Anda di halaman 1dari 23

2.

KOMPONEN DAN KONFIGURASI SENTRAL ESWD


Peralatan penyambungan ini pada EWSD berupa modul yang sepenuhnya
terdiri dari rangkaian elektronik. Dengan demikian sinyal pembicaraan yang
di dalam sentral EWSD telah diubah menjadi pulsa-pulsa PCM 8 bit dapat
disalurkan baik dengan cara space switch maupun time switch.
Selain peralatan penyambungan, sistem hardware yang lain dan sistem
software pada EWSD juga berupa modul-modul. Adapun peralatan sentral
EWSD pada dasarnya terdiri dari beberapa bagian utama yaitu:

Digital Line Unit (DLU)

Line Trunk Group (LTG)

Switching Network (SN)

Common Channel Signalling Network Control (CCNC)

Coordination Processor (CP)

Message Buffer (MB)

Central Clock Generator (CCG)


LTG merupakan interface antara sentral dan saluran-saluran yang menjadi

lingkungannya, SN merupakan jaringan kontak penyambungan peralatan dan


CP berfungsi sebagai pusat pengaturan yang disentralisasikan yang menjadi
tugas mikro processor yang terdapat pada masing-masing unit fungsional.
Arsitektur sentral EWSD saat ini dirancang supaya mudah diinstalasi,
dikembangkan, dan disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Desain sentral
terdiri atas blok fungsional yang berdiri sendiri dengan kontrol prosesor
sendiri yang dapat bekerja secara bebas di bawah koordinasi CP. Setiap blok
terbagi-bagi lagi atas beberapa modul atau perangkat fungsional unit.
Perangkat fungsional unit ini dikontrol oleh masing-masing prosesor pada
perangkat tersebut.
Blok-blok ini dapat saling dihubungkan melalui modul antarmuka
(internal interface) yang ada pada masing-masing blok lewat highway 2
Mbit/s (PDC) atau 8 Mbit/s (SDC). Sedangkan untuk antarmuka ke dunia luar

(sentral/trunk atau pelanggan) dilakukan dengan antramuka SC-MUX atau


konverter A/D. Sentral EWSD tersusun atas beberapa perangkat pendukung
seperti dalam Gambar 1. yaitu:

Akses

Switching

DLU

LTG

GP

LTG

GP

DLUC

Common Channel Signalling


CCNC

Koordinasi
EM
OMT

CP

CCNP

SYP

SN Switching Network
LTG Line Trunk Group
CP Coordination Processor
CCNC Common Channel-Signalling Network Control
DLU Digital Line Unit
DLUC Digital Line Unit Control
GP Group Processor
CCNP Common Channel-Signalling Network Control Processor
EM External Memory
SN Operation Maintenance Terminal
OMT
SYP System Panel
MB Message Buffer
CCG Cenral Clock Generator
SGC Switch Group Control

MB
SGC
CCG

Gambar 1. Diagram Blok Sentral EWSD


2.1 Digital Line Unit (DLU)
Digital Line Unit (DLU) adalah bagian dari sentral telepon digital EWSD
yang dimiliki PT. TELKOM. Fungsi utamanya adalah sebagai interface atau
antarmuka antara pelanggan dengan sentral telepon digital, yaitu dengan
mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital. Satu unit DLU terdiri dari
beberapa komponen yang saling terintegrasi dan mendukung satu sama lain
sehingga bisa terbentunya sebuah sistem yang berguna untuk terbentunya
sistem pelayanan telekomunikasi dengan baik.
Digital Line Unit (DLU) mengkonsentrasikan trafik dari pelanggan. DLU
tersambung maksimum melalui 4 X PCM 30 highway ke 2 (dua) buah LTGB. DLU dapat dioperasikan secara lokal maupun remote. Sebuah rack DLU

