Anda di halaman 1dari 90

Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:

1. menjelaskan sifat-sifat larutan elektrolit dan nonelektrolit;


2. menjelaskan cara larutan elektrolit menghantarkan arus listrik;
3. menjelaskan jenis ikatan dalam larutan elektrolit dan nonelektrolit.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik mampu:
1. mensyukuri keberadaan berbagai ciptaan Tuhan;
2. bertanggung jawab, memiliki rasa ingin tahu tinggi, cermat, dan teliti dalam setiap kegiatan.

Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit

Sifat-Sifat Larutan Elektrolit


dan Nonelektrolit

Mengamati perubahan yang


terjadi pada pencampuran dua
zat.
Mendiskusikan rancangan
percobaan pada larutan
elektrolit dan nonelektrolit.
Menentukan larutan elektrolit
kuat, elektrolit lemah, dan nonelektrolit berdasarkan percobaan.

Cara Larutan Elektrolit


Menghantarkan Arus Listrik

Jenis Ikatan dalam Larutan


Elektrolit dan Nonelektrolit

Mengamati uji daya hantar listrik


terhadap suatu larutan.

Mengamati dan mendiskusikan


hubungan ikatan terhadap daya
hantar listrik.

Mensyukuri keberadaan larutan elektrolit di alam dan memanfaatkannya dengan bijaksana.


Bertanggung jawab saat mengerjakan tugas.
Mengembangkan rasa ingin tahu saat mencari informasi.
Bersikap cermat dan teliti saat melakukan pengamatan larutan elektrolit dan nonelektrolit di laboratorium.
Bersikap santun dan meghargai perbedaan pendapat antarteman.
Bersikap proaktif dalam mengerjakan tugas kelompok.
Menjelaskan campuran homogen dan heterogen.
Menjelaskan larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah, dan nonelektrolit.
Menjelaskan cara larutan elektrolit menghantarkan arus listrik.
Menjelaskan jenis ikatan dalam larutan elektrolit dan nonelektrolit.
Menyajikan hasil diskusi tentang rancangan percobaan larutan elektrolit dan nonelektrolit.
Menyajikan laporan praktikum mengenai identifikasi sifat larutan elektrolit dan nonelektrolit sesuai dengan metode ilmiah.

Kimia Kelas X

A.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: e
Garam dalam air terlarut sempurna sehingga tidak
dapat dibedakan garam dan airnya. Kopi dalam
air, cendol dalam air, tanah dalam air, dan minyak
dalam air merupakan campuran heterogen karena
masih dapat dibedakan masing-masing komponennya.
2. Jawaban: e
Larutan elektrolit lemah dalam pengujian elektrolit
sebagai berikut.
1) Nyala lampu redup atau lampu tidak dapat
menyala.
2) Menghasilkan sedikit gelembung gas.
3. Jawaban: e
Larutan yang dapat menyalakan lampu dengan
terang dan menghasilkan banyak gelembung gas
adalah larutan elektrolit kuat. Larutan yang
termasuk elektrolit kuat yaitu basa kuat, asam
kuat, dan garam (kecuali garam merkuri). Kalium
hidroksida (KOH) termasuk basa kuat. Asam cuka
(CH3COOH) merupakan asam lemah sehingga
termasuk elektrolit lemah. Gula, urea, dan alkohol
merupakan senyawa organik molekular yang larut
sehingga termasuk larutan nonelektrolit.





4. Jawaban: c
HNO3
elektrolit kuat
KOH
CH3COOH
elektrolit lemah
AgOH
CO(NH2)2 nonelektrolit
5. Jawaban: b
Ciri-ciri larutan elektrolit lemah sebagai berikut.
a. Terionisasi sebagian sehingga harga derajat
ionisasinya O , < 1.
b. Menghasilkan sedikit gelembung gas.
c. Nyala lampu redup/padam.
Menyalakan lampu dengan terang adalah ciri
larutan elektrolit kuat.

mol terionisasi

= mol mula-mula
0,5 mol

= 2 mol
= 0,25
= 25%

7. Jawaban: e
Larutan elektrolit kuat merupakan larutan elektrolit
dari asam kuat, basa kuat, atau garam. Contoh: NaCl
(garam dapur). Larutan elektrolit lemah merupakan
larutan elektrolit dari asam lemah basa atau lemah.
Contoh: CH3COOH (asam cuka). Larutan nonelektrolit merupakan larutan senyawa organik
molekular yang larut. Contoh: C12H22O11 (gula).
8. Jawaban: a
Bensin termasuk larutan nonelektrolit. Air aki, air
jeruk, air mineral, dan air laut termasuk larutan
elektrolit sehingga dapat menghantarkan arus
listrik.
9. Jawaban: b
HCl merupakan zat elektrolit kuat. Dalam air, HCl
akan terionisasi menjadi ion H+ dan Cl sehingga
dapat menghantarkan arus listrik. Dalam benzena,
HCl tidak dapat larut dan tidak terionisasi sehingga
tidak dapat menghantarkan arus listrik.
10. Jawaban: e
Penghantar listrik adalah larutan elektrolit. Ekstrak
umbi-umbian, larutan asam pekat, larutan garam,
dan minuman ion merupakan larutan elektrolit. Air
gula merupakan larutan nonelektrolit.
B.

Uraian

1. Dalam larutan, zat terlarut dapat larut sempurna


sehingga tidak dapat dibedakan pelarut dan zat
terlarutnya. Dalam campuran, zat terlarut tidak
dapat larut sempurna sehingga dapat dibedakan
pelarut dan zat terlarutnya.
2. a.

6. Jawaban: b
Monovalen: XY
XY(aq)  X+
+
Y
mula-mula
2 mol

bereaksi
0,5 mol
0,5 mol
0,5 mol

setimbang
1,5 mol
0,5 mol
0,5 mol

Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit

b.

Larutan elektrolit kuat


Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang
dapat menghantarkan arus listrik secara kuat.
Gejala yang dapat diamati pada elektrolit kuat
yaitu:
1) lampu menyala terang;
2) terdapat banyak gelembung gas
Contoh: larutan NaOH, NaCl, dan K2SO4.
Larutan elektrolit lemah
Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang
dapat menghantarkan arus listrik secara
lemah.

c.

Gejala yang dapat diamati pada elektrolit


lemah yaitu:
1) lampu menyala redup/tidak menyala;
2) terdapat sedikit gelembung gas
Contoh: larutan CH3 COOH, NH4OH, dan
Al(OH)3.
Larutan nonelektrolit
Larutan nonelektrolit adalah larutan yang tidak
dapat menghantarkan listrik.
Gejala yang dapat diamati pada nonelektrolit
yaitu:
1) lampu tidak menyala;
2) tidak ada gelembung gas
Contoh: larutan gula, urea, dan etanol.

3. Air laut mengandung garam sebesar 3,5%.


Adanya kandungan garam mengakibatkan air laut
termasuk larutan elektrolit sehingga dapat
menghantarkan arus listrik.
4.

CH3COOH  CH3COO + H+
mula-mula
4 mol

bereaksi
3 mol
3 mol
3 mol

setimbang
1 mol
3 mol
3 mol

1. Jawaban: d
Teori Arrhenius menyatakan bahwa larutan
elektrolit dapat menghantarkan arus listrik karena
terdapat ion-ion dalam larutan yang bergerak
bebas.
2. Jawaban: c
Ciri-ciri larutan elektrolit kuat antara lain persamaan
reaksi ditandai dengan satu arah panah ke kanan,
daya hantar listrik kuat, tidak ada spesi dalam
bentuk molekul, dan larutan terionisasi sempurna.
Ion yang terbentuk dalam larutan elektrolit kuat
banyak karena seluruh molekul terionisasi
sempurna.
3. Jawaban: b
Daya hantar listrik sebanding jumlah ion. Larutan
elektrolit kuat menghasilkan ion lebih banyak
daripada larutan elektrolit lemah. Di antara larutan
di atas yang menghasilkan ion paling banyak
adalah H2SO4.
H2SO4 2H+ + 1 SO42

3 ion
+
HCl 1H + 1 Cl

2 ion

mol terionisasi

= mol mula-mula
3 mol

= 4 mol
= 0,75
= 75%
Jadi, derajat ionisasi asam asetat 75%.
5. Mr H3PO4 = 98 gram/mol
9,8 gram

Mol H3PO4 = 98 gram / mol


= 0,1 mol
H3PO4 3H+ + PO43
mula-mula 0,1 mol

bereaksi
0,05 mol 0,15 mol 0,05 mol

setimbang 0,05 mol 0,15 mol 0,05 mol


H3PO4 yang tidak terion = 0,05 mol
massa H3PO4 tidak terion
= 0,05 mol Mr H3PO4
= 0,05 mol 98 gram/mol
= 4,9 gram
Jadi, massa asam fosfat yang tidak terion
sebanyak 4,9 gram.

NaNO3 1Na+ + 1 NO3



2 ion


CH3COOH 
CH3COO + H+



termasuk elektrolit lemah
C6H12O6 merupakan zat nonelektrolit
4. Jawaban: e
Ciri tersebut menunjukkan bahwa larutan bersifat
elektrolit lemah. Larutan yang termasuk elektrolit
lemah adalah CH3COOH. NaCl dan H2SO4 termasuk elektrolit kuat. CO(NH2)2 dan C6H12O6
termasuk nonelektrolit.
5. Jawaban: c
Senyawa yang tetap berbentuk molekul saat
dilarutkan dalam air merupakan senyawa nonelektrolit.
Senyawa nonelektrolit tidak akan terionisasi saat
dilarutkan dalam air dan mempunyai derajat ionisasi
0 ( = 0). Senyawa nonelektrolit tidak dapat
menghantarkan arus listrik sehingga lampu tidak
menyala dan tidak ada gelembung gas saat diuji
dengan alat penguji elektrolit.

Kimia Kelas X

6. Jawaban: e
Keempat reaksi tersebut benar karena persamaan
1) dan 4) merupakan elektrolit kuat sehingga dapat
terionisasi sempurna, panah hanya satu arah.
Persamaan 2) dan 3) merupakan elektrolit lemah
sehingga terionisasi tidak sempurna dan arah
panah bolak-balik.
7. Jawaban: b
Larutan yang bersifat elektrolit (kuat atau lemah)
dapat menghantarkan arus listrik. Larutan tersebut
ditandai dengan lampu menyala dan menghasilkan
gelembung gas atau lampu tidak menyala, tetapi
menghasilkan gelembung gas.
8. Jawaban: e
Larutan fruktosa tidak dapat menghantarkan arus
listrik karena derajat ionisasinya = 0 (larutan
nonelektrolit).
9. Jawaban: b
Daya hantar listrik dipengaruhi oleh konsentrasi
larutan elektrolit, tetapan ionisasi larutan elektrolit,
pelarut yang digunakan, dan kuat lemah larutan
elektrolit. Sementara itu, volume larutan elektrolit
tidak berpengaruh.
10. Jawaban: b
Ciri-ciri senyawa elektrolit kuat sebagai berikut.
1) Tetapan ionisasi = 1.
2) Menghantarkan arus listrik dengan kuat.
3) Muncul banyak gelembung gas saat uji daya
hantar listrik.
4) Nyala lampu terang.
B.

Selanjutnya, kedua elektrode yang berbeda


dimasukkan ke dalam larutan elektrolit. Kedua
elektrode tersebut dihubungkan pada sumber arus
listrik sehingga terbentuk katode (elektrode yang
bermuatan negatif) dan anode (elektrode yang
bermuatan positif). Pada saat sumber arus listrik
dihubungkan, ion-ion positif dalam larutan elektrolit
akan menangkap elektron dari katode. Sebaliknya,
ion-ion negatif dalam larutan elektrolit melepas
elektron ke anode. Selanjutnya, elektron yang telah
ditangkap anode mengalir ke katode melalui
sumber arus listrik. Pelepasan dan penerimaan
elektron oleh ion ini akan mengakibatkan adanya
hantaran arus listrik.
4. Larutan elektrolit kuat sebagai berikut.
a. Senyawa terionisasi sempurna ditandai
dengan satu arah panah ke kanan.
b. Dapat menghantarkan arus listrik dengan
kuat, ditandai adanya banyak gelembung gas
dan nyala lampu terang saat dilakukan uji
daya hantar listrik.
5. a.

2. Jawaban:
Air laut > air hujan > air tanah > air gula. Kandungan
garam pada air laut tinggi, sehingga daya hantarnya
paling tinggi. Air hujan mengandung mineral dan
asam seperti H2CO3 dan H2SO4, tetapi kandungannya rendah sehingga daya hantarnya tidak sekuat
air laut. Air tanah hanya mengandung mineral-mineral saja sehingga daya hantarnya lebih rendah
daripada air hujan. Air gula merupakan larutan
nonelektrolit sehingga tidak dapat menghantarkan
arus listrik.
3. Senyawa elektrolit dapat menghantarkan arus listrik
jika berada dalam bentuk larutan. Dalam bentuk
larutan, senyawa elektrolit mengalami ionisasi.

Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit

massa NaOH
Mr NaOH

4 gram

= 40 gram/mol
= 0,1 mol
b.

Mol NH4OH =

massa NH4OH
Mr NH4OH

3,5 gram

= 35 gram/mol
= 0,1 mol
= 0,5

Uraian

1. Jawaban:


a. Fe(OH)3 
 Fe3+ + 3OH


b. NH4OH 
 NH4+ + OH
c. CaCl2 Ca2+ + 2Cl
d. CO(NH2)2

Mol NaOH =

mol terion

= mol awal
0,5 =

mol terion
0,1mol

Mol terion = 0,05 mol


c.

Mol CH3COOH =

massa CH3COOH
Mr CH3COOH

6 gram

= 0,75

= 60 gram/mol
= 0,1 mol

mol terion

= mol awal
0,75 =

mol terion
0,1mol

mol terion = 0,075 mol


Mol NaOH > mol terion CH3COOH > mol terion
NH4OH sehingga urutan daya hantar listriknya
adalah NaOH CH3COOH NH4OH.

A.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: a
Perbedaan senyawa ion dan kovalen polar dalam
hal daya hantar listrik terletak pada lelehannya.
Lelehan senyawa ion dapat menghantarkan arus
listrik, tetapi lelehan senyawa kovalen tidak dapat
menghantarkan arus listrik.
2. Jawaban: e
Senyawa ion dapat menghantarkan arus listrik
dalam bentuk leburan atau lelehan. NaCl, AlCl3,
K2SO4 dan CaCl2 termasuk senyawa ion. Sedangkan C6H12O6 termasuk senyawa kovalen nonpolar
sehingga tidak dapat menghantarkan arus listrik
baik dalam bentuk larutan, padatan maupun
lelehan.
3. Jawaban: c
Senyawa yang berikatan kovalen polar adalah
HNO3 dan NH4OH. Senyawa yang berikatan ion:
K2SO4, dan Na2SO4. Senyawa yang berikatan
kovalen nonpolar: CO(NH2)2.
4. Jawaban: a
Senyawa kovalen polar memiliki titik leleh rendah
dan dalam bentuk lelehan tidak dapat menghantarkan arus listrik, tetapi dapat menghantarkan arus
listrik dalam bentuk larutan. Sementara itu,
senyawa ion memiliki titik leleh tinggi dan dapat
menghantarkan arus listrik baik dalam bentuk
lelehan maupun larutan.
5. Jawaban: b
KCl merupakan senyawa elektrolit kuat yang
berasal dari senyawa ion. HBr merupakan elektrolit
kuat yang berasal dari senyawa kovalen polar.
H2CO3, H3PO4, dan NH4OH merupakan senyawa
kovalen polar yang bersifat elektrolit lemah.
6. Jawaban: b
NaCl merupakan senyawa ion. Senyawa ion
terionisasi sempurna dalam larutan dan dapat
menghantarkan arus listrik. Jika dilakukan uji daya
hantar listrik akan menghasilkan banyak gelembung
gas dan nyala lampu terang.
7. Jawaban: c
Suatu senyawa dikatakan kovalen nonpolar apabila:
a. tidak dapat terion sehingga tidak dapat
menghantarkan arus listrik;
b. tidak menghasilkan gelembung gas dan lampu
padam;
c. derajat ionisasinya sama dengan nol ( = 0)

8. Jawaban: a
Larutan yang memiliki daya hantar paling besar
adalah larutan elektrolit kuat yaitu larutan dari asam
kuat, basa kuat, dan garam.
CaCl2 = garam (elektrolit kuat)
CH3COOH = asam lemah (elektrolit lemah)
CO(NH2)2 = senyawa senyawa organik molekular
yang larut dalam air (nonelektrolit)
NH4OH dan Be(OH)2 = basa lemah (elektrolit
lemah)
9. Jawaban: e
Reaksi ionisasi senyawa sebagai berikut.
NH4OH  NH4+ + OH
CH3COOH  CH3COO + H+
HNO3 H+ + NO3
HF  H+ + F
KCl K+ + Cl
10. Jawaban: d
Senyawa X merupakan kovalen nonpolar karena:
a. tidak larut dalam air;
b. larut dalam dietil eter.
Dengan demikian, senyawa X tidak dapat menghantarkan arus listrik yang ditandai dengan lampu
tidak menyala dan tidak ada gelembung gas.
B. Uraian
1. Senyawa ion dapat menghantarkan arus listrik
dalam bentuk lelehan dan larutannya, sedangkan
senyawa kovalen polar hanya dapat menghantarkan arus listrik dalam bentuk larutan saja.
2. Senyawa A
a. Larutan dapat menghantarkan arus listrik.
b. Lelehan tidak menghantarkan arus listrik.
Senyawa A termasuk kovalen polar.
Senyawa B
a. Larutan dapat menghantarkan arus listrik.
b. Lelehan dapat menghantarkan arus listrik.
Senyawa B termasuk ion.
Senyawa C
a. Larutan tidak dapat menghantarkan arus listrik.
b. Lelehan tidak dapat menghantarkan arus
listrik.
Senyawa C termasuk kovalen nonpolar.
3. Senyawa ion dalam bentuk lelehan maupun larutan
dapat menghantarkan arus listrik karena ion-ionnya
dapat bergerak bebas. Berbeda dengan bentuk
kristalnya yang tersusun rapat, ion-ion penyusunnya tidak dapat bergerak bebas. Oleh karena itu,
kristal senyawa ion tidak dapat menghantarkan arus
listrik.
Kimia Kelas X

4. Air mengandung mineral-mineral yang bermuatan


sehingga dapat bersifat seperti ion dalam larutan
elektrolit. Ion-ion tersebut dapat menghantarkan
arus listrik. Hal ini mengakibatkan arus listrik pada
kabel dapat disalurkan melalui ion-ion dalam air.
massa NH4OH
Mr NH4OH

5. Mol NH4OH =
=

7 gr
35 gr/mol

= 5 mol
= 0,2 mol

mol terion

= mol mula-mula

mol terion = 0,5 0,2 = 0,1 mol


OH
NH4OH NH4+ +
mula-mula 0,2 mol

bereaksi
0,1 mol
0,1 mol
0,1 mol

setimbang 0,1 mol


0,1 mol
0,1 mol
Banyaknya ion yang dapat menghantarkan arus
listrik
= jumlah ion bilangan avogadro
= (mol NH4+ + mol OH) 6,02 1023
= (0,1 mol + 0,1 mol) 6,02 1023
= 0,2 mol 6,02 1023
= 3,01 1022

mol terion

0,5 = 0,2 mol

1. Jawaban: a
Suatu larutan dikatakan bersifat elektrolit apabila:
1) mengandung ion-ion yang bergerak bebas
sehingga dapat menghantarkan arus listrik;
2) derajat ionisasi tidak sama dengan nol ( 0);
3) menghasilkan banyak/sedikit gelembung gas;
4) nyala lampu terang/redup/mati.
2. Jawaban: c
Larutan yang dapat menghasilkan gelembung gas,
tetapi lampu tidak menyala termasuk elektrolit lemah.
Di antara larutan tersebut yang merupakan elektrolit
lemah adalah NH4OH. KOH dan HCl termasuk
elektrolit kuat, sedangkan C6H12O6 (gula) dan
CO(NH2)2 (urea) termasuk nonelektrolit.
3. Jawaban: d
CO(NH2)2 termasuk nonelektrolit, tidak dapat terion
KOH dan CaCl2 termasuk elektrolit kuat, panah
satu arah
Be(OH)2 dan CH3COOH: elektrolit lemah, panah
bolak-balik.
4. Jawaban: a
Larutan elektrolit yang memiliki derajat ionisasi =
1 adalah elektrolit kuat.
NaCl merupakan elektrolit kuat.
Be(OH)2 dan HNO2 merupakan elektrolit lemah
C6H12O6 dan urea merupakan nonelektrolit.
5. Jawaban: d
Larutan elektrolit adalah larutan yang mengandung
senyawa dapat terurai menjadi ion-ion dalam air
sehingga dapat menghantarkan arus listrik.

Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit

6. Jawaban: b
Larutan elektrolit yang berikatan ion: NaCl.
Larutan elektrolit yang berikatan kovalen polar:
HBr, H2SO4, HCl, HNO3, NH4OH, dan CH3COOH.
Larutan nonelektrolit; C6H12O6.
7. Jawaban: d
Larutan yang larut dalam kloroform dan tidak
menyalakan lampu merupakan kovalen nonpolar
dan bersifat nonelektrolit.
8. Jawaban: c
Larutan jeruk nipis, air laut, air hujan, dan minuman
ion termasuk larutan elektrolit karena mengandung
ion-ion yang dapat menghantarkan arus listrik
sehingga menghasilkan gelembung gas. Sementara
itu, larutan urea termasuk larutan nonelektrolit.
9. Jawaban: e
Larutan elektrolit kuat ditunjukkan oleh air limbah
K karena nyala lampu terang, terdapat banyak
gelembung gas, dan = 1. Larutan elektrolit lemah
ditunjukkan oleh air limbah L dan O karena lampu
tidak menyala, terdapat sedikit gelembung gas,
dan derajat ionisasi antara 0 dan 1 (0 < < 1).
Larutan nonelektrolit ditunjukkan oleh air limbah
M dan N karena lampu tidak menyala, tidak ada
gelembung gas, dan = 0.
10. Jawaban: b
Mol NH4Cl =

massa NH4Cl
Mr NH4Cl

5,35 gram

= 53,5 gram/mol
= 0,1 mol

mol terion

= mol mula-mula

0,75 =

mol terion
0,1mol

mol terion = 0,075 mol


Cl
NH4Cl NH4+ +
mula-mula 0,1 mol

terion 0,75 0,075 mol 0,075 mol 0,075 mol

setimbang 0,25 mol


0,075 mol 0,075 mol
Banyaknya ion = ion NH4+ + ion Cl
= 0,075 mol + 0,075 mol
= 0,15 mol
11. Jawaban: c
HBr termasuk senyawa kovalen polar. KF, NaCl,
dan MgCl2 termasuk senyawa ion, sedangkan
CO(NH2)2 termasuk senyawa kovalen nonpolar.
12. Jawaban: b
Larutan elektrolit kuat ditunjukkan oleh sumber
mata air P karena nyala lampu terang dan banyak
gelembung gas. Larutan elektrolit lemah ditunjukkan pada sumber mata air Q dan S karena nyala
lampu redup atau lampu tidak menyala dan ada
sedikit gelembung gas. Larutan nonelektrolit
ditunjukkan pada sumber mata air R karena lampu
tidak menyala dan tidak ada gelembung gas.
13. Jawaban: c
Larutan K2SO4 dan NaCl termasuk elektrolit kuat
sehingga derajat ionisasi () = 1. Larutan Fe(OH)3
dan Al(OH)3 merupakan elektrolit lemah sehingga
derajat ionisasi () antara 0 dan 1 (0 < 1).
14. Jawaban: d


XY 
 X+ + Y
Tanda panah reaksi bolak-balik merupakan ciri
elektrolit lemah karena terionisasi sebagian.
15. Jawaban: a
Larutan elektrolit kuat: NaCl, HCl, CaCl2, H2SO4,
HI, dan HBr.
Larutan elektrolit lemah: Be(OH)2, Mg(OH)2, dan
NH4OH.
Larutan nonelektrolit: C2H5OH
16. Jawaban: e
Larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik
karena adanya ion-ion yang bergerak bebas.
17. Jawaban: a
H2(SO4)1 = 3 0,1 M = 0,3 M
H2(SO4)1 = 3 0,05 M = 0,15 M
H1Cl1 = 2 0,1 M = 0,2 M
CH 3COOH merupakan asam lemah, derajat
ionisasi < 1.

Jadi, larutan yang mempunyai jumlah ion paling


besar adalah H2SO4 0,1 M.
18. Jawaban: e
Larutan merupakan campuran homogen. Minyak
dalam air tidak tercampur secara homogen.
19. Jawaban: e
Larutan elektrolit lemah menghasilkan sedikit
gelembung gas dan lampu tidak menyala atau
nyala dengan redup, seperti ditunjukkan oleh
gambar nomor IV. Larutan nonelektrolit tidak dapat
menghasilkan gelembung gas dan lampu tidak
menyala. Larutan nonelektrolit ditunjukkan oleh
gambar nomor II. Gambar nomor III merupakan
larutan elektrolit kuat karena nyala lampu terang
dan menghasilkan banyak gelembung gas,
sedangkan gambar nomor I tidak mungkin terjadi.
20. Jawaban: d
Dalam bentuk kristal (padatan), ion-ion garam NaCl
tidak dapat bergerak bebas, melainkan diam pada
tempatnya.
21. Jawaban: e
Senyawa yang dapat menghantarkan arus listrik
dalam bentuk larutan adalah senyawa ion dan
kovalen polar. Senyawa ion memiliki titik leleh
tinggi. Oleh karena itu, senyawa x bukan senyawa
ion melainkan senyawa kovalen polar. Senyawa
yang tidak dapat menghantarkan arus listrik
meskipun dalam bentuk larutan adalah senyawa
kovalen nonpolar.
22. Jawaban: a
Air distilasi hanya terdapat H2O, tidak ada mineral
terlarut di dalamnya.
23. Jawaban: a
Senyawa yang termasuk elektrolit lemah yaitu
cuka. Senyawa yang termasuk elektrolit kuat yaitu
asam klorida dan garam dapur. Senyawa yang
termasuk nonelektrolit adalah alkohol dan gula
pasir.
24. Jawaban: c
Larutan elektrolit kuat menghasilkan banyak
gelembung gas dan nyala lampu terang. Larutan
elektrolit kuat ditunjukkan oleh gambar nomor 1)
dan 2). Larutan elektrolit lemah menghasilkan
sedikit gelembung gas dan nyalan lampu redup
atau lampu tidak dapat menyala. Larutan elektrolit
lemah ditunjukkan oleh gambar nomor 4) dan 5).
Sementara itu, gambar nomor 3) menunjukkan
larutan nonelektrolit. Larutan nonelektrolit tidak
tidak menghasilkan gelembung gas dan lampu
padam (tidak menyala). Jadi, larutan elektrolit kuat
dan elektrolit lemah berturut-turut ditunjukkan oleh
larutan nomor 1) dan 5).

Kimia Kelas X

25. Jawaban: b
Titik didih tinggi dan larut dalam air merupakan
sifat senyawa ion. Senyawa ion termasuk elektrolit
kuat sehingga nyala lampu teang dan gelembung
gas yang dihasilkan banyak.

2)

b.

26. Jawaban: c
Apabila gas amonia dilarutkan dalam air, maka:
1) membentuk larutan amonium hidroksida
+ H2O NH4OH  NH4+ + OH;
NH3
Amonia

2)
3)
4)
5)
6)

Amonium
hidroksida

bersifat elektrolit lemah;


mempunyai derajat ionisasi antara 0 dan 1
(0 < < 1);
dapat menghantarkan arus listrik;
terurai sebagian menjadi ion-ionnya;
menghasilkan sedikit gelembung gas dan
nyala lampu redup atau padam.

27. Jawaban: b
Larutan elektrolit digunakan dalam aki adalah
H2SO4.
28. Jawaban: a
Senyawa yang berikatan ion mudah larut dalam
air dan dapat menghantarkan arus listrik dalam
bentuk lelehan/larutan. Senyawa ion mempunyai
titik didih dan titik leleh tinggi.
29. Jawaban: c
Mol Fe(OH)3 = 0,1 m 100 ml = 10 mmol

mol terion

= mol mula-mula

Apabila dilakukan uji daya hantar, larutan


tersebut menghasilkan gelembung gas
dan nyala lampu redup atau terang atau
lampu tidak menyala.
Larutan nonelektrolit merupakan larutan yang
tidak dapat menghantarkan arus listrik.
Ciri-cirinya:
1) Larutan tidak dapat membentuk ion yang
membawa arus listrik.
2) Apabila dilakukan uji daya hantar, larutan
tersebut tidak menghasilkan gelembung
gas dan lampu tidak menyala.

2. Larutan elektrolit dalam air membentuk ion-ion yang


dapat bergerak bebas. Ion-ion tersebut dapat
berfungsi sebagai pembawa arus listrik. Dengan
demikian, arus listrik dapat berpindah dari sumber
ke target.
3. Ion: NaF dan MgCl2
Kovalen polar: HCl dan CH3COOH
Kovalen nonpolar: CO(NH2)2 dan C6H12O6
4. 1324
5. Ciri-ciri titik didih tinggi, larut dalam air, dan tidak
larut dalam dietil eter termasuk senyawa ion.
Senyawa ion bersifat elektrolit kuat dan dapat
menghantarkan arus listrik dalam bentuk larutan
atau lelehan, sedangkan dalam bentuk kristal/
padatan tidak dapat menghantarkan arus listrik.
Contoh NaCl.
6. a.

Mol senyawa x =

mol terion

0,5 = 10 mmol
mol terion = 0,5 10 mmol = 5 mmol
mol yang tidak terion = 10 mmol 5 mmol
= 5 mmol
30. Jawaban: e
Larutan yang termasuk elektrolit lemah yaitu larutan
dari asam lemah dan basa lemah.
NH4OH merupakan basa lemah
CH3COOH merupakan asam lemah
HCl merupakan asam kuat
KOH merupakan basa kuat
C6H12O6 merupakan senyawa organik molekuler
yang larut
B.

Uraian

1. a.

Larutan elektrolit merupakan larutan yang


dapat menghantarkan arus listrik.
Ciri-cirinya:
1) Larutan dapat membentuk ion yang
berguna membawa arus listrik.

Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit

massa X
Mr X

2,6 gram

= 52 gram/mol
= 0,05 mol
mol terion

= mol mula-mula
mol terion

50% = 0,5 mol


mol terion

b.

0,5 = 0,5 mol


Mol terion = 0,5 0,5 mol = 0,025 mmol
Mol yang tidak terion = 0,05 0,025 mol
= 0,025 mol
Senyawa X merupakan elektrolit lemah karena
mempunyai derajat ionisasi () antara nol dan
satu (0 < < 1).

7. Kovalen polar adalah senyawa yang berikatan dengan


cara menggunakan pasangan elektron secara
bersama-sama namun kedua atomnya mempunyai
elektronegativitas yang berbeda. Akibatnya terjadi 2
kutub dalam molekul tersebut yaitu kutub (+) dan
(). Hal inilah yang mengakibatkan molekul kovalen

polar dapat terlarut membentuk ion-ion dalam air,


sehingga senyawa kovalen polar dapat menghantarkan arus listrik. Contoh HCl dan H2O. Kovalen
nonpolar adalah senyawa yang berikatan dengan cara
menggunakan elektron secara bersama-sama dan
kedua atom mempunyai elektronegativitas yang
sama. Dalam molekul kovalen nonpolar tidak ada
kutub (+) dan (). Hal ini menyebabkan tidak terbentuk
ion-ion dari senyawa tersebut sehingga senyawa
kovalen nonpolar tidak dapat menghantarkan arus
listrik. Contoh Cl2 dan CH4.
8. A
B
C
D
E

= elektrolit kuat
= nonelektrolit
= elektrolit lemah
= elektrolit lemah
= elektrolit lemah

9. Ion-ion larutan elektrolit berfungsi sebagai penghantar


impuls dari otak ke organ-organ tubuh yang lain.

10. a.

b.

Aki Timbal
Aki timbal sering digunakan sebagai sumber
arus pada kendaraan bermotor. Aki timbal
menggunakan larutan H2SO4 encer sebagai
elektrolit. Elektrode yang digunakan berupa
Pb sebagai anode dan PbO sebagai katode.
Reaksi yang terjadi menghasilkan arus listrik
dan mengubah kedua elektrode menjadi
PbSO4.
Fuel Cells
Fuel cells adalah sel bahan bakar yang
mempunyai kapasitas listrik tahan lama,
mudah perawatannya, dan mempunyai
efisiensi tinggi. Sel ini menggunakan larutan
KOH pekat sebagai elektrolit. Gas hidrogen
digunakan sebagai anode dan gas oksigen
sebagai katode. Setiap gas dimasukkan ke
dalam elektrode karbon berpori. Ion OH yang
dihasilkan di katode akan bereaksi dengan gas
H2 di anode.

Kimia Kelas X

Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:


1. mendeskripsikan perkembangan konsep reaksi reduksi oksidasi;
2. menentukan bilangan oksidasi atom dalam molekul atau ion;
3. menentukan nama senyawa berdasarkan aturan IUPAC.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik:
1. menghargai dan mensyukuri reaksi reduksi oksidasi sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa dengan menerapkannya untuk
mempermudah pemenuhan kebutuhan sehari-hari;
2. berperilaku disiplin, teliti, jujur, kerja sama, saling menghargai, dan santun.

Reaksi Reduksi Oksidasi

Konsep Reaksi Reduksi Oksidasi

Mendiskusikan perubahan warna


akibat reaksi reduksi oksidasi.
Menentukan jenis reaksi reduksi
oksidasi.
Menyelidiki jenis reaksi reduksi
oksidasi.
membuat peta konsep reaksi
reduksi oksidasi.

10

Penentuan Bilangan Oksidasi,


Oksidator, dan Reduktor dalam
Reaksi Reduksi Oksidasi

Tata Nama Senyawa Menurut IUPAC

Mendiskusikan bilangan oksidasi


suatu unsur dalam senyawa yang
berbeda.
Menjelaskan cara penentuan
bilangan oksidasi unsur dalam
molekul atau ion.
Menentukan bilangan oksidasi atom
dalam senyawanya.
Menjelaskan zat reduktor dan
oksidator dalam reaksi reduksi
oksidasi.

Mendiskusikan bilangan oksidasi


atom dalam senyawanya dan nama
senyawa tersebut sesuai IUPAC.
Menjelaskan aturan penamaan
senyawa berdasarkan bilangan
oksidasinya.
Menentukan rumus kimia dan nama
senyawa berdasarkan bilangan
oksidasinya.

Mensyukuri reaksi reduksi oksidasi sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa.
Bersikap disiplin, teliti, dan jujur dalam pengamatan.
Bersikap kerja sama, saling menghargai, dan santun saat berdiskusi.
Berperilaku peduli lingkungan dalam merancang dan melakukan praktikum.
Mendeskripsikan perkembangan konsep reaksi reduksi oksidasi.
Menentukan bilangan oksidasi atom dalam molekul atau ion.
Menentukan reduktor, oksidator, hasil oksidasi, dan hasil reduksi dalam reaksi redoks.
Menyebutkan nama senyawa sederhana berdasarkan bilangan oksidasi unsur-unsurnya menurut aturan IUPAC.
Menyajikan rancangan percobaan reaksi redoks.
Menyajikan laporan hasil percobaan reaksi redoks.
Menyajikan tugas tata nama senyawa menurut aturan IUPAC.

Reaksi Reduksi Oksidasi (Redoks)

A.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: e
Zat yang teroksidasi berperan sebagai reduktor
(mereduksi atom lain). Reaksi oksidasi terjadi pada
atom yang mengalami kenaikan bilangan oksidasi,
menerima oksigen, melepas hidrogen, dan
melepaskan elektron dalam reaksi. Zat yang
tereduksi berperan sebagai oksidator (mengoksidasi atom lain). Reaksi reduksi terjadi pada atom
yang mengalami penurunan bilangan oksidasi,
melepas oksigen, menerima hidrogen, dan
menangkap elektron dalam reaksi.
2. Jawaban: c
CuO(s) + H2(g) Cu(s) + H2O(g), Cu melepas
oksigen (reduksi)
Cr2O3(s) + 2Al(s) 2Cr(s) + Al2O3(s), Cr melepas
oksigen (reaksi reduksi)
2Na(s) + 2HCl(aq) 2NaCl(aq) + H2(g), Cl melepas
hidrogen (reaksi oksidasi)
4Fe(s) + 3O2(g) 2Fe2O3(s), O2 menangkap
elektron (reaksi reduksi)
Zn(s) + CuO(s) ZnO(s) + Cu(s), Cu melepas
oksigen (reaksi reduksi)
3. Jawaban: d
Zat yang tereduksi menangkap elektron, melepas
oksigen, atau mengalami penurunan bilangan
oksidasi. Zat yang mengalami reduksi dalam
persamaan reaksi tersebut adalah I 2 karena
mengalami penurunan bilangan oksidasi dari 0
menjadi 1.
4. Jawaban: e
Reaksi yang melibatkan penggabungan oksigen
merupakan reaksi oksidasi. Pada persamaan
reaksi tersebut, oksigen berada di sebelah kiri
tanda panah. Misal pada reaksi berikut.
C6H12O6 + 6O2 6CO2 + 6H2O
Reaksi pada pilihan jawaban a, b, c, dan d
merupakan reaksi reduksi (kehilangan oksigen).
5. Jawaban: e
Persamaan setengah reaksi sebagai berikut.
Reaksi reduksi : Cl2 + 2e 2Cl
Reaksi oksidasi : 2I I2 + 2e
Reaksi redoks : Cl2 + 2I 2Cl + I2
Spesi yang berperan sebagai reduktor mengalami
oksidasi dengan melepaskan elektron. Spesi yang
melepaskan elektron adalah I. Sementara itu, Cl2
menerima elektron sehingga mengalami reduksi
atau berperan sebagai oksidator.

6. Jawaban: b
a. 2Al + Fe2O3 Al2O3 + 2Fe
+3

0
Reduksi

Fe2O3 mengalami reduksi.


b.

SnCl2 + 2HgCl2 SnCl4 + Hg2Cl2


+2

+4
Oksidasi

SnCl2 mengalami oksidasi.


c.

H2S + 2FeCl3 2FeCl2 + S + 2HCl


+3

+2
Reduksi

d.

FeCl3 mengalami reduksi.


2CuSO4 + 4KI 2K2SO4 + I2 + 2CuI
+2

+1
Reduksi

CuSO4 mengalami reduksi.


e.

MnO2 + 4HCI MnCl2 + Cl2 + 2H2O


+4

+2

Reduksi

MnO2 mengalami reduksi.


Jadi, senyawa digarisbawahi yang mengalami
oksidasi adalah SnCl2.
7. Jawaban: c
Reaksi redoks dapat diketahui dari perubahan
bilangan oksidasi. Reaksi oksidasi mengakibatkan
kenaikan bilangan oksidasi, sedangkan reaksi
reduksi mengakibatkan penurunan bilangan
oksidasi.
Reaksi reduksi

1)

2Fe2O3(A) + 2CO(g) 4FeO(A) + 2CO 2 (g)


+3 2

+2 2

+2 2

+4 2

Reaksi oksidasi

2)

BaCl2(aq) + H2SO4(aq) BaSO4(s) + 2HCl(aq)


+2 1

+1 +6 2

+2 +6 2

+1 1

Tidak terjadi perubahan bilangan oksidasi


(bukan reaksi redoks).
Reaksi reduksi

3)

MnO2(s) + 4HCl(aq) MnCl2(aq) + 2H2O(A) + Cl2(g)


+4 2

+1 1

+2 1

+1 2

Reaksi oksidasi

Kimia Kelas X

11

4)

+2 2 +1

+1 1

+2 1

S(s) + O2(g) SO2(g)


Atom S mengalami reaksi oksidasi karena
menangkap oksigen, sedangkan O2 mengalami
reduksi karena menyumbang oksigen.
CH4(g) + 2O2(g) CO2(g) + H2O(g)
Atom C dan atom H menangkap oksigen atau
mengalami reaksi oksidasi, sedangkan O2
mengalami reaksi reduksi karena
menyumbang oksigen.

a.

Mg(OH)2(s) + 2HCl(aq) MgCl2(aq) + 2H2O(A)


+1 2

Tidak terjadi perubahan bilangan oksidasi


(bukan reaksi redoks)

b.

Reaksi oksidasi

5)

2Al(s) + 6HCl(aq) 2AlCl 3 (aq) + 3H 2 (g)


0

+1 1

+3 1

Reaksi reduksi

2.

8. Jawaban: a
Perubahan bilangan oksidasi dalam reaksi sebagai
berikut.

2NaIO3(aq) + 5NaHSO3(aq) I2(aq) + 3NaHSO4(aq) + 2Na2SO4(aq) + H2O(A)


+5

+4

Jadi, zat yang mengalami reduksi adalah NaIO3.


Zat yang mengalami oksidasi adalah NaHSO3.

2FeCl3(aq) + H2S(g) 2FeCl2(aq) + 2HCl(aq) + S(s)


+1 2

+2 1

+1 1

3.

Reaksi oksidasi

Melepas 2 elektron

FeCl3 dalam reaksi mengalami penurunan bilangan


oksidasi dari +3 menjadi +2 (reaksi reduksi).
Sementara itu, H2S mengalami kenaikan bilangan
oksidasi dari 2 menjadi 0.

3+

2Fe (aq) + 2I (aq) 2Fe2+(aq) + I2(aq)

a.

Reaksi oksidasi

Reaksi tersebut termasuk reaksi redoks


karena melibatkan pelepasan dan
penangkapan elektron.
2KClO3(s) 2KCl(s) + 3O2(g)

b.

SnCl 2 + I 2 + 2HCl SnCl 4 + 2HI


0

+1 1

+4 1

Melepas oksigen

+1 1

Reaksi tersebut termasuk reaksi redoks


karena melibatkan pelepasan seluruh oksigen
dari KClO3.

Reaksi reduksi

Zat yang berperan sebagai oksidator mengalami


reaksi reduksi (penurunan bilangan oksidasi), yaitu
I2. Zat yang berperan sebagai reduktor mengalami
oksidasi (kenaikan bilangan oksidasi), yaitu SnCl2.

CaCO 3 (s) CaO(s) + CO 2 (g)

c.

+2 +4 6

Reaksi oksidasi
3CuS(aq) + 8HNO3(aq) 3Cu(NO3)2(aq) + 2NO(g) + 3S(s) + 4H2O(A)
+1 +5 2

+2

+2 2

Reaksi reduksi

B. Uraian
1. Berdasarkan konsep pengikatan dan pelepasan
oksigen, reaksi reduksi didefinisikan sebagai reaksi
pelepasan oksigen dan reaksi oksidasi sebagai
reaksi pengikatan oksigen.

12

Reaksi Reduksi Oksidasi (Redoks)

+4 2

Ca(s) + S(s) CaS(s)


Reaksi termasuk reaksi redoks karena reaksi
berlangsung dengan melibatkan pelepasan
dan pengikatan elektron.

d.

+1 2

Atom S mengalami perubahan bilangan oksidasi


dari 2 menjadi 0 (bilangan oksidasi naik). Dengan
demikian S mengalami oksidasi dan CuS berperan
sebagai reduktor. Atom N mengalami perubahan
bilangan oksidasi dari +5 menjadi +2 (bilangan
oksidasi turun). Atom N mengalami reduksi dan
HNO3 berperan sebagai oksidator.

+2 2

Reaksi tidak melibatkan perubahan bilangan


oksidasi sehingga tidak termasuk reaksi
redoks.

10. Jawaban: b

+2 2

Menerima 2 elektron

9. Jawaban: c
Perubahan bilangan oksidasi yang terjadi

+2 1

+6

Oksidasi

Reaksi reduksi
+3 1

Reduksi

4.
4Ag(s) + O2(g) + 2H2S(g) 2Ag2S(s) + 2H2O(A)
0

+1

Oksidasi
Reduksi

Reaksi terbentuknya noda pada perhiasan perak


tersebut merupakan reaksi redoks karena pada
reaksi tersebut Ag mengalami kenaikan bilangan
oksidasi (oksidasi), sedangkan O2 mengalami
penurunan bilangan oksidasi (reduksi).

5. a.

2NH3(aq) + 3CuO(s) N2(g) + 3Cu(s) +


3H2O(g)
Reaksi terrmasuk reaksi redoks karena Cu
melepas oksigen ( reaksi reduksi) dan atom
H menangkap oksigen (reaksi oksidasi).

b.

Ag2O(s) + C(s) 2Ag(s) + CO(g)


Reaksi termasuk reaksi redoks karena Ag
melepas oksigen (reaksi reduksi) dan atom C
menangkap oksigen (reaksi oksidasi).

c.

d.

Mg(s) + Cl2(g) MgCl2(s)


Reaksi termasuk redoks karena terjadi
transfer elektron.
Mg Mg2+ + 2e
Cl2 + 2e 2Cl

Mg + Cl2 MgCl2

e.

HCl(aq) + NaOH(aq) NaCl(aq) + H2O(A)


Reaksi bukan merupakan reaksi redoks
karena tidak terjadi perubahan bilangan
oksidasi.

2H2O2(aq) 2H2O(A) + O2(g)


Reaksi merupakan reaksi redoks karena H2O2
melepas hidrogen membentuk O2. Dalam
reaksi ini, O dalam H2O2 mengalami oksidasi
menjadi O2 dan tereduksi menjadi H2O.

A. Pilihan GAnda
1. Jawaban: a
C dalam CH4 mempunyai bilangan oksidasi 4.
Atom S pada SF6 mempunyai bilangan oksidasi
+6. Atom O dalam BaO2 mempunyai bilangan
oksidasi 1. Atom H dalam HCl mempunyai
bilangan oksidasi +1. Atom Ca dalam CaCl 2
mempunyai bilangan oksidasi +2. Jadi, atom yang
mempunyai bilangan oksidasi paling rendah adalah
atom C dalam CH4.
2. Jawaban: c
1) BO VO2 = 0
(1 BO V) + (2 BO O) = 0
BO V + (2 (2)) = 0
BO V 4 = 0
BO V = +4
2) BO VCl3 = 0
(1 BO V) + (3 BO Cl) = 0
BO V + (3 (1)) = 0
BO V 3 = 0
BO V = +3
3) BO VCO3 = 0
(1 BO V) + (1 BO C) + (3 BO O) = 0
BO V + (1 4) + (3 (2)) = 0
BO V + 4 6 = 0
BO V = +2
4) BO VOSO4 = 0
(1 BO V) + (1 BO O) + (1 BO SO4)= 0
BO V + (1 (2)) + (1 (2)) = 0
BO V 2 2 = 0
BO V = +4
5) BO K4V(CN)6 = 0
(4 BO K) + (1 BO V) + (1 BO CN) = 0
(4 1) + BO V + (1 (1)) = 0
4 + BO V 1 = 0
BO V = 3
3. Jawaban: a

MnO2 + 2H2SO4 + 2NaI MnSO4 + Na2SO4 + 2H2O + I2


+4

+2

Reduksi
Oksidasi

Reduktor merupakan zat yang mengalami reaksi


oksidasi. Jadi, zat yang berperan sebagai reduktor
adalah NaI. Sementara itu, MnO2 merupakan
oksidator (zat yang mengalami reaksi reduksi).
4. Jawaban: b
1) Mg + 2HNO3 Mg(NO3)2 + H2
0

+2

Oksidasi

Mg mengalami reaksi oksidasi (bertindak


sebagai reduktor).
2)

2KClO3 + 3S 2KCl + 3SO2


+5

Reduksi

Cl pada KClO3 mengalami reaksi reduksi


(bertindak sebagai oksidator).
3)

2KMnO4 + 5H2C2O4 + 3H2SO4 K2SO4 + 2MnSO4


+3

+ 10CO2 + 8H2O
+4
Oksidasi

C pada H2C2O4 mengalami reaksi oksidasi


(bertindak sebagai reduktor).
Jadi, unsur-unsur yang digarisbawahi pada reaksi
tersebut secara berturut-turut bertindak sebagai
reduktor, oksidator, dan reduktor.
5. Jawaban: b
1) BO NH4 = 1
(1 BO N) + (4 BO H) = 1
BO N + (4 1) = 1
BO N + 4 = 1
BO N = 3
Kimia Kelas X

13

2)

3)

4)

5)

BO CrO42 = 2
(1 BO Cr) + (4 BO O) = 2
BO Cr + (4 (2)) = 2
BO Cr + (8) = 2
BO Cr = +6

BO MnO4 = 1
BO Mn + (4 BO O) = 1
BO Mn + (4 (2)) = 1
BO Mn 8 = 1
BO Mn = +7
Fe(CN)63 = 3
BO Fe + (6 BO CN) = 3
BO Fe + (6 (1)) = 3
BO Fe 6 = 3
BO Fe = +3
Cr(OH)4 = 1
BO Cr + (4 BO OH) = 1
BO Cr + (4 (1)) = 1
BO Cr 4 = 1
BO Cr = +3

6. Jawaban: c
1) SO2 dan SO3
Bilangan oksidasi SO2 = 0
(1 BO S) + (2 BO O) = 0
BO S + (2 (2)) = 0
BO S = +4
Bilangan oksidasi SO3 = 0
(1 BO S) + (3 BO O) = 0
BO S + (3 (2)) = 0
BO S = +6
2) H2S dan H2SO4
Bilangan oksidasi H2S = 0
(2 BO H) + (1 BO S) = 0
(2 1) + BO S = 0
BO S = 2
Bilangan oksidasi H2SO4 = 0
(2 BO H) + (1 BO S) + (4 BO O) = 0
(2 1) + BO S + (4 (2)) = 0
2 + BO S + (8) = 0
BO S = +6
3) Na2SO3 dan SO2
Bilangan oksidasi Na2SO3 = 0
(2 BO Na) + (1 BO S) + (3 BO O) = 0
(2 1) + BO S + (3 (2)) = 0
2 + BO S + (6) = 0
BO S = +4
Bilangan oksidasi SO2 = 0
(1 BO S) + (2 BO O) = 0
BO S + (2 (2)) = 0
BO S = +4

14

Reaksi Reduksi Oksidasi (Redoks)

4)

H2SO3 dan H2SO4


Bilangan oksidasi H2SO3 = 0
(2 BO H) + (1 BO S) + (3 BO O) = 0
(2 1) + BO S + (3 (2)) = 0
2 + BO S + (6) = 0
BO S = +4
Bilangan oksidasi H2SO4 = 0
(2 BO H) + (1 BO S) + (4 BO O) = 0
(2 1) + BO S + (4 (2)) = 0
2 + BO S + (8) = 0
BO S = +6
5) Na2SO4 dan Na2S
Bilangan oksidasi Na2SO4 = 0
(2 BO Na) + (1 BO S) + (4 BO O) = 0
(2 1) + BO S + (4 (2)) = 0
2 + BO S + (8) = 0
BO S = +6
Bilangan oksidasi Na2S = 0
(2 BO Na) + (1 BO S) = 0
(2 1) + BO S = 0
2 + BO S = 0
BO S = 2
Jadi, pasangan yang mengandung unsur S dengan
bilangan oksidasi sama adalah Na2SO3 dan SO2.
7. Jawaban: d
2KMnO4 + 10FeSO4 + 8H2SO4 K2SO4 + 2MnSO4 + 5Fe2(SO4)3 + 8H2O
+7

+2

+2

+3

Reduksi
Oksidasi

KMnO 4 mengalami reaksi reduksi (sebagai


oksidator) dengan hasil reduksi berupa MnSO4.
FeSO 4 mengalami reaksi oksidasi (sebagai
reduktor) dengan hasil oksidasi berupa Fe2(SO4)3.
S tidak mengalami penurunan atau kenaikan
bilangan oksidasi. Bilangan oksidasi S tetap +6.
8. Jawaban: e
Reaksi reduksi

Cl2(aq) + 2KOH(aq) KCl(aq) + KClO(aq) + H2O(A)


0

+1 2 +1

+1 1

+1 +1 2

+1 2

Reaksi oksidasi

Bilangan oksidasi Cl berubah dari 0 menjadi 1


dan +1.
9. Jawaban: a
Oksidator merupakan zat yang mengalami reaksi
reduksi (penurunan bilangan oksidasi). Cu yang
mempunyai bilangan oksidasi 0 (nol) tidak mungkin
mengalami penurunan bilangan oksidasi. Cl2 yang
mempunyai bilangan oksidasi 0 (nol) dapat
mengalami penurunan bilangan oksidasi menjadi

1 (Cl). Na+ yang mempunyai bilangan oksidasi


+1 dapat mengalami penurunan bilangan oksidasi
menjadi 0 (nol). Mg2+ yang mempunyai bilangan
oksidasi +2 dapat mengalami penurunan bilangan
oksidasi menjadi 0 (nol). Fe3+ yang mempunyai
bilangan oksidasi +3 dapat mengalami penurunan
bilangan oksidasi menjadi 0 (nol).
10. Jawaban: d
Reaksi autoredoks merupakan reaksi yang
melibatkan atom yang berperan sebagai oksidator
sekaligus reduktor.
1) 2Na 2 S 2 O 3 + I 2 Na 2 S 4 O 6 + 2NaI
+1

+2 2

+ 52 2

+1

+1 1

Reaksi oksidasi
Reaksi reduksi

2)

2FeCl3 + H2S 2FeCl2(aq) + 2HCl(aq) + S(s)


+3 1 +1 2
+2 1
Reaksi reduksi

+1 1

Reaksi oksidasi

3)

2KI + H2O2 + 2HCl 2KCl + I2 + 2H2O


1

1
Reaksi oksidasi

Reaksi reduksi

4)

3I2(g) + 6KOH(aq) 5KI(aq) + KIO2(aq) + 3H2O


0

+5

Reaksi reduksi
Reaksi oksidasi

5)

SnCl2 + I2 + 2HCl SnCl4 + 2HI


+2

0
Reaksi oksidasi

+4

3)

CuCl2 = 0
(1 BO Cu) + (2 BO Cl) = 0
(+2) + (2 BO Cl) = 0
BO Cl = 1
NaClO = 0
(1 BO Na) + (1 BO Cl) + (1 BO O) = 0
(+1) + (BO Cl) + (2) = 0
BO Cl = +1
4) MnO2 = 0
(1 BO Mn) + (2 BO O) = 0
(BO Mn) + 2(2) = 0
BO Mn = +4
K2Mn2O7 = 0
(2 BO K) + (2 BO Mn) + (7 BO O) = 0
(2(+1)) + (2 BO Mn) + (7(2)) = 0
(+2) + (2 BO Mn) + (14) = 0
BO Mn = +6
5) K2CrO4 = 0
(2 BO K) + (1 BO Cr) + (4 BO O) = 0
(2(+1)) + (1 BO Cr) + (4(2)) = 0
BO Cr = +6
K2Cr2O7 = 0
(2 BO K) + (2 BO Cr) + (7 BO O) = 0
(2(+1)) + (2 BO Cr) + (7(2)) = 0
(+2) + (2 BO Cr) + (14) = 0
BO Cr = +6
Jadi, pasangan senyawa yang masing-masing
mempunyai unsur dengan bilangan oksidasi +6
adalah K2CrO4 dengan K2Cr2O7.
12. Jawaban: a
Fe+ + 2AgNO3 2Ag + Fe(NO3)2
0

Reaksi reduksi

11. Jawaban: e
Bilangan oksidasi unsur-unsur yang bergaris bawah
pada senyawa-senyawa tersebut sebagai berikut.
1) H2S = 0
(2 BO H) + (1 BO S) = 0
(2(+1)) + (BO S) = 0
BO S = 2
SO2 = 0
(1 BO S) + (2 BO O) = 0
(BO S) + (2(2) = 0
BO S = +4
2) NH3 = 0
(1 BO N) + (3 BO H) = 0
(BO N) + 3(+1) = 0
BO N = 3
NO2 = 0
(1 BO N) + (2 BO O) = 0
(BO N) + (2(2)) = 0
BO N = +4

+1
1
0
+2
Reaksi oksidasi (reduktor)
Reaksi reduksi (oksidator)

13. Jawaban: a
1) 3S(s) + 2KClO3(s) 2KCl(s) + 3SO2(g)
0

+5

+4

Reaksi oksidasi
Reaksi reduksi

2)

Ag2O + C 2Ag + CO
+1

0
0
Reaksi reduksi

+2

Reaksi oksidasi

3)

2FeCl 3 + H 2S 2FeCl 2 + 2HCl + S


+3

2
Reaksi reduksi

+2

Reaksi oksidasi

Kimia Kelas X

15

2K2CrO4 + H2SO4 K2SO4 + K2Cr2O7 + H2O

4)

+6

+6

Tiap atom tidak mengalami perubahan


bilangan oksidasi. Reaksi tidak termasuk
reaksi redoks.
5)

MnO2 + 2H2SO4 + 2NaI MnSO4 + Na2SO4 + 2H2O + I2


+4

+2

Reaksi reduksi
Reaksi oksidasi

Jadi, perubahan bilangan oksidasi paling besar


terjadi pada Cl pada reaksi 3S + 2KClO3 2KCl
+ 3SO2.
14. Jawaban: a
SnO2(s) + 2C(s) Sn(A) + 2CO(s)
+4

+2

Reaksi reduksi (oksidator)


Reaksi oksidasi (reduktor)

Reduktor dalam reaksi adalah C yang mengalami


perubahan bilangan oksidasi 0 menjadi +2.
15. Jawaban: c
Reaksi yang melibatkan oksidator dan reduktor dari
zat yang sama yaitu reaksi 1) dan 3).
2KNO 3 (s) 2KNO 2 (s) + O 2 (g)
+5 2
+3
Reaksi reduksi

Reaksi oksidasi

3I2 + 6KOH 5KI + KIO3 + 3H2O


0

+5

Reaksi reduksi
Reaksi oksidasi

Reaksi yang menghasilkan senyawa hasil reduksi


dan hasil oksidasi sama disebut reaksi
koproporsionasi. Reaksi ini ditunjukkan reaksi
nomor 2).
SO2 + 2H2S 3S + 2H2O
+4

2
Reaksi reduksi

B.

Uraian

1. a.

NO2
Bilangan oksidasi NO2 = 0
BO N + (2 BO O) = 0
BO N + (2 (2)) = 0
BO N 4 = 0
BO N = +4
b. Na2O2
Bilangan oksidasi Na2O2 = 0
(2 BO Na) + (2 BO O) = 0
(2 1) + (2 BO O) = 0
2 BO O = 2
BO O = 1
c. Fe2S3
Bilangan oksidasi Fe2S3 = 0
(2 BO Fe) + (3 BO S) = 0
(2 3) + (3 BO S) = 0
3 BO S = 6
BO S = 2
d. (NH4)2Cr2O7
Bilangan oksidasi (NH4)2Cr2O7 = 0
(2 BO NH4+ + (2 BO Cr) + (7 BO O) = 0
(2 1) + (2 BO Cr) + (7 (2)) = 0
2 + 2 BO Cr + (14) = 0
2 BO Cr = +12
BO Cr = +6
e. Cl2O3
Bilangan oksidasi Cl2O3 = 0
(2 BO Cl) + (3 BO O) = 0
(2 BO Cl) + (3 (2)) = 0
2 BO Cl = +6
BO Cl = +3

2. a.

+3

+2

+4

Reduksi
Oksidasi

Oksidator (zat yang mengalami reduksi) pada


reaksi tersebut adalah Fe2O3. Hasil reduksi
berupa Fe.

Reaksi oksidasi

Cr2O72(aq) + 2H+(aq) CrO42(aq) + H2O(A)


+6

Fe2O3(s) + 3CO(g) 2Fe(s) + 3CO2(g)

b.

2MnO4(aq) + 5H2S(aq) + 6H+(aq) 2Mn2+(aq) + 5S(s) + 8H2O(A)


+7

+6
Tidak terjadi perubahan bilangan oksidasi

+2

Reduksi
Oksidasi

2Fe2O3(A) + 2CO(aq) 4FeO(A) + 2CO2(g)


+3

+2
Reaksi reduksi

+2

Reaksi oksidasi

Oksidator (zat yang mengalami reduksi) pada


reaksi tersebut adalah MnO4. Hasil reduksi
berupa Mn2+.

+4

c.

Cu2O(s) + 2H+(aq) Cu(s) + Cu2+(aq) + H2O(A)


+1

0
Reduksi
Oksidasi

16

Reaksi Reduksi Oksidasi (Redoks)

+2

Oksidator (zat yang mengalami reduksi) pada


reaksi tersebut adalah Cu2O. Hasil reduksi
berupa Cu. Oleh karena reaksi tersebut
merupakan reaksi autoredoks maka zat yang
bertindak sebagai reduktor juga Cu2O.
3. a.

+5

+6

+6

+6

+6

Tidak terjadi perubahan bilangan oksidasi.


d.

Unsur yang mengalami oksidasi adalah Fe dan


S dalam SO2. Unsur yang mengalami reduksi
adalah O2.

Cl2 + 2KOH KCl + KClO + H2O


0

2)

4FeSO4(s) + O2(g) + 6H2O(A) 2Fe2O3 H2O(s) + 4H2SO4(aq)


+2 +6 8

+2 2

Oksidasi

2KCrO4 + H2SO4 K2SO4 + K2Cr2O7 + H2O

+1

Reduksi
Oksidasi

+2 +6 8

Reduksi

+5

Bilangan oksidasi Cl berubah dari +1 menjadi


1 dan +5 (reaksi autoredoks).

Oksidasi

Tidak terjadi perubahan bilangan oksidasi.


3NaClO 2NaCl + NaClO3
1

+4 4
Oksidasi

+2 +5

+1

c.

CuO + 2HNO2 Cu(NO3)2 + H2O


+2

b.

Fe(s) + SO2(g) + O2(g) FeSO4(s)

4. 1)

+6 6

+2 2

Reduksi

Unsur yang mengalami oksidasi adalah Fe dalam


FeSO4. Unsur yang mengalami reduksi adalah O2.
5.
2KMnO4 + 3H2SO4 + 5H2C2O4 K2SO4 + 2MnSO4 + 10CO2 + 8H2O
+7

+3

+2

+4

Reaksi reduksi
Reaksi oksidasi

Zat yang berperan sebagai oksidator adalah


KMnO 4 karena mengalami reduksi. H 2 C 2 O 4
berperan sebagai reduktor karena mengalami
oksidasi.

Bilangan oksidasi Cl berubah dari 0 menjadi


1 dan +1 (reaksi autoredoks).
e.

PbO2 + 2CO Pb + 2CO2


+4

+2

+4

Reaksi redoks dengan PbO2 sebagai oksidator


dan CO sebagai reduktor.
Jadi, reaksi autoredoks ditunjukkan oleh
persamaan reaksi b dan d.

A. Pilihan GAnda
1. Jawaban: b
Senyawa KClO3 tersusun dari K+ dan ClO3 yang
disebut ion klorat. Dengan demikian, KClO 3
bernama kalium klorat.
2. Jawaban: c
Fosfor pentaklorida tersusun dari atom fosfor (P)
dan lima atom Cl sehingga rumus kimianya PCl5.
3. Jawaban: b
Natrium nitrat terbentuk dari ion natrium dan ion
nitrat. Ion natrium merupakan kation dengan rumus
Na+. Sementara itu, ion nitrat merupakan anion
dengan rumus NO3. Jika ion Na+ bergabung
dengan ion NO3 akan membentuk senyawa
dengan rumus NaNO3.

4. Jawaban: c
a. PbI2 = timbal(II) iodida
b. FeS = besi(II) sulfida
c. LiF = litium fluorida
d. Mg(HCO3)2 = magnesium hidrogen karbonat
e. Ca(NO3)2 = kalsium nitrat
5. Jawaban: b
Rumus Kimia
a.
b.
c.
d.
e.

MgO
Mg3N2
Mg(CN) 2
Mg(NO 2)2
Mg(NO 3)2

Nama Kimia
Magnesium
Magnesium
Magnesium
Magnesium
Magnesium

oksida
nitrida
sianida
nitrit
nitrat

Kimia Kelas X

17

6. Jawaban: b
BO XeF4+ = +1
BO Xe + (4 BO F) =
BO Xe + (4 (1) =
BO Xe 4 =
BO Xe =

B.
+1
+1
+1
+5

7. Jawaban: d
1) S8
BO S = 0
2) H2S
BO S = 2
3) SO2
BO S = +4
4) K2SO4
BO S = +6
5) Na2S
BO S = 2

Uraian

1. a.

Tembaga(II) sulfat = CuSO4.


Bilangan oksidasi Cu = +2 karena CuSO4
terbentuk dari ion Cu2+ dan ion SO42.

b.

Kalsium nitrat = Ca(NO3)2.


Bilangan oksidasi Ca = +2 karena Ca(NO3)2
terbentuk dari ion Ca2+ dan ion NO3.

c.

Mangan(II) klorida = MnCl2.


Bilangan oksidasi Mn = +2 karena MnCl2
terbentuk dari ion Mn2+ dan ion Cl.

d.

Magnesium hipoklorit = Mg(ClO)2.


Bilangan oksidasi Mg = +2 karena Mg(ClO)2
terbentuk dari ion Mg2+ dan ion ClO.

e.

Amonium klorida = NH4Cl


Bilangan oksidasi NH4 = +1 karena NH4Cl
terbentuk dari ion NH4+ dan ion Cl.

8. Jawaban: e
Bilangan oksidasi O = 2 terdapat dalam senyawa
H2O, CO2, SO2, dan H2SO4.
Bilangan oksidasi O = 1 terdapat dalam senyawa
H2O2, Na2O2, dan BaO2.
Bilangan oksidasi O = +2 terdapat dalam senyawa
F2O.

2. Pasangan nama kimia dan rumus kimia yang tepat


berdasarkan tabel tersebut adalah a dan 4,
b dan 2, c dan 1, d dan 5, serta e dan 3.

9. Jawaban: d
Cr2O3(s) + 2Al(s) Al2O3(s) + 2Cr(s)

4. Ketika PbO dipanaskan di dalam blok arang, reaksi


2PbO + C 2Pb + CO2

+3

+3

3. a.
b.
c.
d.

+2

+4

Reduksi

Reduksi
Oksidasi

Jadi, perubahan bilangan oksidasi Cr terjadi dari


+3 menjadi 0.
10. Jawaban: e
CuSO4 terbentuk dari ion tembaga(II) dan ion sulfat
sehingga nama senyawa adalah tembaga(II) sulfat.
Cu2SO4 terbentuk dari ion tembaga(I) dan ion sulfat
sehingga nama senyawanya adalah tembaga(I)
sulfat.

18

K2S2O3 = kalium tiosulfat


Na2CO3 = natrium karbonat
SCl6 = belerang heksaklorida
NiPO4 = nikel(III) fosfat

Reaksi Reduksi Oksidasi (Redoks)

Oksidasi

a.
b.
c.

Reaktan yang mengalami reduksi adalah PbO.


Reaktan yang mengalami oksidasi adalah C.
Nama kimia PbO = timbal(II) oksida.

5. Perbedaan penamaan ion tersebut karena bilangan


oksidasi Fe berbeda. Dalam ion heksasianoferat(II),
Fe mempunyai bilangan oksidasi +2, sedangkan
dalam ion heksasianoferat(III), Fe mempunyai
bilangan oksidasi +3. Sebagai contoh saat ion
tersebut berikatan dengan kation lain, misal Na.
Senyawa yang terbentuk Na4Fe(CN)6 = natrium
heksasianoferat(II), Na 3 Fe(CN) 6 = natrium
heksasianoferat(III).

A. Pilihan GAnda
1. Jawaban: c
Reaksi oksidasi dapat diketahui dengan ciri
menangkap oksigen, melepas elektron, melepas
hidrogen, dan kenaikan bilangan oksidasi.
1) Fe2O3 menjadi FeO, melepas oksigen dan
perubahan bilangan oksidasi dari +3 menjadi
+2.
2) PbO 2 menjadi Pb, melepas oksigen dan
penurunan bilangan oksidasi dari +4 menjadi
0.
3) Zn menjadi ZnO, menangkap oksigen dan
kenaikan bilangan oksidasi dari 0 menjadi +2.
4) NaNO3 menjadi NaNO2, melepas oksigen dan
penurunan bilangan oksidasi N dari +5 menjadi
+3.
5) Cr2O72 menjadi CrO42, tidak terjadi perubahan
bilangan oksidasi.
2. Jawaban: d
Reaksi reduksi merupakan reaksi yang
melepaskan oksigen.
1) 2H2(g) + O2(g) 2H2O(A)
Reaksi ini termasuk reaksi oksidasi karena
mengalami penggabungan oksigen.
2) 2Fe2O3(aq) + 3C(s) 4Fe(s) + 3CO2(g)
Reaksi ini termasuk reaksi redoks.
Fe 2 O 3 melepas oksigen membentuk Fe
(reaksi reduksi). Atom C mengalami
penggabungan oksigen membentuk CO 2
(reaksi oksidasi).
3) CS2(aq) + 3O2(g) CO2(g) + 2SO2(g)
Reaksi ini termasuk reaksi oksidasi karena
CS2 mengalami penggabungan oksigen.
4) 2KClO3(aq) 2KCl(aq) + 3O2(g)
Reaksi ini termasuk reaksi reduksi karena
KClO3 melepas oksigen menjadi KCl.
5) CH4(aq) + 2O2(g) CO2(g) + 2H2O(A)
Reaksi ini termasuk reaksi oksidasi karena
CH4 mengalami penggabungan O2.
3. Jawaban: a
1) Cu(s) + Br2(g) CuBr2(s)
0

+2 1

Oksidasi
Reduksi

Reaksi ini termasuk reaksi redoks.

2)

Cu(s) + 2AgNO3(aq) Cu(NO3)2(aq) + 2Ag(s)


0

+1

+2

Oksidasi
Reduksi

Reaksi ini termasuk reaksi redoks.


3)

Cu(OH)2(aq) + 2HCl(aq) CuCl2(aq) + 2H2O(A)


+2

+2 1

Tetap
Tetap

Reaksi ini bukan termasuk reaksi redoks


melainkan reaksi netralisasi.
4)

Cu(NO3)2(aq) + K2CO3(aq) CuCO3(s) + 2KNO3(aq)


+2
+1
+2
+1
Tetap
Tetap

Reaksi ini bukan termasuk reaksi redoks


melainkan reaksi dekomposisi.
Jadi, reaksi yang termasuk reaksi redoks
ditunjukkan oleh nomor 1) dan 2).
4. Jawaban: b
1) NH4OH + HCl NH4Cl + H2O, bukan reaksi
redoks.
Reduksi

2)

Mg + 2HCl MgCl2 + H2
0

+1

+2

Oksidasi

Reaksi tersebut termasuk reaksi redoks.


3)

KI + AgNO3 AgI + KNO3, bukan reaksi


redoks.

4)

Na2SO4 + 2KCl 2NaCl + K2SO4, bukan


reaksi redoks.

5)

CaCO 3 (s) CaO(s) + CO 2 (g), reaksi


penguraian tidak termasuk redoks.

