa pemeliharaan 180 (seratus delapan puluh) hari kalender Lokasi yang digunakan
sebagai tempat pekerjaan adalah di jalan lingkunga permukiman desa taman sehingga perlu
suatu perencanaan dalam penempatan tenaga, bahan dan peralatan yang efektif guna
mendapatkan hasil pekerjaan yang maksimal atau sesuai dengan yang disyaratkan dalam
perencanaan, pelaksanaan dan yang tertuang dalam dokumen lelang.

BAB II
METODE PENYELESAIAN PEKERJAAN
Metode penyelesaian pekerjaan ini menjelasakan tahapan dan tata cara pelaksanaan pekerjaan
diama menggambarkan pelaksanaan pekerjaan dari sampai dengan akhir proyek dan dapat
dipertanggungjawabkan secara teknis.
Adapun tahapan dan tata cara penyelesaian pekerjaan ini adalah :
A. Pekerjaan Mobilisasi
Pekerjaan mobilisasi yang akan diuraikan didalam bagian ini adalah untuk memberikan
penjelasan dan penjabaran mengenai hal-hal yang akan dilakukan oleh PT. Catur Harapan
Utama didalam masa mobilisasi, program mobilisasi ini meliputi :
1.

Lokasi dan Lahan untuk Base camp


Dalam pelaksanaan Paket Peningkatan Jalan Lingkungan Permukiman Desa Taman Di
Kecamatan Abiansemal dengan Pekerjaan Peningkatan Jalan Lingkungan Permukiman
Desa Taman Di Kecamatan Abiansemal ini adalah ini Untuk menunjang pekerjaan
dilapangan, PT.Catur Harapa Utama akan menyewa lahan dekat denganlokasi pekerjaan.
Pada lokasi base camp ini telah tersedia fasilitas dan peralatan sebagai berikut :
a. Kantor Unit Produksi
b. Gudang
c. Workshop/bengkel
d. Asphalt Mixing Plant (AMP)
e. Stone Crusher
f. Truck Scle
g. Generator Set
h. Dll.
Sedangkan untuk kantor proyek/kantor lapangan yang akan memonitoring jalannya
pelaksanaan pekerjaan, maka PT. Catur Harapan Utama akan mengadakan (penyewaan)
lahan tambahan yang akan dicari didekat lokasi proyek.

2.

Daftar Mobilisasi Personil


Pelaksanaan pekerjaan paket proyek ini mengusulkan staf inti proyek yang terdiri dari :
1. Site Manager
2. Pelaksana
Tenaga kerja yang akan diadakan / dimobilisasi ke lapangan untuk melaksankan pekerjaan
paket pyoyek ini,akan terdiri dari :
a. Juru Gambar Sipil
b. Logistik
c. Administrasi

Seluruh staf inti proyek tersebut beserta staf lainnya sesuai dengan usulan di dalam Struktur
Organisasi Kerja, akan dimobilisasikan ke lokasi proyek dalam kurun waktu 7 (tujuh)
hari sejak diterbitkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). Sedangakan mobilisasi tenaga
kerja akan disesuaikan dengan kebutuhan yang tercermin dariRencana Kerja/Schedule
3.

Mobilisasi Peralatan
Daftar jenis peralatan yang akan dimobilisasi ke lapangan untuk menunjang pelaksanaan
pekerjaan utama pada paket proyek ini, sesuai dengan kebutuhan alat untuk melaksanakan
pekerjaan yang ditentukan dalam Dokumen Pengadaan.
Sebelum memulai pekerjaan, atas persetujuan direksi terlebih dahulu dilakukan mobilisasi
alat yang digunakan dalam pekerjaan seperti : Galian tanah berbatu dengan alat berat 1 X
Pindah. Untuk demobilisasi atau pemulangan alat excavator ke besecam. Selain itu pada
pekerjaan persiapan awal ini yang paling penting adalah mempelajari situasi lapangan dan
melengkapi persyaratan yang sudah ditentukan dalam bestek, memulai pengukuran pada
lokasi pekerjaan, yaitu berupa situasi, potongan memanjang, potongan melintang, yang
dituangkan dalam gambar, termasuk gambar konstruksi, yang disesuaikan dengan
lapangan, dan disertai dengan foto dokumentasi 0%, juga gambar gambar kerja (shop
Drawing ). Pada bagian bagian konstruksi yang kurang jelas harus diperjelas dengan
membuat gambar detailnya, serta menghitung kebutuhan material / bahan yang diperlukan
untuk penyelesaian pekerjaan tersebut. Bersamaan dengan ini mobilisasi dilaksanakan, dan
tak kalah pentingnya adalah membuat MC 0 ( Mutual Chek Nol ) sehingga penempatan
dana dapat dikontrol dengan baik dan terukur.
Terakhir apabila pekerjaan ini sudah selesai secara keseluruhan kita lakukan demobilisasi
dan yang lebih penting lagi harus dibuat gambar aktualnya dan foto dokumentasi 100%
yang diikuti dengan final quantity. Pembuatan foto dokumentasi selama pelaksanaan
pekerjaan padakeadaan kondisi sebelum pelaksanaan, pada saat pelaksanaan dan setelah
selesai pelaksanaan pekerjaan (0%, 50%, dan 100 %) pengambilan opname foto tersebut
dilakukan satu titik, / posisi pengambilan tetap. Selain itu membuat laporan pelaksanaan
pekerjaan harian, mingguan, dan bulanan yang meliputi : progres kemajuan pekerjaan,
jumlah tenaga kerja, peralatan, dan bahan yang digunakan. Untuk dokumentasi ini
dilakukan selama masa pekerjaaan hingga selesai pekerjaan. Kemudian perlu diadakan
koordinasi dengan pihak proyek beserta masyarakat setempat (pemuka masyarkat stempat
/ perangkat nagari), guna dapat membicarakan masalah masalah yang mungkin timbul
apabila pekerjaan ini dimulai, baik menyangkut teknis maupun non teknis

4.

Pengukuran Lapangan dan Shop Drawing


Dalam periode mobilisasi ini, PT. Catur Harapan Utama akan melakukan pengukuran
berdasarkan data titik dasar dan titik tetap (Bench Mark) kerangka dasar eksisting,
selanjutnya diiukuti dengan pemasangan Bench Mark, Pengukuran polygon, pengukuran
sipat datar, pengukuran situasi detail dan staking out. Hasil dari pengukurani ini akan
disajikan dalam bentuk gambar sesuai skala gambar yang ditentukan dalam spesifikasi

teknis, yang akan menghasilkan gambar kerja (shop drawings) berupa gambar situasi,
potongan memanjang dan usulan potongan melintang (profile desain). Gambar kerja
tersebut akan dimintakan persetujuannya dari Pengawas Proyek / Direksi. Gambar kerja
yang telah disetujui tersebut kemudian akan menjadi dasar pelaksanaan pekerjaan
dilapangan (Site Execution).
Pekerjaan Uitzetten / Pengukuran kembali untuk mendudukan bangunan Pekerjaan ini
adalah pekerjaan pengukuran ulang guna menentukan posisi bangunan atau saluran yang
akan dibangun serta sekaligus untuk membuat mutual check awal (MC-0), pengukuran
ulang ini kami laksanakan pada minggu pertama melakukan pengukuran lapangan dengan
memakai theodolitte dan waterpass sampai kami melakukan penggambaran untuk
perhitungan gambar mutual check awal (MC-0), dan untuk gambar pelaksanaan sementara
kami pakai fotocopy draf pengukuran untuk melakukan pemancangan lapangan.
pengukuran selanjutnya dilakupan pada saat penudukan pasangan saluran dan galian yang
mengacu pada kemiringan perencanaan. pelaksanaan pengukuran pada galian excavator
dilakukan tiap-tiap 10meter mengacu pada elevasi perencanaan atau yang disetujui direksi
pengawas.

BAB III
METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN
I.

PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Pekerjaan Persiapan
Pekerjaan Persiapan adalah pekerjaan awal yang meliputi kegiatan-kegiatan pendahuluan
untuk mendukung permulaan proyek meliputi :
I.1. Pembuatan Job Mix Design
Sebelum pekerjaan utama dilaksakan terlebih dahulu dilaksakan pengambilan sampel
bahan dari quary di Sungai yang berada di lokasi setempat atau yang berdekatan dengan
lokasi tersebut, diantanya: batu, pasir dan aspal selanjutnya dibawa ke laboratorium job
Mix Formula/Job Mix Design yang akan dipakai sebagai acuan kerja dalam pelaksanaan
proyek.
I.2. Kantor Lapangan dan Fasilitasnya
Tahap berikutnya penentuan lokasi basecamp, pembuatan kantor Lapangan dan
fasilitasnya dilokasi proyek dan kemudian dilanjutkan dengan mobilisasi peralatan yang
diperlukan sesuai dengan tahapan pelaksaan pekerjaan.
I.3. Pengaturan Arus Transportasi dan Pemeliharaan Terhadap Arus Lalu Lintas
Untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan, penganturan arus lalu lintas transportasi
dilakukan dengan pembuatan tanda-tanda lalu lintas yang memadai disetiap kegiatan
lapangan. Bila diperlukan dapat ditempatkan petugas pemberi isyarat yang bertugas

mengatur arus lalu lintas pada saat pelaksanaan


I.4. Rekayasa Lapangan / Pengukuran
Dengan petunjuk Direksi Teknis survey/rekayasa lapangan dilaksanakan untuk
menentukan kondisi fisik dan strucktural dari pekerjaan dan fasilitas yang ada dilokasi
pekrjaan, sehingga dimungkinkan untuk mengadakan peninjauan ulang terhadap
rancangan kerja yang telah diberikan sytem dan tatacara survey dikordinasikan dengan
direksi teknis.
Pekerjaan Uitzetten / Pengukuran kembali untuk mendudukan bangunan Pekerjaan ini
adalah pekerjaan pengukuran ulang guna menentukan posisi bangunan atau saluran
yang akan dibangun serta sekaligus untuk membuat mutual check awal (MC-0),
pengukuran ulang ini kami laksanakan pada minggu pertama melakukan pengukuran
lapangan dengan memakai theodolitte dan waterpass sampai kami melakukan
penggambaran untuk perhitungan gambar mutual check awal (MC-0), dan untuk gambar
pelaksanaan sementara kami pakai fotocopy draf pengukuran untuk melakukan
pemancangan lapangan. pengukuran selanjutnya dilakupan pada saat penudukan
pasangan saluran dan galian yang mengacu pada kemiringan perencanaan.
pelaksanaan pengukuran pada galian excavator dilakukan tiap-tiap 10meter mengacu
pada elevasi perencanaan atau yang disetujui direksi pengawas.
Volume pekerjaan = 5.925,37 M1 = 28 hari kerja
Perhitungan :
Untuk Upah
= Koefisien Tenaga x Volume Pekerjaan
Untuk Bahan
= Koefisien Bahan x Volume Pekerjaan
Untuk Alat
= Koefisien Alat
x Volume Pekerjaan
I.5. Material dan Penyiapan
Bahan yang akan digunakan didalam pekerjaan harus menemui spesifikasi dan standard
yang berlaku, baik ukuran,type maupun ketentuan lainnya sesuai petunjuk Direksi Teknis.
Semua material yang akan digunakan untuk proses pembuatan Asphalt Concrete diambil
dari Quary Sungai yang berada di lokasi setempat, diolah dan dipoolkan di stone
crusher/AMP pihak Direksi Teknis sewaktu-waktu dapat mengadakan pemeriksaan
terhadap lokasi stone crusher dan AMP dimaksud guna mengetahui kondisi yang ada.
I.6. Jadwal Konstruksi
Jadwal kontruksi dibuat pihak kontraktor, diajukan kepada Direksi Teknis untuk dibahas
dan mendapatkan persetujuan pada saat dilaksanakan rapat pendahuluan (Pre
Construction Meeting/PCM).

I.7. Pelaksanaan Mobilisasi Peralatan


Dalam pelaksanaan proyek ini mobilisasi alat meliputi :
a. Alat-alat yang digunakan adalah:
1. Concrete Mixer 0.3-0.6 M3
2. Water Tanker 3000 - 4500
3. Tamper
4. Dump Truck 3 4 m3
5. Bak Tempat Pencampur Mortar
6. Flat Compactor
7. Concrete Vibrator
8. Pedestrian Roller
I.8. Papan Nama Proyek
1. Papan Nama ini digunakan sebagai identitas dan informasi mengenai proyek.
2. Papan nama proyek dibuat dengan ukuran atas persetujuan Direksi pekerjaan
3. Bahan yang dipakai: kayu kaso, plywood, amplas, cat kayu, paku, split, cat minyak,
semen, dan lain-lain.
4. Papan nama Proyek dipasang dipangkal dan ujung lokasi pekerjaan.
5. Papan nama dipelihara selama pelaksanaan proyek.
2. Relokasi Utilitas dan Pelayanan anatara lain:
Relokasi Utilitas untuk telkom, PDAM, LISTRIK serta utilitas umum lainnya melalui beberapa
tahapan :
1. Pendapatan terhadap sarana yang masuk dalam ketentuan relokasi yang sudah
ditetapkan
2. Pelaporan terhadap Depertemen terkait
3. Pemindahan Utilitas setelah mendapatkan persetujuan dari depertemen terkait
3. Perhitungan kebutuhan tenaga kerja, bahan, dan peralatan adalah sebagai berikut:
Volume pekerjaan = 1 ls = 210 hari kerja
Perhitungan :
Untuk Upah
= Koefisien Tenaga x Volume Pekerjaan
Untuk Bahan
= Koefisien Bahan x Volume Pekerjaan
Untuk Alat
= Koefisien Alat
x Volume Pekerjaan

II. PEKERJAAN DRAINASE DAN STRUKTUR


1. Pek. Galian tanah utk selokan drainase & saluran air (Manual)
Pekerjaan galian tanah untuk selokan drainase & saluran air (manual) dilaksanakan
sesuai dengan gambar rencana dan telah mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan.

