Anda di halaman 1dari 10

ETIKA PROFESI AKUNTANSI

JUDUL
ETIKA PROFESI AKUNTANSI DIHADAPKAN DENGAN
PROFESI PENGAJAR/GURU TERHADAP KEPENTINGAN
UMUM/PUBLIK

Oleh:

1. Anta Umi Rodliyah : 20207144


2. E. Hari Nugroho
: 20202484
3. Ahmad Sopian
: 20207072

Fakultas Ekonomi/Akuntansi/EPA

BAB I
PENDAHULUAN
Etika merupakan suatu ilmu yang membahas perilaku perbuatan baik dan
buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. Etika dapat dibagi
menjadi beberapa pengertian Dan etika profesi terdapat suatu kesadaran yang kuat
untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian
profesi kepada masyarakat yang memerlukan. Prinsip Etika Profesi dalam Kode Etik
Ikatan Akuntan Indonesia menyatakan pengakuan profesi akan tanggungjawabnya
kepada publik, pemakai jasa akuntan, dan rekan. Prinsip ini memandu anggota
dalam memenuhi tanggung-jawab profesionalnya dan merupakan landasan dasar
perilaku etika dan perilaku profesionalnya. Prinsip ini meminta komitmen untuk
berperilaku terhormat, bahkan dengan pengorbanan keuntungan pribadi
Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan
terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi
profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang
profesi tersebut Contoh profesi adalah pada bidang hukum, kedokteran, keuangan,
militer, teknik, desainer dll. Seseorang yang memiliki suatu profesi tertentu, disebut
profesional. Walaupun begitu, istilah profesional juga digunakan untuk suatu aktivitas
yang menerima bayaran, sebagai lawan kata dari amatir adapun profesi memiliki
beberapa karteristik antara lain:
1. Keterampilan yang berdasar pada pengetahuan teoretis: Profesional diasumsikan
mempunyai pengetahuan teoretis yang ekstensif dan memiliki keterampilan yang
berdasar pada pengetahuan tersebut dan bisa diterapkan dalam praktek.
2. Asosiasi profesional: Profesi biasanya memiliki badan yang diorganisasi oleh para
anggotanya, yang dimaksudkan untuk meningkatkan status para anggotanya.
Organisasi profesi tersebut biasanya memiliki persyaratan khusus untuk menjadi
anggotanya.

3. Pendidikan yang ekstensif: Profesi yang prestisius biasanya memerlukan pendidikan


yang lama dalam jenjang pendidikan tinggi.
4. Ujian kompetensi: Sebelum memasuki organisasi profesional, biasanya ada
persyaratan untuk lulus dari suatu tes yang menguji terutama pengetahuan teoretis.
5. Pelatihan institutional: Selain ujian, juga biasanya dipersyaratkan untuk mengikuti
pelatihan istitusional dimana calon profesional mendapatkan pengalaman praktis
sebelum menjadi anggota penuh organisasi. Peningkatan keterampilan melalui
pengembangan profesional juga dipersyaratkan.
6. Lisensi: Profesi menetapkan syarat pendaftaran dan proses sertifikasi sehingga
hanya mereka yang memiliki lisensi bisa dianggap bisa dipercaya.
7. Otonomi kerja: Profesional cenderung mengendalikan kerja dan pengetahuan
teoretis mereka agar terhindar adanya intervensi dari luar.
8. Kode etik: Organisasi profesi biasanya memiliki kode etik bagi para anggotanya dan
prosedur pendisiplinan bagi mereka yang melanggar aturan.
9. Mengatur diri: Organisasi profesi harus bisa mengatur organisasinya sendiri tanpa
campur tangan pemerintah. Profesional diatur oleh mereka yang lebih senior, praktisi
yang dihormati, atau mereka yang berkualifikasi paling tinggi.
10. Layanan publik dan altruisme: Diperolehnya penghasilan dari kerja profesinya dapat
dipertahankan selama berkaitan dengan kebutuhan publik, seperti layanan dokter
berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat.
11. Status dan imbalan yang tinggi: Profesi yang paling sukses akan meraih status yang
tinggi, prestise, dan imbalan yang layak bagi para anggotanya. Hal tersebut bisa
dianggap sebagai pengakuan terhadap layanan yang mereka berikan bagi
masyarakat
Profesional, adalah orang yang mempunyai profesi atau pekerjaan purna
waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang

tinggi.

Atau

seorang

profesional

adalah

seseorang

yang

hidup

dengan

mempraktekkan suatu keahlian tertentu atau dengan terlibat dalam suatu kegiatan
tertentu yang menurut keahlian, sementara orang lain melakukan hal yang sama
sebagai sekedar hobi,untuk senang-senang, atau untuk mengisi waktu luang.

BAB II
ETIKA PROFESI AKUNTANSI DIHADAPKAN
DENGAN PROFESI PENGAJAR/GURU TERHADAP KEPENTINGAN
PUBLIK

1.1

Etika Profesi Akuntansi


Merupakan suatu ilmu yang membahas perilaku perbuatan baik dan buruk

manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia terhadap pekerjaan yang
membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus
sebagai Akuntan. Dalam perkembangan Profesi Akuntan dibagi menjadi empat fase:
a.

Akuntan Publik adalah seorang praktisi dan gelar profesional yang diberikan

kepada akuntan di Indonesia yang telah mendapatkan izin dari Menteri Keuangan RI
untuk memberikan jasa audit umum dan review atas laporan keuangan, audit kinerja
dan audit khusus serta jasa dalam bidang non-atestasi lainnya seperti jasa
konsultasi, jasa kompilasi, dan jasa-jasa lainnya yang berhubungan dengan
akuntansi dan keuangan.
b.

Akuntan Pemerintah adalah akuntan yang bekerja pada badan-badan

pemerintah seperti di departemen, BPKP dan BPK, Direktorat Jenderal Pajak dan
lain-lain.
c.

Akuntan Pendidik adalah akuntan yang bertugas dalam pendidikan akuntansi

yaitu mengajar, menyusun kurikulum pendidikan akuntansi dan melakukan penelitian


di bidang akuntansi.

d.

Akuntan Manajemen adalah akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan

atau organisasi. Tugas yang dikerjakan adalah penyusunan sistem akuntansi,


penyusunan laporan akuntansi kepada pihak intern maupun ekstern perusahaan,
penyusunan

anggaran,

menangani

masalah

perpajakan

dan

melakukan

pemeriksaan intern.
Di Indonesia, etika akuntan menjadi isu yang sangat menarik. Tanpa etika, profesi
akuntansi tidak akan ada karena fungsi akuntansi adalah penyedia informasi untuk
proses pembuatan keputusan bisnis oleh para pelaku bisnis. Disamping itu, profesi
akuntansi mendapat sorotan yang cukup tajam dari masyarakat. Hal ini seiring
dengan terjadinya beberapa pelanggaran etika yang dilakukan oleh akuntan, baik
akuntan publik, akuntan intern perusahaan maupun akuntan pemerintah. Oleh sebab
itu, diperlukan adanya suatu etika profesi baik untuk profesi akuntansi dan etika
untuk profesi-profesi lainnya supaya tidak ada lagi pelanggaran etika

1.2

Prinsip etika akuntasi terhadap Kepentingan Publik


Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka

pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukan


komitmen atas profesionalisme. Satu ciri utama dari suatu profesi adalah
penerimaan tanggung jawab kepada publik. Profesi akuntan memegang peran yang
penting di masyarakat, dimana publik dari profesi akuntan yang terdiri dari klien,
pemberi kredit, pemerintah, pemberi kerja, pegawai, investor, dunia bisnis dan
keuangan, dan pihak lainnya bergantung kepada obyektivitas dan integritas akuntan
dalam memelihara berjalannya fungsi bisnis secara tertib. Ketergantungan ini
menimbulkan tanggung jawab akuntan terhadap kepentingan publik. Kepentingan
publik didefinisikan sebagai kepentingan masyarakat dan institusi yang dilayani
anggota secara keseluruhan. Ketergantungan ini menyebabkan sikap dan tingkah
laku akuntan dalam menyediakan jasanya mempengaruhi kesejahteraan ekonomi
masyarakat dan negara. Kepentingan utama profesi akuntan adalah untuk membuat
pemakai jasa akuntan paham bahwa jasa akuntan dilakukan dengan tingkat prestasi
tertinggi sesuai dengan persyaratan etika yang diperlukan untuk mencapai tingkat

prestasi tersebut. Dan semua anggota mengikat dirinya untuk menghormati


kepercayaan publik. Atas kepercayaan yang diberikan publik kepadanya, anggota
harus secara terus menerus menunjukkan dedikasi mereka untuk mencapai
profesionalisme yang tinggi. Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan
publik, setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan
integritas setinggi mungkin.

1.3 Etika Profesi Guru


Merupakan suatu ilmu yang membahas perilaku perbuatan baik dan buruk
manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia terhadap pekerjaan yang
membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus
sebagai Pendidik/guru. Guru adalah profesi yang mempersiapkan sumber daya
manusia untuk menyongsong pembangunan bangsa dalam mengisi kemerdekaan.
Guru dengan segala kemampuannya dan daya upayanya mempersiapkan
pembelajaran bagi peserta didiknya. Sehingga tidak salah jika kita menempatkan
guru sebagai salah satu kunci pembangunan bangsa menjadi bangsa yang maju
dimasa yang akan datang. Beberapa kompetensi sosial yang perlu dimiliki guru,
antara lain berikut ini.
1.

Terampil berkomunikasi dengan peserta didik dan orang tua peserta didik

dalam berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia


seutuhnya.
2.

Bersikap simpati dan melaksanakan kejujuran profesi baik secara pribadi

maupun bersama-sama, mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat


profesinya
3.

Seorang guru harus saling menghormati dan menghargai sesama rekan

seprofesinya, pandai bergaul dengan kawan sekerja dan mitra pendidik.


4.

Memahami dunia profesinya dan bersama-sama melaksanakan segala

kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan.

5.

Dapat bekerja sama dengan BP3.

1.4 Prinsip etika guru terhadap Kepentingan Publik


Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru untuk menyesuaikan diri
kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya
sebagai guru. Peran yang dibawa guru dalam masyarakat berbeda dengan profesi
lain. Oleh karena itu, perhatian yang diberikan masyarakat terhadap guru pun
berbeda dan ada kekhususan terutama adanya tuntutan untuk menjadi pelopor
pembangunan di daerah tempat guru tinggal. Sebagai guru agar proses fasilitasinya
semakin bermutu dan untuk mewujudkan efisiensi dan efektivitas proses
pembelajaran, ada dua hal yang sebaiknya dilakukan seorang guru.
a.

Penciptaan dan menataan suatu kondisi edukatif yang nyaman, aman, tenang

dan tentram. Hal ini menyangkut relasi antara guru dan murid terutama dalam
proses pembelajaran di kelas. Adanya suasana yang menyenangkan, akrab, penuh
pengertian dan mau memahami sehingga murid merasakan bahwa dirinya telah
dididik dengan penuh cinta dan tanggung jawab.
b.

Guru sebaiknya memiliki, memahami, menghayati dan mengimplementasikan

perilaku positif yang berakar pada keyakinan fundamental yang disertai komitmen
total. Guru harus memiliki spirit sukses, roh keberhasilan dan motivasi murni untuk
meraih dan menikmati keberhasilan. Aktualisasi diri akan terlaksana melalui
pekerjaan, karena bekerja (sebagai guru) adalah pengerahan energi biologis,
psikologis, spiritual yang selain membentuk karakter dan kompetensi kita membuat
sehat lahir batin sehingga dapat berkembang secara maksimal.
Tabel kode etik profesi akuntansi dan kode etik profesi guru dihadapkan pada
Kepentingan Publik
Kode Etik Akuntansi

Kode Etik Guru

Senantiasa bertindak dalam


pelayanan kepada publik

kerangka

Anggota harus secara terus menerus


menunjukkan dedikasi mereka kepada
publik untuk mencapai profesionalisme
yang tinggi.

Guru berbakti membimbing peserta didik


untuk
membentuk
manusia/masyarakat
Indonesia seluruhnya dan seutuhnya yang
berjiwa Pancasila.
Guru bersama-sama melaksanakan segala
kebijakan
pemerintah
dalam
bidang
pendidikan keseluruh lapisan masyarakat.

Menghormati kepercayaan publik dan


menunjukkan
komitmen
atas
profesionalisme terhadap publik

Bergaul secara efektif dengan peserta didik,


sesama pendidik, tenaga kependidikan,
orangtua/wali peserta didik; dan bergaul
secara santun dengan masyarakat sekitar.

Penerimaan
publik

Menjaga hubungan baik dengan orangtua,


murid dan masyarakat sekitar untuk membina
peran serta dan tanggung jawab bersama
terhadap pendidikan.

tanggung

jawab

kepada

Semua anggota mengikat dirinya untuk


menghormati kepercayaan publik
Klien: Pemberi kredit, pemerintah, pemberi
kerja, pegawai, investor, dunia bisnis dan
keuangan
serta
pihak
lain
yang
bergantung pada profesi akuntan

Guru berusaha memperoleh informasi tentang


masyarakat peserta didik sebagi bahan
melakukan bimbingan dan pembinaan.
Guru memelihara hubungan seprofesi,
semangat kekeluargaan dan kesetiakawanan
sosial.

Obyektifitas dan Integritas akuntan untuk


menjaga berjalannya fungsi bisnis secara
tertib

Guru
bersama-sama
memelihara
dan
meningkatkan mutu pendidikan calon guru
sebagai
sarana
perjuangan
dan
pengabdiannya.

Tanggung jawab terhadap kepentingan


publik

Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran


professional terhadap masyarakat didik.

Sikap
dan
tingkah
laku
dalam
menyediakan jasanya mempengaruhi
kesejahteraan ekonomi masyarakat dan
negara.

Seorang guru harus saling menghormati dan


menghargai sesama rekan seprofesi.

Kepentingan utama profesi akuntan


adalah untuk membuat pemakai jasa
akuntan paham bahwa jasa akuntan
dilakukan dengan prestasi tertinggi sesui
dengan persyaratan etika yang diperlukan
untuk mencapai tingkat prestasi tersebut.

Guru secara pribadi dan bersama-sama


mengembangkan dan meningkatkan mutu
dan martabat profesi guru.

BAB III
Penutup
1.1

Kesimpulan
Jadi persamaan dari kode etik adalah sama-sama suatu sistem norma, nilai

dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan
baik dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional. Kode etik
menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah, perbuatan apa yang harus
dilakukan dan apa yang harus dihindari. Tujuan kode etik agar profesional
memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Adanya kode
etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional. Dan perbedaan dari setiap
kode etik suatu profesi setiap etika profesi mempunyai kode etik masing-masing dan
tersendiri yang dibuat oleh badan yang mengatur etika profesi tersebut. Pelanggaran
kode etik tidak diadili oleh pengadilan karena melanggar kode etik tidak selalu berarti
melanggar hukum, tapi pelanggaran kode etik akan diperiksa oleh majelis kode etik
dari setiap profesi tersebut.
1.2

Saran

Harus ada lembaga yang berbeda-beda dalam menaungi berbagai profesi


yang ada, dimana lembaga tersebut merupakan sekumpulan orang yang memiliki
profesi yang sama dengan tujuan dapat menciptakan tatanan etik dalam pekerjaan.
Dan semua lembaga-lembaga profesi tersebut harus memiliki tujuan yang satu yaitu
mengutamakan profesionalitias dalam bekerja yang dilihat dari kepatuhan
menjadikan kode etik profesi sebagai pedoman. Etika profesi akuntansi diatur oleh
suatu badan atau organisasi yang bertanggung jawab di lingkup akuuntansi seperti
Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI),Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI) sedangkan
untuk etika profesi yang lain diatur oleh organisasi yang berbeda sesuai dengan
profesinya masing-masing. Dari kedua profesi diatas sama-sama memiliki konsep
tentang baik dan buruk, pantas dan tidak pantas, bisa dan tidak bisa yang berlaku
hanya pada suatu profesi tertentu.