5. Jawaban: e
Hg(NO3)2(aq) + Sn(s) Hg(s) + Sn(NO3)2(aq)
+2

+2

Reaksi reduksi
Reaksi oksidasi

6. Jawaban: b
1) Bilangan oksidasi AlBr3 = 0
BO Al + (3 BO Br) = 0
3 + (3 BO Br) = 0
BO Br = 1
Kimia Kelas X

19

2)

Bilangan oksidasi BrO4 = 1


BO Br + (4 BO O) = 1
BO Br + (4 (2)) = 1
BO Br 8 = 1
BO Br = +7

3)

Bilangan oksidasi PbBr4 = 0


BO Pb + (4 BO Br)= 0
4 + (4 BO Br) = 0
BO Br = 1

4)

5)

Jadi, bilangan oksida Br terendah adalah 1


terdapat dalam senyawa NaBr.
9. Jawaban: c
1) a) BO Na2S2O3 = 0

Bilangan oksidasi BrO2 = 1


BO Br + (2 BO O) = 1
BO Br + (2 (2)) = 1
BO Br 4 = 1
BO Br = +3

(2 BO Na) + (2 BO S) + (3 BO O) = 0
(2 1) + (2 BO S) + (3 (2)) = 0
2 + 2 BO S 6 = 0
BO S = +2

Bilangan oksidasi BrO = 1


BO Br + BO O = 1
BO Br 2 = 1
BO Br = +1
Jadi, atom Br yang memiliki bilangan oksidasi
paling tinggi terdapat pada senyawa HBrO4.

5)

7. Jawaban: a
K2Cr2O7 + 14HCl 2KCl + 2CrCl3 + 3Cl2 + 7H2O
+6

+3

8. Jawaban: c
1) Natrium bromit = NaBrO2.
Bilangan oksidasi NaBrO2 = 0
(1 BO Na) + (1 BO Br) + (2 BO O) = 0
(1 1) + BO Br + (2 (2)) = 0
1 + BO Br 4 = 0
BO Br = +3
2) Natrium bromat = NaBrO3.
Bilangan oksidasi NaBrO3 = 0
(1 BO Na) + (1 BO Br) + (3 BO O) = 0
(1 1) + BO Br + (3 (2)) = 0
1 + BO Br 6 = 0
BO Br = +5
3) Natrium bromida = NaBr.
Bilangan oksidasi NaBr = 0
(1 BO Na) + (1 BO Br) = 0
(1 1) + BO Br = 0
BO Br = 1

20

Natrium perbromat = NaBrO4.


Bilangan oksidasi NaBrO4 = 0
(1 BO Na) + (1 BO Br) + (4 BO O) = 0
(1 1) + BO Br + (4 (2)) = 0
1 + BO Br 8 = 0
BO Br = +7
Reaksi Reduksi Oksidasi (Redoks)

b)

BO SO3 = 0
BO S + (3 BO O) = 0
BO S + (3 (2)) = 0
BO S 6 = 0
BO S = +6

c)

BO Na2S = 0
(2 BO Na) + BO S = 0
(2 1) + BO S = 0
BO S = 2

a)

BO H2S = 0
(2 BO H) + BO S = 0
(2 1) + BO S = 0
BO S = 2

b)

BO H2SO3 = 0
(2 BO H) + BO S + (3 BO O) = 0
(2 1) + BO S + (3 (2)) = 0
2 + BO S 6 = 0
BO S = +4

c)

BO CuSO4 = 0
BO Cu + BO S + (4 BO O) = 0
2 + BO S + (4 (2)) = 0
2 + BO S 8 = 0
BO S = +6

a)

BO NaHSO4 = 0

Atom Cr mengalami perubahan bilangan oksidasi


dari +6 menjadi +3. Atom Cl mengalami perubahan
bilangan oksidasi dari 1 menjadi 0.

4)

Natrium hipobromit = NaBrO.


Bilangan oksidasi NaBrO = 0
(1 BO Na) + (1 BO Br) + (1 BO O) = 0
(1 1) + BO Br + (1 (2)) = 0
1 + BO Br 2 = 0
BO Br = +1

2)

3)

BO Na + BO H + BO S + (4 BO O) = 0
1 + 1 + BO S + (4 (2)) = 0
2 + BO S 8 = 0
BO S = +6

b)

BO SO3 = 0
BO S + (3 BO O) = 0
BO S + (3 (2)) = 0
BO S 6 = 0
BO S = +6

c)

12. Jawaban: d

BO H2S2O7 = 0
(2 BO H) + (2 BO S) + (7 BO O) = 0
(2 1) + (2 BO S) + (7 (2)) = 0
2 + 2 BO S 14 = 0

Oksidasi

Cl 2 + 2KOH KCl + KClO + H 2O


0

2 BO S = 12
BO S = +6

4)

a)
b)

BO S dalam Na2SO3 = +2
BO H3S2O7 = 0
(3 BO H) + (2 BO S) + (7 BO O) = 0
(3 1) + (2 BO S) + (7 (2)) = 0
3 + 2 BO S 14 = 0
BO S = +

5)

c)

BO S dalam H2S = 2

a)

BO SO2 = 0
BO S + (2 BO O)= 0
BO S + (2 (2)) = 0
BO S 4 = 0
BO S = +4

b)
c)

11
2

c.

2 BO S = 0
BO S = +4

d.

10. Jawaban: d
Oksidasi

3Cl2 + 6OH 5Cl + ClO3 + 3H2O


0

2 +1

+5 2

+1 2

Reduksi

Reaksi autoredoks terjadi pada Cl2 yang bilangan


oksidasinya berubah dari 0 menjadi 1 dan +5.
11. Jawaban: b
Oksidator merupakan zat yang mengalami reaksi
reduksi (mengalami penurunan bilangan oksidasi).
2HBr + H2SO4 Br2 + SO2 + 2H2O
1

+6

+4

Oksidasi
Reduksi

Jadi, zat yang merupakan oksidator adalah H2SO4.


Sementara itu, HBr merupakan reduktor
(mengalami oksidasi).

+1 2

13. Jawaban: c
a. PF3
BO PF3 = 0
BO P + (3 BO F) = 0
BO P + (3 (1)) = 0
BO P 3 = 0
BO P = +3

BO Na + BO H + BO S + (3 BO O) = 0

Jadi, atom belerang dengan bilangan oksidasi yang


sama terdapat dalam senyawa NaHSO4, SO3, dan
H2S2O7.

+1 +1 2

Zat yang mengalami autoredoks adalah Cl2 dengan


perubahan bilangan oksidasi dari 0 menjadi 1 dan
+1.

BO S dalam Na2SO3 = +2
BO NaHSO3 = 0

2 + BO S 6 = 0

+1 1

Reduksi

b.

1 + 1 + BO S) + (3 (2)) = 0

+1 2 +1

e.

PCl5
BO PCl5 = 0
BO P + (5 BO Cl) = 0
BO P + (5 (1)) = 0
BO P 5 = 0
BO P = +5
PH4Br
BO PH4Br = 0
BO P + (4 BO H) + BO Br = 0
BO P + (4 1) + (1) = 0
BO P = 3
POBr
BO POBr = 0
BO P + BO O + (3 BO Br) = 0
BO P + (2) + (3 (1)) = 0
BO P 2 3 = 0
BO P = +5
Ca3(PO4)2 = 0
BO PO4 = 3
BO P + (4 BO O)= 3
BO P + (4 (2)) = 3
BO P 8 = 3
BO P = +5

14. Jawaban: d
BO NaHCrO4 = 0
BO Na + BO H + BO Cr + (4 BO O) = 0
1 + 1 + BO Cr + (4 (2)) = 0
2 + BO Cr 8 = 0
BO Cr = +6

Kimia Kelas X

21

15. Jawaban: b
CuS + NO3 Cu2+ + S + NO
+5

19. Jawaban: c
Reaksi koproporsionasi merupakan reaksi redoks
dengan hasil reduksi dan hasil oksidasi merupakan
unsur yang sama.

+2

Bilangan oksidasi N berubah dari +5 menjadi +2.


Jadi, bilangan oksidasi N turun 3 tingkat.

2N2 + 3O2 2N2O3

a.

+3 2
Reduksi

16. Jawaban: b

Oksidasi

MnO2+ 2NaCl + 2H2SO4 MnSO4 + Na2SO4 + 2H2O + Cl2


+4

+2

Reaksi ini bukan reaksi koproporsionasi


karena unsur yang menjadi hasil reduksi dan
hasil oksidasinya berbeda.

Reduksi
Oksidasi

Oksidator
Reduktor
Hasil oksidasi
Hasil reduksi

= MnO2
= NaCl
= Cl2
= MnSO4

Zn + 2HCl ZnCl2 + H2

b.

+2

Reduksi

Reaksi ini bukan reaksi koproporsionasi.

Sr(s) + 2H2O(A) Sr2+(aq) + 2OH(aq) + H2(g)


+1

+2

Oksidasi

17. Jawaban: d
0

+1

2H2S + SO2 2H2O + 3S

c.

+4

Reduksi
Oksidasi

Sr mengalami oksidasi dengan perubahan bilangan


oksidasi dari 0 menjadi +2.
H 2O mengalami reduksi dengan perubahan
bilangan oksidasi dari +1 menjadi 0.
Dengan demikian, Sr bertindak sebagai reduktor
dan H2O sebagai oksidator.
18. Jawaban: e
1) Cr dalam K2Cr2O7
BO K2Cr2O7 = 0
(2 BO K) + (2 BO Cr) + (7 BO O) = 0
(2 1) + 2 BO Cr + (7 (2)) = 0
2 + 2 BO Cr 14 = 0
2 BO Cr = 12
BO Cr = +6
2) Cr dalam Cr2O3
BO Cr2O3 = 0
(2 BO Cr) + (3 BO O) = 0
2 BO Cr + (3 (2)) = 0
2 BO Cr 6 = 0
BO Cr = +3
3) Cr dalam K2CrO4
BO K2CrO4 = 0
(2 BO K) + BO Cr + (4 BO O) = 0
(2 1) + BO Cr + (4 (2)) = 0
2 + BO Cr 8 = 0
BO Cr = +6

4) Cr dalam Cr2(OH)4
BO Cr2(OH)4 = 1
BO Cr + (4 BO OH) = 1
BO Cr + (4) = 1
BO Cr = +3
Jadi, kromium dengan bilangan oksidasi sama
terdapat pada senyawa Cr2O3 dan Cr2(OH)4.
22

Reaksi Reduksi Oksidasi (Redoks)

Reaksi ini termasuk reaksi koproporsionasi.


Unsur S bertindak sebagai hasil reduksi
sekaligus sebagai hasil oksidasi.
6ClO2 + 3H2O 5HClO3 + HCl

d.

+4

+5

Oksidasi
Reduksi

Reaksi ini bukan reaksi koproporsionasi


melainkan reaksi disproporsionasi. Unsur Cl
bertindak sebagai oksidator sekaligus
reduktor.
Fe + 2AgNO3 2Ag + Fe(NO3)2

e.

+1

+2

Reduksi
Oksidasi

Reaksi ini bukan reaksi koproporsionasi.


20. Jawaban: b
2Na + H2SO4 Na2SO4 + H2
0

+1
+1
Oksidasi
Reduksi

Na teroksidasi dan H2SO4 tereduksi. Na2SO4


merupakan hasil oksidasi dari H2 merupakan hasil
reduksi.
21. Jawaban: b
MnO2 + 4HCl Mn 2+ + Cl2 + H2O
+4

+2

Tereduksi (oksidator)
Teroksidasi (reduktor)

22. Jawaban: e
Amonia = NH3
Bilangan oksidasi NH3 = 0
(1 BO N) + (3 BO H) = 0
BO N + (3 1) = 0
BO N = 3
Asam nitrat = HNO3
Bilangan oksidasi HNO3 = 0
(1 BO H) + (1 BO N) + (3 BO O) = 0
(1 1) + BO N + (3 (2)) = 0
1 + BO N 6 = 0
BO N = +5
Kalium nitrat = KNO3
Bilangan oksidasi KNO3 = 0
(1 BO K) + (1 BO N) + (3 BO O) = 0
(1 1) + BO N + (3 (2)) = 0
1 + BO N 6 = 0
BO N = +5
Amonium klorida = NH4Cl
Bilangan oksidasi NH4Cl = 0
(1 BO N) + (4 BO H) + (1 BO Cl)= 0
(1 BO N) + (4 1) + (1 (1)) = 0
BO N + 4 1 = 0
BO N = 3
Dinitrogen trioksida = N2O3
Bilangan oksidasi N2O3 = 0
(2 BO N) + (3 BO O) = 0
(2 BO N) + (3 (2)) = 0
(2 BO N) 6 = 0
2 BO N = +6
BO N = +3
Jadi, nitrogen mempunyai bilangan oksidasi +3
pada senyawa dinitrogen trioksida.
23. Jawaban: d
3H 2 S + 2HNO 3 2NO + 3S + 4H 2 O
2

+5

+2

Reaksi oksidasi
Reaksi reduksi

Dalam reaksi H2S bertindak sebagai reduktor


karena mengalami oksidasi, sedangkan HNO3
bertindak sebagai oksidator karena mengalami
reduksi.
24. Jawaban: e
Aluminium sulfat tersusun dari unsur logam
aluminium (Al) dan ion sulfat (SO42). Rumus
kimianya ditulis Al2(SO4)3.

25. Jawaban: d
Reaksi disproporsionasi adalah reaksi redoks jika
reduktor dan oksidator dalam reaksi redoks
tersebut merupakan unsur yang sama. Dengan
demikian, ion-ion yang dapat mengalami reaksi
disproporsionasi dapat mengalami kenaikan atau
penurunan bilangan oksidasi.
Bilangan oksidasi ClO = 1
(1 BO Cl) + (1 BO O) = 1
BO Cl + (1 (2)) = 1
BO Cl = +1
Bilangan oksidasi ClO4 = 1
(1 BO Cl) + (4 BO O)= 1
BO Cl + (4 (2)) = 1
BO Cl = +7
Bilangan oksidasi Cl = 1
Jadi, ion-ion yang tidak dapat mengalami reaksi
disproporsionasi adalah Cl dan ClO4.
26. Jawaban: e
a. K3SbO4
b. K3SbO3
c. H3SbO4
d. Ca3(SbO3)2
e. Ca3(SbO4)2

= kalium antimonat
= kalium antimonit
= asam antimonat
= kalsium antimonit
= kalsium antimonat

27. Jawaban: c
Rumus Kimia
a.
b.
c.
d.
e.

AlBr3
MgSO4
CaSiO3
KClO3
SiO2

Nama Kimia
Aluminium bromida
Magnesium sulfat
Kalsium silikat
Kalium klorat
Silikon dioksida

28. Jawaban: e
Timah(IV) sulfat tersusun dari Sn4+ dan SO42.
Untuk membentuk senyawa netral ion SO42 yang
berikatan dengan Sn4+ berjumlah dua. Jadi, rumus
timah(IV) sulfat adalah Sn(SO4)2.
29. Jawaban: d
Besi(III) sulfat tersusun dari Fe3+ dan SO42. Rumus
kimia senyawa tersebut ditulis Fe2(SO4)3.
30. Jawaban: b
Pasangan rumus kimia dan namanya yang tepat
sebagai berikut.
H3PO4 = asam fosfat
H3PO3 = asam fosfit
Ca(ClO3)2 = kalsium klorat
NH4NO2 = amonium nitrit
Kimia Kelas X

23

4. Jawaban:
a. BO SF6 = 0

NH4NO3 = amonium nitrat


Cu2O = tembaga(II) oksida
CuO = tembaga(I) oksida
H3AsO3 = asam arsenit
H3AsO4 = asam arsenat
B.

Uraian

1. a.
b.
c.
d.
2. a.

5C2O42 10CO2 + 10e


Melepas sepuluh elektron reaksi oksidasi.
2MnO4 + 16H+ + 10e 2Mn2+ + 8H2O
Menerima sepuluh elektron reaksi reduksi.
H2O2 O2 + 2H+ + 2e
Melepas dua elektron reaksi oksidasi.
Cr2O72 + 14H+ + 6e 2Cr3+ + 7H2O
Menerima enam elektron reaksi reduksi.

b.

c.

2SnO2 + 2C 2Sn + 2CO2


+4

+4

Reduksi
Oksidasi

d.

Zat pengoksidasi (oksidator) = SnO2


Zat pereduksi (reduktor) = C
a.

6CO2 + 12H2S C6H12O6 + 6H2O + 12S


+4

Reduksi
Oksidasi

e.

Zat pengoksidasi (oksidator) = CO2


Zat pereduksi (reduktor) = H2S
3. a.

+3

+2

Reaksi oksidasi
Reaksi reduksi

5. a.

Termasuk reaksi redoks.


b.

2KClO3(aq) + 3S(s) 2KCl(aq) + 3SO2(g)


+5

+4

Reaksi reduksi

b.
c.
6. a.

Reaksi oksidasi

2 BO Fe + (3 BO SO32) = 0
2 BO Fe + (3 (2)) = 0
2 BO Fe = 6
BO Fe = +3
KMnO4
BO KMnO4 = 0

CrCl3

1 +6 2

+2 +6 2

1 2

AlBr3
MgC2O4

3Br2 + 6NaOH 5NaBr + NaBrO3 + 3H2O


1

+5

Reaksi oksidasi

+5

Reaksi reduksi
Reaksi oksidasi

Reaksi termasuk reaksi redoks (koproporsionasi).

Reaksi Reduksi Oksidasi (Redoks)

Hasil oksidasi: NaBrO3


Hasil reduksi: NaBr

+4 2

5KI(aq) + KIO3(aq) + 3H2SO4(aq) 3K2SO4(aq) + 3I2(g) + 3H2O(A)


1

d.
e.

ZnSO4
Ti2(CO3)3

Reaksi reduksi

Tidak terjadi perubahan bilangan oksidasi,


bukan reaksi redoks.

24

BO Ca + (2 BO Cl) + (6 BO O) = 0
2 + 2(BO Cl) + (6 (2)) = 0
2 + 2 BO Cl 12 = 0
2 BO Cl = 10
BO Cl = +5
Fe2(SO3)3
BO Fe2(SO3)3 = 0

CuCO 3 (aq) + H 2 SO 4 (aq) CuSO 4 (aq) + H 2 O(A) + CO 2 (aq)


+2 +4 2

d.

(3 BO H) + BO P + (4 BO O) = 0
(3 1) + BO P + (4 (2)) = 0
3 + BO P 8 = 0
BO P = +5
Ca(ClO3)2
BO Ca(ClO3)2 = 0

Termasuk reaksi redoks.


c.

=0
=0
=0
= +6

BO K + BO Mn + (4 BO O) = 0
1 + BO Mn + (4 (2)) = 0
1 + BO Mn 8 = 0
BO Mn = +7

H2S(g) + 2FeCl3(aq) 2FeCl2(aq) + 2HCl(aq) + S(s)


2

BO S + (6 BO F)
BO S + (6 (1))
BO S 6
BO S
BO H3PO4 = 0

b.

CaH2(s) + 4H2O(A) Ca(OH)4(aq) + 2H2(g)


1

+1

+1

Reaksi reduksi
Reaksi oksidasi

Hasil oksidasi: Ca(OH)2


Hasil reduksi: H2

7. a.

BO KClO3 = 0
BO K + BO Cl + (3 BO O) = 0
1 + BO Cl + (3 (2)) = 0
1 + BO Cl 6 = 0
BO Cl = +5

4AgClO3 + 3Cl2 4AgCl + 6ClO2


+5

Penurunan bilangan oksidasi sebesar 6

b.

As2O3 + 6Zn +12OH 2AsH3 + 6ZnO22 + 3H2O


+3

BO KClO4 = 0
BO K + BO Cl + (4 BO O) = 0
1 + BO Cl + (4 (2)) = 0
1 + BO Cl 8 = 0
BO Cl = +7
Nama:
KClO2 = kalium klorit
KClO3 = kalium klorat
KClO4 = kalium perklorat

Penurunan bilangan oksidasi sebesar 6

c.

CH4 + 2O2 CO2 + 2H2O

+4

Kenaikan bilangan oksidasi sebesar +8

d.

Cl2 + IO3 + 2OH IO4 + 2Cl + H2O


+5

+7

Kenaikan bilangan oksidasi sebesar +2

8. a.

K2Cr2O7 + 3H2C2O4 + 4H2SO4 Cr2(SO4)3 + 7H2O + 6CO2 + K2SO4


+6

+3

+3

c.

BO K2MnO4 = 0
(2 BO K) + BO Mn + (4 BO O) = 0
(2 1) + BO Mn + (4 (2)) = 0
2 + BO Mn 8 = 0
BO Cl = +6

+4

Reaksi reduksi
Reaksi oksidasi

Oksidator: K2Cr2O7
Reduktor: H2C2O4
b.

BO KMnO4 = 0
BO K + BO Mn + (4 BO O)
1 + BO Mn + (4 (2))
1 + BO Mn 8
BO Cl
Nama:
K2MnO4 = kalium manganat(VI)
KMnO4 = kalium manganat(VII)

2MnO 4 + 10I + 8H 2O 2Mn 2+ + 16OH + 5I 2


+7

+2

Reaksi reduksi
Reaksi oksidasi

Oksidator: 2MnO4
Reduktor: I
9. a.

b.

BO CaSO3 = 0
BO Ca + BO S + (3 BO O)
2 + BO S + (3 (2))
2 + BO S 6
BO S
BO CaSO4 = 0
BO Ca + BO S + (4 BO O)
2 + BO S + (4 (2))
2 + BO S 8
BO S
Nama:
CaSO3 = kalsium sulfit
CaSO4 = kalsium sulfat

=0
=0
=0
= +4
=0
=0
=0
= +3

K2MnO4 dan KMnO4

=0
=0
=0
= +7

10. 2FeCl2 + Cl2 2FeCl3


+2

+3 1
Oksidasi
Reduksi

Reaksi tersebut tidak dapat dikategorikan reaksi


koproporsionasi meskipun hasil oksidasi dan
reduksinya sama yaitu FeCl3. Hal ini karena hasil
oksidasi berupa unsur Fe dalam senyawa FeCl3,
sedangkan hasil reduksi berupa unsur Cl dalam
senyawa FeCl3. Jadi, meskipun senyawa hasil
oksidasi dan hasil reduksi sama, tetapi unsurnya
berbeda.

KClO2, KClO3, dan KClO4


BO KClO2 = 0
BO K + BO Cl + (2 BO O) = 0
1 + BO Cl + (2 (2)) = 0
1 + BO Cl 4 = 0
BO Cl = +3

Kimia Kelas X

25

terionisasi sehingga tidak dapat menghantarkan


arus listrik.

A. Pilihlah jawaban yang tepat!


1. Jawaban: e
Larutan yang dapat menghantarkan arus listrik
merupakan larutan elektrolit, misal larutan garam
dapur. Urea, alkohol, etanol, dan gula pasir
merupakan larutan nonelektrolit. Larutan nonelektrolit tidak dapat menghantarkan arus listrik.
2. Jawaban: a
Larutan kalium hidroksida bersifat basa kuat
sehingga termasuk larutan elektrolit kuat. Ciri-ciri
larutan elektrolit kuat sebagai berikut.
1) Terionisasi sempurna dalam air sehingga
derajat ionisasi () = 1.
2) Dapat menghantarkan arus listrik.
3) Menghasilkan banyak gelembung.
4) Nyala lampu terang.
3. Jawaban: d
Larutan elektrolit kuat ditandai dengan lampu
menyala terang dan adanya banyak gelembung
gas. Larutan ini ditunjukkan oleh nomor (5). Larutan
elekrolit lemah ditandai dengan nyala lampu redup
atau tidak menyala (padam) dan adanya sedikit
atau banyak gelembung gas. Larutan ini
ditunjukkan oleh nomor (2), (3), dan (4). Larutan
nonelektrolit ditandai dengan lampu tidak menyala
(padam) dan tidak ada gelembung gas. Larutan ini
ditunjukkan oleh nomor (1).
4. Jawaban: d
Jumlah mol zat mula-mula = 0,8 mol
Jumlah mol zat yang terionisasi = 0,3 mol
=

 
  
 
 




=  = 0,375
Zat Y merupakan elektrolit lemah karena
mempunyai derajat ionisasi 0 < < 1.
5. Jawaban: d
Senyawa ion merupakan senyawa yang dapat
menghantarkan arus listrik dalam keadaan lelehan
dan larutan. Hal ini karena dalam keadaan lelehan
dan larutan senyawa ion dapat terurai menjadi ion
positif dan ion negatif yang bergerak bebas
sehingga dapat menghantarkan arus listrik. Dalam
keadaan padat atau kristal, senyawa ion tidak

26

Ulangan Tengah Semester

6. Jawaban: a
Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang terionisasi sempurna dalam air, misal NaCl dan
H2SO4. Larutan elektrolit lemah akan terionisasi
sebagian dalam air, misal NH4OH dan CH3COOH.
Larutan nonelektrolit adalah larutan yang tidak
terionisasi dalam air, misal CO(NH 2) 2. Jadi,
pasangan larutan elektrolit kuat dan nonelektrolit
secara berturut-turut adalah NaCl dan CO(NH2)2.
7. Jawaban: d
Larutan nonelektrolit tidak dapat menyalakan
lampu dan tidak menghasilkan gelembung gas.
Larutan nonelektrolit ditunjukkan oleh nomor 3).
Larutan elektrolit lemah menghasilkan sedikit
gelembung gas dan nyala lampu redup atau lampu
padam. Larutan elektrolit lemah ditunjukkan oleh
nomor 4) dan 5). Larutan elektrolit kuat
menghasilkan banyak gelembung gas dan nyala
lampu terang. Larutan elektrolit kuat ditunjukkan
oleh nomor 1) dan 2).
8. Jawaban: c
Senyawa yang menghasilkan jumlah ion paling
banyak jika dilarutkan dalam air adalah senyawa
yang bersifat elektrolit kuat. Senyawa yang bersifat
elektrolit lemah yaitu H 3 PO 4 dan Mg(OH) 2 .
Senyawa yang bersifat elektrolit kuat yaitu NaI,
BaF2, dan AlCl 3. Senyawa-senyawa tersebut
merupakan senyawa ion. Senyawa ion akan
mengalami ionisasi sempurna jika dilarutkan dalam
air. Adapun ionisasinya sebagai berikut.
NaI(aq) Na+(aq) + I(aq)
(2 ion)
2+

BaF2(aq) Ba (aq) + 2F (aq)


(3 ion)
3+

AlCl3(aq) Al (aq) + 3Cl (aq)


(4 ion)
Jadi, AlCl3 menghasilkan jumlah ion paling banyak
ketika dilarutkan dalam air.
9. Jawaban: e
Air laut, air sungai, dan air hujan mengandung
partikel-partikel zat terlarut yang dapat mengalami
ionisasi sehingga ketiga jenis air tersebut termasuk
larutan elektrolit. Hal ini ditandai dengan menyalanya lampu pada alat uji elektrolit.

10. Jawaban: a
H2SO4 merupakan senyawa kovalen polar. Dalam
bentuk murni, H2SO4 tidak dapat menghantarkan
arus listrik. Oleh karena itu, lampu pada alat uji
elektrolit tidak akan menyala dan tidak terbentuk
gelembung gas. KBr merupakan senyawa ion yang
mampu menghantarkan arus listrik dalam bentuk
lelehan dan larutan. Jika diuji dengan alat uji
elektrolit, lelehan KBr akan menyalakan lampu
dengan terang dan terbentuk banyak gelembung
gas.
11. Jawaban: b
Air limbah yang dapat menghantarkan arus listrik
paling baik ditandai dengan nyala lampu yang
terang, banyak gelembung gas, serta memiliki
derajat ionisasi sama dengan 1. Air limbah ini
ditunjukkan oleh R dan T.
12. Jawaban: a
Larutan nonelektrolit merupakan larutan yang tidak
dapat menghantarkan arus listrik. Di antara larutan
tersebut yang merupakan larutan nonelektrolit yaitu
urea (CO(NH2)2). Sementara itu, asam fluorida (HF),
seng klorida (ZnCl2), natrium asetat (CH3COONa),
dan barium hidroksida (Ba(OH)2) merupakan larutan
elektrolit (dapat menghantarkan arus listrik).
13. Jawaban: d
Saat arus listrik dilewatkan melalui lelehan barium
iodida, akan terjadi proses elektrolisis. Barium
iodida akan terionisasi menjadi ion barium (Ba2+)
dan ion iodida (I). Ion barium akan bergerak
menuju elektrode negatif (katode) dan menangkap
elektron dari katode. Ion iodida akan bergerak
menuju elektrode positif (anode) dan melepas
elektron ke anode.
14. Jawaban: b
Asam asetat adalah larutan elektrolit lemah yang
terionisasi sebagian dalam air. Asam asetat
memiliki derajat ionisasi 0 < < 1. Kalium
hidroksida adalah larutan elektrolit kuat yang
terionisasi sempurna dalam air. Derajat ionisasi
kalium hidroksida () = 1. Kalium hidroksida
menghasilkan jumlah ion lebih banyak daripada
asam asetat meskipun konsentrasinya sama. Oleh
karena itu, kalium hidroksida menghantarkan arus
listrik lebih baik daripada asam asetat.
15. Jawaban: e
Senyawa BaCl 2 merupakan senyawa ionik.
Senyawa ionik dalam bentuk padatannya tidak dapat
menghantarkan arus listrik. Bentuk lelehannya dapat
menghantarkan arus listrik karena ion-ionnya dapat
bergerak bebas. Dalam bentuk larutan, senyawa
ionik akan terionisasi sempurna dalam air sehingga
dapat menghantarkan arus listrik.

16. Jawaban: c
Reaksi reduksi merupakan reaksi yang ditandai
dengan penangkapan elektron, penurunan bilangan
oksidasi, atau pelepasan oksigen.
1) C2O42 2CO2 + 2e
+3 2
+4 2
Oksidasi

2)

Al3+ + 3e Al
+3

0
Reduksi

3)

Pb2+ + 2e Pb
+2

0
Reduksi

4)

Ca Ca2+ + 2e
0
+2
Oksidasi

17. Jawaban: a
a. Bilangan oksidasi KCl = 0
(1 BO K) + (1 BO Cl) = 0
(1 (+1)) + BO Cl = 0
BO Cl = 1
b. Bilangan oksidasi NaClO = 0
(1 BO Na) + (1 BO Cl) + (1 BO O) = 0
(1 (+1)) + BO Cl + (1 (2)) = 0
1 + BO Cl + (2) = 0
BO Cl = +1
c. Bilangan oksidasi HClO2 = 0
(1 BO H) + (1 BO Cl) + (2 BO O) = 0
(1 (+1)) + (BO Cl) + (2 (2) = 0
1 + BO Cl + (4) = 0
BO Cl = +3
d. Bilangan oksidasi Ba(ClO3)2 = 0
(1 BO Ba) + (2 BO Cl) + (6 BO O) = 0
(1 (+2)) + (2 BO Cl) + (6 (2)) = 0
2 + 2 BO Cl + (12) = 0
BO Cl = +5
e. Bilangan oksidasi KClO4 = 0
(1 BO K) + (1 BO Cl) + (4 BO O) = 0
(1 (+1)) + (BO Cl) + (4 (2)) = 0
1 + BO Cl + (8) = 0
BO Cl = +7
18. Jawaban: c
Besi yang tidak dapat dioksidasi lagi artinya besi
mempunyai bilangan oksidasi tertinggi dan tidak
dapat mengalami kenaikan bilangan oksidasi lagi.
Berdasarkan harga bilangan oksidasi yang dimiliki
besi, besi yang tidak dapat dioksidasi lagi adalah
besi yang mempunyai bilangan oksidasi +3. Besi
dalam bentuk unsur mempunyai bilangan oksidasi
0 (nol), sedangkan dalam bentuk senyawa besi
mempunyai bilangan oksidasi +2 dan +3.
Bilangan oksidasi Fe dalam Fe = 0
Bilangan oksidasi Fe dalam FeCl2 = +2
Bilangan oksidasi Fe dalam Fe2O3 = +3
Kimia Kelas X

27

Bilangan oksidasi Fe dalam FeSO4 = +2


Bilangan oksidasi Fe dalam Fe(NO3)2 = +2
Jadi, besi yang tidak dapat dioksidasi lagi terdapat
dalam senyawa Fe2O3.
19. Jawaban: a
a. 2HCl(aq) + Mg(s) MgCl2(aq) + H2(g)
+1 1

+2 1

4)
5)

BO N dalam N 2O 3 = +3 N 2O 3 dapat
mengalami reaksi disproporsionasi
BO N dalam N 2O 4 = +4 N 2O 4 dapat
mengalami reaksi disproporsionasi

22. Jawaban: d
2NO2 + H2O HNO3 + HNO2
+4 2

Reduksi

+12

Reaksi tersebut merupakan reaksi reduksi dan


oksidasi (redoks).
Na2O(s) + H2O(A) 2NaOH(aq)
+1 2

c.

d.

+1 2

+1 2 +1

+1 +42

Tidak terjadi perubahan bilangan oksidasi


(bukan reaksi redoks).
CaO(s) + SO3(g) CaSO4(s)
+2 2

e.

+1 2

Tidak terjadi perubahan bilangan oksidasi


(bukan reaksi redoks).
CO2(g) + H2O(A) H2CO3(aq)
+4 2

+6 2

+2 +6 2

Tidak terjadi perubahan bilangan oksidasi


(bukan reaksi redoks).
NH3(g) + HCl(aq) NH4Cl(s)
3 +1

+1 1

3 +1 1

Tidak terjadi perubahan bilangan oksidasi


(bukan reaksi redoks).
20. Jawaban: b
Cl2 + 2OH Cl + ClO + H2O
0

2 +1

+1 2

+1 2

reduksi
oksidasi

Zat yang mengalami reaksi autoredoks adalah Cl2


karena mengalami reaksi reduksi (bilangan oksidasi
0 menjadi 1) dan reaksi oksidasi (bilangan oksidasi
0 menjadi +1).
21. Jawaban: c
Reaksi disproporsionasi merupakan reaksi yang
mempunyai oksidator dan reduktor sama, artinya
atom yang mengalami reaksi oksidasi dan reduksi
adalah atom yang sama. Dengan demikian, atom
N yang mengalami reaksi disproporsionasi tidak
boleh mempunyai bilangan oksidasi minimum
(3) atau maksimum (+5).
1) BO N dalam N2 = 0 N2 dapat mengalami
reaksi disproporsionasi
2) BO N dalam NO 2 = +4 NO 2 dapat
mengalami reaksi disproporsionasi
3) BO N dalam NO3 = +5 NO3 tidak dapat
mengalami reaksi disproporsionasi

28

+1+32

Reduksi

Oksidasi

b.

+1+52

Oksidasi

Ulangan Tengah Semester

Bilangan oksidasi N berubah dari +4 menjadi +5


dan +3.
23. Jawaban: c
MnO4 + 8H+ + 5Fe2+ Mn2+ + 5Fe3+ + 4H2O
+7

+2

+2

+3

reduksi
oksidasi

Fe (besi) mengalami oksidasi. Fe2+ melepaskan


elektron sehingga merupakan reduktor. Mangan
mengalami reduksi sehingga merupakan
pengoksidasi (oksidator).
24. Jawaban: b
4KClO3 + 3N2H4 4KCl + 6H2O + 6NO
+1+5 2

2 +1

+11

+1 2

+22

Reduksi
Oksidasi

Reduktor adalah zat yang mengalami oksidasi atau


sebagai pereduksi.
N2H4 merupakan zat yang mengalami oksidasi
sehingga bertindak sebagai reduktor. Sementara
itu, KClO3 merupakan zat yang bertindak sebagai
oksidator karena mengalami reduksi. Adapun KCl
merupakan zat hasil reduksi dan NO merupakan
zat hasil oksidasi.
25. Jawaban: d
1) Bilangan oksidasi VN = 0
(1 BO V) + (1 BO N) = 0
(1 BO V) + (1 (3)) = 0
BO V = +3
2) Bilangan oksidasi VF5 = 0
(1 BO V) + (5 BO F) = 0
(1 BO V) + (5 (1)) = 0
BO V = +5
3) Bilangan oksidasi VCl3 = 0
(1 BO V) + (3 BO Cl) = 0
(1 BO V) + (3 (1)) = 0
BO V = +3
4) Bilangan oksidasi VSO4 = 0
(1 BO V) + (1 BO S) + (4 BO O) = 0
(1 BO V) + (1 6) + (4 (2)) = 0
BO V = +2

5)

Bilangan oksidasi VOSO4 = 0


(1 BO V) + (1 BO O) + (1 BO S)
+ (4 BO O) = 0
(1 BO V) + (1 (2)) + (1 6) + (4 (2)) = 0
BO V = +4

26. Jawaban: c
1) Amonium bromida = NH4Br
Bilangan oksidasi NH4Br = 0
(1 BO N) + (4 BO H) + (1 BO Br) = 0
BO N + (4 (+1)) + (1 (1)) = 0
BO N + 4 1 = 0
BO N = 3
2) Dinitrogen trioksida = N2O3
Bilangan oksidasi N2O3 = 0
(2 BO N) + (3 BO O) = 0
(2 BO N) + (3 (2)) = 0
(2 BO N) 6 = 0
2 BO N = +6
BO N = +3
3) Natrium nitrat = NaNO3
Bilangan oksidasi NaNO3 = 0
(1 BO Na) + (1 BO N) + (3 BO O) = 0
(1 (+1)) + BO N + (3 (2)) = 0
1 + BO N 6 = 0
BO N = +5
4) Asam nitrit = HNO2
Bilangan oksidasi HNO2 = 0
(1 BO H) + (1 BO N) + (2 BO O) = 0
(1 (+1)) + BO N + (2 (2)) = 0
1 + BO N 4 = 0
BO N = +3
5) Amonia = NH3
(1 BO N) + (3 BO H) = 0
BO N + (3 (+1)) = 0
BO N + 3 = 0
BO N = 3
Jadi, senyawa yang mempunyai nitrogen dengan
bilangan oksidasi +5 adalah natrium nitrat.
27. Jawaban: a
Reaksi redoks merupakan reaksi pelepasan dan
penangkapan elektron, sehingga dalam reaksi
redoks berlangsung reaksi reduksi dan oksidasi.
Pada reaksi redoks melibatkan penurunan dan
kenaikan bilangan oksidasi. Reaksi redoks juga
dapat melibatkan peristiwa pengikatan dan
pelepasan oksigen atau transfer elektron.
28. Jawaban: b
Pereduksi artinya zat yang mengalami oksidasi
1) MnO2 + 4HCl MnCl2 + 2H2O + Cl2
+4

+2

reduksi

2)

Pb3O4 + 8HCl 3PbCl2 + 4H2O + Cl2


8/3

+2

reduksi
oksidasi

3)

K2Cr2O7 + 14HCl 2KCl + 2CrCl3 + 7H2O + 3Cl2


+6

+3

reduksi
oksidasi

4)

SnCl2 + 2HCl + 2HNO3 SnCl4 + 2H2O + 2NO2


+2

1
oksidasi

+5

+4 1

+4

reduksi

HCl tidak mengalami perubahan bilangan oksidasi.


Jadi, asam klorida yang bersifat sebagai pereduksi
terdapat pada reaksi 1), 2), dan 3).
29. Jawaban: a
a. Bilangan oksidasi KCl = 0
(1 BO K) + (1 BO Cl) = 0
(1 1) + (1 BO Cl) = 0
(1 BO Cl) = 1
BO Cl = 1
b. Bilangan oksidasi NaClO4 = 0
(1 BO Na) + (1 BO Cl) + (4 BO O) = 0
(1 1) + (1 BO Cl) + (4 2) = 0
1 + BO Cl + (8) = 0
BO Cl = +7
c. Bilangan oksidasi KClO3 = 0
(1 BO K) + (1 BO Cl) + (3 BO O) = 0
(1 1) + (1 BO Cl) + (3 (2)) = 0
BO Cl = +5
d. Bilangan oksidasi NaClO = 0
(1 BO Na) + (1 BO Cl) + (1 BO O) = 0
(1 1) + (1 BO Cl) + (1 (2)) = 0
BO Cl = +1
e. Bilangan oksidasi Ca(ClO)2 = 0
(1 BO Ca) + (2 BO Cl) + (2 BO O) = 0
(1 2) + (2 BO Cl) + (2 (2)) = 0
2 4 + 2BO Cl = 0
BO Cl = +1
30. Jawaban: d
a. Bilangan oksidasi HNO3 = 0
(1 BO H) + (1 BO N) + (3 BO O) = 0
(1 (+1)) + BO N + (3 (2)) = 0
1 + BO N + (6) = 0
BO N = +5
b. Bilangan oksidasi N2H4 = 0
(2 BO N) + (4 BO H) = 0
(2 BO N) + (4 (+1)) = 0
(2 BO N) + 4 = 0
(2 BO N) = 4
BO N = 2

oksidasi

Kimia Kelas X

29

c.

Bilangan oksidasi NO2 = 0


(1 BO N) + (2 BO O) = 0
BO N + (2 (2)) = 0
BO N + (4) = 0
BO N = +4

c.

d.

B. Kerjakan soal-soal berikut!


1. Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat
menghantarkan arus listrik. Larutan ini dapat
menyalakan lampu atau lampu padam dan
menghasilkan gelembung gas jika diuji dengan alat
penguji elektrolit. Larutan nonelektrolit adalah
larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik.
Larutan ini tidak dapat menyalakan lampu dan tidak
menghasilkan gelembung gas jika diuji dengan alat
penguji elektrolit.
2. Larutan amonium hidroksida merupakan elektrolit
lemah. Pada saat larutan elektrolit lemah dialiri arus
listrik timbul sedikit gelembung gas dan lampu
akan menyala redup atau padam. Sementara itu,
larutan natrium hidroksida merupakan elektrolit
kuat. Pada saat larutan elektrolit kuat dialiri arus
listrik akan timbul banyak gelembung gas dan
lampu menyala terang.
3. Senyawa ion dalam bentuk padat memiliki
susunan sangat rapat sehingga ion-ionnya tidak
dapat bergerak bebas. Hal ini mengakibatkan
padatan senyawa ion tidak dapat menghantarkan
arus listrik.

e.

6. a.

b.

c.

d.

4. Mr HCOOH = 46 g/mol
massa HCOOH = 4,6 gram


mol HCOOH =   = 0,1 mol


mol yang terionisasi
= (mol mula-mula mol setelah kesetimbangan)
= (0,1 0,03) mol
= 0,07 mol

 



derajat ionisasi () =  =  = 0,7


Jadi, asam format (HCOOH) mempunyai = 0,7
dan termasuk larutan elektrolit lemah karena
derajat ionisasinya 0 < < 1.
5. a.

b.

H2S(aq) R 2H+(aq) + S2(aq)


H2S merupakan larutan elektrolit lemah (asam
lemah) sehingga mengalami ionisasi
sebagian.
H2SO4(aq) 2H+(aq) + SO42(aq)
H2SO 4 merupakan larutan elektrolit kuat
(asam kuat) sehingga mengalami ionisasi
sempurna.

e.

7. a.

Al(OH)3(aq) R Al3+(aq) + 3OH(aq)


Al(OH)3 merupakan larutan elektrolit lemah
(basa amfoter) sehingga mengalami ionisasi
sebagian.
Ba(OH)2(aq) Ba2+(aq) + 2OH(aq)
Ba(OH)2 merupakan larutan elektrolit kuat
(basa kuat) sehingga mengalami ionisasi
sempurna.
Al2(SO4)3(aq) 2Al3+(aq) + 3SO42(aq)
Al2(SO4)3 merupakan larutan elektrolit kuat
(garam) sehingga mengalami ionisasi sempurna.
Bilangan oksidasi KMnO4 = 0
(1 BO K) + (1 BO Mn) + (4 BO) = 0
(1 (+1)) + (1 BO Mn) + (4 (2)) = 0
1 + BO Mn + (8) = 0
BO Mn = +7
3
Bilangan oksidasi PO4 = 3
(1 BO P) + (4 BO O) = 3
BO P + (4 (2)) = 3
BO P + (8) = 3
BO P = +5
Bilangan oksidasi Cr2O72 = 2
(2 BO Cr) + (7 BO O) = 2
(2 BO Cr) + (7 (2)) = 2
2 BO Cr + (14) = 2
2 BO Cr = +12
BO Cr = +6
Bilangan oksidasi Fe2(SO4)3 = 0
(2 BO Fe) + (3 BO S) + (12 BO O) = 0
(2 BO Fe) + (3 (+6)) + (12 (2)) = 0
(2 BO Fe) + 18 + (24) = 0
2 BO Fe = +6
BO Fe = +3
Bilangan oksidasi Cu(NO3)2 = 0
(1 BO Cu) + (2 BO N) + (6 BO O) = 0
(1 BO Cu) + (2 (+5)) + (6 (2)) = 0
BO Cu + 10 + (12) = 0
BO Cu = +2
Zn + 2HCl ZnCl2 + H2

+1 1

+2 1

Oksidasi
Reduksi

b.

Reaksi tersebut merupakan reaksi redoks.


CaCO3 + 2HCl CaCl2 + CO2 + H2O
+2 +4 2

c.

+1 1

+2 1

+42

+12

Tidak terjadi perubahan bilangan oksidasi


(bukan reaksi redoks).
3I2 + 6KOH 5KI + KIO3 + 3H2O
0

+12+1

+11 +1+52

+12

Reduksi
Oksidasi

Reaksi tersebut merupakan reaksi redoks.


30

Ulangan Tengah Semester

d.

2CuSO4 + 4KI 2CuI + I2 + 2K2SO4


+2+62

+11

+11

d.

+1+62

Br2 + NaOH NaBr + NaBrO + H2O


0

+12+1

Reduksi

+1 1

Reaksi tersebut merupakan reaksi redoks.


CrCl3 + Al AlCl3 + Cr
+3 1

+31

e.

Reaksi tersebut merupakan reaksi autoredoks.


AgNO3 + NaCl AgCl + NaNO3
+1+52

Oksidasi

+1 1

10. a.

+6

oksidator : NaHSO4
reduktor : Al

oksidasi
reduksi

Oksidator
Reduktor
Hasil oksidasi
Hasil reduksi

b.

+11

+11

c.

oksidator : NaOCl
reduktor : Bi2O3
Cl2 + 2KOH KCl + KClO + H2O
0

+1

reduksi
oksidasi

oksidator : Cl2
reduktor : Cl2

Oksidasi
Reduksi

c.

+5
reduksi

+12

+3 +62

+1
oksidasi

Reaksi tersebut bukan reaksi autoredoks.


Al + H2SO4 Al2(SO4)3 + H2
+1+62

Bi2O3 + 2NaOH + 2NaOCl 2NaBiO3 + 2NaCl + H2O


+3

= Cl2
= CrBr3
= Na2CrO4 dan NaBrO4
= NaCl

NaOH + HCl NaCl + H2O

+3

oksidasi

oksidasi

b.

2
reduksi

2CrBr3 + 64NaOH + 27Cl2 2Na2CrO4 + 6NaBrO4 + 54NaCl + 32H2O


+3 1
0
+6
+7
1

+12+1

+1 +5 2

3NaHSO4 + 8Al + 3NaOH 3Na2S + 4Al2O3 + 3H2O

Reaksi tersebut merupakan reaksi redoks.

9. a.

+1 1

Reaksi tersebut bukan reaksi autoredoks.

Reduksi

8.

+12

Oksidasi

Oksidasi

e.

+1 +12

Reduksi

Reaksi tersebut bukan reaksi autoredoks.


TiCl3 TiCl4 + TiCl2
+3 1

+41

+21

Oksidasi
Reduksi

Reaksi tersebut
autoredoks.

merupakan

reaksi

Kimia Kelas X

31

Setelah mempelajari bab ini peserta didik mampu:


1. menjelaskan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana menurut aturan IUPAC;
2. memberi nama senyawa dengan menerapkan aturan IUPAC;
3. menjelaskan cara menyetarakan persamaan reaksi sederhana.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai peserta didik:
1. mensyukuri keberadaan berbagai ciptaan Tuhan;
2. bertanggung jawab, memiliki rasa ingin tahu tinggi, cermat, dan teliti dalam setiap kegiatan.

Tata Nama Senyawa dan Persamaan Reaksi Kimia Sederhana

Tata Nama Senyawa

Mendiskusikan nama senyawa


kimia yang terkandung dalam
produk sehari-hari.
Mengamati nama dan rumus kimia
senyawa dalam label wadah/botol
penyimpanan zat kimia.
Mendiskusikan cara memberi
nama senyawa anorganik dan
organik sederhana menurut IUPAC.

32

Persamaan Reaksi
Kimia Sederhana

Mengamati reaksi kimia yang


menimbulkan gelembung gas.
Menentukan cara menyetarakan
persamaan reaksi kimia disertai
langkah-langkahnya.

Mensyukuri keberadaan berbagai senyawa kimia di alam dan memanfaatkannya dengan bijaksana.
Bersikap tanggung jawab saat mengerjakan tugas.
Mengembangkan rasa ingin tahu saat mencari informasi di literatur.
Bersikap cermat dan teliti saat melakukan pengamatan nama dan rumus
kimia di laboratorium.
Bersikap santun dan menghargai perbedaan pendapat antarteman.
Bersikap proaktif dalam mengerjakan tugas kelompok.
Menjelaskan tata nama senyawa biner, poliatom, asam, basa, oksida,
dan hidrat.
Menyebutkan nama atau rumus senyawa kimia.
Menjelaskan cara menyetarakan persamaan reaksi kimia sederhana.
Menjelaskan aplikasi hukum kekekalan massa dan hukum perbandingan
tetap dalam penyetaraan persamaan reaksi kimia.
Menyajikan hasil diskusi tentang cara pemberian nama senyawa
anorganik dan organik sederhana menurut aturan IUPAC.
Menyajikan hasil tugas penyetaraan persamaan reaksi kimia sederhana.

Tata Nama Senyawa dan Persamaan Reaksi Kimia Sederhana

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: e
Cl = ion klorida
ClO = ion hipoklorit
ClO2 = ion klorit
ClO3 = ion klorat
ClO4 = ion perklorat
2. Jawaban: d
Emas(III) klorida terbentuk dari ion emas(III) (Au3+)
dan ion klorida (Cl). Jadi, rumus kimia emas(III)
klorida. Selain memiliki muatan +3, emas juga
dapat memiliki muatan +1. Jika dengan muatan
+1, senyawa yang terbentuk berupa AuCl (emas(I)
klorida).
3. Jawaban: d
Berdasarkan pernyataan dalam soal, karbit
bereaksi dengan air menghasilkan gas yang mudah
terbakar. Hal ini berarti rumus kimia karbit adalah
CaC2. Senyawa CaC2 tersusun atas ion kalsium
(Ca2+) dan ion karbida (C). Dengan demikian,
nama CaC2 adalah kalsium karbida.
4. Jawaban: d
Natrium hanya memiliki kation yaitu Na+ sehingga
senyawa yang terbentuk berupa NaBr.Ca hanya
memiliki satu kation yaitu Ca2+ sehingga senyawa
yang terbentuk berupa CaO. Al hanya memiliki satu
kation yaitu Al3+ sehingga senyawa yang terbentuk
berupa AlCl3. Fe memiliki dua kation yaitu Fe2+
dan Fe3+ sehingga senyawa yang terbentuk berupa
FeO dan Fe2O3. K hanya memiliki satu kation yaitu
K+ sehingga senyawa yang terbentuk berupa KF.
5. Jawaban: c
Senyawa merkuri(I) nitrat mengandung kation Hg+
dan anion NO3. Dengan demikian, rumus kimia
merkuri(I) nitrat = HgNO3.
6. Jawaban: a
Senyawa pereaksi berupa PbO 2 (timbal(IV)
oksida), Pb (timbal), dan H2SO4 (asam sulfat).
Senyawa hasil reaksi berupa PbSO4 (timbal(II)
sulfat) dan H2O (air).
7. Jawaban: e
No.
1.
2.
3.
4.
5.

Rumus Kimia

Nama Kimia

Al2(C2O4)3
K2 O
HCN
BaO
KMnO4

aluminium oksalat
kalium oksida
asam sianida
barium oksida
kalium permanganat

8. Jawaban: c
Asam sianida (HCN) dapat dinetralkan dengan
penambahan kalsium hidroksida (Ca(OH) 2 )
menghasilkan kalsium sianida (Ca(CN)2) dan air

9.

10.

11.

12.

13.

14.

(H2O). Persamaan reaksinya sebagai berikut.


2HCN + Ca(OH)2 Ca(CN)2 + 2H2O
CaSiO3 merupakan kalsium silikat yang terbentuk
dari ion kalsium (Ca2+) dan ion silikat (SiO32).
Jawaban: c
Senyawa hidrat merupakan beberapa senyawa
berwujud kristal yang mampu mengikat air dari
udara atau bersifat higroskopis. Penamaan
senyawa hidrat seperti penamaan senyawa
lainnya, tetapi ditambahkan angka Yunani yang
menyatakan banyaknya air kristal hidrat, sebelum
kata hidrat. MgSO 47H 2O mempunyai nama
magnesium sulfat heptahidrat.
Jawaban: c
Senyawa difosfor pentaoksida dinamakan juga
fosfor(V) oksida. Bilangan oksidasi P = +5
sehingga rumus senyawa difosfor pentaoksida
adalah P2O5.
Jawaban: c
Senyawa aluminium antimonit mempunyai rumus
AlSbO3 karena terbentuk dari ion Al3+ dan ion
SbO33. Al hanya memiliki satu kation saja yaitu
Al3+. S2O32 merupakan ion tiosulfat. SiO32 merupakan silikat. SbO43 merupakan ion antimonat. Ion
C2O42 merupakan ion oksalat.
Jawaban: a
Rumus kimia yang dapat terbentuk dari ion-ion
tersebut yaitu NH4NO3, (NH4)3PO4, Al(NO3)3, dan
AlPO4.
Jawaban: e
Senyawa poliatom adalah senyawa yang terdiri
atas lebih dari dua macam unsur penyusun yang
berbeda. Misal kalsium sianida (Ca(CN)2) dan
amonium nitrat (NH4NO3). Kalsium klorida (CaCl2),
perak bromida (AgBr), barium sulfida (BaS), besi(III)
oksida (Fe2O3) merupakan senyawa biner yang
terdiri atas unsur logam dan nonlogam. Natrium
hidroksida (NaOH) merupakan senyawa poliatom
yang berupa basa. Asam iodida (HI) merupakan
senyawa asam. Diklor trioksida (Cl2O3) dan fosfor
pentaklorida (PCl5) merupakan senyawa biner yang
terdiri atas unsur nonlogam dan nonlogam.
Jawaban: d
FeS (besi(II) sulfida) merupakan senyawa biner
yang tersusun dari unsur logam dan nonlogam. HCl
(asam klorida) merupakan senyawa asam yang
tersusun dari unsur nonlogam dan nonlogam. FeCl2
(bes(II) klorida) merupakan senyawa biner yang
tersusun dari unsur logam dan nonlogam. H2S
(asam sulfida) merupakan senyawa asam anorganik.

Kimia Kelas X

33

15. Jawaban: c
Senyawa poliatom terdiri atas ion-ion poliatom,
yaitu ion yang meliputi dua atau lebih atom-atom
yang terikat bersama-sama membentuk ion
dengan ikatan kovalen. Oleh karena bersifat asam
(memiliki kation H+) dan anionnya bermuatan 2
maka senyawa tersebut kemungkinan H2SO4.
Na 2SO4 dan KCN merupakan senyawa yang
bersifat garam. NaOH merupakan senyawa yang
bersifat basa. H3PO4 merupakan senyawa asam
dengan anion bermuatan 3.

c.
d.
e.

3. CaSO4 . 2H2O merupakan senyawa kalsium sulfat


dihidrat atau dikenal dengan nama gips atau gipsum.
Gips digunakan untuk membuat benda-benda
keramik, hiasan, patung, tepung pembalut untuk
patah tulang, penambal gigi, adukan plesteran, dan
perekat dalam pembuatan kapur tulis.
4.

B. Uraian

Nama Unsur
Penyusun

Lambang
Unsur Penyusun

Muatan Unsur
Penyusun

Magnesium
oksida (MgO)

Magnesium
dan oksigen

Mg dan O

Mg2+ dan O2

Kalium klorida
(KCl)

Kalium dan klor

K dan Cl

K+ dan Cl

Natrium nitrida
(Na3N)

Natrium dan
nitrogen

Na dan N

Na+ dan N3

Kalsium sulfida (CaS)

Kalsium dan
sulfur (belerang)

Ca dan S

Ca2+ dan S2

Karbon disulfida (CS2)

Karbon dan
sulfur (belerang)

C dan S

C4 dan S2

2. a.
b.

34

Al2(SO4)3 : Al3+ dan SO42


Sn(CO3)2 : Sn4+ dan CO32

Senyawa Biner
Silikon tetrahidrida
(SiH4)
Belerang diklorida
(SCl2)
Asam iodida
(HI)
Krom(III) klorida
(CrCl3)

1.
Nama
Senyawa

Mg(CN)2 : Mg2+ dan CN


CaF2
: Ca2+ dan F
CH3COOH : CH3COO dan H+

Senyawa Poliatom
Asam format
(HCOOH)
Asam kromat
(H 2 CrO 4 )
Magnesium silikat
(MgSiO3)
Barium hipoiodat
(Ba(IO) 2)

5. Mg3N2 terbentuk dari ion Mg2+ dan N3. Nama


kimianya magnesium nitrida. Mg3N2 termasuk
senyawa biner yang terbentuk dari unsur logam
dan nonlogam. Mg(OH)2 terbentuk dari ion Mg2+
dan OH. Nama kimianya magnesium hidroksida.
Mg(OH)2 termasuk senyawa poliatom bersifat
basa. NH3 (amonia) termasuk senyawa biner yang
terbentuk dari unsur nonlogam dan nonlogam.

Tata Nama Senyawa dan Persamaan Reaksi Kimia Sederhana

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: d
Logam aluminium (Al) jika direaksikan dengan larutan
asam sulfat (H2SO4) akan membentuk persamaan
reaksi sebagai berikut.
2Al(s) + 3H2SO4(aq) Al2(SO4)3(aq) + 3H2(g)
Jadi, hasil reaksi berupa larutan aluminium sulfat
dan gas hidrogen. Aluminum sulfida mempunyai
rumus Al2S3. Gas karbon dioksida mempunyai
rumus CO2. Gas oksigen merupakan molekul unsur
O2. Aluminum(III) suflat merupakan penamaan
yang tidak tepat karena aluminium hanya memiliki
satu bilangan oksidasi, yaitu +3.
2. Jawaban: b
Reaksi pembakaran senyawa organik selalu
membutuhkan O2 (oksigen). Reaksi pembakaran
sempurna menghasilkan gas CO2 dan H2O. Reaksi
pembakaran tidak sempurna menghasilkan gas CO
dan H2O.
3. Jawaban: a
Reaktan merupakan zat pereaksi. Zat yang
merupakan reaktan adalah Al dan H 2 SO 4 .
Sementara itu, Al2(SO4)3 dan H2 merupakan produk
(hasil reaksi).

a=1
Cu: a = c
c=1
H: b = 2d . . . (1)
N: b = 2c + e . . . (2)
O: 3b = 6c + d + e . . . (3)

4. Jawaban: c
Berdasarkan gambar tersebut, dapat diketahui
bahwa zat reaktan berupa dua jenis molekul unsur
dan zat hasil berupa satu jenis molekul senyawa.
Unsur yang bereaksi dapat dimisalkan unsur A2
dan B 2. Unsur A 2 sebanyak 4 dan unsur B 2
sebanyak 2 ketika direaksikan menghasilkan
senyawa A2B sebanyak 4. Persamaan reaksi dapat
dituliskan sebagai berikut.
4A2 + 2B2 4A2B

2d = 2 

5. Jawaban: d
Persamaan reaksi:
Na2B4O7(s) + xH2O(A) + 2HCl(aq) 4H3BO3(aq) + yNaCl(aq)

Na :

2= y
y=2
H : 2x + 2 = 12
2x = 10
x=5
Jadi, persamaan reaksi lengkapnya sebagai berikut.
Na2B4O7(s) + 5H2O(A) + 2HCl(aq) 4H3BO3(aq) + 2NaCl(aq)

Perbandingan x : y = 5 : 2.
6. Jawaban: e
Misal persamaan reaksi:
aCu(s) + bHNO3(aq) cCu(NO3)2(aq) + dH2O(A)
+ eNO(g)

3b = 6c +  b + e
2  b = 6c + e . . . (4)
Persamaan reaksi (2) dan 4)
2  (2c + e) = 6c + e
5c + 2  e = 6c + e
5 + 2  e = 6 + e
1  e = 1
e = 
b = 2c + e
b = 2 + 
b = 2 
b = 2d
2d = 
d = 
Jadi, persamaan reaksi setara:
Cu(s) +  HNO3(aq) Cu(NO3)2(aq) +  H2O(A)
+  NO(g)
Jika dikalikan 3, persamaan reaksi menjadi:
3Cu(s) + 8HNO3(aq) 3Cu(NO3)2(aq) + 4H2O(A)
+ 2NO(g)
7. Jawaban: e
Persamaan reaksi dan fasenya sebagai berikut.
a. KOH(aq) + HCl(aq) KCl(aq) + H2O(A)
b. CaO(s) + H2O(A) Ca(OH)2(aq)
c. Ca(s) + 2HCl(aq) CaCl2(aq) + H2(g)
d. MgO(s) + 2HCl(aq) MgCl2(aq) + H2O(A)
e. AgNO3(aq) + HCl(aq) AgCl(s) + HNO3(aq)
Endapan ditandai dengan fase padat atau solid (s).
Berdasarkan reaksi tersebut, reaksi yang menghasilkan endapan yaitu reaksi antara AgNO3 dengan
HCl menghasilkan AgCl dan HNO3.
8. Jawaban: b
Persamaan reaksi belum setara:
aC3H8(g) + bO2(g) cCO2(g) + dH2O(A)
Kimia Kelas X

35

Misal: a = 1
C : 3a = c
3(1) = c
c=3
H : 8a = 2d
8(1) = 2d
8 = 2d
d=4
O : 2b = 2c + d
2b = 2(3) + 4
2b = 6 + 4
2b = 10
b=5
Jadi, persamaan reaksi setaranya sebagai berikut.
C3H8(g) + 5O2(g) 3CO2(g) + 4H2O(A)
a = 1, b = 5, c = 3, d = 4
9. Jawaban: d
Air sadah sementara mengandung Ca(HCO3)2 atau
Mg(HCO3)2. Cara menghilangkannya dengan
pemanasan sehingga terbentuk padatan CaCO3,
gas CO2, dan uap air (H2O). Persamaan reaksinya
sebagai berikut.
Ca(HCO3)2(aq) CaCO3(s) + CO2(g) + H2O(A)
Air sadah yang mengandung CaSO4, MgSO4, CaCl2,
atau MgCl2 merupakan air sadah tetap. Air sadah
tetap dapat dihilangkan dengan penambahan
Na2CO3.
10. Jawaban: a
Persamaan reaksi:
aCS2 + bNaOH cNa2CS3 + dNa2CO3 + eH2O
Misal: a = 1
C : a=c+d
1=c+d
. . . (1)
S : 2a = 3c
2(1) = 3c
2 = 3c

b = 2(  ) + 2d


b =  + 2d
O : b = 3d + e
H : b = 2e
Persamaan (3) dan (4)
b = 3d + e
2e= 3d + e
e = 3d
Persamaan (1)
1=c+d


1=  +d


d= 

36

e = 3(  )
e=1
Persamaan (4)
b = 2e
b = 2(1)
b=2
Persamaan reaksi setara sebagai berikut.


. . . (2)
. . . (3)
. . . (4)

. . . (5)

CS2 + 2NaOH  Na2CS3 +  Na2CO3 + H2O


Jika dikalikan 3, persamaan reaksi menjadi:
3CS2 + 6NaOH 2Na2CS3 + Na2CO3 + 3H2O


Jadi, a =  c, b = 3d + e, c = 2d, d =  e , dan




e =  b.
B. Uraian
1. Syarat-syarat persamaan reaksi setara sebagai
berikut.
a. Pereaksi dan hasil reaksi dinyatakan dengan
rumus kimia yang benar.
b. Memenuhi hukum kekekalan massa yang
ditunjukkan oleh jumlah atom-atom sebelum
reaksi (di sebelah kiri tanda panah) harus
sama dengan jumlah atom-atom sesudah
reaksi (di sebelah kanan tanda panah).
c. Wujud zat-zat yang terlibat reaksi (padat (s),
cair (A), larutan (aq), dan gas (g)) harus dinyatakan dalam tanda kurung setelah rumus kimia.
2. a.
b.
c.

c= 
b = 2c + 2d

Na:

Persamaan (5)
e = 3d

Batu kapur (CaO) + air (H2O) kalsium hidroksida


CaO(s) + H2O(A) Ca(OH)2(aq)
Propena + HCl kloropropana
C3H6(g) + HCl(aq) C3H7Cl(aq)
Asam sianida + NaOH natrium sianida + air
HCN(aq) + NaOH(aq) NaCN(aq) + H2O(A)

3. Terlebih dahulu disamakan salah satu unsur


sejenis di ruas kiri dan ruas kanan. Unsur yang
disamakan dapat dipilih salah satu, yaitu K, Mn,
H, dan Fe. Misalkan pada reaksi ini yang disamakan adalah unsur K. Unsur K di ruas kiri ada satu,
sedangkan di ruas kanan ada dua sehingga KMnO4
diberi angka 2 dan koefisien K2SO4 diberi angka 1.
Pada koefisien senyawa yang lain diisi dengan
abjad sehingga persamaan reaksi sebagai berikut.
2KMnO 4 + aH 2SO 4 + bFeSO 4 1K 2 SO 4 +
cMnSO4 + dFe2(SO4)3 + eH2O
Persamaan ruas ruas kiri = ruas kanan
K2=2
Mn 2 = c c = 2
O 8 + 4a + 4b = 4 + 4c + 12d + e

Tata Nama Senyawa dan Persamaan Reaksi Kimia Sederhana

H 2a = 2e a = e
S a + b = 1 + c + 3d

Jika dikalikan 4, persamaan reaksi menjadi:


4NH3(g) + 5O2(g) 4NO(g) + 6H2O(g)

Fe b = 2d d =  b
Persamaan O:
8 + 4a + 4b = 4 + 4c + 12d + e substitusi c =

b.

Misal: a = 1
N: a = c
1= c
c=1
O: a + 2b = 2c
1 + 2b = 2(1)
2b = 1

2, e = a, dan d =  b, sehingga persamaannya


sebagai berikut.
3a 2b = 4 . . .(persamaan 1)
Persamaan S:

a + b = 1 + c + 3d subtitusi c = 2 dan d =  b,
persamaan menjadi:


a+b=1+2+1b

b= 
Persamaan reaksi setara sebagai berikut.


b


a
= 3 . . .(persamaan 2)
Selanjutnya salah satu variabel dalam persamaan
1 dan persamaan 2 dieliminasi.
Persamaan 1 : 3a 2b = 4 1 3a 2b = 4
Persamaan 2 : a




b=3

4a 2b = 12

a = 8
a =8

a=e
e=8
Substitusi nilai a ke salah satu persamaan,
misalnya persamaan 1.


3 8 2b = 4 b = 10, d =  10 = 5
Jadi, persamaan reaksinya sebagai berikut.
2KMnO 4 + 8H 2SO 4 + 10FeSO 4 K 2 SO 4 +
2MnSO4 + 5Fe2(SO4)3 + 8H2O
4. a.

d= 
2b = c + d

c.

Persamaan reaksi ketiga dimisalkan sebagai


berikut.
aNO2(g) + bH2O(A) cHNO3(aq) + dNO(g)
Misal: a = 1
N: a = c + d
1=c+d
. . . (persamaan 1)
O: 2a + b = 3c + d
2(1) + b = 3c + d
2 + b = 3c + d
. . . (persamaan 2)
H:
2b = c
b= c
. . . (persamaan 3)
Persamaan (2) dan persamaan (3)
2 + b = 3c + d


2 +  c = 3c + d


2= c+d
. . . (persamaan 4)
Persamaan (1) dan persamaan (4)
1=c+d


2= c+d



1 =  c


c= 

2b = 1 + 

b= c

1=c+d

1=  +d

2b = 
b= 
Persamaan reaksi setara sebagai berikut.


NO(g) +  O2(g) NO2(g)


Jika dikalikan 2, persamaan reaksi menjadi
2NO(g) + O2(g) 2NO2(g)

Persamaan reaksi pertama dimisalkan sebagai


berikut.
aNH3(g) + bO2(g) cNO(g) + dH2O(g)
Misal: a = 1
N:
a= c
1= c
c=1
H : 3a = 2d
3(1) = 2d
3 = 2d
O:

Persamaan reaksi kedua dimisalkan sebagai


berikut.
aNO(g) + bO2(g) cNO2(g)

NH3(g) +  O2(g) NO(g) +  H2O(g)

= ()


=  = 

d= 
Persamaan reaksi setara sebagai berikut.


NO2(g) +  H2O(A)  HNO3(aq) +  NO(g)


Kimia Kelas X

37

Jika dikalikan 3, persamaan reaksi menjadi


3NO2(g) + H2O(A) 2HNO3(aq) + NO(g)
d.

Persamaan reaksi keempat dimisalkan


sebagai berikut.
aHNO3(aq) + bNH3(g) cNH4NO3(aq)
Misal: a = 1
H : a + 3b = 4c
1 + 3b = 4c
. . . (persamaan 1)
N : a + b = 2c
1 + b = 2c
. . . (persamaan 2)
O:
3a = 3c
3(1) = 3c
3 = 3c
c=1
Persamaan (1)
1 + 3b = 4c
1 + 3b = 4(1)
3b = 3
b=1
Persamaan reaksi setara sebagai berikut.
HNO3(aq) + NH3(g) NH4NO3(aq)
Jadi, x, y, dan z secara berturut-turut adalah
4, 2, dan 1.

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: c
K2S terbentuk dari ion K+ (kalium) dan ion S2
(sulfida) sehingga namanya kalium sulfida.
Ca(NO2)2 terbentuk dari ion Ca2+ (kalsium) dan ion
NO2 (nitrit) sehingga namanya kalsium nitrit.
Mg3(PO4)2 terbentuk dari ion Mg2+ (magnesium)
dan ion PO43 (fosfat) seingga namanya magnesium
fosfat. Kalium sulfat, kalsium nitrat, dan magnesium fosfit secara berturut-turut memiliki rumus
kimia K2SO4, Ca(NO3)2, dan Mg3(PO3)2.
2. Jawaban: b
Senyawa Na2CrO4 dinamakan natrium kromat.
Na2CrO4 terbentuk dari ion Na+ dan CrO42. Natrium
hanya memiliki satu muatan, yaitu +1.
3. Jawaban: b
PCl5 mempunyai nama fosfor pentaklorida. PCl5
termasuk senyawa biner yang tersusun dari unsur
nonlogam dan nonlogam. Jumlah atom penyusunnya 6. Senyawa poliatom tersusun dari ion-ion
poliatom, yaitu ion yang terdiri atas dua atau lebih
atom-atom yang terikat bersama-sama membentuk ion dengan ikatan kovalen.