Pekerjaan ini dilakukan dengan tenaga manual (tenaga manusia) yang dikoordinir oleh
pelaksana lapangan.
Dalam pelaksanaan penggalian hasil galian dikumpulkan pada satu tempan setelah itu
adan sebagian tenaga mengangkut kedalam dump truck.
Dump truck membuang material hasil galian keluar lokasi jalan.
Sekelompok pekerja akan merapikan hasil galian dan sekelompok lagi merapikan tanah
hasil galian apabila lokasi bukan peruntukan untuk penampungan tanah.
Perhitungan kebutuhan tenaga kerja, bahan, dan peralatan adalah sebagai berikut:
Volume pekerjaan = 84,54 M3 = 28 hari kerja
Perhitungan :
Untuk Upah
= Koefisien Tenaga x Volume Pekerjaan
Untuk Bahan
= Koefisien Bahan x Volume Pekerjaan
Untuk Alat
= Koefisien Alat x Volume Pekerjaan

Pekerja
Mandor

URAIAN

SAT.

jam
jam

KOEF.

4,2000
1,4000

VOLUME

50,72
16,91

KEBUTUHAN

2
1

SATUAN

orang
orang

2. Pek. Urugan Pasir Bawah Saluran


Pekerjaan urugan pasir bawah saluran ini dilaksanakan sesuai dengan gambar rencana dan
spesifikasi teknis yang diberikan serta telah mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan.
Urugan pasir ini dilaksanakan untuk landasan pasangan saluran untuk paasangan batu kali
maupun saluran beton. Urugan tersebut harus dipadatkan dan disiram dengan air.
Perhitungan kebutuhan tenaga kerja, bahan, dan peralatan adalah sebagai berikut:
Volume pekerjaan = 11,16 M3 = 28 hari kerja
Perhitungan :
Untuk Upah
= Koefisien Tenaga x Volume Pekerjaan
Untuk Bahan
= Koefisien Bahan x Volume Pekerjaan
Untuk Alat
= Koefisien Alat x Volume Pekerjaan

jam
jam
jam

0,1867
0,1867
0,0933

KOEF.

VOLUME

KEBUTUHAN

SATUAN

Pasir Pasang

Bh

1,1500

12,84

12,84

M3

Tamper

jam

0,1606

0,26

unit

Pekerja
Tukang
Mandor

URAIAN

SAT.

0,30
0,30
0,15

1
1
1

orang
orang
orang

3. Baja Tulangan U 24 Polos


Pekerjaan baja tulangan untuk struktur drainase ini disesuaikan dengan gambar rencana dan
spesifikasi teknis yang diberikan serta telah mendapat persetujuan dari Direksi Pengawas.
Merupakan baja tulangan polos (bukan ulir) dengan baja mutu sedang yang memiliki
tegangan leleh karekteristik 2.400 kg/cm2.Pemotongan baja tulang dilakukan dengan atau
tampa menggunakan alat pemotong baja tulanga. Pemasangan paja tulangan dilakukan
sesuai dengan ketentuan yang di arahkan oleh pengawas pekerjaan. Besi beton yang
digunakan mutu U-24, dan seterusnya tergantung yang ditentukan. Yang penting harus
dinyatakan oleh tes Laboratorium resmi dan sah. Besi harus bersih dan tidak mengandung
minyak / lemak, asam, alkali dan bebas dari cacat seperti serpih-serpih. Penampang besi
harus bulat serta memenuhi persyaratan NI-2 (PBI-1971). Pabrikasi besi beton berdasarkan
ukuran gambar kerja dan direksi pengawas lapangan.
Perhitungan kebutuhan tenaga kerja, bahan, dan peralatan adalah sebagai berikut:
Volume pekerjaan = 8.395,10 Kg = 42 hari kerja
Perhitungan :
Untuk Upah
= Koefisien Tenaga x Volume Pekerjaan
Untuk Bahan
= Koefisien Bahan x Volume Pekerjaan
Untuk Alat
= Koefisien Alat x Volume Pekerjaan

Pekerja
Tukang
Mandor

URAIAN

Baja Tulangan (Polos) U24


Kawat Beton

Jam
Jam
Jam

SAT.

0,1050
0,0350
0,0350

KOEF.

VOLUME

KEBUTUHAN

SATUAN

Kg
Kg

1,0500
0,0025

8.814,86
20,99

8.814,86
20,99

Kg
Kg

125,93
41,98
41,98

3
1
1

orang
orang
orang

4. Pek. Beton K225


a. Bahan-bahan untuk campuran beton (semen, pasir, aggregat kasar dan air),
b. Material (pasir, semen, aggregat kasar) pencampuran dilakukan menggunakan
concerete pan mixer.
c. Bersihkan lantai kerja, selanjutnya pasang pmbesian dan bekisting. Pembesian,
bekisting dan benda-benda lain (pipa) yang dimasukkan kedalam beton harus diikat kuat
sehingga tidak bergeser pada saat pengecoran.
d. Adukan beton menggunakan concerete mixer dan dituang ke dalam cetakan.
e. Padatkan adukan beton secara merata menggunakan Concerete Vibrator.
f. Permukaan beton dibentuk dan diratakan perlahan-lahan menggunakan Towel dan
dilanjutkan menggunakan mistar lurus sampai permukaan menjadi rata dan halus.

g.
h.
i.

Perawatan dilakukan dengan menutupi permukaan beton menggunakan karung basah.


Setelah minimal 12 jam pada saat pengecoran bekisting dibongkar.
Peralatan yang digunakan diantaranya :
Batching Plant
Truck Mixer
Conc. Vibrator
Water Tanker
Alat Bantu

Perhitungan kebutuhan tenaga kerja, bahan, dan peralatan adalah sebagai berikut:
Volume pekerjaan = 33,90 M3 = 42 hari kerja
Perhitungan :
Untuk Upah
=
Koefisien Tenaga x Volume Pekerjaan
Untuk Bahan =
Koefisien Bahan x Volume Pekerjaan
Untuk Alat
=
Koefisien Alat x Volume Pekerjaan
URAIAN

SAT.

