Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR II

KINETIKA KIMIA

OLEH:
ROSANTI S.T MBATU
1408105057
KELOMPOK 7B

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS UDAYANA
2015

KINETIKA KIMIA

I.

Tujuan
1. Mengamati dan menentukan kecepatan reaksi dan hukum kecepatan reaksi
dari suatu reaksi kimia.
2. Mengamati pengaruh konsentrasi dan temperatur terhadap kecepatan suatu
reaksi.
3. Mengmati dan memahami reaksi cepat dan reaksi lambat.
4. Memahami peranan katalis dalam suatu reaksi kimia.
5. Memahami reaksi Iodine-clock

II.

Dasar Teori
Kinetika kimia adalah bagian dari ilmu kimia yang mempelajari laju
atau kecepatan suatu reaksi dan mekanisme reaksi kimia. Kinetika kimia
menjelaskan hubungan antara perubahan konsentrasi reaktan (atau produk)
sebagai fungsi waktu yang biasa disebut sebagai laju reaksi. Kinetika kimia
disebut juga dinamika kimia karena adanya gerakan molekul, elemen atau ion
dalam mekanisme reaksi dan laju reaksi sebagai fungsi waktu. Umumnya reaksi
kimia tidak berlangsung hanya satu tahap tetapi merupakan kumpulan dari
serangkaian tahap-tahap reaksi sederhana.Rangkaian reaksi ini disebut mekanisme
reaksi. Jadi, mempelajari kecepatan reaksi dapat memberi petunjuk tentang
mekanisme reaksi yang terjadi. Mekanisme reaksi dapat diramalkan dengan
bantuan pengamatan dan pengukuran besaran termodinamika suatu reaksi yaitu
dengan cara mengamati arah jalannya reaktan maupun produk suatu sistem.
Laju reaksi adalah besarnya perubahan konsentrasi reaktan atau produk
dalam satu satuan waktu. Perubahan laju konsentrasi setiap unsur dibagi dengan
koefisiennya dalam persamaan yang seimbang/stoikiometri. Laju perubahan
reaktan muncul dengan tanda negatif dan laju perubahan produk dengan tanda
positif karena kecepatan reaksi ini dapat diukur berdasarkan pengurangan
konsentrasi reaktan per satuan waktu atau pertambahan konsentrasi produk per
satuan waktu. Untuk reaksi yang umum:
aA + bB cC + dD
Lajunya ialah

Hubungan ini benar selama tidak ada unsur antara atau jika konsentrasinya
bergantung pada waktu di sepanjang waktu reaksi. Ada pun faktor-faktor yang
mempengaruhi laju reaksi, yaitu:
1. Luas permukaan sentuh
Semakin besar luas permukaan bidang sentuh antar partikel, maka tumbukan
yang terjadi semakin banyak, sehingga menyebabkan laju reaksi semakin
cepat. Begitu pun sebaliknya.
2. Katalis
Katalis memungkinkan reaksi berlangsung lebih cepat atau memungkinkan
reaksi pada suhu lebih rendah akibat perubahan yang dipicunya terhadap
pereaksi. Katalis menyediakan suatu jalur pilihan dengan energi aktivasi yang
lebih

rendah.

Katalis

mengurangi

energi

yang

dibutuhkan

untuk

berlangsungnya reaksi.
3. Suhu
Semua laju reaksi berlangsung lebih cepat pada suhu yang lebih tinggi.
Semakin besar suhu, maka laju reaksi semakin besar (laju reaksi semakin
cepat), karena jiks suhu pada suatu rekasi yang berlangusng dinaikkan, maka
menyebabkan partikel semakin aktif bergerak, sehingga tumbukan yang terjadi
semakin sering, menyebabkan laju reaksi semakin besar. Sebaliknya, apabila
suhu diturunkan, maka partikel semakin tak aktif, sehingga laju reaksi semakin
kecil.
4. Tekanan
Penambahan tekanan dengan memperkecil volume akan memperbesar
konsentrasi, dengan demikian dapat memperbesar laju reaksi.
5. Konsentrasi pereaksi
Semakin besar konsentrasi pereaksi, maka tumbukan yang terjadi semakin
banyak, sehingga menyebabkan laju reaksi semakin cepat. Begitu pula
sebaliknya, apabila semakin kecil konsentrasi pereaksi, maka semakin kecil
tumbukan yang terjadi antar partikel, sehingga laju reaksi pun semakin kecil.