38

5. Padatan titanium(IV) oksida (TiO2) direaksikan


dengan brom trifluorida (BrF3) cair akan menghasilkan padatan titanium(IV) fluorida (TiF4), cairan
bromin (Br2), dan gas oksgien (O2).
Persamaan reaksi belum setara dimisalkan
sebagai berikut.
aTiO2(s) + bBrF3(A) cTiF4(s) + dBr2(A) + eO2(g)
Misal: a = 1
Ti :
a= c
F : 3b = 4c
1= c
3b = 4(1)
c=1
3b = 4
O:

2a = 2e
2(1) = 2e
e=1

Br :

b= 
b = 2d



= 2d


d=  = 
Persamaan reaksi setara sebagai berikut.


TiO2(s) +  BrF3(A) TiF4(s) +  Br2(A) + O2(g)


Jika dikalikan 3, persamaan reaksi menjadi:
3TiO2(s) + 4BrF3(A) 3TiF4(s) + 2Br2(A) + 3O2(g)

4. Jawaban: c
Jika ion-ion Ag+, Zn2+, dan Al3+ bergabung dengan
ion hidroksida (OH), rumus basa yang terbentuk
sebagai berikut.
Ag+ + OH AgOH (perak hidroksida)
Zn2+ + OH Zn(OH)2 (zink hidroksida)
Al3+ + OH Al(OH)3 (aluminium hidroksida)
5. Jawaban: e
Natrium klorit mempunyai rumus NaClO2, sedangkan natrium klorat mempunyai rumus NaClO3.
NaClO2 terbentuk dari kation Na+ dan anion ClO2
dengan jumlah atom 4. NaClO3 terbentuk dari kation
Na+ dan anion ClO3 dengan jumlah atom 5. Jumlah
ion yang terlibat untuk kedua senyawa sama.
6. Jawaban: d
Ion yang dapat membentuk senyawa ionik biner
dengan Mg2+ berupa ion nonlogam dengan muatan
2, seperti oksida (O2). Ion natrium (Na+) bermuatan +1 sehingga tidak dapat berikatan dengan
ion Mg2+. Ion sulfat (SO42) merupakan ion poliatom,
jika berikatan dengan Mg2+ membentuk senyawa
MgSO4. Ion nitrida (N3) jika berikatan dengan ion
Mg2+ membentuk senyawa Mg3N2. Ion bikarbonat
(HCO3) merupakan ion poliatom, jika berikatan
dengan ion Mg2+ membentuk senyawa Mg(HCO3)2.

Tata Nama Senyawa dan Persamaan Reaksi Kimia Sederhana

7. Jawaban: a
Al2Se3 merupakan senyawa biner antara unsur
logam dan nonlogam. Al2Se3 terbentuk dari ion Al3+
dan Se2. Nama senyawanya adalah aluminium
selenida karena aluminium hanya mempunyai satu
kation (+3).
8. Jawaban: d
SCl6 mempunyai nama belerang heksaklorida
Al2O3 mempunyai nama aluminium oksida
K2Cr2O7 mempunyai nama kalium dikromat
(NH4)3PO4 mempunyai nama amonium fosfat
Ca(NO3)2 mempunyai nama kalsium nitrat
9. Jawaban: e
Senyawa NaH2PO4 terbentuk dari ion Na+ dan ion
H2PO4 (ion dihidrogen fosfat) sehingga memiliki
nama natrium dihidrogen fosfat. Hal ini berbeda
dengan senyawa Na2HPO4 yang tersusun atas dua
ion Na+ dan ion HPO42 (ion hidrogen fosfat).
10. Jawaban: e
Senyawa Al 2(SO 4)310H 2O (aluminium sulfat
dekahidrat) mengandung 2 atom Al, 3 atom S,
((4 3) + 10 = 22) atom O, dan (10 2 = 20)
atom H.
11. Jawaban: d
Ion amonium (NH4+) dan ion bromit (BrO2). Jika
bergabung akan membentuk senyawa NH4BrO2.
NH4Br memiliki nama amonium bromida. NH4BrO
memiliki nama amonium hipobromit. (NH4)2BrO2
dan (NH4)2BrO3 merupakan rumus yang salah
karena amonium memiliki muatan +1.
12. Jawaban: d
Asam sulfit mempunyai rumus senyawa H2SO3.
Senyawa tersebut terbentuk antara ion H+ dan
SO32. Perbandingan jumlah ion H+ dengan ion SO32
adalah 2 : 1.

4)

Diklorin heptaoksida mempunyai rumus Cl2O7


sehingga jumlah atomnya = 2Cl + 7O = 9 atom.
5) Diklorin pentaoksida mempunyai rumus Cl2O5
sehingga jumlah atomnya 2Cl + 5O = 7 atom.
Jadi, urutan jumlah atom dari yang paling sedikit
ke paling banyak yaitu senyawa dinitrogen monoksida, fosfor triklorida, dibromin trioksida, diklorin
pentaoksida, dan diklorin heptaoksida atau 1), 2),
3), 5), dan 4).
15. Jawaban: b
Rumus senyawa yang dapat terbentuk dari kation
dan anion tersebut sebagai berikut.
K+ + CN KCN
K+ + I KI
K+ + CO32 K2CO3
K+ + PO33 K3PO3
Cu2+ + CN Cu(CN)2
Cu2+ + I CuI2
Cu2+ + CO32 CuCO3
Cu2+ + PO33 Cu3(PO3)2
Fe3+ + CN Fe(CN)3
Fe3+ + I FeI3
Fe3+ + CO32 Fe2(CO3)3
Fe3+ + PO33 FePO3
16. Jawaban: b
Reaksi aluminium (Al) dengan uap air panas (H2O)
membentuk aluminium oksida (Al2O3) dan gas
hidrogen (H2). Persamaan reaksi yang belum setara
sebagai berikut.
aAl(s) + bH2O(g) cAl2O3(s) + dH2(g)
Misal: a = 1
Al : a = 2c
1 = 2c


O:

c= 
b = 3c


13. Jawaban: a
Senyawa aluminium hidroksida mempunyai rumus
senyawa Al(OH) 3. Ion logam pada senyawa
aluminium hidroksida berupa Al 3+ sehingga
bermuatan +3. Senyawa yang ion logamnya
bermuatan +3 yaitu Fe(OH)3. Ion logam berupa Fe3+
(bermuatan +3). Ion logam pada senyawa Ca(OH)2
dan Mg(OH)2 bermuatan +2. Ion logam pada
senyawa CuOH dan KOH bermuatan +1.

b= 
H : 2b = 2d
b=d

14. Jawaban: a
1) Dinitrogen monoksida mempunyai rumus N2O
sehingga jumlah atomnya = 2N + 1O = 3 atom.
2) Fosfor triklorida mempunyai rumus PCl 3
sehingga jumlah atomnya = 1P + 3Cl = 4 atom.
3) Dibromin trioksida mempunyai rumus Br2O3
sehingga jumlah atomnya = 2Br + 3O = 5 atom.

Al(s) +  H2O(g)  Al2O3(s) +  H2(g)


Jika dikalikan 2, persamaan reaksi menjadi:
2Al(s) + 3H2O(g) Al2O3(s) + 3H2(g)

b=3 





=d


d= 
Persamaan reaksi setara sebagai berikut.


Kimia Kelas X

39

17. Jawaban: c
Fe2O3: besi(III) oksida, simbol s berwujud padat
H2SO4: asam sulfat, simbol aq berwujud larutan
Fe2(SO4)3: besi(III) sulfat, simbol aq berwujud larutan
H2O: air, simbol A berwujud cair
Jadi, persamaan reaksi dalam bentuk nama kimia
menjadi:
padatan besi(III) oksida + larutan asam sulfat
larutan besi(III) sulfat + air
18. Jawaban: c
Persamaan reaksi setara artinya jumlah atom
sebelum reaksi (di sebelah kiri tanda panah) sama
dengan jumlah atom setelah reaksi (di sebelah
kanan tanda panah).
1) P4 + 5O2 2P2O5
Jumlah P kiri : jumlah P kanan = 4 : 4
Jumlah O kiri : jumlah O kanan = 10 : 10
Jadi, reaksi setara.
2)

Ca + 2HCl CaCl2 + H2
Jumlah Ca kiri : jumlah Ca kanan = 1 : 1
Jumlah H kiri : jumlah H kanan = 2 : 2
Jumlah Cl kiri : jumlah Cl kanan = 2 : 2
Jadi, reaksi setara.

3)

C3H6 + 5O2 3CO2 + H2O


Jumlah C kiri : jumlah C kanan = 3 : 3
Jumlah H kiri : jumlah H kanan = 6 : 2
Jumlah O kiri : jumlah O kanan = 10 : 7
Jadi, reaksi belum setara.

4)

Al2O3 + 3H2SO4 Al2(SO4)3 + 3H2O


Jumlah Al kiri : jumlah Al kanan = 2 : 2
Jumlah O kiri : jumlah O kanan = 15 : 15
Jumlah H kiri : jumlah H kanan = 6 : 6
Jumlah S kiri : jumlah S kanan = 3 : 3
Jadi, reaksi setara.

5)

(NH4)2SO4 + 2KOH 2NH3 + 2H2O + K2SO4


Jumlah N kiri : jumlah N kanan = 2 : 2
Jumlah H kiri : jumlah H kanan = 10 : 10
Jumlah S kiri : jumlah S kanan = 1 : 1
Jumlah O kiri : jumlah O kanan = 6 : 6
Jumlah K kiri : jumlah K kanan = 2 : 2
Jadi, reaksi setara.

19. Jawaban: d
Persamaan reaksi:
2C2H6(g) + 7O2(g) 4CO2(g) + 6H2O(g)
Jumlah molekul ruas kiri = jumlah molekul C6H6 + O2
= 2 + 7 = 9.
Jumlah molekul ruas kanan = jumlah molekul
CO2 + H2O = 4 + 6 = 10
Jumlah atom ruas kiri = jumlah atom C + H + O
= 4 + 12 + 14 = 30
Jumlah atom ruas kanan = jumlah atom C + H + O
= 4 + 12 + 14 = 30

40

Jadi, jumlah molekul ruas kiri tidak sama dengan


jumlah molekul ruas kanan, tetapi jumlah atom ruas
kiri sama dengan jumlah atom ruas kanan.
20. Jawaban: b
aAl(s) + bHNO3(aq) cAl(NO3)3(aq) + dH2(g)
Misal: a = 1
Al: a = c
c=1
H: b = 2d
N: b = 3c
b=3
O : 3b = 9c
33=91
9=9
b = 2d
3 = 2d


d= 
Persamaan reaksi setara sebagai berikut.


Al(s) + 3HNO3(aq) Al(NO3)3(aq) +  H2(g)


Jika dikalikan 2, persamaan reaksi menjadi:
2Al(s) + 6HNO3(aq) 2Al(NO3)3(aq) + 3H2(g)
Jadi, zat yang mempunyai koefisien sama adalah
Al dan Al(NO3)3 dengan koefisien 2.
21. Jawaban: e
Pada reaksi:
NaHCO3 + KHC4H4O6 NaKC4H4O6 + H2O + CO2
Seluruh perbandingan koefisien antarzatnya sama.
Oleh karena reaksi sudah setara maka perbandingan koefisien antarzatnya adalah 1 : 1. Soda kue
(NaHCO 3 ) mempunyai nama kimia natrium
bikarbonat. Cream of tartar mempunyai rumus
KHC4H4O6. NaHCO3 terbentuk dari ion Na+ dan
HCO3.
22. Jawaban: e
Misal persamaan reaksi:
aBa(OH)2(aq) + bHBr(aq) cBaBr2(aq) + dH2O(A)
a=1
Ba: a = c
c=1
O: 2a = d
d=2
H: 2a + b = 2d
2+b=4
b=2
Br: b = 2c
2=2
Persamaan reaksi setara:
Ba(OH)2(aq) + 2HBr(aq) BaBr2(aq) + 2H2O(A)
Jadi, senyawa yang mempunyai perbandingan
koefisien 1 : 2 adalah Ba(OH)2 dan HBr.

Tata Nama Senyawa dan Persamaan Reaksi Kimia Sederhana

23. Jawaban: e
Persamaan reaksi dimisalkan:
aSiO2 + bCaF2 + cH2SO4 dCaSO4 + eSiF4 +
fH2O
Misal: a = 1
Jumlah atom sebagai berikut.
Si; a = e
e =1
O; 2a + 4c = 4d + f
2 + 4c = 4d + f . . . (1)
Ca; b = d . . . (2)
F; 2b= 4e
2b = 4
b =2
Persamaan (2)
b =d
d =2
H; 2c
= 2f . . . (3)
S; c = d
c =2
Persamaan (3)
2c = 2f
2f = 4
f =2
Persamaan (1)
2 + 4c = 4d + f
2+8 =8+2
Jadi, a = 1, b = 2, c = 2, d = 2, e = 1, dan f = 2
Persamaan reaksi setara:
SiO2 + 2CaF2 + 2H2SO4 2CaSO4 + SiF4 + 2H2O
Spesi-spesi reaksi yang mempunyai koefisien 2
yaitu CaF2, H2SO4, CaSO4, dan H2O.
24. Jawaban: d
Belerang dibakar menghasilkan belerang trioksida.
Persamaan reaksinya:
2S(s) + 3O2(g) 2SO3(g)
Selanjutnya, belerang trioksida dengan air
menghasilkan asam sulfat. Persamaan reaksinya:
SO3(g) + H2O(A) H2SO4(aq)
Belerang trioksida berwujud gas. Koefisien oksigen
adalah 3. Rumus kimia asam sulfat adalah H2SO4.
Perbandingan koefisien S : O 2 = 2 : 3.
Perbandingan koefisien SO3 : H2O sama dengan
H2O : H2SO4 = 1 : 1.
25. Jawaban: d
Persamaan reaksi:
Na2B4O7(s) + xH2O(A) + 2HCl(aq) 4H3BO3(aq) + yNaCl(aq)

Na :

2= y
y=2
B :
4=4
O : 7 + x = 12
x=5
H : 2x + 2 = 12
2x = 10
x=5

Cl :

2= y
y=2
Perbandingan x dan y = 5 : 2
26. Jawaban: c
Senyawa yang direaksikan berupa KI dan H2SO4.
Padatan KI merupakan larutan kalium iodida, sedangkan cairan H2SO4 merupakan cairan asam sulfat
pekat. Kalium iodit mempunyai rumus KIO2. Kalium
iodat mempunyai rumus KIO3.Kalium periodat mempunyai rumus KIO4. Kalium hipoiodit mempunyai
rumus KIO. Asam sulfit mempunyai rumus H2SO3.
27. Jawaban: b
Persamaan reaksi:
aNaOH(aq) + bCl2(g) + cNH3(aq) dN2H4(aq)
+ eNaCl(aq) + fH2O(A)
Misal: a = 1
Na : a = e
H : a + 3c = 4d + 2f
1=e
1 + 3c = 4d + 2(1)
e=1
1 + 3c = 4d + 2
O : a= f
3c 4d = 1 . . . (1)
1= f

Cl :

f=1

2b = e
2b = 1


N :
Dari persamaan (1) dan (2)
3c 4d= 1
3(2d) 4d = 1
6d 4d = 1
2d = 1

b= 
c = 2d . . . (2)

d= 

c = 2d


c = 2(  )
c=1
Persamaan reaksi setara sebagai berikut.


NaOH(aq) +  Cl2(g) + NH3(aq)  N2H4(aq)


+ NaCl(aq) + H2O(A)
Jika dikalikan 2, persamaan reaksi menjadi:
2NaOH(aq) + Cl2(g) + 2NH3(aq) N2H4(aq)
+ 2NaCl(aq) + 2H2O(A)
Jadi, a = 2, b = 1, c = 2, d = 1, e = 2, dan f = 2.
28. Jawaban: a
Karbit atau kalsium karbida (CaC2) jika bereaksi
dengan air (H2O) akan membentuk persamaan
reaksi sebagai berikut.
CaC2(g) + 2H2O(A) Ca(OH)2(aq) + C2H2(g)
Gas yang terbentuk berupa C2H2 atau asetilena.
C2H4 merupakan etena, C2H6 merupakan etana,
C3H4 merupakan propuna, dan C3H6 merupakan
propena.
Kimia Kelas X

41

29. Jawaban: b
Persamaan reaksi:
aK 4Fe(CN) 6 + bH 2SO 4 + cH 2O dK 2SO 4 +
eFeSO4 + f(NH4)2SO4 + gCO
Misal: a = 1
K : 4a = 2d
N:
6a = 2f
4(1) = 2d
6(1) = 2f
4 = 2d
6 = 2f
d=2
f=3
Fe:
a=e
H : 2b + 2c = 8f
1=e
2b + 2c = 8(3)
e=1
2b + 2c = 24 . . . (1)
C : 6a = g
S: b = d + e + f
6(1) = g
b=2+1+3
g=6
b=6
O : 4b + c = 4d + 4e + 4f + g
4b + c = 4(2) + 4(1) + 4f + 6
4b + c = 8 + 4 + 4f + 6
4b + c = 18 + 4f
. . . (2)
Persamaan (1)
2b + 2c = 24
2(6) + 2c = 24
12 + 2c = 24
2c = 12
c=6
Persamaan (2)
4b + c = 18 + 4f
4(6) + 6 = 18 + 4(3)
30 = 30
Persamaan reaksi setara sebagai berikut.
K4Fe(CN)6 + 6H2SO4 + 6H2O 2K2SO4 + FeSO4
+ 3(NH4)2SO4 + 6CO
Jadi, a = 1, b = 6, c = 6, d = 2, e = 1, f = 3, dan
g = 6.
30. Jawaban: e
Reaksi antara ozon (O3) dengan fenol (C6H5OH)
menghasilkan gas karbon dioksida (CO2), air (H2O),
dan oksigen (O2).
Persamaan reaksi dimisalkan sebagai berikut.
aC6H5OH(aq) + bO3(g) cCO2(g) + dH2O(A) + eO2(g)
Misal: a = 1
C:
6a = c
6(1) = c
c=6
H:
6a = 2d
6(1) = 2d
2d = 6
d=3
O: a + 3b = 2c + d + 2e
1 + 3b = 2(6) + 3 + 2e
1 + 3b = 12 + 3 + 2e
3b = 14 + 2e

Oleh karena di ruas kiri dan ruas kanan terdapat


molekul unsur O, persamaan yang diperoleh dapat
dicoba-coba dengan beberapa angka sehingga
setara. Dengan demikian, diperoleh:
3b = 14 + 2e
3(14) = 14 + 2(14)
b = 14
e = 14
Persamaan reaksi setara sebagai berikut.
C6H5OH(aq) + 14O3(g) 6CO2(g) + 3H2O(A) + 14O2(g)
Jadi, koefisien ozon (O3) sebesar 14.
B. Uraian
1. Senyawa biner terbentuk dari dua macam unsur
saja, baik logam dan nonlogam atau nonlogam dan
nonlogam. Contoh CO2 (karbon dioksida), Al2O3
(aluminium oksida), dan FeCl3 (besi(III) klorida).
Senyawa poliatom terbentuk dari ion-ion poliatom,
yaitu ion yang terdiri atas dua atau lebih atomatom yang terikat bersama-sama membentuk ion
berikatan kovalen. Contoh Ca3(PO4)2, Na2SO4, dan
KNO3.
2. a. Senyawa biner logam dan nonlogam: NaBr,
Li2S, dan KI.
b. Senyawa biner nonlogam dan nonlogam: HCl,
N2O3, dan CO2.
c. Senyawa poliatom: H 3 PO 4 , HSCN, dan
Zn(OH)2.
d. Senyawa asam: HCl, H3PO4, dan HSCN.
e. Senyawa basa: Zn(OH)2.
f. Senyawa hidrat: Na2CO35H2O.
3. Senyawa yang dapat terbentuk dari ion-ion tersebut
sebagai berikut.
a. Zn(NO3)2 = seng nitrat
b. ZnCl2
= seng klorida
c. Zn(OH)2 = seng hidroksida
d. Zn3(PO4)2 = seng fosfat
e. Au(NO3)3 = emas(III) nitrat
f. AuCl3
= emas(III) klorida
g. Au(OH)3 = emas(III) hidroksida
h. AuPO4
= emas(III) fosfat
i. LiNO3
= litium nitrat
j. LiCl
= litium klorida
k. LiOH
= litium hidroksida
l. Li3PO4
= litium fosfat
4. a.
b.
c.
d.

42

Tata Nama Senyawa dan Persamaan Reaksi Kimia Sederhana

Ca(NO3)2 terdiri atas 1 atom kalsium, 2 atom


nitrogen, dan 6 atom oksigen.
C2H5OH terdiri atas 2 atom karbon, 6 atom
hidrogen, dan 1 atom oksigen.
P2O5 terdiri atas 2 atom fosfor dan 5 atom
oksigen.
Mg3(PO4)2 terdiri atas 3 atom magnesium, 2
atom fosfor, dan 8 atom oksigen.

e.

H2C2O4 terdiri atas 2 atom hidrogen, 2 atom


karbon, dan 4 atom oksigen.

5. a.

Polietilena glikol tereftalat atau (C10H8O4)n


digunakan sebagai busa pada peratalan
rumah tangga, sepeti bantal dan kasur.
PVC (polivinil klorida) atau ( CH2 CH )n
|
Cl
digunakan untuk membuat pipa pralon, pembungkus kabel, dan tas plastik.
Aseton (CH 3COCH 3) digunakan sebagai
pelarut pada industri selulosa asetat, serat
fotografi film, cat, dan pernis.

b.

c.

b.

Nama kimia zat-zat yang bertindak sebagai


pereaksi dan hasil reaksi sebagai berikut.
Pereaksi
KMnO4 = kalium permanganat
HCl
= asam klorida
Hasil reaksi
KCl = kalium klorida
MnCl2 = mangan(II) klorida
H2O = air
Cl2
= klorin

9. a.

Bahan bakar elpiji propana (C3H8) dibakar


dengan oksigen menghasilkan gas karbon
dioksida dan uap air.
Persamaan reaksinya:
aC3H8(g) + bO2(g) cCO2(g) + dH2O(g)
Misal: a = 1
C: 3a = c
c=3
H: 8a = 2d
8 = 2d
d=4
O: 2b = 2c + d
2b = 6 + 4
2b = 10
b=5
Persamaan reaksi setaranya:
C3H8(g) + 5O2(g) 3CO2(g) + 4H2O(g)

b.

Logam natrium direaksikan dengan larutan


etanol (C2H5OH) menghasilkan larutan natrium
etanolat dan gas hidrogen.
Persamaan reaksinya:
aNa(s) + bC2H5OH(aq) cC2H5ONa(aq)
+ dH2(g)
Misal: a = 1
Na: a = c
c=1
C: 2b = 2c
b=1
H: 6b = 5c + 2d
6 = 5 + 2d
1 = 2d

6. Angka koefisien adalah angka di depan unsur atau


senyawa yang terlibat dalam persamaan reaksi.
Sementara itu, angka indeks adalah angka yang
menunjukkan perbandingan unsur-unsur dalam tiap
senyawa. Misal pada persamaan reaksi berikut.
angka koefisien

2Na(s) + 2H2O(A) 2NaOH(aq) + 1H2(g)


angka indeks

Angka koefisien dan angka indeks satu tidak perlu


ditulis. Angka indeks tidak boleh diubah (harus tetap).
7. Reaksi antara larutan natrium klorida (NaCl) dengan
larutan perak nitrat (AgNO3) menghasilkan endapan
perak klorida (AgCl) dan larutan natrium nitrat
(NaNO3).
Persamaan reaksi setaranya sebagai berikut.
NaCl(aq) + AgNO3(aq) AgCl(s) + NaNO3(aq)
8. a.

Persamaan reaksi belum setara


aKMnO 4(aq) + bHCl(aq) cKCl(aq) +
dMnCl2(aq) + eH2O(A) + fCl2(g)
Misal: a = 1
K : a= c
H : b = 2e
1= c
b = 2(4)
c=1
b=8
Mn: a = d
Cl: b = c + 2d + 2f
1=d
8 = 1 + 2(1) + 2f
d=1
8 = 1 + 2+ 2f
O : 4a = e
2f = 5
4(1) = e

d= 
O: b = c
1=1
Persamaan reaksi setaranya:

f= 

e=4
Persamaan reaksi setara sebagai berikut.

Na(s) + C2H5OH(aq) C2H5ONa(aq) +  H2(g)

KMnO4 + 8HCl KCl + MnCl2 + 4H2O +  Cl2


Jika dikalikan 2, persamaan reaksi menjadi:
2KMnO4(aq) + 16HCl(aq) 2KCl(aq) +
2MnCl2(aq) + 8H2O(A) + 5Cl2(g)

Jika dikalikan 2, persamaan reaksi menjadi:


2Na(s) + 2C2H5OH(aq) 2C2H5ONa(aq) + H2(g)
c.

Logam tembaga direaksikan dengan larutan


asam nitrat menghasilkan larutan tembaga(II)
nitrat, air, dan gas nitrogen dioksida.

Kimia Kelas X

43

Persamaan reaksinya:
aCu(s) + bHNO3(aq) cCu(NO3)2(aq) +
dH2O(A) + eNO2(g)
Misal: a = 1
Cu: a = c
c=1
H: b = 2d . . . (1)
N: b = 2c + e
b = 2 + e . . . (2)
O: 3b = 6c + d + 2e
3b = 6 + d + 2e . . . (3)
Persamaan (1) dan (2):
b=2+e
2d = 2 + e . . . (4)
Persamaan (1) dan (3):
3b = 6 + d + 2e
3(2d) = 6 + d + 2e
6d = 6 + d + 2e
5d = 6 + 2e . . . (5)
Persamaan (4) dan (5):
2d = 2 + e
2 4d = 4 + 2e
5d = 6 + 2e 1 5d = 6 + 2e

d = 2
d=2

44

Persamaan (4):
2d = 2 + e
2(2) = 2 + e
4=2+e
e=2
Persamaan (1):
b = 2d
b = 2(2) = 4
Persamaan reaksi setaranya:
Cu(s) + 4HNO 3 (aq) Cu(NO 3 ) 2 (aq) +
2H2O(A) + 2NO2(g)
10. Persamaan reaksi;
Al2O3 . 3H2O 2Alx(OH)y
Al : 2 = 2x
x=1
O : 6 = 2y
2y = 6
y=3
Al2O3 . 3H2O 2Al(OH)3
Nama senyawa hidrat yaitu aluminium oksida
trihidrat. Nama senyawa yang dihasilkan yaitu
aluminium hidroksida.

Tata Nama Senyawa dan Persamaan Reaksi Kimia Sederhana

Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:


1. menjelaskan hukum-hukum dasar kimia;
2. menjelaskan perhitungan kimia.
Berdasarkan kemampuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik:
1. menyadari adanya keteraturan pada berbagai reaksi kimia dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud kebesaran Tuhan Yang
Maha Esa;
2. mampu mengembangkan rasa ingin tahu, disiplin, jujur, kerja sama, dan peduli lingkungan dalam melakukan percobaan serta
mampu menyajikan dan menganalisis data hasil percobaan;
3. menghargai kerja individu dan kelompok dalam mengerjakan tugas.

Stoikiometri

Hukum Dasar Kimia

Menyelidiki hukum Kekekalan Massa dalam


suatu reaksi melalui kegiatan demonstrasi.
Merancang percobaan untuk membuktikan
hukum Lavoisier serta mempresentasikannya.
Melakukan percobaan untuk membuktikan
hukum Lavoisier, kemudian menganalisis dan
mempresentasikan hasilnya.
Mendiskusikan penerapan hukum-hukum dasar
kimia dalam suatu reaksi kimia.
Mendiskusikan hukum Perbandingan Tetap.
Mendiskusikan hukum Perbandingan Berganda.
Mendiskusikan hukum Perbandingan Volume.
Mendiskusikan hukum Avogadro.

Perhitungan Kimia

Mengkaji beberapa referensi mengenai konsep


mol dan penerapannya dalam perhitungan kimia.
Mendiskusikan penentuan kadar zat.
Mendiskusikan penentuan rumus empiris dan
rumus molekul.
Mendiskusikan penentuan rumus senyawa
hidrat.
Mendiskusikan penerapan konsep mol dalam
perhitungan kimia.
Mendiskusikan pereaksi pembatas dalam suatu
reaksi.

Menyadari adanya keteraturan dalam reaksi kimia sebagai wujud kebesaran Tuhan Yang Maha Esa.
Mempunyai jiwa kreativitas yang tinggi dan mampu menghargai hasil kerja teman kelompoknya.
Menjelaskan hukum Kekekalan Massa yang terjadi dalam reaksi kimia.
Menjelaskan hukum Perbandingan Tetap dalam reaksi kimia.
Menjelaskan berlakunya hukum Perbandingan Berganda pada beberapa senyawa.
Menjelaskan penggunaan hukum Perbandingan Volume pada reaksi kimia.
Menjelaskan hukum Avogadro.
Menjelaskan konsep mol.
Menentukan kadar zat.
Menentukan rumus empiris dan rumus molekul suatu senyawa.
Menentukan rumus kimia senyawa hidrat (air kristal).
Menjelaskan langkah perhitungan kimia.
Menentukan pereaksi pembatas dalam reaksi kimia.
Menyajikan data hasil percobaan dan laporan praktikum hukum Kekekalan Massa.

Kimia Kelas X

45

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: a
Persamaan reaksi yang terjadi sebagai berikut.
Mg(s) + O2(g) MgO(s)
Menurut hukum Lavoisier, massa zat pereaksi
sama dengan massa zat hasil reaksi.
Massa Mg + massa O2 = massa MgO
0,93 gram + massa O2 = 1,55 gram
Massa O2 = (1,55 0,93) gram
= 0,62 gram
Jadi, massa oksigen yang bereaksi adalah
0,62 gram.
2.

3.

4.

Jawaban: b
Menurut hukum Lavoisier, massa zat pereaksi
sama dengan massa zat hasil reaksi.
Massa C6H12O6 + massa O2 = massa CO2 +
massa H2O
18 gram + 19,2 gram = massa CO2 + 10,8 gram
Massa CO2 = (18 + 19,2) gram 10,8 gram
= 26,4 gram
Jadi massa CO2 yang dihasilkan adalah 26,4 gram.
Jawaban: e
Reaksi yang terjadi sebagai berikut.
CH3COOH(aq) + NaHCO3(s)
CH3COONa(aq) + H2O(A) + CO2(g)
Massa zat sebelum reaksi = massa zat sesudah
reaksi
Massa asam asetat + massa soda kue = massa
zat sesudah reaksi
3 gram + 2,5 gram = massa zat sesudah reaksi
Massa zat sesudah reaksi = 5,5 gram.
Jadi, massa zat hasil reaksi yaitu 5,5 gram dan
gas yang terbentuk adalah gas CO2 (karbon
dioksida).
Jawaban: d
Persamaan reaksinya sebagai berikut.
H2(g) + O2(g) H2O2(A)
Massa H2 = 1 gram
Massa O2 = 2 gram
Massa H2O2 = 1,56 gram
Massa zat yang tidak bereaksi
= massa zat sebelum bereaksi massa setelah
bereaksi
= (massa H2 + massa O2) massa H2O2

46

Stoikiometri

= (1 + 2) gram 1,56 gram


= 1,44 gram
Jadi, massa zat yang bereaksi adalah 1,56 gram,
sedangkan massa zat yang tidak bereaksi adalah
1,44 gram.
5.

Jawaban: d
Perbandingan C : O = 3 : 8
C + O2 CO2
4,5 g

15 g

Massa O2 yang bereaksi




=  massa C


=  4,5 gram
= 12 gram
Jadi, oksigen masih tersisa = (15 12) g = 3 gram.
6.

Jawaban: c
Berdasarkan data percobaan 3, diperoleh bahwa
massa sebelum reaksi sama dengan massa setelah
reaksi sehingga diperoleh perbandingan massa
tembaga dengan massa sulfur sebagai berikut.
Massa tembaga : massa sulfur = 8 : 4 = 2 : 1
Jadi, perbandingan massa tembaga dengan
sulfida dalam tembaga(II) sulfida adalah 2 : 1.

7.

Jawaban: b
Perbandingan massa kalsium, massa belerang,
dan massa kalsium sulfida sebagai berikut.
Massa kalsium : massa belerang : massa kalsium
sulfida = 0,75 : 0,60 : 1,35 = 5 : 4 : 9
Massa kalsium yang bereaksi


=  massa belerang


=  0,3 gram
= 0,375 gram
Massa kalsium mula-mula = massa kalsium yang
bereaksi + massa kalsium sisa
Massa kalsium mula-mula
= (0,375 + 0,05)gram
= 0,425 gram
Jadi, massa kalsium mula-mula adalah 0,425 gram.
8.

Jawaban: b
Percobaan 1
Massa oksigen yang bereaksi
= (20 16) gram
= 4 gram

Perbandingan Mg : O = 6 : 4 = 3 : 2.
Percobaan 2
Massa oksigen yang bereaksi
= (10 4) gram
= 6 gram
Perbandingan Mg : O = 9 : 6 = 3 : 2.
Percobaan 3
Massa magnesium yang bereaksi
= (30 18) gram
= 12 gram
Perbandingan Mg : O = 12 : 8 = 3 : 2.
Percobaan 4
Massa magnesium yang bereaksi
= (45 21) gram
= 24 gram
Perbandingan Mg : O = 24 : 16 = 3 : 2.
Jadi, perbandingan massa magnesium dan
oksigen dalam senyawa magnesium oksida
adalah 3 : 2.
9. Jawaban: e
Jika massa unsur X tetap pada kedua senyawa,
data tersebut dapat dimasukkan ke dalam tabel
berikut.
Senyawa

Massa X (gram)

Massa Y (gram)

I
II

9
9

9
15

Massa Y yang bergabung dengan 9 gram unsur X


mempunyai perbandingan = 9 : 15 = 3 : 5.
Perbandingan massa Y yang bergabung dengan
unsur X merupakan bilangan bulat yang sederhana.
10. Jawaban: b
Jika massa unsur nitrogen pada kedua senyawa
sama, data tersebut dapat dimasukkan ke dalam
tabel berikut.
Senyawa

Massa Unsur
Nitrogen (gram)

Massa Unsur
Oksigen (gram)

A
B

46,66%
46,66%

53,33%
106,66%

Massa oksigen yang bergabung dengan 46,66%


unsur nitrogen mempunyai perbandingan =
53,33% : 106,66% = 1 : 2. Perbandingan massa
oksigen yang bergabung dengan nitrogen
merupakan bilangan bulat yang sederhana
(hukum Perbandingan Berganda atau hukum
Dalton).

11. Jawaban: a
Data tersebut dapat dimasukkan dalam tabel
berikut.
Senyawa

Massa Unsur
Belerang (gram)

Massa Unsur
Oksigen (gram)

I
II

4
x

8
6

Jika massa belerang pada kedua senyawa dibuat


sama yaitu 4 gram, data menjadi seperti tabel
berikut.
Senyawa

Massa Unsur
Belerang (gram)

II

Massa Unsur
Oksigen (gram)
8
6







Perbandingan massa oksigen pada kedua


senyawa sebagai berikut.


