Anda di halaman 1dari 19

ASUHAN KEPERAWATAN

DISFUNGSI SEKSUAL PADA


PRIA
1.
2.
3.
4.

Disusun oleh:
Ika Nurfiyanah J210060047
Dimas Ria A. P J210060048
Thomas Ari W. J210060049
Maya Eka Sari
J210050013
5. Ratih Dwilestari P.
J210050038

DEFINISI DISFUNGSI
SEKSUAL
Gangguan fungsi seksual pada pria

(disfungsi seksual) adalah gangguan


pada salah satu aspek funsi seksual
pada pria. Gangguan fungsi seksual
dapat terjadi pada dorongan seksual,
reaksi organ kelamin terhadap
rangsangan sampai pada orgasme
sebagai puncak reaksi seksual.

Disfungsi seksual adalah perubahan

fungsi seksual yang diperlihatkan


dengan ketidakpuasan, tidak dihargai
dan tidak adekuat (Nanda, 2005-2006).
Disfungsi seksual adalah keadaan
ketika individu mengalami atau
beresiko mengalami suatu perubahan
dalam fungsi seksual yang dipandang
sebagai sesuatu yang tidak
menguntungkan atau tidak adekuat
(carpenito dan moyet, 2006).

ETIOLOGI/ PENYEBAB
Faktor fisik: kelainan lokal pada

kelamin maupun karena suatu


penyakit sistemik.
Faktor psikis: hal-hal kejiwaan yang
mengurangi atau menghilangkan
reaksi seksual pada pria.

MACAM DISFUNGSI SEKSUAL


PADA PRIA
Hilangnya dorongan atau gairah seksual:
a. Hilangnya dorongan seksual primer, bila
b.

tidak ada dorongan seksual sejak semula


Hilangnya dorongan seksual sekunder,
bila pria mengalami kehilangan dorongan
seksual, padahal sebelumnya normal.
Disebabkan oleh:gangguan hormon,
kesusahan yang berlebihan, konsumsi
obat penenang

Disfungsi ereksi atau


impotensi
Ketidakmampuan mempertahankan

ereksi penis yang funsinya cukup


untuk melakukan hubungan seksual.
Penyebab psikis: stress, rendah diri,
sakit hati, cemas/takut, lelah dan letih.
Penyebab fisik:penyakit(DM, kolesterol
tinggi), merokok, obat-obatan,
minuman dan makanan

Ejakulasi dini
Ketidakmampuan pria untuk mengontrol
ejakulasinya sehingga pasangannya
tidak sempat mencapai orgasme.
Penyebab:hubungan suami istri yang
tidak harmonis, perasaan tidak senang
terhadap pasangannya, rasa takut
terhadap wanita, gangguan pada
sistem saraf pengatur ejakukasi

Ejakulasi terhambat (retart


ejaculation)
Ketidakmampuan pria mengalami

ejakulasi didalam vagina.


Penyebab fisik: gangguan anatomi
kelamin, kerusakan saraf, obat-obat
yg mengganggu fungsi saraf.
Penyebab psikis: rasa takut terhadap
kehamilan, akibat trauma
psikoseksual yang dialami pria.

Disfungsi Orgasme
Adalah terganggunya fungsi

orgasme
3 macam disfungsi orgasme yang
dialami pria:
a. Disfungsi orgasme primer
b. Disfungsi orgsme sekunder
c. Disfungsi orgasme situasional

Disperunia
Hubungan seksual yang

menimbulkan rasa sakit.


Disebabkan oleh karena infeksi
kelamin dan kelenjar kelamin
sekitarnya.

Andropause
Penurunan produksi air mani (semen)
dan sperma yang kadar
testosteronnya menurun secara
perlahan-lahan yang dialami oleh
pria usia 60-an.

ASUHAN KEPERAWATAN
A. PENGKAJIAN
Pengumpulan data: hasil yang
diperoleh meliputi, pasien tampak
murung, menutup diri, kurang
informasi, gelisah, nyeri pada
daerah genital dan harga diri
rendah.

B. DIAGNOSA
KEPERAWATAN
Ansietas bd. Kekhawatiran dan kurang
pengetahuan tentang diagnosis,
rencana pengobatan dan prognosis.
tujuan:mengurangi stress dan
memperbaiki kemampuan koping.
intervensi:
1. kumpulkan riwayat kesehatan untuk
menentukan hal-hal berikut:

Kekhawatiran pasien
Tingkat pemahaman pasien mengenai

masalah kesehatannya
Pengalaman masa lalu mengenai gg.
Fungsi seksual
Apakah pasien mengetahui
diagnosisnya
Sistem pendukung yg dimiliki dan
metode penanganan masalah.
Rasional:perawat menglarifikasi informasi
dan memfasilitasi pemahaman dan
koping klien.

2. Berikan pengajaran tt diagnosis dan rencana

pengobatan
3. Kaji reaksi psikologis pasien terhadap
diagnosis/progosisnya dan bagaimana pasien
mengatasi stress yg dialaminya di masa lalu.
Ketidakefektifan pola seksualitas bd riwayat
ketidakpuasan pengalaman seksual.
tujuan: individu melakukan kembali aktivitas
seksual sebelumnya atau menjalankan
aktivitas seksual sebelumnya atau
menjalankan aktivitas seksual pengganti
yang memuaskan.

Intervensi:
1. Bantu individu memodifikasi gaya hidup
2.
3.
4.

untuk mengurangi stress


Dorong identifikasi stressor yg ada dalam
kehidupan
Gunakan masturbasi jika dapat diterima
individu
Ajarkan keuntungan fisik dan psikologis
tentang aktivitas fisik teratur(3kali
seminggu selama 30 menit).
Rasional: kebutuhan seksual merupakan
kebutuhan manusia yg medasar,
sehingga kebutuhan seksual manusia
harus dapat terpenuhi dengan baik.

Disfungsi seksual berdasarkan dengan

1.
2.
3.

kurang pengetahuan mengenai


seksualitas dan fungsi seksualitas.
Tujuan: mengetahui dan memahami
masalah seksualitas dan fungsi
seksualitas.
Intervensi:
Tegakkan komunikasi dengan pasien
Kaji pengetahuan pasien tt seksualitas
Spesifik dalam memilih informasi tt
kebutuhan fungsi seksualitas.

Rasional:
1.Dirancang untuk menegakkan

hubungan saling percaya


2.Untuk mengetahui sejauh mana
pengetahuan pasien mengenai
seksualitas dan fungsi seksual.
3.Pemilihan informasi dilakukan untuk
memberikan pengetahuan yg lebih
spesifik mengenai seksualitas dan
fungsi seksual.

TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai