Anda di halaman 1dari 27

1

DAFTAR ISI

LAUNCHING PILOTING
SIKENCUR DI PUSDIKLAT
BPK RI

LAUNCHING BUKU
SIKENCUR DI KEMENHUB

TESTIMONI

1.
APA ITU SIKENCUR

Sistem kendali kecurangan (Sikencur), fraud


control system, fraud control plan, fraud control
strategies

DEFINISI
Sistem Kendali Kecurangan (fraud control
system) adalah rangkaian proses dan kegiatan yang
secara komprehensif dirancang dan dilaksanakan
oleh pimpinan dan manajemen entitas untuk
mencegah, mendeteksi, dan menindak
kecurangan dalam rangka memperkuat pencapaian
tujuan sistem pengendalian internal
Tujuan penerapan Sikencur ialah menyediakan
instrumen yang efektif dan cara penanganan yang
sistematis dalam pencegahan korupsi:
(i) menjaga integritas personal dan institusi
(ii) melindungi dan mengamankan keuangan internal

2. MENDEFINISIKAN
KECURANGAN

Kecurangan (fraud) vs
Korupsi

3. JENIS-JENIS
KECURANGAN

FRAUD TRIANGLE

(PENDORONG KECURANGAN)

4. DAMPAK DAN CAKUPAN


KECURANGAN

FRAUD RISK ASSESSMENT


(FRA)
FRA (Fraud Risk Assessment) adalah kegiatan
untuk mengidentifikasi risiko
kecurangan dalam organisasi dan langkah
yang diperlukan untuk menanggulangi
kecurangan tersebut(fraud riskresponse).
FRA mengidentifikasi tingkat
kemungkinan dan nilai dampak risiko
terhadap kegiatan usaha

FRA DI PUSDIKLAT BPK RI


1-tidak mungkin terjadi5-pasti terjadi
KODE

POTENSI FRAUD

KEMUNGKINAN

DAMPAK

Suap

2,76

2,06

Penentuan kebutuhan palsu

3,00

2,24

Mengatur spesifikasi

2,82

1,94

Memecah pengadaan (bid splitting)

3,24

2,24

Penilaian kuesioner diklat palsu

3,00

2,14

Pembanding palsu/diatur

3,53

2,29

Membatasi informasi permintaan penawaran

2,76

1,65

Pemerasan

2,24

1,88

Gratifikasi tidak sah

2,59

2,29

Pembelian bernuansa konflik kepentingan

3,00

2,19

5. FUNGSI SIKENCUR
Pendeteksian
Pengendalian yang baik system pengendalian manajemen
(intern)
Sinyal kecurangan (pembiaran, rangkap tugas, gaya hidup,
kerahasiaan tidak wajar, pengubahan tidak sah, penggandaan
faktur, back date, menjalankan bisnis lain, dll)

Pencegahan (pakta integritas, pedoman perilaku, dan

pernyataan komitmen penerapan Sistem Kendali Kecuranngan)

Pelaporan (sarana pengaduan, perlindungan pelapor, tindak


lanjut pelaporan)

Penanganan (investigasi)

6. ELEMEN
KECURANGAN

Sistem Kepemimpinan yang Kuat dan Bersih

Kerangka

Utama Tata Kelola Program Anti


Kecurangan
etralisasi risiko
kecurangan melalui
ari dan temukan sejak dini
perangkat pencegahan
kasus kecurangan yang
terjadi
*Penilaian risiko kecurangan

*Kepedualian pegawai &


pemilik kepentingan
*Standar perilaku
dan disiplin

Rutinkan monitoring, evaluasi dan


pelaporan efektivitas
Sikencur
Monitoring, Evaluasi,
Pelaporan

*Sistem pengaduan kecurangan


*Kebijakan perlindungan
Pelapor

Usut cepat dan


tuntas kasus kecurangan
yg ditemukan
*Standar investigasi
*Pelaporan kepada APH

Efektivitas Kebijakan dan Penegakan Peraturan

Internalisasi Nilai dan Budaya Anti Kecurangan

7. PENERAPAN PERANGKAT
SIKENCUR
Pengendalian internal terdiri atas rencana
organisasi dan keseluruhan metode atau cara serta
ukuran yang dikoordinasikan dengan tujuan untuk:
(1)mengamankan harta kekayaan,
(2)meneliti keakuratan dan dapat dipercayanya
data akuntansi,
(3)meningkatkan efisiensi operasi, dan
(4)mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen
yang telah ditetapkan

STANDAR PERILAKU
1. Melaksanakan tugas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dan
mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi, seseorang
dan/atau golongan.
2. Menjaga rahasia negara dan jabatan atau yang menurut peraturan perundangundangan atau perintah kedinasan harus dirahasiakan serta tidak
menyalahgunakan wewenang dan jabatan untuk mendapatkan keuntungan pribadi,
seseorang dan/atau golongan.
3. Berdisiplin, bertingkah laku sopan dan menjunjung tinggi nilai moral yang berlaku
dalam masyarakat serta menjaga nama baik, citra dan kehormatan pribadi,
keluarga, lembaga, bangsa dan negara.
4. Senantiasa berusaha meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sesuai
perkembangan terbaru untuk mendukung pelaksanaan tugas.
5. Tidak menerima pemberian dalam bentuk apapun/menjanjikan sesuatu
baik langsung maupun tidak langsung yang diduga atau patut diduga
dapat mempengaruhi pelaksanaan tugas dan wewenangnya.
6. Melaksanakan tugas dengan cara dan kemampuan terbaik, berintegritas tinggi,
penuh keikhlasan, toleran, dedikasi, obyektif, konsisten, profesional, jujur dan
bertanggung jawab sesuai dengan standar dan pedoman yang berlaku.
7. Menyediakan dan menyampaikan informasi kepada seluruh stakeholder dengan
adil, tidak memihak, sepenuh hati dan tepat waktu.
8. Melaporkan adanya indikasi kecurangan yang berpotensi merugikan negara.
9. Memelihara dan menjaga fasilitas kantor serta menghindari penggunaan fasilitas
kantor secara tidak bertanggung jawab untuk kepentingan pribadi.

8. PERLINDUNGAN
TERHADAP PELAPOR
untuk memberikan jaminan kerahasiaan identas
pelapor dan jaminan perlindungan atas
tindakan yang dapat merugikan pelapor
diperlukan perangkat kebijakan, peraturan, dan
prosedur kegiatan yang relevan serta
diterapkan secara konsisten

PERANGKAT WBS
Kebijakan perlindungan terhadap pelapor

(jaminan kerahasiaan, jaminan perlindungan, tetap


diproses, tidak mentolerir pegawai curang, reward,
komitmen pimpinan, dan fasilitasi perlindungan thd
pelapor)

Pembentukan tim pangaduan


Prosedur pelaporan kecurangan
Akses terhadap informasi tindak lanjut
Upaya banding dan pernyataan tidak puas

9. SOSIALISASI BUDAYA
ANTI-KECURANGAN

10. CONTOH APLIKASI


SIKENCUR

Pusdiklat BPK RI
1. Membentuk Tim Penerapan Sikencur
2. Melakukan FRA
Menyusun dokumen Sikencur (kebijakan, pernyataan
komitmen, pakta integritas, dan standar perilaku)
Membangun Whistle-blowing System (sarana
pengaduan, pedoman pengaduan, pedoman
penanganan pengaduan)
Sosialisasi Sikencur bagi pegawai Pusdiklat
Membantu penyusunan kurikulum dan modul (sikencur,
fraud risk assesment, change management, dan
pengawasan penerapan sikencur untuk auditor internal)
Melaksanakan diklat bagi seluruh Satker

23

SIKENCUR DI KEMENHUB
Belum dilakukan secara integral
Simadu (Sistem Manajemen Pengaduan)
Pengalaman Itjen, risiko tertinggi PBJ adalah penetapan
HPS/OE (terlalu tinggi)

Mitigasi: Menerbitkan SE Menhub No. 150 Tahun


2015 tentang Reviu HPS Kegiatan Belanja Modal/Barang
dengan Pagu di Atas Rp10 Miliar di Lingkungan
Kemenhub
Kegiatan investasi berupa belanja modal/barang yang
nilainya per paket kegiatan di atas Rp10 miliar, sebelum
dilakukan pelelangan, HPS yang telah ditetapkan oleh
PPK wajib terlebih dahulu direviu oleh Inspektorat
Jenderal

KEBERHASILAN IMPLEMENTASI
SIKENCUR
Organisasi memiliki
Keberadaan
perangkat Sikencur
Organisasi
Implementasi
menerapkan
perangkat Sikencur
Sikencur berhasil
Efektivitas mengurangi risiko
kecurangan

Kecukupa
n Desain

Kepatuha
n
Implemen
tasi

Hasil/Outcome

TERIMA KASIH