8:  =2:3




= 

24x = 48, x = 2
Jadi, massa belerang dalam senyawa belerang
trioksida adalah 2 gram.
12. Jawaban: d
Gay Lussac menyatakan bahwa volume gas-gas
yang bereaksi dan volume gas-gas hasil reaksi
pada T dan P sama berbanding sebagai bilangan
bulat dan sederhana.
13. Jawaban: b
Perbandingan volume = perbandingan koefisien
100NxOy(g) 100NO(g) + 50O2(g)
N: 100 x = 100
x=1
O: 100y = 100 + 100
100y = 200
y=2
Jadi, rumus oksida nitrogen adalah NO2.
14. Jawaban: b
Perbandingan volume = perbandingan koefisien
NxO + S SOy + N2
70 ml
35 ml
70 ml
: 35
2NxO + S SOy + 2N2
Jumlah atom sebelum dan setelah reaksi adalah
sama.
N: 2x = 4, x = 2
O: y = 2
Jadi, persamaan reaksi yang tepat adalah
2N2O + S SO2 + 2N2.
Kimia Kelas X

47

15. Jawaban: c
CH4(g) + 2O2(g) CO2(g) + 2H2O(A)
C3H8(g) + 5O2(g) 3CO2(g) + 4H2O(A)

Jadi, perbandingan massa dari unsur-unsur penyusun pupuk urea yaitu C : O : N : H = 3 : 4 : 7 : 1.


3.

Data nomor 1:
a. Jika massa Fe dalam senyawa I dan
senyawa II dibuat sama yaitu 7 gram maka
perbandingan massa O dalam senyawa I dan
senyawa II yaitu 2 : 3.
b. Jika massa O dalam senyawa I dan senyawa
II dibuat sama yaitu 24 gram maka
perbandingan massa Fe dalam senyawa I
dan senyawa II yaitu 84 : 56 = 3 : 2.
Data nomor 2:
a. Dengan massa Cu yang sama yaitu
63,5 gram, maka perbandingan massa S
dalam senyawa I dan senyawa II yaitu
16 : 32 = 1 : 2.
b. Jika massa S dalam senyawa I dan senyawa
II dibuat sama yaitu 32 gram maka perbandingan massa Cu dalam senyawa I dan
senyawa II yaitu 127 : 63,5 = 2 : 1.

4.

Perbandingan volume = perbandingan koefisien


5CxHy(g) + 15O2(g) 10CO2(g) + 10H2O(A)
: 5
CxHy(g) + 3O2(g) 2CO2(g) + 2H2O(A)

Misal: volume CH4 = y L


volume C3H8 = (10 y) L
Volume O2 pada reaksi pembakaran CH4


=  volume CH4


=  yL
= 2y L
Volume O2 pada reaksi pembakaran C3H8


=  volume C3H8


=  (10 y) L
= (50 5y) L
Volume O2 yang habis bereaksi = 38 liter
Sehingga: 2y + (50 5y) = 38 liter
3y = 12 liter
y = 4 liter
Jadi, volume CH4 adalah 4 liter dan volume C3H8
adalah 6 liter.

C: x = 2
H: y = 4
Jadi, rumus molekul senyawa tersebut adalah
C2H4.

B. Uraian
1.

2.

Massa BaCl2 + massa Na2SO4 = massa BaSO4


+ massa NaCl
41,6 gram + 28,4 gram = massa BaSO4 + 23,4 gram
Massa BaSO4 = (70 23,4) gram = 46,6 gram
Jadi, massa endapan BaSO4 yang terbentuk
sebesar 46,6 gram.

5.

2NO(g)
2 mol

Perbandingan massa unsur-unsur penyusun


pupuk urea sebagai berikut.
Massa C : massa O : massa N : massa H
= (1 Ar C) : (1 Ar O) : (2 Ar N) : (4 Ar H)
= (1 12) : (1 16) : (2 14) : (4 1)
= 12 : 16 : 28 : 4
=3:4:7:1

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: e
Mr Na2CO3 10H2O
= ((2 Ar Na) + (1 Ar C) + (13 Ar O) +
(20 Ar H)) g/mol
= ((2 23) + (1 12) + (13 16) + (20 1)) g/mol
= (46 + 12 + 208 + 20 ) g/mol = 286 g/mol
48

Stoikiometri

2NO2(g) N2(g) + 2O2(g)


4mol

2 mol

4 mol

N2(g) + O2(g)
1 mol

1 mol

Mol N2 total = 2 mol + 1 mol = 3 mol


Mol O2 total = 4 mol + 1 mol = 5 mol
Pada tekanan dan suhu sama, perbandingan mol
= perbandingan volume.
Perbandingan volume N2 : O2 = 3 : 5.

2.

Jawaban: e
Misal: massa Zn(NO3)2 xH2O = 100 gram
Massa H2O = 36,54% massa senyawa hidrat
= 36,54% 100 gram
= 36,54 gram

Massa Zn(NO3)2
= massa Zn(NO3)2 xH2O massa H2O
= 100 gram 36,54 gram
= 63,46 gram
Mol H2O =

Mol oksigen =
=




Mol Zn(NO3)2 =

Mol nitrogen =

= 2,03 mol



  
   

3.


&$$$

$

= 12 1,5 103 6,02 1023


= 1,08 1022 atom
Jadi, jumlah atom karbon dalam gula tebu adalah
1,08 1022.
7.

Jawaban: a
Persamaan reaksi pembentukan ozon sebagai
berikut.
3O2(g) 2O3(g)
Mol O2 =

'*  
'*  

= 1,5 mol

Massa oksigen = 36,37% massa NxOy


= 36,37% 100 gram
= 36,37 gram
Massa nitrogen
= massa NxOy massa oksigen
= 100 gram 36,37 gram
= 63,63 gram

20,2 =

 + $$$ 
$$

20,2 =

 + &$$$ $


$$

2.020 = 22x + 2.000 20x


2x = 20
x = 10%
Jadi, kelimpahan isotop 20Ne di alam adalah
(100 10)% = 90%.

mol O2

Jawaban: c
Misal: massa NxOy = 100 gram



$ +


 
 
'  Q


Misal kelimpahan 22Ne = x% maka kelimpahan


20
Ne = (100 x)%

=  1,5 mol
= 1 mol
Jadi, ozon yang terbentuk sebanyak 1 mol.
5.

Jawaban: e
Massa atom relatif Ne =

Perbandingan mol = perbandingan koefisien


Mol O3 =



@  
 @  

$

$




Jawaban: a
Mr C12H22O11 = 342

= 
= 1,5 103 mol
Jumlah atom karbon
= 12 mol C12H22O11 L

=  + 




 




Mol C12H22O11 =



"#
 "#

=  + 
393 + 57n = 564
57n = 564 393
57n = 171
n=3
Jadi, nilai n adalah 3.
4.

6.

Jawaban: c
 
 

!
 $$
 $



'<
> 

= 4,54 mol
Mol nitrogen : mol oksigen = 4,54 : 2,27 = 2 : 1
Jadi, rumus oksida nitrogen tersebut adalah N2O.



=  = 0,33 mol


Mol H2O : Mol Zn(NO3)2 = 2,03 : 0,33 = 6 : 1
Jadi, rumus senyawa hidrat tersebut adalah
Zn(NO3)2 6H2O.

?


= 2,27 mol




 



' <
>

8.

Jawaban: a
'

$$

a.

M BaCl2 = U = $ = 0,8 M

b.

M CO(NH2)2 = U = $ = 0,3 M

c.

Mol FeS =

'

$$

 
 

!
 $
$ $

= 0,07 mol
'

$$?

M FeS = U = $ = 0,7 M

Kimia Kelas X

49

d.

Massa Pb(CH3COO)2 = 3,25 gram


Mr Pb(CH3COO)2 = 325 gram/mol
Mol Pb(CH3COO)2 =

<


10. Jawaban: b

$

= ? = 0,38 mol



= 
= 0,01 mol
'

$$

M Pb(CH3COO)2 = U = $ = 0,1 M


e.

Mol C6H12O6 =

W 
 

!
$ $

= $ $ = 0,02 mol


'

$$

M C6H12O6 = U = $ = 0,2 M


Jadi, konsentrasi terbesar dimiliki oleh BaCl2.
9.

Jawaban: b
Rumus empiris senyawa ditentukan berdasarkan
perbandingan mol-nya.
Mol C : H : O =
=



@






: > : >
> @


$?
$
?
:  : 


= 5,17 : 10,34 : 1,7


=3:6:1
Jadi, rumus molekul senyawa tersebut (C3H6O)n.
Rumus molekul ditentukan dengan terlebih dahulu
mencari Mr-nya.
Massa gas = 1,45 g
Volume gas = 743 ml = 0,743 liter
?

Tekanan
= 37 cmHg = ? atm = 0,486 atm
Suhu = 80C
= (80 + 273) K
= 353 K
PV
= nRT
=
Mr gas =
=



<

 <

RT



<
[ \
] U
 $$ 
$ $?

= 116
Rumus empiris = (C3H6O)n
Mr senyawa = 116
Mr (C3H6O)n = 116
(36 + 6 + 16)n = 116
58n = 116
n=2
Jadi, rumus molekul senyawa yang mempunyai
rumus empiris (C3H6O)2 = C6H12O2.

50

Stoikiometri



@
 @

Mol CuO mula-mula =




 

Mol O2 yang terbentuk =



=  = 0,1 mol
2CuO(s) 2Cu(s) + O2(g)
Mula-mula : 0,38 mol

Terurai
: 0,20 mol
0,20 mol 0,10 mol

Sisa
: 0,18 mol
0,20 mol 0,10 mol
' 


% CuO yang terurai = ' 


^ 
100%
$$

= $ 100%
= 52,63%
11. Jawaban: b
Mol Fe2O3 =



# 
 # 

$ <

=   +   <


_ '
$ <

= $ <
_ '
= 0,125 mol
Mol Al =



>
> >

 <

= ? <
_ ' = 0,5 mol
Fe2O3(s)

+ 2Al(s)

Al2O3(s)

+ 2Fe(A)

Mula-mula : 0,125 mol


0,50 mol

Terurai
: 0,125 mol
0,25 mol
0,125 mol
0,25 mol

Sisa
:

0,25 mol
0,125 mol
0,25 mol

Massa besi yang dihasilkan


= mol Fe Ar Fe
= 0,25 mol 56 g/mol
= 14 gram
Massa zat yang tersisa (Al)
= mol Al Ar Al
= 0,25 mol 27 g/mol
= 6,75 gram
12. Jawaban: d
Persamaan reaksi setara sebagai berikut.
N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g)
Mol N2 =




> 

Mol NH3 =

'*   
'*  



=  = 0,5 mol
mol N2

=  0,5 mol = 1 mol

Perbandingan volume = perbandingan koefisien


= 3 : 15 : 15 = 1 : 5 : 5 sehingga menjadi:
CxHy + O2 5CO2 + 5H2O

Volume NH3 pada keadaan 0C, 1 atm (STP)


sebagai berikut.
Volume NH3 = mol NH3 22,4 L/mol
= 1 mol 22,4 L/mol
= 22,4 L
Jadi, volume NH3 yang dihasilkan sebesar 22,4 L.

Jumlah atom reaktan = jumlah atom produk




CxHy +  O2 5CO2 + 5H2O


C:x=5
H : y = 10
Jadi, rumus molekul senyawa hidrokarbon
tersebut yaitu C5H10 (pentena).

13. Jawaban: a
Mol N2O4 =



 
  

=  = 0,17 mol

Mol N2H4 =



 
  

=  = 0,15 mol

2N2O4





+ N2H4

6NO

2.

2H2O

Mula-mula : 0,17 mol


0,15 mol

Reaksi
: 0,17 mol
0,085 mol
0,51 mol
0,17 mol

Sisa
:

0,065 mol
0,51 mol
0,17 mol

Mol N2 =

Zat N2O4 habis bereaksi sehingga bertindak


sebagai pereaksi pembatas.
Massa NO = mol NO Mr NO
= 0,51 30
= 15,3 gram
Jadi, pereaksi pembatasnya adalah N2O4 dan
massa NO yang terbentuk sebesar 15,3 gram.

 > #
 # 




 

$?

=  = 0,025 mol

Gas oksigen diukur pada keadaan saat 0,58 liter


gas N2 beratnya 0,7 gram.
' 
U'  

' 
$$ 

Mol O2

14. Jawaban: b
Massa Fe dalam Fe2O3
=

Persamaan reaksi penguraian kalium klorat


(KClO3) sebagai berikut.
2KClO3(s) 2KCl(s) + 3O2(g)

' 
U'  

$$ '

= $ 
= 0,003 mol


Mol KClO3 =  mol O2




=  0,003 mol
= 0,002 mol
Massa KClO3 = mol KClO3 Mr KClO3
= 0,002 mol 122,5 gram/mol
= 0,245 gram
Jadi, kalium klorat yang terurai sebanyak
0,245 gram.

massa Fe2O3

 

= $ 4 gram
= 2,8 gram
Persentase Fe dalam cuplikan


#

=

`
 100%
 <

=  <
100%
= 20%
Jadi, persentase Fe dalam cuplikan sebesar 20%.

Misal massa senyawa 100 gram maka massa K =


26,53 gram, Cr = 35,37 gram, dan O = 38,10 gram.
Perbandingan mol atom-atom:
K : Cr : O =

15. Jawaban: e
Perbandingan mol P : O =



]
> ]

$

$




>

=  : 
= 0,02 : 0,05
=2:5
Jadi, rumus empiris senyawa tersebut adalah
P2O5.
B. Uraian
1. CxHy + O2 CO2 + H2O
3 liter

3.

15 liter

15 liter



q
> q






@
> @

?





>

$


= 0,6802 : 0,6802 : 2,3812


= 1 : 1 : 3,5
=2:2:7
Rumus empiris senyawa tersebut adalah K2Cr2O7.
(K2Cr2O7)n = 294
78n + 104n + 112n = 294
294n = 294
n=1
Jadi, rumus molekul senyawa = rumus empiris
senyawa yaitu K2Cr2O7.

Kimia Kelas X

51

4.

Mol K2SO4 mula-mula


= (V M)K2SO4
= 0,02 liter 0,5 M
= 0,01 mol
Mol Pb(NO3)2 mula-mula
= (V M)Pb(NO3)2
= 0,02 liter 0,2 M
= 0,004 mol
K2SO4

+ Pb(NO3)2 PbSO4

5.



Zat sisa = K2SO4 sebesar 0,006 mol.


Pereaksi pembatas = Pb(NO3)2.
Endapan yang terbentuk adalah PbSO 4
(karena wujud zatnya padat).
Massa PbSO4 = 0,004 mol Mr PbSO4
= 0,004 mol 303 g/mol
= 1,212 gram

Jawaban: d
Persamaan reaksi pembakaran sempurna gas
butana sebagai berikut.




 



C(s) + 2H2(g) CH4(g)

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: c
Berdasarkan data percobaan ketiga, diperoleh
bahwa massa sebelum reaksi sama dengan
massa setelah reaksi sehingga diperoleh
perbandingan massa Fe dengan massa S
sebagai berikut.
Massa Fe : massa S = 14 : 8 = 7 : 4
Jadi, perbandingan massa Fe dengan S dalam
besi sulfida adalah 7 : 4.
2.



 
  

=  : 
= 0,34 : 2,03
=1:6
Harga x = 6 sehingga rumus kimia kristal hidrat
adalah Zn(NO3)2 6H2O.

+ 2KNO3

Mula-mula : 0,01 mol


0,004 mol

Reaksi
: 0,004 mol
0,004 mol
0,004 mol
0,008 mol

Sisa
: 0,006 mol

0,004 mol
0,008 mol

a.
b.
c.

Misal berat kristal = 100 gram


Massa kristal yang tersisa (Zn(NO3)2) = 63,46%
= 63,46 gram
Massa H2O = (100 63,46) gram = 36,54 gram
Zn(NO3)2 xH2O Zn(NO3)2 + xH2O
Perbandingan mol Zn(NO3)2 : H2O

Perbandingan koefisien = perbandingan mol


Mol CH4 =

'*  @ 
'*  

4.

=  0,05 mol
= 0,025 mol
Jumlah partikel CH4 = mol L
= 0,025 6,02 1023
= 1,505 1022 molekul
Jawaban: a
Mol Mg mula-mula =



C4H10 +  O2 4CO2 + 5H2O


Perbandingan koefisien = perbandingan mol
Mol O2 =

'*  
'*  @ $



<
> <



=  = 0,1 mol
Mol HCl mula-mula =

mol C4H10



=  6 = 39 mol
Jadi, oksigen yang diperlukan sebanyak 39 mol.

mol H2

Mol MgCl2 =



@
 @
?
 = 0,2

mol



<@
 <@



3.

Jawaban: b
{' 

Mol H2 =  !_ '


 !

=  !_ '
= 0,05 mol

52

Stoikiometri

=  = 0,1 mol
Mg(s)
+ 2HCl(aq) MgCl2(aq) + H2(g)
Mula-mula : 0,1 mol
0,2 mol

Reaksi
: 0,1 mol
0,2 mol
0,1 mol
0,1 mol

Sisa
:

0,1 mol
0,1 mol

5.

Massa H2 = mol H2 Mr H2
= 0,1 mol 2 g/mol
= 0,2 gram

Massa hidrogen dalam air

Jawaban: a
Massa S dalam FeS2

=  18 gram
= 2 gram
Massa oksigen dalam air
= 18 gram 2 gram
= 16 gram
Reaksi tersebut mengikuti hukum Kekekalan
Massa.
tembaga + oksigen tembaga(II) oksida
8 gram + 2 gram 10 gram
Massa tembaga dalam tembaga(II) oksida

 > |
 #|

 
$

24 = 12,8 gram


|
> |



=  = 0,40 mol
Jadi, jumlah mol belerang yang terkandung dalam
24 gram pirit (FeS2) adalah 0,40 mol.
6.

c.

Jawaban: b
a. Massa CH4 = mol CH4 Mr CH4
= 0,1 16 = 1,6 gram
b. Massa H2O = mol H2O Mr H2O
= 0,1 18 = 1,8 gram
c. Massa atom oksigen
=

 
 

!

Ar O

$ $

Massa CO2 =

 
 
 @ 
!
$ $

Mr CO2

d.



= $ $ 44
= 1,1 gram
e.

Massa H2 =
=

{'  


2


Mr H2

Jawaban: e
a. besi
+ belerang besi(II) sulfida
7 gram + 4 gram 11 gram
Massa besi dalam besi(II) sulfida
=

> #
 #|



b.

massa FeS

=  11 gram
= 7 gram
Massa belerang dalam besi(II) sulfida
= 11 gram 7 gram
= 4 gram
Reaksi tersebut mengikuti hukum Kekekalan
Massa.
hidrogen + oksigen air
2 gram + 16 gram 18 gram

massa CuO

= $ 10 gram
= 8 gram
Massa oksigen dalam tembaga(II) oksida
= 10 gram 8 gram
= 2 gram
Reaksi tersebut mengikuti hukum Kekekalan
Massa.
tembaga + belerang tembaga(II) sulfida
64 gram + 32 gram 96 gram
Massa tembaga dalam tembaga(II) sulfida
=

> @
 @|

massa CuS



= 1,0 gram
Jadi, 0,1 mol H2O memiliki massa terbesar.
7.

> @
 @



= $ $ 16 = 1,6 gram


d.

massa H2O

massa FeS2

Mol belerang =

 >
 

e.

=  96 gram
= 64 gram
Massa belerang dalam tembaga(II) belerang
= 96 gram 64 gram
= 32 gram
Reaksi tersebut mengikuti hukum Kekekalan
Massa.
magnesium + nitrogen magnesium nitrida
24 gram
+ 28 gram 52 gram
Massa magnesium dalam magnesium nitrida
=

 > <
 <

massa Mg3N2

?

= $$ 52 gram
= 37,44 gram
Massa nitrogen dalam magnesium nitrida
= 52 gram 37,44 gram
= 14,56 gram
Reaksi tersebut tidak mengikuti hukum
Kekekalan Massa.

Kimia Kelas X

53

Perbandingan mol C : H : O

8. Jawaban: d
Mol Al =



>
> >


?

= 2 mol

Persamaan reaksi setara sebagai berikut.


2Al(s) + 3H2SO4(aq) AI2(SO4)3(aq) + 3H2(g)
'* 

Mol H2 = '*  > mol Al




=  2 mol = 3 mol
Volume gas H2 (STP) = mol H2 22,4 L/mol
= 3 mol 22,4 L/mol L
= 67,2 L
Jadi, volume gas H2 yang terjadi sebesar 67,2 L.
9. Jawaban: e
Jumlah molekul CO =
=



@
 @




L
23

6,02 10

= 6,02 1022 molekul


a.




 

Jumlah molekul N2 =



@
> @

?$

Jumlah molekul CO2 =



@ 
 @ 



=  6,02 1023
= 3,01 1022 molekul
c.

Jumlah molekul H2 =




 

$

Jumlah molekul O2 =




 



=  6,02 1023
= 1,204 1023 molekul
e.

Jumlah molekul Cl2 =



@
 @

?

= ? 6,02 1023
= 6,02 1022 molekul
Jadi, 7,1 gram Cl2 memiliki jumlah molekul sama
dengan 2,8 gram CO.
10. Jawaban: c
Misal massa asam adalah 100 gram, maka:
massa H = 5,89 gram
massa C = 70,6 gram
massa O = 23,5 gram

54

Stoikiometri




>





>
> >
$
= ? = 0,033x


@
Cu = > @

$
= 

Mol Al =

Mol

mol

= 0,00157x mol
{' 

Mol H2 =  !_ '


? !

=  6,02 1023
= 1,204 1024 molekul
d.



11. Jawaban: b
Misal massa paduan x gram, maka massa Al
0,9x gram dan massa Cu 0,1x gram.



b.




>

=  :  : 
= 5,88 : 5,89 : 1,47
=4:4:1
Rumus empiris senyawa tersebut adalah (C4H4O)n.
(Mr rumus empiris)n = Mr rumus molekul
{(4 12) + (4 1) + (16 1)}n = 136
48n + 4n + 16n = 136
68n = 136
n=2
Jadi, rumus molekul senyawa tersebut adalah
C8H8O2.

=  6,02 1023
= 3,01 1022 molekul

=  !_ '
= 0,3 mol
Reaksi yang terjadi sebagai berikut.
2Al(s) + 6HCl(aq) 2AlCl3(aq) + 3H2(g)
0,033x mol

0,0495x mol

Cu(s) + 2HCl(aq) CuCl2(aq) + H2(g)


0,00157x mol

0,00157x mol

Mol H2 total = 0,3 mol


0,0495x + 0,00157x = 0,3 mol
0,05107x = 0,3
x = 5,874 gram
6 gram
Jadi, massa paduan yang diperlukan sebanyak
6 gram.
12. Jawaban: e
Massa Na2SO4 xH2O = 11,6 gram
Massa Na2SO4
= 7,1 gram
Massa H2O
= (11,6 7,1) gram
= 4,5 gram
Na2SO4 xH2O(s) Na2SO4(s) + xH2O(g)

Perbandingan mol Na2SO4 : H2O


=




| 
 
| 

?

5)

John Dalton mengemukakan bahwa apabila


dua unsur dapat membentuk lebih dari satu
senyawa dan massa salah satu unsur
tersebut tetap (sama) maka perbandingan
massa unsur yang lain dalam senyawasenyawa tersebut merupakan bilangan bulat
dan sederhana.




 



=  : 
= 0,05 : 0,25
=1:5
Harga x = 5 sehingga rumus kimia kristal hidrat
adalah Na2SO4 5H2O.
13. Jawaban: c
Misal jumlah nitrogen = a
% nitrogen =
28,9% =

> 
 
*




100%

100%

5606,6 = 1400a
a=4
Jadi, jumlah atom nitrogen dalam kafein adalah 4.
14. Jawaban: a
Menurut hukum Kekekalan Massa bahwa massa
sebelum bereaksi sama dengan massa setelah
bereaksi sehingga massa Erlenmeyer beserta
isinya tersebut jika ditimbang tetap sama 125 gram.
Pb(NO3)2(aq) + 2KI(aq) PbI2(aq) + 2KNO3(aq)

17. Jawaban: d
Perbandingan koefisien = perbandingan volume
2A(g) + B(g) 2NO2(g)
Mula-mula : 8 L
3L

Reaksi
: 6L
3L
6L

Sisa
: 2L

6L
Jadi, gas NO2 yang akan diperoleh sebanyak 6L.
18. Jawaban: c
Misal: d1 = densitas pada STP
d2 = densitas suhu 30C dan tekanan
768 torr
]U
\

] U
\

U
U

]\
]\

Q
Q

U
U

d1 = 1,10 d2
d2 = (1,10)(1,35 kg/m3) = 1,48 kg/m3

Massa Pb(NO3)2 + massa KI = massa PbI2 +


massa KNO3
15. Jawaban: c
P = 1.520 mmHg



?$ <

= 2 atm

V = 250 ml = 0,25 liter


T = 25C + 273 = 298 K
PV=nRT
2 0,25 =

$


0,082 298

Mr gas = 17
Mr tersebut dimiliki oleh gas NH3.
16. Jawaban: c
1) Proust mengemukakan bahwa perbandingan
massa unsur-unsur penyusun suatu senyawa
selalu tetap.
2) Lavoisier mengemukakan bahwa massa zatzat sebelum dan sesudah reaksi adalah
tetap.
3) Avogadro mengemukakan bahwa gas
bervolume sama mengandung jumlah
molekul yang sama pula.
4) Gay Lussac mengemukakan bahwa pada
suhu dan tekanan yang sama, perbandingan
volume gas-gas yang bereaksi dan hasil
reaksi berbanding sebagai bilangan bulat.

?$ '$ q

= ? '? q = 1,10

19. Jawaban: d
Na2CO3 + CaCl2 CaCO3 + 2NaCl
Mol CaCO3 = mol Na2CO3


@
@ 
 @
@ 




@ 
 
@ 




@ 
$

Massa Na2CO3 = $$ 106 = 1,272 gram
?
% kemurnian Na2CO3 = $ 100% = 63,6%

$$

Jadi, kadar kemurnian Na2CO3 adalah 63,6%.


20. Jawaban: b
Misal: kelimpahan 378X = y%
kelimpahan 383X = (100 y)%
Massa rata-rata unsur X
=



?"  

 ?" + 

"  

 "
$$

379,64 =

??  +  $$ 


$$

37964 = 377,99y + 38298 382,98y


4,99y = 334
y = 66,9
Jadi, kelimpahan isotop 378 X = 66,9 % dan
383
X = 33,1%.

Kimia Kelas X

55

21. Jawaban: a

Keadaan tersebut mungkin terjadi karena jumlah


Ca yang bereaksi lebih kecil daripada jumlah Ca
mula-mula yang tersisa.



><
> ><

Mol Ag =

$?

= $ = 2,5 103 mol




Mol HNO3 =  mol Ag




=  2,5 103 mol


= 3,3 103 mol
Volume HNO3 =

'  
  

 $


= 2 103 L
= 2 ml
22. Jawaban: e
{'  

Massa Ca yang tersisa = mol Ca Ar Ca


= 0,25 mol 40 gram/mol
= 10 gram
24. Jawaban: d


Massa Ca3P2 = $$ massa karbid




= $$ 20 = 1,82 gram


Mr Ca3P2 = {(3 40) + (2 31)} = 182
Mol Ca3P2 =

Mol PH3 =  mol Ca3P2

 

=  _ '


= 0,0125 mol


Mol X =  mol H2


=  0,0125 mol
= 0,0125 mol



"
' "
? <

$$ '

= 56 gram/mol
Jadi, Ar X = 56 gram/mol.
23. Jawaban: b
Mol Ca =
Mol HCl =

> @

$

= $ = 0,5 mol



@
 @



=  = 0,5 mol


Jika Ca habis bereaksi, keadaan yang terjadi
sebagai berikut.
Ca(s)
+ 2HCl(aq) CaCl2(aq) + H2(g)
Mula-mula : 0,5 mol
0,5 mol

Reaksi
: 0,5 mol
1,0 mol
0,5 mol
0,5 mol

Sisa
:

0,5 mol 0,5 mol


0,5 mol

Keadaan tersebut tidak mungkin terjadi karena


jumlah HCl yang bereaksi lebih banyak daripada
jumlah HCl mula-mula.
Jika HCl habis bereaksi, keadaan yang terjadi
sebagai berikut.
Ca(s)
+ 2HCl(aq) CaCl2(aq) + H2(g)
Mula-mula : 0,5 mol
0,5 mol

Reaksi
: 0,25 mol 0,5 mol
0,25 mol
0,25 mol

Sisa
: 0,25 mol

0,25 mol
0,25 mol

56

Stoikiometri



=  = 0,01 mol


Persamaan reaksi setara sebagai berikut.
Ca3P2(s) + 6H2O(A) 3Ca(OH)2(aq) + 2PH3(g)


Mol H2 =  _ '

Ar X =



@
]
 @
]

=  0,01 mol
= 0,02 mol
Massa PH3 = mol PH3 Mr PH3
= 0,02 mol 34 gram/mol
= 0,68 gram
Jadi, massa gas fosfin yang dihasilkan sebanyak
0,68 gram.
25. Jawaban: e
Perbandingan volume = perbandingan koefisien
= perbandingan mol
Tiap liter bensin menghasilkan 0,14 kg CO,
$

berarti tiap 1 mol bensin mengandung 


0,005 mol CO.
Jadi, jika 30 liter bensin dibakar maka:

$

Mol CO =  0,005 mol = 0,15 mol


Massa CO = mol Mr CO
= 0,15 28
= 4,2 kg
26. Jawaban: d


Mol NaBH4 =  mol B2H6




=  0,2 mol
= 0,3 mol
Jika reaksi mempunyai rendemen 70% maka mol
NaBH4 yang harus direaksikan
$$

= ?$ 0,3 mol = 0,429 mol

27. Jawaban: a
1) Reaksi antara nitrogen dan hidrogen
menghasilkan amonia.
N2 + 3H2 2NH3
1 mol
~ 2 mol
2) Oksidasi dari amonia menghasilkan
nitrogen(IV) oksida dan air.
?

2NH3 +  O2 N2O4 + 3H2O


2 mol
~ 1 mol
3) Reaksi antara nitrogen(IV) oksida dengan air
menghasilkan asam nitrat dan nitrogen(III)
oksida.
2N2O4 + H2O 2HNO3 + N2O3
1 mol
~ 1 mol
Jadi, secara teoritis jumlah mol asam nitrat yang
dihasilkan dari 1 mol nitrogen adalah 1 mol.

B. Uraian
1. Reaksi yang terjadi:
C6H12O6 + 6O2 6CO2 + 6H2O
Massa zat sebelum reaksi = massa zat sesudah
reaksi.
Massa C6H12O6 + massa O2 = massa CO2 +
massa H2O.
4,5 gram + x = 6,6 gram + 2,7 gram
4,5 gram + x = 9,3 gram
x = 4,8 gram
Jadi, oksigen yang diperlukan pada pembakaran
tersebut sebanyak 4,8 gram.
2.

a.

28. Jawaban: b
Rumus molekul vanillin pada gambar yaitu
C6H3(OH)(OCH3)(CHO).
Mr vanillin
= 152 g/mol
Massa vanillin = 15,96 g
Mol vanillin =



{

 {


$




$


$


= 1,26 : 1,27 : 1,90


= 1 : 1 : 1,5
=2:2:3
Jadi, rumus kimianya Na2S2O3. Rumus molekul
anion belerang dalam senyawa tersebut S2O32.
30. Jawaban: a
Misal: massa N = 7 gram
Massa O dalam NO
Massa O =

>
> 

massa N



=  7 gram = 8 gram
Massa O dalam NO2
Massa O =

 >
> 



$

= ? 1,4 gram
= 6 gram
Massa Ca3N2 yang terbentuk
= 6 gram + 1,4 gram
= 7,4 gram

=  = 0,105 mol

29. Jawaban: b
Misal massa total
= 100 gram
massa natrium = 29,08 gram
massa belerang = 40,56 gram
massa oksigen = 30,36 gram
Perbandingan mol = Na : S : O

massa N

=  7 gram = 16 gram
Jadi, perbandingan massa O dalam NO dan NO2
= 8 : 16 = 1 : 2.

Perbandingan massa dalam Ca3N2


Massa Ca : massa N = (3)Ar Ca : (2)Ar N
= (3)(40) : (2)(14)
= 120 : 28
= 30 : 7
Massa Ca yang bereaksi

b.

3.

Zat sisa berupa kalsium dengan massa


sebesar
= 10 gram (mula-mula) 6 gram (reaksi)
= 4 gram

Misalnya, massa KBr = a gram maka massa


NaBr = (0,56 a) gram.
Massa Br dalam KBr + massa Br dalam NaBr =
massa Br dalam AgBr
 > 
 > 
 q )(massa KBr) + (  

 > 
= (  >< )(massa AgBr)


$

$

)(massa NaBr)

$

(  )(a) + ( $ )(0,56 a) = (  )(0,94)

$

+ $

$
+ $

$

$

= 

= 0,005

103a + 66,64 119a = (119)(103)(0,005)


16a = 5,355
a = 0,33
Jadi, massa KBr = a gram = 0,33 gram


q

% KBr =

`

 100%
$

= $ 100% = 58,9%

Kimia Kelas X

57

4.

Senyawa

Massa Unsur X

Massa Unsur Cl

1
2
3
4

72,16%
56,44%
50,90%
46,35%

27,84%
43,56%
49,10%
53,65%

8. C7H8 + 9O2 7CO2 + 4H2O


Perbandingan volume = perbandingan koefisien
Misal volume O2 = 9 liter maka perbandingan
C7H8 : O2 = 1 : 9.
$$

Volume udara = $ volume O2


Jika massa unsur X pada keempat senyawa
sama, data tersebut dapat dimasukkan ke dalam
tabel berikut.
Senyawa

Massa Unsur X

Massa Unsur Cl

1
2
3
4

72,16%
72,16%
72,16%
72,16%

27,84%
55,69%
69,61%
83,52%

5.

Massa Cl yang bergabung dengan 72,16%


unsur X mempunyai perbandingan
= 27,84% : 55,69% : 69,61% : 83,52%
= 1 : 2 : 2,5 : 3
= 2 : 4 : 5 : 6.
T = 273 K
P = 76 cmHg = 1 atm
V = 5,6 L

kondisi STP

{'  ]

 
n =  _ '

 

=  _ ' = 0,25 mol


Jumlah molekul = 0,25 6,02 1023
= 1,505 1023 molekul
6.

M + O2 MO2



 

Mol O2 =



=  = 0,05 mol

Mol M =  mol O2

$$

= $ 9 liter
= 45 liter
Perbandingan uap udara : C7H8 : O2 = 45 : 1 : 9
Dengan demikian, perbandingan uap udara :
toluena = 45 : 1.
{'  @

9. Mol CO2 =  _ '


 

=  _ '


= 0,05 mol
K2CO3 + 2HCl 2KCl + H2O + CO2
0,05 mol

K2CO3 xH2O K2CO3 + xH2O


massa H2O
= massa K2CO3 xH2O massa K2CO3
= 10,5 gram 6,9 gram
= 3,6 gram
' q@ 
' 








> 

0,05 mol =

$$ '
$ '

?
> 

Misal massa total = 100 gram


massa O = 28 gram
massa Fe = (100 28) gram = 72 gram
Perbandingan mol = Fe : O
?



=  : 
= 1,29 : 1,75
= 1 : 1,36 = 3 : 4
Jadi, rumus empiris oksida tersebut Fe3O4.

58

Stoikiometri

= 

= 

= 

$ '

?
> 

Ar M = 55
7.

0,05 mol

massa K2CO3
= mol K2CO3 Mr K2CO3
= 0,05 mol {(2 39) + (1 12) + (3 16)} gram/mol
= 0,05 mol (78 + 12 + 48) gram/mol
= 0,05 mol 138 gram/mol
= 6,9 gram

=  0,05 mol
= 0,05 mol
Mol M =

x = $$ ' = 4
Jadi, jumlah air kristal (x) adalah 4 dan rumus
kristal garamnya K2CO3 4H2O.
10. a.

Reaksi setara:
Mg(s) + 2HCl(aq) MgCl2(aq) + H2(g)
Mol Mg =



<
> <



= 
= 0,1 mol

Mol HCl =



@
> <

Jika HCl habis bereaksi, keadaan reaksi


sebagai berikut.



Mg(s)
+ 2HCl(aq) MgCl2(aq) + H2(g)
Mula-mula : 0,1 mol
0,1 mol

Reaksi
: 0,05 mol
0,1 mol
0,05 mol
0,05 mol

Sisa
: 0,05 mol

0,05 mol
0,05 mol

= 
= 0,1 mol
Jika Mg habis bereaksi, maka keadaan reaksi
sebagai berikut.
Mg(s) + 2HCl(aq) MgCl2(aq) + H2(g)
Mula-mula : 0,1 mol
0,1 mol

Reaksi
: 0,1 mol
0,2 mol
0,5 mol
0,5 mol

Sisa
:

0,1 mol
0,5 mol
0,5 mol

Keadaan tersebut tidak mungkin terjadi.

Jadi, pereaksi pembatasnya berupa HCl.


b.

Volume H2 sebagai berikut.


PV=nRT
1 V = 0,05 0,082 (27 + 273)
V = 1,23 liter
Jadi, volume gas hidrogen yang dihasilkan
adalah 1,23 liter.

Kimia Kelas X

59

A. Pilihlah jawaban yang tepat.


1. Jawaban: b
Asam karbonat dapat menghantarkan arus listrik
karena dalam air terionisasi sebagian dengan
derajat ionisasi 0 < < 1 sehingga asam karbonat
merupakan elektrolit lemah.
2. Jawaban: d
Larutan elektrolit kuat ditandai dengan lampu yang
menyala terang dan adanya banyak gelembung
gas. Larutan ini ditunjukkan oleh nomor (5). Larutan
elektrolit lemah ditandai dengan lampu menyala
redup atau padam serta adanya sedikit atau
banyak gelembung gas. Larutan ini ditunjukkan oleh
nomor (2), (3), dan (4). Larutan nonelektrolit ditandai
dengan lampu padam dan tidak ada gelembung
gas. Larutan ini ditunjukkan oleh nomor (1).
3. Jawaban: d
Senyawa yang menghasilkan jumlah ion paling
banyak jika dilarutkan dalam air adalah senyawa
yang bersifat elektrolit kuat. Senyawa yang bersifat
elektrolit kuat adalah HI, KOH, HBr, dan H2SO4,
sedangkan NH4OH merupakan elektrolit lemah.
Reaksi ionisasi senyawa-senyawa elektrolit kuat
sebagai berikut.
(2i 0n)
Hl(aq) H+(aq) + l(aq)
+

KOH(aq) K (aq) + OH (aq)


(2i 0n)
HBr(aq) H+(aq) + Br (aq)
(2i 0n)
+
2
H2SO4(aq) 2H (aq) + SO4 (aq) (3i 0n)
Jadi, senyawa yang menghasilkan jumlah ion
paling banyak jika dilarutkan dalam air adalah
H2SO4, yaitu 2 ion H+ dan 1 ion SO42.
4. Jawaban: d
Larutan elektrolit kuat ditandai dengan nyala lampu
terang, ada gelembung gas, dan derajat ionisasi =
1. Larutan ini ditunjukkan oleh nomor (2) dan (5).
Sementara itu, larutan elektrolit lemah ditandai
dengan nyala lampu redup, ada gelembung gas,
dan derajat ionisasi 0 < < 1. Larutan ini
ditunjukkan oleh nomor (1), (3), dan (4).
5. Jawaban: b

Senyawa kovalen polar hanya dapat menghantarkan arus listrik jika berada dalam bentuk
larutannya. Dalam bentuk kristal dan lelehannya,
senyawa kovalen polar tidak dapat menghantarkan arus listrik karena tidak dapat menghasilkan
ion-ion dan masih dalam bentuk molekul. Oleh
karena tidak terionisasi, senyawa kovalen polar
dalam bentuk kristal dan lelehannya tidak dapat
menghantarkan arus listrik.
6. Jawaban: b
Bilangan oksidasi NH4+ = +1
(1 BO N) + (4 BO H) = +1
BO N + (4 (+1)) = +1
BO N = 3
Bilangan oksidasi NO2 = 1
(1 BO N) + (2 BO O) = 1
BO N + (2 (2)) = 1
BO N = +3
Bilangan oksidasi NO3 = 1
(1 BO N) + (3 BO O) = 1
BO N + (3 (2)) = 1
BO N = +5
Bilangan oksidasi N dalam N2 = 0
Jadi, urutan bilangan oksidasi nitrogen dalam NH4+,
NO2, NO3, dan N2 adalah 3, +3, +5, dan 0.
7. Jawaban: a
Oksidator adalah zat yang mengalami reduksi.
a. S + O2 SO2
0

0
oksidasi

+4 2

reduksi

O2 bertindak sebagai oksidator.


b.

2Al + Fe2O3 Al2O3 + 2Fe


0

+3
+3
oksidasi

reduksi

Al bertindak sebagai reduktor.


c.

2FeCl3 + H2S 2FeCl2 + 2HCl + S


+3

+2

reduksi
oksidasi

H2S bertindak sebagai reduktor.

60

Ulangan Akhir Semester

d.

6CuSO4 + 12KI 6K2SO4 + 6CuI + 3I2


+2

+1

reduksi
oksidasi

e.

KI bertindak sebagai reduktor.


MnO2 + 4HCl MnCl2 + 2H2O + Cl2
+4

+2

reduksi
oksidasi

HCl bertindak sebagai reduktor.


Jadi, zat yang digarisbawahi dalam reaksi tersebut
yang bertindak sebagai oksidator adalah O2.
8. Jawaban: e
Reaksi oksidasi merupakan reaksi yang ditandai
dengan pelepasan elektron, kenaikan bilangan
oksidasi, atau pengikatan oksigen.
(1) SO42 S2
+6 2
2
reduksi

(2) 2Cr2O72 2CrO42


+6 2

+6 2

Tidak mengalami perubahan bilangan


oksidasi.
(3) Mg Mg2+ + 2e
0
+2
oksidasi

(4) S2O32 S4O62


+2 2
+2,5 2
oksidasi

9. Jawaban: c
4HCl(aq) + 2S2O32(aq) 2S(s) + 2SO2(g) + 2H2O(A) + 4Cl(aq)
+2

+4

reduksi
oksidasi

Reaksi autoredoks merupakan reaksi yang


mempunyai reduktor (pereduksi) dan oksidator
(pengoksidasi) sama. Pada reaksi tersebut, zat
yang bertindak sebagai pengoksidasi dan
pereduksi adalah S2O32. Bilangan oksidasi S
berubah dari +2 menjadi 0 dan +4.
10. Jawaban: d
Cl2(g) + 2NaOH(aq) NaCl(aq) + NaClO(aq) + H2O(A)
0

+1 2 +1
Reduksi

+1 1

+1 +12

+1 2

Oksidasi

Reaksi autoredoks merupakan reaksi yang mempunyai reduktor (pereduksi) dan oksidator
(pengoksidasi) sama. Pada reaksi tersebut, zat
yang bertindak sebagai pengoksidasi dan
pereduksi adalah Cl2. Bilangan oksidasi Cl berubah
dari 0 menjadi 1 dan +1.

11. Jawaban: d
a. tembaga(II) klorit
= Cu(ClO2)2
b. tembaga(II) klorat
= Cu(ClO3)2
c. tembaga(II) perklorat = Cu(ClO4)2
d. tembaga(II) hipoklorit = Cu(ClO)2
e. tembaga(II) klorida
= CuCl2
12. Jawaban: e
Ion Al3+ dan CO32 apabila bergabung membentuk
senyawa Al2(CO3)3.
2Al3 + + 3CO32 Al2(CO3)3
13. Jawaban: b
BaSO4 terbentuk dari ion Ba2+ dan SO42.
14. Jawaban: b
No. Kation Anion
1)
2)
3)
4)
5)

SO42
OH
NO3
Cl
PO43

K+
Al3+
Mg2+
Fe3+
Ba2+

Rumus
Molekul

Nama Kimia

K2SO4
Al(OH)3
Mg(NO3)2
FeCl3
Ba3(PO4)2

Kalium sulfat
Aluminium hidroksida
Magnesium nitrat
Besi(III) klorida
Barium fosfat

15. Jawaban: a
1) N2O5 = dinitrogen pentaoksida
2) CCl4 = karbon tetraklorida
3) Al2S3 = aluminium sulfida
4) FeS = besi(II) sulfida
5) CuCl2 = tembaga(II) klorida
16. Jawaban: c
NaCl(aq) + aH2O(A) bCl2(g) + cH2(g) + dNaOH(aq)
Misal: a = 1
O:
d=a
d=1
H :
2a = 2c + d
2 1 = 2c + 1
2 = 2c + 1
2c = 1


Cl:

c= 
1 = 2b


b= 
Persamaan reaksinya:


NaCl(aq) + H2O(A)  Cl2(g) +  H2(g) + NaOH(aq)

2
2NaCl(aq) + 2H2O(A) Cl2(g) + H2(g) + 2NaOH(aq)

Jadi, harga koefisien reaksi a, b, dan c berturutturut 2, 1, dan 1.


17. Jawaban: a
C3H8(g) + 5O2(g) 3CO2(g) + 4H2O(A)
Ruas kiri (pereaksi) dan ruas kanan (hasil reaksi)
sudah setara (jumlah sama).
Jumlah C = 3, H = 8, dan O = 10.

Kimia Kelas X

61

18. Jawaban: d
Persamaan reaksi setara antara serbuk tembaga(II)
oksida dengan asam klorida membentuk tembaga(II)
klorida dan air sebagai berikut.
CuO(s) + 2HCl(aq) CuCl2(aq) + H2O(A)
19. Jawaban: c
Misal: a = 1
Ca :
3a = d
31=d
d=3
P :
2a = 4f
2 1 = 4f
f=




b=d
b=3
O :
8a + 2b = 3d + e
81+23=33+e
e = 14 9
e=5
C : c=e
c=5
Persamaan reaksinya:
Ca3(PO4)2(s) + 3SiO2(s) + 5C(s) 3CaSiO3(s) +

23. Jawaban: d
Senyawa

Massa P (gram)

Massa O (gram)

15,5
15,5

12
20

I
II

Perbandingan massa oksigen dalam senyawa I :


senyawa II = 12 : 20 = 3 : 5.
24. Jawaban: a
Persamaan reaksi setara sebagai berikut.
C5H12(A) + 8O2(g) 5CO2(g) + 6H2O(g)
Perbandingan koefisien = perbandingan volume
volume C5H12 =

5CO(g) +

P4(g)

Jadi, perbandingan b : e = 3 : 5
20. Jawaban: c
Ca(OH)2 = kalsium hidroksida
C2H2
= etuna
21. Jawaban: c
Massa zat sebelum bereaksi = massa zat setelah
bereaksi
Massa magnesium + massa belerang = massa
magnesium sulfida
6 gram + massa belerang = 14 gram
massa belerang = (14 6) gram
= 8 gram

25. Jawaban: c
Misal: volume CH4 = y L
volume C3H8 = (10 y) L
Persamaan reaksi setara sebagai berikut.
CH4(g) + 2O2(g) CO2(g) + 2H2O(A)
yL

massa hidrogen

=  4 gram
= 32 gram
Massa air yang terjadi
= massa hidrogen + massa oksigen
= 4 gram + 32 gram
= 36 gram

62

Ulangan Akhir Semester

2y L

y L

2y L

C3H8(g) + 5O2(g) 3CO2(g) + 4H2O(A)


(10y) L

5(10y) L

3(10y) L

4(10y) L

Volume oksigen yang diperlukan= 32 L


2y + 5(10 y) = 32
2y + 50 5y = 32
3y = 18
y=6
Jadi, volume CH4 6 L dan volume C3H8 4 L.
26. Jawaban: c
1) NH4NO3
%N =

  
   

100%



2)

22. Jawaban: c
Perbandingan massa H : O = 1 : 8
Massa oksigen yang bereaksi



volume O2

=  40 L
=5L

Si :





  

  

=  100% = 35%
NaNO3
%N =

 
  

100%



3)

=  100% = 16,5%
CO(NH2)2
%N =
=

  
   

 



100%

100%

=  100% = 46,7%

4)

29. Jawaban: a

(NH4)2SO4
%N =

  
     

100%

 

=  100%


5)

=  100%
= 19,7%
(NH4)3PO4
%N =

  
     

100%

 

=  100%


=  100%
= 28,0%
Jadi, persentase nitrogen paling tinggi terdapat
dalam senyawa CO(NH2)2.
27. Jawaban: c
Persamaan reaksi setara
N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g)
Mol N2 =



 
 





  

 

mol N2

=  0,2 mol
= 0,4 mol
Volume NH3 = mol NH3 22,4 L/mol
= 0,4 mol 22,4 L/mol
= 8,96 L
28. Jawaban: e
MgSO4 xH2O MgSO4 + xH2O
Massa MgSO4 = massa MgSO4 xH2O massa H2O
= 24,6 gram 12,6 gram
= 12,0 gram
Perbandingan mol MgSO4 : mol H2O
=



  
  







 
 



=  = 0,1 mol

30. Jawaban: b
X + H2SO4 XSO4 + H2


Mol H2 =  = 0,2 mol


Mol X =


 "

 

mol H2

=  0,2 mo = 0,2 mol

Ar X =



 "
 "

 "

= 40


B. Uraian
1. a.

b.

c.

2. a.

Larutan elektrolit kuat berasal dari larutan


asam kuat, basa kuat, dan garam yaitu KBr,
NaOH, dan Ca(OH)2.
Larutan elektrolit lemah berasal dari larutan
asam lemah dan basa lemah yaitu H2CO3,
H2S, dan NH4OH.
Larutan nonelektrolit berasal dari senyawa
organik molekular yang larut yaitu CH3OH dan
CO(NH2)2.
Sn + 4HNO3 SnO2 + 4NO2 + 2H2O
0

+5
oksidasi

+4

+4

reduksi

Oksidator = HNO3
Reduktor = Sn
Hasil oksidasi = SnO2
Hasil reduksi = NO2



 
 

=  : 
= 0,1 : 0,7
=1:7
Jadi, rumus senyawa hidrat tersebut adalah
MgSO4 7H2O.

!

=  = 0,05 mol

Mg + I2
MgI2
Mula-mula : 0,1 mol
0,05 mol

Reaksi
: 0,05 mol 0,05 mol
0,05 mol

Sisa
: 0,05 ml

0,05 mol
Massa Mg yang tersisa = mol Mg Ar Mg
= 0,05 mol 24 g/mol
= 1,2 gram

0,2 =
= 0,2 mol



 
 

Mol Mg =

Mol X=

Perbandingan koefisien = perbandingan mol =


perbandingan volume
Mol NH3 =

Mol I2 =

b.

Zn + 2MnO2 + 2NH4Cl ZnCl2 + Mn2O3 + 2NH3 + H2O


0

+4

+2

+3

oksidasi
reduksi

Oksidator = MnO2
Reduktor = Zn
Hasil oksidasi = ZnCl2
Hasil reduksi = Mn2O3
Kimia Kelas X

63

3. Pb + PbO2 + 2H2SO4 2PbSO4 + 2H2O


0

+4
oksidasi

+2

reduksi

Reaksi koproporsionasi merupakan kebalikan dari


reaksi disproporsionasi, yaitu reaksi redoks dengan
hasil reduksi dan oksidasi sama. Pada reaksi
tersebut, hasil reduksi dan oksidasi berupa
senyawa PbSO4.
4. 1)
2)
3)
4)
5)

MgSO3 : magnesium sulfit


Fe(OH)3 : besi(III) hidroksida
(NH4)3PO4 : amonium fosfat
CuCl2 : tembaga(II) klorida
NaHCO3 : natrium bikarbonat

5. Diketahui persamaan reaksi sebagai berikut.


K : 2 = 2c
c=1
Mn : 2 = d
Fe : b = 10
S : a + b = c + d + 15
a + 10 = 1 + 2 + 15
a + 10 = 18
a = 18 10
=8
H : 2a = 2e
28=2e
16 = 2e

Rumus empiris = N2O


(Mr N2O)n = Mr senyawa
(2 Ar N + 1 Ar O)n = Mr senyawa
(2 14 + 1 16)n = 44
(28 + 16)n = 44
44n = 44
n=1
Jadi, rumus molekul senyawa tersebut adalah N2O.
8. 1)

2)

Mol NH3 =

3)

4)



2HCl(aq) + Mg(s) MgCl2(aq) + H2(g)


C3H8(g) + 5O2(g) 3CO2(g) + 4H2O(g)

7. Misalkan: massa oksida nitrogen = 100 gram




massa nitrogen =  100 gram


= 63,16 gram


massa oksigen =  100 gram


= 36,84 gram
Perbandingan mol N : mol O
=



 #
 






 

 




= 4,51 : 2,3
=2:1

64

Ulangan Akhir Semester

$&'




=  = 0,05 mol


Massa NH3 = mol Mr NH3
= 0,05 mol 17 gram/mol
= 0,85 gram
Mr C2H2 = 26
PV = nRT
2 50 = n 0,082 310
 

e= 
=8
Persamaan reaksi setaranya sebagai berikut.
2KMnO 4 + 8H 2 SO 4 + 10FeSO 4 K 2 SO 4 +
2MnSO4 + 5Fe2(SO4)3 + 8H2O
6. a.
b.

Mr H2SO4 = 98 gram/mol
Massa H2SO4 = mol Mr H2SO4
= 1,5 mol 98 gram/mol
= 147 gram
Mr NH3 = 17 gram/mol

5)

n =   = 3,9 mol


Massa C2H2 = mol Mr C2H2
= 3,9 mol 26 gram/mol
= 101,4 gram
Mol KMnO4 = M V
= 0,1 M 0,5 L
= 0,05 mol
Mr KMnO4 = 158 gram/mol
Massa KMnO4 = mol Mr KMnO4
= 0,05 mol 158 gram/mol
= 7,9 gram
Mol CO2 =

*'&; ># &


?
 

=  
= 0,01 mol
Mr CO2 = 44 gram/mol
Massa CO2 = mol Mr CO2
= 0,01 mol 44 gram/mol
= 0,44 gram
9. Na3PO4 . 12H2O Na3PO4 + 12H2O
Massa Na3PO4 = 16,4 gram
Mol Na3PO =



   
   

 

=  @&
= 0,1 mol

Perbandingan koefisien : perbandingan mol


&   
& 
&
& 






Massa HCl =  152,22 gram


= 53,27 gram

= 


Mol H2O =  0,1 mol = 1,2 mol


Massa H2O = mol Mr H2O
= 1,2 mol 18 gram/mol
= 21,6 gram
Massa zat sebelum bereaksi = massa zat setelah
bereaksi
Massa Na3PO4 . 12H2O
= massa Na3PO4 + massa H2O
= 16,4 gram + 21,6 gram
= 38 gram
10. Massa larutan HCl = HCl VHCl
= 1,18 gram/ml 129 ml
= 152,22 gram

Mol HCl =



 &
 &

! 

=  @& = 1,46 mol


Zn(s) + 2HCl(aq) ZnCl2(aq) + H2(g)
Perbandingan koefisien : perbandingan mol

 E

Mol Zn = 
 & mol HCl


=  1,46 mol
= 0,73 mol
Massa Zn = mol Zn Ar Zn
= 0,73 mol 65,4 gram/mol
= 47,7 gram


 E

%Zn = 


>& 100%
!! 

=   100%
= 86,7%

Kimia Kelas X

65

Kimia Kelas X

169

Mensyukuri keberadaan
larutan elektrolit di alam
dan memanfaatkannya
dengan bijaksana.

1.1 Menyadari adanya keteraturan struktur partikel materi


sebagai wujud kebesaran
Tuhan Yang Maha Esa dan
pengetahuan tentang struktur partikel materi sebagai
hasil pemikiran kreatif
manusia yang kebenarannya bersifat tentatif.
Larutan elektrolit dan
nonelektrolit
Sifat-sifat larutan
elektrolit dan nonelektrolit
Cara larutan elektrolit
menghantarkan
listrik
Jenis ikatan dalam
larutan elektrolit dan
nonelektrolit

Materi Pembelajaran

Mengamati perubahan
yang terjadi pada pencampuran dua zat.
Mendiskusikan rancangan percobaan pada larutan
elektrolit dan nonelektrolit.
Menentukan larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah,
dan nonelektrolit berdasarkan percobaan.
Mengamati uji daya hantar
listrik terhadap suatu
larutan.
Mengamati dan mendiskusikan hubungan
ikatan terhadap daya
hantar listrik.

Pembelajaran

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

6 jp

Alokasi
Waktu

Buku PG Peminatan IPA Kimia


SMA/MA Kelas X
Semester 2, Intan
P a r i w a r a ,
halaman 126
Buku PR Peminatan IPA Kimia
SMA/MA Kelas X
Semester 2, Intan
P a r i w a r a ,
halaman 116
Internet
1) http://youtu.be/
4Me06qkcFDc
2) http://youtu.be/
06oqU-8OClQ
3) http://goo.gl/
XdEOah

Sumber Belajar/Alat
dan Bahan/Media

Kimia
SMA/MA
X/2
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianut.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
Indikator

:
:
:
:

Kompetensi Dasar

Mata Pelajaran
Satuan Pendidikan
Kelas/Semester
Kompetensi Inti

SILABUS
Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit

170

Silabus

Bersikap santun dan


menghargai perbedaan pendapat antarteman.
Bersikap
proaktif
dalam mengerjakan
tugas kelompok.

Menjelaskan campuran homogen dan


heterogen.
Menjelaskan larutan
elektrolit kuat, elektrolit
lemah, dan nonelektrolit.
Menjelaskan cara
larutan elektrolit menghantarkan arus listrik.
Menjelaskan jenis
ikatan dalam larutan
elektrolit dan nonelektrolit.

2.3 Menunjukkan perilaku responsif dan proaktif, serta


bijaksana sebagai wujud
kemampuan memecahkan
masalah dan membuat keputusan.

3.8 Menganalisis sifat larutan


elektrolit dan larutan nonelektrolit berdasarkan daya
hantar listriknya.

2.2 Menujukkan perilaku kerja


sama, satun, toleran, cinta
damai, dan peduli lingkungan
serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam.

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah


(memiliki rasa ingin tahu,
disiplin, jujur, objektif, terbuka, mampu membedakan
fakta dan opini, ulet, teliti,
bertanggung jawab, kritis,
kreatif, inovatif, demokratis,
komunikatif) dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi
yang diwujudkan dalam
sikap sehari-hari.

Bertanggung jawab
saat mengerjakan
tugas.
Mengembangkan
rasa ingin tahu saat
mencari informasi.
Bersikap cermat dan
teliti saat melakukan
pengamatan larutan
elektrolit dan nonelektrolit di laboratorium.

Indikator

Kompetensi Dasar

Materi Pembelajaran

Pembelajaran

Tes Tertulis
Pilihan Ganda
Uraian

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat mengerjakan
tugas

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat mengerjakan
tugas

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

Alokasi
Waktu

Sumber Belajar/Alat
dan Bahan/Media

Kimia Kelas X

171

4.8 Merancang, melakukan dan


menyimpulkan, serta menyajikan hasil percobaan untuk
mengetahui sifat larutan
elektrolit dan larutan nonelektrolit.

Kompetensi Dasar

Menyajikan hasil
diskusi tentang rancangan percobaan
larutan elektrolit dan
nonelektrolit.
Menyajikan laporan
praktikum mengenai
identifikasi sifat larutan
elektrolit dan nonelektrolit
sesuai
metode ilmiah.

Indikator

Materi Pembelajaran

Pembelajaran
Tes Unjuk Kerja
Tes Uji Petik Kerja
Prosedur
Rubrik
Portofolio
Laporan
praktikum
Tugas Kelompok
dan Individu

Penilaian

Alokasi
Waktu

Sumber Belajar/Alat
dan Bahan/Media

172

Silabus

Materi Pembelajaran
Reaksi Reduksi Oksidasi (Redoks)
Konsep reaksi redoks
Penentuan bilangan
oksidasi, oksidator,
dan reduktor dalam
reaksi reduksi oksidasi
Tata nama senyawa
menurut IUPAC

Mensyukuri dan menghargai karunia Tuhan


Yang Maha Esa berupa
reaksi redoks yang bermanfaat untuk mempermudah kebutuhan seharihari.

1.1 Menyadari adanya keteraturan struktur partikel materi


sebagai wujud kebesaran
Tuhan Yang Maha Esa dan
pengetahuan tentang struktur
partikel materi sebagai hasil
pemikiran kreatif manusia
yang kebenarannya bersifat
tentatif.

Mengamati dan mendiskusikan perubahan warna


irisan apel dan pisang
yang diletakkan di udara
terbuka.
Memberikan informasi
mengenai reaksi reduksi
oksidasi yang terjadi di
kehidupan sehari-hari.
Memberi informasi mengenai konsep reaksi
reduksi oksidasi.
Menentukan reaksi reduksi dan reaksi oksidasi
berdasarkan
konsep
reaksi reduksi oksidasi.
Membuat
rancangan
percobaan
mengenai
reaksi redoks melalui
reaksi pembakaran dan
serah terima elektron.

Pembelajaran

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

18 jp

Alokasi
Waktu

Buku PG Peminatan IPA Kimia SMA/


MA Kelas X Semester 2, Intan
Pariwara,
halaman 2770
Buku PR Peminatan IPA Kimia SMA/
MA Kelas X Semester 2, Intan
Pariwara,
halaman 1739
Internet
1) h t t p : / /
youtu.be/
eUw02AKtj08
2) http://goo.gl/
JeFx3Z
3) http://goo.gl/
Ah1pTF

Sumber Belajar/Alat
dan Bahan/Media

Kimia
SMA/MA
X/2
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianut.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
santun, responsif dan proaktif, dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
Indikator

:
:
:
:

Kompetensi Dasar

Mata Pelajaran
Satuan Pendidikan
Kelas/Semester
Kompetensi Inti

SILABUS
Reaksi Reduksi Oksidasi (Redoks)

Kimia Kelas X

173

3.10 Menerapkan aturan IUPAC


untuk penamaan senyawa
anorganik dan organik
sederhana.
Menyebutkan nama senyawa sederhana berdasarkan bilangan oksidasi
unsur-unsurnya menurut
aturan IUPAC.

Mendeskripsikan perkembangan konsep


reaksi redoks.
Menentukan bilangan
oksidasi unsur dalam
molekul atau ion
Menentukan reduktor,
oksidator, hasil oksidasi, dan hasil reduksi dalam reaksi redoks.

3.9 Menganalisis perkembangan konsep reaksi oksidasireduksi serta menentukan


bilangan oksidasi atom
dalam molekul atau ion.

Bersikap saling menghargai dan bekerja


sama dalam berdiskusi.
Bersikap peduli lingkungan dalam merancang dan melakukan
praktikum.

Berperilaku teliti dan


disiplin dalam melakukan pengamatan.
Bersikap demokratis
dan komunikatif dalam
berdiskusi.

Bersikap aktif dan responsif dalam berdiskusi.

Indikator

2.3 Menunjukkan
perilaku
responsif, proaktif serta
bijaksana sebagai wujud
kemampuan memecahkan
masalah dan membuat
keputusan.

2.2 Menunjukkan
perilaku
kerja sama, santun, toleran,
cinta damai, dan peduli
lingkungan serta hemat
dalam
memanfaatkan
sumber daya alam.

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah


(memiliki rasa ingin tahu,
disiplin, jujur, objektif, terbuka,
mampu membedakan fakta
dan opini, ulet, teliti, bertanggng
jawab, kritis, kreatif, inovatif,
demokratis, komunikatif)
dalam merancang dan melakukan percobaan serta
berdiskusi yang diwujudkan
dalam sikap sehari-hari.

Kompetensi Dasar

Materi Pembelajaran

Melakukan percobaan
mengenai redoks melalui
reaksi pembakaran dan
serah terima elektron.
Melakukan diskusi untuk
menganalisis bilangan
oksidasi unsur dalam
senyawa, reduktor, dan
oksidator yang terlibat
dalam reaksi.
Memberi informasi mengenai penentuan bilangan oksidasi unsur dalam
molekul atau ion, reduktor,
dan oksidator dalam
reaksi.
Menganalisis bilangan
oksidasi unsur dalam
molekul atau ion.
Mendiskusikan tata nama
senyawa anorganik dan
organik sederhana berdasarkan bilangan oksidasinya menurut aturan
IUPAC.
Memberikan informasi
mengenai tata nama
senyawa menurut IUPAC.
Menganalisis rumus dan
tata nama senyawa berdasarkan aturan IUPAC.

Pembelajaran

Tes Tertulis
Pilihan Ganda
Uraian

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat mengerjakan
tugas

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

Alokasi
Waktu

Sumber Belajar/Alat
dan Bahan/Media

174

Silabus

Tes Unjuk Kerja


Tes Uji Petik Kerja
Prosedur
Rubrik
Portofolio
Tugas

Menyajikan tugas mengenai tata nama senyawa


sederhana menurut aturan
IUPAC.

4.10 Menalar aturan IUPAC


dalam penamaan senyawa
anorganik dan organik
sederhana.

Penilaian

Pembelajaran
Tes Unjuk Kerja
Tes Uji Petik Kerja
Prosedur
Rubrik
Portofolio
Laporan
Praktikum
Tugas

Materi Pembelajaran

Menyajikan rancangan percobaan reaksi


redoks.
Menyajikan laporan
hasil
percobaan
reaksi redoks.

Indikator

4.9 Merancang, melakukan,


dan menyimpulkan serta
menyajikan hasil percobaan
reaksi oksidasi-reduksi.

Kompetensi Dasar

Alokasi
Waktu

Sumber Belajar/Alat
dan Bahan/Media

Kimia Kelas X

175

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah


(memiliki rasa ingin tahu,
disiplin, jujur, objektif, terbuka, mampu membedakan
fakta dan opini, ulet, teliti,
bertanggung jawab, kritis,
kreatif, inovatif, demokratis,
komunikatif) dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi
yang diwujudkan dalam
sikap sehari-hari.

Bersikap tanggung
jawab saat mengerjakan tugas.
Mengembangkan
rasa ingin tahu saat
mencari informasi di
literatur.
Bersikap cermat dan
teliti saat melakukan
pengamatan nama
dan rumus kimia di
laboratorium.

Mensyukuri keberadaan
berbagai senyawa kimia di
alam dan memanfaatkannya dengan bijaksana.

1.1 Menyadari adanya keteraturan struktur partikel materi


sebagai wujud kebesaran
Tuhan Yang Maha Esa dan
pengetahuan tentang struktur partikel materi sebagai
hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya
bersifat tentatif.
Tata nama senyawa
dan persamaan reaksi
kimia sederhana
Tata nama senyawa
Persamaan reaksi
kimia sederhana

Materi Pembelajaran

Mendiskusikan
nama
senyawa kimia yang
terkandung dalam produk
kimia sehari-hari.
Mengamati nama dan
rumus kimia senyawa
dalam label tabung
penyimpanan zat kimia.
Mendiskusikan cara memberi nama senyawa anorganik dan organik sederhana menurut IUPAC.
Mengamati reaksi kimia
yang menimbulkan gelembung gas.
Menentukan cara menyetarakan persamaan reaksi
kimia disertai langkahlangkahnya.

Pembelajaran

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Pengamatan sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

8 jp

Alokasi
Waktu

Buku PG Peminatan IPA Kimia


SMA/MA Kelas X
Semester 2, Intan
P a r i w a r a ,
halaman 81112
Buku PR Peminatan IPA Kimia
SMA/MA Kelas X
Semester 2, Intan
P a r i w a r a ,
halaman 4562
Internet
1) http://goo.gl/
XSpj7i
2) http://goo.gl/
Dwjwuq

Sumber Belajar/Alat
dan Bahan/Media

Kimia
SMA/MA
X/2
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianut.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
Indikator

:
:
:
:

Kompetensi Dasar

Mata Pelajaran
Satuan Pendidikan
Kelas/Semester
Kompetensi Inti

SILABUS
Tata Nama Senyawa dan Persamaan Reaksi Kimia Sederhana

176

Silabus

4.10 Menalar aturan IUPAC


dalam penamaan senyawa
anorganik dan organik
sederhana.

3.11 Menerapkan konsep massa


atom relatif, persamaan
reaksi, hukum-hukum dasar
kimia, dan konsep mol untuk
menyelesaikan perhitungan
kimia.

3.10 Menerapkan aturan IUPAC


untuk penamaan senyawa
anorganik dan organik
sederhana.

2.3 Menunjukkan perilaku responsif dan proaktif, serta


bijaksana sebagai wujud
kemampuan memecahkan
masalah dan membuat keputusan.

2.2 Menunjukkan perilaku kerja


sama, santun, toleran, cinta
damai, dan peduli lingkungan
serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya
alam.

Kompetensi Dasar

Menyajikan hasil diskusi tentang cara


pemberian
nama
senyawa anorganik
dan organik sederhana menurut aturan
IUPAC.

Menjelaskan cara
penyetaraan persamaan reaksi kimia
sederhana.
Menjelaskan aplikasi
hukum Kekekalan
Massa dan hukum
Perbandingan Tetap
dalam penyetaraan
reaksi kimia sederhana.

Menjelaskan
tata
nama senyawa biner,
poliatom, asam, basa,
oksida, dan hidrat.
Menyebutkan nama
atau rumus senyawa
kimia.

Bersikap
proaktif
dalam mengerjakan
tugas kelompok.

Bersikap santun dan


menghargai perbedaan pendapat antarteman.

Indikator

Materi Pembelajaran

Pembelajaran

Portofolio
Laporan
Pengamatan
Tugas Kelompok
dan Individu
Tes Unjuk Kerja
Tes Uji Petik Kerja
Prosedur
Rubrik

Tes Tertulis
Pilihan Ganda
Uraian

Tes Tertulis
Pilihan Ganda
Uraian

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat mengerjakan
tugas

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

Alokasi
Waktu

Sumber Belajar/Alat
dan Bahan/Media

Kimia Kelas X

177

4.11 Mengolah dan menganalisis


data terkait massa atom
relatif, persamaan reaksi,
hukum-hukum dasar kimia,
dan konsep mol untuk
menyelesaikan perhitungan
kimia.

Kompetensi Dasar

Menyajikan hasil tugas


penyetaraan persamaan reaksi kimia
sederhana.

Indikator

Materi Pembelajaran

Pembelajaran
Portofolio
Laporan praktikum
Tugas Kelompok
dan Individu
Tes Unjuk Kerja
Tes Uji Petik Kerja
Prosedur
Rubrik

Penilaian

Alokasi
Waktu

Sumber Belajar/Alat
dan Bahan/Media

178

Silabus

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah


(memiliki rasa ingin tahu,
disiplin, jujur, objektif, terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti,
bertanggung jawab, kritis,
kreatif, inovatif, demokratis,
komunikatif) dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi
yang diwujudkan dalam
sikap sehari-hari.
Berperilaku
teliti,
objektif, dan jujur
ketika praktikum.
Berperilaku kreatif,
inovatif, dan demokratis dalam merancang percobaan.
Memiliki rasa ingin
tahu, menerapkan
sikap saling terbuka
dan mampu membedakan fakta dan opini
ketika berdiskusi.

Menyadari adanya keteraturan dalam reaksi


kimia sebagai wujud
kebesaran Tuhan Yang
Maha Esa.