KOEF.

VOLUME

KEBUTUHAN

SATUAN

Semen
Pasir beton
Agregat Kasar
Kayu Perancah
Paku

Kg
M3
M3
M3
Kg

380,07
0,67
0,91
0,13
1,00

12.886,05
22,65
30,72
4,24
33,90

12.886,05
22,65
30,72
4,24
33,90

Kg
M3
M3
(M19)
(M18)

Con Pan. Mixer


Water Tanker

jam
jam

0,70
0,04

3,40
0,18

1
1

unit
unit

Pekerja Biasa
Tukang
Mandor

jam
jam
jam

14,06
0,70
0,70

68,08
3,40
3,40

2
1
1

orang
orang
orang

5. Pek. Beton K-175


a. Bahan-bahan untuk campuran beton (semen, pasir, aggregat kasar dan air)
b. Material (pasir, semen, aggregat kasar) pencampuran dilakukan menggunakan
concerete pan mixer.
c. Bersihkan lantai kerja, selanjutnya pasang pmbesian dan bekisting. Pembesian,
bekisting dan benda-benda lain (pipa) yang dimasukkan kedalam beton harus diikat kuat
sehingga tidak bergeser pada saat pengecoran.
d. Adukan beton menggunakan concerete mixer dan dituang ke dalam cetakan.
e. Padatkan adukan beton secara merata menggunakan Concerete Vibrator.
f. Permukaan beton dibentuk dan diratakan perlahan-lahan menggunakan Towel dan
dilanjutkan menggunakan mistar lurus sampai permukaan menjadi rata dan halus.
g. Perawatan dilakukan dengan menutupi permukaan beton menggunakan karung basah.

h.
i.

Setelah minimal 12 jam pada saat pengecoran bekisting dibongkar.


Peralatan yang digunakan diantaranya :
Conc. Mixer
Water Tanker
Conc. Vibrator
Alat Bantu

Perhitungan kebutuhan tenaga kerja, bahan, dan peralatan adalah sebagai berikut:
Volume pekerjaan = 55,00 M3 = 42 hari kerja
Perhitungan :
Untuk Upah
=
Koefisien Tenaga x Volume Pekerjaan
Untuk Bahan =
Koefisien Bahan x Volume Pekerjaan
Untuk Alat
=
Koefisien Alat x Volume Pekerjaan
URAIAN

SAT.

KOEF.

VOLUME

KEBUTUHAN

SATUAN

Semen
Pasir beton
Agregat Kasar

Kg
M3
M3

327,54
0,50
0,91

18.014,70
27,63
49,79

18.014,70
27,63
49,79

Kg
M3
M3

Con Pan. Mixer


Water Tanker

jam
jam

0,70
0,04

5,52
0,30

1
1

unit
unit

Pekerja Biasa
Tukang
Mandor

jam
jam
jam

12,65
0,70
0,70

99,40
5,52
5,52

3
1
1

orang
orang
orang

6. Pek. Beton K-125


a. Bahan-bahan untuk campuran beton (semen, pasir, aggregat kasar dan air)
b. Material (pasir, semen, aggregat kasar) pencampuran dilakukan menggunakan
concerete pan mixer.
c. Bersihkan lantai kerja, selanjutnya pasang pmbesian dan bekisting. Pembesian,
bekisting dan benda-benda lain (pipa) yang dimasukkan kedalam beton harus diikat kuat
sehingga tidak bergeser pada saat pengecoran.
d. Adukan beton menggunakan concerete mixer dan dituang ke dalam cetakan.
e. Padatkan adukan beton secara merata menggunakan Concerete Vibrator.
f. Permukaan beton dibentuk dan diratakan perlahan-lahan menggunakan Towel dan
dilanjutkan menggunakan mistar lurus sampai permukaan menjadi rata dan halus.
g. Perawatan dilakukan dengan menutupi permukaan beton menggunakan karung basah.
h. Setelah minimal 12 jam pada saat pengecoran bekisting dibongkar.
i. Peralatan yang digunakan diantaranya :
Conc. Mixer
Water Tanker

Conc. Vibrator
Alat Bantu

Perhitungan kebutuhan tenaga kerja, bahan, dan peralatan adalah sebagai berikut:
Volume pekerjaan = 2,95 M3 = 7 hari kerja
Perhitungan :
Untuk Upah
=
Koefisien Tenaga x Volume Pekerjaan
Untuk Bahan =
Koefisien Bahan x Volume Pekerjaan
Untuk Alat
=
Koefisien Alat x Volume Pekerjaan
URAIAN

SAT.

KOEF.

VOLUME

KEBUTUHAN

SATUAN

Semen
Pasir beton
Agregat Kasar
Kayu Perancah
Paku

Kg
M3
M3
M3
Kg

311,06
0,51
0,91

918,87
1,51
2,67

918,87
1,51
2,67

Kg
M3
M3

Con Pan. Mixer


Water Tanker

jam
jam

0,70
0,04
12,65
0,70

0,30
0,02
5,34
0,30

1
1
1
1

unit
unit
orang
orang

Pekerja Biasa
Tukang
Mandor

jam
jam
jam

12,65
0,70
0,70

5,34
0,30
0,30

1
1
1

orang
orang
orang

7. Pek. Pasangan Batu


Pasangan batu kali disini adalah untuk membuat Saluran dan Bangunan Air, adapun
ketentuan yang akan kami ikuti disini secara garis besar saja diantaranya :
a) Adukan untuk spesi digunakan campuran 1 PC berbanding 4 Pasir jadi didalam
pengadukan harus benar-benar merata aduknya sehingga tidak terjadi kelemahan
disuasi sisi spesi nantinya. Adukan yang akan dipasang harus mendapat persetujuan
Direksi dan dibuatkan bak takaran agar tidak terjadi kekurangan atau kelebihan semen.
b) Air yang digunakan harus air yang bersih dan tidak mengandung zat-zat yang merusak
ikatan semen.
c) Adukan harus diaduk sebanyak yang diperlukan sehingga tidak terjadi adukan terletak
selama + 30 menit (adukan yang sudah terletak + 30 menit tidak dibenarkan
memakainya).
Suling-suling perlu dibuatkan terutama untuk pekerjaan yang desakan air tanahnya tinggi
sehingga pada masa-masa tekanan air tanah bertambah keras tidak akan merusak
konstruksi dan airnya akan mencari celah keluar lewat suling-suling tersebut. Suling-suling
dibuat dari pipa PVC 2 dan paling tidak 1 buah tiap radius 2 m dan dibelakangnya diberi
saringan dari ijuk, kerikil, dan batu-batu kecil. Pekerjaan ini disesuaikan dengan bestek dan
spesifikasi teknisnya atau petunjuk dari Direksi nantinya.