Reaksi Iodin-clock
Dalam percobaan ini kita akan mempelajari reaksi yang sangat
menarik antara ion iodat (IO3-), ion sulfit (SO32-) membentuk ion iodida (I-)
dan ion sulfit (SO42-).
IO3- + 3SO32- I- + 3SO42-

Dalam reaksi ini, ion sulfit bertindak sebagai penentu reaksi, karena
apabila dia habis bereaksi maka ion iodat yang berlebih akan bereaksi dengan
ion iodida membentuk iodium (I2) yang berwarna coklat.
IO3- + 5I- + 6H+ 3I2 + 3H2O
Dengan terbentuknya iodium perubahan warna larutan sangat nyata,
sehingga reaksi ini disebut reaksi iodin-clock. Untuk mengidentifikasikan
warna iodium diperlukan indikator amilum (kanji) sehingga menghasilkan
warna biru kehitaman. Timbulnya warna ini menandakan adnya ion I-.

III.

Alat dan Bahan


III.1
Alat
1. Tabung reaksi
2. Labu takar
3. Gelas beker
4. Pipet tetes
5. Pengaduk
6. Stopwatch
III.2
Bahan
1. Pb(CH3COO)2 0,1 M
2. K2CrO4 0,1 M
3. KIO3 0,02 M
4. Na2SO3 0,01 M
5. H2C2O4 0,1 M
6. KMnO4 0,1 M
7. H2SO4 0,1 M
8. Larutan kanji
9. Aquades

IV.

Cara Kerja
Percobaan 1: Reaksi Cepat dan Reaksi Lambat
Reaksi pengendapan timbal kromat
Sebanyak 3 mL larutan Pb(CH3COO)2 0,1 M dimasukkan kedalam tabung

I.

reaksi. Sambil diaduk, sebanyak 1 mL larutan K2CrO4 0,1 M ditambahkan ke


dalamnya. Waktu mulai pencampuran sampai timbulnya endapan dicatat.
II.

Percobaan ini diulang sebanyak 3 kali.


Reaksi ion permanganat dengan ion oksalat
1. Sebanyak 2 mL larutan H2C2O4 0,1 M dimasukkan kedalam tabung reaksi.
Sambil diaduk, ditambahkan larutan H2SO4 1 M dan 1 tetes larutan KMnO4 0,1
M. Waktu mulai pencampura sampai warna larutan berubah dari kecokelatan
menjadi tidak berwarna dicatat.

2. Lalu, ditambahkan lagi 1 tetes larutan KMnO4 0,1 M. Waktu mulai penetesan
sampai warna menghilang dicatat.
3. Percobaan ini diulang sampai 6 atau 7 kali.
Percobaan 2: Reaksi Iodine-clock
Pada percobaan berikut akan diamati kecepatan reaksi iodine dengan cara
larutan yang mengandung ion IO3- dicampurkan dengan ion SO32-.
Kecepatan reaksi pembentukan iodine dapat diamati dengan timbulnya warna
biru akibat reaksi I2 dengan amilum. Dalam percobaan ini yang diamati adalah
kecepatan reaksi, terhadap berbagai konsentrasi reaktan yang dicampurkan.
Disiapkan larutan standar sebagai berikut:
A. Larutan KIO3 0,02 M.
B. Larutan Na2SO3 0,01 M yang diberi asam dan kanji (1,3 g Na2SO3 ditambah
10 mL H2SO4 6 M dan 5 gram larutan kanji).
Dikerjakan semua reaksi berikut dengan gelas kimia 250 mL dan diletakkan
diatas kertas putih. Disiapkan batang pengaduk dan pencatat waktu.
Selanjutnya disiapkan larutan A dan larutan B pada masing-masing tabung
atau gelas kimia dengan variasi sebagai berikut kemudian dicampurkan dan
dicatat waktunya :
1. 10 mL larutan A dan 10 mL larutan B
2. 10 mL larutan A dan 20 mL larutan B dalam 70 mL air
3. 10 mL larutan A dan 30 mL larutan B dalam 60 mL air
4. 20 mL larutan A dan 10 mL larutan B dalam 70 mL air
5. 30 mL larutan A dan 10 mL larutan B dalam 60 mL air
6. 10 mL larutan A dan 10 mL larutan B dalam 80 mL air
7. Komposisinya sama dengan campuran 1 tapi sebelum pencampuran larutan
terlebih dahulu didinginkan sampai mencapai suhu 15oC. Setelah pencampuran
dicatat waktu yang diperlukan untuk terbentuknya iodine dan suhu campuran.
8. Komposisinya sama dengan campur 1 tapi sebelum dicampurkan larutan A
dan larutan B dipanaskan terlebih dahulu sampai suhu 45oC.
V.

Data Pengamatan
Percobaan 1: Reaksi Cepat dan Reaksi Lambat
I.
Reaksi pengendapan timbal kromat
No.
1.
2.
3.
II.

Pb(CH3COO)20,1 M
3 mL
3 mL
3 mL

K2CrO4 0,1 M
1 mL
1 mL
1 mL

Waktu (detik)
3
4
4

Reaksi ion permanganat dengan ion oksalat


No
.

H2C2O4 0,1 M

KMnO4 0,1 M

Waktu (detik)

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

2 mL

1 tetes pertama
1 tetes kedua
1 tetes ketiga
1 tetes keempat
1 tetes kelima
1 tetes keenam
1 tetes ketujuh

123
58
43
25
21
14
10

Percobaan 2: Reaksi Iodine-Clock


No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
VI.

Larutan A
KIO3 0,02 M (mL)
10
10
10
20
30
10
10
10

Larutan B
Na2SO3 0,01 M (mL)
10
20
30
10
10
10
10
10

Air
(mL)
70
60
70
60
80
-

Suhu
Kamar
Kamar
Kamar
Kamar
Kamar
Kamar
15oC
45oC

Waktu
(detik)
1
5
3
7
5
14
2
1

Pembahasan
Pada percobaan kinetika kimia kali ini, dibagi ke dalam dua percobaan yaitu
percobaan pertama untuk reaksi cepat dan reaksi lambat yang dibagi menjadi dua
reaksi yaitu reaksi pengendapan timbal kromat dan reaksi ion permanganat dan
ion oksalat, dan percobaan ke dua untuk reaksi iodine clock.
Pada percobaan pertama, yaitu untuk reaksi pengendapan timbal kromat, 3 mL
larutan Pb(CH3COO)2 0,1 M direaksikan dengan 1 mL larutan K2CrO4 0,1 M yang
dilakukan sebanyak tiga kali. Hasilnya, terjadi perubahan warna yang awalnya
tidak berwarna menjadi kuning. Pada percobaan pertama, waktu yang dibutuhkan
untuk terjadi reaksi adalah 3 detik, sedangkan pada percobaan ke dua dan ke tiga,
waktu yang dibutuhkan untuk terjadi reaksi adalah 4 detik. Dari data waktu yang
didapatkan, menunjukkan bahwa reaksi ini berlangsung dengan cepat. Hal ini
terjadi karena reaksi ini merupakan reaksi ion yaitu antara ion Pb2+ dan ion CrO42-.
Dengan persamaan reaksinya Pb2+ + CrO42- PbCrO4.
Pada percobaan pertama, yaitu untuk reaksi ion permanganat dengan ion
oksalat, 2 mL H2C2O4 0,1 M ditambahkan larutan H2SO4 1 M dan direaksikan
dengan larutan KMnO4 0,1 M tetes demi tetes secara bertahap didapatkan bahwa
penambahan larutan KMnO4 0,1 M mempengaruhi waktu reaksi sehingga
mempengaruhi kecepatan reaksinya juga. Dengan data pengamatan pada 1 tetes

pertama larutan KMnO4 0,1 M, waktu yang dibutuhkan untuk terjadinya reaksi
yaitu perubahan warna menjadi warna ungu menjadi kecoklatan hingga kembali
menjadi tidak berwarna lagi adalah 123 detik. Satu tetes kedua 58 detik, satu tetes
ketiga 43 detik, satu tetes keempat 25 detik, satu tetes kelima 21 detik, satu tetes
keenam 14 detik, dan satu tetes ketujuh 10 detik. Pada saat praktikum, perubahan
warna untuk menjadi tidak berwarna kembali hanya sampai pada satu tetes
ketujuh saja, sedangkan pada satu tetes kedelapan, tidak terjadi perubahan warna
lagi karena jenuhnya larutan. Dari data waktu yang didapatkan, seiring dengan
bertambahnya jumlah zat, waktu yang dibutuhkan untuk terjadi reaksi semakin
cepat pula. Hal ini membuktikan bahwa laju reaksinya dipengaruhi oleh jumlah
zat/larutan yang ditambahkan. Semakin banyak zat atau volume larutan yang
ditambahkan, laju reaksi yang berlangsung akan semakin cepat.
Pada percobaan kedua, yaitu reaksi iodine-clock, larutan A(KIO3) direaksikan
dengan larutan B (Na2SO3 yang diberi asam dan kanji (1,3 g Na2SO3 ditambah 10
mL H2SO4 6 M dan 5 gram larutan kanji)) yang menghasilkan larutan berwarna
biru kehitaman yang menandakan adanya ion I-. Reaksi yang berlangsung antara
ion iodat (IO3-) dan ion sulfit (SO 32-) akan membentuk ion (I-) dan Ion sulfat
(SO4-) dengan persamaan reaksi IO3- + 3SO32- I- + 3SO42-. Apabila ion sulfit
habis bereaksi, maka ion iodat yang berlebih akan bereaksi dengan ion iodida
membentuk iodium (I2), dengan persamaan reaksi IO3- + 5I- + 6H+ 3I2+3H2O.
Pada reaksi ini, digunakan larutan A dan larutan B dengan volume yang berbedabeda, dengan pencampuran volume air yang berbeda-beda pula berdampak pada
perbedaan waktu reaksi. Dapat dilihat dari data pengamatan pada percobaan
pertama 10 mL larutan A direaksikan dengan 10 mL larutan B tanpa penambahan
air. Pada saat pencampuran dilakukan, reaksi terjadi sangat cepat dan mengalami
perubahan menjadi biru kehitaman dalam waktu 1 detik. Pada percobaan kedua,
10 mL larutan A direaksikan dengan 20 mL larutan B dengan penambahan air
sebanyak 70 mL, dibutuhkan waktu sebanyak 5 detik hingga terjadi perubahan
warna menjadi biru kehitaman. Pada percoban ketiga,

10 mL larutan A

direaksikan dengan 30 mL larutan B dengan penambahan air sebanyak 60 mL,


dibutuhkan waktu sebanyak 3 detik. Pada percobaan keempat, 20 mL larutan A
direaksikan dengan 10 mL larutan B dengan penambahan air sebanyak 70 mL,
dibutuhkan waktu sebanyak 7 detik. Pada percobaan kelima, 30 mL larutan A
direaksikan dengan 10 mL larutan B dengan penambahan air sebanyak 60 mL,

dibutuhkan waktu sebanyak 5 detik. Pada percobaan keenam, 10 mL larutan A


direaksikan dengan 10 mL larutan B dengan penambahan air sebanyak 80 mL,
dibutuhkan waktu sebanyak 14 detik. Pada percobaan pertama hingga keenam
dengan menggunakan suhu kamar dapat dilihat bahwa penambahan volume air
mempengaruhi waktu yang dibutuhkan untuk terjadinya reaksi sehingga
mempengaruhi laju reaksinya juga. Penambahan volume air mengakibatkan laju
reaksi menjadi lebih lambat karena bertambahnya volume larutan, dan
menurunkan konsentrasi larutan yang direaksikan karena kerapatan antarmolekul
menjadi kecil sehingga kemungkinan untuk terjadi tabrakan menurun sehingga
akan memperlambat reaksi.
Pada percobaan ketujuh, 10 mL larutan A direaksikan dengan 10 mL larutan B
tanpa penambahan air dengan sebelum pencampuran, larutan terlebih dahulu
didinginkan sampai mencapai suhu 15oC, dibutuhkan waktu sebanyak 2 detik.
Pada percobaan kedelapan, 10 mL larutan A direaksikan dengan 10 mL larutan B
tanpa penambahan air dengan sebelum pencampuran, larutan terlebih dahulu
dipanaskan sampai mencapai suhu 45oC, dibutuhkan waktu sebanyak 1 detik
untuk berubah warna menjadi biru kehitaman. Antara larutan didinginkan terlebih
dulu dengan dipanaskan terlebih dulu, waktu saat dipanaskan 45oC lah yang
memiliki waktu reaksi lebih cepat dibandingkan dengan saat didinginkan terlebih
dulu. Hal ini karena pada saat suhu dinaikkan, kalor yang diberikan akan membuat
partikel saling bertumbukan dengan kecepatan yang meningkat, sehingga energi
kinetik partikel pun bertambah, dan menyebabkan laju reaksi pun meningkat.
VII.

Kesimpulan
1. Reaksi pengendapan timbal kromat merupakan reaksi cepat karena terjadi
reaksi ion antara ion Pb2+ dan ion CrO42-.
2. Laju reaksinya dipengaruhi oleh jumlah zat/larutan yang ditambahkan.
Semakin banyak zat atau volume larutan yang ditambahkan, laju reaksi yang
berlangsung akan semakin cepat.
3. Pada reaksi iodine-clock, dapat diamati dengan timbulnya warna biru
kehitaman yang menandakan adanya ion I- akibat reaksi I2 dengan amilum
pada kanji.
4. Penambahan volume air mengakibatkan laju reaksi menjadi lebih lambat.
5. Peningkatan suhu larutan menyebabkan reaksi berlangsung lebih cepat karena
kalor yang diberikan akan menambah energi kinetik partikel pereaksi sehingga
laju reaksi akan meningkat.

DAFTAR PUSTAKA
Tim Laboratorium Kimia Dasar. 2015. Penuntun Praktikum Kimia Dasar II.
Jurusan Kimia FMIPA, Universitas Udayana : Bukit Jimbaran, Bali.
Azenisme. 2014. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi.
Bisa
Kimia.
http://bisakimia.com/2014/01/13/faktor-faktoryang-mempengaruhi-laju-reaksi/. Diakses pada tanggal 29
Maret 2015.
Dinar, dkk. 2012. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi.
Chemistry
Is
The
Best.
https://polarisasi.wordpress.com/materi-kimia-kelas-xi/lajureaksi/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-laju-reaksi/. Diakses
pada tanggal 29 Maret 2015.
Ratna, dkk. 2009. Kinetika Kimia, Definisi Laju Reaksi, dan
Hukum
Laju.
chem-is-try.org.
http://www.chem-istry.org/materi_kimia/kimia-smk/kelas_x/kinetika-kimia-definisilaju-reaksi-dan-hukum-laju/. Diakses pada tanggal 28 Maret
2015.

Lampiran 2

Jawaban pertanyaan
Percobaan I: Reaksi Cepat dan Reaksi Lambat
I.

Reaksi pengendapan timbal kromat


Apakah reaksi ini berlangsung cepat ataukah lambat? Tulis
persamaaan reaksi ionnya.
Jawab: Reaksi ini berlangsung cepat, merupakan reaksi
cepat karena reaksi ini merupakan reaksi ion yaitu antara
ion Pb2+ dan ion CrO42-. Dengan persamaan reaksinya Pb2+
+ CrO42- PbCrO4.