1.1 Menyadari adanya keteraturan struktur partikel materi


sebagai wujud kebesaran
Tuhan Yang Maha Esa dan
pengetahuan tentang larutan
elektrolit dan nonelektrolit
sebagai hasil pemikiran kreatif
manusia yang kebenarannya
bersifat tentatif.
Stoikiomteri
Hukum dasar kimia
Perhitungan kimia

Materi Pembelajaran

Menyelidiki hukum Kekekalan Massa dalam suatu


reaksi melalui kegiatan
demonstrasi.
Merancang percobaan
untuk membuktikan hukum
Lavoisier serta mempresentasikannya.
Melakukan percobaan
untuk membuktikan hukum
Lavoisier, kemudian menganalisis dan mempresentasikannya.
Mendiskusikan hukum
Perbandingan Tetap.
Mendiskusikan hukum
Perbandingan Berganda.
Mendiskusikan hukum
Perbandingan Volume.
Mendiskusikan hukum
Avogadro.

Pembelajaran

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Pengamatan sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

24 jp

Alokasi
Waktu

Buku PG Peminatan IPA Kimia SMA/


MA Kelas X Semester 2, Intan
P a r i w a r a ,
halaman 113156
Buku PR Peminatan IPA Kimia SMA/
MA Kelas X Semester 2, Intan
P a r i w a r a ,
halaman 6389
Buku
Pustaka
Sains Tersambung
Internet: Campuran

Sumber Belajar/Alat
dan Bahan/Media

Kimia
SMA/MA
X/2
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianut.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
santun, responsif, proaktif, dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
Indikator

:
:
:
:

Kompetensi Dasar

Mata Pelajaran
Satuan Pendidikan
Kelas/Semester
Kompetensi Inti

SILABUS
Stoikiometri

Kimia Kelas X

179

3.11 Menerapkan konsep massa


atom relatif dan massa
molekul relatif, persamaan
reaksi,
hukum-hukum
dasar kimia, dan konsep
mol untuk menyelesaikan
perhitungan kimia.

2.3 Menunjukkan
perilaku
responsif, proaktif serta
bijaksana sebagai wujud
kemampuan memecahkan
masalah dan membuat
keputusan.

2.2 Menunjukkan perilaku kerja


sama, santun, toleran, cinta
damai, peduli lingkungan,
serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam.

Kompetensi Dasar

Menjelaskan hukum
Kekekalan Massa
yang terjadi dalam
reaksi kimia.
Menjelaskan hukum
Perbandingan Tetap
dalam reaksi kimia.
Menjelaskan berlakunya perbandingan
berganda pada beberapa senyawa.
Menjelaskan penggunaan hukum Perbandingan Volume
pada reaksi kimia.
Menjelaskan hukum
Avogadro.
Menjelaskan konsep
mol.
Menentukan kadar
zat.
Menentukan rumus
empiris dan rumus
molekul suatu senyawa.
Menentukan rumus
kimia senyawa hidrat
(air kristal).
Menjelaskan langkah
perhitungan kimia.

Bersikap responsif
dan proaktif dalam
mengerjakan tugas
dan diskusi.

Menerapkan sikap
peduli lingkungan dan
hemat dalam menggunakan bahan kimia.
Menunjukkan perilaku
santun, kerja sama,
dan cinta damai
dalam praktikum.

Indikator

Materi Pembelajaran

Mengkaji beberapa referensi mengenai konsep


mol dan penerapannya
dalam perhitungan kimia.
Mendiskusikan penentuan
kadar zat.
Mendiskusikan penentuan
rumus empiris dan rumus
molekul.
Mendiskusikan penentuan
rumus senyawa hidrat.
Mendiskusikan penerapan konsep mol dalam
perhitungan kimia.
Mendiskusikan pereaksi
pembatas.

Pembelajaran

Tes Tertulis
Pilihan Ganda
Uraian

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat mengerjakan
tugas

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

Alokasi
Waktu

dan Senyawa,
Pakar Raya
Internet
1. http://goo.gl/
nW3Bo1
2. http://goo.gl/
c69KTI
3. http://goo.gl/
VM8AwK
4. http://goo.gl/
3m2c0k

Sumber Belajar/Alat
dan Bahan/Media

180

Silabus

4.11 Mengolah dan menganalisis


data terkait massa atom
relatif dan massa molekul
relatif, persamaan reaksi,
hukum-hukum dasar kimia,
dan konsep mol untuk
menyelesaikan perhitungan
kimia.

Kompetensi Dasar

Menyajikan
hasil
rancangan percobaan hukum Kekekalan
Massa.
Menyajikan data hasil
praktikum hukum
Kekekalan Massa.

Menentukan pereaksi
pembatas
dalam
reaksi kimia.

Indikator

Materi Pembelajaran

Pembelajaran

Tes Unjuk Kerja


Tes Uji Petik Kerja
Prosedur
Rubrik
Portofolio
Tugas Kelompok
Laporan Praktikum

Penilaian

Alokasi
Waktu

Sumber Belajar/Alat
dan Bahan/Media

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


Sekolah
Mata Pelajaran
Kelas/Semester
Materi/Submateri Pokok
Alokasi Waktu

A.

:
:
:
:
:

SMA/MA
Kimia
X/2
Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit
6 45 menit

Kompetensi Dasar dan Indikator


1.1 Menyadari adanya keteraturan struktur partikel materi sebagai wujud kebesaran Tuhan Yang Maha
Esa dan pengetahuan tentang struktur partikel materi sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang
kebenarannya bersifat tentatif.
Indikator:
Mensyukuri keberadaan larutan elektrolit di alam dan memanfaatkannya dengan bijaksana.
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa tanggung jawab, ingin tahu, cermat, dan teliti) dalam
merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari.
Indikator:
Bertanggung jawab saat mengerjakan tugas.
Mengembangkan rasa ingin tahu saat mencari informasi.
Bersikap kritis dan komunikatif dalam berdiskusi.
Bersikap cermat dan teliti saat melakukan pengamatan larutan elektrolit dan nonelektrolit di
laboratorium.
2.2 Menunjukkan perilaku kerja sama, santun, toleran, cinta damai, dan peduli lingkungan serta hemat
dalam memanfaatkan sumber daya alam.
Indikator:
Bersikap santun dan menghargai perbedaan pendapat antarteman.
2.3 Menunjukkan perilaku responsif dan proaktif, serta bijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan
masalah dan membuat keputusan.
Indikator:
Bersikap proaktif dalam mengerjakan tugas kelompok.
3.8 Menganalisis sifat larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit berdasarkan daya hantar listriknya.
Indikator:
Menjelaskan campuran homogen dan heterogen.
Menjelaskan larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah, dan nonelektrolit.
Menjelaskan cara larutan elektrolit menghantarkan arus listrik.
Menjelaskan jenis ikatan dalam larutan elektrolit dan nonelektrolit.
4.8 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan untuk mengetahui
sifat larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit.
Indikator:
Menyajikan hasil diskusi tentang rancangan percobaan larutan elektrolit dan nonelektrolit.
Menyajikan laporan praktikum mengenai identifikasi sifat larutan elektrolit dan nonelektrolit sesuai
metode ilmiah.

B. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini, siswa mampu:
1. menjelaskan sifat-sifat larutan elektrolit dan nonelektrolit;
2. menjelaskan cara larutan elektrolit menghantarkan arus listrik;
3. menjelaskan jenis ikatan dalam larutan elektrolit dan nonelektrolit.

Kimia Kelas X

181

C. Materi Pembelajaran
1.
2.
3.

Sifat-sifat larutan elektrolit dan nonelektrolit.


Cara larutan elektrolit menghantarkan arus listrik.
Jenis ikatan dalam larutan elektrolit dan nonelektrolit.

D. Metode Pembelajaran
Pendekatan : Pendekatan Ilmiah/Saintifik
Model
: Problem Based Learning, Discovery, Inquiry, dan Problem Solving
Metode
: Team Assisted Individualization (TAI), praktikum, dan demonstrasi
E.

Media, Alat, dan Sumber Belajar


1.

Media
a. MS Power Point
b. LCD

2.

Alat dan Bahan


a. Baterai
b. Kabel
c. Karbon
d. Gelas

3.

F.

e.
f.
g.
h.

Sendok
Gula
Pasir
Air

i.
j.
k.
l.

Asam klorida
Asam asetat
Larutan NaCl
Larutan HCl

Sumber Belajar
a. Buku PG Peminatan IPA Kimia SMA/MA Kelas X Semester 2, Intan Pariwara
b. Buku PR Peminatan IPA Kimia SMA/MA Kelas X Semester 2, Intan Pariwara
c. Internet: 1) http://youtu.be/4Me06qkcFDc
2) http://youtu.be/06oqU-8OClQ
3) http://goo.gl/XdEOah

Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan I (2 45 menit)
1.

Pendahuluan (10 menit)


a. Apersepsi
Ketika hujan lebat biasanya PLN memutuskan aliran listrik. Apabila aliran listrik tidak diputus dan
ada tiang listrik yang roboh serta kabelnya terputus maka orang yang berada di sekitar tiang
listrik tersebut dapat tersengat listrik. Mengapa demikian?
b. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yaitu siswa dapat memahami sifat-sifat larutan elektrolit
dan nonelektrolit, serta cara larutan elektrolit menghantarkan arus listrik.

2.

Kegiatan Inti (75 menit)


a. Guru memberi kuis tentang sifat-sifat larutan elektrolit dan nonelektrolit serta cara larutan elektrolit
menghantarkan arus listrik kepada siswa yang dikerjakan secara individu untuk mengetahui skor
awal siswa.
b. Guru membentuk kelompok dengan jumlah anggota setiap kelompok terdiri atas 45 orang siswa
secara heterogen berdasarkan skor awal.
c. Siswa mendiskusikan hasil belajar siswa dari pertanyaan kuis bersama teman satu kelompok.
Dalam diskusi, setiap anggota kelompok memeriksa jawaban teman satu kelompoknya. Selain
mendiskusikan pertanyaan kuis, siswa juga mengerjakan Tugas Kelompok yang terdapat pada
buku PR Peminatan IPA Kimia Kelas X Semester 2, Intan Pariwara.
d. Guru menyuruh siswa mempresentasikan rancangan percobaan.
e. Guru memfasilitasi siswa untuk membuat rangkuman, mengarahkan, dan memberi penegasan
pada materi pembelajaran yang telah dipelajari.
f. Guru memberi kuis secara individu untuk mengetahui peningkatan hasil belajar individual dari
skor dasar ke skor kuis berikutnya.
g. Guru menghitung skor siswa.

182

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

3.

Kegiatan Penutup (5 menit)


a. Guru membantu siswa dalam menyimpulkan hasil diskusi.
b. Guru memberi tahu siswa bahwa pada pertemuan berikutnya akan diadakan praktikum.
c. Guru menganjurkan siswa membuka alamat website pada fitur Mari Berselancar di Internet.

1.

Pendahuluan (10 menit)


a. Apersepsi: mengulas materi pertemuan sebelumnya.
b. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yaitu siswa dapat memahami sifat-sifat larutan elektrolit
dan nonelektrolit.

2.

Kegiatan Inti (75 menit)


a. Guru membagi kelompok dengan jumlah anggota setiap kelompok terdiri atas 45 orang.
b. Guru membimbing siswa melaksanakan kegiatan Praktikum sesuai buku PR Peminatan IPA Kimia
Kelas X Semester 2, Intan Pariwara seraya melakukan penilaian unjuk kerja praktikum.
c. Siswa melakukan praktikum dan guru berkeliling untuk membimbing siswa dalam praktikum.
d. Siswa mendiskusikan hasil praktikum bersama teman satu kelompok.
e. Guru meminta siswa untuk mempresentasikan hasil praktikum dan diskusi.
f. Guru menyamakan persepsi dan menjelaskan konsep yang belum tepat.

3.

Kegiatan Penutup (5 menit)


a. Guru membantu siswa dalam menyimpulkan hasil praktikum dan diskusi.
b. Guru memberi tahu siswa bahwa pada pertemuan berikutnya akan membahas mengenai jenis
ikatan dalam larutan elektrolit dan nonelektrolit.

Pertemuan II (2 45 menit)

Pertemuan III (2 45 menit)


1.

Pendahuluan (10 menit)


a. Apersepsi: berdasarkan percobaan yang telah dilakukan pada pertemuan sebelumnya, guru
memberi pertanyaan berikut: mengapa larutan gula termasuk nonelektrolit, larutan asam asetat
termasuk elektrolit lemah, dan larutan kalsium hidroksida termasuk elektrolit kuat? Bagaimanakah
jenis ikatan dari ketiga senyawa tersebut?
b. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yaitu siswa dapat memahami jenis ikatan dalam larutan
elektrolit dan nonelektrolit.

2.

Kegiatan Inti (75 menit)


a. Guru memberi kuis tentang jenis ikatan pada larutan elektrolit dan nonelektrolit kepada siswa
yang dikerjakan secara individu untuk mengetahui skor awal siswa.
b. Guru membentuk kelompok dengan jumlah anggota setiap kelompok terdiri atas 45 orang siswa
secara heterogen berdasarkan skor awal.
c. Guru meminta perwakilan satu orang tiap kelompok untuk mendemostrasikan percobaan pada
Tantangan Berpikir yang terdapat pada buku PR Peminatan IPA Kimia Kelas X Semester 2, Intan
Pariwara.
d. Siswa mendiskusikan hasil belajar siswa dari pertanyaan demonstrasi dan kuis bersama teman
satu kelompok. Dalam diskusi, setiap anggota kelompok memeriksa jawaban teman dalam satu
kelompoknya.
e. Guru memfasilitasi siswa untuk membuat rangkuman, mengarahkan, dan memberi penegasan
pada materi pembelajaran yang telah dipelajari.
f. Guru memberi kuis secara individu untuk mengetahui peningkatan hasil belajar individual dari
skor dasar ke skor kuis berikutnya.
g. Guru menghitung skor siswa.

3.

Kegiatan Penutup (5 menit)


a. Guru membantu siswa dalam menyimpulkan hasil diskusi.
b. Guru memberi tahu siswa bahwa pada pertemuan berikutnya akan diadakan ulangan harian, dan
pemberian hadiah kepada kelompok yang mendapatkan skor tertinggi.
c. Guru menganjurkan siswa membuka alamat website pada fitur Mari Berselancar di Internet.

Kimia Kelas X

183

G. Penilaian
1. Teknik dan Bentuk Instrumen
No.

2.

Bentuk Instrumen

a.

Pengamatan Sikap

Lembar Pengamatan Sikap dan Rubrik

b.

Tes Unjuk Kerja

Tes Uji Petik Kerja Prosedur dan Rubrik

c.

Tes Tertulis

Tes Pilihan Ganda dan Uraian

d.

Portofolio

Kumpulan Laporan dan Produk

Contoh Instrumen
a. Lembar Pengamatan Sikap

b.

184

Teknik

No.

Aspek yang Dinilai

1.

Menghargai dan mensyukuri larutan elektrolit


dan nonelektrolit sebagai sumber daya alam
sehingga membantu kelangsungan hidup
manusia.

2.

Memiliki rasa ingin tahu dalam mempelajari


larutan elektrolit dan nonelektrolit.

3.

Bersikap kritis dan komunikatif dalam


berdiskusi.

4.

Bersikap santun dan menghargai perbedaan


pendapat antarteman.

5.

Bersikap proaktif dalam mengerjakan tugas


kelompok.

6.

Bertanggung jawab saat mengerjakan tugas.

7.

Bersikap cermat dan teliti saat melakukan


pengamatan.

Skor
3

Keterangan

Rubrik Penilaian Sikap


No.

Aspek yang Dinilai

Rubrik

1.

Menghargai dan mensyukuri larutan elektrolit


dan nonelektrolit sebagai sumber daya alam
sehingga membantu kelangsungan hidup
manusia.

3 : menunjukkan sikap menghargai dan mensyukuri larutan


elektrolit dan nonelektrolit sebagai sumber daya alam
sehingga membantu kelangsungan hidup manusia.
2 : belum secara eksplisit menunjukkan sikap menghargai dan
mensyukuri larutan elektrolit dan nonelektrolit sebagai
sumber daya alam sehingga membantu kelangsungan hidup
manusia.
1 : belum menunjukkan sikap menghargai dan mensyukuri
larutan elektrolit dan nonelektrolit sebagai sumber daya alam
sehingga membantu kelangsungan hidup manusia.

2.

Memiliki rasa ingin tahu dalam mempelajari


larutan elektrolit dan nonelektrolit.

3 : menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi dengan banyak


bertanya, berani mencoba, dan terlibat aktif dalam kegiatan
kelompok.
2 : menunjukkan rasa ingin tahu, tetapi tidak terlalu antusias,
kurang berjiwa kreatif, bertanya hanya mengenai hal-hal
tertentu saja, berani mencoba, dan terlibat aktif dalam
kegiatan kelompok.
1 : tidak menunjukkan rasa ingin tahu dan tidak berjiwa kreatif,
enggan mengemukakan pertanyaan, tidak berani mencoba,
sulit terlibat aktif dalam kegiatan kelompok.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

c.

No.

Aspek yang Dinilai

Rubrik

3.

Bersikap kritis dan komunikatif dalam


berdiskusi.

3 : menunjukkan sikap kritis dan komunikatif dalam diskusi,


misal sering bertanya maupun menjawab, serta memberikan
penjelasan yang mudah dimengerti.
2 : berperan aktif dalam diskusi tetapi belum maksimal, misal
memberikan penjelasan yang sulit dimengerti.
1 : tidak bersungguh-sungguh dalam berdiskusi, misal bersikap
pasif dan tidak berusaha mencari jawaban dari pertanyaan.

4.

Bersikap santun dan menghargai perbedaan


pendapat antarteman.

3 : menggunakan bahasa yang baik saat bertanya maupun


menjawab pertanyaan, serta memberikan kesempatan
kepada teman untuk mengeluarkan pendapatnya.
2 : menggunakan bahasa yang baik, tetapi bersikap biasa saja
terhadap pendapat teman.
1 : selalu menyanggah pendapat teman yang tidak sesuai
dengan pendapatnya.

5.

Bersikap proaktif dalam mengerjakan tugas


kelompok

3 : berperan aktif dalam mengerjakan tugas dan berupaya tepat


waktu menyelesaikan tugas.
2 : kurang berperan aktif dalam menyelesaikan tugas.
1 : tidak berperan aktif dalam mengerjakan tugas, tidak teliti,
dan tidak menyelesaikan tepat waktu.

6.

Bertanggung jawab saat mengerjakan tugas

3: mengerjakan tugas dengan penuh bertanggung jawab.


2: mengerjakan tugas dengan kurang bertanggung jawab.
1: mengerjakan tugas dengan tidak bertanggung jawab.

7.

Bersikap cermat dan teliti saat melakukan


pengamatan

3: cermat dan teliti saat melakukan pengamatan.


2: kurang cermat dan teliti saat melakukan pengamatan.
1: tidak cermat dan teliti saat melakukan pengamatan.

Lembar Pengamatan Psikomotor


No.

Skor

Aspek yang Dinilai


3

Keterangan
1

Pendahuluan
Mempersiapkan petunjuk praktium
1.
2.

1.
2.

d.

Pelaksanaan
Merangkai alat
Mengamati perubahan pada lampu dan
larutan
Kegiatan Akhir
Kebersihan meja praktikum
Kebersihan peralatan praktikum

Rubrik Penilaian Psikomotor


No.

Aspek yang Dinilai


Pendahuluan
Mempersiapkan petunjuk praktikum.

1.

Pelaksanaan
Merangkai alat.

Rubrik
3 : membaca dan memahami petunjuk praktikum.
2 : membaca petunjuk praktikum, tetapi tidak memahaminya.
1 : tidak membaca petunjuk praktikum.
3 : merangkai alat dengan benar tanpa bertanya/meminta
penjelasan kepada guru.
2 : merangkai alat dengan benar setelah bertanya/meminta
penjelasan kepada guru.
1 : tidak dapat merangkai alat dengan benar setelah bertanya/
meminta penjelasan kepada guru.

Kimia Kelas X

185

186

No.

Aspek yang Dinilai

Rubrik

2.

Mengamati perubahan pada lampu dan


larutan.

3 : mengamati perubahan yang terjadi pada lampu dan larutan


dengan sungguh-sungguh.
2 : mengamati perubahan yang terjadi pada lampu dan larutan
sambil bercanda dengan teman satu kelompok.
1 : mengamati perubahan yang terjadi pada lampu dan larutan
dengan tidak sungguh-sungguh dan meminta hasil
pengamatan dari teman yang berbeda kelompok.

1.

Kegiatan Akhir
Kebersihan meja praktikum.

2.

Kebersihan peralatan praktikum.

3 : membersihkan meja praktikum hingga bersih.


2 : membersihkan meja praktikum tetapi masih ada sampah/
kotoran yang tertinggal.
1 : tidak membersihkan sampah/kotoran pada meja praktikum.
3 : membersihkan alat praktikum hingga bersih.
2 : membersihkan alat praktikum tetapi masih ada kotoran yang
tertinggal.
1 : tidak membersihkan peralatan praktikum.

Mengetahui
Kepala SMA/MA . . . .

Guru Bidang

.........................
NIP.___________________

.........................
NIP.___________________

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

A.

Sekolah
Mata Pelajaran
Kelas/Semester
Materi/Submateri Pokok

:
:
:
:

Alokasi Waktu

SMA/MA
Kimia
X/2
Tata Nama Senyawa dan Persamaan Reaksi Kimia
Sederhana
8 45 menit

Kompetensi Dasar dan Indikator


1.1 Menyadari adanya keteraturan struktur partikel materi sebagai wujud kebesaran Tuhan Yang Maha
Esa dan pengetahuan tentang struktur partikel materi sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang
kebenarannya bersifat tentatif.
Indikator:
Mensyukuri keberadaan berbagai senyawa kimia di alam dan memanfaatkannya dengan bijaksana.
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa tanggung jawab, ingin tahu, cermat, dan teliti) dalam
merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari.
Indikator:
Bersikap tanggung jawab saat mengerjakan tugas.
Mengembangkan rasa ingin tahu saat mencari informasi di literatur.
Bersikap kritis dan komunikatif saat berdiskusi.
Bersikap cermat dan teliti saat melakukan pengamatan nama dan rumus kimia di laboratorium.
2.2 Menunjukkan perilaku kerja sama, santun, toleran, cinta damai, dan peduli lingkungan serta hemat
dalam memanfaatkan sumber daya alam.
Indikator:
Bersikap santun dan menghargai pendapat antarteman.
2.3 Menunjukkan perilaku responsif dan proaktif, serta bijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan
masalah dan membuat keputusan.
Indikator:
Bersikap proaktif dalam mengerjakan tugas kelompok.
3.10 Menerapkan aturan IUPAC untuk penamaan senyawa anorganik dan organik sederhana.
Indikator:
Menjelaskan tata nama senyawa biner, poliatom, asam, basa, oksida, dan hidrat.
Menyebutkan nama atau rumus senyawa kimia.
3.11 Menerapkan konsep massa atom relatif, persamaan reaksi, hukum-hukum dasar kimia, dan konsep
mol untuk menyelesaikan perhitungan kimia.
Indikator:
Menjelaskan cara penyetaraan persamaan reaksi kimia sederhana.
Menjelaskan aplikasi hukum Kekekalan Massa dan hukum Perbandingan Tetap dalam penyetaraan
reaksi kimia.
4.10 Menalar aturan IUPAC dalam penamaan senyawa anorganik dan organik sederhana.
Indikator:
Menyajikan hasil diskusi tentang cara pemberian nama senyawa anorganik dan organik sederhana
menurut aturan IUPAC.

Kimia Kelas X

187

4.11 Mengolah dan menganalisis data terkait massa atom relatif, persamaan reaksi, hukum-hukum dasar
kimia, dan konsep mol untuk menyelesaikan perhitungan.
Indikator:
Menyajikan hasil tugas penyetaraan persamaan reaksi kimia sederhana.
B.

Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini, siswa mampu:
1. menjelaskan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana menurut aturan IUPAC;
2. memberi nama senyawa dengan menerapkan aturan IUPAC;
3. menjelaskan cara penyetaraan persamaan reaksi kimia sederhana.

C. Materi Pembelajaran
1.
2.

Tata nama senyawa.


Persamaan reaksi kimia sederhana.

D. Metode Pembelajaran
Pendekatan : Pendekatan Ilmiah/Saintifik
Model
: Problem Based Learning dan Problem Solving
Metode
: Think Pair Share (TPS) dan Demonstrasi
E.

F.

Media, Alat, dan Sumber Belajar


1.

Media
OHP

2.

Alat dan Bahan


a. Tabung reaksi
b. Sendok
c. Cuka
d. Soda kue

3.

Sumber Belajar
a. Buku PG Peminatan IPA Kimia SMA/MA Kelas X Semester 2, Intan Pariwara
b. Buku PR Peminatan IPA Kimia SMA/MA Kelas X Semester 2, Intan Pariwara
c. Buku Di Rumahku Ada Sains: Kriuk! Kriuk! Makan Siang Yuk, PT Pakar Raya.
d. Internet
1) http://goo.gl/XSpj7i
2) http://goo.gl/Dwjwuq

Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan I (2 45 menit)
1.

188

Pendahuluan (10 menit)


a. Apersepsi
1) Ketika membeli sepatu baru, di dalam kotak sepatu ada silika gel. Apakah fungsi silika gel
tersebut?
2) Apakah nama kimia dari silika gel?
b. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yaitu siswa dapat memahami tata nama senyawa biner.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

2.

Kegiatan Inti (75 menit)


a. Guru meminta siswa mengerjakan Tantangan Berpikir yang terdapat pada buku PR Peminatan
IPA Kimia Kelas X Semester 2, Intan Pariwara. Selain itu, guru memberi beberapa rumus kimia
yang termasuk senyawa biner, lalu menyuruh siswa untuk memberi nama senyawa kimia tersebut.
Guru memberi waktu kepada siswa selama 15 menit untuk berfikir.
b. Guru meminta siswa untuk mendiskusikan pertanyaan tersebut dengan teman sebangku.
c. Guru berkeliling dan membimbing siswa dalam diskusi.
d. Guru meminta siswa untuk mempresentasikan hasil diskusi.
e. Guru menyamakan persepsi dan mengatasi konsep yang belum tepat.

3.

Kegiatan Penutup (5 menit)


a. Guru membantu siswa dalam menyimpulkan hasil diskusi.
b. Guru memberi tahu siswa bahwa pertemuan berikutnya akan membahas mengenai tata nama
senyawa poliatom, asam, dan basa.
Pertemuan II (2 45 menit)

1.

Pendahuluan (10 menit)


a. Apersepsi: Guru mengajukan beberapa pertanyaan berikut.
Apakah kalian pernah makan jeruk? Bagaimana rasa jeruk? Apa sifat jeruk? Senyawa apa yang
terkandung dalam jeruk? Bagaimana rumus kimianya?
b. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yaitu siswa dapat memahami tata nama senyawa poliatom,
asam, dan basa.

2.

Kegiatan Inti (75 menit)


a. Guru memberi beberapa rumus senyawa kimia yang termasuk senyawa poliatom, asam, dan
basa dan menyuruh siswa untuk memberi nama senyawa kimia tersebut. Guru memberi waktu
kepada siswa selama 15 menit untuk berpikir.
b. Guru meminta siswa untuk mendiskusikan pertanyaan tersebut dengan teman sebangkunya.
c. Guru berkeliling dan membimbing siswa dalam diskusi.
d. Guru meminta siswa untuk mempresentasikan hasil diskusinya.
e. Guru menyamakan persepsi dan menjelaskan konsep yang belum tepat.

3.

Kegiatan Penutup (5 menit)


a. Guru membantu siswa dalam menyimpulkan hasil diskusi.
b. Guru memberi tahu siswa bahwa pertemuan berikutnya akan membahas mengenai tata nama
senyawa oksida dan hidrat serta contoh beberapa senyawa yang ada di sekitar kita.
Pertemuan III (2 45 menit)

1.

Pendahuluan (10 menit)


a. Apersepsi: Guru mengajukan beberapa pertanyaan berikut. Apakah kalian pernah membeli
minuman berkarbonasi (minuman soda), minuman teh siap saji, dan saus sambal? Apa nama
bahan yang digunakan untuk mengawetkan makanan/minuman tersebut? Apa nama bahan
pengawet tersebut? Bagaimana rumus kimianya?
b. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yaitu siswa dapat memahami tata nama senyawa oksida,
hidrat, dan senyawa kimia yang ada di sekitar kita.

Kimia Kelas X

189

2.

Kegiatan Inti (75 menit)


a. Guru memberi beberapa rumus senyawa kimia yang termasuk senyawa oksida dan hidrat dan
menyuruh siswa untuk memberi nama senyawa kimia tersebut. Guru memberi waktu kepada
siswa selama 15 menit untuk berpikir.
b. Guru meminta siswa untuk mendiskusikan pertanyaan tersebut dengan teman sebangkunya.
c. Guru berkeliling dan membimbing siswa dalam diskusi.
d. Guru meminta siswa untuk mempresentasikan hasil diskusinya.
e. Guru menyamakan persepsi dan menjelaskan konsep yang belum tepat.

3.

Kegiatan Penutup (5 menit)


a. Guru membantu siswa dalam menyimpulkan hasil diskusi.
b. Guru memberi tahu siswa bahwa pertemuan berikutnya membahas mengenai persamaan reaksi
kimia sederhana.
Pertemuan IV (2 45 menit)

1.

Pendahuluan (10 menit)


a. Apersepsi: Apabila saya memiliki sirop, es, dan air putih lalu saya campurkan ketiga bahan tersebut,
apa hasil dari pencampuran ketiga bahan tersebut? Apakah untuk membuat es teh yang enak,
saya dapat mencampurkan bahan sesuka saya ataukah menurut perbandingan tertentu?
b. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yaitu siswa dapat memahami persamaan reaksi kimia
sederhana.

2.

Kegiatan Inti (75 menit)


a. Guru meminta siswa mengerjakan kegiatan Tantangan Berpikir yang terdapat di buku
PR Peminatan IPA Kimia Kelas X Semester, Intan Pariwara, kemudian meminta setiap siswa
mencatat hasil percobaan dan memberi waktu 10 menit untuk memikirkan pertanyaanpertanyaannya.
b. Guru memberi beberapa persamaan kimia reaksi yang belum setara kepada siswa dan menyuruh
siswa untuk menyetarakan reaksi kimia tersebut. Guru memberi waktu kepada siswa selama
15 menit untuk berpikir.
c. Guru meminta siswa untuk mendiskusikan pertanyaan tersebut dengan teman sebangku.
d. Guru berkeliling dan membimbing siswa dalam diskusi.
e. Guru meminta siswa untuk mempresentasikan hasil diskusi.
f. Guru menyamakan persepsi dan menjelaskan konsep yang belum tepat.

3.

Kegiatan Penutup (5 menit)


a. Guru membantu siswa dalam menyimpulkan hasil diskusi.
b. Guru memberi tahu siswa bahwa pada pertemuan berikutnya akan diadakan ulangan harian
mengenai tata nama senyawa dan persamaan reaksi kimia sederhana.
c. Guru menganjurkan siswa membuka alamat website pada fitur Mari Berselancar di Internet.

G. Penilaian
1. Teknik dan Bentuk Instrumen
No.

190

Teknik

Bentuk Instrumen

a.

Pengamatan Sikap

b.

Tes Unjuk Kerja

Tes Uji Petik Kerja Prosedur dan Rubrik

c.

Tes Tertulis

Tes Pilihan Ganda dan Uraian

d.

Portofolio

Kumpulan Laporan dan Produk

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Lembar Pengamatan Sikap dan Rubrik

2.

Contoh Instrumen
a. Lembar Pengamatan Sikap
No.

Skor

Aspek yang Dinilai


3

b.

1.

Menghargai dan mensyukuri keberadaan


berbagai senyawa kimia sebagai sumber
daya alam sehingga membantu kelangsungan hidup manusia.

2.

Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dalam


mempelajari tata nama senyawa dan persamaan
reaksi kimia sederhana.

3.

Bersikap kritis dan komunikatif dalam


berdiskusi.

4.

Bersikap santun dan menghargai perbedaan


pendapat antarteman.

5.

Bersikap proaktif dalam mengerjakan tugas


kelompok.

6.

Bertanggung jawab saat mengerjakan tugas.

7.

Bersikap cermat dan teliti saat melakukan


pengamatan.

Keterangan
1

Rubrik Penilaian Sikap


No.

Aspek yang Dinilai

Rubrik

1.

Menghargai dan mensyukuri keberadaan


berbagai senyawa kimia sebagai sumber
daya alam sehingga membantu kelangsungan hidup manusia.

3 : menunjukkan sikap menghargai dan mensyukuri


keberadaan berbagai senyawa kimia sebagai sumber daya
alam sehingga membantu kelangsungan hidup manusia.
2 : belum secara eksplisit menunjukkan sikap menghargai dan
mensyukuri keberadaan berbagai senyawa kimia sebagai
sumber daya alam sehingga membantu kelangsungan hidup
manusia.
1 : belum menunjukkan sikap menghargai dan mensyukuri
keberadaan berbagai senyawa kimia sebagai sumber daya
alam sehingga membantu kelangsungan hidup manusia.

2.

Memiliki rasa ingin tahu dalam mempelajari


tata nama senyawa dan persamaan reaksi
kimia sederhana.

3 : menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi dengan banyak


bertanya, berani mencoba, dan terlibat aktif dalam kegiatan
kelompok.
2 : menunjukkan rasa ingin tahu, tetapi tidak terlalu antusias,
kurang berjiwa kreatif, bertanya hanya mengenai hal-hal
tertentu, berani mencoba, dan terlibat aktif dalam kegiatan
kelompok.
1 : tidak menunjukkan rasa ingin tahu dan tidak berjiwa kreatif,
enggan mengemukakan pertanyaan, tidak berani mencoba,
sulit terlibat aktif dalam kegiatan kelompok.

3.

Bersikap kritis dan komunikatif dalam


berdiskusi.

3 : menunjukkan sikap kritis dan komunikatif dalam diskusi,


misal sering bertanya maupun menjawab, serta memberikan
penjelasan yang mudah dimengerti.
2 : berperan aktif dalam diskusi tetapi belum maksimal, misal
memberikan penjelasan yang sulit dimengerti.
1 : tidak bersungguh-sungguh dalam berdiskusi, misal bersikap
pasif dan tidak berusaha mencari jawaban dari pertanyaan.

Kimia Kelas X

191

192

No.

Aspek yang Dinilai

Rubrik

4.

Bersikap santun dan menghargai perbedaan


pendapat antarteman.

3 : menggunakan bahasa yang baik saat bertanya maupun


menjawab pertanyaan, serta memberikan kesempatan
kepada teman untuk mengeluarkan pendapatnya.
2 : menggunakan bahasa yang baik, tetapi bersikap biasa saja
terhadap pendapat teman.
1 : selalu menyanggah pendapat teman yang tidak sesuai
dengan pendapatnya.

5.

Bersikap proaktif dalam mengerjakan tugas


kelompok.

3 : berperan aktif dalam mengerjakan tugas dan berupaya tepat


waktu menyelesaikan tugas.
2 : kurang berperan aktif dalam menyelesaikan tugas.
1 : tidak berperan aktif dalam mengerjakan tugas, tidak teliti,
dan tidak menyelesaikan tepat waktu.

6.

Bertanggung jawab saat mengerjakan tugas.

3: mengerjakan tugas dengan penuh tanggung jawab.


2: mengerjakan tugas dengan kurang bertanggung jawab.
1: mengerjakan tugas dengan tidak bertanggung jawab.

7.

Bersikap cermat dan teliti saat melakukan


pengamatan.

3: cermat dan teliti saat melakukan pengamatan.


2: kurang cermat dan teliti saat melakukan pengamatan.
1: tidak cermat dan teliti saat melakukan pengamatan.

Mengetahui
Kepala SMA/MA . . . .

Guru Bidang

.........................
NIP.___________________

.........................
NIP.___________________

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran