Anda di halaman 1dari 5

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO) :

PEMERINTAH
KOTA MOJOKERTO
DINAS
KESEHATAN

SEDASI
No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Kepala UPT Puskesmas Gedongan
Kecamatan Magersari
Kota Mojokerto

Drg. LIDWINA ELLEN SW


Pembina
NIP. 19661127 199303 2 005

DEFINISI

a. Sedasi adalah proses menenangkan, tujuan utama sedasi adalah

meringankan

kecemasan,

ketidaknyamanan

pasien

untuk

mempermudah perawatan dan pengobatan karena banyak faktor


yang

mendukung

timbulnya stress

fisik

mau

pun psikis
b. The American Society of Anesthesiologists menggunakan
definisi berikut untuk sedasi :
1. Sedasi minimal adalah suatu keadaan dimana selama terinduksi
obat, pasien berespon normal terhadap perintah verbal. Walaupun
fungsi

kognitif

dan

koordinasi

terganggu,

tetapi

fungsi

kardiovaskuler dan ventilasi tidak dipengaruhi.


2. Sedasi sedang (sedasi sadar) adalah suatu keadaan depresi
kesadaran setelah terinduksi obat di mana pasien dapat berespon
terhadap perintah verbal secara spontan atau setelah diikuti oleh
rangsangan taktil cahaya. Tidak diperlukan intervensi untuk
menjaga jalan napas paten dan ventilasi spontan masih adekuat.
Fungsi kardiovaskuler biasanya dijaga.
3. Sedasi dalam adalah suatu keadaan di mana selama terjadi depresi
kesadaran setelah terinduksi obat, pasien sulit dibangunkan tapi
akan berespon terhadap rangsangan berulang atau rangsangan
sakit. Kemampuan untuk mempertahankan fungsi ventilasi dapat
terganggu dan pasien dapat memerlukan bantuan untuk menjaga

jalan napas paten. Fungsi kardiovaskuler biasanya dijaga.

TUJUAN

1. Pencegahan

Pasien epilepsi. Pasien epilepsi memiliki resiko kejang


khususnya jika suatu benzodiazepin diresepkan sebagai terapi
antiepilepsi.

Ketergantungan benzodiazepin. Gejala putus obat dapat


terjadi.

Reaksi cemas. Dapat terjadi pada pemberian secara cepat pada


sedasi yang lama.

Pasien dengan trauma kepala yang berat. Flumazenil dapat


mepercepat suatu peningkatan tiba-tiba dari tekanan intrakranial.

2. Premedikasi
Obat-obat sedatif dapat diberikan pada masa preoperatif untuk
mengurangi

kecemasan

sebelum

dilakukan

anestesi

dan

pembedahan. Sedasi dapat digunakan pada anak-anak kecil, pasien


dengan kesulitan belajar, dan orang yang sangat cemas. Obat-obat
sedatif diberikan untuk menambah aksi agen-agen anestetik.
Pemilihan obat tergantung pada pasien, pembedahan yang akan
dilakukan, dan keadaan-keadaan tertentu: misalnya kebutuhan
pasien dengan pembedahan darurat berbeda dibandingkan pasien
dengan

pembedahan

terencana

atau

pembedahan

mayor.

Penggunaan oral lebih dipilih dan benzodiazepin adalah obat yang


paling banyak digunakan untuk premedikasi.
3. Sedo-analgesia
Istilah ini menggambarkan penggunaan kombinasi obat sedatif
dengan anestesi lokal, misalnya selama pembedahan gigi atau
prosedur

pembedahan

yang

menggunakan

blok

regional.

Perkembangan pembedahan invasif minimal saat ini membuat teknik


ini lebih luas digunakan.
4. Prosedur radiologik
Beberapa pasien, terutama anak-anak dan pasien cemas, tidak mampu
mentoleransi prosedur radiologis yang lama dan tidak nyaman tanpa
sedasi. Perkembangan penggunaan radiologi intervensi selanjutnya
2

meningkatkan kebutuhan penggunaan sedasi dalam bidang radiologi.


5. Endoskopi
Obat-obat sedatif umumnya digunakan untuk menghilangkan
kecemasan dan memberi efek sedasi selama pemeriksaan dan
intervensi endoskopi. Pada endoskopi gastrointestinal (GI), analgesik
lokal biasanya tidak tepat digunakan, perlu penggunaan bersamaan
obat sedatif dan opioid sistemik. Sinergisme antara kelompok obatobat ini secara signifikan meningkatkan resiko obstruksi jalan napas
dan depresi ventilasi.
6. Terapi intensif
Kebanyakan pasien dalam masa kritis membutuhkan sedasi untuk
memfasilitasi penggunaan ventilasi mekanik dan intervensi terapetik
lain dalam Unit Terapi Intensif (ITU). Dengan meningkatnya
penggunaan ventilator mekanik, pendekatan modern yaitu dengan
kombinasi analgesia yang adekuat dengan sedasi yang cukup untuk
mempertahankan
dibangunkan.

pasien

pada

Farmakokinetik

keadaan
dari

tenang

tiap-tiap

tapi
obat

dapat
harus

dipertimbangkan, di mana sedatif terpaksa diberikan lewat infus


untuk waktu yang lama pada pasien dengan disfungsi organ serta
kemampuan metabolisme dan ekskresi obnat yang terganggu.
Beberapa obat yang berbeda digunakan untuk menghasilkan sedasi
jangka pendek dan jangka panjang di ITU, termasuk benzodiazepin,
obat anestetik seperti propofol, opioid, dan agoni 2-adrenergik. Nilai
skor sedasi selama perawatan masa kritis telah dibuat sejak bertahuntahun, tapi perhatian lebih terfokus akhir-akhir ini pada pentingnya
sedasi harian holds; strategi interupsi harian dengan obat-obat
sedasi menyebabkan lebih sensitifnya kebutuhan untuk sedasi. Hal ini
bertujuan untuk mengurangi insiden terjadinya komplikasi terkait
penggunaan ventilasi mekanik selama masa kritis dan untuk
mengurangi lama perawatan.
7. Suplementasi terhadap anestesi umum
Penggunaannya yaitu dari sinergi antara obat-obat sedatif dan agen
induksi intravena dengan teknik ko-induksi. Penggunaan sedatif

dalam dosis rendah dapat menghasilkan reduk


ALAT DAN BAHAN

1. Alat

1. Alat-alat diagnostik ( pinset, ekskavator )


2. Masker.
3. Sarung tangan
4. Tempat tidur dan lampu penerangan
5. Alat suntik sekali pakai
6. Meja alat
7. Bak instrument
8. Obat desinfeksi
9. Kapas
2. Bahan

1. Benzodiazepin
2. Diazepam
PROSEDUR

1. Persiapan Tindakan
a. Petugas mempersiapkan bahan-bahan dan alat yang
akan di gunakan
b. Petugas memakai masker dan sarung tangan
2. Langkah Kerja
a. Pasien tidur, atur posisi di sesuaikan dengan tindakan
yang akan diLakukan

b. Pasien Dewasa
Siapkan alat suntik sekali pakai 3cc.
Benzodiazepin ampul di buka
Sedot cairan dalam ampul secara pelan-pelan
Buang gelembung udara dalam alat suntik sekali pakai,
siapkan
Masukkan jarum sesuai keperluan bisa IV atau IM.
c. Injeksikan perlahan-lahan untuk IV antara 2-3 menit. Untuk IM.
Langsung masukkan perlahan.
d. Lakukan tindakan yang diperlukan.
e. Sambil melakukan tindakan lakukan Observasi pasien tiap jam
tentang tingkat kesadaran, pernafasan, tekanan darah, dan nadi
REFERENSI

pasien.
Petunjuk Praktis Anestesi Local ( atlas of local anesthesia, in
dentistry) alih bahasa, drg Purwano, editor, drg Liliana yuwono.
Buku kedokteran EGC

DOKUMEN
TERKAIT

1. Prosedur kerja pemberian sedasi


4

2. Kartu status pasien


3. Register harian
4. Blangko resep
5. Blangko rujukan
6. Inform consent
UNIT TERKAIT

Unit Obat

DIAGRAM ALIR

mulai

Persiapan
tindakan

Pasien duduk di
tidurkan

Dewasa

Ambil alat suntik sekali


pakai 3cc
Buka Diazepam 2cc
/ampul
Sedot cairan dalam
ampul
Buang
gelembung
dalam alat suntik

Lakukan tindakan
sesuai keperluan
sambil Observasi
pasien

Tusukkan jarum
dan masukkan
obat sesuai
dosis dan
pemberian
Observasi
kesadaran, tensi,
nadi, pernafasan.

Selesai