dapat tersambung sampai dengan 1760 saluran pelanggan, kapasitas


pelanggan dalam sebuah DLU sangat fleksibel, tergantung pada kondisi trafik
yang ada.
Berikut ini yang dapat disambungkan pada DLU, adalah :
a. Saluran pelanggan analog
b. Saluran PBX analog
c. ISDN basic access untuk pelanggan digital, PBX digital dan Centrex
d. Saluran pelanggan melalui Access Network (interface V5.1 mengikuti
rekomendasi ETSI)
Adapun komponen komponen pada DLU tersebut adalah sebagai berikut:
a. Subscriber Line Module Analog (SLMA) yang berisi 8 sirkit pelanggan
biasa atau 4 sampai 6 sirkit pelanggan dengan fasilitas home metering
tergantung dari tipe modul yang digunakan. Modul SLMA (Subscriber
Line Modul Analog) yang dikontrol oleh SLMCP (Subscriber Line Modul
Control Processor). Dalam satu modul SLMA berisi satu SLMCP dan 8
sirkuit SLCA (subscriber line circuit analog). Fungsi dari modul SLMA
ini adalah sebagai berikut:
Menjadi interface dengan pelanggan maksimal 8 pelanggan.
Menyalurkan ring current (nada dering) dan pulsa biaya.
Mengisolasi subscriber loop dengan tujuan pengetesan.
Mengontrol port-port dengan bantuan SLMCP.
Mengubah sinyal-sinyal control dari pelanggan.
b. Subscriber Line Module Digital (SLMD) yang digunakan untuk melayani
pelanggan ISDN basic access dengan dua kanal B (2 X 64 kbps) dan 1
kanal D (16 kbps).
c. Subscriber Line Module Multiplexer (SLMX) yang digunakan untuk
melayani standarisasi interface V5.1 (2 Mbps) terhubung ke Access
Network (AN). Baik pelanggan analog maupun digital dapat tersambung
pada EWSD melalui AN (tergantung dari kemampuan AN itu sendiri).
d. Modul Ring generator and metering generator (RGMG) berfungsi untuk
membangkitkan ring current (nada dering) dan metering voltage (pulsa
biaya).

Gambar 3.2. Blok diagram DLU

Dari blok diagram di atas terdapat unit-unit yang terkonfigurasi antara satu
unit dengan unit yang lainnya dan memiliki fungsi yang berbedabeda. Adapun
fungsi dari masing-masing unit tersebut adalah:
a. Modul SLMA yang dikontrol oleh SLMCP, dalam salah satu modul
SLMA berisi satu modul SLMCP dan 8 sirkit SLCA. Untuk modul SLMA
berfungsi sebagai interface antara saluran pelanggan (analog) dengan
bagian digital.
b. Modul DLUD 0 dan Digital Interface Unit for DLU (DIUD) 1 berfungsi
sebagai interface saluran highway Primary Digital Carrier (PDC) dari
LTGB dengan semua modul SLMA yang terpasang. Melalui highway
4096 kbit/s yang berisi 64 time slot, hanya 60 time slot yang digunakan
untuk kanal pembicaraan, 4 time slot lainnya hanya digunakan dalam
status emergency service. Highway dengan bitrate 136 kbit/s khusus
digunakan oleh DLUC untuk mengontrol operasi DIUD, SLMC, TU, dan
EMSP. Tugas DIUD antara lain:
1. Menyalurkan sinyal-sinyal suara, melalui 2 saluran PCM-30 atau 2
Mbit/s.

2. Menyuntikkan sinyal kontrol ke dalam saluran PCM- 30 kanal ke-16.


3. Membangkitkan nada-nada dan melaksanakan sambungan internal
(antara pelanggan-pelanggan satu DLU) pada waktu DLU dalam
keadaan emergency.
c. Modul DLUC 0 berfungsi memindai secara terus-menerus status dari
semua SLCA dari nomor terkecil (port 0) sampai dengan port terbesar
(port 951), sedang DLUC 1 melakukan hal sebaliknya yaitu menscaning
dari port terbesar ke kecil. Prioritas tertinggi ada pada DLUC 0.
d. Modul Test Unit (TU) terdiri dari 3 modul yaitu FTEM, LVMM, dan
LMEM, dengan masing-masing fungsinya adalah:
1. Function Test Module (FTEM) berfungsi untuk mengetes semua
modul SLMA.
2. Line Measuring Module (LVMM) berfungsi mengukur level modul
SLMA.
3. Level Measuring Module (LMEM) berfungsi untuk memproses
pengukuran saluran pelanggan dari sentral induknya.
e. Modul Emergency service equipment for pushbutton subscriber (EMSP)
terdiri dari 2 modul yang berfungsi untuk pelayanan emergency service
yaitu jika komunikasi antara DLU dengan sentral iniduknya terputus,
akan tetapi kondisi DLU itu sendiri tidak rusak. Fungsi EMSP adalah
mengolah signal frekuwensi pustbutton dari pelanggan dengan pesawat
tombol tekan, sedangkan pelanggan dengan pesawat rotary dial, informasi
digit yang dikirim oleh pesawat pelanggan langsung diolah SLMCP.
f. Pemasangan modul EMSP atau External Alarm Set (ALEX) adalah
optional, jika dipasang akan mengurangi satu posisi modul SLMA atau
mengurangi jumlah 8 sirkit pelanggan.
DLU yang dioperasikan remote, maka DLU tersebut dapat ditempatkan
disebuah gedung berupa rack (kapasitas s/d 1760 pelanggan), atau
ditempatkan diluar gedung berupa shelter (kapasitas s/d 168 pelanggan).
Sebuah grup sampai dengan 6 DLU dapat membentuk sebuah remote control
unit (RCU cluster) dengan kapasitas 5000 pelanggan. Apabila hubungan
antara DLU dengan central induknya total terputus maka operasi emergency

untuk internal calls (stand-alone service) dimungkinkan pada sebuah DLU


remote atau RCU untuk semua pelanggan yang tersambung padanya.
2.2 Line Trunk Group (LTG)
LTG berfungsi sebagai antarmuka antara saluran pelanggan (DLU),
pelanggan analog atau trunk dengan SN. Perangkat yang tersambung ke LTG
yaitu pelanggan analog, trunk analog, trunk digital, operator DSB, serta alatalat tes Automatic Test Equipment (ATE:ST) dan Subscriber Line Measuring
System (SULIM). LTG mempunyai tiga fungsi utama yaitu fungsi pemrosesan
panggilan, fungsi pengawasan dan perlindungan, serta fungsi operasi dan
pemeliharaan.
LTG

dapat

memproses

semua

jenis

persinyalan

yang

telah

direkomendasikan oleh ITU-T, dapat juga mengubah persinyalan dengan


bebas untuk diteruskan melalui SN ke LTG lainnya misalnya sinyal yang
datang MFCR2, dikirimkan kembali dalam bentuk Decadic. Echo Supressor
dapat juga ditambahkan pada LTG. LTG bekerja sesuai dengan perangkat
lunak yang telah diprogramkan di CP.
Satu LTG tersambung dengan SN melalui jalur highway 8 MBit/s (128
time slot) yang terdiri dari 127 time slot untuk pembicaraan dan 1 time slot
untuk kontrol data. Setiap time slot mempunyai kecepatan bit 64 kbit/s.
Karena SN duplikat, maka ada dua highway yang menyambungkan LTG
dengan dengan SN, tetapi LTG hanya mengambil time slot pembicaraan dari
SN yang aktif saja.
Berikut yang dapat disambungkan ke LTG melalui 2048 Kbit/s
multiplex lines :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Digital Line Unit (DLU)


Digital Trunk
ISDN primary rate acces
Analog Trunk melalui signaling converter multiplexer
Data link untuk common signaling channel
Produk dari Access Network (AN) yang dihubungkan melalui interface
V5.x, baik fiber optics (FITL), radio link (RITL), maupun ballanced pair
copper.

Dalam melakukan call processing, LTG berfungsi :

Mengatur data-data pelanggan

Membangkitkan dan mengirimkan audible tone.

Memproses informasi signalling.

Mengirim informasi ke CP dan menerima intruksi dari CP

Dalam melaksanakan pengoperasian dan perawatan, LTG berfungsi


untuk :

Menghitung jumlah pulsa

Mengukur kelancaran hubungan

Pengetesan saluran pelanggan dan trunk

Dalam melakukan safeguarding, LTG berfungsi :

Mendeteksi kesalahan pada LTG

Mengirim informasi kesalahan ke CP

Mengevaluasi kesalahan yang terjadi

LTG mempunyai beberapa perangkat fungsional yang terdiri dari: Group


Processor (GP), Group Switch (GS), Speech Multiplexer (SPMX), Link
Interface Unit (LIU), Signalling Unit (SU), Digital Interface Unit (DIU), dan
Line Trunk Unit (LTU) seperti pada Gambar 2.

2 Mbps

SU

LTU
DLU, PBX, atau trunk

GS
atau SPMX

SN
LIU

8 Mbps

GP Group Processor
GS Group Switch
SPMX Speech Multiplexer
SU Signalling Unit

LTUn)*
*) n 4

GP

DIU Digital Interface Unit


LTU Line Trunk Unit
LIU Line Interface Unit

Gambar 2. Line Trunk Group (LTG)

Line Trunk Unit (LTU)

Mempunyai fungsi utama yaitu sebagai interface antara saluran


pelanggan atau trunk dengan LTG.
Saluran-saluran yang dapat terhubung ke LTG yaitu :

Analog Subscriber line

Operator Line circuit digital, digunakan untuk melayani Digital


Switch Board (DSB)

Digital trunk, yang digunakan untuk sistem transmisi digital

Signalling Unit (SU)


SU merupakan bagian LTG yang membangkitkan audible tone dan arus
AC yang diperlukan untuk ringing tone atau meter bayar untuk
pelanggan. Untuk ini juga dapat digunakan untuk mengirim ataupun
menerima pensinyalan Multi Frequency Code (MFC). Untuk mengirim
ataupun menerima sinyal-sinyal signalling ke/dari LTU digunakan GS
atau SPMX melalui 2 Mbit/detik Speech highway dan juga dihubungkan
ke GP sebagai kontrol.

Speech Multiplexe (SPMX)


SPMX juga merupakan non blocking time switch yang menghubungkan
unit-unit fungsional yang ada di LTG, tetapi apabila LTG digunakan
sebagai interface terhadap trunk. SPMX juga berlaku sebagai multiplexer
dan sekaligus demultiplexer dari 4 buah PCM 30 atau 5 buah PCM 24 ke
dalam 8 Mbit Highway.
Link Interface Unit (LIU)

LIU akan meneruskan saluran 8 Mbit/det dari GS menuju SN. Sedangkan


GP akan memberitahukan LIU, bila jalur cadangan (duplikat) yang
menuju SN akan digunakan jika terjadi hubungan dari GS ke SN, maka
LIU akan menyambungkan melalui kedua unit SN. Sebaliknya bila
terjadi hubungan dari SN ke GS, maka LIU hanya dapat menerima
hubungan dari satu unit SN.
LIU yang terhubung langsung ke SN merupakan bagian yang
menjembatani antara LTG dengan SN (SN 0 dan SN 1). LIU mengirim
informasi secara serentak kepada kedua SN dan menerima informasi
secara serentak pula dari kedua SN. Adanya SN yang digunakan
bersamaan ini dimaksudkan untuk menjaga kemungkinan adanya
kerusakan. Jika salah satu SN rusak, maka LIU akan mengirim dan
menerima informasi dari SN lain.
Perpindahan ini dilakukan setelah adanya perintah dari CP.

Digital Interface Unit (DIU)


DIU berfungsi sebagai penghubung sentral EWSD dengan sistem
transmisi PCM yang berupa 24 PCM dan penerima sinyal push button

Group Switch (GS)


Group Switch ini menyambungkan beberapa saluran transmisi untuk
membentuk rangkaian panggilan dan membantu menghubungkan pada
signalling unit.
GS dihubungkan ke rangkaian SN melalui Line Interface Unit (LIU),
sebuah jalur dengan kecepatan 8 Mbit/s. Jalur tersebut terdiri atas 128
kanal bergerak dari GS menuju SN dan sebaliknya.
Group Processor (GP)

Goup Processor ini merupakan suatu micro processor yang mengontrol


setiap keadaan yang terjadi dalam LTG.
Secara singkat tugas GP adalah :

Mengontrol pekerjaan unit-unit fungsional

Mengontrol penyambungan yang dilakukan pada GS atau SPMX


(Speech Multiplexer)

Memproses dan menyimpan pulsa dial yang diterima

Mengontrol dan memproses pertukaran data dengan CP

Dalam fungsinya sebagai interface antara bagian SN dengan saluran luar,


maka LTG dibedakan atas :
1)

Line Trunk Group A (LTG A)


Pelayanan yang dapat dilayani oleh LTG A ini adalah dapat dihubungkan
dengan :

Trunk analog, dimana masing-masing 8 LTU yang ada, digunakan


untuk 16 sirkit trunk, jadi terdapat 128 sirkit trunk atau untuk 12 sirkit
sehingga jumlahnya 96 sirkit trunk.

Saluran

pelanggan

analog,

dimana

saluran-saluran

tersebut

dihubungkan ke 8 buah Line Trunk Unit (LTU) yang terdapat di dalam


LTG. Masing-masing LTU tersebut dapat menampung 32 sirkit saluran
pelanggan. Sehingga terdapat maksimum 256 sirkit saluran pelanggan.
Saluran pelanggan analog ini dapat dihubungkan ke pesawat pelanggan
dial pulsa (rotary dial), DTMF (Dual Tone Multi Frequency), dialing
(push button), coin box telephone, dan PBX (Private Branch
Exchange).
2)

Line Trunk group B (LTG B)


Pelayanan yang dapat diberikan oleh LTG B ini adalah dapat dihubungkan
dengan :

Saluran digital, dapat dihubungkan maksimum 60 Digital Switch


Board (DSB). Setiap DSB mempunyai dua saluran pelanggan digital
yang dihubungkan kedua LTG B yang berlainan. Jika satu saluran
pelanggan beroperasi (aktif), maka saluran yang lainnya akan stand by.

Sistem transmisi digital, dimana LTG B tersebut dihubungkan menuju


konsentrator digital (DIU) melalui saluran 4 x 2048 Kbit/s.

3)

Line Trunk Group C (LTG C)


LTG C dipakai untuk hubungan trunk antar sentral. Pelayanan yang dapat
diberikan oleh LTG C adalah digunakan untuk melayani sistem transmisi
digital dan trunk analog melalui PCM Multiplexer (PCMX).
Pada sistem transmisi digital dapat beroperasi dengan Channel Associated
Signalling (CAS) atau Common Channel Signalling (CCS).

4)

Line Trunk Group D (LTG D)


Pelayanan yang dapat oleh LTG D ini adalah dapat dihubungkan dengan :

Sistem transmisi digital

Trunk analog melalui PCMX

Sistem signalling yang digunakan pada LTG D adalah in-band


signalling (CCITT No.5) dengan echo suppressor. LTG D ini hanya
digunakan untuk hubungan internasional.
Di Indonesia LTG D ini digunakan sebagai SGI (Sentral Gerbang
Indonesia) dengan sistem signalling yang berbeda dengan LTG C.

5)

Line Trunk Group G (LTG G)


LTG G dapat dihubungkan dengan 4 link transmisi digital PDC untuk
DLU atau 4 link transmisi digital.

6)

Line Trunk Group N (LTG N)


LTG N digunakan untuk interface V52.

2.3 Switching Network (SN)

Switching Network (SN) adalah perangkat jaringan penghubung dalam


jaringan penyambung digital, sinyal suara dari pemanggil kepada terpanggil
dan sebaliknya dikirim secara terpisah. Prinsip penyambungan SN terdiri dari
prinsip kontak waktu (time switching) dan prinsip kontak ruang (space
switching). Sedangkan kontruksi SN terdiri dari tingkatan waktu (time stage)
dan tingkatan ruang (space stage). Pada time stage terjadi proses time switch,
yaitu informasi 8 bit akan berubah time slot-nya dan multiplex line-nya. Pada
space stage terjadi proses space switch, yaitu informasi 8 bit akan berubah
multiplex line-nya saja. Time stage dikemas pada Time Stage Module (TSM),
space stage dikemas pasa Space Stage Module (SSM). SN inilah yang
melakukan penyambungan panggilan antara dua pelanggan. Adapun tipe-tipe
dari SN dapat dilihat pada Table 3.1
Tabel 3-1 tipe-tipe SN
Tipe SN

Pelanggan

SN : 15 LTG (DE 3)

7500

Sirkit
1800

Kemampuan
untuk sentral kecil &
instalasi container

SN : 63 LTG (DE 4)

30000

7500

untuk

sentral ukuran

sedang
SN : 126 LTG (DE.51)

60000

15000

Untuk sentral besar

SN : 252 LTG (DE 5.2)

125000

30000

Untuk sentral sangat besar

SN : 504 LTG (DE 5.4)

250000

60000

Untuk sentral sangat besar

Sumber : Siemens, EWSD System Architecture, hal.5-9


Switching Network (SN) merupakan inti dari sebuah sentral. Pada SN
tempat terbentuknya hubungan dari asal panggilan ke arah tujuan sesuai yang
diinginkan. Prinsip non blocking digunakan pada switching network EWSD
yang menyambungkan informasi digital melalui time (T) dan space (S)
stages. Sebuah permintaan hubungan dibangun antara SN input (origin) dan
SN output (destination). Suatu informasi digital yang dihubungkan dengan
jalan mengubah suatu saluran multipleks atau time slot pada suatu saluran

multipleks.

Coordination

Processor

(CP)

menentukan

sebuah

pola

pembangunan hubungan yang spesifik untuk tiap-tiap hubungan. CP diberi


informasi secara terus menerus tentang tingkat pendudukan dari suatu jalur
hubungan di SN (mapping). CP member perintah untuk melakukan
pembangunan hubungan dengan menggunakan time dan space stage melalui
switch group control (SGC). Untuk menjamin keamanan maka SN dibuat
secara duplikasi yaitu SN 0 dan SN 1 yang dalam operasionalnya
menggunakan system active (ACT) dan standby (STB).
Dua prinsip system digital yang digunakan pada tingkat switching network
(SN) yaitu time switch dan space switch.
Pada tingkat time switch atau time stage, posisi time slot dapat berubah
antara time slot incoming dengan time slot outgoing sedangkan posisi
highway atau jalur yang digunakan tetap.Pada tingkat space switch atau space
stage, posisi high way berubah, sedangkan posisi time slot tetap.
Pada EWSD kombinasi antara modul time switch dan space switch dapat
menghasilkan linking yang hanya memerlukan dua atau tiga modul.
LINKING T-S-T
Linking T-S-T digunakan pada sentral tipe DE 3 dan DE 4, jenis
modul yang digunakan untuk linking ini adalah modul TSM dan modul
SSM. Pemasangan modul TSM sangat tergantung pada jumlah LTG yang
akan disambungkan pada SN tersebut, sedangkan untuk modul SSM tidak
tergantung pada jumlah LTG, internal wiring connection dari satu modul
TSM tersambung ke semua modul SSM sehingga jumlah modul SSM
mempunyai jumlah yang tetap sesuai dengan jumlah ketentuan modul
SSM yang harus terpasang pada masing-masing tipe sentral.
LINKING T-S-S-S-T
Linking T-S-S-S-T digunakan pada sentral tipe DE 5, jenis modul yang
digunakan untuk linking ini modul TSM dan dua jenis modul SSM. Pada
linking T-S-S-S-T terjadi pengelompokan modul-modul TSM dan SSM,

pengelompokan modul-modul SSM membentuk sebuah space stage group


(SSG). Masing-masing TSG dan SSG mempunyai SGC sendiri-sendiri.
Jumlah TSG dapat bervariasi tergantung dari jumlah LTG yang akan
disambungkan pada SN tersebut sedangkan jumlah SSG adalah tetap
sesuai dengan tipe sentral DE 5 tersebut. Sebuah TSG mempunyai
sambungan ke LTG dengan kapasitas maksimum 63 LTG.
Tiga macam jenis SN adalah sebagai berikut :
1) Space Switch
Space Switch pada dasarnya berupa matriks titik silang N x N, dimana
masing-masing titik silang dikontrol oleh memori yang menentukan jalur
(outlet) bagi suatu masukan (inlet).
Pada space switch dapat disambungkan beberapa PCM word dari jalur
masuk menuju jalur keluar, tanpa merubah time slot. Dalam hal ini yang
berubah hanya posisi ruang dari PCM word tersebut, misalnya
alokasit2
t4 t3

t1

PCM word pada waktu masuk terletak pada time slot I pada1 jalurC4
(kanal)
B3 IA2

B1

dan pada waktu keluar terletak pada jalur (kanal) II, tetapi tetap pada time
slot I.
A4 A3

A2
1
PadaA1Gambar

A4

C3

C2

3-4 menunjukkant-2prinsip kerja dari


space switch. Pada
t-3

t-1

gambar tersebut ditunjukkan dengan 3 jalur masuk dan 3 jalur keluar,


3

B4

A3

& mengandung &


& tiap periode 125 s.
masing-masing jalur
4 PCM word untuk
B4

B3

B2

125 s

2-1

2-2

2-3

& dapat menyambungkan


&
& ON ) 8000 kali tiap
ini. Satu pintu AND
( posisi

detiknya, pada setiap hubungan. Jadi pada satu putaran penuh, keempat

C3

A1

B2
B1
2
Titik
silang
pada jaringan penghubung tersebut berupa pintu
ANDHigways
Outgoing

(AND Gate). Setiap time slot pada jalur masuk akan melalui pintu AND

C4

C1

C2

C13

3-1
3-2
time slot pada Gambar
3.4 tersebut
akan lewat 3-3
8000 kali pada setiap

125
s
detiknya.
Incoming Higways

&

&

Colom 1

Colom 2

&

Colom 3

t1

t2

t3

t4

Control
1 Memori

Gambar 3.4 Space Switch


Sumber : Siemens, EWSD System Architecture, hal 1-24
2) Time Switch
Pada Time Switch, beberapa PCM word yang menempati time slot tertentu
pada jalur masuk akan dapat disambungkan sedemikian sehingga pada
jalur keluar nanti PCM word tersebut menempati posisi time slot yang
berbeda , tetapi pada jalur yang sama. Time Switch ditunjukkan oleh
Gambar 3.5.
Metode time switch ini menggunakan empat buah PCM word. Proses
addressing dapat dijelaskan dengan bantuan dua buah saklar putar. Saklar

putar pada data memory masukan, akan mengontrol putaran saklar pada
waktu memasukkan data PCM word pada data memory.
8 bit PCM words

t4

t3

t2

t1
A4

125 s period
(Incoming time slots)

Gambar 3.5 Time Switch


Sumber : Siemens, EWSD System Architecture, hal 1-21
PCM word yang datang akan diumpamakan sesuai dengan time slotnya, kemudian dimasukkan ke dalam data memory. Untuk mengontrol
posisi saklar putar pada data memory keluaran, diatur oleh control memory
bersamaan waktunya dengan time slot dari PCM yang keluar.
Pada Gambar 3.5 saklar putar yang dikendalikan oleh control memory
pada data memory, keluarannya sebagai berikut :

time slot keluar tA1 berasal dari lokasi data memory 1

time slot keluar tA2 berasal dari lokasi data memory 2

time slot keluar tA3 berasal dari lokasi data memory 3

time slot keluar tA4 berasal dari lokasi data memory 4


Selanjutnya time switch akan menyusun kembali time slot dari PCM
word-PCM word tersebut sebagai berikut :

time slot 1 yang masuk, pada waktu keluar akan menuju ke time slot 2

time slot 2 yang masuk, pada waktu keluar akan ke time slot 4

time slot 3 yang masuk, pada waktu keluar akan menuju ke time slot 3

time slot 4 yang masuk, pada waktu keluar akan menuju ke time slot 1
Dengan demikian jika digunakan kecepatan sampling sebesar 8000
sample kali tiap detik pada PCM word ini, maka akan terjadi pertukaran
time slot 8000 kali tiap detiknya untuk setiap kali terjadi penyambungan.

3) Combination Switch (Space - Time Switch)


Combinasi Switch merupakan variasi dari tiap switch untuk kecepatan
tinggi, maka switch dapat menyambungkan PCM word yang berasal dari
satu time slot pada beberapa jalur masuk, menuju ke time slot lain pada
beberapa jalur keluar. Untuk maksud ini, PCM word pada jalur masuk
harus dikombinasikan (multipleks), kemudian diteruskan ke data memory.
Ini berarti jalur dari multiplekser ke data memory harus mempunyai
kecepatan bit pada jalur masuknya. Combinasi Switch ditunjukkan oleh
Gambar 3.6.
Pada Gambar 6 berikut ditunjukkan jalur jalur dari multiplexer menuju
data memory yang mempunyai kecepatan bit 4 kali lebih tinggi dari pada
kecepatan bit pada sebuah jalur masuk. Kemudian demultiplexer akan
membagikan PCM word ke dalam 4 buah jalur yang beroperasi pada
kecepatan bit seperti semula. Secara garis besar, prinsip kerja dari
kombinasi switch ini adalah sama dengan time switch, sehingga
memungkinkan

beberapa

PCM

word

pada

jalur

masuk

dapat

disambungkan ke sembarang time slot pada sembarang jalur keluar tanpa


adanya blocking.

Jadi jika pada hubungan time switch pada masukan dan keluarannya
terdapat perbedaan time slot dari PCM word yang disalurkannya,
sedangkan pada hubungan space switch terdapat perbedaan jalur PCM
word yang disalurkan antara masukan dan keluaran tanpa disertai
perubahan time slot-nya, maka pada hubungan space-time switch
merupakan kombinasi dari kedua macam hubungan tersebut.
Komponen jaringan penghubung digital meliputi time switch, space
switch dan kombinasi antara keduanya (space time switch) seperti yang
telah diuraikan diatas. Dalam penyambungannya dapat menggunakan salah
satu macam switch tersebut atau berupa kombinasi-kombinasi seperti yang
diinginkan. Kombinasi yang umum digunakan berupa time-space-time.

Data Memory
Multiplexer

A1
tE1

B1
tE2

8 bit PCM word

C1
tE3

A4 A3 A2 A1

D1
tE4

A2
tE5

B2
tE6

C2
tE7

D2
tE8

A3
tE9

B4

B3 B2 B1

C4 C3

C2 C1

D4 D3

D2 D1

4 n bit/s
8bit PCM word

125 s period

125 s period
Incoming Higways (n bit/s)

B3
tE10

Demultiplexer

tA6
tA16

8 bit PCM Word

tA6
tA10

4 n bit/s
8 bit PCM word

tA13
tA7

C1 D3

B3 D1

A1 D4

B4 A3 B2 A4
125 s period

tA9

B1 C3 C4 D2

tA4
125 s period
Outgoing Higways (n bit/s)

tA11
10
tA14

C3
11
tE11
tA12
Control
D3
12
Addresses
tE12
tA1
A4
13
tE13
tA3
Control memory
B4
14
tE14
tA15

tA1410

C4
15
tE15
tA8
tA9 7 D4 tA5 16
3
tA1 12
tE16
tA2
tA10 4
tA6 1
tA2 16

tA1514

tA11 9

tA7 6

tA3 13

tA162

tA12 11

tA8 15

tA4 8

tA135

A2 C2

Gambar 6 Combination Switch


sumber: Telkom, Dasar-Dasar Sentral Telepon Digital, hal 70

2.4 Common Channel Signalling Network Control (CCNC)

CCNC berfungsi memproses persinyalan yang pada dasarnya sebagai suatu


usaha untuk membangun suatu hubungan dua pelanggan. CCS7 adalah
metode persinyalan secara digital yang direkomendasikan oleh International
Telecommunication

UnionTelecommunication

(ITU-T)

dengan

menggunakan kanal khusus yang terpisah dengan kanal informasi.


Kanal-kanal di-routing melalui LTG, SN, perangkat multiplex (MUX) ke
CCNC dalam bentuk sambungan semi permanen. Sembarang time slot 64
Kbit/s dari sistem PCM yang tersambung ke LTG dapat dijadikan kanal . Bila
kanal signalling tersebut masih analog dapat disambungkan langsung ke
CCNC melalui modem.
Message Transfer Part (MTP), yang merupakan sarana untuk membawa
informasi antar sentral telepon, routing dan distribusinya serta mendeteksi
gangguan kanal signalling. Di EWSD fungsi MTP direalisasikan oleh
common chanel signaling network control (CCNC), sedangkan user part yang
berbeda-beda direalisasikan oleh software pada LTG.
Common signaling chanel (CSC) terhubung ke CCNC melalui ke dua buah
switching network (SN). CCNC terhubung ke beberapa LTG menggunakan
saluran 2 Mbps. Kanal dari saluran multiplex ini mentransfer informasi
signaling dengan bit rate 64 kbps melalui ke dua buah SN ke dan dari LTG.
2.5 Coordination Processor (CP)
Sistem pengontrolan pada EWSD dilakukan pada CP dan peripherial
processor. Dalam hal ini tugas dari CP adalah melaksanakan tugas sistem
secara keseluruhan dan mengkoordinasikan tugas-tugas yang diberikan.
CP ini mempunyai fungsi sebagai berikut :

Call Processing
Dalam fungsinya untuk memproses panggilan, maka mempunyai tugastugas sebagai berikut :
a.

Menerjemahkan digit

b.

Untuk zoning

c.

Untuk routing

Operation and Maintenace (O & M)


Operation and Maintenance berfungsi sebagai pengoperasian dan
pemeliharaan sistem, dan mempunyai fungsi untuk pemasangan dan
penutupan saluran, modifikasi routing dan zoning, pengukuran trafik serta
uji peralatan.

Safeguarding
Fungsi safeguarding adalah sebagai berikut :

Mencari sekaligus memblokir (isolation) peralatan yang mangalami


gangguan

Sebagai peringatan (alarm) bila terjadi kesalahan atau kerusakan,


sekaligus memperbaikinya.
Jenis CP yang digunakan pada versi 11 adalah CP113, dengan system

multiprocessor dengan system redundant mode. APS tidak semuanya


disimpan di MU-CP, sesuai dengan kapasitasnya, MU hanya menyimpan
software yang diperlukan untuk operasi dan pemeliharaan, system loader
recovery, AMA record, meter pelanggan dan data trafik disimpan di MDD,
dan diamankan pada magnetic tape.
Proses BOOT untuk membangkitkan central setelah breakdown dapat
dilakukan secara otomatis atau manual.
2.6 Message Buffer (MB)
MB berfungsi sebagai interface antara SSP dengan LTG dan SN. MB
mengatur proses pertukaran data yang berupa report, message, command
maupun order melalui highway digital SDC:TSG dan SDC:SGC kearah SNLTG dan melalui B:MBG (Bus to Message Buffer Group) kearah SSP. MB
dibuat duplikat yaitu MB 0 dan MB 1. Dalam operasinya kedua MB
mempunyai status operasi ACT.
2.7 Central Clock Generator (CCG)

CCG berperan untuk sinkronisasi clock pada sentral itu sendiri (asynchronous
mode) dan bila diperlukan dapat untuk sinkronisasi pada jaringan
(synchronous mode). CCG mempunyai akurasi clock dengan presisi yang
tinggi (10-9) dan bila di sinkronisasi dengan external master clock mempunyai
akurasi clock akan didapat presisi yang lebih tinggi (10-11).
Central Clock Generator ( CCG ) mempunyai tugas utama yaitu:

Membangkitkan clock sentral yang berfungsi sebagai sinkronisasi


sistem secara keseluruhan

Menyalurkan clock ke semua unit-unit utama

DAFTAR PUSTAKA
http://dir.unikom.ac.id/laporan-kerja-praktek/fakultas-teknik/teknikinformatika/2004/jbptunikompp-gdl-edihermant-24587/4-bab4-edi.pdf/pdf/4bab4-edi.pdf diakses pada tanggal 02 Maret 2016
http://documents.mx/documents/2001537.html diakses pada tanggal 02 Maret
2016
http://dokumen.tips/documents/sentral-digital.html diakses pada tangga 02 Maret
2016
http://kurniawanputra45.blogspot.co.id/2011/07/v-behaviorurldefaultvmlo.html
diakses pada tanggal 04 Maret 2016
http://mieke.lecturer.pens.ac.id/dasartelephony/teori/t3-teknologi%20switching
%20%5BCompatibility%20Mode%5D.pdf diakses pada tanggal 03 Maret 2016
http://prakerinok.blogspot.co.id/2008/06/transmisi.html diakses pada tanggal 04
Maret 2016
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/37173/2/Chapter%20III-VI.pdf
diakses pada tanggal 02 Maret 2016
http://ridhanegara.staff.telkomuniversity.ac.id/wpcontent/uploads/sites/75/2013/08/Pertemuan-8-Aplikasi-Sistem-SwitchingCompatibility-Mode.pdf diakses pada tanggal 03 Maret 2016
https://www.academia.edu/6713535/BAB_III_DASAR_TEORI

diakses

pada

tanggal 03 Maret 2016


https://www.scribd.com/doc/278037093/Sentral-SPC-Digital#download

diakses

pada tanggal 04 Maret 2016


https://www.scribd.com/doc/59719471/Makalah-Sentral#download diakses pada
tanggal 04 Maret 2016