Anda di halaman 1dari 26

BAHAYA NARKOBA

BAGI GENERASI MUDA


Kelompok 1

Latar belakang

Hasil survei membuktikan banyaknya generasi


muda yang sudah terjerumus ke dalam
penyalahgunaan narkoba.
Indonesia telah menjadi salah satu negara yang
dijadikan pasar utama dari jaringan sindikat
peredaran narkotika yang berdimensi internasional
untuk tujuan-tujuan komersial. Untuk jaringan
peredaran narkotika di negara-negara Asia,
Indonesia diperhitungakan sebagai pasar (marketstate) yang paling prospektif secara komersial bagi
sindikat internasional yang beroperasi di negaranegara sedang berkembang.

Definisi

Narkoba adalah singkatan dari Narkotika,


Psikotropika dan Bahan Adiktif Berbahaya
lainnya, yaitu bahan atau zat yang jika
dimasukkan dalam tubuh manusia, baik
secara
diminum,
dihirup
maupun
disuntikkan dapat mengubah pikiran,
perasaan dan juga perilaku seseorang
dan lebih jauh lagi narkoba akan dapat
menimbulkan ketergantungan fisik dan
psikologis.

Selain Narkoba, istilah lain yang


diperkenalkan khususnya oleh
Departemen Kesehatan RI adalah NAPZA
yaitu singkatan dari Narkotika,
Pasikotropika dan Zat adiktif lainnya.
Semua istilah ini sebenarnya mengacu
pada sekelompok zat yang umumnya
mempunyai risiko yang oleh masyarakat
disebut berbahaya yaitu kecanduan
(adiksi).

Jenis narkoba
Jenis
Narkotika
yang
sering
disalahgunakan
adalah
Morfin
Heroin (putauw)
Mariyuana
Kokain.

Sedangkan jenis Psikotropika yang sering


disalahgunakan

Amfetamin

Ekstasi

Shabu

Obat penenang
Zat adiktif lainnya disini adalah
bahan/zat bukan Narkotika &
Psikotropika seperti alkohol/etanol atau
metanol, tembakau, gas yang dihirup
(inhalansia) maupun zat pelarut
(solven).

Heroin atau putaw


Zat ini sangat mudah menembus otak sehingga bereaksi lebih
kuat dari pada morfin itu sendiri. Umumnya digunakan dengan
cara disuntik atau dihisap.
Efek :
Timbul rasa kesibukan yang sangat cepat/rushing sensastion (
30-60 detik) diikuti rasa menyenangkan seperti mimpi yang
penuh kedamaian dan kepuasan atau ketenangan hati (euforia).
Denyut nadi melambat.
Tekanan darah menurun.
Otot-otot menjadi lemas/relaks.
Diafragma mata (pupil) mengecil (pin point).
Mengurangi bahkan menghilangkan kepercayaan diri.
Membentuk dunia sendiri (dissosial) : tidak bersahabat.
Penyimpangan perilaku : berbohong, menipu, mencuri, kriminal.

Ganja
Cara penggunaannya dihisap dengan cara
dipadatkan menyerupai rokok atau dengan
menggunakan pipa rokok.
Efek :
Denyut jantung atau nadi lebih cepat.
Mulut dan tenggorokan kering.
Merasa lebih santai, banyak bicara dan bergembira.
Sulit mengingat sesuatu kejadian.
Kesulitan kinerja yang membutuhkan konsentrasi,
reaksi yang cepat dan koordinasi.
Kadang-kadang menjadi agresif bahkan kekerasan.

Alkohol
3 golongan minuman berakohol yaitu
golongan A; kadar etanol 1%-5% (bir),
golongan B; kadar etanol 5%-20%
(minuman anggur/wine) dan golongan C;
kadar etanol 20%-45%

Faktor penyebab
penyalahgunaan narkoba

Faktor internal

Keluarga : Jika hubungan


dengan keluarga kurang
harmonis, maka seseorang
akan mudah merasa putus
asa dan frustasi.
Dasar Agama Tidak Kuat :
pendidikan agama sangat
dominan melindungi anak
dari pengaruh luar menyalah
gunakan narkoba. Dasar
agama yang pernah
ditanamkan sejak kecil akan
menjadi perisai bagi dirinya
untuk menolak sesuatu yang
merusak akhlak.

Ekonomi : Kesulitan mencari


pekerjaan menimbulkan keinginan
untuk bekerja menjadi pengedar
narkoba. Seseorang yang ekonomi
cukup mampu, tetapi kurang
perhatian yang cukup dari keluarga
atau masuk dalam lingkungan yang
salah lebih mudah terjerumus jadi
pengguna narkoba.

Faktor eksternal

Pergaulan : Teman
sebaya mempunyai
pengaruh cukup kuat
bagi terjerumusnya
seseorang kelembah
narkoba, biasanya
berawal dari ikut-ikutan
teman. Terlebih bagi
seseorang yang
memiliki mental dan
keperibadian cukup
lemah, akan mudah
terjerumus.

Sosial /Masyarakat : Lingkungan


masyarakat yang baik terkontrol dan
memiliki organisasi yang baik akan
mencegah terjadinya
penyalahgunaan narkoba.

Dampak penyalahgunaan
narkoba

Dampak Negatif

Dampak narkoba terhadap


fisik : pemakai narkoba akan
mengalami gangguan-gangguan
fisik sebagai berikut, yaitu berat
badannya akan turun secara
drastis, matanya akan terlihat
cekung dan merah, mukanya
pucat, bibirnya menjadi kehitamhitaman, tangannya dipenuhi
bintik-bintik merah
Gangguan pada sistem saraf :
kejang-kejang, halusinasi,
gangguan kesadaran
Gangguan pada
jsistem(kardiovaskuler):
gangguan peredaran darah.
Gangguan pada kuliti: abses,
alergi.

Gangguan pada paru-paru: penekanan


fungsi pernapasan, susah bernafas

Gangguan pada endokrin: penurunan


fungsi hormon reproduksi

Bagi pengguna narkoba melalui jarum


suntik, khususnya pemakaian jarum
suntik secara bergantian, risikonya
adalah tertular penyakit seperti
hepatitis B, C, dan HIV yang hingga
saat ini belum ada obatnya.

Konsumsi narkoba melebihi


kemampuan (over dosis dan
menyebabkan kematian).

cont

Dampak narkoba terhadap


emosi : sangat sensitif dan
mudah bosan jika ditegur atau
dimarahi, pemakai akan
menunjukkan sikap
membangkang, emosinya
tidak stabil, Kehilangan nafsu
makan.
Dampak Sosial
Gangguan mental, anti-sosial
dan asusila, dikucilkan oleh
lingkungan
Merepotkan dan menjadi
beban keluarga
Pendidikan menjadi terganggu,
masa depan suram

Dampak narkoba terhadap


perilaku :

Lamban kerja, ceroboh kerja, sering


tegang dan gelisah

Hilang kepercayaan diri, apatis,


pengkhayal, penuh curiga

Agitatif, menjadi ganas dan tingkah


laku brutal

Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal


dan tertekan

Cenderung menyakiti diri, perasaan


tidak aman, bahkan bunuh diri.

Dampak positif

Jika digunakan
sebagaimana
mestinya, terutama
untuk
menyelamatkan jiwa
manusia dan
membantu dalam
pengobatan,
narkotika
memberikan manfaat
bagi kehidupan
manusia.

Opium digunakan sebagai


penghilang rasa sakit dan untuk
mencegah batuk dan diare

Kokain digunakan untuk


mendapatkan efek stimulan, seperti
untuk meningkatkan daya tahan dan
stamina serta mengurangi rasa lelah.

Ganja (ganja/cimeng) digunakan


untuk bahan pembuat kantung
karena serat yang dihasilkannya
sangat kuat, biji ganja juga
digunakan sebagai bahan pembuat
minyak.

Dampak Tidak Langsung Narkoba yang


Disalahgunakan:

Akan banyak uang yang dibutuhkan untuk penyembuhan dan


perawatan kesehatan pecandu jika tubuhnya rusak digerogoti zat
beracun.
Dikucilkan dalam masyarakat dan pergaulan orang baik-baik.
Selain itu biasanya tukang candu narkoba akan bersikap anti
sosial.
Keluarga akan malu besar karena punya anggota keluarga yang
memakai zat terlarang.
Kesempatan belajar hilang dan mungkin dapat dikeluarkan dari
sekolah atau perguruan tinggi alias DO / drop out.
Tidak dipercaya lagi oleh orang lain karena umumnya pecandu
narkoba akan gemar berbohong dan melakukan tindak kriminal.
Dosa akan terus bertambah karena lupa akan kewajiban Tuhan
serta menjalani kehidupan yang dilarang oleh ajaran agamanya.
Bisa dijebloskan kedalam tembok derita / penjara yang sangat
menyiksa lahir batin.

Dampak Langsung Narkoba Bagi


Jasmani/Tubuh Manusia:

Gangguan pada hampir seluruh sistem yang ada


di tubuh manusia
Dapat terinfeksi penyakit menular berbahaya
seperti HIV AIDS, Hepatitis, Herpes, TBC, dll.
Menyebabkan depresi mental.
Menyebabkan gangguan jiwa berat / psikotik.
Menyebabkan bunuh diri
Menyebabkan melakukan tindak kejahatan,
kekerasan dan pengerusakan.
Efek depresi bisa ditimbulkan akibat kecaman
keluarga, teman dan masyarakat atau kegagalan
dalam mencoba berhenti memakai narkoba.

Kebijakan
Penanggulangan dan
Pemberantasan Tindak
Pidana Narkoba

Kajian mengenai kebijakan hukum pidana


(Penal Policy) yang termasuk salah satu
bagian dari ilmu hukum pidana, erat
kaitannya dengan pembahasan hukum pidana
nasional yang merupakan salah satu masalah
besar yang dihadapi bangsa Indonesia.
Kebijakan penal mengenai perbuatan apa
yang dikriminalisasikan dapat dilihat pada
ketentuan pidana dalam Undang-undang
Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sanksi yang dapat dijatuhkan berupa


pidana mati, pidana penjara, pidana
penjara seumur hidup, kurungan dan
denda. Apabila pelaku adalah korporasi,
maka terhadap korporasi tersebut dapat
dijatuhi pidana tambahan berupa
pencabutan izin usaha; dan/atau
pencabutan status badan hukum.

Upaya penanggulangan
penyalahgunaan narkoba

Upaya penanggulangan penyalahgunaan


narkoba dibagi dalam tiga bagian, yakni
preemtif, preventif, dan represif. Ketiga
hal ini merupakan fungsi-fungsi utama
(operasional) sesuai dengan tugas pokok
Polri yang diatur dalam pasal 13 UU No.
2 Tahun 2002 tentang Kepolisian
Republik Indonesia.

Upaya Preemtif

Upaya preemtif adalah upaya pencegahan yang


dilakukan secara dini, antara lain mencakup
pelaksanaan kegiatan penyuluhan yang bersifat
dengan sasaran untuk memengaruhi faktorfaktor penyebab pendorong dan faktor peluang
(Faktor Korelatif Kriminogen) dari adanya
kejahatan tersebut. Sehingga akan tercipta
suatu kondisi kesadaran kewaspadaan dan daya
tangkal serta terbina dan terciptanya kondisi
perilaku dan norma hidup bebas dari segala
ancaman narkoba

Upaya Preventif

Tindakan preventif merupakan pelaksanaan fungsi kepolisian


yang diarahkan kepada upaya pencegahan terjadinya
gangguan kamtibmas. Adapun penanganan secara preventif
yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan kegiatan
kepolisian dalam pencegahan masalah tindak pidana narkoba,
pihak Satuan Narkoba melakukan Operasi Rutin Kepolisian dan
Operasi Khusus Kepolisian.
Penanganan secara preventif yang terkait adanya kesamaan
kebutuhan, dalam hal ini mengurangi penyalahgunaan narkoba
yang ada di masyarakat sesuai dengan konsep pemolisian
(Policing). Dimana dalam pelaksanaan tugas polisi mengacu
pada hubungan antara polisi dengan pemerintahan maupun
dengan masyarakat yang didorong adanya kewenangan,
kebutuhan serta kepentingan baik dari pihak kepolisian,
masyarakat maupun dari berbagai organisasi lainnya.

Upaya Represif

Upaya represif dimulai ketika polisi mendapatkan informasi mengenai terjadinya


tindak kejahatan. Sumber informasi tersebut bisa berasal dari laporan
masyarakat, media massa, diketahui langsung oleh aparat, maupun data yang
diberikan oleh intelijen kepolisian
Setelah memperoleh informasi tentu tidak langsung terjun ke lapangan untuk
melakukan penegakan hukum. Namun petugas di lapangan diperintahkan untuk
mencari kebenaran informasi tersebut. Adapun teknik penyelidikan untuk
mengetahui kebenaran informasi bisa dilakukan dengan beragam cara, yakni
pengamatan, wawancara, surveillance (pembuntutan), dan undercover
(penyamaran). Berdasarkan penjelasan Moore dan Trojanowics, strategi
operasional ini bisa disebut sebagai proactive policing, dimana polisi mulai
memanfaatkan informasi masyarakat
Setelah informasi yang diterima tadi diyakini kebenarannya, barulah Satuan
Narkoba bergerak melakukan penangkapan. Dalam hal tertangkap tangan,
penyelidikan juga dapat dilakukan dengan penyitaan barang bukti.
Sebagaimana yang dilakukan unit kepolisian lainnya, setelah melakukan
Penangkapan, kemudian menggelar penyidikan terhadap tersangka. Dalam
tahapan ini, Satuan Narkoba menyusun laporan, membuat Berita Acara Pidana
(BAP) saksi dan tersangka, hingga melakukan pemeriksaan barang bukti di
laboratorium.

Penutup

Narkoba suatu bahan atau zat yang jika dimasukkan dalam tubuh
manusia, baik secara diminum, dihirup maupun disuntikkan dapat
mengubah pikiran, perasaan dan juga perilaku seseorang dan lebih
jauh lagi narkoba akan dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan
psikologis. Jenis Narkotika yang sering disalahgunakan adalah morfin,
heroin (putauw), petidin, termasuk ganja atau kanabis, mariyuana,
hashis dan kokain. Zat adiktif lainnya disini adalah bahan/zat bukan
Narkotika & Psikotropika seperti alkohol/etanol atau metanol,
tembakau, gas yang dihirup (inhalansia) maupun zat pelarut (solven).
Penyalahgunaan narkoba memilki dampak negatif (pada fisik, psikis,
dan social) dan positif serta dampak langsung dan tidak langsung
pada masing-masing individu. Hal ini terjadi akibat adanya factor
internal (keluarga, agama, dan ekonomi) dan eksternal (pergaulan dan
social/masyarakat) yang mempengaruhinya. Penyalahgunaan Narkoba
dan tindak pidananya diatur dalam Undang-undang Nomor 35 Tahun
2009 tentang Narkotika. Ada 3 upaya untuk mengatasi terjadinya
penyalahgunaan narkoba, yaitu upaya preemtif, preventif, dan
represif.

Daftar pustaka

Anggraeni, Dewi (2015). Dampak Bagi Pengguna Narkotika, Psikotropika Dan Zat
Adiktif (Napza) Di Kelurahan Gunung Kelua Samarinda Ulu, 3(3), 3751. Tersedia
di : <http://ejournal.sos.fisip-unmul.ac.id/site/wpcontent/uploads/2015/06/JurnalDewiAnggreni (06-24-15-03-10-17).pdf>.
Erfan Priymbodo. 2010. Narkoba Ditinjau dari Sisi Berbagai Agama di Indonesia.
Tersedia di : < http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pengabdian/erfanpriyambodo-msi/narkoba-ditinjau-dari-sisi-berbagai-agama-di-indonesia.pdf>.
Indiyah. 2005. Faktor-Faktor Penyebab Penyalahgunaan Napza : Studi Kasus pada
Narapidana di LP Klas II/A Wirogunan Yogyakarta. Tersedia di : <
http://journal.ui.ac.id/index.php/jki/article/view/1243>.
Rahmawati, Amelia. 2011. Faktor Penyebab Penyalahgunaan Narkoba pada
pecandu Narkoba di Rumah Damai Kecamatan Gumangpati. Skripsi. Jurusan
Hukum dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negri Semarang.
Ricardo, P., 2010. Upaya Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba Oleh
Kepolisian. Jurnal Kriminologi Indonesia , 6(Iii), pp.232245.
UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. [pdf]. Tersedia di : <http://bnn.go.id>.

Anda mungkin juga menyukai