Pertama sekali setelah pekerjaan galian dilakukan oleh si penggali lalu kami persiapkan
peralatan tukang yang termasuk kotak adukan dan kotak takaran yang diminta kepada
direksi lalu kami membuatkan request atau izin untuk melaksanakan pekerjaan pasangan
yang kami ajukan kepada pengawas lapangan dan setelah dimensi galian oke oleh direksi
dan izin pekerjaan pasangan ditanda tangani kami langsung melaksanakan pekerjaan
pasangan batu kali dengan spesifikasi yang telah ditentukan.
Pekerjaan Batu kali Campuran 1 : 4 dilakukan di minggu kesepuluh sampai minggu keempat
belas.
Perhitungan kebutuhan tenaga kerja, bahan, dan peralatan adalah sebagai berikut:
Volume pekerjaan = 928,09 M3 = 84 hari kerja
Perhitungan :
Untuk Upah
=
Koefisien Tenaga x Volume Pekerjaan
Untuk Bahan =
Koefisien Bahan x Volume Pekerjaan
Untuk Alat
=
Koefisien Alat x Volume Pekerjaan
URAIAN

SAT.

KOEF.

VOLUME

KEBUTUHAN

SATUAN

Batu Kali
Semen (PC)
Pasir

M3
Kg
M3

0,99
148,00
0,44

918,81
137.357,86
410,81

918,81
137.357,86
410,81

M3
Kg
M3

Conc. Mixer
Water Tanker

jam
jam

0,52
0,001

69,22
0,19

1
1

unit
unit

Pekerja Biasa
Tukang
Mandor

jam
jam
jam

4,18
1,04
0,52

553,77
138,44
69,22

7
2
1

orang
orang
orang

III. PEKERJAAN TANAH


1. Penyiapan Badan Jalan
Pekerjaan penyiapan badan jalan dilaksanakan sesuai dengan gambar rencana dan
spesifikasi teknis yang diberikan serta telah mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan.
Pekerjaan penyiapan badan jalan ini menggunakan alat pendestrian roller dan dengan tenaga
manusia(manual).
Perhitungan kebutuhan tenaga kerja, bahan, dan peralatan adalah sebagai berikut:
Volume pekerjaan = 15.423,07 M2 = 49 hari kerja
Perhitungan :
Untuk Upah
= Koefisien Tenaga x Volume Pekerjaan
Untuk Bahan
= Koefisien Bahan x Volume Pekerjaan
Untuk Alat
= Koefisien Alat x Volume Pekerjaan

URAIAN

SAT.

KOEF.

VOLUME

KEBUTUHAN

SATUAN

Pekerja
Mandor

Jam
Jam

0,0024
0,0006

5,25
1,31

1
1

orang
orang

Conc. Mixer

Jam

0,0067

14,76

unit

2. Pek. Galian biasa (manual)


Pekerjaan galian biasa (manual) dilaksanakan sesuai dengan gambar rencana dan telah
mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan.
Pekerjaan ini dilakukan dengan tenaga manual (tenaga manusia) yang dikoordinir oleh
pelaksana lapangan.
Dalam pelaksanaan penggalian hasil galian dikumpulkan pada satu tempan setelah itu
adan sebagian tenaga mengangkut kedalam dump truck.
Dump truck membuang material hasil galian keluar lokasi jalan.
Sekelompok pekerja akan merapikan hasil galian dan sekelompok lagi merapikan tanah
hasil galian apabila lokasi bukan peruntukan untuk penampungan tanah.
Perhitungan kebutuhan tenaga kerja, bahan, dan peralatan adalah sebagai berikut:
Volume pekerjaan = 428,30 M3 = 49 hari kerja
Perhitungan :
Untuk Upah
= Koefisien Tenaga x Volume Pekerjaan
Untuk Bahan
= Koefisien Bahan x Volume Pekerjaan
Untuk Alat
= Koefisien Alat x Volume Pekerjaan

Pekerja
Mandor

URAIAN

Dump Truck

SAT.

jam
jam
jam

KOEF.

2,50
0,25
0,13

VOLUME

KEBUTUHAN

SATUAN

7,67

unit

152,96
15,30

4
1

orang
orang

3. Pek. Timbunan Pilihan (Limestone)


Pekerjaan timbunan pilihan (limestone) ini dilaksanakan sesuai dengan gambar rencana dan
spesifikasi teknis serta telah mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan. Pekerjaan
timbunan ini dilakukan tahap demi tahap sampai mendapat kepadatan yang sesuai dengan
spesifikasi teknis.

Perhitungan kebutuhan tenaga kerja, bahan, dan peralatan adalah sebagai berikut:
Volume pekerjaan = 4.139,32 M3 = 84 hari kerja
Perhitungan :
Untuk Upah
= Koefisien Tenaga x Volume Pekerjaan
Untuk Bahan
= Koefisien Bahan x Volume Pekerjaan
Untuk Alat
= Koefisien Alat x Volume Pekerjaan

Pekerja
Mandor

URAIAN

SAT.

jam
jam

KOEF.

0,70
0,35

VOLUME

KEBUTUHAN

SATUAN

413,97
206,98

5
3

orang
orang

Lime Stone

M3

1,11

4.594,64

4.594,64

M3

Pedestrian Roller

jam

0,05

31,15

unit

IV. PENGEMBALIAN PERKERASAN


1 Pek. Urugan Pasir (Analisa Saringan)
Pekerjaan urugan pasir (analisa saringan) ini dilaksanakan sesuai dengan gambar rencana
dan spesifikasi teknis serta telah mendapatkan persetujuan dari Direksi Pekerjaan. Urugan
pasir ini merupakan sebagai landasan paving block dimana harus dipadatkan dengan
menyram dengan air serta dipadatkan dengan alat pemadat.
Perhitungan kebutuhan tenaga kerja, bahan, dan peralatan adalah sebagai berikut:
Volume pekerjaan = 978,61 M3 = 119 hari kerja
Perhitungan :
Untuk Upah
= Koefisien Tenaga x Volume Pekerjaan
Untuk Bahan
= Koefisien Bahan x Volume Pekerjaan
Untuk Alat
= Koefisien Alat x Volume Pekerjaan
URAIAN

SAT.

KOEF.

0,19
0,19
0,09

VOLUME

KEBUTUHAN

SATUAN

Pekerja Biasa
Tukang
Mandor

Jam
Jam
Jam

26,10
26,10
13,05

1
1
1

orang
orang
orang

Pasir Pasang

M3

1,15

1.125,40

1.125,40

M3

Tamper

Jam

0,16

22,46

unit

2 Pek. Paving Blok 20 x 20 t=8 cm K.225 Merah Full Colour (Pasir Pengisi + Pemadatan)
Perkerasan paving blok harus dipasang sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatnya dan
sesuai dengan gambar rencana dan spesifikasi teknis serta telah mendapat persetujuan dari

Direksi Pekerjaan. Pada umumnya paving block harus dipasang di atas landasan pasir
dengan tebal gembur sekitar 60 80 mm dan dipadatkan dengan menggunakan sebuah
mesin penggetar (berbentuk) pelat yang menyebabkan pasir dapat memasuki celah-celah di
antara paving block sehingga membantu proses saling mengunci (interlocking) dan
pemadatan. Percobaan pemadatan harus dilakukan dengan berbagai ketebalan gembur
pasir, sebelum pekerjaan pemadatan ini dimulai, untuk menentukan ketebalan gembur yang
diperlukan dalam mencapai ketebalan padat 50 mm. Perkerasan blok beton tidak boleh diisi
dengan adukan semen.
Permukaan paving block yang selesai dikerjakan harus menampilkan permukaan yang rata
tanpa adanya paving balock yang menonjol atau terbenam dari elevasi permukaan rata-rata
lebih dari 6 mm, yang diukur dengan mistar lurus 3 m pada setiap titik di ataspermukaan blok
beton tersebut. Semua sambungan harus rapi dan rapat, tanpa adanya adukan atau bahan
lainnya yang menodai atau mencoreng permukaan yang telah selesai dikerjakan. Perkerasan
paving block harus mempunyai lereng melintang minimum 4%.
Perhitungan kebutuhan tenaga kerja, bahan, dan peralatan adalah sebagai berikut:
Volume pekerjaan = 6.438,85 M2 = 84 hari kerja
Perhitungan :
Untuk Upah
=
Koefisien Tenaga x Volume Pekerjaan
Untuk Bahan =
Koefisien Bahan x Volume Pekerjaan
Untuk Alat
=
Koefisien Alat x Volume Pekerjaan

Pekerja
Tukang
Mandor

URAIAN

SAT.

Jam
Jam
Jam

KOEF.

1,45
0,96
0,24

1.329,88
886,59
221,65

VOLUME

KEBUTUHAN

SATUAN

16
11
3

orang
orang
orang

Pasir Pengisi
Paving Block

M3
M2

0,05
1,05

338,04
6.760,79

338,04
6.760,79

M3
M2

Flat Compactor

Jam

0,24

221,65

unit

3 Pek. Paving Blok 20 x 20 t=8 cm K.225 Hitam Full Colour (Pasir Pengisi + Pemadatan)
Perkerasan paving blok harus dipasang sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatnya dan
sesuai dengan gambar rencana dan spesifikasi teknis serta telah mendapat persetujuan dari
Direksi Pekerjaan. Pada umumnya paving block harus dipasang di atas landasan pasir
dengan tebal gembur sekitar 60 80 mm dan dipadatkan dengan menggunakan sebuah
mesin penggetar (berbentuk) pelat yang menyebabkan pasir dapat memasuki celah-celah di
antara paving block sehingga membantu proses saling mengunci (interlocking) dan
pemadatan. Percobaan pemadatan harus dilakukan dengan berbagai ketebalan gembur

pasir, sebelum pekerjaan pemadatan ini dimulai, untuk menentukan ketebalan gembur yang
diperlukan dalam mencapai ketebalan padat 50 mm. Perkerasan blok beton tidak boleh diisi
dengan adukan semen.
Permukaan paving block yang selesai dikerjakan harus menampilkan permukaan yang rata
tanpa adanya paving balock yang menonjol atau terbenam dari elevasi permukaan rata-rata
lebih dari 6 mm, yang diukur dengan mistar lurus 3 m pada setiap titik di ataspermukaan blok
beton tersebut. Semua sambungan harus rapi dan rapat, tanpa adanya adukan atau bahan
lainnya yang menodai atau mencoreng permukaan yang telah selesai dikerjakan. Perkerasan
paving block harus mempunyai lereng melintang minimum 4%.
Perhitungan kebutuhan tenaga kerja, bahan, dan peralatan adalah sebagai berikut:
Volume pekerjaan = 1.379,45 M2 = 70 hari kerja
Perhitungan :
Untuk Upah
=
Koefisien Tenaga x Volume Pekerjaan
Untuk Bahan =
Koefisien Bahan x Volume Pekerjaan
Untuk Alat
=
Koefisien Alat x Volume Pekerjaan

Pekerja
Tukang
Mandor

URAIAN

SAT.

Jam
Jam
Jam

KOEF.

1,45
0,96
0,24

VOLUME

KEBUTUHAN

SATUAN

284,91
189,94
47,49

5
3
1

orang
orang
orang

Pasir Pengisi
Paving Block

M3
M2

0,05
1,05

72,42
1.448,42

72,42
1.448,42

M3
M2

Flat Compactor

Jam

0,24

47,49

unit

4 Pek. Paving Blok 20 x 20 t=6 cm K.225 Merah Full Colour (Pasir Pengisi + Pemadatan)
Perkerasan paving blok harus dipasang sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatnya dan
sesuai dengan gambar rencana dan spesifikasi teknis serta telah mendapat persetujuan dari
Direksi Pekerjaan. Pada umumnya paving block harus dipasang di atas landasan pasir
dengan tebal gembur sekitar 60 80 mm dan dipadatkan dengan menggunakan sebuah
mesin penggetar (berbentuk) pelat yang menyebabkan pasir dapat memasuki celah-celah di
antara paving block sehingga membantu proses saling mengunci (interlocking) dan
pemadatan. Percobaan pemadatan harus dilakukan dengan berbagai ketebalan gembur
pasir, sebelum pekerjaan pemadatan ini dimulai, untuk menentukan ketebalan gembur yang
diperlukan dalam mencapai ketebalan padat 50 mm. Perkerasan blok beton tidak boleh diisi
dengan adukan semen.

Permukaan paving block yang selesai dikerjakan harus menampilkan permukaan yang rata
tanpa adanya paving balock yang menonjol atau terbenam dari elevasi permukaan rata-rata
lebih dari 6 mm, yang diukur dengan mistar lurus 3 m pada setiap titik di ataspermukaan blok
beton tersebut. Semua sambungan harus rapi dan rapat, tanpa adanya adukan atau bahan
lainnya yang menodai atau mencoreng permukaan yang telah selesai dikerjakan. Perkerasan
paving block harus mempunyai lereng melintang minimum 4%.
Perhitungan kebutuhan tenaga kerja, bahan, dan peralatan adalah sebagai berikut:
Volume pekerjaan = 4.883,59 M2 = 84 hari kerja
Perhitungan :
Untuk Upah
=
Koefisien Tenaga x Volume Pekerjaan
Untuk Bahan =
Koefisien Bahan x Volume Pekerjaan
Untuk Alat
=
Koefisien Alat x Volume Pekerjaan

Pekerja
Tukang
Mandor

URAIAN

SAT.

Jam
Jam
Jam

KOEF.

1,45
0,96
0,24

VOLUME

1.008,66
672,44
168,11

KEBUTUHAN

SATUAN

13
9
3

orang
orang
orang

Pasir Pengisi
Paving Block

M3
M2

0,05
1,05

256,39
5.127,77

256,39
5.127,77

M3
M2

Flat Compactor

Jam

0,24

168,11

unit

5 Pek. Paving Blok 20 x 20 t=6 cm K.225 Merah Full Colour (Pasir Pengisi + Pemadatan)
Perkerasan paving blok harus dipasang sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatnya dan
sesuai dengan gambar rencana dan spesifikasi teknis serta telah mendapat persetujuan dari
Direksi Pekerjaan. Pada umumnya paving block harus dipasang di atas landasan pasir
dengan tebal gembur sekitar 60 80 mm dan dipadatkan dengan menggunakan sebuah
mesin penggetar (berbentuk) pelat yang menyebabkan pasir dapat memasuki celah-celah di
antara paving block sehingga membantu proses saling mengunci (interlocking) dan
pemadatan. Percobaan pemadatan harus dilakukan dengan berbagai ketebalan gembur
pasir, sebelum pekerjaan pemadatan ini dimulai, untuk menentukan ketebalan gembur yang
diperlukan dalam mencapai ketebalan padat 50 mm. Perkerasan blok beton tidak boleh diisi
dengan adukan semen.
Permukaan paving block yang selesai dikerjakan harus menampilkan permukaan yang rata
tanpa adanya paving balock yang menonjol atau terbenam dari elevasi permukaan rata-rata
lebih dari 6 mm, yang diukur dengan mistar lurus 3 m pada setiap titik di ataspermukaan blok
beton tersebut. Semua sambungan harus rapi dan rapat, tanpa adanya adukan atau bahan
lainnya yang menodai atau mencoreng permukaan yang telah selesai dikerjakan. Perkerasan
paving block harus mempunyai lereng melintang minimum 4%.

Perhitungan kebutuhan tenaga kerja, bahan, dan peralatan adalah sebagai berikut:
Volume pekerjaan = 1.343,48 M2 = 70 hari kerja
Perhitungan :
Untuk Upah
=
Koefisien Tenaga x Volume Pekerjaan
Untuk Bahan =
Koefisien Bahan x Volume Pekerjaan
Untuk Alat
=
Koefisien Alat x Volume Pekerjaan

Pekerja
Tukang
Mandor

URAIAN

SAT.

Jam
Jam
Jam

KOEF.

1,45
0,96
0,24

VOLUME

KEBUTUHAN

SATUAN

277,48
184,99
46,25

4
3
1

orang
orang
orang

Pasir Pengisi
Paving Block

M3
M2

0,05
1,05

70,53
1.410,65

70,53
1.410,65

M3
M2

Flat Compactor

Jam

0,24

46,25

unit

6 Pek. Kansteen Segi Lima K-225


Lokasi yang akan dipasang kansteen digali dan dirapihkan space semen pasir diletakan
diatas tanah dan atasnya diletakan kansteen. Setelah kering sambungan antara kansteen diisi
dengana dukan semen setelah selesai dan kering belakang kansteen ditimbun dengan tanah
supaya tidak roboh.
kansteen harus dipasang dengan teliti sesuai dengan detail, garis dan elevasi yang ditunjukan
dalam gambar atau sebagaimana yang diperintahkan oleh direksi pekerjaan.
Perhitungan kebutuhan tenaga kerja, bahan, dan peralatan adalah sebagai berikut:
Volume pekerjaan = 11576,34 M = 112 hari kerja
Perhitungan :
Untuk Upah
=
Koefisien Tenaga x Volume Pekerjaan
Untuk Bahan =
Koefisien Bahan x Volume Pekerjaan
Untuk Alat
=
Koefisien Alat x Volume Pekerjaan

Pekerja
Tukang
Mandor

URAIAN

Kanstein Type Segilima


K225 (15x20x50 cm)
Pasir
Semen

SAT.

KOEF.

bh

1,000

jam
jam
jam

M3
kg

1,14
0,45
0,11

0,004
1,455

VOLUME

KEBUTUHAN

SATUAN

11.576,34

11.576,34

48,62
16.847,04

48,62
16.847,04

M3
Kg

1.880,24
752,09
188,02

17
7
2

orang
orang
orang

7 Pek. Kansteen Kursi K-225


Lokasi yang akan dipasang kansteen digali dan dirapihkan space semen pasir diletakan
diatas tanah dan atasnya diletakan kansteen. Setelah kering sambungan antara kansteen diisi
dengana dukan semen setelah selesai dan kering belakang kansteen ditimbun dengan tanah
supaya tidak roboh. Pemasangan kansteen kursi ini dilaksanakan pada area masuk kearea
rumah penduduk atau didepat pertokoan.
Kansteen harus dipasang dengan teliti sesuai dengan detail, garis dan elevasi yang
ditunjukan dalam gambar atau sebagaimana yang diperintahkan oleh direksi pekerjaan.
Perhitungan kebutuhan tenaga kerja, bahan, dan peralatan adalah sebagai berikut:
Volume pekerjaan = 77,60 M = 35 hari kerja
Perhitungan :
Untuk Upah
Untuk Bahan
Untuk Alat

=
=
=

URAIAN

Pekerja Biasa
Tukang
Mandor

Kanstein Type Kursi


(15x40x50) K225
Pasir
Semen

Koefisien Tenaga x Volume Pekerjaan


Koefisien Bahan x Volume Pekerjaan
Koefisien Alat x Volume Pekerjaan
SAT.

KOEF.

VOLUME

KEBUTUHAN

SATUAN

bh

1,000

77,60

77,60

m'

0,33
112,93

0,33
112,93

M3
Kg

jam
jam
jam

M3
kg

1,14
0,45
0,11

0,004
1,455

12,60
5,04
1,26

1
1
1

orang
orang
orang

8 Pek. Kansteen Type Got Lengkung K-225


Lokasi yang akan dipasang kansteen digali dan dirapihkan space semen pasir diletakan
diatas tanah dan atasnya diletakan kansteen. Setelah kering sambungan antara kansteen diisi
dengana dukan semen setelah selesai dan kering belakang kansteen ditimbun dengan tanah
supaya tidak roboh.
Kansteen harus dipasang dengan teliti sesuai dengan detail, garis dan elevasi yangditunjukan
dalam gambar atau sebagaimana yang diperintahkan oleh direksi pekerjaan.
Perhitungan kebutuhan tenaga kerja, bahan, dan peralatan adalah sebagai berikut:
Volume pekerjaan = 100,00 M = 28 hari kerja
Perhitungan :
Untuk Upah
=
Koefisien Tenaga x Volume Pekerjaan
Untuk Bahan =
Koefisien Bahan x Volume Pekerjaan
Untuk Alat
=
Koefisien Alat x Volume Pekerjaan

URAIAN

Pekerja Biasa
Tukang
Mandor

Kanstein Type Got


Lengkung K-225
Pasir
Semen

SAT.

jam
jam
jam
bh
M3
kg

KOEF.

1,14
0,45
0,11

1,000
0,004
1,455

VOLUME

KEBUTUHAN

100,00
0,42
145,53

100,00
0,42
145,53

16,24
6,50
1,62

1
1
1

SATUAN

orang
orang
orang
m'
M3
Kg

V. WAKTU PELASKANAAN DAN MASA PEMELIHARAAN


Waktu pelaksanaan Paket Kegiatan Peningkatan Jalan Lingkungan Permukiman Desa
Taman Di Kecamatan Abiansemal dengan Pekerjaan Peningkatan Jalan Lingkungan
Permukiman Desa Taman Di Kecamatan Abiansemal ini adalah 210 (dua ratus sepuluh)
hari kalender dengan bobot pekerjaan yang tertera dalam schedule pelaksanaan pekerjaan
yang direncanakan.
Setiap metode kerja yang dijabarkan diatas disesuaikan dengan kebutuhan tenaga, material
serta penggunaan peralatan yang telah tecantum dalam analisa satuan pekerjaan, sehingga
mendapatkan kebutuhan material, tenaga serta penggunaan peralatan yang tepat serta
berkesinambungan.
Metode pelaksanaan yang dibuat disesuaikan dengan pembanggian waktu pengerjaan dalam
schedule yang disesuaikan dengan analisa tiap pekerjaan sehimgga mendapatkan kebutuhan
tenaga kerja yang sesuai sehingga tidak terjadi keterlambatan waktu pengerjaan.
Masa pemeliharaan adalah masa dimulainya pemeliharaan hasil pekerjaan yang dihitung dari
mulai tanggal Serah Terima Pertama (PHO) sampai dengan berakhirnya masa pemeliharaan
sesuai kontrak.
Dalam masa pemeliharaan, jika ada kerusakan-kerusakan yang terjadi, segera melakukan
perbaikan sesuai kondisi saat diserah terimaka.
Masa pemeliharaan dari pelaksanaan Paket Kegiatan Peningkatan Jalan Lingkungan
Permukiman Desa Taman Di Kecamatan Abiansemal dengan Pekerjaan Peningkatan
Jalan Lingkungan Permukiman Desa Taman Di Kecamatan Abiansemal. ini adalah 180
(seratus delapan puluh) hari kalender. Selama masa pemeliharaan ini berlangsung kami dari
pihak kontraktor akan trus memantau perkembangan yang terjadi pada gedung yang kami
bangun sehingga apa bila terjadi kerusakan agar dapat segera ditangani.

VI. PENGATURAN ARUS LALU LINTAS


Untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan, pengaturan arus lalu lintas transportasi dilakukan
dengan pembuatan tanda-tanda lalu lintas yang memadai di setiap kegiatan lapangan. Bila
diperlukan dapat ditempatkan petugas pemberi isyarat yang bertugas mengatur arus lalu lintas
pada saat pelaksanaan
VII. PELAKSANAAN CLEAN CONSTRUCTION
Clean Construction adalah prinsip melakukan suatu pekerjaan dengan cara yang bersih, rapid
an tertib sehingga dapat mengurangi gangguan terhadap lingkungan sekitarnya. Pelaksanaan
Clean Constructian dilakukan disetiap pelaksanaan pekerjaan dimana setiap melakukan
pekerjaan yang sesuai dengan BQ akan diselesaikan dengan pembersihan lokasi pekerjaan
sehingga tidak menimbulkan suatu lokasi kerja yang kotor dan sembraut.
VIII. PEKERJAAN PEMBERSIHAN AKHIR
Setelah semua Pelaksanaan pekerjaan selesai maka kontraktor akan melakukan pembersihan
akhir dimana barak kerja, kantor direksi dan lain-lain akan di bongkar dan diangkut ke luar
lokasi menurut petunjuk direksi. Pembersihan ini dikerjakan pada semua lini yang terjadi akibat
efek dari pelaksanaan pekerjaan. Pihak pelaksana bersama-sama konsultan pengawas/Direksi,
PPTK dan KPA melakukan serah terima pekerjaan. Dalam jangka waktu masa pemeliharaan
selama waktu 180 hari segala sesuatu yang terjadi dari hasil pekerjaan tersebut menjadi
tanggung jawab pelaksana dan harus dilakukan perawan.
IX. Demobilisasi
Semua alat kerja yang digunakan pada akhir / finishing pelaksanaan pekerjaan segera
dilakukan Demobilisasi kembali kepada Pemberi Dukungan Alat.
X. PEKERJAAN ADMINISTRASI, DOKUMENTASI, DAN FINISHING
Dikerjakan dari awal sampai akhir proyek yang diawali dengan foto-foto 0 % sebagai dokumentasi
untuk memulai suatu proses pelaksanaan fisik yang mana pada saat ini pemborong sudah barang
tentu menetapkan staf administrasi ahli proyek untuk melaksanakan pekerjaan pembuatan datadata yang meliputi pekerjaan laporan harian, laporan mingguan dan bulanan yang mana pekerjaan
ini untuk memback up MC dalam proses pengamprahan termyn yang dilengkapi pula dengan fotofoto / dokumentasi , untuk membuktikan bahwa pekerjaan tersebut betul-betul sudah dikerjakan.
yang nantinya akan diberita acarakan untuk serah terima I Perrtama ( PHO), Setelah serah terima
pertama dilaksanakan pemborong wajib memelihara pekerjaanya sampai batas waktu serah
terima ke II (FHO)

Demikanlah metoda pelaksanaan ini kami buat sesuai dengan bagan alur sampai dengan batas
akhir pelaksanaan yaitu serah terima ke II dua ( FHO).
Denpasar, 22 Maret 2016
PT. Catur Harapan Utama

A.A. Nanik Suryani, ST


Direktur